• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Ketersediaan Perlengkapan Jalan Raya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Identifikasi Ketersediaan Perlengkapan Jalan Raya"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

e-ISSN: 2622-870X p-ISSN: 2622-8084

Copyright © 2019 Diterbitkan oleh Musamus Journal of Civil Engineering

Identifikasi Ketersediaan Perlengkapan Jalan

Raya

C Utary

1

, David Wadu Doko Riwu, Anita Pratiwi

Teknik Sipil, Universitas Musamus Merauke, Papua, Indonesia

[email protected], [email protected], [email protected] Abstrak – Ketersediaannya infrastruktur pada suatu

wilayah memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut. Salah satu indikator yang menunjang perkembangan suatu wilayah adalah infrastruktur/prasarana jalan. Infrastruktur/prasarana jalan terdiri dari bangunan pelengkap dan perlengkapannya untuk kelancaran, ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan. Untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas yang ada di jalan Raya mandala khususnya pada Simpang Tiga Toko Pratama Sampai Simpang Tiga Toko Adil, maka perlu adanya identifikasi ketersediaan perlengkapan jalan raya pada lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan perlengkapan jalan raya di Jalan Raya Mandala (Simpang Tiga Toko Pratama Sampai Simpang Tiga Toko Adil). Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah Observasi di lapangan dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud perlengkapan jalan raya yang ada meliputi zebra cross, garis marka, trotoar, lampu lalu lintas, lampu penerangan, tempat sampah, papan larangan, papan perintah, papan penunjuk arah.

Kata kunci; perlengkapan jalan; jalan raya; fasilitas

Abstract – The availability of infrastructure in a region has a very important role in supporting the activities and economic growth in the region. One indicator that supports the development of an area is road infrastructure / infrastructure. Road infrastructure / infrastructure consists of complementary buildings and equipment for the smooth, order and comfort of road users. To improve the smooth flow of traffic on the Mandala Highway, especially at the Simpang Tiga Toko Pratama Intersection to the Simpang Tiga Fair Shop, it is necessary to identify the availability of road equipment at that location. This study aims to determine the availability of highway equipment on Jalan Raya Mandala (Simpang Tiga Toko Pratama Simpang Tiga Fair Stores). Data collection techniques in this study are observation in the field and interviews. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results showed that the form of existing road equipment includes zebra crossings, markers, sidewalks, traffic lights, lighting lamps, trash bins, prohibition boards, command boards, directional signs.

Keywords; road equipment; highway; facility

1. PENDAHULUAN

Jalan merupakan salah satu indikator prasarana penunjang untuk perkembangan suatu wilayah. Jalan terdiri dari bangunan pelengkap dan perlengkapannya untuk lalu lintas. Oleh karena itu pemerintah menyediakan prasarana jalan yang memiliki berbagai fasilitas yang diantaranya marka jalan, rambu-rambu, alat pemberi isyarat, alat pengawasan dan pengamanan, sehingga dapat terwujud lalu lintas yang aman, tertib dan nyaman

Jalan Raya Mandala merupakan jalan yang berada di pusat kota Merauke yang memiliki arus dan volume lalu lintas yang sangat padat. Untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas yang ada di jalan Raya mandala khususnya pada simpang tiga Parako-Raya Mandala sampai simpang tiga Aru-Raya Mandala, maka perlu adanya identifikasi ketersediaan fasilitas jalan raya pada lokasi tersebut.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Jalan

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang mencakup semua bagian jalan yang diantaranya bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang dibutuhkan bagi kenyamananan lalu lintas yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Jalan memiliki bagian-bagian yang diberi nama ruang manfaat jalan (rumaja), ruang milik jalan (rumija), dan ruang pengawasan jalan (ruwasja). Bagian- bagian tersebut dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Bagian-bagian jalan

Ruang manfaat jalan melingkupi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya yang direnacanakan khusus untuk median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan dan bangunan pelengkap lainnya.

Ruang milik jalan melingkupi ruang manfaat jalan dan sejalur tanah tertentu diluar ruang manfaat jalan yang direncanakan hanya untuk ruang manfaat jalan, pelebaran jalan,

(2)

35 dan penambahan jalur lalu lintas di masa yang akan datang serta

kebutuhan ruangan untuk pengamanan jalan [1]

Ruang pengawasan jalan melingkupi ruang tertentu diluar ruang milik jalan yang penggunaannya ada dibawah pengawasan penyelenggara jalan yang direncanakan untuk pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan serta fungsi jalan[2].

2.2. Perlengkapan jalan

Perlengkapan jalan yang berupa rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat/peringatan pada lalu lintas, alat penerangan pada jalan, alat pengendali dan pengamanan pada jalan, alat pengawasan dan pengamanan jalan, fasilitas untuk sepeda, fasilitas untuk pejalan kaki, fasilitas untuk penyandang cacat dan fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan diluar badan jalan wajib dimiliki oleh setiap jalan yang digunakan sebagai lalu lintas [3].

Perlengkapan Jalan direncanakan bagi pengguna jalan untuk keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu-lintas serta kemudahan bagi penguna jalan yang meliputi marka pada jalan, rambu lalu-lintas pada jalan, alat pemberi isyarat lalu-lintas pada jalan, lampu penerangan jalan, rel pengaman (guardrail), dan penghalang lalu-lintas (traffic barrier).

2.3. Marka jalan

Peralatan atau tanda yang membentuk gars membujur , garis melintang, garis serong, serta lambang lainnya yang berfungsi mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi wilayah kepentingan lalu lintas terletak di permukaan jalan atau berada di atas permukaan jalan disebut juga dengan marka jalan.[4]

Untuk memberikan petunjuk dan informasi kepada pengguna jalan maka pemasangan marka memiliki fungsi yang sangat bermanfaat terhadap pengguna jalan. Untuk beberapaa kasus marka jalan direncanakan sebagai alat kontrol lalu lintas seperti rambu-rambu pada jalan , alat pemberi sinyal lalu lintas pada jalan, dan marka-marka yang lain yang terdapat pada jalan.

Marka pada jalan efektif memberikan informasi atau petunjuk, peraturan, maupun peringatan yang belum dapat disampaikan oleh alat pengontrol alalu lintas yang lain. Marka jalan diantaranya yaitu:

 Marka dengan garis membujur penuh (tidak terputus).

 Marka dengan garis melintang putus-putus.

 Marka dengan garis serong adalah marka yang membentuk garis utuh guna untuk memberi peringatan suatu daerah di permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan.  Marka dengan garis kotak kuning berbentuk segi

empat berwarna kuning yang bertujuan melarang kendaraan berhenti di suatu area.

 Marka jalur adalah bagian jalan yang dipergunakan dapat dilalui oleh kendaraan dapat berupa marka jalan atau bagian jalan yang ditinggikan.

2.4. Rambu lalu lintas

Rambu lalu lintas merupakan salah satu bagian dari perlengkapan jalan yang diantaranya berupa lambang, huruf,

angka, kalimat, yang berfungsi sebagai peringatan, larangan, perintah, atau bagi pengguna jalan[5].

a. Rambu larangan

Rambu yang dipakai untuk memberi peringatan perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh pengguna jalan.

b. Rambu Peringatan

Rambu yang dipakai untuk memberi informasi kemungkinan adanya bahaya atau tempat berbahaya di bagian jalan di depannya.

c. Rambu Perintah

Rambu yang dipakai untuk memberi perintah yang wajib dilakukan oleh pengguna lain.

d. Rambu Petunjuk

Rambu yang dipakai untuk menyatukan petunjuk mengenai jurusan, jalan, situasi, kota, tempat, pengaturan, fasilitas dan lainnya untuk penguna jalan.

2.5. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL)

Alat pemberi isyarat lalu lintas perangkat elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat dilengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur LaluLintas orang dan/atau Kendaraan di persimpangan atau pada ruas Jalan [6].

Alat pemberi isyarat lalu lintas terdiri atas lampu tiga warna, lampu dua warna dan lampu satu warna yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas orang ataupun kendaraan yang berada di persimbangan ataupun ruas jalan berikut ini merupakan gambar dari alat pemberi isyarat

Gambar 2. Alat Pemberi isyarat lalu lintas dengan lampu tiga warna

Gambar 3. Alat pemberi isyarat lalu lintas dengan lampu dua warna

(3)

36 Gambar 4. Alat Pemberi isyarat Lalu lintas dengan lampu satu

warna 2.6. Lampu penerangan

Lampu penerangan jalan merupakan salah satu bagian dari bangunan pelengkap jalan di kawasan perkotaan yang dapat direncanakan pada posisi di sebelah kiri jalan ataupun sebelah kanan jalan atau ditengah bagian median jalan yang berfungsi untuk menerangi jalan maupun wilayah di sekitar jalan. Penempatan posisi lampu penerangan jalan direncanakan dengan unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya, elemen optik, elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu. Perencanaan penempatan lampu penerangan jalan dapat memberikan kemerataan pencahayaan untuk penggunan jalan sesuai dengan peraturan, keselamatan dan keamanan bagi pengguna jalan, pencahayaan yang lebih difokuskan pada area tikungan maupun persimpangan jalan dibandingkan pada jalan yang lurus, dan arah yang jelas bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki [7].

3. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan untuk pengambilan data yaitu obeservasi di lapangan dan wawancara. Dimana cara pengambilan data dengan pengamatan langsung dan pencatatan terhadap subjek penelitian. Sedangkan untuk teknik analisis data mengunakan teknik analisis desktiptif. waktu pengamatan dilaksanakan pada 30 Juli 2019 dengan lokasi penelitian dilakukan diruas jalan Simpang 3 Parako-Raya Mandala sampai simpang 3 Aru-Raya Mandala

Gambar 5. Lokasi penelitian

4. HASIL PENELITIAN

Hasil obeservasi pada ruas jalan simpang tiga Parako-Raya Mandala sampai simpang tiga Aru-Parako-Raya Mandala, diperoleh data eksisting seagai berikut:

4.1 STA 0±0.00 - 0±200:

Gambar 6. Gambar dan Potongan melintang STA 0±0.00 - 0±200

Dalam STA 0±0.00 - 0±200 terdapat beberapa fasilitas jalan raya diantaranya adalah

a. Marka:

 Marka membujur berupa marka garis putus – putus dan marka garis utuh

 Marka melintang berupa zebra cross dan garis henti 1 arah

b. Rambu lalu lintas:

 Rambu peringatan berupa rambu 10 (penyebrangan orang)

 Rambu larangan berupa rambu 5c (larangan berbalik arah)

 Rambu petunjuk rambu 1b (rambu petunjuk arah daerah)

c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) d. Lampu penerangan jalan

e. Trotoar sisi kanan dan sisi kiri jalan f. Median dan tanaman median jalan

1.50 7.00 0.90 1.50 7.00 (Exisiting) 0.50 0.70 0.60 0.70 2 % Saluran Drainase Trotoar 2 % Median Jalan Trotoar Saluran Drainase STA. 0+000

(4)

37 4.2 STA 0±200 - 0±400:

Gambar 7. Gambar dan Potongan melintang STA 0±200 - 0±400

Dalam STA 0±200 - 0±400 terdapat beberapa fasilitas jalan raya diantaranya adalah

a. Marka:

 Marka membujur berupa marka garis putus – putus dan marka garis utuh

 Marka melintang berupa zebra cross

b. Rambu lalu lintas:

 Rambu 6d (petunjuk berbalik arah) dan rambu 9q (rumah ibadah umat Kristen)

c. Lampu penerangan jalan

d. Trotoar sisi kanan dan sisi kiri jalan e. Median dan tanaman median jalan

4.3 STA 0±400 - 0±580:

Gambar 8. Gambar dan Potongan melintang STA 0±400 - 0±580

Dalam STA 0±400 - 0±580 terdapat beberapa fasilitas jalan raya diantaranya adalah

a. Marka:

 Marka membujur berupa marka garis putus – putus dan marka garis utuh

 Marka melintang berupa zebra cross dan garis henti 1 arah

b. Rambu lalu lintas:

 Rambu peringatan berupa rambu 10 (penyebrangan orang)

 Rambu larangan berupa rambu 5c (larangan berbalik arah)

 Rambu petunjuk rambu 1b (rambu petunjuk arah daerah), rambu 6d (petunjuk berbalik arah)

c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) d. Lampu penerangan jalan

e. Trotoar sisi kanan dan sisi kiri jalan f. Median dan tanaman median jalan

Dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006 tentang jalan maka ruas jalan simpang tiga Parako-Raya Mandala sampai simpang 3 Aru-Parako-Raya Mandala belum sepenuhnya memenuhi syarat dikarenakan tidak sesuai dengan pasal 86 ayat (5) yang mengemukakan bahwa rencana teknis jalan wajib memperhitungkan kebutuhan fasilitas pejalan kaki dan penyandang cacat dalam hal ini pelayanan terhadapat kaum disabelitas belum terlayani dengan baik

Rambu perintah berupa rambu 1d (wajib mengikuti arah kiri) juga menjadi kebutuhan untuk ruas jalan simpang tiga Parako-Raya Mandala sampai simpang tiga Aru-Raya Mandala karena terdapat 3 persimpangan yang akan sangat berbahaya jika pengendara berbelok ke kanan sebab melawan arus lalu lintas.

4. KESIMPULAN

Diketahui bahwa terdapat berbagai macam fasilitas jalan ruas jalan simpang tiga Parako-Raya Mandala sampai simpang 3 Aru-Raya Mandala yaitu berupa marka jalan, rambu lalu lintas, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), lampu penerangan jalan, trotoar, median dan atanaman median jalan. Namun masih memiliki beberapa kekurangan terkait tidak

0.60 0.70 2 % (Exisiting) Saluran Drainase Trotoar 2 % 0.60 0.70 Median Jalan Trotoar Saluran Drainase 7.00 1.50 0.90 7.00 1.50 STA. 0+200 0.60 0.70 2 % (Exisiting) Saluran Drainase Trotoar 2 % 0.60 0.70 Median Jalan Trotoar Saluran Drainase 7.00 1.50 0.90 7.00 1.50 STA. 0+200

(5)

38 adanya akses khusus bagi kaum disabiltas serta trotoar yang

dinilai masih sempit dan usang sehingga pejalan kaki merasa kurang nyaman.

Dengan adanya fasilitas jalan yang memadai maka masyarakat dapat aman dan nyaman saat bepergian maupun berkendara. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam perawatan fasilitas jalan yang ada dan pemerintah dapat selalu memantau dan memperbaiki fasilitas jalan raya yang telah rusak.

REFERENSI

[1] Akbar Muh, et al. 2018. Combination of the IPA-SWOT-AHP Models For the Formulation of the Road Network of Development Policy (A Case Study in Merauke Regency, Papua Indonesia). International Journal of Engineering and Technology. 18(03):28-34

[2] P. R. Menteri and Indonesia, “Peraturan pemerintah republik indonesia nomor 34 tahun 2006 tentang jalan,” 2006.

[3] P. R. Menteri and Indonesia, “Peraturan pemerintah republik indonesia nomor 79 tahun 2013 tentang jaringan lalu lintas dan angkutan jalan,” 2013.

[4] P. R. Menteri and Indonesia, “Peraturan menteri perhubungan republik indonesia nomor pm 34 tahun 2014,” 2014.

[5] P. R. Menteri and Indonesia, “Peraturan menteri perhubungan republik indonesia nomor pm 13 tahun 2014 tentang rambu lalu lintas,” 2014.

[6] P. R. Menteri and Indonesia, “Peraturan menteri perhubungan republik indonesia nomor pm 49 tahun 2014 tentang alat pemberi isyarat lalu lintas,” 2014.

[7] P. R. Menteri and Indonesia, “Peraturan menteri perhubungan republik indonesia nomor pm 27 tahun 2018 tentang alat penerangan jalan,” 2018.

Gambar

Gambar 1. Bagian-bagian jalan
Gambar 2.  Alat Pemberi isyarat lalu lintas dengan lampu tiga  warna
Gambar  6.  Gambar  dan  Potongan  melintang  STA   0±0.00 - 0±200
Gambar 8. Gambar dan Potongan melintang STA 0±400 -  0±580

Referensi

Dokumen terkait

mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan. Rambu perintah atau rambu larangan. Alat pemberi isyarat lalu lintas. Gerakkan lalu lintas. Berhenti dan parkir.

1) Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan

(3) Pengadaan, pemasangan dan pemeliharaan rambu lalu lintas, papan tambahan, marka jalan dan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal

Alat pemberi isyarat lalu lintas tenaga surya berfungsi untuk mengatur Lalu Lintas orang dan/atau Kendaraan di persimpangan atau pada ruas Jalan yang dapat

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, dan/atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Menteri

Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas adalah perangkat elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat dilengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur Lalu Lintas

Materi penyusunan modul ini adalah berdasarkan pada perencanaan pemasangan marka jalan dan penempatan rambu lalu lintas, perencanaan penempatan Alat Pemberi

Pelaku juga umumnya tidak mematuhi ketentuan tentang kelas jalan, rambu-rambu dan marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, waktu kerja dan waktu istirahat pengemudi, gerak lalu