• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

27 3.1.1 Setting Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SDN Blotongan 03, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga semester I tahun ajaran 2016/2017. Siswa SDN Blotongan 03 berjumlah 171 anak yang terdiri 87 laki-laki dan 84 perempuan mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 dengan masing-masing kelas terdiri 1 kelas. Proses belajar mengajar berlangsung mulai pukul 07.00 sampai dengan 12.10 siang, kecuali pada hari Jum’at dan Sabtu yang berlangsung mulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 11.00 siang. Jumlah tenaga kependidikan di SDN Blotongan 03 adalah sebanyak 12 orang, dengan perincian 1 Kepala Sekolah, 6 guru kelas, 1 guru pendidikan Agama Islam, 1 guru olah raga, 1 pustakawan, 1 guru mapel, dan 1 penjaga sekolah.

Penelitian akan dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2016/2017, pada bulan Agustus sampai bulan Desember 2016.

Tabel 3.1 Waktu Penelitian Tahapan

Bulan

Agustus September Oktober Nopember Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Persiapan penelitian Pelaksanaan penelitian Penyusunan laporan dan penyajian

Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan ± 5 bulan mulai dari bulan Agustus 2016 sampai bulan Desember 2016. Adapun penelitian dilakukan secara bertahap yaitu sebagai berikut:

(2)

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan penelitian dilakukan antara bulan Agustus sampai bulan September 2016. Tahap persiapan penelitian mencakup penyusunan judul, penyusunan proposal, penyusunan RPP, penyusunan instrumen penelitian, permohonan surat izin untuk observasi, uji validitas dan reliabilitas soal serta untuk tempat penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Tahap pelaksanaan penelitian dilaksanakan antara bulan September sampai bulan Nopember 2016. Tahap pelaksanaan penelitian mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah untuk pengambilan data.

3. Tahap Penyusunan Lampiran Penelitian

Tahap penyusunan laporan penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember sampai Desember 2016. Tahap penyusunan laporan untuk persiapan ujian.

3.1.2 Karakteristik Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SDN Blotongan 03 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga pada siswa kelas 5 Semester I tahun pelajaran 2016/ 2017. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SDN Blotongan 03 sebanyak 35 siswa yang terdiri dari 17 laki-laki dan 18 perempuan. Terdapat berbagai macam karakter yang berbeda-beda dari setiap anak, ada anak yang aktif dan ada anak yang cenderung pendiam.

3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Setiap penelitian harus memahami variabel yang akan diungkap. Menurut Sugiyono (2010: 61), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua jenis yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen).

Variabel independen penelitian ini adalah model pembelajaran Picture and Picture dipadukan model pembelajaran Make A Match. Model pembelajaran

(3)

Picture and picture dipadukan model pembelajaran Make A Match adalah model pembelajaran dimana siswa dituntut untuk aktif bekerjasama dan berkomunikasi dengan teman yang lain untuk mencari urutan yang tepat pada gambar dan pasangan yang tepat sesuai dengan kartu yang dipegangnya.

Menurut Slameto (2015:198) variabel tergantung atau dependen adalah variabel yang timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas. Variabel terikat atau dependen merupakan akibat yang ditimbulkan oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah hasil belajar IPA siswa kelas 5 SDN Blotongan 03 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga semester I tahun ajaran 2016/2017. Hasil belajar adalah skor hasil belajar siswa pada aspek kognitif setelah siswa mengikuti proses pembelajaran dengan model pembelajaran Picture and Picture dipadukan model pembelajaran Make A Match. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kondisi siswa di kelas. Kondisi siswa di kelas akan dipengaruhi oleh pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Dalam penelitian ini hasil belajar akan dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dipadukan model pembelajaran Make A Match untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas 5 SDN Blotongan 03 kecamatan Sidorejo kota Salatiga semester I tahun ajaran 2016/2017.

3.3 Rencana Tindakan

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok siswa dengan memberikan sebuah tindakan (treatment) yang sengaja dimunculkan. Tindakan tersebut dilakukan oleh guru dengan maksud untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Penelitian tindakan kelas ini direncanakn menggunakan model spiral Stephen Kemmis dan Robbin Mc Taggart (dalam Jasman Jalil 2014) dengan satu perangkat yang menggambarkan adanya empat langkah pada setiap siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi.

(4)

Gambar 3.1

Penelitian Tindakan Kelas

Model Spiral Kemmis dan Mc Tanggart

3.3.1 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian adalah langkah-langkah yang digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian.

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam dua siklus. Konsep pokok penelitian tindakan menurut Kemmis dan Mc Tanggart (dalam Arikunto Suharmini, 2006) terdapat tiga tahap, meliputi: perencanaan (planning), tindakan (acting) dan pengamatan (observing), dan refleksi (refecting). Rincian prosedur tindakan adalah sebagai berikut:

3.3.1.1 Siklus 1

1. Perencanaan (planning)

Tahap perencanaan ini meliputi:

a. Merencang rencana pembelajaran siklus I. Menyajikan pengalaman belajar yang bersifat memotivasi.

b. Mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan. c. Merencanakan membagi kelompok-kelompok siswa. d. Menerapkan Model Picture and Picture dan Make A Match.

(5)

2. Tindakan (acting) dan Pengamatan (observing)

Pelaksanaan kegiatan penelitian, melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP serta mempersiapkan media pembelajaran dengan baik.

Pengamatan dilakukan oleh observer (guru kelas 5) dengan mengamati kegiatan pembelajaran dengan lembar observasi.

3. Refleksi (reflecting)

Pada tahap ini peneliti dan pengamat segera menganalisa pelaksanaan PTK setelah kegiatan belajar mengajar berakhir, sebagai bahan refleksi. Selanjutnya peneliti mengadakan refleksi dalam pelaksanaan pembelajaran dan kekurangan serta hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran, dan bila melalui pengajaran model pembelajaran Picture and Picture dipadukan model pembelajaran Make A Match tingkat pemahaman siswa masih belum meningkat dalam mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar Negeri Blotongan 03 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga tahun pelajaran 2016/2017, yang dapat dilihat dari kriteria pencapaian indikator kinerjanya, maka sebagai tindakan dalam merefleksi dilakukan dalam bentuk tindakan pengulangan (remidi), pemantapan (pengayaan) terhadap proses belajar mengajar selanjutnya sampai pada hasil dan tujuan yang telah dirumuskan berhasil.

3.3.1.2 Siklus II

Siklus II dirancang apabila siklus I belum berhasil. Kegiatan yang dilakukan pada siklus II merupakan penyempurnaan dari kelemahan atau kekurangan pada siklus sebelumnya.

(6)

3.4 Teknik dan Alat Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Observasi

Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang nampak dalam suatu gejala pada objek penelitian. Teknik observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran yang menerapka model pembelajaran Picture and Picture dipadukan model pembelajaran Make A Match dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA di kelas 5 SDN Blotongan 03.

2. Tes

Tes merupakan sejumlah pertanyaan yang harus diberikan tanggapan dengan tujuan untuk mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu dari orang yang dikenai tes.Teknik tes digunakan sebagai alat ukur hasil belajar peserta didik untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam menerima materi ajar serta tingkat pemahaman dalam pembelajaran IPA di kelas 5 SDN Blotongan 03.

3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah: 1. Lembar Observasi

Lembar observasi yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini berupa lembar observasi terhadap praktik pembelajaran dengan implementasi model pembelajaran Picture and Picture dipadukan model pembelajaran Make A Match. Pengisian lembar observasi ini dilakukan oleh observer dengan melingkari salah satu skor yang telah tersedia sesuai dengan hasil yang diamati oleh observer terhadap aktivitas guru pada kegiatan pembelajaran. Untuk mendapatkan data observasi yang valid digunakan lembar observasi (terlampir) yang telah disesuaikan berdasarkan kisi-kisi observasi pada tabel 3.2 berikut:

(7)

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Lembar Observasi Mengajar Guru No Aspek yang diamati Indikator Nomor Item Jumlah Item 1. Kegiatan Awal 1. Menyiapkan siswa secara

psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran

1

5 2. Menyiapkan alat dan bahan 2

3. Apersepsi kegiatan siswa 3 4. Mengajukan

pertanyaan-pertanyaan yang

mengkaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari

4

5. Menyiapkan materi dan

tujuan yang aka dipelajari 5 2. Kegiatan Inti (Pemaduan antara model pembelajaran Picture and Picture dan model pembelajaran Make A Match) 6. Guru menyampaikan

langkah-langkah yang harus dilakukan siswa dalam pembelajaran

6

15 7. Guru menjelaskan materi

yang akan dipelajari 7 8. Guru bertanya tentang

hal-hal yang belum dipahami

siswa 8

9. Guru meluruskan dan menjelaskan hal-hal yang

belum dipahami oleh siswa 9 10. Guru membagikan gambar,

kartu soal dan kartu

jawaban 10

11. Guru membimbing siswa dalam mencari pasangan kartu yang sesuai

11

12. Guru membimbing siswa untuk maju kedepan kelas untuk menempelkan kartu soal maupun kartu jawaban

12

(8)

apakan kartu yang ditempelkan siswa itu sesuai atau tidak.

14. Guru membacakan kembali

jawaban yang benar 14

15. Guru membacakan kembali

dan jawaban yang benar 15 16. Guru membimbing siswa

untuk duduk kembali 16 17. Guru menegur siswa yang

tidak memperhatikan 17 18. Guru dan siswa bertanya

jawab tentang hal-hal yang belum dipahami oleh siswa

18

19. Guru meluruskan kesalah

pahaman siswa 19

20. Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap siswa

20

3. Kegiatan Penutup

21. Guru menyusun rangkuman pembelajaran dengan melibatkan siswa 21 3 22. Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa 22 23. Melakukan evaluasi 21 Tabel 3.3

Kisi-Kisi Lembar Observasi Aktivitas Siswa No Aspek yang diamati Indikator Nomor Item Jumlah Item 1. Kegiatan Awal

Siswa mendengarkan materi dan

tujuan yang disampaikan guru. 1 1

2. Kegiatan Inti

Siswa menyimak penjelasan guru.

2

7 Siswa bekerja sama dalam

mengurutkan gambar 3

Siswa bekerja sama dalam

(9)

jawaban

Siswa aktif dalam pembelajaran 5 Siswa dapat mengurutkan gambar 6 Siswa dapat mencocokkan kartu soal

dengan kartu jawaban 7

Siswa percaya diri maju kedepan kelas dalam menempelkan urutan gambar, membacakan kartu soal dan mencocokkan dengan kartu jawaban

8

9. Kegiatan Penutup

Siswa dapat menyimpulkan materi

yang telah diajarkan 9

2 Siswa dapat menjawab soal dengan

tenang

10

Berdasarkan kisi-kisi lembar observasi mengajar guru dan kisi-kisi lembar observasi aktivitas siswa di atas dapat dibuat lembar observasi mengajar guru dan lembar observasi aktifitas siswa. (terlampir)

2. Tes

Tes diberikan untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung melalui respon seseorang terhadap pertanyaan. Tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Tes diberikan setelah akhir pembelajaran. Untuk membuat soal tes pada siklus I dan siklus II diperlukan kisi-kisi untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk untuk menulis soal tes. Kisi-kisi soal tes pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.4 Kisi-kisi Soal Siklus 1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Nomor Butir Soal 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan bahan 4.1Mendeskripsikan hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya 4.1.1 Menyebutkan beberapa bahan penyusun benda

2, 4, 11, 13, 25, 27, 29, 30 4.1.2 Menunjukkan sifat

bahan jenis dan

1, 6, 8, 16, 19

(10)

penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses misalnya benang, kain dan kertas penyusunnya 4.1.3 Mengelompokkan penggunaan bahan berdasarkan struktur penyusunnya 5, 7, 14, 15, 17, 18, 20, 22, 23, 24, 26, 28 4.1.4 Menjelaskan

hubungan sifat bahan dengan bahan penyusunnya 3, 9, 10, 12, 21 Jumlah Soal 30 Tabel 3.5 Kisi-kisi Soal Siklus II Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Nomor Butir Soal 4. Memahami hubungan antara sifat bahan dengan bahan penyusunnya dan perubahan sifat benda sebagai hasil suatu proses 4.2 Menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap 4.2.1 Menyebutkan 4 perubahan sifat benda karena suatu proses 1,10, 12, 17, 20, 23, 27 4.2.2 Menyimpulkan contoh 4 perubahan sifat benda karena suatu proses 2, 3, 4, 8, 13, 16, 18, 19, 21, 28, 29 4.2.3 Mengkomunikasik an 2 macam perubahan sifat benda 5, 6, 14, 22, 25, 30 4.2.4 Membandingkan perubahan benda yang bersifat sementara dan tetap 7, 9, 11, 15, 24,26 Jumlah Soal 30

(11)

3.5 Validasi Data

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Kalau dalam obyek berwarna biru, sedangkan data yang terkumpul memberikan data berwarna hijau maka hasil penelitian tidak valid.

Intrumen yang valid berati alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) valid. Valid berarti intrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010). Meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat.

Mengukur validitas digunakan bantuan program SPSS 16 for windows dengan menggunakan Coreected Item-Total Correlationyang merupakan analisis faktor yang dilakukan dengan cara mengkorelasikan jumlah skor faktor dengan skor total (Sugiyono, 2010). Bila korelasi tiap faktor tersebut positif dan besarnya 0,3 keatas maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat.

3.6 Uji Validitas

Sebelum dibagikan kepada siswa, terlebih dahulu soal evaluasi tertulis diuji coba sehingga diperoleh butir soal yang valid. validitas menunjukkan sejauh mana alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Adapun reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran relati5e konsisten jika dikenakan pada suatu objek, Sutrisno Hadi (dalam Sugiyono, 2009). Instrument dikatakan valid artinya instrument dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Tingkat validitas suatu instrument dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan setiap skor pada butir instrument dengan total skor setelah dikurangi skor butirnya sendiri (corrected item total correlation).

r < 0,20 : Tidak ada validitas 0,20 ≤ r < 0,40 : validitas rendah 0,40≤ r < 0,60 : validitas sedang 0,60≤ r <0,80 : validitas tinggi 0,80≤ r < 1,00 : validitas sempurna

(12)

a) Validitas Butir Soal Siklus I

Dari butir soal yang diujikan, terdapat butir soal yang dinyatakan valid dan butir soal dinyatakan tidak valid. Hasil rekapitulasi uji coba butir soal siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.6

Hasil Uji Validitas Butir Soal Siklus I

Soal valid Soal tidak valid Jumlah

1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11,13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29 7, 12, 20,21,30 30 25 5

Butir soal yang dipakai

25 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11,13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 22, 23, 24,

25, 26, 27, 28, 29

b) Validitas Butir Soal Siklus II

Dari butir soal yang diujikan, terdapat butir soal yang dinyatakan valid dan butir soal dinyatakan tidak valid. Hasil rekapitulasi uji coba butir soal siklus II dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 3.7

Hasil Uji Validitas Butir Soal Siklus II

Soal valid Soal tidak valid Jumlah

1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10,12, 13,14, 15,16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25,26, 30 4, 11, 27, 28, 29 30 25 5

Butir soal yang dipakai

25 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10,12, 13,14, 15,16, 17, 18, 19, 20,

(13)

3.7 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk menguji reliabilitas instrumen dilakukan analisis factorial dengan konstruk satu faktor untuk setiap perangkat dengan merujuk teori koefisien reliabilitas alpha dari Cronbach (dalam Aswar, 2000). Kriteria untuk menentukan tingkat reliabilitas instrumen yang digunakan sebagai berikut :

a ≤ 0,7 : Tidak dapat diterima 0,7 < a ≤ 0,8 : Dapat diterima 0,8 < a ≤ 0,9 : Reliabilitas bagus a > 0,9 : Reliabilitas memuaskan

Tabel 3.8

Hasil Uji Reliabilitas Butir Soal Siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .871 30

Uji reliabilitas diperoleh angka koefisien alpha 0,871 yang artinya instrumen memiliki tingkat reliabilitas bagus. Dengan demikian instrumen tes yang penulis susun dapat dipergunakan dalam penelitian.

Tabel 3.9

Hasil Uji Reliabilitas Butir Soal Siklus II

Uji reliabilitas diperoleh angka koefisien alpha 0,887 yang artinya instrumen memiliki tingkat reliabilitas bagus. Dengan demikian instrumen tes yang penulis susun dapat dipergunakan dalam penelitian.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .887 30

(14)

3.8 Indikator Keberhasilan 3.8.1 Indikator Proses

Dalam penelitian ini dikatakan berhasil jika 80% proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan sintaks yang terdapat pada lembar observasi mengajar guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Indikator proses ini dapat dihitung dengan rumus:

Ketuntasan = Jumlah ya pada siklus 1

jumlah sintaks 𝑋 100% 3.8.2 Indikator Hasil Belajar

Dalam penelitian ini, sebagai patokan keberhasilan hasil belajar bagi peneliti pada pembelajaran IPA kelas 5 dengan menggunakan Model pembelajaran Picture and Picture dipadukan model pembelajaran Make A Match dengan kriteria keberhasilannya yaitu 90% dari seluruh siswa kelas 5 SDN Blotongan 03 telah mendapat nilai lebih dari KKM yang ditentukan yaitu 70. Indikator hasil belajar ini dapat dihitung dengan rumus:

Ketuntasan = Jumlah jawaban benar Jumlah soal x 100

3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Analisis Ketuntasan

Data mengenai hasil belajar IPA siswa diperoleh dari tes tertulis pada prasiklus, siklus I, dan siklus II. Tes tertertulis berupa soal pilihan ganda. Skor yang diperoleh adalah 1 jika siswa menjawab butir soal dengan jawaban benar dan 0 jika siswa menjawab butir soal dengan jawaban salah. Untuk menentukan nilai siswa dilakukan penjumlahan seluruh jawaban benar yang berhasil dijawab oleh siswa dengan rumus sebagai berikut:

Nilai =Jumlah jawaban benar Jumlah soal x 100

Berdasarkan hasil perhitungan rumus di atas, maka akan diperoleh nilai setiap siswa. Peneliti menetapkan ketentuan bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini dinyatakan berhasil jika 90% dari jumlah siswa kelas 5 SDN 03 Blotongan mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan KKM (KKM=70) dalam mata

(15)

pelajaran IPA. Berikut ini adalah tabel kriteria ketuntasan minimal hasil belajar siswa.

Tabel 3.10

Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Ketuntasan Kualifikasi

Nilai ≥ 70 Tuntas

Nilai < 70 Tidak Tuntas

3.9.2 Analisis Komparatif

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis data instrumen tes dengan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif untuk membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah siklus I dan nilai tes siklus II dan berdasarkan jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas. Data yang diolah dengan analisis deskriptif adalah data dari nilai yang diperoleh pada nilai tes kondisi awal, nilai setelah siklus I dan siklus II setelah menggunakan Model pembelajaran Picture and Picture dipadukan Make A Match. Data hasil tes dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Nilai = Jumlah jawaban benar Jumlah soal x 100

Berdasarkan hasil perhitungan rumus di atas, maka akan diperoleh nilai setiap peserta didik. Peneliti menetapkan ketentuan bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini dinyatakan berhasil jika 90% dari jumlah peserta didik kelas 5 SDN 03 Blotongan mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan KKM (KKM=70) dalam mata pelajaran IPA.

Gambar

Tabel 3.1  Waktu Penelitian   Tahapan
Tabel 3.4  Kisi-kisi Soal Siklus 1

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini yang dimaksud sampel oleh penulis adalah pengunjung yang berusia dewasa sehingga dapat memberikan jawaban terhadap data yang diperlukan

Hal ini disebabkan senyawa fungsional asap cair kayu sengon yang mempengaruhi keasaman asap cair telah berikatan dengan logam Pb membentuk senyawa kompleks.Terjadinya peningkatan

139 Berdasarkan hasil wawancara dengan organisasi profesi IBI didapatkan informasi bahwa saat ini IBI belum memiliki kebijakan untuk sanksi terkait bidan bidan yang melakukan

Menjelaskan kesimpulan atas uraian analisa aspek keuangan dan perhitungan pembiayaan yang dikemukakan.. Risiko

Mendasarkan pada konsepsi di atas, masalah utama dalam kajian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: ” Benarkah ada hubungan/pengaruh yang negatif dan signifikan antara

 Nilai CBR laboratorium meningkat 5,62% yaitu dari 40,58% menjadi 46,2 % dengan adanya penggunaan pasir Sumpur Kudus sebagai pengganti agregat halus pada campuran

Dalam wawancara dengan Wirosatan seorang desainer grafis album musik yang telah berpengalam lebih dari 10 tahun menyatakan bahwa “Desain maupun bentuk visual (dalam)