• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaturan sektor Jasa Telekomunikasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaturan sektor Jasa Telekomunikasi"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM BISNIS

TELEKOMUNIKASI

BY

(2)

Jenis – Jenis Komunikasi

1.

Komunikasi Akoptika

2.

Komunikasi Grafika

3.

Komunikasi

(3)

Komunikasi Akoptika

Komunikasi dengan menggunakan

indera telinga / akustika dan

komunikasi dengan menggunakan

indera mata

Dilakukan dengan menggunakan

alat, spt bahasa, bunyi, asap, api,

isyarat, dsb

(4)

Komunikasi Grafika

Komunikasi dengan

menggunakan alat- alat

cetakan, sehingga

menghasilkan bahan

tercetak atau tertulis.

(5)

Komunikasi Elektronika

komunikasi dengan

menggunakan

alat-alat elektronik /

perangkat

telekomunikasi, spt ,

radio, televisi,

(6)

PENGERTIAN TELEKOMUNIKASI

Tele : jarak jauh

Komunikasi : kegiatan untuk

menyampaikan

berita atau informasi

Telekomunikasi

: Suatu

upaya penyampaian berita dari

satu tempat ke tempat yang

lain (jarak jauh) yang

(7)

Pengertian Menurut UU

Pasal 1 UU No. 36 / 1999 :

Telekomunikasi adalah

setiap pemancaran,

pengiriman, dan atau

penerimaan dari setiap

informasi dalam bentuk

tanda-tanda, isyarat,

tulisan, gambar, suara dan

bunyi melalui sistem

(8)

PENGATURAN SEKTOR

JASA

(9)

Pengaturan Secara Nasional /

National legislation

UU no 36 Tahun 1999 ttg Telekomunikasi

Pasal 33 UUD 1945 ( ayat 2 )

UU No 5 Tahun 1999 ttg Larangan Praktek

Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak

Sehat

UU no 24 Tahun 1997, ttg Penyiaran

Peraturan pelaksana lainnya, spt : PP no

53 / 1980 ttg penyelenggara

(10)

Pengaturan Secara Internasional /

International Legislation

World Trade Organization Agreement

on Basic Telecomunication

tahun

1997

Tujuan : meliberalisasikan pasar jasa

telekomunikasi dasar, sehingga

telekomunikasi dunia berubah dari

bilateral menjadi multilateral dan

(11)

 Indonesia turut serta menandatangani pjj ini Schedule of Comitments of Basic

Telecomunication Indonesia berlaku mulai tanggal 1 Januari 2001

 Komitmen Indonesia :

- Jasa telekomunikasi tetap sambungan langsung jarak jauh nasional diselenggarakan sec

eksklusif oleh PT Telkom sampai tahun 2005 - …, internasional diselenggarakan secara

duopoli oleh PT Indosat dan PT Satelindo sampai tahun 2004

(12)

Penyelenggara

telekomunikasi

1.

Penyelenggaraan

jaringan telekomunikasi

( oleh BUMN, BUMD,

Badan Usaha Swasta,

atau Koperasi)

2.

Penyelenggaraan jasa

telekomunikasi

3.

Penyelenggaraan

(13)

Pihak

PenyelenggaraTelekomunikasi

1. Telekomunikasi umum :

a. Dalam Negeri : PT Telkom

b. Luar Negeri : PT Indosat

2. Telekomunikasi Bukan untuk

umum : instansi pemerintah

dan perusahaan swasta, spt :

Pertamina, PT Caltex,

Perusahaan Penerbangan,

Bea cukai, perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

Eva Lestari: Pengakuan dan pengukuran pendapatan jasa telekomunikasi, 2005 USU e-Repository © 2008... Eva Lestari: Pengakuan dan pengukuran pendapatan jasa telekomunikasi, 2005

M.Yahya Arwiyah : Perjanjian Interkoneksi Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Jasa Telekomunikasi…, 2001 USU Repository © 2008... M.Yahya Arwiyah : Perjanjian Interkoneksi

Iklan mungkin lebih banyak dikenal dalam industri jasa telekomunikasi, namun kualitas pelayanan terhadap konsumen dalam jangka waktu yang panjang untuk menciptakan

Iklan mungkin lebih banyak dikenal dalam industri jasa telekomunikasi, namun kualitas pelayanan terhadap konsumen dalam jangka waktu yang panjang untuk menciptakan

Pada tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarkan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional

(2) Dalam hal penyelenggara jasa telekomunikasi menemukenali adanya dugaan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 7, penyelenggara

Produk PASTI yang dikeluarkan oleh PT PSN bukan hanya sebagai produk yang dikhususkan untuk memenuhi ceruk pasar akibat tidak dapat dijangkau penyedia jasa telekomunikasi lain

• Fungsi dasar : melakukan konversi sinyal informasi dari pengguna menjadi bentuk yang dapat diteruskan sesuai dengan karakteristik sistem/jaringan telekomunikasi yang digunakan, dan