df
finflc;r]esfa
TIM
PENELITI
Dra.
Nahiyah
/aidi
Faraz,
M.pd.
Dra.
Sri Srrrnardining"ih,
M.SL
Dra.
Nur
Diazifah
ER,
M.S[.
Dra.
Prattwi
Wahyu
Widiamt,
M.SL
Drs.
Sr-lroso,
M.Pd.
/LrrsAKA\ Fsndbit&tulc€bbn
;i*l
Fenomena Sisuti Hamil di Indorcsia
Dn. NahiYah |aidi Fanz, M.Pd' Dkk'
Editor: Zainul Abas
o
Desain SamPul : NurEdi SuPtmiko
Tata Letak : ItaYuniarti
o
Cetakan Pertama : luni2fil2
a
Penerbit : Aiisaka - YogYakarta
a
Hak cipta dilindungi undang-undang'
Memfotrnpi atau nemryfunyak ilengan cma afu pwr
t b;il"; atuu *lwuh isi 6uku ini tanpa *izin dyi qenubrr'
KATA
PENGAITTAR
SYUKUR
ALHAMDULILLAH
kami
panjatkan
kehadirat
Allah
SWT, atas terrryujudnyabuiu
ini.
Bukanhal yang
ludah."l$k
mempersembahkan karya tulishasil penelitian
ini
kehadapan pembaca,"*rru.
Adubanyak kesulitan
ketika
kami
menginventarisir ataumewawancarai subjek (baca: siswi hamil) untuk mem_
yero,le.h
.data
yTg
lebih
mendalam.
Ada
banyak kendala budayS dalam proses penelitian. Untung sajakami
banyakdi
bantu para staf
pemerintahDierah
setempaf pa-ra_gurt
kepala sekolah dan para tokohSalqarakat
di
kota Denpasar, ]ambi, Jakaria maupunIogjakarta, sehingga
kami dapat
meminimalisir
ke_tidakabsahan
data.
Kiranya sangat pantas
untuk
mengucapkan
terima kasih
kepada
m-ereka semua.Sungguh kami berutang budi.
-
Ucapanterima kasih
terutamajuga
kami
tujukan kepada Kementerian pemberdayain}"r"-prran
atasterjalinnya kerjasama
yl"g
bark, khususnya kepadaIbu
Menteriyang
mendu[ung
penuhtermasuk'*._
nyiapkan
kata
sambutan untuk-mempercantik buku1n1 Kepada
Ibu
Gusti Kanjeng Ratu Hlemas, yang se_lalu peduli terhadap
progiam
pemberdayuuipuan fogjakarta juga kami haturkan terima kasih yang tak terhingga.
Tidak lupa pula kami
haturkanterima
kasihke-pada
Bapak-bapakpimpinan
di
Universitas NegeriYogyakarta (UNY), terutama Bapak Prof. Drs. Suyanto
PhD.
dan
BapakProf.
Dr.
Wuryadi,
masing-masing sebagai Rektor dan Kepala Lembaga Penelitian UNY.Kepada rekan-rekan
peneliti
dan staf administrasidi
Pusat Studi Wanita
UNY
kami juga mengucapkante-rima kasih yang sebesar besarnya
Akhirnya,
ucapanterima
kasihjuga kami
tujukan kepada Penerbit"Ajisaka"
yang
telah berkenanme-nerbitkan buku ini.
Buku
ini
sengaja dikemasdalam bentuk
populer dengan harapandapat
diminati
oleh masyarakatse-cara luas, dan tentu saia akan mendapat feedback
be-rupa
masukandan
kritik
beragamyang
padaakhir-nya
dapat
menyempurnakan
tampilan maupun
isi buku. Semoga.Selamat
membaca!
:j
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ...
SAMBUTAN MENTERI
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN ...SAMBUTAN GKR HEMAS
tsaE
r
Siswi Hamil: Salah Siapa?
EcAts
11
Kajian Tentang Siswi
Hamil
EcAE
llr
Metode Dan Objek Kajian
tscAts
I.If
Fenomena Siswi Hamil
I
...EcAts
"If
Fenomena Siswi Hamil 2...
tscAts.rrt
Pola Pendidikan
Alternatif
x
XI
7
17
59
113
tscAg
V[t
Solusi Masyarakat
..._..
171,xBcAts
"!/[tt
Kelanjutan
Studi Siswi
Hamit
Sebuah Kenisca-yaanEAB
1SISWI
HAMIL:
SAIIUI
SIAPA?
PEREMPUAN
merup3\1"
aset pembangunan yangpotensial
d-a1-prod$ttf,
apabila
perempuan yangjumlahnya
lebih dari
separunlumtin penaua"l
n
donesia (BPS, sensus penduduk2000)
itu
dapat diber-dayakan maka bisa menjadi pelakuperubaian
(agentof
change)ya.g
-pelting
menuju teiwujudnya i""r"_
taraan dan keadilan jender.
Hal
ini
sesuai dengan amanatGBHN
-l.ggg, bahwatujup
program
pemberdayaanperempuan
adalah Senlngkalkan kedudukan dan peran perempuan da_lam kehidupan berbangsa dan Lernegara
^"lulrri
k"_bijakan nasional Iang
-diemban
oleli
lembaga yangmampu_memperjuangkan
terwujudnya
keietaraandan keadilan
jender.
-Kesetaraan jender berarti bahwa
tidak
ada diskri-minasi antara perempuan dan laki-laki. Dengandemi-kian mereka
memiliki
akses, kesempatandin
kontrol ataspembu"g3lal
serta memperol-eh manfaat yangsetara dan adil dari pembangunan. Dapat juga
diiata-kan bahwa istilah keadilan jender beraiti
tiait
adanyapembakuan perary beban ganda, subordinasi, ma4i_
Fe:w"c,ffien4,
ffiffi
dt
tndo,nffii*
Ada kesadaran kuat pada level pembuat kebijakan (baca: Pemerintah) dewasa ini, bahwa siswi yang mengalami
kehamilan tak dikehendaki harus tetap memperoleh
kesempatan studinya. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan adalah hak asasi setiap orang. Hal ini jelas
tercantum dalam konstitusi dunia maupun UUD RI 1945. Pada satu sisi gagasan ini dapat dilihat sebagai sikap yang
akan mentolerir perilaku amoral para siswi, dan pada
akhirnya memberikan citra buruk pada sekolah yang bersangkutan sebagai lembaga pendidik. Sebaliknya, bagi
proses pembangunan, terutama pembangunan perempuan, tindakan memecat dan tidak memberikan kesempatan sekolah kepada siswi-hamil merupakan langkah yang
bias-jender dan tidak sejalan dengan iklim demokrasi. Lalu jalan keluar apa yang terbaik bagi siswi hamil? Buku ini
mencoba mencari solusi melalui penelitian lapangan dilakukan di 4 kota di Indonesia.
, KERJASAMA
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN dengan
PUSAT STUDI WANITA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA