• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan September 2015, Kota Manokwari mengalami inflasi sebesar 0,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,65. Dari 82 kota, tercatat 46 kota mengalami inflasi sedangkan 36 kota mengalami deflasi. Kota Manokwari menempati peringkat Inflasi ke-15 di Indonesia.

 Inflasi di Kota Manokwari terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran yakni: kelompok bahan makanan 1,44 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,35 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar

0,36 persen; kelompok sandang 0,23 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga 0,01

persen. Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -1,78 persen. Sedangkan kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

 Tingkat inflasi tahun kalender September 2015 sebesar 0,95 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2015 terhadap September 2014) sebesar 3,22 persen.

No. 55/10/91 Th. IX, 01 Oktober 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

K

OTA

M

ANOKWARI

BULAN SEPTEMBER 2015, DI KOTA MANOKWARI TERJADI INFLASI SEBESAR 0,38 PERSEN

DENGAN INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) SEBESAR 113,65

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82

BADAN PUSAT STATISTIK

(2)

sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas Provinsi Papua Barat hasil SBH 2012 di bentuk dari 2 kota SBH yakni Manokwari dan Kota Sorong. Di Kota Manokwari terpilih 343 komoditas dimana 137 merupakan komoditas makanan, dan 206 merupakan komoditas non makanan. Paket komoditas tersebut kemudian akan dipantau secara rutin perkembangan harganya baik dalam periode mingguan, dua mingguan, maupun bulanan.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan September 2015, secara umum menunjukkan kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar (2012 = 100), di Kota Manokwari pada bulan September 2015 terjadi inflasi sebesar 0,38 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 113,22 pada bulan Agustus 2015 menjadi 113,65 pada bulan September 2015. Tingkat inflasi Kota Manokwari tahun kalender September 2015 sebesar 0,95 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2015 terhadap September 2014) sebesar 3,22 persen.

Inflasi di Kota Manokwari terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 1,44 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,35 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,36 persen; kelompok sandang 0,23 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi & olah raga 0,01 persen. Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -1,78 persen. Sedangkan kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

Inflasi yang terjadi di Kota Manokwari dipengaruhi oleh kenaikan indeks yang signifikan pada beberapa sub kelompok, yaitu: sub kelompok ikan diawetkan 8,81 persen; sub kelompok ikan segar 4,84 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan 4,15 persen; sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 2,96 persen; serta sub kelompok bahan makanan lainnya 2,75 persen. Sedangkan beberapa sub kelompok yang mengalami deflasi, yaitu: sub kelompok sayur-sayuran -3,59 persen; sub kelompok transpor -2,45 persen; sub kelompok lemak dan minyak -0,38 persen; sub kelompok buah-buahan -0,25 persen; serta sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air -0,09 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September 2015 antara lain: ikan cakalang, cabai rawit, ikan ekor kuning, buah pinang, serta beras. Sedangkan Beberapa komoditas yang mengalami

penurunan harga antara lain: tarif angkutan udara, tomat sayur, bawang merah, kakap merah, jeruk nipis, serta anggur.

(3)

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi di Kota Manokwari September 2015, Tahun Kalender 2015, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

IHK IHK IHK Inflasi bulan Laju Inflasi Inflasi Desember 2014 September 2014 September 2015 September 2015 *) Tahun Kalender Tahun Ke Tahun 2015 **) 2015 ***) [2] [3] [4] [5] [6] [7] U m u m 112,58 110,10 113,65 0,38 0,95 3,22 1 Bahan Makanan 115,28 116,25 113,22 1,44 -1,79 -2,61

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau

109,55 107,35 116,06 1,35 5,94 8,11

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar

111,77 109,20 114,46 0,36 2,41 4,82

4 Sandang 107,50 106,15 113,46 0,23 5,54 6,89

5 Kesehatan 107,56 107,06 109,94 0,00 2,21 2,69

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 109,46 109,31 115,88 0,01 5,87 6,01

7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan

116,44 106,68 111,15 -1,78 -4,54 4,19

Kelompok Pengeluaran

[1]

*) Persentase perubahan IHK bulan September 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan September 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014. ***) Persentase perubahan IHK bulan September 2015 terhadap IHK bulan September 2014.

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Manokwari (2012 = 100) Bulan September 2015 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

(1) (2)

U M U M 0,38

1. Bahan Makanan 0,37

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0,20 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar 0,10

4. Sandang 0,01

5. Kesehatan 0,00

6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga 0,0001 7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan -0,30

(4)

Tabel 3

Kelompok Pengeluaran Komoditi yang Memberikan Andil Terbesar Terhadap Inflasi Kota Manokwari bulan September 2015 (persen)

Kelompok Pengeluaran Komoditi Andil Inflasi/Deflasi (%) [1] [2] 1. Bahan Makanan CAKALANG/SISIK 0,16 CABAI RAWIT 0,16 EKOR KUNING 0,13 BERAS 0,07

DAGING AYAM RAS 0,04

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau

BUAH PINANG 0,09

DONAT 0,07

SIRIH 0,02

WAFER 0,01

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

BATU BATA/BATU TELA 0,04

UPAH PEMBANTU RT 0,01

MESIN CUCI 0,01

JASA PEMBUANGAN SAMPAH 0,01

CAT TEMBOK 0,01

4. Sandang

BAJU KAOS BERKERAH 0,002

CELANA PANJANG JEANS 0,002

BAJU KAOS BERKERAH 0,002

5. Kesehatan

6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga

MODEM INTERNET 0,0001

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

ANGKUTAN UDARA -0,31

(5)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan September 2015 mengalami inflasi sebesar 1,44 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 111,61 pada bulan Agustus 2015 menjadi 113,22 pada bulan September 2015.

Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, tujuh sub kelompok mengalami inflasi; sedangkan empat sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi terbesar terjadi pada sub kelompok ikan diawetkan 8,81 persen; dan inflasi terkecil terjadi pada sub kelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 0,66 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi pada sub kelompok sayur-sayuran -3,59 persen; dan inflasi terkecil terjadi pada sub kelompok kacang-kacangan -0,01 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan September 2015 mengalami inflasi sebesar 1,35 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 114,51 pada bulan Agustus 2015 menjadi 116,06 pada bulan September 2015.

Dari tiga sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, semua sub kelompok mengalami inflasi. Inflasi terbesar terjadi pada sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 2,96 persen; sedangkan inflasi terkecil terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,12 persen.

3.

Perumahan, Air, Lisrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan September 2015 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 114,05 pada bulan Agustus 2015 menjadi 114,46 pada bulan September 2015.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini; tiga sub kelompok mengalami inflasi; sedangkan satu sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Sub kelompok yang mengalami inflasi terbesar adalah sub kelompok perlengkapan rumah tangga 0,87 persen, sedangkan inflasi terkecil terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,38 persen. Adapun deflasi terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air -0,09 persen.

4.

S a n d a n g

Kelompok sandang pada bulan September 2015 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 113,20 pada bulan Agustus 2015 menjadi 113,46 pada bulan September 2015.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, sedangkan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi terbesar terjadi pada sub

(6)

5.

K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada bulan September 2015 tidak mengalami perubahan indeks atau indeks pada bulan Agustus sama dengan bulan September yakni 109,94.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, semua sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks.

6.

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan September 2015 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 115,87 pada bulan Agustus 2015 menjadi 115,88 pada bulan September 2015.

Dari lima sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, sedangkan empat sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,01 persen.

7.

Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan September 2015 mengalami deflasi sebesar -1,78 persen atau terjadi penurunan indeks dari 113,17 pada pada bulan Agustus 2015 menjadi 111,15 pada bulan September 2015.

Dari empat sub kelompok yang ada dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, sedangkan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Sub kelompok yang mengalami deflasi adalah sub kelompok transpor -2,45 persen.

(7)

Tabel 4

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Manokwari September 2015, Tahun Kalender 2015, Dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Pengeluaran (2012=100)

IHK IHK IHK Inflasi

bulan

Laju Inflasi Inflasi

Desember 2014 September 2014 September 2015 September 2015 *) Tahun Kalender Tahun Ke Tahun 2015 **) 2015 ***) [2] [3] [4] [5] [6] [7] U M U M 112,58 110,10 113,65 0,38 0,95 3,22 I. BAHAN MAKANAN 115,28 116,25 113,22 1,44 -1,79 -2,61

Padi-padian, Umbi-Umbian dan Hasilnya 104,37 104,21 112,45 1,25 7,74 7,91

Daging dan Hasil-hasilnya 111,87 112,73 115,27 1,73 3,04 2,25

Ikan Segar 112,37 133,67 98,32 4,84 -12,50 -26,45

Ikan Diawetkan 118,04 128,09 106,01 8,81 -10,19 -17,24

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 113,67 119,38 116,48 0,66 2,47 -2,43

Sayur-sayuran 99,12 96,10 97,67 -3,59 -1,46 1,63

Kacang-kacangan 104,82 105,04 105,43 -0,01 0,58 0,37

Buah-buahan 115,16 115,07 126,25 -0,25 9,63 9,72

Bumbu-bumbuan 182,29 122,53 163,96 4,15 -10,06 33,81

Lemak dan Minyak 143,47 143,47 144,90 -0,38 1,00 1,00

Bahan Makanan Lainnya 113,36 110,52 119,77 2,75 5,65 8,37

II. MAKANAN JADI, MINUMAN

ROKOK & TEMBAKAU

109,55 107,35 116,06 1,35 5,94 8,11

Makanan Jadi 107,24 106,00 118,97 1,12 10,94 12,24

Minuman yang Tidak Beralkohol 105,71 105,58 108,55 0,12 2,69 2,81

Tembakau dan Minuman Beralkohol 117,69 111,64 118,30 2,96 0,52 5,97

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS

& BAHAN BAKAR

111,77 109,20 114,46 0,36 2,41 4,82

Biaya Tempat Tinggal 106,68 106,01 107,76 0,38 1,01 1,65

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 135,94 123,77 143,23 -0,09 5,36 15,72

Perlengkapan Rumahtangga 111,13 109,74 116,22 0,87 4,58 5,90 Penyelenggaraan Rumahtangga 107,28 106,69 112,16 0,77 4,55 5,13 IV. SANDANG 107,50 106,15 113,46 0,23 5,54 6,89 Sandang Laki-laki 104,85 102,60 111,37 0,51 6,22 8,55 Sandang Wanita 108,43 107,35 114,24 0,26 5,36 6,42 Sandang Anak-anak 110,72 109,41 118,49 0,03 7,02 8,30

Barang Pribadi dan Sandang Lain 106,05 105,90 108,42 0,00 2,23 2,38

V. KESEHATAN 107,56 107,06 109,94 0,00 2,21 2,69

Jasa Kesehatan 101,18 101,03 102,19 0,00 1,00 1,15

Obat-obatan 108,67 108,67 111,33 0,00 2,45 2,45

Jasa Perawatan Jasmani 125,78 125,78 128,15 0,00 1,88 1,88

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 108,81 107,67 112,10 0,00 3,02 4,11

Kelompok Pengeluaran

(8)

Tabel 4 (Lanjutan)

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Manokwari September 2015, Tahun Kalender 2015, Dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Pengeluaran (2012=100)

IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi

Desember 2014

September

2014 September 2015 September 2015 *) KalenderTahun Ke TahunTahun

2015 **) 2015 ***)

[2] [3] [4] [5] [6] [7]

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN

OLAHRAGA 109,46 109,31 115,88 0,01 5,87 6,01 Jasa Pendidikan 107,28 107,28 113,16 0,00 5,48 5,48 Kursus-kursus/Pelatihan 131,69 130,83 134,38 0,00 2,04 2,71 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 109,76 109,71 114,33 0,01 4,16 4,21 Rekreasi 110,29 110,09 119,54 0,00 8,39 8,58 Olahraga 102,46 100,00 106,29 0,00 3,74 6,29

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI &

JASA KEUANGAN

116,44 106,68 111,15 -1,78 -4,54 4,19

Transpor 122,39 109,21 114,60 -2,45 -6,36 4,94

Komunikasi dan Pengiriman 100,00 100,00 100,14 0,00 0,14 0,14

Sarana dan Penunjang Transpor 103,22 102,94 106,49 0,00 3,17 3,45

Jasa Keuangan 121,01 102,85 121,01 0,00 0,00 17,66

Kelompok Pengeluaran

[1]

*) Persentase perubahan IHK bulan September 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan September 2015 terhadap IHK bulan Desember 2014. ***) Persentase perubahan IHK bulan September 2015 terhadap IHK bulan September 2014.

Diterbitkan oleh :

Bidang Statistik Distribusi

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

Jalan Trikora – Sowi IV, Manokwari 98315.

Telp. (0986) 2702414, Fax. (0986) 213038

Contact Person :

Hendra Wijaya, S.ST, M.Si (081344441704)

Leonardo A Simamora, S.ST (081370556151)

Referensi

Dokumen terkait

Amanat dari Pasal 14 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan

Kestabilan emulsi lateks polistirena dengan penambahan deterjen komersil menggunakan uji densitas diperoleh perbandingan emulsi lateks PS : air yaitu 90:10 dengan nilai densitas

Masalah ini timbul karena konsumen berada pada lokasi yang terpisah secara geografis, hal ini mengakibatkan pentingnya untuk menyimpan persediaan pada beberapa lokasi

Oleh karena itu dibutuhkan suatu uji aktivitas yang secara umum sederhana, mudah dan murah namun dapat dipercaya dan dapat mendeteksi adanya senyawa yang mempunyai aktivitas

Dari hasil penelitian tersebut bisa di lihat pada gambar sebelumnya bahwa informasi yang didapatkan dari WMI cukup akurat, karena waktu menggambil data temperatur

Lagu Anak Domba Allah merupakan bentuk lagu inkulturasi untuk misa yang seringkali digunakan oleh awam maupun para rohaniawan di Gereja Assumpta yang bentuk lagunya tidak

Berdasarkan informasi yang dipaparkan oleh keluarga informan dari berbagai asal suku bangsa yaitu Melayu, Minangkabau, Jawa dan Batak yang ditanyakan tentang

Persoalan kebebasan beragama dalam Islam bahkan tidak sebatas membiarkan seorang manusia memilih terhadap suatu agama, namun lebih dari itu, memberi kebebasan kepada pemeluk