BAB III
KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Implementasi kebijakan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Bogor pada tahun anggaran 2012 disesuaikan dengan arah kebijakan keuangan daerah yang termuat dalam dokumen perencanaan dan penganggaran Kabupaten Bogor yang telah ditetapkan, baik dalam dokumen RKPD, KUA, PPAS, maupun dalam dokumen APBD Kabupaten Bogor tahun 2012. Arah kebijakan pengelolaan keuangan daerah tersebut pada intinya berupaya untuk mengarahkan kebijakan pengelolaan sumber daya keuangan daerah sebagai komponen penting dalam menunjang rencana pembangunan berdasarkan skenario kebijakan program dan kegiatan. Dengan demikian, sesuai dengan keberadaan keuangan daerah dalam kerangka anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), maka kebijakan keuangan daerah meliputi kebijakan pengelolaan pendapatan daerah, kebijakan pengelolaan belanja daerah dan kebijakan pengelolaan pembiayaan daerah.
A. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH
1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah
Kebijakan Pendapatan Daerah senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah,
yang menambah ekuitas dana lancar sebagai hak pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran;
b. Seluruh pendapatan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto, dalam pengertian bahwa jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan belanja yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan/atau dikurangi dengan bagi hasil;
c. Pendapatan daerah adalah merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan dalam kurun waktu satu tahun anggaran.
Kebijakan pendapatan daerah disesuaikan dengan kewenangannya, struktur pendapatan daerah dan asal sumber penerimaannya dapat dibagi berdasarkan 3 (tiga) kelompok, yaitu : a. Pendapatan Asli Daerah yang merupakan hasil penerimaan dari sumber-sumber
pendapatan yang berasal dari potensi daerah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam rangka membiayai urusan rumah tangga daerahnya. Sedangkan Kebijakan pendapatan asli daerah dilakukan dalam berbagai upaya yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah meliputi :
1) Mengoptimalkan Penerimaan Pendapatan Asli Daerah dengan cara: membenahi manajemen data penerimaan PAD, meningkatkan penerimaan pendapatan non-konvensional, melakukan evaluasi dan revisi secara berkala peraturan daerah pajak
dan retribusi yang perlu disesuaikan, menetapkan target penerimaan berdasarkan potensi penerimaan, mengembangkan kelembagaan pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan kebutuhan daerah;
2) Optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB dan BPHTB yang sudah menjadi Pajak Daerah;
3) Menetapkan sumber pendapatan daerah unggulan yang bersifat elastis terhadap
perkembangan basis pungutannya dan less distortive (tidak/kurang berdampak pada
kesenjangan) terhadap perekonomian masyarakat;
4) Pemantapan Kelembagaan dan Sistem Operasional Pemungutan Pendapatan Daerah;
5) Peningkatan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi;
6) Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan Daerah dengan Pemerintah Provinsi, OPD Penghasil dan Kecamatan;
7) Mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah untuk memberikan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Daerah;
8) Meningkatkan pelayanan pada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah;
b. Dana Perimbangan yaitu merupakan pendapatan daerah yang berasal dari APBN yang bertujuan untuk menutup celah fiscal (fiscal gap) sebagai akibat selisih kebutuhan fiskal (fiscal need) dengan kapasitas fiskal (fiscal capacity). Kebijakan yang akan ditempuh dalam upaya peningkatan pendapatan daerah dari Dana Perimbangan adalah sebagai berikut:
1) Meningkatkan koordinasi dalam intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak Orang Pribadi Dalam Negeri ( PPh OPDN ), dan PPh pasal 21;
2) Meningkatkan akurasi data sumber daya alam sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana Perimbangan;
3) Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan Dana Perimbangan.
c. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah adalah penerimaan yang berasal dari pihak ketiga dalam hal ini meliputi bagi hasil yang diperoleh dari pajak pemerintah provinsi, dana penyesuaian dan otonomi khusus, bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dan bagi hasil retribusi dengan pemerintah provinsi serta pendapatan lainnya yang tidak termasuk kelompok PAD dan Dana Perimbangan, upaya peningkatannya adalah :
a. Meningkatkan akurasi data yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat khususnya pada komponen Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah;
b. Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan Dana Perimbangan.
2. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah
Target pendapatan daerah yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Perubahan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2012, secara keseluruhan dapat direalisasikan sebesar Rp.3.974.405.364.234,37 atau 106,07 % dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp.3.747.041.814.000,00 dengan rincian capaian kinerja pendapatan berdasarkan jenis penerimaan sebagai berikut :
a. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat direalisasikan sebesar Rp.1.068.548.465.318,37 atau 117,35% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.911.453.125.000,00. PAD tersebut terdiri dari Penerimaan dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain PAD yang Sah. Realisasi PAD melebihi target yang ditetapkan disebabkan hal sebagai berikut :
1) Optimalisasi penagihan dan peningkatan frekuensi pemeriksaan Pajak Daerah
2) Koordinasi dan sinergi dengan Intansi vertikal serta OPD pengelola penerimaan pendapatan
3) Sosialisasi terhadap wajib pajak antara lain melalui pelaksanaan Gebyar Pajak sebagai wujud apresiasi terhadap Wajib Pajak yang taat
4) Peningkatan penyediaan sarana pendukung guna lebih mendekatkan pelayanan kepada wajib pajak pajak dan wajib retribusi
5) Peningkatan kemudahan pembayaran pajak daerah bagi wajib pajak melalui penyetoran lewat ATM.
b. Dana Perimbangan dapat direalisasikan sebesar Rp.2.048.587.761.028,00 atau 104,31% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.1.963.877.056.000,00. Pendapatan Dana Perimbangan, terdiri dari pendapatan Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus. Realisasi dana perimbangan melebihi target yang ditetapkan disebabkan hal-hal sebagai berikut :
1) Meningkatkan koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat serta Instansi vertikal yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor.
2) Penyediaan data dasar perhitungan dana perimbangan
c. Lain-lain Pendapatan yang Sah dapat direalisasikan sebesar Rp.857.269.137.888,00 atau 98,34% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.871.711.633.000,00. Lain-lain pendapatan daerah, terdiri dari Pendapatan Hibah, Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah
Daerah Lainnya, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus, Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya, Bagi Hasil Retribusi dari Provinsi dan Pemerintah, Dana Alokasi Cukai Tembakau serta Dana Transfer Lainnya.
Tabel 3.1. Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2012
I PENDAPATAN DAERAH 3.747.041.814.000,00 3.974.405.364.234,37 106,07 1,1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 911.453.125.000,00 1.068.548.465.318,37 117,24 1,2 DANA PERIMBANGAN 1.963.877.056.000,00 2.048.587.761.028,00 104,31 1,3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 871.711.633.000,00 857.269.137.888,00 98,34
Sumber : Laporan Realisasi APBD Anggaran Tahun 2012 per tanggal 31 Des 2012
Sementara itu, apabila diperhatikan berdasarkan proporsi dari realisasi masing-masing komponen pendapatan daerah terhadap total realisasi pendapatan daerah adalah sebagai berikut :
1) PAD proporsinya sebesar 26,89 %;
2) Dana Perimbangan proporsinya sebesar 51,54 %; dan
3) Lain-lain Pendapatan yang Sah proporsinya sebesar 21,57%.
Tabel 3.2 Realisasi Komponen Pendapatan Daerah terhadap Total Realisasi Pendapatan Daerah
I PENDAPATAN DAERAH 3.974.405.364.234,37
1,1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 1.068.548.465.318,37 26,89
1,2 DANA PERIMBANGAN 2.048.587.761.028,00 51,54
1,3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 857.269.137.888,00 21,57
REALISASI TAHUN
2012 PROPORSI
NO URAIAN PENERIMAAN
Gambar 3.1. Proporsi Realisasi Komponen Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2012
Selanjutnya, secara terperinci capaian kinerja dari masing-masing jenis pendapatan daerah pada setiap komponen pendapatan dijelaskan sebagai berikut :
1) Pendapatan Asli Daerah (PAD) a) Pajak Daerah
Dari 10 jenis pajak daerah yang ada, secara keseluruhan dapat melampaui target yang telah ditetapkan, yaitu Rp.625.871.642.000,00 yang secara kumulatif terealisasi sebesar 118,43% atau sebesar Rp.741.235.205.926,34.Total pencapaian realisasi pajak daerah tersebut dikontribusikan oleh BPHTB sebesar 139,20%, kemudian diikuti oleh Pajak Hiburan sebesar 119,37%, Pajak Parkir 119,30%, Pajak Air Tanah 115,28%, Pajak Hotel sebesar 111,60%, Pajak Mineral Bukan Logam dan batuan 110,81%, Pajak Restoran 110,15%, Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan 109,12%, Pajak Reklame 105,74%, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 105,30%.
Rincian realisasi pada masing-masing komponen Pajak Daerah disajikan pada tabel 3.3 di bawah ini.
Tabel 3.3. Target dan Realisasi Pajak Daerah Tahun Anggaran 2012
I PAJAK DAERAH 625.871.642.000 741.235.205.926,34 118,43
I.1 Pajak Hotel 27.071.495.000,00 30.212.920.492,00 111,60 I.2 Pajak Restoran 26.658.690.000,00 29.363.272.548,00 110,15 I.3 Pajak Hiburan 16.635.953.000,00 19.857.907.554,00 119,37 I.4 Pajak Reklame 9.500.000.000,00 10.045.280.964,00 105,74 I.5 Pajak Penerangan Jalan 122.135.996.000,35 128.612.620.308,00 105,30 I.6 Pajak Parkir 2.054.251.000,00 2.450.685.421,00 119,30 I.7 Pajak Air Tanah 24.282.938.000,00 27.992.374.686,00 115,28 I.8 Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ( BPHTB ) 191.358.365.000,00 266.372.346.107,00 139,20 I.9 Pajak Mineral Bukan Logam dan batuan 79.791.156.000,00 88.419.918.376,00 110,81 I.10 Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan 126.382.798.000,00 137.907.879.470,34 109,12
REALISASI TAHUN
2012 %
NO URAIAN PENERIMAAN TARGET TAHUN 2012
Sumber : Laporan Realisasi Pendapatan Tahun 2012 per tanggal 31 Des 2012
b) Retribusi Daerah
Jenis retribusi daerah di Kabupaten Bogor adalah sebanyak 14 jenis retribusi. Sementara itu, apabila dikelompokkan berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, jenis retribusi daerah dapat dibagi dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu : (1) Retribusi Jasa Umum sebanyak 6 jenis; (2) Retribusi Jasa Usaha sebanyak 5 jenis; dan (3) Retribusi Perizinan Tertentu sebanyak 3 jenis. Apabila dirinci berdasarkan OPD pengelola, dari
14 jenis retribusi daerah, terdapat 2 (dua) jenis retribusi yang ditangani lebih dari 1 (satu) OPD, yaitu : (1) Retribusi Pelayanan Kesehatan oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dan RSUD Cileungsi; (2)
Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah oleh Bagian Umum – Sekretariat Daerah,
Dinas Pendapatan, Keuangan dan Barang Daerah serta Dinas Bina Marga dan Pengairan.
Secara total, retribusi daerah tersebut dapat direalisasikan sebesar
Rp.127.812.577.508,03 atau secara persentase sebesar 110,40% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.115.767.678.000,00 Rincian realisasi pada masing-masing komponen Retribusi Daerah disajikan pada tabel 3.4 di bawah ini.
Tabel 3.4. Target dan Realisasi Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2012
II RETRIBUSI DAERAH
115.767.678.000,00
127.812.577.508,03
110,40
II.A A. Retribusi Jasa Umum
45.072.885.000,00
46.365.485.273,03
102,87
II.A.1
1. Retribusi Pelayanan Kesehatan
34.293.258.000,00
35.542.302.148,03
103,64
a. Dinas Kesehatan
3.513.107.000,00
3.895.022.458,00
110,87
b. Puskesmas
19.789.863.000,00
19.859.457.000,00
100,35
2. RSUD Leuwiliang
9.878.146.000,00
10.615.999.730,03
107,47
3. RSUD Cileungsi
1.112.142.000,00
1.171.822.960,00
105,37
II.A.2
3. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan
-
-
-Dinas Kebersihan dan Pertamanan
8.114.978.000,00
8.123.143.000,00
100,10
II.A.3 4. Ret. Pel. Pemakaman/Pengabuan Mayat
374.407.000,00
409.189.625,00
109,29
II.A.4 5. Ret. Parkir Tepi Jalan Umum
440.000.000,00
440.000.000,00
100,00
II.A.5 6. Ret. Pengujian Kendaraan Bermotor
1.400.242.000,00
1.400.350.500,00
100,01
II.A.6 4. Ret. Penyediaan dan/atau Penyedotan kakus
450.000.000,00
450.500.000,00
100,11
II.B B. Retribusi Jasa Usaha
4.468.708.000,00
4.880.063.035,00
109,21
II.B.1
1. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah
2.345.083.000,00
2.743.762.835,00
117,00
a. Bagian Umum Setda
250.000.000,00
255.000.000,00
102,00
b. DPKBD
1.174.960.000,00
1.498.360.562,00
127,52
c. Dinas Bina Marga
920.123.000,00
990.402.273,00
107,64
II.B.2 2. Retribusi Terminal
1.180.000.000,00
1.180.481.000,00
100,04
II.B.3 3. Reribusi Tempat Khusus Parkir
385.000.000,00
385.018.200,00
100,00
II.B.4 5. Retribusi Rumah Potong Hewan
287.292.000,00
292.901.000,00
101,95
II.B.5 6. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga
271.333.000,00
277.900.000,00
102,42
II.C C. Retribusi Perijinan Tertentu
66.226.085.000,00
76.567.029.200,00
115,61
II.C.1 1. Ret. Ijin Mendirikan Bangunan
63.000.000.000,00
72.900.511.534,00
115,72
II.C.1 2. Ret. Ijin Gangguan
3.000.000.000,00
3.440.332.666,00
114,68
II.C.3 3. Ret. Ijin Trayek
226.085.000,00
226.185.000,00
100,04
REALISASI TAHUN
2012
%
NO
URAIAN PENERIMAAN
TARGET TAHUN 2012
Dari 14 jenis retribusi tersebut, secara nominal jenis retribusi daerah yang memberikan kontribusi terbesar adalah berasal dari Retribusi Izin Mendirikan Bangunan sebesar 115,72%, diikuti oleh Retribusi Ijin Gangguan sebesar 114,68%, Retribusi Pemakaian
Kekayaan Daerah sebesar 117,00%; Retribusi Pelayanan Pemakaman/Pengabuan
Mayat sebesar 109,29%, Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar 103,64%, Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga sebesar 102,42%; Retribusi Rumah Potong Hewan sebesar 101,95%; Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan kakus sebesar 100,11%, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan sebesar 100,10%, Retribusi Ijin Trayek sebesar 100.04%, Retribusi Terminal sebesar 100,04%, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 100,01%, Reribusi Tempat Khusus Parkir sebesar 100,00%, dan Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum sebesar 100,00%.
c) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Realisasi PAD dari komponen Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan secara kumulatif adalah Rp.32.132.646.250,00 atau sebesar 100,00 % dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp.32.132.713.000,00
Rincian target dan realisasi Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, disajikan pada Tabel 3.5.
Tabel 3.5. Target dan Realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2012
III.
HSL PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH YG DIPISAHKAN32,132,713,000.00
32,132,646,250.00
100.00
III.1 PDAM Tirta Kahuripan
18,829,955,000.00
18,829,955,835.00
100.00
III.2 BUMD Bank Jabar banten
11,814,896,000.00
11,814,896,156.00
100.00
III.3 PD. Perkreditan Kecamatan
887,556,000.00
887,558,789.00
100.00
III.4 PD. Bank Perkreditan Rakyat
600,306,000.00
600,235,470.00
99.99
III.5 PD. Pasar Tohaga
-
-
-NO
URAIAN PENERIMAAN
TARGET TAHUN 2012
REALISASI TAHUN
2012
%
Sumber : Laporan Realisasi APBD Anggaran Tahun 2012 per tanggal 31 Des 2012,
d) Lain-Lain PAD yang Sah
Realisasi dari komponen Lain-lain PAD yang Sah secara kumulatif adalah sebesar Rp.167.368.035.634.00 atau 121,56% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp.137.681.092.000,00
Jenis lain-lain pendapatan yang sah ada 11 (sebelas) jenis pendapatan. Total pencapaian realisasi lain-lain pendapatan yang sah tersebut dikontribusikan oleh Penerimaan Lainnya sebesar 263,50%, Tuntutan ganti Kerugian Daerah sebesar 238,44%, Pendapatan Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Kerja sebesar 186,07%, Pendapatan Denda Pajak 182,72%, Penerimaan Bunga Deposito sebesar 135,63%, Penerimaan Jasa Giro sebesar 128,11%, Pendapatan dari pengembalian 113,13%, Pendapatan BLUD 113,26%, Penerimaan Kontribusi Kerjasama 65,07%, Hasil Penjualan Aset Daerah yang tidak dipisahkan sebesar 44,07%, dan Pendapatan Denda Retribusi.
Tabel 3.6 Realisasi Komponen Lain-lain Pendapatan Yang Sah Tahun 2012
IV. LAIN-LAIN PAD YANG SAH 137.681.092.000,00 167.368.035.634,00 121,56 IV.1 Hasil Penjualan Aset Daerah yg tdk dipisahkan 116.643.000,00 51.404.588,00 44,07 IV.2 Penerimaan Jasa Giro 7.768.072.000,00 9.951.617.142,00 128,11 IV.3 Penerimaan Bunga Deposito 26.447.231.000,00 35.871.319.934,00 135,63 IV.4 Tuntutan ganti Kerugian Daerah 52.247.000,00 124.576.700,00 238,44 IV.5 Pendapatan Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Kerja 1.811.834.000,00 3.371.228.384,00 186,07 IV.6 Pendapatan Denda Pajak 3.178.500.000,00 5.807.737.422,00 182,72 IV.7 Pendapatan Denda Retribusi 4.309.992,00 -IV.8 Pendapatan dari pengembalian 3.625.097.000,00 4.100.953.781,00 113,07
IV.9 Pendapatan BLUD 93.234.430.000,00 105.595.466.403,00 113,26
IV.10 Penerimaan Kontribusi Kerjasama 667.000.000,00 434.000.000,00 65,07 IV.11 Penerimaan Lainnya 780.038.000,00 2.055.421.285,00 263,50
NO URAIAN PENERIMAAN TARGET TAHUN 2012 REALISASI TAHUN 2012 %
Sumber : Laporan Realisasi APBD Anggaran Tahun 2012 per tanggal 31 Des 2012
2) Dana Perimbangan
Realisasi Dana Perimbangan secara keseluruhan telah mencapai 104.31 % atau melampaui target sebesar Rp.2.048.587.761.028,00, Total pencapaian realisasi Dana Perimbangan tersebut dikontribusikan oleh Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber daya sebesar 214,87%, Bagi Hasil Pajak sebesar 141,56%, Dana Alokasi Umum sebesar 100,00%, dan Dana Alokasi Khusus sebesar 100,00%. Rinciannya disajikan pada Tabel 3.7 sebagai berikut :
Tabel 3.7 Realisasi Komponen Dana Perimbangan Tahun 2012
B DANA PERIMBANGAN 1,963,877,056,000.00 2,048,587,761,028.00 104.31
B.1 Bagi Hasil Pajak 93,217,928,000.00 131,960,185,230.00 141.56 B.2 Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber daya 40,017,358,000.00 85,985,663,798.00 214.87 B.3 Dana Alokasi Umum 1,672,614,000,000.00 1,672,614,142,000.00 100.00 B.4 Dana Alokasi Khusus 158,027,770,000.00 158,027,770,000.00 100.00
NO URAIAN PENERIMAAN TARGET TAHUN 2012 REALISASI TAHUN 2012 %
Sumber : Laporan Realisasi APBD Anggaran Tahun 2012 per tanggal 31 Des 2011, DPKBD, 2012
3) Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
Secara kumulatif Realisasi Penerimaan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp.857.269.137.888,00 atau 98,34%, dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp.871.711.633.000,00 dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3.8. Realisasi Komponen Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Tahun 2012
C LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 871,711,633,000.00 857,269,137,888.00 98.34
C.1 Pendapatan Hibah 5,181,710,000.00 4,099,850,000.00 79.12 C.2 Dana bagi Hasil Pajak dari Provinsi 284,320,479,000.00 282,350,286,589.00 99.31 C.3 Dana Penyesuaian dan Otonomi - - -C.4 Bantuan Keuangan dari Provinsi 317,421,104,000.00 304,839,502,468.00 96.04 C.5 Dana bagi Hasil Retribusi dari 331,155,000.00 331,155,125.00 100.00 C.6 Dana Alokasi Cukai Tembakau 866,354,000.00 2,057,512,706.00 237.49 C.7 Dana Tranfer Lainnya 263,590,831,000.00 263,590,831,000.00 100.00
NO URAIAN PENERIMAAN TARGET TAHUN 2012 REALISASI TAHUN 2012 %
Sumber : Laporan Realisasi APBD Anggaran Tahun 2012 per tanggal 31 Des 2012 DPKBD, 2012
Secara rinci penjelasan realisasi penerimaan pada komponen Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah yaitu dikontribusikan oleh Dana Alokasi Cukai Tembakau sebesar 237,49%, Dana bagi hasil dari retribusi sebesar 100,00%, Dana Transfer Lainnya sebesar 100,00%, Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi sebesar 99,31%, Bantuan Keuangan dari Provinsi sebesar 96,04%, dan Pendapatan Hibah sebesar 79,12%.
3. Permasalahan dan Solusi
Secara keseluruhan bahwa realisasi pendapatan daerah telah melampaui target yang telah ditetapkan, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan umum, yaitu :
a. Belum terintegrasinya sistem pengelolaan pendapatan daerah baik mengenai Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah;
b. Belum optimalnya koordinasi secara sinergis dalam hal intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah dengan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor maupun lembaga vertikal yang ada di Kabupaten Bogor, instansi vertikal serta stakeholder tingkat desa/kelurahan dan kecamatan;
c. Belum optimalnya kontribusi Badan Usaha Milik Daerah terhadap Pendapatan Daerah; d. Terbatasnya kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia pengelola pendapatan daerah; e. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak;
f. Belum tersedianya dokumen atau acuan standar pelayanan pendapatan daerah. Solusi yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, antara lain :
a. Mengembangkan integrasi sistem pengelolaan pendapatan daerah, salah satu diantaranya melalui penyiapan sistem informasi managemen pelaporan data wajib pajak secara on line;
b. Meningkatkan koordinasi secara sinergis dengan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor maupun lembaga vertikal yang ada di Kabupaten Bogor, instansi vertikal serta stakeholder tingkat desa/kelurahan dan kecamatan antar instansi terkait dalam hal intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah, melalui pembentukan tim optimalisasi pendapatan daerah yang meliputi unsur-unsur yang terkait dalam pengelolaan pendapatan daerah;
c. Mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah agar dapat memberikan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Daerah;
d. Mempersiapkan kualitas dan kompetensi tenaga pengelola pendapatan daerah, seperti pemeriksa pajak daerah, juru penilai dan juru sita melalui pelatihan, bimbingan teknik dan
in house training;
e. Melakukan sosialisasi di berbagai media, memberikan apresiasi kepada wajib pajak dan sosialisasi tatap muka dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pendapatan daerah, khususnya mengenai pajak daerah dan retribusi daerah agar dapat memenuhi kewajibannya untuk mambayar pajak secara tepat waktu dan tepat jumlah;
f. Melakukan penyusunan dokumen standar operasional prosedur pelayanan pendapatan daerah.
B. PENGELOLAAN BELANJA DAERAH 1. Kebijakan Umum Keuangan Daerah
Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran, belanja daerah disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan dengan memperhatikan keberhasilan dan prestasi kerja setiap Organisasi Perangkat Daerah dalam pelaksanaan tugas, pokok dan fungsinya. Ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran ke dalam program/ kegiatan.
Kebijakan belanja daerah diarahkan untuk mendukung pencapaian target IPM, dimana dengan mempertimbangkan pencapaian IPM, diperlukan perencanaan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pencapaian IPM. Perencanaan pembangunan yang mendukung pencapaian IPM diarahkan untuk memperkuat bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan suprastruktur.
Kebijakan belanja daerah diarahkan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional, efisien dan efektif, upaya tersebut antara lain adalah:
a. Belanja daerah diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan Kabupaten Bogor yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan;
b. Efisiensi belanja dilakukan dengan mengoptimalkan belanja untuk kepentingan publik, melaksanakan proper budgeting melalui analisis cost benefit dan tingkat efektifitas setiap program/kegiatan serta melaksanakan prudent spending melalui pemetaan profil resiko atas setiap belanja kegiatan beserta perencanaan langkah antisipasinya;
c. Penyusunan belanja kecamatan diprioritaskan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi OPD dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan kecamatan yang menjadi tanggungjawab pemerintah Kabupaten Bogor;
d. Belanja dalam rangka peyelenggaraan urusan wajib diarahkan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum;
e. Pemenuhan dan pemanfaatan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari volume anggaran APBD tiap tahunnya dengan fokus pada penuntasan WAJAR DIKDAS 9 tahun dan penuntasan buta aksara serta menciptakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau;
f. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan terutama untuk keluarga miskin serta kesehatan ibu dan anak, memperbanyak tenaga medis terutama
untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, serta memperbaiki kualitas lingkungan dan pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat;
g. Dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat, anggaran belanja akan diarahkan pada revitalisasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan, penguatan struktur ekonomi pedesaan berbasis ‘desa membangun’, pemberdayaan koperasi dan KUKM, serta dukungan infrastruktur pedesaan;
h. Pengurangan persentase jumlah angkatan kerja yang menganggur hingga dibawah 10 % diantaranya melalui penyiapan SDM yang siap kerja, peningkatan investasi program multi sektor, peningkatan sarana dan prasarana balai pelatihan ketenagakerjaan;
i. Dalam mendukung pengembangan aktifitas ekonomi, pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur akan diarahkan pada wilayah sentra produksi di pedesaan, aksesibilitas sumber air baku dan listrik;
j. Guna menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan Kabupaten Bogor, pemerintah daerah akan mengarahkan anggaran pada kegiatan-kegiatan pengurangan pencemaran lingkungan, pencapaian target kawasan lindung sebesar 45 %, mitigasi bencana, pengendalian alih fungsi lahan dan pengendalian eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam;
k. Penggunaan indeks relevansi anggaran dalam penentuan anggaran belanja dengan memperhatikan belanja tidak langsung dan belanja langsung dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor, serta anggaran belanja yang direncanakan oleh setiap pengguna anggaran tetap terukur;
l. Kegiatan-kegiatan yang orientasinya terhadap pemenuhan anggaran belanja tetap (fixed cost), insentif berbasis kinerja dan komitmen pembangunan yang berkelanjutan (multi years);
m. Kebijakan untuk belanja tidak langsung meliputi hal-hal sebagai berikut :
1) Mengalokasikan belanja pegawai yang merupakan belanja kompensasi, dalam bentuk gaji dan tunjangan serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 2) Mengalokasikan belanja non pegawai seperti belanja bantuan sosial yang digunakan
untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan belanja tidak terduga yang merupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Kebijakan Pembiayaan ditetapkan untuk menutup defisit yang disebabkan oleh lebih besarnya belanja daerah dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh. Penyebab utama terjadinya defisit anggaran adalah adanya kebutuhan pembangunan daerah yang semakin meningkat.
Kebijakan Pembiayaan Daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Penerimaan pembiayaan adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya, mencakup: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA); pencairan dana cadangan; hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan; penerimaan pinjaman daerah; penerimaan kembali pemberian pinjaman; dan penerimaan piutang daerah. Kebijakan penerimaan pembiayaan adalah :
a. Sisa Lebih Anggaran Tahun Sebelumnya (SiLPA) dipergunakan sebagai sumber penerimaan pada APBD tahun berikutnya dan rata-rata SiLPA akan diupayakan seminimal mungkin dengan melaksanakan perencanaan dan pelaksanaan anggaran secara konsisten.
b. Merintis pemanfaatan pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri melalui penerbitan obligasi daerah ataupun bentuk pinjaman lainnya untuk membiayai pembangunan infrastruktur publik ataupun program/kegiatan strategis lainnya.
Pengeluaran pembiayaan adalah pengeluaran yang akan diterima kembali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya, mencakup : pembentukan dana cadangan; penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah; pembayaran pokok utang; dan pemberian bantuan kepada pemerintah kecamatan.
Kebijakan pengeluaran pembiayaan adalah :
a. Pengeluaran pembiayaan direncanakan untuk pembayaran hutang pokok yang jatuh tempo, penyertaan modal BUMD dan dana LUEP.
b. Penyertaan modal dan pemberian pinjaman manakala terjadi surplus anggaran.
c. Penyertaan modal BUMD dibarengi dengan revitalisasi dan restrukturisasi kinerja BUMD dan pendayagunaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan dalam rangka efisiensi pengeluaran pembiayaan termasuk kajian terhadap kelayakan BUMD.
Kebijakan untuk dana masyarakat dan mitra yang merupakan potensi daerah perlu terus dikembangkan dan didorong untuk mendukung proses pembangunan Kabupaten Bogor. Pengembangan tersebut diarahkan melalui upaya menjalin kerjasama yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi swasta/masyarakat untuk menarik investasi yang lebih besar di Kabupaten Bogor. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan investasi daerah adalah : a. Deregulasi peraturan daerah untuk dapat meningkatkan minat berinvestasi di Kabupaten
Bogor;
b. Kerjasama investasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dengan pihak swasta atau dengan pihak government/pemerintah lain dengan perjanjian yang disepakati;
d. Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) yang merupakan wujud pelayanan publik dalam tata pemerintahan;
e. Meningkatkan koordinasi program melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL);
f. Kegiatan investasi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dimana investasi ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan peran masyarakat luas seperti sektor pertanian, sektor industri berbasis pertanian, industri pengolahan dan industri manufaktur.
2. Target dan Realisasi Belanja
Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2012 tidak terealisasi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, yaitu mencapai 88,60%, atau yang semula direncanakan sebesar Rp.4.146.847.170.000,00 terealisasi sebesar Rp.3.673.996.467.719,00 sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.9.
Tabel 3.9. Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2012
Anggaran Setelah
Perubahan Realisasi (Rp) (%)
3 4 5 = 4 - 3 6
5 BELANJA DAERAH 4,146,847,170,000.00 3,674,031,863,169.00 (472,815,306,831.00) 88.60% - 5 1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 1,865,941,065,000.00 1,779,883,806,732.00 (86,057,258,268.00) 95.39%
5 1 1 BELANJA PEGAWAI 1,486,082,768,000.00 1,430,702,820,261.00 (55,379,947,739.00) 96.27% 5 1 4 BELANJA HIBAH 110,242,258,000.00 105,440,100,577.00 (4,802,157,423.00) 95.64% 5 1 5 BELANJA BANTUAN SOSIAL 21,996,872,000.00 13,365,500,000.00 (8,631,372,000.00) 60.76% 5 1 6 BELANJA BAGI HASIL KEPADA
PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAN PEMERINTAHAN DESA
54,703,158,000.00 51,927,138,224.00 (2,776,019,776.00) 94.93%
5 1 7 BELANJA BANTUAN KEUANGAN KEPADA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DAN PEMERINTAHAN DESA
176,017,194,000.00 168,485,814,262.00 (7,531,379,738.00) 95.72%
5 1 8 BELANJA TIDAK TERDUGA 16,898,815,000.00 9,962,433,408.00 (6,936,381,592.00) 58.95%
- 5 2 BELANJA LANGSUNG 2,280,906,105,000.00 1,894,148,056,437.00 (386,758,048,563.00) 83.04%
5 2 1 BELANJA PEGAWAI 210,233,733,000.00 196,534,443,000.00 (13,699,290,000.00) 93.48% 5 2 2 BELANJA BARANG DAN JASA 740,255,869,000.00 662,146,180,021.00 (78,109,688,979.00) 89.45% 5 2 3 BELANJA MODAL 1,330,416,503,000.00 1,035,467,433,416.00 (294,949,069,584.00) 77.83%
KODE
REKENING U R A I A N
JUMLAH BERTAMBAH / (BERKURANG)
1 2
Sumber : Laporan Realisasi APBD Tahun 2012 (Data per tanggal 15 Februari 2013)
Pada Tabel 3.9. dapat dilihat bahwa capaian kinerja anggaran belanja berdasarkan jenis belanja adalah sebagai berikut :
a. Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.1.779.883.806.732,00 atau 95,39% dari anggaran yang telah ditetapkan, yaitu Rp.1.865.941.065.000,00
b. Belanja Langsung sebesar Rp.1.894.112.660.987,00 atau 83,04% dari anggaran yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp.2.280.906.105.000,00
Sementara itu, apabila dilihat berdasarkan komposisinya terhadap total realisasi belanja, maka proporsi realisasi dari Belanja Tidak Langsung adalah 48,45%, sementara Belanja Langsung sebesar 51,55%.
Gambar 3.2. Proporsi Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012
Secara umum, hal-hal yang mempengaruhi tidak terealisasinya alokasi anggaran belanja daerah sebagaimana tercantum pada Tabel 3.9. dijelaskan sebagai berikut.
a. Belanja Tidak Langsung
1) Realisasi Belanja Pegawai mencapai 96,27% atau sebesar Rp.1.430.702.820.261,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.1.486.082.768.000,00. Tidak terealisasinya Belanja Pegawai ini diantaranya disebabkan karena :
a) Masih adanya sisa anggaran dari rencana accress untuk pos belanja gaji pegawai dari yang telah direncanakan untuk beberapa OPD;
b) Masih adanya sisa anggaran tunjangan umum dan tunjangan fungsional sebagai akibat dari adanya dinamika jumlah pegawai yang disebabkan purna bhakti di tahun 2012;
c) Masih adanya sisa anggaran biaya pemungutan, yaitu dari Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan, untuk Insentif Pemungutan PBB Tahun 2012 tidak seluruhnya direalisasikan di tahun 2012.
2) Belanja Hibah terealisasi 95,64% atau sebesar Rp.105.440.100.577,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.110.242.258.000,00. Hal ini disebabkan karena tidak terpenuhinya kelengkapan administrasi pemohon hibah sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 sehingga dana hibah dikembalikan lagi ke kas daerah.
3) Belanja Bantuan Sosial terealisasi 60,76% atau sebesar Rp.13.365.500.000,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.21.996.872.000,00. Hal ini disebabkan karena tidak terpenuhinya kelengkapan administrasi pemohon bantuan sosial sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 sehingga dana bantuan sosial dikembalikan lagi ke kas daerah
4) Belanja Bagi Hasil Keuangan kepada Provinsi/Kab/Kota dan Pemerintah Desa dapat terealisasi sebesar 94,93% atau sebesar Rp.51.927.138.224,00 dari rencana yang ditetapkan sebesar Rp.54.703.158.000,00. Hal ini disebabkan karena penyisihan bagian laba PDAM Tirta Kahuripan Tahun 2011 untuk Pemerintah Kota Depok belum direalisasikan karena Pemerintah Kota Depok belum mengajukan permohonan pencairan.
5) Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kab/Kota dan Pemerintah Desa terealisasi 95,72% atau sebesar Rp.168.485.814.262,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.176.017.194.000,00. Hal ini disebabkan karena bantuan operasional raskin baru direalisasikan sampai dengan bulan oktober 2012.
6) Realisasi Belanja Tidak Terduga hanya terealisasi 58,95% atau sebesar
Rp.9.962.433.408,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar
Rp.16.898.815.000,00. Hal ini disebabkan karena sesuai dengan ketentuan, penggunaan Belanja Tak Terduga berdasarkan surat keputusan Bupati harus sesuai dengan kebutuhan/peruntukan. Dalam anggaran BTT termasuk pengembalian kelebihan atas penerimaan tunjangan profesi guru PNSD dan tambahan penghasilan guru PNSD tahun 2011 yang pada tahun sebelumnya diminta untuk dikembalikan ke kas negara, namun sampai dengan akhir tahun anggaran 2012 tidak ada permintaan dari pemerintah pusat untuk mengembalikan.
b. Belanja Langsung
1) Belanja Pegawai terealisasi 93,48% atau sebesar Rp.196.534.443.000,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.210.233.733.000,00. Hal ini disebabkan oleh adanya upaya efisiensi sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan.
2) Belanja Barang dan Jasa terealisasi 89,45% atau sebesar Rp.662.146.180.021,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.740.255.869.000,00. Hal ini disebabkan adanya upaya efisiensi/penghematan pada belanja bahan pakai habis, belanja cetak dan penggandaan, belanja pemeliharaan, belanja makan dan minum, maupun pada belanja perjalanan dinas.
3) Belanja Modal ; terealisasi 77,83% atau sebesar Rp.1.035.467.433.416,00 dari alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.1.330.416.503.000,00. Hal ini disebabkan oleh: (1) tidak terealisasinya sejumlah kegiatan untuk memenuhi sarana dan prasarana kerja dari aparatur, seperti belanja modal pengadaan, pembangunan, rehabilitasi gedung/kantor maupun belanja modal aparatur lainnya; (2) terdapat sejumlah kegiatan yang tidak terealisasi hingga akhir Tahun Anggaran 2012 sehingga kegiatan dimaksud harus dilanjutkan dan/atau diluncurkan kembali pada tahun anggaran 2013; (3) adanya upaya efisiensi untuk beberapa kegiatan dari Belanja Modal, terutama yang
berasal dari selisih penawaran dari pihak ketiga, sehingga dananya dikembalikan ke kas daerah.
Capaian realisasi Belanja Daerah dapat pula dilihat berdasarkan OPD dan Urusan Pemerintahan. Hal ini guna memudahkan dalam menganalisis mengenai fungsi belanja dari masing-masing OPD dan Urusan Pemerintahan.
Berdasarkan realisasi belanja daerah, capaian realisasi belanja tertinggi dicapai oleh : 1) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yaitu sebesar 98,97%, 2) Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral sebesar 98,57%, dan 3) Inspektorat Kabupaten sebesar 98,18%, sementara capaian realisasi terendah pada 1) Dinas Bina Marga dan Pengairan yaitu sebesar 79,15%, 2) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebesar 81,59% dan 3) Dinas Tata Ruang dan Pertanahan sebesar 82,28%. Untuk tingkat kecamatan, capaian realisasi belanja tertinggi dicapai oleh 1) Kecamatan Rumpin yaitu sebesar 91,48%, 2) Kecamatan Leuwiliang sebesar 90,44%, dan 3) Kecamatan Dramaga sebesar 88,03%, dan capaian realisasi terendah pada 1) Kecamatan Tenjo yaitu sebesar 65,42%, 2) Kecamatan Nanggung sebesar 68,61%, dan 3) Kecamatan Gunung Putri sebesar 69,75%.
Berdasarkan realisasi Belanja Tidak Langsung (BTL), capaian realisasi BTL tertinggi dicapai oleh 1) Dinas Kesehatan yaitu sebesar 99,31%, 2) Dinas Peternakan dan Perikanan sebesar 99,24%, 3) Dinas Pendidikan sebesar 99,13%, dan capaian realisasi terendah pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yaitu sebesar 79,85%, 2) Dinas Komunikasi dan Informasi sebesar 81,36% dan 3) Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI yaitu sebesar 84,75%. Sementara untuk tingkat kecamatan, capaian realisasi tertinggi dicapai oleh 1) Kecamatan Rumpin yaitu sebesar 88,94%, 2) Kecamatan Leuwiliang sebesar 87,63%, 3) Kecamatan Dramaga sebesar 87,60%, dan capaian realisasi terendah pada 1) Kecamatan Tenjo yaitu sebesar 58,93%, 2) Kecamatan Nanggung sebesar 61,49%, dan 3 Kecamatan Cileungsi sebesar 63,37%.
Sementara untuk realisasi Belanja Langsung (BL), capaian realisasi BL tertinggi dicapai oleh 1) Inspektorat Kabupaten yaitu sebesar 99,24%, 2) Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral sebesar 98,63%, 3) Dinas Kebudayaan & Pariwisata sebesar 98,29%, dan capaian realisasi terendah pada 1) Dinas Pendidikan 64,11%, 2) Dinas Tata Ruang dan Pertanahan sebesar 74,32%, 3) Dinas Bina Marga dan Pengairan sebesar 78,71%, sementara untuk tingkat kecamatan capaian realisasi tertinggi dicapai oleh 1) Kecamatan Ciampea yaitu sebesar 99,95%, 2) Kecamatan Sukamakmur sebesar 99,94%, 3) Kecamatan Cariu sebesar 99,88%, dan capaian realisasi terendah pada 1) Kecamatan Parung Panjang yaitu sebesar 89,26%, 2) Kecamatan Dramaga sebesar 89,51%, 3) Kecamatan Tenjo sebesar 91,22%. Untuk lebih jelas rinciannya disajikan pada Tabel 3.10.
Tabel 3.10. Realisasi Belanja OPD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2012 Rp Rp Rp % Rp Rp Rp % Rp Rp Rp % 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 URUSAN WAJIB 1,828,888,658,000 1,743,645,065,527 85,243,592,473 95.34 2,155,150,495,000 1,774,955,138,945 380,195,356,055 82.36 3,984,039,153,000 3,518,600,204,472 465,438,948,528 88.32 1 01 Pendidikan 981,991,129,000 973,458,892,070 8,532,236,930 99.13 446,183,566,000 286,042,719,724 160,140,846,276 64.11 1,428,174,695,000 1,259,501,611,794 168,673,083,206 88.19 1 01 01 Dinas Pendidikan 981,991,129,000 973,458,892,070 8,532,236,930 99.13 446,183,566,000 286,042,719,724 160,140,846,276 64.11 1,428,174,695,000 1,259,501,611,794 168,673,083,206 88.19 1 02 Kesehatan 116,839,776,000 114,548,856,616 2,290,919,384 98.04 458,716,989,000 423,420,102,623 35,296,886,377 92.31 575,556,765,000 537,968,959,239 37,587,805,761 93.47 1 02 01 Dinas Kesehatan 77,821,805,000 77,284,495,175 537,309,825 99.31 217,292,747,000 191,844,431,153 25,448,315,847 88.29 295,114,552,000 269,128,926,328 25,985,625,672 91.19
1 02 02 Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong 16,480,478,000 15,758,969,615 721,508,385 95.62 89,104,769,000 87,281,806,589 1,822,962,411 97.95 105,585,247,000 103,040,776,204 2,544,470,796 97.59
1 02 03 Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi 14,511,215,000 14,260,832,387 250,382,613 98.27 113,924,031,000 109,415,762,857 4,508,268,143 96.04 128,435,246,000 123,676,595,244 4,758,650,756 96.29
1 02 04 Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang 6,421,039,000 5,753,289,014 667,749,986 89.60 25,817,845,000 23,955,028,994 1,862,816,006 92.78 32,238,884,000 29,708,318,008 2,530,565,992 92.15
1 02 05 Rumah Sakit Umum Daerah Cileungsi 1,605,239,000 1,491,270,425 113,968,575 92.90 12,577,597,000 10,923,073,030 1,654,523,970 86.85 14,182,836,000 12,414,343,455 1,768,492,545 87.53
1 03 Pekerjaan Umum 28,477,327,000 26,540,217,641 1,937,109,359 93.20 663,013,679,000 538,821,763,741 124,191,915,259 81.27 691,491,006,000 565,361,981,382 126,129,024,618 81.76
1 03 02 Dinas Bina Marga dan Pengairan 20,521,515,000 18,727,023,595 1,794,491,405 91.26 566,817,577,000 446,150,638,244 120,666,938,756 78.71 587,339,092,000 464,877,661,839 122,461,430,161 79.15
1 03 03 Dinas Kebersihan dan Pertamanan 7,955,812,000 7,813,194,046 142,617,954 98.21 96,196,102,000 92,671,125,497 3,524,976,503 96.34 104,151,914,000 100,484,319,543 3,667,594,457 96.48
1 04 Perumahan 10,375,902,000 9,990,956,862 384,945,138 96.29 18,597,996,000 16,681,226,565 1,916,769,435 89.69 28,973,898,000 26,672,183,427 2,301,714,573 92.06
1 04 01 Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman 10,375,902,000 9,990,956,862 384,945,138 96.29 18,597,996,000 16,681,226,565 1,916,769,435 89.69 28,973,898,000 26,672,183,427 2,301,714,573 92.06
1 05 Penataan Ruang 3,934,146,000 3,792,568,447 141,577,553 96.40 6,978,747,000 5,186,896,452 1,791,850,548 74.32 10,912,893,000 8,979,464,899 1,933,428,101 82.28
1 05 01 Dinas Tata Ruang dan Pertanahan 3,934,146,000 3,792,568,447 141,577,553 96.40 6,978,747,000 5,186,896,452 1,791,850,548 74.32 10,912,893,000 8,979,464,899 1,933,428,101 82.28
1 06 Perencanaan Pembangunan 6,654,521,000 6,146,175,216 508,345,784 92.36 11,013,762,000 10,218,028,319 795,733,681 92.78 17,668,283,000 16,364,203,535 1,304,079,465 92.62
1 06 01 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 6,654,521,000 6,146,175,216 508,345,784 92.36 11,013,762,000 10,218,028,319 795,733,681 92.78 17,668,283,000 16,364,203,535 1,304,079,465 92.62
1 07 Perhubungan 14,080,238,000 13,410,934,972 669,303,028 95.25 40,894,317,000 34,657,246,367 6,237,070,633 84.75 54,974,555,000 48,068,181,339 6,906,373,661 87.44
1 07 01 Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan 14,080,238,000 13,410,934,972 669,303,028 95.25 40,894,317,000 34,657,246,367 6,237,070,633 84.75 54,974,555,000 48,068,181,339 6,906,373,661 87.44
1 08 Lingkungan Hidup 3,377,650,000 3,322,604,118 55,045,882 98.37 4,480,227,000 3,917,196,440 563,030,560 87.43 7,857,877,000 7,239,800,558 618,076,442 92.13
1 08 01 Badan Lingkungan Hidup 3,377,650,000 3,322,604,118 55,045,882 98.37 4,480,227,000 3,917,196,440 563,030,560 87.43 7,857,877,000 7,239,800,558 618,076,442 92.13
1 10 Kependudukan dan Catatan Sipil 5,010,084,000 4,000,678,269 1,009,405,731 79.85 25,590,290,000 20,964,696,527 4,625,593,473 81.92 30,600,374,000 24,965,374,796 5,634,999,204 81.59
1 10 01 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 5,010,084,000 4,000,678,269 1,009,405,731 79.85 25,590,290,000 20,964,696,527 4,625,593,473 81.92 30,600,374,000 24,965,374,796 5,634,999,204 81.59
1 11 Pemberdayaan Perempuan 15,836,103,000 14,511,440,687 1,324,662,313 91.64 10,463,404,000 9,985,537,143 477,866,857 95.43 26,299,507,000 24,496,977,830 1,802,529,170 93.15
1 11 01 Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana
15,836,103,000 14,511,440,687 1,324,662,313 91.64 10,463,404,000 9,985,537,143 477,866,857 95.43 26,299,507,000 24,496,977,830 1,802,529,170 93.15 Anggaran
Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
1
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran KODE Urusan Pemerintah Daerah dan
Organisasi
Rp Rp Rp % Rp Rp Rp % Rp Rp Rp %
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 14 Tenaga Kerja 6,686,032,000 5,712,083,934 973,948,066 85.43 7,942,750,000 7,455,723,529 487,026,471 93.87 14,628,782,000 13,167,807,463 1,460,974,537 90.01
1 14 01 Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 6,686,032,000 5,712,083,934 973,948,066 85.43 7,942,750,000 7,455,723,529 487,026,471 93.87 14,628,782,000 13,167,807,463 1,460,974,537 90.01
1 15 Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 7,485,383,000 6,379,430,622 1,105,952,378 85.23 67,533,991,000 58,652,221,355 8,881,769,645 86.85 75,019,374,000 65,031,651,977 9,987,722,023 86.69
1 15 01 Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan
7,485,383,000 6,379,430,622 1,105,952,378 85.23 67,533,991,000 58,652,221,355 8,881,769,645 86.85 75,019,374,000 65,031,651,977 9,987,722,023 86.69
1 18 Pemuda dan Olahraga 3,974,892,000 3,577,065,222 397,826,778 89.99 110,377,264,000 105,396,859,320 4,980,404,680 95.49 114,352,156,000 108,973,924,542 5,378,231,458 95.30
1 18 01 Dinas Pemuda dan Olahraga 3,974,892,000 3,577,065,222 397,826,778 89.99 110,377,264,000 105,396,859,320 4,980,404,680 95.49 114,352,156,000 108,973,924,542 5,378,231,458 95.30
1 19 Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 12,198,127,000 11,723,578,599 474,548,401 96.11 12,411,090,000 11,069,638,199 1,341,451,801 89.19 24,609,217,000 22,793,216,798 1,816,000,202 92.62
1 19 02 Satuan Polisi Pamong Praja 10,483,610,000 10,108,817,148 374,792,852 96.42 8,785,015,000 7,629,490,505 1,155,524,495 86.85 19,268,625,000 17,738,307,653 1,530,317,347 92.06
1 19 03 Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik 1,714,517,000 1,614,761,451 99,755,549 94.18 3,626,075,000 3,440,147,694 185,927,306 94.87 5,340,592,000 5,054,909,145 285,682,855 94.65
1 20 Pemerintahan Umum 601,842,888,000 537,738,900,255 64,103,987,745 89.35 249,167,887,000 222,028,796,879 27,139,090,121 89.11 851,010,775,000 759,767,697,134 91,243,077,866 89.28
1 20 01 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 12,198,781,000 11,853,289,342 345,491,658 97.17 - - - - 12,198,781,000 11,853,289,342 345,491,658 97.17
1 20 02 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 1,465,337,000 1,450,236,872 15,100,128 98.97 - - - - 1,465,337,000 1,450,236,872 15,100,128 98.97
1 20 03 Sekretariat Daerah 21,516,055,000 20,751,314,206 764,740,794 96.45 67,187,869,000 59,968,826,510 7,219,042,490 89.26 88,703,924,000 80,720,140,716 7,983,783,284 91.00
1 20 04 Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 4,424,164,000 4,288,379,597 135,784,403 96.93 31,045,751,000 26,922,254,578 4,123,496,422 86.72 35,469,915,000 31,210,634,175 4,259,280,825 87.99
1 20 05 Inspektorat Kabupaten 6,717,837,000 6,497,820,383 220,016,617 96.72 9,193,494,000 9,123,545,249 69,948,751 99.24 15,911,331,000 15,621,365,632 289,965,368 98.18
1 20 07 Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
15,159,647,000 13,614,508,086 1,545,138,914 89.81 23,625,414,000 21,923,469,417 1,701,944,583 92.80 38,785,061,000 35,537,977,503 3,247,083,497 91.63
1 20 08 Kecamatan Cibinong 11,557,928,000 8,904,125,887 2,653,802,113 77.04 1,608,985,000 1,532,848,849 76,136,151 95.27 13,166,913,000 10,436,974,736 2,729,938,264 79.27
1 20 09 Kecamatan Babakan Madang 2,412,217,000 1,576,003,467 836,213,533 65.33 544,830,000 535,468,750 9,361,250 98.28 2,957,047,000 2,111,472,217 845,574,783 71.40
1 20 10 Kecamatan Gunung Putri 2,289,142,000 1,453,591,607 835,550,393 63.50 557,665,000 531,960,249 25,704,751 95.39 2,846,807,000 1,985,551,856 861,255,144 69.75
1 20 11 Kecamatan Sukaraja 2,223,233,000 1,638,421,427 584,811,573 73.70 575,650,000 556,662,628 18,987,372 96.70 2,798,883,000 2,195,084,055 603,798,945 78.43 1 20 12 Kecamatan Citeureup 3,147,962,000 2,642,034,274 505,927,726 83.93 799,495,000 782,719,950 16,775,050 97.90 3,947,457,000 3,424,754,224 522,702,776 86.76 1 20 13 Kecamatan Cileungsi 2,790,749,000 1,768,591,619 1,022,157,381 63.37 703,130,000 675,587,500 27,542,500 96.08 3,493,879,000 2,444,179,119 1,049,699,881 69.96 1 20 14 Kecamatan Jonggol 1,771,928,000 1,417,441,177 354,486,823 79.99 558,215,000 554,431,419 3,783,581 99.32 2,330,143,000 1,971,872,596 358,270,404 84.62 1 20 15 Kecamatan Cariu 1,989,938,000 1,461,927,617 528,010,383 73.47 539,870,000 539,237,500 632,500 99.88 2,529,808,000 2,001,165,117 528,642,883 79.10 1 20 16 Kecamatan Sukamakmur 1,801,825,000 1,331,868,012 469,956,988 73.92 513,375,000 513,087,699 287,301 99.94 2,315,200,000 1,844,955,711 470,244,289 79.69
1 20 17 Kecamatan Klapa Nunggal 1,932,901,000 1,424,039,865 508,861,135 73.67 549,020,000 544,293,750 4,726,250 99.14 2,481,921,000 1,968,333,615 513,587,385 79.31
1 20 18 Kecamatan Ciomas 3,169,054,000 2,371,122,840 797,931,160 74.82 657,100,000 647,065,266 10,034,734 98.47 3,826,154,000 3,018,188,106 807,965,894 78.88 1 20 19 Kecamatan Dramaga 2,020,364,000 1,769,864,250 250,499,750 87.60 587,790,000 526,148,208 61,641,792 89.51 2,608,154,000 2,296,012,458 312,141,542 88.03 1 20 20 Kecamatan Ciampea 2,336,297,000 1,569,968,197 766,328,803 67.20 556,405,000 556,118,750 286,250 99.95 2,892,702,000 2,126,086,947 766,615,053 73.50 1 20 21 Kecamatan Pamijahan 2,051,730,000 1,343,240,247 708,489,753 65.47 549,745,000 521,205,521 28,539,479 94.81 2,601,475,000 1,864,445,768 737,029,232 71.67 1 20 22 Kecamatan Cibungbulang 2,265,279,000 1,755,146,948 510,132,052 77.48 579,570,000 559,894,327 19,675,673 96.61 2,844,849,000 2,315,041,275 529,807,725 81.38 1 20 23 Kecamatan Rumpin 1,668,836,000 1,484,331,088 184,504,912 88.94 543,660,000 539,620,883 4,039,117 99.26 2,212,496,000 2,023,951,971 188,544,029 91.48 Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
1
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran KODE Urusan Pemerintah Daerah dan
Organisasi
Rp Rp Rp % Rp Rp Rp % Rp Rp Rp %
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 20 24 Kecamatan Leuwiliang 1,992,789,000 1,746,265,747 246,523,253 87.63 671,275,000 663,190,750 8,084,250 98.80 2,664,064,000 2,409,456,497 254,607,503 90.44
1 20 25 Kecamatan Cigudeg 2,117,263,000 1,526,960,435 590,302,565 72.12 547,945,000 546,303,400 1,641,600 99.70 2,665,208,000 2,073,263,835 591,944,165 77.79
1 20 26 Kecamatan Parung Panjang 2,406,818,000 1,712,913,071 693,904,929 71.17 540,230,000 505,716,500 34,513,500 93.61 2,947,048,000 2,218,629,571 728,418,429 75.28
1 20 27 Kecamatan Tenjo 2,080,841,000 1,226,158,650 854,682,350 58.93 523,740,000 477,775,500 45,964,500 91.22 2,604,581,000 1,703,934,150 900,646,850 65.42
1 20 28 Kecamatan Jasinga 1,998,961,000 1,616,851,649 382,109,351 80.88 561,295,000 550,220,500 11,074,500 98.03 2,560,256,000 2,167,072,149 393,183,851 84.64
1 20 29 Kecamatan Sukajaya 1,597,348,000 1,230,032,593 367,315,407 77.00 524,640,000 508,553,500 16,086,500 96.93 2,121,988,000 1,738,586,093 383,401,907 81.93
1 20 30 Kecamatan Nanggung 1,982,097,000 1,218,848,445 763,248,555 61.49 535,715,000 508,568,500 27,146,500 94.93 2,517,812,000 1,727,416,945 790,395,055 68.61
1 20 31 Kecamatan Kemang 2,936,667,000 2,109,143,603 827,523,397 71.82 760,265,000 725,349,160 34,915,840 95.41 3,696,932,000 2,834,492,763 862,439,237 76.67
1 20 32 Kecamatan Bojong Gede 2,366,467,000 1,709,770,031 656,696,969 72.25 562,335,000 560,093,750 2,241,250 99.60 2,928,802,000 2,269,863,781 658,938,219 77.50
1 20 33 Kecamatan Parung 1,955,128,000 1,460,896,479 494,231,521 74.72 681,720,000 650,062,923 31,657,077 95.36 2,636,848,000 2,110,959,402 525,888,598 80.06
1 20 34 Kecamatan Ranca Bungur 1,430,503,000 1,188,743,087 241,759,913 83.10 506,995,000 501,657,500 5,337,500 98.95 1,937,498,000 1,690,400,587 247,097,413 87.25
1 20 35 Kecamatan Gunung Sindur 1,791,101,000 1,523,510,610 267,590,390 85.06 549,105,000 529,811,457 19,293,543 96.49 2,340,206,000 2,053,322,067 286,883,933 87.74
1 20 36 Kecamatan Ciseeng 1,590,246,000 1,169,856,518 420,389,482 73.56 532,045,000 503,335,498 28,709,502 94.60 2,122,291,000 1,673,192,016 449,098,984 78.84 1 20 37 Kecamatan Ciawi 2,488,226,000 1,651,943,524 836,282,476 66.39 709,740,000 698,330,000 11,410,000 98.39 3,197,966,000 2,350,273,524 847,692,476 73.49 1 20 38 Kecamatan Cijeruk 1,703,267,000 1,279,324,342 423,942,658 75.11 537,385,000 535,982,000 1,403,000 99.74 2,240,652,000 1,815,306,342 425,345,658 81.02 1 20 39 Kecamatan Megamendung 2,022,568,000 1,581,058,759 441,509,241 78.17 663,545,000 661,490,450 2,054,550 99.69 2,686,113,000 2,242,549,209 443,563,791 83.49 1 20 40 Kecamatan Cisarua 3,079,422,000 2,343,937,779 735,484,221 76.12 731,975,000 728,863,000 3,112,000 99.57 3,811,397,000 3,072,800,779 738,596,221 80.62 1 20 41 Kecamatan Caringin 2,553,177,000 1,699,682,979 853,494,021 66.57 581,540,000 572,050,089 9,489,911 98.37 3,134,717,000 2,271,733,068 862,983,932 72.47 1 20 42 Kecamatan Tamansari 2,096,033,000 1,730,260,155 365,772,845 82.55 626,220,000 621,997,250 4,222,750 99.33 2,722,253,000 2,352,257,405 369,995,595 86.41 1 20 43 Kecamatan Cigombong 1,931,039,000 1,486,854,250 444,184,750 77.00 589,365,000 557,968,000 31,397,000 94.67 2,520,404,000 2,044,822,250 475,581,750 81.13 1 20 44 Kecamatan Tenjolaya 1,494,868,000 1,112,623,439 382,244,561 74.43 518,455,000 513,025,196 5,429,804 98.95 2,013,323,000 1,625,648,635 387,674,365 80.74 1 20 45 Kecamatan Tajurhalang 1,986,023,000 1,358,990,801 627,032,199 68.43 507,375,000 492,177,535 15,197,465 97.00 2,493,398,000 1,851,168,336 642,229,664 74.24 1 20 46 Kecamatan Tanjungsari 1,860,750,000 1,285,334,638 575,415,362 69.08 532,425,000 509,443,600 22,981,400 95.68 2,393,175,000 1,794,778,238 598,396,762 75.00 1 20 47 Kecamatan Leuwisadeng 1,751,769,000 1,284,500,377 467,268,623 73.33 510,085,000 500,270,750 9,814,250 98.08 2,261,854,000 1,784,771,127 477,082,873 78.91
1 20 48 Badan Perijinan Terpadu 5,914,549,000 5,582,113,595 332,435,405 94.38 9,495,772,000 9,024,729,891 471,042,109 95.04 15,410,321,000 14,606,843,486 803,477,514 94.79
1 20 49 Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI 563,125,000 477,270,036 85,854,964 84.75 2,518,625,000 2,449,989,401 68,635,599 97.27 3,081,750,000 2,927,259,437 154,490,563 94.99
1 20 50 Badan Penanggulangan Bencana Daerah 4,643,458,000 4,425,608,366 217,849,634 95.31 7,508,950,000 6,670,017,603 838,932,397 88.83 12,152,408,000 11,095,625,969 1,056,782,031 91.30
1 20 51 Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah
386,474,387,000 355,393,794,720 31,080,592,280 91.96 24,879,478,000 20,263,184,496 4,616,293,504 81.45 411,353,865,000 375,656,979,216 35,696,885,784 91.32
1 20 52 Dinas Pendapatan Daerah 48,122,794,000 43,238,384,569 4,884,409,431 89.85 49,282,614,000 41,944,191,677 7,338,422,323 85.11 97,405,408,000 85,182,576,246 12,222,831,754 87.45
1 22 Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 4,358,566,000 3,920,338,068 438,227,932 89.95 7,139,869,000 6,868,139,166 271,729,834 96.19 11,498,435,000 10,788,477,234 709,957,766 93.83
1 22 01 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
4,358,566,000 3,920,338,068 438,227,932 89.95 7,139,869,000 6,868,139,166 271,729,834 96.19 11,498,435,000 10,788,477,234 709,957,766 93.83
1 24 Kearsipan 2,289,409,000 2,042,027,645 247,381,355 89.19 3,724,365,000 2,993,837,990 730,527,010 80.39 6,013,774,000 5,035,865,635 977,908,365 83.74
1 24 01 Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah 2,289,409,000 2,042,027,645 247,381,355 89.19 3,724,365,000 2,993,837,990 730,527,010 80.39 6,013,774,000 5,035,865,635 977,908,365 83.74
1 25 Komunikasi dan Informatika 3,476,485,000 2,828,316,284 648,168,716 81.36 10,920,302,000 10,594,508,606 325,793,394 97.02 14,396,787,000 13,422,824,890 973,962,110 93.23
1 25 01 Dinas Komunikasi dan Informasi 3,476,485,000 2,828,316,284 648,168,716 81.36 10,920,302,000 10,594,508,606 325,793,394 97.02 14,396,787,000 13,422,824,890 973,962,110 93.23 Anggaran
Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
1
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran KODE Urusan Pemerintah Daerah dan
Organisasi
Rp Rp Rp % Rp Rp Rp % Rp Rp Rp %
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
2 URUSAN PILIHAN 37,052,407,000 36,238,741,205 813,665,795 97.80 125,755,610,000 119,192,917,492 6,562,692,508 94.78 162,808,017,000 155,431,658,697 7,376,358,303 95.47
2 01 Pertanian 27,861,941,000 27,353,365,958 508,575,042 98.17 60,839,072,000 55,194,233,391 5,644,838,609 90.72 88,701,013,000 82,547,599,349 6,153,413,651 93.06
2 01 01 Dinas Pertanian dan Kehutanan 8,917,915,000 8,804,391,362 113,523,638 98.73 32,114,634,000 28,450,746,870 3,663,887,130 88.59 41,032,549,000 37,255,138,232 3,777,410,768 90.79
2 01 02 Dinas Peternakan dan Perikanan 7,511,247,000 7,453,932,602 57,314,398 99.24 17,188,344,000 15,715,150,397 1,473,193,603 91.43 24,699,591,000 23,169,082,999 1,530,508,001 93.80
2 01 03 Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
11,432,779,000 11,095,041,994 337,737,006 97.05 11,536,094,000 11,028,336,124 507,757,876 95.60 22,968,873,000 22,123,378,118 845,494,882 96.32
2 03 Energi dan Sumber Daya Mineral 5,043,085,000 4,937,924,305 105,160,695 97.91 56,173,331,000 55,404,980,703 768,350,297 98.63 61,216,416,000 60,342,905,008 873,510,992 98.57
2 03 01 Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral 5,043,085,000 4,937,924,305 105,160,695 97.91 56,173,331,000 55,404,980,703 768,350,297 98.63 61,216,416,000 60,342,905,008 873,510,992 98.57
2 04 Pariwisata 4,147,381,000 3,947,450,942 199,930,058 95.18 8,743,207,000 8,593,703,398 149,503,602 98.29 12,890,588,000 12,541,154,340 349,433,660 97.29
2 04 01 Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata 4,147,381,000 3,947,450,942 199,930,058 95.18 8,743,207,000 8,593,703,398 149,503,602 98.29 12,890,588,000 12,541,154,340 349,433,660 97.29
Jumlah 1,865,941,065,000 1,779,883,806,732 86,057,258,268 95.39 2,280,906,105,000 1,894,148,056,437 386,758,048,563 83.04 4,146,847,170,000 3,674,031,863,169 472,815,306,831 88.60
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
1
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran
Anggaran Setelah Perubahan
Realisasi Sisa Anggaran KODE Urusan Pemerintah Daerah dan
Organisasi
BELANJA TIDAK LANGSUNG BELANJA LANGSUNG TOTAL BELANJA
Pada tabel 3.10. dapat dilihat bahwa capaian realisasi Belanja Daerah berdasarkan Urusan Pemerintahan. Capaian realisasi belanja tertinggi dicapai oleh 1) Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral yaitu sebesar 98,57%, 2) Urusan Pariwisata sebesar 97,29%, 3) Urusan Pemuda dan Olah Raga sebesar 95,30%, sementara capaian realisasi terendah pada 1) Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yairu sebesar 81,59%, 2) Urusan Pekerjaan Umum sebesar 81,76%, 3) Urusan Penataan Ruang sebesar 82,28%.
Capaian realisasi BTL tertinggi dicapai oleh 1) Urusan Pendidikan yaitu sebesar 99,13%, 2) Urusan Lingkungan Hidup sebesar 98,37%, 3) Urusan Pertanian sebesar 98,17%, dan capaian realisasi terendah pada 1) Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yaitu sebesar 79,85%, 2) Komunikasi dan Informatika sebesar 81,36%, 3) Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sebesar 85,23%. Sementara untuk realisasi Belanja Langsung (BL), capaian realisasi BL tertinggi dicapai oleh 1) Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral yaitu sebesar 98,63%, 2) Urusan Pariwisata sebesar 98,29%, 3) Urusan Komunikasi dan Informatika sebesar 97,02%, dan capaian realisasi terendah pada 1) Urusan Pendidikan yaitu sebesar 64,11%, 2) Urusan Penataan Ruang sebesar 74,32%, 3) Urusan Kearsipan sebesar 80.39%. Apabila dicermati berdasarkan kontribusi terhadap realisasi keseluruhan, Urusan Wajib mencapai 88,32% dari total realisasi belanja sebesar Rp.3.518.600.204.472,00 sementara Urusan Pilihan sebesar 95,47% dari total realisasi belanja sebesar Rp.155.431.658.697,00.