• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR PADANG, DESEMBER 2015 KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR PADANG, DESEMBER 2015 KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT"

Copied!
244
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Badan Ketahanan Pangan, Prov.Sumbar

i

KATA PENGANTAR

Dalam undang - undang nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan

pembangunan pangan dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia dan pemerintah bersama masyarakat

harus bertanggung jawab dalam mewujudkan ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang mantap dan

berkesinambungan dibangun melalui tiga aspek yaitu 1) ketersediaan pangan yang cukup dan merata,

2). distribusi pagan yang efektif dan efisien serta 3). konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan

seimbang.

Untuk mengetahui keberhasilan pembangunan pangan tersebut diatas maka diperlukan

dukungan terhadap ketersediaan data yang meliputi aspek ketahanan pangan, karena data ini

merupakan dasar dan tolok ukur untuk mengestimasi dan menilai keberhasilan pembangunan ketahanan

pangan serta dapat memprediksi situasi ketahanan pangan sebagai isyarat dini dalam upaya perbaikan

dan dasar dalam pengambilan kebijakan ketahanan pangan di Sumatera Barat.

Penyusunan Buku Database Ketahanan Pangan Tahun 2014 merupakan salah satu kegiatan

rutin pada Badan Ketahanan Pangan di Sumatera Barat yakni dalam rangka memenuhi kebutuhan data

terkini yang meliputi aspek ketersediaan, Distribusi, Konsumsi dan keamanan pangan serta mencakup

data - data tentang pelaksanaan program strategis yakni kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi

Pangan Masyarakat (P-LDPM), Desa Mandiri Pangan (Demapan), Lumbung Pangan, Penanganan

Daerah Rawan Pangan (PDRP), Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang terfokus

pada kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) dan dilengkapi juga dengan Nama Kelembagaan

Pangan di Sumatera Barat serta Nama kelompok dan kelembagaan yang menerima Penghargaan

Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi Sumatera Barat maupun Tingkat Nasional.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan

Buku Database Ketahanan Pangan. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan masih terdapat

berbagai ketidak sempurnaan dalam penyajian ini, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak

sangat diharapkan dalam rangka penyempurnaan Buku Database Ketahanan Pangan tahun berikutnya.

PADANG, DESEMBER 2015

KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN

PROVINSI SUMATERA BARAT

Ir. E F E N D I, MP

Pembina Utama Muda

NIP. 19630515 199003 1 006

(3)

Badan Ketahanan Pangan, Prov.Sumbar

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

... ...i

DAFTAR ISI

... ...ii

DAFTAR TABEL

... ...iii

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ... ...1

1.2. Tujuan ... ...2

1.3. Sasaran ... ...2

II. PELAKSANAAN ... 3

2.1. Jenis Data ... …...3

2.2. Sumber Data ... …...5

III. ULASAN SINGKAT...6

3.1. Data Umum. ... ...6

3.2. Ketersediaan ... ...10

3.3. Distribusi ... ...13

3.2. Komsumsi ... ...15

3.2. Kegiatan Stategis ... ...19

3.2. Kelembagaan dan Penghargaan Pangan ... ...26

(4)

Badan Ketahanan Pangan, Prov.Sumbar

iii

Tabel Hal

1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Tahun 2014... 29

2 Ibu kota, Jumlah Kecamatan dan Nagari Tahun 2015... 30

3 Jumlah Nagari / Desa / Kelurahan yang dapat dan tidak dapat dilalui kendaraan roda 4... 31

4 Jumlah Nagari / Desa / Kelurahan Menurut keberadaan Pasar dan Jarak Ke Pasar ≥ 3 Km... 32

5 Jumlah Penduduk Miskin ... 33

6 Pensentase penduduk Yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan... 34

7 Pensentase penduduk Usia 15 Tahun Yang Bekeraja Kurang dari 36 jam selama seminggu... 35

8 Pensentase penduduk Usia 15 Tahun ke Atas menurut Kab/ Kota dan pendidikan yang di tamatkan... 36

9 PDRB Sektor Pertanian berdasarkan harga berlaku dan Konstan ... 37

10 Nilai Tukar Petanian ( NTP )... 38

11 Inflasi kota Padang Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2014 ( Month to Month)... 39

12 Inflasi kota Padang Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2014 ( year on year ) ... 40

13 Inflasi kota Padang Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2014 ( Tahun Kelender ... 41

14 Potensi Lahan Sawah menurut pengairan Tahun 2014 ... 42

15 Luas lahan sawah menurut Pengairan Tahun 2014 ... 43

16 Luas lahan Kering untuk Tanaman Pangan 2014 ... 44

17 Populasi Ternak Besar ( Sapi Potong , Kerbau dan Kuda ) Tahun 2014... 45

18 Populasi Kecil ( Kambing, Domba, Babi ) Tahun 2014... 46

19 Populasi unggas ( Ayam Buras, Ras Pedanging, Ras Petelur dan Itik ) Tahun 2014... 47

20 Penyediaan bahan pagan minimal untuk dikonsumsi penduduk Sumatera Barat Tahun 2010 - 2014... 48

21 Ketersediaan Energi, untuk di Konsumsi Penduduk Sumbar Tahun 2009 - 2013... 49

22 Ketersediaan Protein untuk di Konsumsi Penduduk Sumbar 2009 - 2013 ... 50

23 Ketersediaan Lemak untuk di Konsumsi Penduduk Sumbar 2010 -2014 ... 51

24 Jumlah Produksi Padi, Jagung ,Ubi Kayu , Ubi Jalar, Kedelai, Tahun 2014... 52

25 Jumlah Produksi Kacang Tanah, Kacang Hijau, Sayur-sayuran dan Buah-buahan,Tahun 2014... 53

26 Jumlah Produksi Kelapa, Sawit, Kakao, Tebu dan Aren Tahun 2014... 54

27 Produksi Daging Ternak Besar ( Sapi Potong, Kerbau dan Kuda ) Tahun 2014 ... 55

28 Produksi Daging Ternak Kecil ( Kambing, Domba dan Babi ) Tahun 2014... 56

29 Produksi Daging Ternak Unggas ( Ayam Buras, Ras Pedaging, Ras Petelur dan Itik ) Tahun 2014... 57

30 Produksi Telur Ayam Buras dan Ras Petelur serta Itik Tahun 2014 ... 58

31 Produksi Susu Sapi dan Kerbau Tahun 2014... 59

32 Produksi ikan Laut, Perairan Umum dan Budidaya Tahun 2014 ... 60

33 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan BerasTahun 2014, ... 61

34 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Jagung,Tahun 2014... 62

35 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Ubi Kayu,Tahun 2014 ... 63

36 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Ubi Jalar, Tahun 2014 ... 64

37 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Kedelai Tahun 2014... 65

38 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Kacang Tanah Tahun 2014... 66

39 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Kacang Hijau Tahun 2014... 67

40 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Sayur-sayuranTahun 2014... 68

41 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Bawang Merah Tahun 2014 ... 69

42 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan cabe 2014 ... 70

43 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Buah-Buahan 2014 ... 71

44 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Daging 2014... 72

45 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Ikan 2014... 73

46 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Telur Tahun 2014... 74

47 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Susu Tahun 2014... 75

48 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Beras,Tahun 2015... 76

49 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Jagung, Tahun 2015 ... 77

50 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Ubi Kayu Tahun 2015... 78

51 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Ubi Jalar Tahun 2015... 79

52 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Kedelai Tahun 2015 ... 80

53 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Kacang Tanah Tahun 2015... 81

54 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Kacang Hijau Tahun 2015 ... 82

(5)

Badan Ketahanan Pangan, Prov.Sumbar

iv

55 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Sayur-Sayuran Tahun 2015 ... 83

56 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Bawang Merah Tahun 2015... 84

57 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Cabe Tahun 2014... 85

58 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Buah-Buahan Tahun 2015... 86

59 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Daging Tahun 2015 ... 87

60 Perkembangan Produksi, Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Ikan Tahun 2015... 88

61 Perkembangan Produksi Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Telur 2015 ... 89

62 Perkembangan Produksi Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Susu 2015... 90

63 Data Arus Distribusi Bahan Pangan Keluar Masuk Melalui Jembatan Timbang Oto ( JTO ) di Prov. Sumbar 2010 - 2014... 91

64 Perkembangan Harga Komoditi Pangan Pokok Tingkat Produsen dan Konsumen di Sumbar Tahun 2010 - 2014... 92

65 Perkembangan Harga Rata-Rata Komoditas Pangan Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 93

66 Perkembangan Rata-rata Harga Gabah Kualitas I Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 94

67 Perkembangan Rata-rata Harga Gabah Kualitas II Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 95

68 Perkembangan Rata-rata Harga Beras Kualitas I Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 96

69 Perkembangan Rata-rata Harga Beras Kualitas II Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 97

70 Perkembangan Rata-rata Harga Jagung Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 98

71 Perkembangan Rata-rata Harga kedelai Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 99

72 Perkembangan Rata-rata Harga Kacang Tanah Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 100

73 Perkembangan Rata-rata Harga Ubi Kayu Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 101

74 Perkembangan Rata-rata Harga Cabe Merah Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 102

75 Perkembangan Rata-rata Harga Bawang Merah Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 103

76 Perkembangan Rata-rata Harga Kentang Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 104

77 Perkembangan Rata-rata Harga Tomat Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 105

78 Perkembangan Rata-rata Harga Kol Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 106

79 Perkembangan Rata-rata Harga Kelapa Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 107

80 Perkembangan Rata-rata Harga Daging Sapi Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 108

81 Perkembangan Rata-rata Harga Daging Ayam Broiler Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 109

82 Perkembangan Rata-rata Harga Telur Ayam Ras Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 110

83 Perkembangan Rata-rata Harga Ikan Laut Tongkol Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 111

84 Perkembangan Rata-rata Harga Ikan Air Tawar Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 112

85 Perkembangan Rata-rata Harga Gula Pasir Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 113

86 Perkembangan Rata-rata Harga Minyak Goreng Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 114

87 Perkembangan Harga Komoditi Pangan Tingkat Produsen dan Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 115

88 Perkembangan Rata-rata Harga Beras Kualitas I Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 116

89 Perkembangan Rata-rata Harga Beras Kualitas II Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 117

90 Perkembangan Rata-rata Harga Jagung Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 118

91 Perkembangan Rata-rata Harga kedelai Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 119

92 Perkembangan Rata-rata Harga Kacang Tanah Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014…... 120

93 Perkembangan Rata-rata Harga Ubi Kayu Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 121

94 Perkembangan Rata-rata Harga Cabe Merah Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 122

95 Perkembangan Rata-rata Harga Bawang Merah Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 123

96 Perkembangan Rata-rata Harga Kentang Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 124

97 Perkembangan Rata-rata Harga Tomat Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 125

98 Perkembangan Rata-rata Harga Kol Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 126

99 Perkembangan Rata-rata Harga Kelapa Tingkat Kons Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 127

100 Perkembangan Rata-rata Harga Daging Sapi Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 128

101 Perkembangan Rata-rata Harga Daging Ayam Broiler Tingkat Produsen di Sumbar Tahun 2014... 129

102 Perkembangan Rata-rata Harga Telur Ayam Ras Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 130

103 Perkembangan Rata-rata Harga Ikan Laut Tongkol Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 131

104 Perkembangan Rata-rata Harga Ikan Air Tawar Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 132

105 Perkembangan Rata-rata Harga Gula Pasir Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014... 133

106 Perkembangan Rata-rata Harga Minyak Goreng Tingkat Konsumen di Sumbar Tahun 2014…... 134

(6)

Badan Ketahanan Pangan, Prov.Sumbar

v

108 Perkembangan Konsumsi Pangan Energi dan Protein Penduduk Sumbar Tahun 2009 - 2014 ... 137

109 Rata – rata Konsumsi Kelompok Pangan Rumah Tangga di Sumbar Tahun 2009 – 2014... 139

110 Sasaran Pola Pangan Harapan Sumatera Barat Tahun 2014 - 2023... 140

111 Proyeksi Konsumsi Energi ( Kkal/Kapita/Hari ) Setiap Kelompok Pangan Tahun 2014 - 2023 di Sumatera Barat ... 141

112 Proyeksi Konsumsi Energi ( Gram/Kapita/Hari ) Setiap Kelompok Pangan Tahun 2014 - 2023 di Sumatera Barat ... 143

113 Proyeksi Konsumsi Energi ( Kg/Kapita/Tahun ) Setiap Kelompok Pangan Tahun 2014 - 2023 di Sumatera Barat ... 145

114 Lokasi Penduduk Dengan Resiko ( Ringan, Sedang dan Berat ) Terjadinya Rawan Pangan Tahun 2014 -

2015... 147

115 Hasil Pengujian Residu Pestisida Terhadap Sayuran dan Buah-buahan di Sumbar Tahun 2011 – 2013.. 149

116 Hasil Pengujian Residu Pestisida Terhadap Sayuran dan Buah-buahan di Sumbar Tahun 2014... 159

117 Rekapitulasi Hasi Uji Laboratorium Keamanan Pangan Segar Beberapa Komoditas Penting di Sumbar Tahun 2014... 162

118 Rekapitulasi Hasi Uji Laboratorium Keamanan Pangan Segar Beberapa Komoditas Penting di Sumbar Tahun 2015... 167

119 Hasil Sertifikasi Komoditi Pangan Prima 3 di Sumbar Tahun 2010 – 2015 ... 171

120 Rekapitulasi Sertifikat Prima 3 Yang Telah Diterbitkan OKKP-D Provinsi Sumbar Tahun 2015... 181

121 Rekapitulasi Hasil Uji Laboratorium Terhadap Sampel Produk Pangan Segar Kegiatan Sertifikasi Keamanan Pangan Segar (Sertifikasi Prima) Badan Ketahanan Pangan di Sumbar Tahun 2014... 189

122 Rekapitulasi Hasil Uji Laboratorium Terhadap Sampel Produk Pangan Segar Kegiatan Sertifikasi Keamanan Pangan Segar (Sertifikasi Prima) Badan Ketahanan Pangan di Sumbar Tahun 2015... 190

123 Rekapita Hasil Uji Laboratorium Terhadap Sampel Produk Pangan Segar Hasil Pertanian Kegiatan Surveilen dan Pengawasan Keamanan Tingkat Produsen Tahun 2014... 191

124 Data Gapoktan Penerima Dana Bansos - Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) Provinsi Sumbar Tahun 2009 - 2014 ... 192

125 Pembangunan Gudang Lumbung Pangan Di Provinsi Sumbar Tahun 2009 - 2014... 195

126 Lumbung Pangan Tahap Mandiri dan Tahap Pengembangan di Sumbar Tahun 2011 – 2014... 197

127 Kelompok Penerima BLM Untuk Kegiatan Desa Mandiri Pangan (DMP)di Sumbar Tahun 2009... 201

128 Lokasi Kelompok Penerima Dana Bansos Kegiatan Desa Mandiri Pangan (DMP)di Sumbar Tahun 2010 - 2012 ... 202

129 Daftar Kelompok P2KP Penerima Bansos Alat Tepung – tepungan di Sumbar Tahun 2009 – 2011... 204

130 Bansos Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan ( P2KP } di Sumbar Tahun 2010... 211

131 Kelompok Pelaksana Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan Prov. Sumatera Barat Tahun 2013... 218

132 Kelompok Pelaksana Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan Prov. Sumatera Barat Tahun 2014... 221

133 Lokasi dan Jumlah Dana Bansos yang di Salurkan Pada Kegiatan Pemberdayaan Daerah Rawan Terkena Bencana di Sumbar Tahun 2010 – 2015... 223

134 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Ketahanan Pangan di Sumbar Tahun 2014... 225

135 Data Penerimaan Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2011-2015... 227

136 Data Petugas Enumerator Produsen di Sumbar Tahun 2013 - 2015... 234

(7)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

1

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.

Berdasarkan undang

– undang Nomor 18 Tahun 2012 mengamanatkan

pembangunan pangan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia dan pemerintah

bersama masyarakat bertanggung jawab mewujudkan ketahanan pangan. Dalam

mewujudkan ketahanan pangan yang mantap dan berkesinambungan di bangun

berdasarkan tiga pilar, yaitu 1) ketersediaan pangan yang cukup dan merata, 2)

distribusi pangan yang efektif dan efisien, dan 3) konsumsi pangan yang beragam dan

bergizi seimbang.

Ketahanan pangan merupakan masalah pembagunan berkelanjutan kompleks

dan berhubungan dengan banyak sektor yang terkait. Untuk mengetahui kondisi

pembangunan ketahanan pangan diperlukan data dan informasi yang merupakan

elemen dasar dalam menyusun suatu perencanaan dan kebijakan pembangunan

pertanian secara umum dan pembangunan ketahanan pangan secara khusus. Dalam

menyusun suatu perencanaan yang lebih optimal seyogyanya berpedoman kepada

kondisi awal yakni dengan melihat data dan informasi serta permasalahan yang muncul

baik ditingkat lapangan maupun melalui mass media sehingga perencanaan yang dibuat

dapat lebih jelas terfokus serta berkesinambungan setiap tahun.

Data dan informasi yang ditampilkan pada Buku Database ini merupakan data

time series dari tahun 2010 s/d 2014 dan data tersebut dikumpulkan dari Dinas/Badan/

Kantor yang menangani Ketahanan Pangan Provinsi maupun Kabupaten/ Kota serta

berkoordinasi dengan lingkup dinas/Instansi sektor pertanian serta instansi terkait

lainnya.

Disisi lain Database Ketahanan Pangan ini digunakan sebagai alat ukur untuk

melakukan evaluasi tentang ketahanan pangan yang ditinjau dari aspek ketersediaan,

distribusi, maupun konsumsi pangan serta kegiatan strategis yang meliputi

pemberdayaan masyarakat petani guna mendapatkan gambaran umum tentang kondisi

dan situasi ketahanan pangan di Sumatera Barat dalam mengantisipasi kemungkinan

terjadinya kasus rawan pangan diwilayah. Adapun data dan informasi pangan yang

telah dikumpulkan dari beberapa dinas lingkup pertanian serta instansi sektor terkait

lainnya adalah untuk melihat kondisi dan perkembangan pembangunan ketahanan

pangan yang akan disajikan dalam bentuk tabel – tabel terlampir.

(8)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

2

1.2. Tujuan

Penyusunan Buku Database Ketahananan Pangan ini bertujuan untuk

mendapatkan gambaran tentang kondisi dan perkembangan aspek ketersediaan

pangan, distribusi pangan, konsumsi pangan dan mutu keamanan pangan di Sumatera

Barat dan mengetahui realisasi kegiatan strategis yakni Penguatan Lembaga Distribusi

Pangan Masyarakat (P-LDPM) , Lumbung Pangan, Desa Mandiri Pangan (DMP),

Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan (PDRP), Percepatan Penganekaragaman

Konsumsi Pangan (P2KP) yang kegiatannya terfokus pada kegiatan Kawasan Rumah

Pangan Lestari ( KRPL ) dan Penghargaan ketahanan pangan, serta profil SKPD yang

menangani ketahanan pangan Kabupaten /Kota.

1.3. Sasaran

Tersedianya data dan informasi tahun 2010 s/d 2014 yang menggambarkan data

umum, perkembangan aspek ketersediaan pangan, distribusi pangan, konsumsi

pangan dan mutu keamanan pangan, di Sumatera Barat mengetahui realisasi

perkembangan kegiatan strategis yakni Penguatan Lembaga Distribusi Pangan

Masyarakat (P-LDPM), Lumbung Pangan, Desa Mandiri Pangan (DMP), Pemberdayaan

Daerah Rawan Pangan (PDRP) yang kegiatannya terfokus pada kegiatan Kawasan

Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) dan Penghargaan ketahanan pangan, serta Profil

Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) Ketahanan Pangan Provinsi, Kabupaten dan

Kota.

Diharapkan buku ini dapat digunakan sebagai acuan indikator evaluasi dan bahan

penyusunan untuk perencanaan pangan pada tahun berikutnya.

(9)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

3

II. PELAKSANAAN

2.1. Jenis Data

Data yang ditampilkan dalam Buku Database Ketahanan Pangan Tahun 2014 ini

meliputi data sebagai berikut:

2.1.1. Data Umum meliputi data sebagai berikut :

a.

Luas wilayah, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk

b.

Ibu kota, Jumlah Kecamatan dan Nagari.

c.

Jumlah Nagari / Desa / Kelurahan yang dapat dan tidak dapat dilalui kendaraan

roda 4.

d.

Jumlah Nagari / Desa / Kelurahan Menurut keberadaan Pasar dan Jarak Ke Pasar ≥

3 Km.

e.

Jumlah Penduduk Miskin

f.

Pensentase penduduk Yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan.

g.

Pensentase penduduk Usia 15 Tahun Yang Bekeraja Kurang dari 36 jam selama

seminggu

h.

Pensentase penduduk Usia 15 Tahun ke Atas menurut Kab/ Kota dan pendidikan

yang di tamatkan.

i.

Nilai Tukar Petanian ( NTP )

j.

Inflasi kota Padang Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2014 ( year on year )

k.

Inflasi kota Padang Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2014 ( Month to Month)

l.

Inflasi kota Padang Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2014 ( Tahun Kelender)

m.

PDRB Sektor Pertanian berdasarkan harga berlaku dan Konstan

n.

Potensi Lahan Sawah menurut pengairan

o.

Luas lahan sawah menurut Pengairan

p.

Luas lahan Kering untuk Tanaman Pangan

q.

Populasi Ternak Besar, Kecil dan unggas

2.1.2. Ketersediaan meliputi data sebagai berikut

a. Penyediaan bahan pagan minimal untuk dikonsumsi penduduk Sumatera Barat

b. Ketersediaan Energi, Protein dan Lemak untuk di konsumsi penduduk Sumatera

Barat.

c. Jumlah produksi beberapa komoditas pangan antara lain padi, jagung ,ubi kayu , ubi

jalar, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, sayur-sayuran dan buah-buahan, kelapa,

sawit, kakao, daging sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, babi, ayam buras, ayam

pedaging , ayam ras petelur, itik dan hasil ternak lainya, telur dan susu serta ikan.

(10)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

4

d. Perkembangan produksi, ketersediaan dan kebutuhan komoditas pangan penting

(beras, jagung,ubi kayu, ubi jalar, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, sayur-sayuran

dan buah-buahan, kelapa, daging, ikan, telur dan susu ).

2.1.3. Distribusi meliputi data sebagai berikut

a. Data arus distribusi bahan pangan keluar dan masuk melalui Jembatan Timbang

Oto ( JTO )

b. Perkembangan harga komoditi pangan pokok tingkat produsen dan konsumen.

c. Perkembangan harga rata-rata komoditas pangan di tingkat produsen maupun

konsumen meliputi : gabah kwalitas I dan II, beras kwalitas I dan II, jagung, kedelai,

kacang tanah, ubi kayu, cabe merah, bawang merah, kentang, tomat, kol, kelapa,

daging sapi, daging ayam broiler, telur ayam ras, ikan tongkol, ikan air tawar, gula

pasir dan minyak goreng.

2.1.4. Konsumsi meliputi data sebagai berikut

a.

Konsumsi penduduk Sumatera Barat terhadap berbagai Kelompok Pangan Tahun

2009 -2013 Sumatera Barat

b.

Perkembangan Konsumsi pangan Energi dan Protein penduduk Tahun 2009 -2013

Sumatera Barat

c.

Rata-rata konsumsi kelompok pangan rumah tangga Tahun 2009 -2013 Sumatera

Barat

d.

Sasaran Pola Pangan Harapan Tahun 2014 - 2023 Sumatera Barat

e.

Proyeksi Konsumsi energi (Kkal/kap/hr) setiap kelompok pangan Tahun 2014 -

2023 Sumatera Barat

f.

Proyeksi Konsumsi energi (Gram/kap/hr) setiap kelompok pangan Tahun 2014 -

2023 Sumatera Barat.

g.

Proyeksi Konsumsi energi (Kg/kap/Tahun) setiap kelompok pangan Tahun 2014 -

2023 Sumatera Barat

h.

Lokasi Penduduk Dengan Resiko Ringan,Sedang, Berat terjadinya Rawan Pangan

Berdasarkan Peta FSVA di Sumbar tahun 2014 - 2015

i.

Hasil Pengujian Residu Pestisida Terhadap Sayuran dan Buah

– buahan di

Sumatera Barat Tahun 2011 – 2014

j.

Rekapitulasi Hasil Uji Laboratorium Keamanan Pangan Segar Beberapa Komoditas

Penting di Sumatera Barat Tahun 2011 – 2014

k.

Hasil Sertifikasi Komodoti Prima - 3 Provinsi Sumatera Barat Tahun 2011 – 2015

2.1.5. Kegiatan strategis Ketahanan Pangan meliputi data sebagai berikut

a.

Data Gapoktan Penerima dan Bansos - Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat

( P-LDPM).

(11)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

5

b.

Data Pembangunan Gudang Lumbung Pangan, Tahap Mandiri dan Tahap

Pengembangan.

c.

Desa Mandiri Pangan ( DMP )

d.

Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) penerima Bansos dan

Alat tepung - tepungan

a.

Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan ( PDRP )

b.

Data Petugas Enumerator Produsen di Lokasi Panel.

2.1.6. Kelembagaan Ketahanan Pangan meliputi data sebagai berikut

a. Profil Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) Ketahanan Pangan Provinsi/

Kabupaten/ Kota

b. Data Penerima Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

2.2. Sumber Data

Data yang digunakan bersumber dari :

a. Lingkup Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat

b. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat

c. Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat

d. Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat

e. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat

f.

Bappeda Provinsi Sumatera Barat

g. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat

2.3. Pelaksana Kegiatan

Penyusunan Buku Database Ketahanan Pangan ini dilaksanakan oleh Tim yang

ditunjuk melalui Surat Keputusan Kepala Badan Ketahanan Pangan, NOMOR : 520 /

1664/IV/ BKP-SB/ 2015 tanggal 28 April 2015 yakni pada kegiatan DPPA-SKPD Badan

Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015.

2.4. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan penyusunan Buku Database Ketahanan Pangan dilaksanakan dari bulan

April s/d akhir Desember 2015. Proses penyusunan kegiatan dimaksud dilakukan mulai

dari pengumpulan data, pengolahan data, tabulasi data dan membuat narasi serta

melaksanakan koordinasi dengan Tim dalam rangka membahas kembali data-data yang

akan ditampilkan dalam Buku Data Base Ketahanan Pangan Tahun 2014.

2.5. Sumber Dana

Kegiatan penyusunan Buku Database Ketahanan Pangan ini dibebankan pada dana

DPPA-SKPD Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat tahun 2015.

(12)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

6

III. ULASAN SINGKAT

3.1. Data Umum

3.1.1. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk,

Sumatera Barat terletak antara 0

o

54’ Lintang Utara dan 3

o

30’ Lintang Selatan

dan antara 98

o

36’ – 101

o

53’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 42.297,30 Km2, terdiri

dari 12 Kabupaten dan 7 Kota yang meliputi 179 Kecamatan, 760 Nagari, 255

Kelurahan, 126 Desa, 3.875 Jorong/Kampung, 621 Dusun dan 4.696 Rumah Tangga.

Pertumbuhan penduduk Sumatera Barat dari tahun 2010 sampai 2014 adalah

1,34%. Penduduk yang paling padat terdapat di Kota Bukittinggi 4.773,81 jiwa/km2,

Padang Panjang 2.182,96 jiwa/km2 dan Payakumbuh 1.562,73 jiwa/km2, sedangkan

penduduk yang sedikit terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai 13,91% dan

Kabupaten Solok Selatan 46,89%. Untuk lebih jelasnya luas wilayah, jumlah

penduduk, Kecamatan, Nagari, Kelurahan, Desa, Jorong/ Kampung, Dusun dan RT

per Kabupaten/Kota tahun 2014 dapat dilihat pada tabel lampiran 1 dan 2.

3.1.2. Nagari/ Desa Kelurahan yang Dapat dan Tidak Dapat Dilalui Kendaraan Roda 4.

Untuk melihat keterjangkauan ketersediaan bahan pangan di Nagari/ Desa

Kelurahan diperlukan sarana tranportasi kendaraan sebagai sarana angkut bahan

pangan . Berdasarkan data dari BPS jumlah Nagari/ Desa Kelurahan yang dapat

dilalui dengan Kendaraan Roda 4

adalah 1.117 sedangkan yang tidak dapat dilalui

kendaraan roda 4

adalah 28 atau 2,45% . Untuk lebih jelasnya jumlah Nagari/ Desa

Kelurahan yang dapat dan tidak dapat dilalui Kendaraan Roda 4 dapat dilihat pada

tabel lampiran 3.

3.1.3. Nagari/ Desa Kelurahan Menurut Keberadaan Pasar dan Jarak ke Pasar ≥ 3 Km.

Jumlah Nagari/ Desa Kelurahan yang memiliki pasar adalah 489 yang terdiri

dari pasar yang punya bangunan 326 dan pasar tanpa bangun 163, Nagari/ Desa

Kelurahan yang tidak memiliki pasar berjumlah 656. Sedangkan Nagari/ Desa

Kelurahan menurut keberadaan Pasar dengan Jarak ke Pasar ≥ 3 Km adalah 346

atau 33,22 % . Untuk lebih jelasnya jumlah Nagari/ Desa kelurahan menurut

keberadaan pasar dan jarak ke pasar ≥ 3 Km dapat dilihat pada tabel lampiran 4.

3.1.4. Penduduk Miskin

Jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan di Sumatera Barat

setiap tahunnya mengalami penurunan rata – rata 2,38 % Pertahun ( 2009 – 2013 ).

Pada tahun 2013 jumlah yang hidup di bawah garis kemiskinan adalah 384.100 orang

atau sebesar 6.56% dengan pendapatan rata

– rata Rp. 336.506,- kapita/bulan.

(13)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

7

Sedangkan persentase penduduk miskin yang usianya 15 tahun keatas menurut

pendidikan yang tidak tamat SD 30,14 %, yang tamat SD maupun SMP 53,29% dan

yang tamat SMA keatas sebesar 16,58%. Selanjutnya persentase penduduk usia 15

tahun ke atas yang bekerja kurang dari 36 jam selama seminggu yang lalu adalah

44,55% atau 971.276 jiwa . Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk yang hidup

dibawah garis kemiskinan dan persentase penduduk miskin usia 15 tahun keatas

menurut pendidikan SD, SPM dan SMA serta persentase penduduk usia 15 tahun ke

atas yang bekerja kurang dari 36 jam selama seminggu yang lalu di Sumatera Barat

dapat dilihat pada tabel 5 - 8 terlampir.

3.1.5. Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB )

Sumatera Barat merupakan daerah Agraris, oleh sebab itu struktur

perekonomiannya masih didominasi oleh sektor pertanian dimana PDRB

berdasarkan atas dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan menurut jenis lapangan

usaha secara keseluruhan selalu mengalami peningkatan. Sektor pertanian

memberikan kontribusi sebesar 25,04 % dimana subsektor tanaman pangan dan

hortikultura memberikan kontribusi yang paling dominan yakni 7.57 %. Untuk lebih

jelasnya konstribusi PDRB sektor pertanian menurut jenis lapangan usahanya dapat

dilihat pada tabel lampiran 9.

3.1.6. Nilai Tukar Petani ( NTP ).

Nilai Tukar Petani ( NTP ) yang diperoleh dari perbandingan indeks yang diterima

petani terhadap indeks harga yang dibayarkan petani (% ), merupakan salah satu

indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga

menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang

dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin

kuat pula tingkat kemampuan /daya beli petani. Nilai Tukar Petani di Sumatera Barat

selama lima tahun ( 2010 – 2014) rata – rata 104,90 atau mengalami penurunan

yakni sebesar 1,13% pertahun.

Indeks harga yang diterima petani ( It ) dari ke lima subsektor menunjukkan

fluktuasi harga yang beragam. indesk yang diterima terbanyak berasal dari subsektor

perkebunan rakyat 116,72% per tahun dan subsektor perikanan 114,07% per tahun .

Sedangkan indeks harga yang dibayarkan petani ( Ib ) terbesar dari subsektor

perkebunan rakyat 113,54% per tahun dan subsektor perikanan 109,15% per tahun.

Berikut grafik Nilai Tukar Petani ( NTP ) per subsektor dapat dilihat pada gambar 1

sebagai berikut :

(14)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

8

Gambar : 1

Untuk lebih jelasnya Nilai Tukar Petani berdasarkan Indeks harga yang

diterima petani dan indeks harga yang dibayarkan petani di Provinsi Sumatera Barat

tahun 2010 – 2014 dapat dilihat tabel lampiran 10.

3.1.7. Inflasi Di Sumatera Barat

Perkembangan indeks harga konsumen/ inflasi di kota padang menurut kelompok

pengeluaran tahun 2014 menunjukan fluktuasi dari bulan ke bulan maupun dari tahun

ke tahun terutama pada kelompok bahan makan, inflasi tertinggi terjadi pada bulan

Januari, November dan Desember tahun 2014, hal ini disebabkan karena pada bulan

tersebut adanya hari – hari besar keagamaan yang mempengaruhi kebutuhan bahan

pangan yang sangat tinggi yang mempengaruhi lonjakan harga bahan pangan. Untuk

lebih jelasnya perkembangan inflasi di kota padang menurut kelompok pengeluaran

tahun 2014 dapat dapat dilihat tabel lampiran 11 - 13.

3.1.8. Potensi Sawah

Berdasarkan data tahun 2010 - 2014 potensi luas lahan sawah menurut

pengairan di Sumatera Barat mengalami peningkatan dimana pemanfaatan lahan

sawah rata-rata 3,66 % pertahun dan luas lahan sawah menurut pengairan mengalami

penurunan rata-rata 0,87% pertahun, sedangkan luas lahan kering untuk tanaman

pangan juga mengalami penurunan yakni 4.58% pertahun. Berdasarkan hal tersebut

diatas maka terjadi alih fungsi lahan dari pertanian menjadi non pertanian. Berikut

grafik potensi luas lahan sawah menurut pengairan dan luas lahan kering yang telah

dimanfaatkan dapat dilihat pada gambar 2 sebagai berikut :

(15)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

9

Gambar : 2

Untuk lebih jelasnya jumlah luas potensi lahan sawah dan luas lahan sawah

menurut pengairan serta luas lahan kering di Sumatera Barat tahun 2010

– 2014

dapat dilihat pada tabel 14 -16 terlampir.

3.1.9. Populasi Ternak

Perkembangan populasi ternak dalam kurun waktu tahun 2010 - 2014 bervariasi

yang mengalami pertumbuhan populasi menurun adalah sapi potong, kerbau , kuda,

babi dan ayam buras , sedangkan populasi kambing, domba, ayam ras pedaging dan

ras petelur serta itik mengalami peningkatan seperti terlihat pada gambar 3 dibawah ini:

(16)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

10

Untuk lebih jelasnya jumlah perkembangan populasi ternak yang tersebar di

Kabupaten maupun Kota di Sumatera Barat tahun 2010 - 2014 dapat dilihat pada tabel

17 -19 terlampir.

3.2. Ketersediaan.

3.2.1. Penyedian Bahan Pangan

Penyediaan bahan pangan minimal jika dibandingkan dengan kebutuhan untuk di

konsumsi terhadap penduduk Sumatera Barat periode tahun 2010

– 2014, telah

mencukupi secara ketersediaan . Untuk lebih jelasnya penyedian bahan pangan

minimal untuk dikonsumsi penduduk Sumatera Barat dapat dilihat pada tabel 20

terlampir.

3.2.2. Ketersedian Energi, Protein dan Lemak .

Secara umum, tingkat ketersediaan energi dan protein di Sumatera Barat telah

melebihi standart Rekomendasi Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) yakni

energi sebesar 2.400 kalori/kapita/hari dan protein 63 gram/kapita/ hari. Untuk lebih

jelasnya data perkembangan ketersediaan energi dan protein serta lemak berdasarkan

Neraca Bahan Pangan (NBM ) tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada gambar 4 dibawah

ini.

Gambar : 4

Untuk lebih jelasnya perkembangan ketersediaan energi, protein dan lemak per jenis

komoditas tahun 2010 - 2014 dapat dilihat pada tabel 21 -22 terlampir.

(17)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

11

3.2.3. Produksi Bahan Pangan

Perkembangan produksi bahan pangan selama periode 2010 - 2014 di Sumatera

Barat bervariasi dimana sebahagian kecil produksi bahan pangan masih mengalami

penurunan produksi yakni Ubi Kayu 19,22%, kacang hijau 15,25 % , kedelai 11,75%,

daging ternak kecil 8,34% dan susu 6,58%, dan kelapa 0,85%, sedangkan produksi

bahan pangan yang lain selalu mengalami peningkatan pertumbuhan setiap tahunnya.

Berikut dipaparkan gambaran perkembangan produksi bahan pangan di Sumatera Barat

periode 2010 – 2014 dapat dilihat pada gambar 5 dan tabel 1 dibawah ini.

Gambar : 5

Tabel 1 : Rekapitulasi Perkembangan Produksi Bahan Pangan Di Sumatera Barat

Tahun 2010 – 2014

(18)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

12

Untuk lebih jelasnya perkembangan jumlah produksi bahan pangan untuk

penduduk Sumatera Barat tahun 2010 - 2014 dapat dilihat pada tabel 24 - 32

terlampir.

3.2.3. Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan

Berdasarkan hasil pemantauan terhadap ketersediaan dan kebutuhan

komoditas pangan penting di Sumatera Barat tahun 2014 - 2015 menunjukkan bahwa

bahan pangan beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, sayur-sayuran,

buah-buahan daging, ikan, dan telur, telah dapat di terpenuhi dari sisi ketersediaan maupun

kebutuhan pangan. Hal ini di sebabkan karena adanya peningkatan produksi dari

komoditi pangan yang bersangkutan. sedangkan ketersedian dan kebutuhan pangan

untuk komoditas kedelai, kacang hijau dan susu masih defisit, berikut dipaparkan

rekapitulasi ketersediaan dan kebutuhan pangan serta perimbangan pangan di

Sumatera Barat Tahun 2014 - 2015 seperti tabel 2 sebagai berikut.

Tabel 2. : Rekapitulasi Ketersediaan dan Kebutuhan dan Perimbangan Bahan Pangan

( Ton ) di Sumatera Barat Tahun 2014 -2015.

(19)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

13

Untuk lebih jelasnya jumlah perkembangan ketersediaan dan kebutuhan serta

perimbangan jenis bahan pangan untuk penduduk Sumatera Barat tahun 2014- 2015

dapat dilihat pada tabel 33 - 62 terlampir.

3.3. Distribusi.

3.3.1. Arus Keluar Masuk Pangan

Perkembangan arus distribusi bahan pangan yang masuk maupun yang keluar

Provinsi Sumatera Barat dari tahun 2010 - 2014 masih bervariasi hal ini disebabkan

sulitnya memperoleh data arus keluar dan masuknya barang terutama bahan pangan

melalui Jembatan Timbang Oto ( JTO ). Berdasarkan data JTO bahan pangan yang

dominan masuk ke Sumatera Barat adalah Jagung, ikan laut, cabe. Sedangkan bahan

pangan yang dominan keluar dari Provinsi Sumatera Barat adalah beras, telur, bawang

merah, ikan air tawar dan ayam, Untuk lebih jelasnya perkembangan arus keluar dan

masuknya bahan pangan dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar : 7

Untuk lebih jelasnya data arus distribusi bahan pangan keluar dan masuk melalui

Jembatan Timbang Oto ( JTO ) Provinsi Sumatera Barat tahun 2010

– 2014 dapat

dilihat pada lampiran tabel 63

3.3.2. Perkembangan Harga Pangan

Berdasarkan hasil monitoring pemantauan harga yang telah dilaksanakan oleh

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat periode tahun 2010 - 2014

diketahui bahwa persentase perkembangan harga bahan pangan pokok tingkat

produsen yang paling dominan terdapat pada bawang merah 19.23% dan daging sapi

12,26% sedangkan persentase perkembangan harga tingkat konsumen yang dominan

juga terdapat pada bawang merah 37,23%, dan daging sapi 23.37%. Untuk lebih

jelasnya persentase perkembangan harga bahan pangan pokok tingkat produsen

(20)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

14

danmaupun konsumen pada periode tahun 2010 - 2014 di Sumatera Barat dapat

dilihat grafik pada gambar 8 sebagai berikut

Gambar : 8

Tabel 3. : Rekapitulasi Harga Bahan Pangan Tingkat Konsumen dan Produsen di

Sumatera Barat Tahun 2010 - 2014.

Selanjutnya perkembangan harga bahan pangan dalam tahun 2014 terlihat

lonjakan harga pangan sangat tinggi terutama komoditi bahan pangan pokok beras

kwalitas I /premium dan kwalitas II/medium , cabe merah, bawang merah, daging sapi,

telur ayam ras, ikan air tawar, gula pasir dan minyak goreng. Terjadinya lonjakan harga

pangan ini dipengaruhi oleh keperluan hari

– hari besar keagamaan . Berikut dapat

dipaparkan perkembangan harga bahan pangan tingkat produsen maupun konsumen

perbulan yang terjadi pada tahun 2014 seperti terlihat pada gambar grafik 9 dan 10

dibawah ini.:

(21)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

15

Gambar : 9

Gambar : 10

Untuk lebih jelasnya perkembangan harga perkomoditas bahan pangan di

Sumatera Barat Tahun 2014 setiap bulannya secara terperinci dapat dilihat pada

tabel 64 – 107 terlampir.

3.4. Konsumsi.

3.4.1. Konsumsi dan Pola Pangan Harapan

Kualitas konsumsi pangan penduduk dapat digambarkan melalui keragaman

konsumsi pangan penduduk yakni Konsumsi energi penduduk ( Kkal/Kap/Hari ) dan

konsumsi protein penduduk ( Gram/Kap/Hari ). Salah satu indikator yang digunakan

dalam menilai kualitas konsumsi pangan adalah Pola Pangan Harapan ( PPH ).

Komposisi kelompok pangan tersebut mencakup padi-padian, umbi-umbian, pangan

hewani, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula, sayur dan

(22)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

16

buah serta kelompok pangan lainya. Berdasarkan hasil Susenas perkembangan

konsumsi energi dan protein pada tahun 2010 – 2014, masih bervariasi dengan

rata-rata perkembangan energi 0,09% per tahun dan protein 0,41% per tahun, berikut

perkembangan rata

–rata konsumsi energi dan protein seperti yang terlihat pada

gambar 11 berikut

Gambar : 11

Berdasarkan Anjuran WNPG VIII tahun 2004, standar konsumsi energi yaitu

2.000 kkal/kapita/hari, realisasi konsumsi energi tahun 2014 sudah diatas angka standar

yakni 2.067 Kal/Kap/hr, sedangkan angka konsumsi protein lebih tinggi dari angka

kecukupan yang di anjurkan WNPG VIII tahun 2004, yaitu protein 52 gram/kapita/hari

yang terealisasi 56,00 gram/kapita/hari. Dari segi kualitas/keragaman yang di tunjukkan

oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH), skor mutu konsumsi pangan penduduk periode

2010 - 2014 menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,95%. Untuk lebih jelasnya

perkembangan realisasi konsumsi dan pertumbuhan dapat dilihat tabel sebagai brikut :

Tabel 4. : Rekapitulasi Perkembangan Konsumsi Energi, Protein dan PPH di Sumatera

Barat Tahun 2010 - 2014.

Penurunan mutu konsumsi pangan penduduk menunjukan kurangnya

kesadaran masyarakat akan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pangan beragam tersebut juga ditunjukkan oleh

(23)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

17

pola konsumsi energi kelompok pangan masyarakat terhadap Angka Kecukupan Energi

(AKE) yang masih didominasi kelompok padi - padian sebesar 60 % sedangkan

proporsi idealnya adalah 50 % begitu juga dengan konsumsi pangan yang lainnya masih

belum memenuhi komposisi ideal yang dianjurkan. Untuk lebih jelasnya perkembangan

konsumsi pangan Energi dan protein dan Angka Kecukupan Gizi ( AKG ) serta target

konsumsi pangan penduduk Sumatera Barat Tahun 2010

– 2014 dapat dilihat pada

tabel 107 - 113 terlampir.

3.4.2. Lokasi Rawan Pangan.

Rawan Pangan adalah suatu daerah yang tingkat ketersediaan, akses dan

keamanan pangan sebagian masyarakat dan rumah tangga tidak cukup untuk

memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan.

Berdasarkan hasil Peta Food Security Vulnerability

Atlas (FSVA) Provinsi

Sumatera Barat Tahun 2011, lokasi penduduk yang dikategorikan rawan pangan

prioritas satu (1) terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sedangkan prioritas dua

(2) terdapat di Kabupaten Pasaman, Pesisir selatan, Pasaman Barat, Sijunjung. Lima

Puluh Kota, Padang Pariaman dan prioritas tiga adalah Padang Pariaman. Untuk lebih

jelasnya lokasi penduduk yang rawan pangan dapat dilihat pada tabel 114 terlampir.

3.4.3. Keamanan Pangan Segar dan Sertifikasi

Mutu dan keamanan pangan segar sangat berpengaruh langsung terhadap

kesehatan manusia, oleh sebab itu perlu perhatian dengan ekstra ketat terhadap

produk bahan pangan segar yakni sayuran dan buah

– buahan yang bermutu,

berkualitas dan tidak terlepas dari aspek keamanan panganya.

Berdasarkan hasil uji Laboratorium bahan pangan segar berupa sayuran dan

buah

– buahan terhadap residu pestisida di Sumatera Barat secara umum masih

dalam batas aman untuk di konsumsi, namun ada beberapa komoditi yang sudah di uji

melalui laboratorium hasilnya diatas Batas Maksimum Residu (BMR) yakni bahan

pangan ini sudah tidak layak lagi dikonsumsi karena dapat mengganggu kesehatan

masyarakat. Berikut dapat dipaparkan hasil uji laboratorium jenis bahan pangan segar

berupa sayuran dan buah

– buahan di Sumatera Barat dapat dilihat pada tabel 2

dibawah ini.

(24)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

18

Tabel : 5

Untuk lebih jelasnya hasil uji laboratorium bahan pangan segar berupa sayuran

dan buah – buahan di Sumatera Barat Tahun 2011 - 2014 dapat dilihat pada tabel 115

- 118 terlampir.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut di atas perlu adanya jaminan keamanan

terhadap produk pangan segar yang beredar berupa Sertifikat (Prima 3 dan 2 ) yang

dikeluarkan oleh UPTB-BPSMP Sumatera Barat selaku Lembaga Sertifikasi. Sesuai

dengan PP. No. 28 tahun 2004 bahwa pemerintah berkewajiban untuk melindungi

masyarakat dari pangan yang membahayakan kesehatan.

Sertifikasi bahan pangan segar sayuran dan buah

–buahan yang telah

dikeluarkan oleh UPTB-BPSMP Sumatera Barat dari Tahun 2010 - 2015 berjumlah

176 sertifikat yang terdiri 172 sertifikat prima 3 dan 4 sertifikat prima 2 dengan jenis

komoditi pangan segar baru 16 jenis pangan segar. Berikut dipaparkan hasil sertifikasi

jenis komoditi pangan sayuran dan buah – buahan yang dikeluarkan dari Tahun 2010

- 2015 dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut :

Tabel : 6

Rekapitulasi Komoditi Bahan Pangan Hasil Sertifikasi Prima-3 dan Prima-2

Di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010 - 2015

(25)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

19

Selanjutnya berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel produk pangan

segar terhadap keamanan pangan baik sertifikat Prima 3 maupun prima 2 masih

aman. Untuk lebih jelasnya hasil sertifikasi dan hasil uji laboratorium bahan pangan

segar berupa jenis sayuran dan jenis buah

– buah yang telah dikeluarkan oleh

UPTB-BPSMP Sumatera Barat tahun 2010

– 2015 dapat dilihat pada tabel 119 - 123

terlampir.

4. Kegiatan Strategis Ketahanan Pangan.

Kegiatan strategis ketahanan pangan merupakan kegiatan pemberdayaan

masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka mengurangi jumlah

penduduk miskin melalui penggunaan dana Bantuan Sosial. Kegiatan strategis ketahanan

pangan ini dilaksanakan melalui tiga Tahap yakni tahap penumbuhan , tahap

Pengembangan dan tahap kemandirian yang meliputi kegiatan sebagai berikut:

a. Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat ( P-LDPM).

Tujuan kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat ( P-LDPM)

untuk menjaga stabilisasi harga gabah/ jagung di tingkat petani disaat Panen Raya

dan meningkatkan akses pangan saat panceklik. Selanjutnya kegiatan ini adalah

bagian kegiatan program peningkatan ketahanan pangan yang bertujuan meningkatkan

kemampuan gapoktan dan unit

–unit usaha yang dikelola ( distribusi/ pemasaran dan

cadangan pangan ) dalam usaha memupuk cadangan pangan dan memupuk modal

usahanya dan anggotanya yang bergabung dalam wadah gapoktan serta mendukung

kapasitas gapoktan dalam mengelola distribusi hasil produksinya agar anggota dapat

memperoleh harga yang optimal pada saat musim panen.

Kegiatan penguatan lembaga distribusi pangan masyarakat ( P-LDPM)

dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap penumbuhan dan tahap pengembangan

serta tahap mandiri. Dari tahun 2009

– 2014 kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi

Pangan Masyarakat ( P-LDPM), tahap penumbuhan telah terealisir sebanyak 84

gapoktan dengan jumlah dana bansos Rp. 12.600.000.000, sedangkan pada tahap

pengembangan sudah terealisir sebanyak 73 gapoktan dengan jumlah dana bansos

Rp. 5.400.000.000,- Untuk tahun 2013 kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan

Masyarakat ( P-LDPM) ini mengalami moratorium namun pada tahun 2014 kegiatan ini

dilanjutkan kembali. Berikut ini dapat dipaparkan Lokasi kegiatan penguatan lembaga

distribusi pangan masyarakat yang tersebar di kabupaten/ Kota, tahap penumbuhan

maupun tahap pengembangan di Sumatera Barat dari tahun 2009 - 2014 dapat dilihat

pada tabel 7 dan 8 sebagai berikut :

(26)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

20

Tabel : 7

Tabel : 8

Untuk lebih jelasnya kegiatan bansos Penguatan Lembaga Distribusi Pangan

Masyarakat ( P-LDPM) tahun 2009 – 2014 di Sumatera Barat Dapat dilihat pada tabel 124

terlampir.

b. Lumbung Pangan Masyarakat

Lumbung pangan merupakan lembaga yang dibentuk oleh masyarakat desa/kota

untuk pengembangan penyediaan cadangan pangan dengan sistem tunda jual,

penyimpanan, pendistribusian, pengolahan dan perdagangan bahan pangan berupa

beras yang dikelola secara berkelompok dengan tujuan meningkatkan Cadangan pangan

masyakat khususnya di desa yang rawan pangan.

(27)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

21

Kegiatan ini dilaksanakan tiga tahap yakni tahap penumbuhan yakni pembangunan

Gudang, tahap pengembangan dilaksanakan dua kali berupa pemanfaatan dana bansos

yang diberikan kepada kelompok melalui rekening kelompok masing

–masing sebesar

Rp. 20.000.000 per tahap. Berikut perkembangan kegiatan Lumbung Pangan Masyarakat

yang telah dilaksanakan dari tahun 2009 - 2012 di Sumatera Barat dapat paparkan pada

tabel 9 sebagai berikut :

Lanjutan Tabel :9

(28)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

22

Untuk lebih jelasnya lokasi, nama kelompok yang melaksanakan kegiatan bansos

Lumbung Pangan Masyarakat di Sumatera Barat tahun 2009 – 2014 Dapat dilihat pada

tabel 125 - 126 terlampir.

c. Desa Mandiri Pangan ( Demapan ).

Tujuan kegiatan Desa Mandiri Pangan ( Demapan ) adalah untuk meningkatkan

pendapatan rumah tangga yang disebabkan terjadinya rawan pangan. Kegiatan ini

merupakan pengembangan nagari rawan pangan yang mempunyai potensi sumber daya

alam berupa penambahan modal untuk pengembangan usaha masyarakat miskin melalui

pengembangan Lembaga Keuangan Desa (LKD), sehingga terjadi peningkatan

pendapatan yang berdampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dengan

tahapan-tahapan sebagai berikut yaitu 1).Tahun I, merupakan Tahap Persiapan 2). Tahun

II, merupakan Tahap Penumbuhan 3).Tahun III, merupakan Tahap Pengembangan ,4).

Tahun IV, merupakan tahap kemandirian

Kegiatan DMP ini diberikan dalam bentuk dana bantuan sosial/hibah kepada desa

mandiri pangan, sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat miskin untuk usaha yang

produktif. Dana ini disalurkan langsung dari rekening pemerintah ke dalam rekening

kelompok setelah dilaksanakannya survey lokasi, pembentukan kelompok dan

penyusunan rencana usaha kelompok (RUK).

Secara umum, dana yang disalurkan kepada kelompok-kelompok afinitas yang

tergabung dalam desa mandiri pangan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat miskin

untuk berbagai jenis usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, usaha rumah

tangga dan lain sebagainya. Kegiatan desa mandiri pangan dilaksanakan melalui bansos

yang didanai oleh APBN maupun APBD. Kegiatan Desa Mandiri Pangan ( Demapan ) ini

telah mulai dilaksanakan pada tahun 2009

– 2012, sedangkan pada tahun 2013 - 2015

kegiatan ini mengalami moratorium oleh Kementerian pertanian dan kegiatannya hanya

bersifat pembinaan. Untuk lebih jelasnya lokasi dan jumlah dana bantuan sosial untuk

kegiatan Desa mandiri pangan dari tahun 2009 - 2012 dapat dilihat pada tabel 7 berikut :

(29)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

23

Tabel : 10

Untuk lebih jelasnya lokasi Kecamata, Desa dan nama kelompok yang

mendapatkan Bansos Desa Mandiri Pangan ( Demapan ) di Sumatera Barat tahun 2009 –

2012 Dapat dilihat pada tabel 127 - 128 terlampir.

d. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).

Tujuan kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). adalah

meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam penyediaan sumber pangan yang

beragam, bergizi seimbang dan aman bagi keluarga dan memfasilitasi serta mendorong

optimalisasi

pemanfaatan

lahan

pekarangan.

Dalam

rangka

Percepatan

Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui bansos kelompok KWT telah

memanfaatan dana tersebut untuk kegiatan optimalisasi lahan pekarangan dengan

berbagai usaha – usaha kelompok. Dalam rangka pengolahan hasil kebun kelompok KWT

juga diberikan alat pengolah tepung

– tepungan masing - masing satu unit. Disamping

kegiatan kelompok KWT kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan

(P2KP) juga di sosialisasikan kepada SD/MI yang ada di sekitar lokasi Bansos sehingga

anak

– anak sekolah dapat mengetahui secara umum tentang sumber pangan yang

beragam, bergizi seimbang dan aman dikonsumsi. Berikut realisasi kegiatan (P2KP) yang

telah dilaksanakan di Sumatera Barat Tahun 2009

– 2012 dapat dilihat pada tabel 11

sebagai berikut :

(30)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

24

Tabel : 11

Untuk lebih jelasnya lokasi kecamatan, nagari, desa, dan nama kelompok, jumlah

bansos, kelompok yang mendapatkan alat tepung

– tepungan dan SD/MI yang telah

mendapat sosialisasi tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)

di Sumatera Barat tahun 2009 – 2012 Dapat dilihat pada tabel 129 terlampir.

Pada tahun 2013

– 2014 kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi

Pangan (P2KP) difokuskan pada Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) yang

kegiatannya dilaksanakan oleh kelompok wanita tani/ dasawisma dengan memanfaatkan

dana bansos sebesar Rp.47.000.000,- per kelompok. Dana tersebut digunakan untuk

pembuatan kebun bibit dan kebun anak sekolah. Berikut realisasi kegiatan Kawasan

Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) yang telah dilaksanakan dalam tahun 2013 – 2014 dapat

dilihat tabel 12 sebagai berikut :

(31)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

25

Untuk lebih jelasnya lokasi kecamatan, nagari, desa, dan nama kelompok yang

melaksanakan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL ) tahun 2013

– 2014

dapat dilihat tabel 130 – 132 terlampir.

e.

Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan ( PDRP )

Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan ( PDRP ) merupakan kegiatan dalam

rangka penanggulangan kemiskinanan dan intervensi karena terjadinya bencana alam

( gempa bumi, tsunami dan banjir bandang ). Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada tahun

2010 - 2015 dengan pemanfaatan dana bansos sebesar Rp. 808.625.000,- seperti yang

telihat pada tabel 13 sebagai berikut :

(32)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

26

Untuk lebih jelasnya lokasi kecamatan, desa, dan nama kelompok, jumlah dana

bansos yang di salurkan pada daerah rawan pangan yang diakibatkan karena terjadinya

bencana alam di Sumatera Barat tahun 2010

– 2015 dapat dilihat pada tabel 133

terlampir

5.

Kelembagaan dan Penghargaan Ketahanan Pangan.

5.1. Kelembagaan Ketahanan Pangan.

Berdasarkan otonomi daerah struktur unit kerja ketahanan pangan yang

terbentuk berdasarkan perda di masing

– masing Kabupaten /Kota sangat bervariasi

yakni dalam bentuk badan, dinas dan kantor bahkan ada yang berada dibawah dinas

teknis ( pertanian ). Untuk lebih jelasnya Profil Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKDP

Ketahanan Pangan Provinsi Kabupaten/ kota dapat dilihat pada tabel 134 terlampir.

5.2. Penghargaan Ketahanan Pangan.

Sejalan dengan keberhasilan pelaksanaan pembangunan program peningkatan

ketahanan pangan diberikan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kepada

kelompok masyarakat maupun aparat pelaku di Provinsi Sumatera Barat, yakni

penilaian terhadap calon penerima penghargaan ketahanan pangan dilaksanakan oleh

Tim verifikasi dan hasil dari verifikasi penerima penghargaan tersebut ditetapkan

melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat. Pemberian penghargaan tersebut

diatas diberikan berdasarkan kepada prestasi kerja serta komitmen tinggi dalam

pembangunan peningkatan ketahanan pangan di daerahnya dan antusias kelompok

masyarakat dalam menunjang program peningkatan ketahanan pangan daerah dan

nasional yang mencakup dari 3 ( tiga ) subsistem yakni ketersediaan, distribusi dan

konsumsi pangan, sekaligus untuk memotivasi aktivitas kelembagaan masyarakat

dalam membangunan peningkatan ketahanan pangan khususnya di Sumatera Barat.

Penghargaan yang diterima oleh para kelompok pemenang diberikan berupa

Piala

,

Piagam Penghargaan dan Tabanas.

Sedangkan untuk Tingkat Nasional penerima

penghargaannya ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri pertanian pemenang

diberikan berupa

Piala

,

Piagam Penghargaan dan Tabanas.

Untuk lebih jelasnya

Kelompok tani dan aparat yang menerima penghargaan ketahanan pangan tahun 2010

- 2015 dapat dilihat pada tabel 135 terlampir.

6. Petugas Enumerator Produsen dan Pedagang di Lokasi Panel

Dalam rangka melaksanakan kegiatan pemantauan harga pangan di Kabupaten

/Kota petugas enumerator langsung di koordinir oleh BKP Kementerian RI, sedangkan

petugas enumerator tahun 2013 - 2015 ditetapkan melalui SK Ka. BKP Provinsi

Sumatera Barat untuk bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pemantauan harga di

(33)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

27

tingkat produsen maupun pedagang. Jumlah petugas enumerator produsen

sebanyak19 orang yang tersebar di 13 lokasi dan petugas enumerator di tingkat

Pedagang sebanyak19 orang yang tersebar di 18 lokasi untuk lebih jelasnya data

petugas enumerator produsen dapat dilihat tabel 136 – 137 terlampir

(34)

BADAN KETAHANAN PANGAN SUMBAR

DATA BASE KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

28

(35)

Luas Wilayah Kepadatan ( Km2 ) ( Jiwa/ Km2 ) A KABUPATEN 1 Kepulauan Mentawai 6.011,35 83.603 13,91 2 Pesisir Selatan 5.794,95 446.479 77,05 3 Solok 3.738,00 361.095 96,60 4 Sijunjung 3.130,80 218.588 69,82 5 Tanah Datar 1.336,00 343.875 257,39 6 Padang Pariaman 1.328,79 403.530 303,68 7 Agam 2.232,30 472.995 211,89 8 50 Kota 3.354,30 365.389 108,93 9 Pasaman 3.947,63 266.888 67,61 10 Solok Selatan 3.346,20 156.901 46,89 11 Dharmasraya 2.961,13 216.928 73,26 12 Pasaman Barat 3.887,77 401.624 103,30 KOTA 13 Padang 694,96 889.561 1.280,02 14 Solok 57,64 64.819 1.124,55 15 Sawahlunto 273,45 59.608 217,99 16 Padang Panjang 23,00 50.208 2.182,96 17 Bukittinggi 25,24 120.491 4.773,81 18 Payakumbuh 80,43 125.690 1.562,73 19 Pariaman 73,36 83.610 1.139,72 Jumlah Total 2014 42.297,30 5.131.882 121,33 Tahun 2013 42.297,30 5.066.476 119,78 Tahun 2012 42.297,30 5.000.184 118,22 Tahun 2011 42.297,30 4.933.112 116,63 Tahun 2010 42.297,30 4.865.331 115,03

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Barat 2014

LUAS WILAYAH, JUMLAH PENDUDUK DAN KEPADATANNYA DI PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2014

No Kabupaten / Kota

29

Jumlah Penduduk (Jiwa) TABEL 1 :

(36)

Kecamatan Nagari Kelurahan UPT/Unit Desa Jorong/

Kampung Dusun RT Lingkungan

A KABUPATEN 148 760 - - 44 3.875 346 - -1 Kepulauan Mentawai Tua Pejat 10 - - - 43 - 341 - -2 Pesisir Selatan Painan 15 182 - - - 480 - - -3 Solok Aro Suka 14 74 - - - 414 - - -4 Sijunjung Muaro Sijunjung 8 61 - - 1 285 5 - -5 Tanah Datar Batu Sangkar 14 75 - - - 395 - - -6 Padang Pariaman Pariaman 17 60 - - - 445 - - -7 Agam Lubuk Basung 16 82 - - - 477 - - -8 Lima Puluh Kota Sarilamak 13 79 - - - 410 - - -9 Pasaman Lubuk Sikaping 12 37 - - - 225 - - -10 Solok Selatan Padang Aro 7 39 - - - 269 - - -11 Dharmasraya Sungai Dareh 11 52 - - - 263 - - -12 Pasaman Barat Simpang Empat 11 19 - - - 212 - - -B KOTA 31 - 255 - 82 - 275 4.696 -13 Padang Padang 11 - 104 - - - - 3.384 -14 Solok Solok 2 - 13 - - - - 137 -15 Sawahlunto Sawahlunto 4 - 10 27 - 107 64 -16 Padang Panjang Padang Panjang 2 - 16 - - - - 215 -17 Bukittinggi Bukittinggi 3 - 24 - - - - 338 -18 Payakumbuh Payakumbuh 5 - 72 - - - - 475 -19 Pariaman Pariaman 4 - 16 - 55 - 168 83 -Tahun 2014 179 760 255 - 126 3.875 621 4.696 -Tahun 2013 179 760 259 - 126 3.875 621 4.696 -Tahun 2012 176 755 260 - 125 3.640 525 4.229 39 Tahun 2011 176 648 260 - 125 3.640 525 4.229 39 Tahun 2010 176 628 260 - 126 3.545 525 4.229 39

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Barat Semester I 2015

30

IBU KOTA, JUMLAH KECAMATAN DAN NAGARI DI PROVINSI SUMATERA BARAT PADA SEMESTER I 2015 TABEL 2 :

Kabupaten / Kota

No Ibu Kota

Gambar

Tabel  1  :  Rekapitulasi  Perkembangan  Produksi  Bahan  Pangan  Di  Sumatera  Barat  Tahun 2010 – 2014
Tabel  3.  :  Rekapitulasi  Harga  Bahan  Pangan  Tingkat  Konsumen  dan  Produsen    di  Sumatera Barat Tahun 2010 - 2014
gambar 11 berikut
TABEL 5 : 2009 % 2010 % 2011 % 2012 % 2013 % 01 Kepulauan Mentawai 13,23 20,54 15,10 19,74 14,56 18,85 13,40 16,70 13,3 16,12 02 Pesisir Selatan 44,26 10,56 44,00 10,22 42,42 9,75 38,20 8,68 38,3 8,64 03 Solok 40,81 12,15 41,00 11,74 39,52 11,19 35,70 10,30 36,9 10,26 04 Sijunjung 18,95 9,80 21,10 10,45 20,34 9,94 18,60 8,79 18,4 8,53 05 Tanah Datar 21,78 6,93 23,40 6,90 22,56 6,57 20,40 5,95 19,8 5,77 06 Padang Pariaman 45,15 12,41 46,30 11,86 44,63 11,26 40,40 10,12 36,8 9,17 07 Agam 39,68 9,86 44,90 9,84 43,28 9,39 39,30 8,43 36,1 7,68
+7

Referensi

Dokumen terkait

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang ketahanan pangan serta koordinasi penyuluhan

pada Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Badan Ketahanan. Pangan berupaya agar tujuan yang telah ditetapkan pemerintah

Dokumen Rencana Kerja (RENJA) Badan Ketahanan Pangan Kabuapaten Musi Rawas Tahun 2015 ini adalah merupakan konsekuensi pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 yang kami susun

Satuan Kerja Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2013 memperoleh anggaran dana bersumber dari APBN dengan Program Peningkatan Diversifikasi dan

Dalam rangka mempercepat terwujudnya kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan PP nomor 17 Tahun

Tujuan pelaksanaan manajemen kepegawaian Provinsi Sumatera Barat secara umum adalah agar tersedianya Pegawai Negeri Sipil Daerah yang mempunyai kemampuan melaksanakan tugas

Program Peningkatan Ketahanan Pangan (BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA UTARA). DANA APBD PROVINSI, KEGIATAN PEMBERDAYAAN LUMBUNG PANGAN. Hasil yang ingin dicapai

Sesuai dengan Peraturan Presiden (PP) Nomor 45 Tahun 2015 tentang Kementerian Pertanian, dinyatakan bahwa salah satu tugas dari Badan Ketahanan Pangan (BKP)