Asuhan
Keperawatan Intra
Natal
Niken Andalasari
Fisiologi persalinan
Definisi
•Partus adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yg dapat
hidup dari dalam uterus ke dunia luar
•Partus immaturus: kurang dari 28 mg lebih dari 20 mg dgn
berat janin 500- 1000gram
•Partus prematurus: partus dari hasil konsepsi yg dapat
hidup tetapi belum aterm (cukup bulan). Berat janin 1000-2500 gr atau kehamilan 28-36 mg.
•Partus post matur atau serotinus: partus yg terjadi lebih 2
mg atau lebih dari partus yg diperkirakan
•Abortus: penghentian kehamilan sebelum janin viable, berat janin dibawah 500 gram, atau usia kehamilan < 20 mg.
•Inpartu: wanita yang sedang dalam keadaan persalinan
•Partus biasa atau partus spontan: Bila bayi lahir dengan presentasi belkang kepala tanpa memakai alat atau
pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi, dan berlangsung kurang dari 24 jam.
Sebab Mulainya Persalinan
•Faktor-faktor hormonal : penurunan estrogen dan progesteron.
•Pengaruh prostaglandin meningkat pd mg ke 15
•Struktur uterus yg membesar dan tegang → iskemic otot-otot uterus → mengganggu sirkulasi uteri plasenta
sehingga plasenta menjadi degenerasi.
•Kurangnya nutrisi ke janin maka janin segera dikeluarkan
•Tekanan pada serviks sehingga membangkitkan kontraksi uterus
Tahapan Persalinan Normal
•Partus dibagi menjadi 4 kala 1. Kala I (pembukaan) → 10 cm
2. Kala II (pengeluaran bayi) → kekuatan his dan dan kekuatan mengedan.
3. Kala III (pengeluaran plasenta) → plasenta terlepas dari dinding uterus, setelah 45 – 60 mnt.
4. Kala IV (masa pemulihan): 2 jam setelah plasenta lahir.
Kala I
• Proses membukanya serviks sebagai akibat HIS dibagi dalam 2 fase:
1. Fase laten: berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm. 2. Fase aktif: dibagi 3 fase ;
a. Fase akselerasi; Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm
b. Fase dilatasi maksimal: Dlm waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm
c. Fase deselerasi:Pembukaan menjadi lambat kembali. Dlm wkt 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.
•Mekanisme membukanya serviks pd primigravida; pertama ostium uteri internum akan membuka lebih dahulu, shg
serviks akan mendatar dan menipis, lalu kemudian ostium eksternum terbuka
•Pd multigravida; ostium uteri internum sudah sedikit terbuka. Ostium uteri internum dan eksternum serta penipisan dan pendataran serviks terjadi dalam saat yg sama.
•Ketuban akan pecah sendiri ketika pembukaan hampir lengkap. Tidak jarang ketuban harus dipecahkan ketika pembukaan hampir lengkap atau telah lengkap.
•Bila ketuban pecah sebelum pembukaan 5 cm disebut
ketuban pecah dini.
•Kala I pd primigravida 13 jam, dan multipara 7 jam
Kala I
Mekanisme Persalinan
Tujuh gerakan pada mekanisme persalinan yaitu: 1. Engagement
2. Penurunan 3. Fleksi
4. Putaran paksi dalam 5. Ekstensi,
6. Putara paksi luar (restitusi) 7. Kelahiran melalui ekspulsi.
Engagement
Apabila kepala melewati pintu atas panggul, kepala dikatakan telah menancap (engaged) pada pintu atas panggul.
Penurunan
Penurunan adalah: gerakan bagain presentasi melewati panggul.
Penurunan terjadi akibat tiga kekuatan: 1. Tekanan dari cairan amnion
2. Tekanan langsung kontraksi fundus pd janin 3. Kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen
• Kemajuan penurunan bagian presentasi dapat diketahui mellaui palpasi dan periksa dalam.
Fleksi
Fleksi segera setelah kepala yg turun tertahan oleh serviks, dinding panggul, atau dasar panggul, dalam
keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.
Putaran Paksi Dalam
•Supaya dapat keluar, kepala janin harus berotasi (berputar pd sumbunya).
•Setiap kali terjadi kontraksi, kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot dasar panggul.
•Kepala hampir selalu berputar saat mencapai dasar panggul.
Ekstensi
•Saat kepala janin mencapai perineum, kepala akan defleksi ke arah anterior oleh perineum
•Mula-mula oksiput melewati permukaan bawah
simfisis pubis, kemudian kepala muncul keluar akibat ekstensi: pertama-tama oksiput, kemudian wajah, dan akhirnya dagu.
Restitusi atau Putaran paksi luar
•Setelah kepala lahir, bayi berputar hingga mencapai posisi yg sama dgn saat ia memasuki pintu atas.
•Gerakan ini disebut restitusi
•Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali
sejajar dgn punggung dan bahunya. Dengan demikian, kepala dpt terlihat berputar lebih lanjut.
•Putara paksi luar terjadi saat bahu engaged dan turun dgn gerakan yg mirip dgn gerakan kepala
Ekspulsi
•Setelah bahu keluar, kepala dan bahu diangkat keatas tulang pubis ibu dan badan bayi dikeluarkan dgn
gerakan fleksi lateral kearah simfisis pubis.
•Ketika seluruh tubuh bayi keluar, persalinan bayi selesai.
Mekanisme Persalinan
Mekanisme Persalinan
Kala II
• Pd kala II his menjadi lebih kuat dan lebih cepat, kira-kira 2-3 menit sekali
• Karena biasanya dlm hal ini kepala sudah masuk diruang
panggung, maka pd his dirasakan tekanan pd otot-otot dasar panggul yg secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan.
• Wanita merasa pula tekanan pd rektum dan rasa BAB,
kemudian perineum menonjol dan menjadi lebar dgn anus membuka. Labia mulai membuka dan kemudian kepala janin tampak dalam vulva pada waktu his.
• Primigravida kala II rata-rata 1,5 jam
• Multigravida 0,5 jam.
Pimpinan persalinan
•Dgn demikian kepala janin dilahirkan perlahan-lahan.
•Bila terdpt lilitan tali pusat, lilitan dilonggarkan atau bila sukar dilepaskan dgn menjepit tali pusat dgn 2 kocher, kemudian diantaranya dipotong dgngunting yg ujungnya tumpul.
• Setelah kepala lahir, kepala akan mengadakan putaran paksi luar ke arah letak punggung janin.
• Usaha selanjutnnya melahirkan bahu janin.
• Mula-mula dilahirkan bahu depan, dgn kedua telapak tangan pd samping kiri dan kanan kepala janin. Kepala janin ditarik perlahan-lahan kearah anus sehingga bahu depan lahir.
• Kemudian kepala janin diangkat kearah simfisis utk melahirkan bahu belakang.
• Setelah kedua bahu lahir, maka usaha selanjutnya melahirkan badan janin. Dgn kedua tangan dibawah ketiak janin dan sebagian
dipunggung atas, berturut-turut dilahirkan badan, trokanter ante dan trokanter post
• Tali pusat digunting 5-10 cm dari umbilikus. Caranya tali pusat dijepit dgn 2 canum koher, kemudian diantara kedua canum digunting dgn gunting tumpul.
Kala III
•Didapat dua tingkat kelahiran plasenta; (1) melepasnya plasenta dari implantasinya, dan (2) pengeluaran plasenta dari dlm kavum uteri.
•Pelepasan ini dpt dimulai dari tengah (sentral menurut Schultze), atau dari pinggir (marginal mntr Duncan), atau serempak dari tengah dan dari pinggir plasenta.
•Cara yg pertama ditandai oleh makin panjang keluarnya tali pusat dari vagina tanpa adanya perdarahan pervaginam.
•Sedangkan cara yg kedua ditandai oleh adanya perdarahan pervaginam apabila plasenta mulai terlepas
•Perdarahan tidak lebih dari 400 ml, bila lebih maka patologik.
Untuk mengetahui apakah plasenta telah lepas dari implantasinya, dipakai prasat sbb:
1. Perasat kustner: tangan kanan meregangkan atau
menarik sedikit tali pusat. Tangan kiri menekan daerah diatas simfisis. Bila tali pusat masuk kembali, berarti
plasenta blm lepas dari dinding uterus. Bila tetap atau tdk masuk kembali, berarti plasenta lepas. Perasat ini
dilakukan dgn hati-hati, bila hanya sebagian plasenta terlepas, perdarahan bnyk akan terjadi
2. Perasat Strassman: tangan ka meregangkan atau menarik sedikit tali pst. Tangan ki mengetok-etok fundus uteri. Bila terasa getaran pd tali pst yg diregangkan, berarti plasenta blm lepas, bila tdk terasa getaran, berarti plasenta telah lepas dr dinding uterus
3. Perasat Klein: wanita disuruh mengedan. Tali pusat tampak turun kebawah. Bila pengedannya dihentikan dan tali pusat msk kembali kedalam, berarti plasenta blm lepas dr dinding uterus.
Perasat Crede: dgn cara memijat uterus seperti memeras jeruk agar plasenta lepas hanya dpt
digunakan bila terpaksa misalnya perdaraha. Perasat ini dpt mengakibatkan perdarahan postpartum.
•Setelah plasenta lahir, diteliti kotiledon lengkap atau masih ada yg tertinggal dlm kavum uteri. Serta pinggir plasenta masih didapat hubungan dgn plasenta yg
lain.
•Dan perhatikan kontraksi uterus baik.
Kala IV
Berlangsung 2 jam postpartum, yang harus diperhatikan:
1. Kontraksi uterus baik.
2. Tdk ada perdarahan vagina
3. Plasenta dan selaput ketuban telah lahir 4. Kandung kemih kosong
5. Luka pada perineum terawat dgn baik dan tdk ada hematoma
6. Bayi dlm keadaan baik
7. Ibu dlm keadaan baik, TD normal, tdk ada nyeri kepala.
Faktor esential Persalinan
Yg mempengaruhi proses persalinan dan kelahiran dikenal 5 P:
1. P: passenger (penumpang; janin dan plasenta).
2. P: Passegeway (jalan lahir),
3. P: Power (kekuatan)
4. P: posisi ibu
5. P: psikologi respons
Passenger (penumpang)
Cara penumpang atau janin bergerak disepanjang jalan lahir akibat interaksi beberapa faktor yakni:
1. Ukuran kepala janin
2. Presentasi: ialah bgn tubuh janin yg pertama teraba oleh jari pemeriksa saat periksa dlm
3. Letak
4. Sikap; adalah hubungan bagian tubuh janin yg satu dgn yg lain. 5. Posisi janin
Macam-macam presentasi Janin
28
Presentasi Kepala
Macam-macam presentasi Janin
29
Macam-macam presentasi Janin
30
Jalan lahir (Passageway)
Jalan lahir terdiri dari
•Panggul ibu, yakni bagian tulang yg padat, dasar panggul,
•Vagina, dan introitus vagina (lubang luar vagina)
Bentuk panggul
Power
Kekuatan yang mendorong janin keluar
•Kontraksi uterus / his
-Intensitas : kekuatan his
-Frekuensi : jumlah his dalam waktu tertentu, dipakai dalam per 10 menit
-Durasi his : lamanya setiap his berlangsung diukur dengan detik
-Interval : masa relaksasi
Perubahan akibat his
-Pada uterus dan serviks : uterus teraba keras/padat karena kontraksi, serviks menjadi mendatar
(efisemen) dan terbuka (dilatasi)
-Pada ibu : rasa nyeri karena iskemia dan kontraksi rahim, tekanan pada serviks, juga ada kenaikan nadi dan TD
-Pada janin : pertukaran oksigen pada sirkulasi utero-plasenter kurang, timbul hipoksia janin.
Pembagian his & sifatnya
-His pendahuluan:
His tidak kuat, tidak teratur, menyebabkan show -His pembukaan (Kala I):
His pembukaan serviks sampai pembukaan lengkap Mulai kuat, teratur dan sakit
-His pengeluaran (His mengedan / Kala II)
Sangat kuat, teratur, terkoordinasi dan lama
His untuk mengeluarkan janin, disertai dengan keinginan mengejan
-His pelepasan uri (Kala III)
Kontraksi sedang untuk melepaskan dan melahirkan plasenta
-His pengiring (Kala IV)
Kontraksi lemah, masih sedikit nyeri, pengecilan rahim dalam beberapa jam atau hari
Psikologis Respon
-Pengalaman sebelumnya
-Kesiapan emosi
-Persiapan
-Lingkungan
-Mekanisme coping
-Sikap terhadap kehamilan
Posisi Ibu
Hubungan fungsional antara kontraksi uterus,janin dan panggul ibu berubah akibat perubahan posisi ibu,selain itu pengaturan posisi dapat memberi keuntungan atau kerugian mekanisme persalinan dengan mengubah efek gravitasi dan hubungan antara bagian-bagian tubuh yang penting bagi kemajuan persalinan
Suami / Pasangan selama proses
persalinan
Suami adalah pasangan istri yang mendukungnya dalam proses persalinan,peran suami sangat ideal sebagai pemimpin persalinan,diharapkan untuk membantu secara aktif dalam menghadapi
persalinan
Banyak rumah sakit mendorong suami untuk hadir selama persalinan dan melahirkan karena peran suami sangat berarti bagi ibu yang akan bersalin
Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut 2. Resiko infeksi
3. Resiko perdarahan
4. Resiko kurangnya volume cairan
• Mencegah perdarahan
Perdarahan pasca partum dianggap terjadi jika kehilangan darah mencapai 500 ml atau lebih dalam 24 jam pertama setelah melahirkan,tanda-tanda vital harus diperiksa,dicatat dan harus dalam batas normal,uterus harus sering dipalpasi untuk memastikan uterus tidak berisi darah,pemberian
uterotonika dan melakukan masage uterus bisa
meningkatkan kontraksi uterus sehingga perdarahan bisa diatasi
• Mencegah distensi kandung kemih
Kandung kemih yang penuh akan menekan uterus ke atas dan kesebelah garis kanan bawah ,posisi ini akan
menyebabkan uterus relaksasi akibatnya terjadi perdarahan,dorong ibu untuk berkemih spontan
•Menjaga keamanan
Ibu dibiarkan beristirahat dengan nyaman ditempat tidur, perlu banyak istirahat agar sistem tubuhnya dapat beradaptasi kembali terhadap perubahan volume cairan,pada waktu akan melakukan
ambulasi dapat dilakukan dalam 2 jam pertama atau tergantung pada tekanan darah,jumlah
kehilangan darah jenis dan jumlah obat anestesi dan analgesia yang diberikan selama persalinan
kelahiran, tingkat nyeri yang jelas terlihat waktu ibu bergerak.
•Menjaga kebersihan
Perawatan perineum akan menambah kenyamanan dan keamanan ibu ( pencegahan infeksi ),dianjurkan untuk mengganti pembalut setiap kali ke kamar
mandi
• Kontraksi uterus dapat menimbulkan tingkat kenyamanan dan rasa tidak enak yang dikenal sebagai nyeri pasca
melahirkan (afterpain)
Selama 2 jam pertama setelah melahirkan kontraksi uterus menjadi teratur dan kuat,untuk membantu memberi rasa tidak nyaman, melakukan hal-hal berikut :
1.Menjelaskan fisiologi normal nyeri setelah melahirkan 2.Menolong ibu mempertahankan kandung kemih kosong 3.Menempatkan selimut hangat di atas perut ibu
4.Memberi analgesik
5.Anjurkan latihan relaksasi dan pernafasan
• Mempertahankan keseimbangan cairan dan nutrisi
Pembatasan asupan cairan dan nutrisi serta kehilangan cairan ( darah,keringat dan muntah ) selama proses
persalinan dapat membuat tiba-tiba ingin segera makan dan minum setelah melahirkan,jenis makanan dan cairan yang diberikan tergantung pada beberapa faktor ,seperti jenis anestesi yang diberikan,jumlah perdarahan yang hilang waktu melahirkan.