dampak perubahan kemampuan lahan gambut di provinsi riau
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil pemodelan, terdapat 4 kelas perubahan penggunaan lahan yang memiliki peluang cukup tinggi untuk berubah menjadi perkebunan (antara 0,5 – 1), yaitu perubahan
Di Provinsi Aceh, salah satu wilayah ekosistem rawa bergambut yang telah dikonversi menjadi lahan perkebunan dan pertanian terdapat di areal Hutan Gambut Rawa
Tutupan lahan gambut di Provinsi Riau pada umumnya terdiri dari hutan rawa primer, hutan rawa sekunder, hutan tanaman industry (HTI), perkebunan, dan
Lahan gambut pedalaman berada pada landscape dengan elevasi yang lebih tinggi dari lahan gambut pantai, dan ditandai dengan adanya masukan lateral kedalam sistem hidrologi
Menurut Masganti (2013), pemilihan lahan gambut sebagai pemasok bahan pangan pada masa mendatang didasarkan atas pertimbangan (1) produktivitas masih rendah, (2)
Model pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan pada lahan gambut di Provinsi Riau membutuhkan data-data tentang lahan dan sosial-ekonomi yang terpadu. Penelitian
Berdasarkan hasil pemodelan, terdapat 4 kelas perubahan penggunaan lahan yang memiliki peluang cukup tinggi untuk berubah menjadi perkebunan (antara 0,5 – 1), yaitu perubahan
Gambut di Riau umumnya merupakan gambut ombrogen, terutama gambut pedalaman yang terdiri atas gambut tebal dan miskin unsur hara, digolongkan ke dalam tingkat oligotrofik1 sampai 15%