• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Lampu Tidur Sensor Gerak Hemat Energi dengan Pendekatan House of Quality

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perancangan Lampu Tidur Sensor Gerak Hemat Energi dengan Pendekatan House of Quality"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Perancangan Lampu Tidur Sensor Gerak Hemat

Energi dengan Pendekatan

House of Quality

Rosnani Ginting(1), Siti Soraya Faiza Nasution(2)

(1), (2)

Universitas Sumatera Utara Jl. Dr. Mansyur no. 9, Medan

(1)

[email protected]

ABSTRAK

Dalam kondisi ketersediaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi yang semakin berkurang membuat manusia harus mampu menggunakan sumber daya alternatif sebagai sumber energi. Salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan adalah cahaya matahari. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk merancang suatu lampu tidur hemat energi dengan memanfaatkan cahaya matahari. Dalam merancang produk tersebut digunakan pendekatan House of Quality, yaitu suatu alat berkualitas yang membantu menerjemahkan keinginan pelanggan menjadi produk baru yang benar-benar memuaskan kebutuhan mereka. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesulitan dengan nilai tertinggi adalah karakteristik teknik komposisi produk, derajat kepentingan nilai tertinggi adalah karakteristik teknik komposisi produk, dan perkiraan biaya termahal adalah komposisi produk.

Kata kunci—Hemat energi, House of Quality, Lampu tidur, sensor gerak

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Produk ramah lingkungan menjadi isu yang paling penting bagi industri manufaktur yang memaksa industri untuk meningkatkan kesadaran mereka akan pertimbangan lingkungan dan menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan lingkungan. Produk akan diterima tidak hanya berdasarkan kualitasnya tapi juga memenuhi persyaratan lingkungan. (Pusporini, 2013)

Lampu merupakan salah satu komponen penting dalam penerangan di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Lampu memberikan manfaat yang sangat besar khususnya pada malam hari. Teknologi lampu dalam memberikan pencahayaan saat ini telah banyak membantu aktifitas masyarakat dalam melakukan pekerjaannya sehari – hari.

Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan penggunaan listrik yang boros, maka dirancanglah suatu lampu tidur otomatis dengan menggunakan sensor gerak yang akan membacanya melalui gerakan. Selain itu lampu tidur ini menggunakan solarcell dan baterai yang akan menjawab permasalahan hemat energy dengan bantuan cahaya matahari.

Pada perancangan lampu tidur sensor gerak digunakan pendekatan House of Quality (HOQ). QFD merupakan metode yang dapat digunakan dalam proses perancangan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan konsumen. Tujuan utama dari QFD adalah menentukan prioritas kriteria rancangan yang menjadi fokus utama dalam perancangan dan pengembangan produk (Reilly, 1999). Alat perencanaan utama yang digunakan dalam QFD adalah House of Quality. House of Quality menerjemahkan suara pelanggan ke dalam persyaratan desain yang memenuhi target nilai tertentu dan menyesuaikannya dengan organisasi atau perusahaan yang akan merancang persyaratan desain tersebut. Keuntungan metode QFD yaitu dapat mereduksi waktu dan biaya dalam proses pengembangan produk.

Perusahaan dapat melakukan inovasi dengan menerapkan tools dan metode berkaitan dengan upaya inovasi. Metode dan tools diterapkan perusahaan untuk mengkomersialkan produk dan menciptakan inovasi yang akan meningkatkan nilai produk. Quality Function Deployment (QFD) merupakan salah satu metode untuk pengembangan produk berorientasi pelanggan (Miguel,

(2)

berbagai alat pendukung teknis secara efektif dan pelengkap antara satu sama lain untuk mempriori taskan setiap permasalahan.

Berdasarkan latar belakang di atas, tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi lampu tidur yang diinginkan konsumen dan menerapkan pendekatan House of Quality (HOQ) dalam penyempurnaan perencanaan perancangan lampu tidur sensor gerak. Sementara manfaat yang dapat diberikan dari tulisan ini adalah membantu perusahaan dalam merancang lampu tidur yang diinginkan konsumen dan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.

II. METODOLOGI PENELITIAN

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuisioner. Kuisioner yang digunakan didasarkan pada bentuknya ialah kuisioner terbuka dan tertutup. Kuisioner terbuka digunakan sebagai survei awal untuk membantu penentuan atribut keinginan responden terhadap produk lampu tidur sensor gerak sedangkan kuisioner tertutup yang digunakan adalah kuisioner dengan menggunakan skala likert. Metode sampling yang digunakan adalah simple

random sampling dan teknik sampling dengan menggunakan metode Slovin.

Tahapan-tahapan dalam merancang produk yaitu menyebar kuisioner terbuka dan tertutup kepada responden, melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap hasil pengumpulan kuisioner, menentukan tingkat kepentingan relatif dari atribut produk, m

engevaluasi atribut produk

pesaing, dan p

embuatan House of Quality.

Langkah-langkah House of Qualitydimulai dari mengidentifikasikan keinginan konsumen ke dalam bentuk atribut produk dan diuji sejauh mana tingkat kepuasan konsumen terhadap produk, menentukan tingkat kepentingan relatif dari atribut produk yang dilakukan dengan memberikan bobot persentase pada masing–masing atribut dengan menggunakan skala prioritas, mengevaluasi atribut produk pesaing, menggambarkan matriks perlawanan antara atribut produk dengan karakteristik teknik, mengidentifikasi hubungan antara atribut produk dengan karakteristik teknik, mengidentifikasi interaksi yang relevan antara karakteristik teknik dengan menggunakan matriks

roof yang akan mempermudah dalam pemeriksaan setiap pasangan karakteristik teknik,

menentukan target pencapaian untuk setiap karateristik teknik yaitu tingkat kesulitan pembuatan produk, tingkat kepentingan dan perkiraan biaya, terakhir digambarkan house of quality yang merupakan gabungan semua karakteristik teknik, atribut yang diinginkan konsumen, posisi lampu tidur sensor gerak rancangan dan pesaing terhadap atribut yang sama.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pengolahan Hasil Kuisioner

Data yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada 86 responden, diketahui bahwa terdapat 10 variabel produk lampu tidur sensor gerak yang menjadi keinginan responden. Hasil yang dapat diambil dalam perancangan produk lampu tidur sensor adalah sebagai berikut:

1. Dimensi produk 15 (diameter) dan 25 (tinggi) 2. Bentuk lampu bulat

3. Bahan badan terbuat dari alumunium 4. Bahan kap lampu terbuat dari kain 5. Warna badan adalah cokelat 6. Warna kap lampu adalah cream

7. Motif badan adalah menyerupai pohon 8. Motif kap lampu adalah daun

9. Fungsi tambahan pada lampu adalah solarcell

10.Hiasan dari stiker daun

B. Validitas dan Reliabilitas Data

(3)

Tabel 1Perhitungan Validitas

Atribut Koefisien Korelasi r Tabel N Keterangan

1 0,302 0,2 86 Valid 2 0,414 0,2 86 Valid 3 0,369 0,2 86 Valid 4 0,367 0,2 86 Valid 5 0,479 0,2 86 Valid 6 0,482 0,2 86 Valid 7 0,389 0,2 86 Valid 8 0,414 0,2 86 Valid 9 0,302 0,2 86 Valid 10 0,352 0,2 86 Valid

Nilai koefisien korelasi product moment untuk semua atribut berada di atas 0,2, maka dapat disimpulkan bahwa atribut- atribut pertanyaan pada kuisioner adalah valid atau dengan kata lain terdapat konsistensi internal dalam variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kuisioner merupakan instrumen yang valid dan dapat dipergunakan untuk mendapatkan informasi dari responden. Pengolahan data kuisioner manghasilkan nilai reliabilitas masing-masing atribut produk lebih besar dari 0,6 yang berarti hasil yang diperoleh reliable untuk semua jenis atribut. Oleh karena itu, kuesioner bersifat reliable dan dapat digunakan kembali apabila dibutuhkan.

C. Penyusunan House of Quality

Prosedur penyusunan matriks House of Quality adalah sebagai berikut.

1) Menentukan tingkat kepentingan relatif dari atribut produk: Penentuan tingkat

kepentingan relatif atribut ini dilakukan dengan memberikan bobot persentase pada masing–masing atribut dengan menggunakan skala prioritas. Dalam hal ini, digunakan modus yang didapat dari kuesioner tertutup sesuai dengan skala Likert yang dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2Modus Atribut Lampu Tidur Sensor Gerak

No Primer Sekunder Tersier Tingkat Kepentingan

1 Dimensi Dimensi 15 (d), 25 (t) 4

2 Desain Warna badan Cokelat 5

Motif badan Pohon 4

Hiasan Stiker daun 3

Warna kap Cream 3

Motif kap Daun 5

Bentuk lampu Bulat 5

3 Fungsi Fungsi tambahan Solar cell 3

4 Bahan Bahan badan Alumunium 5

Bahan kap Kain 5

2) Mengevaluasi atribut produk pesaing: Atribut-atribut produk untuk pesaing 1, pesaing 2,

dan pesaing 3yang telah ditabulasi dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3Atribut Produk Lampu Tidur Sensor Gerak Pesaing I, II, dan III

No Primer Sekunder Tersier

Peringkat

P1 P2 P3

1 Dimensi Dimensi 15 (d), 25 (t) 3 4 5

2 Desain Warna badan Cokelat 3 4 4

Motif badan Pohon 4 3 5

(4)

No Primer Sekunder Tersier

Peringkat

P1 P2 P3

Bentuk lampu Bulat 3 5 3

3 Fungsi Fungsi tambahan Solar cell 3 4 4

4 Bahan Bahan badan Alumunium 4 4 5

Bahan kap Kain 4 2 1

3) Menentukan target pencapaian untuk setiap karateristik teknik: Pada langkah ini,

ditentukan target yang harus dicapai untuk masing-masing karakteristik teknik yaitu tingkat kesulitan pembuatan produk, derajat kepentingan, dan perkiraan biaya. Tingkat kesulitan ditentukan dari hubungan antar sesama karakteristik teknik. Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan semua bobot nilai hubungan kemudian membagi bobot dari tiap-tiap karakteristik teknik dengan jumlah bobot. Selanjutnya, tingkat kesulitan diberikan berdasarkan kriteria rentang persentase yang diperoleh:

1 = Mudah = 0 – 5,99 % 2 = Cukup mudah = 6 – 11,99 %

3 = Sulit = 12 – 17,99 %

4 = Sangat sulit = 18 – 23,99 % 5 = Mutlak sulit >24 %

Perhitungan tingkat kesulitan setiap karakteristik yaitu bobot tiap karakteristik teknik dibagi dengan total bobot karakteristik teknik. Perhitungan derajat kepentingan untuk atribut produk dengan karakteristik teknis yaitu bobot tiap karakteristik teknik dengan atribut dibagi dengan total bobot karakteristik teknik dengan atribut. Nilai perkiraan biaya berdasarkan faktor tingkat kesulitan, semakin sulit suatu karakteristik teknik dibuat, akan semakin mahal pula alokasi biayanya. Perkiraan biaya dinyatakan dalam persen dan dipengaruhi berbagai pertimbangan dari si perancang sendiri.

4) Pembuatan House of Quality:

Selanjutnya digambarkan

house of quality

yang

merupakan gabungan semua karakteristik teknik, atribut yang diinginkan

konsumen, posisi lampu tidur pesaing dan terhadap atribut yang sama. Semuanya

dibuat dalam rumah mutu dengan menggunakan metode QFD.

(5)

Derajat Hubungan V = Tingkat hubungan kuat, bobot = 4 v = Tingkat hubungan sedang, bobot = 3 x = Tingkat hubungan lemah, bobot = 2 X = Tidak ada hubungan, bobot = 1

Persepsi Konsumen 5 = Sangat baik 4 = Baik 3 = Cukup 2 = Buruk 1 = Sangat buruk Lampu Tidur Sensor Gerak Pesaing 1 Pesaing 2 Pesaing 3 LT A B Tingkat Kesulitan 1 = Tidak Sulit 2 = Sedang 3 = Sulit 4 = Sangat Sulit 5 = Mutlak Sangat Sulit

Derajat Kepentingan 1 - 10 = Kurang penting 11 – 20 = Penting 21 – 30 = Sangat penting Perkiraan biaya 0-10 = Murah 10-20 = Sedang 20-30 = Mahal Persepsi Konsumen 5 4 3 2 1 - B -LT -B -K A R A K T E R IS T IK T E K N IK R el a ti ve I m p o rt a n ce C BC LT - -LT CA CA A B A A BC LT LT BC -LT A C LT LT - -- LT BA - -- LT -

-Fungsi Tambahan tempat sabun, odol dan cermin

Bahan Tambahan Tempat Sikat Gigi Cermin

Dimensi Cermin 20;5;0,5 cm Warna Tempat Sikat Gigi Silver Bentuk Tempat Sikat Gigi Persegi Panjang X 5 X X X X X 5 V V v v v v V X

Motif Tempat Sikat Gigi Jejak

Tangan 5 X X X x x x v

Jumlah Lubang Tempat Sikat

Gigi 4 5 x v x x V x X

Bentuk Cermin Tempat Sikat

Gigi Persegi Panjang 5 v v x x x x X

Posisi Peletakan Tempat Sikat

Gigi Digantung 5 v v v x v x X X 5 X X x X X X v 4 v V V v v X x 5 v v V x x X v 4 v V v v V x

Dimensi Tempat Sikat Gigi 20;10;9 cm K o m p o si si C et ak an K ep ad at an C et ak an K ad ar A li m in iu m K ec ep at an p en u an g an K et el it ia n P en g g er in d aa n K et el it ia n p en g eb o ra n Ja ra k S em p ro t P il o x Tingkat Kesulitan 4 Satuan 4 3 3 3 s Kg/ cm³ 2 rpm % %

Ketahanan Meja 4-6 TahunDerajat Kepentingan (%) 16 16 16 17 8 16 2 m/s

11 ºC

Ketahanan Meja 4-6 TahunPerkiraan Biaya 19 19 10 14 14 14 10

B

Fungsi tambahan : Plat nama Warna bahan tambahan: Coklat

Dimensi tempat kartu nama: 14 x 10 x8 cm

Warna tempat kartu nama: Biru muda

Bentuk tempat kartu nama: Balok

Motif tempat kartu nama: Belah ketupat

Tekstur tempat kartu nama: Halus

Bahan fungsi tambahan: Kayu Bentuk fungsi tambahan: segitiga

Cara peletakan kartu nama: Vertikal X 4 X X X X X 2 V V V V X v V X X 4 X X X X X V X 3 X X X X X X V 2 V V V X v X V 4 V V V x v X V 3 X X x v v X V 2 v V V X v X V 4 v V V X v X V 2 v V v X V x A A BA X 3 X X X X X 4 V V V V V v V X X 4 X X X x X v v 2 v V x V X x X 1 X X X v X X v 4 X v x v v X X 2 X X X x X V x 3 V V v X v X v 3 V V V V v X v 2 v v v v v X Tingkat Kesulitan 3 Satuan 4 3 4 3 S Kg/ cm³ 3 m/s % %

Ketahanan Meja 4-6 TahunDerajat Kepentingan (%) 14 16 14 14 17 12 2 m

11 %

Ketahanan Meja 4-6 TahunPerkiraan Biaya 14 18 14 14 18 14 9 -Tingkat Kesulitan 4 Satuan 3 3 2 2 s Kg/cm³ 2 m/s % %

Ketahanan Meja 4-6 TahunDerajat Kepentingan (%) 17 15 13 16 12 12 2 m

13 %

Ketahanan Meja 4-6 TahunPerkiraan Biaya 18 16 15 16 14 15 16

V X V X X X x X v V V X V X X X x X V V V K o m p o si si P ro d u k K ep ad at an L am p u K ek u at an B ah an U si a P ak ai T in g k at P en er an g an P en g ec at an B er at L am p u

Fungsi tambahan solar cell Bahan badan alumunium

Bahan kap kain

Hiasan dari stiker Bentuk lampu bulat

Dimensi diameter 15 cm dan tinggi 25 cm x x X x x v x x v x x x x x x K o m p o si si P ro d u k K u al it as L am p u K ek u at an B ah an U si a P ak ai T in g k at P en er an g an P en g ec at an B er at L am p u

Warna badan coklat x x x x x V x

Warna kap cream x x x x V V x

Motif badan pohon x x x x x V x

Motif kap daun x x x x x V x

V V V V x V V V V V V V V v x v V x x x x x v V V x V v

Gambar 1Quality Function Deployment

Dari Gambar 1 dapat disimpulkan bahwa karakteristik teknik dengan tingkat kesulitan tertinggi yaitu komposisi produk, derajat kepentingan terpenting yaitu komposisi produk, semua karakteristik teknik memiliki perkiraan biaya yang mahal tetapi untuk karakteritik teknik penerangan memiliki biaya yang murah.

D. Rancangan Produk

Berikut merupakan gambar hasil rancangan lampu tidur sensor gerak yang digambar menggunakan SolidWorks dapat dilihat pada Gambar 2.

(6)

Gambar 2 Hasil Rancangan Lampu Tidur Sensor Gerak

IV. PENUTUP

Dari pengolahan pendekatan House of Quality (HOQ) didapatkan bahwa tingkat kesulitan tertinggi berada pada karakteristik teknik komposisi produk, sementara derajat kepentingan pada komposisi produk, dan perkiraan biaya tertinggi pada komposisi produk. Tiga karakteristik teknik tersebut menjadi prioritas perbaikan selanjutnya. Spesifikasi rancangan lampu tidur sensor gerak antara lain dimensi produk (diameter 15 cm dan tinggi 25 cm), bahan badan terbuat dari alumunium, bahan kap terbuat dari kain, warna badan adalah cokelat, warna kap adalah cream, motif badan menyerupai pohon, motif kap adalah daun, fungsi tambahan pada lampu adalah solar cell, hiasan adalah stiker.

Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya yaitu dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan sensor gerak dan solar cell sehingga di kemudian hari rancangan produk ini dapat direalisasikan dan dapat dijual ke pangsa pasar, selain itu juga dilakukan penelitian dengan memperluas cakupan penelitian ke fase-fase QFD berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ginting, Rosnani, 2010, Perancangan Produk, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Imron, Bukhari, 2014, “Rancangan Produk Charger Handphone Portable dengan Metode Quality Function Deployment (QFD)”, dalam Jurnal Online Institut Teknologi Nasional.

Jaiswal, Eshan, 2012, “A Case of Study on Quality Function Deployment (QFD)”, dalam Journal of Mechanical and Civil Engineering.

Miguel, Paulo Augusto Cauchick, 2007, “Innovative new product development: a study of selected QFD case studies”, dalam TQM Magazine.

Prabowo, Rony, 2013, “Strategi Peningkatan Kualitas Produk dengan Metode Quality Function Deployment di PT. Karya Teknik Persada Surabaya”, dalam Jurnal ITATS.

Pusporini, Pregiwati, 2013, “Integrating Environmental Requirements into Quality Function Deployment for Designing Eco-Friendly Product”, dalam International Journal of Materials, Mechanics and Manufacturing.

Reilly, Norman B, 1999, “The Team based Product Development Guidebook”, ASQ Quality Press. Sinulingga, Sukaria, 2012, Metode Penelitian, Medan: USUpress.

Wagiono, Yayah K, 2007, “Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Informasi Penyempurnaan Perakitan Varietas Melon”, dalam Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian.

Gambar

Tabel 3 Atribut Produk Lampu Tidur Sensor Gerak Pesaing I, II, dan III
Gambar 1 Quality Function Deployment
Gambar 2 Hasil Rancangan Lampu Tidur Sensor Gerak

Referensi

Dokumen terkait