• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dibagikan cuma-cuma oleh Tabitha Ministries

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dibagikan cuma-cuma oleh Tabitha Ministries"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Dibagikan cuma-cuma oleh Tabitha Ministries

(2)

3 4 6 10

16 20 26 30 31 Apa Kata Anda

Nubuatan Untuk Tahun 2013

Dilahirkan Untuk Menang (Gloria Copeland) Pagar Berkat (Margie Niode)

Bungkuslah Dirimu Dengan Firman Dan

Bergeraklah Dengan Bebas (Gloria Copeland) Naik Ke Atas? (Kenneth Copeland)

Rumus Pernikahan Yang Bahagia (Gloria Copeland) Doa Bagi Pernikahanmu

Doa Bagi Anak-Anakmu

—Foto-foto oleh Maggy Horhoruw;

Foto halaman depan: Summer Palace, Beijing, China —

T

abitha Ministries

secara resmi dan sah lahir pada tanggal 1 Mei 2000. Pelayanan ini adalah sebuah yayasan nir-laba dengan N.P.W.P. 1.980.672.8-021. Visi kami ialah untuk memuridkan umat Tuhan agar mereka dapat menikmati ke-hidupan surgawi di dunia ini.

Karena kami percaya bahwa Firman Tuhan yang diurapi akan mengangkat beban dan menghan-curkan kuk saat umat Tuhan men-dengar, percaya dan melakukan kebenaran, oleh karena itu kegia-tan Misi yang kami lakukan ialah

mengabarkan dan mengajarkan Firman Tuhan di dalam kebaktian/ seminar pada:

Rabu jam 18:30 di Gedung Istana Kana Jl. R.P. Soeroso No. 24 Jakarta Pusat

Jika anda ingin membeli CD khotbah kami, silahkan kirim surel

ke [email protected].

Daftar CD kami juga dapat dilihat di situs kami bagian Media. Jika anda terpanggil untuk menjadi mitra kerja kami, anda dapat menghubungi kami di alamat surel di atas atau anda dapat

memasuk-kan data di situs kami.

Jika anda mau terlibat dalam pelayanan ini melalui taburan anda, silahkan kirim benih anda ke rekening:

Yayasan Tabitha No. 237-3007935 Bank Central Asia Cab. Pondok Indah Jakarta

Kami berdoa supaya anda menjadi contoh bagi orang-orang percaya dalam perkataan, perbua-tan, kasih, roh, iman, dan kesucian (1 Timotius 4:12). Amin.

Siapakah Kami?

(3)

Salam Sejahtera di dalam Tuhan Yesus,

Kami ditinggal surat ini dalam keadaan sehat. Kamipun berharap Tabitha Ministries ditemui surat kami ini dalam keadaan sehat serta diberkati Tuhan. Di awal tahun 2013 kami masuki dengan hati yang baru karena kami kembali dikunjungi oleh Tabitha Ministries. Kami bersyukur sekali karena lewat buku Tabitha Ministries se-mangat untuk melayani kembali bangkit, apalagi kami sudah mem-bacanya.

Kami tidak bisa membalas kebai-kan hati Tim Tabitha Ministries yang sudah mengunjungi kami di kampung Kalimantan Barat. Doa kami biarlah keluarga Tabitha Ministries diberkati Tuhan Yesus dan terus mengalir urapan Roh Ku-dus memenuhi pelayanan Tabitha Ministries.

Kebajikan dan kemurahan se-lalu mengikuti langkah keluarga Tabitha Ministries serta donatur yang sudah membiayai pengiriman kepada kami.

Tuhan Yesuslah yang mengembali-kan berkat-berkat itu. Amin.

DN, KalBar

Dari sekian banyak buku-buku yang saya beli dan dari banyak buku serta majalah yang telah saya baca, betapa tidak ada yang sep-raktis, seringkas tapi isinya begitu menusuk bahkan amat sangat men-gena sampai ke relung hati yang paling dalam.

Tolong TABITHA saya sangat haus akan Firman Tuhan yang di sam-paikan melalui hamba-hambaNya lewat media Tabitha.

Ap a K at a An d a . . .

Kesaksian anda dapat disampaikan melalui

surel ([email protected]), fax (021-737-5447), atau

surat (P.O. Box 255/CPA-HU, Tangerang 15421).

Saya amat sangat merindukanmu untuk dapat mendatangi saya setiap terbitan tanpa ada celah walau cuma satu kali terbitan, saya ingin secara rutin kamu datang ke alamatku sampai keadaanku betul-betul dipulihkan.

Saya setiap bulannya sangat menanti-nanti kehadiranmu. To-longlah Tabitha, untuk sementara jangan ada selanya setiap kamu terbit meluncurlah ke alamatku. Terimakasih atas terkabulnya per-mohonanku.

PW, DIY

Shalom ! Ternyata berdiri teguh atas apa yang Firman Tuhan kata-kan sungguh luar biasa ! Rumah kami terhindar Banjir...! Suara kita adalah suara kemenangan di muka bumi. Puji Tuhan, Haleluya. Memang bagi orang dunia yang tidak mengenal dan perlu mem-baca Kejadian 9, terutama pada

saat Tuhan berfirman menyatakan

janji-Nya.. “Bahwa tidak akan kena air bah (banjir) – Ayat 11.

(4)

“B

ERDIAMLAHDITEMPATMU

! J

ANGANBERGEMING

! BERKAT

MU YANGTERBESARSUDAHDITANGANMU

.T

IDAKADAORANGYANGDAPAT MENGHENTIKANRENCANA

K

UBAGIMU

. I

TUADALAHRENCANAYANG

DIBERKATI.

TETAPLAH BERDIRI DI ATAS FIRMANKU.

T

ETAPTEGUHDIDALAMIMAN

! B

ERSIKERAS BERJALANDALAMPERINTAHKASIH

K

U

.

TIDAK ADA IBLIS, PEMERINTAH, MANUSIA

YANG DAPAT MENGUTUK APA YANG TELAH AKU BERKATI.

P

ERCAYALAHITU

. K

ETAHUILAHITU

! E

NGKAUADALAHMILIK

K

U

BUKANMILIKDUNIA

! K

ITAAKANMELAKSANAKANRENCANA

BERKAT

BERSAMA

-

SAMA

. A

KUMENGAJARKANENGKAUTENTANG

K

ASIH

K

ARUNIA

.

T

ARUHLAHITUDIPIKIRANMUSEPANJANGTAHUN

2013,

DANSELANJUTNYA

.

J

ANGANPERNAHMELEPASKANNYA

. A

PAYANGDAPATAKULAKUKANYANG MELAMPAUISEGALAYANGENGKAUMINTAATAUPIKIRKANIALAH

MEMBUAT

SEMUA KASIH KARUNIA

BERLIMPAHATASMU

,

DANITULAHYANG SEKARANGTERJADIBAGIMUDANBAGINEGARAMU

. DIBERKATILAH!

N

IKMATI

KASIH KARUNIAKU. I

TUADALAHMILIKMU

.”

N

UBUATANDISAMPAIKANOLEH

K

ENNETH

C

OPELAND TANGGAL

17 A

GUSTUS

2012

(5)

Mengenal Yesus melalui FirmanNya jauh

Dunia [email protected].@.

w w w. i n d r i g a u t a m a . o rg

w w w. kc m . o rg

w w w. j oyce m eye r. o rg

w w w. c re f l o d o l l a r m i n i s t r i e s. o rg

w w w. j o e l o s t e e n m . co m

w w w. m o re l i fe. o rg

w w w. g l m i n i s t r y. co m

w w w. j e r r ys ave l l e. o rg

(6)

O

rang-orang menikmati kemenangan. Tidak peduli dimana kita ting-gal, apakah kita muda atau tua, laki-laki atau perempuan, kita semua ingin menang.

Jika anda seorang penggemar olah raga dan tim anda menang pada suatu kejuaraan, atau penge-mudi unggulanmu menang balap mobil, anda sangat senang. Anda akan merayakannya seolah-olah kemenangan itu telah mengubah

hidupmu secara signifikan.

Tentu saja tidak demikian. Dan kemungkinan besar, 24 jam kemudian anda telah lupa tentang hal itu. Sebab, sebagaimana menyenangkannya, kemenangan seperti itu tidak berarti apa-apa secara keseluruhan. Itu tidak akan menambahkan uang ke dalam

rekening bank anda. Itu tidak akan menyembuhkan tubuh anda. Itu tidak akan memberikan damai sejahtera di pikiran anda.

Tetapi ada kemenangan lain yang mengubah segalanya dalam hidup anda. Itu menyediakan jalan keluar bagi setiap masalah. Itu memberi kuasa kepadamu untuk menundukkan setiap tantangan dan mengatasi segala kondisi negatif. Dan itu tidak hanya tersedia bagi segelintir atlit yang berbakat. Itu milik setiap anak Tuhan yang lahir baru yang berani percaya dan bertindak atas Firman-Nya: “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita”(1 Yohanes 5:4).

Sebagai orang Kristen, kita harusnya jauh lebih bersemangat

tentang hidup dengan iman dari-pada tentang apapun dari dunia olah raga. Kita harus benar-benar senang atas Firman Tuhan karena Firman itu dapat membuat kita menjadi pemenang-pemenang – tidak hanya untuk sesaat pada akhir dari pertandingan tetapi setiap waktu, dalam setiap area kehidupan kita.

Saya sadari bagi beberapa orang hal itu kedengarannya tidak realistis. Mereka pikir sedikit kekalahan tidak dapat dihindari jadi kita harus merasa nyaman dengan kalah sekali-kali.

Mereka dapat lakukan apa yang mereka kehendaki, tetapi saya tidak akan mau merasa nyaman dengan kekalahan. Saya menikmati kemenangan dan saya tidak suka kekalahan dalam hal apapun.

(7)

Terlebih lagi, saya tidak percaya saya harus setuju dengan itu, sebab saya lahir dari Tuhan dan Tuhan tidak dapat dikalahkan – oleh apapun atau siapapun.

Anda pastinya pernah dengar tentang mereka yang dilahirkan sebagai pecundang?

Saya adalah pemenang yang telah dilahirkan kembali! Dan jika anda telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dalam hidup anda, anda juga seperti saya. Secara rohani anda telah lahir kembali dengan DNA kemenangan dari Tuhan yang Maha Kuasa. Dia ada-lah Bapa surgawi anda. Anda telah diciptakan kembali menurut gambarNya.

Pikirkan itu. Anda berjalan keliling dengan kehidupan Tuhan di dalam anda!

Anda tidak punya urusan apa-pun untuk dikalahkan. Anda tidak punya alasan untuk hidup tertekan dan berkata, “Celakalah aku – orang miskin, menyedihkan, dan kecil!” Jika itulah yang anda kerjakan, berhentilah dan mulailah memikirkan tentang siapa dirimu. Tegakkan bahumu dan berjalan seperti anak laki-laki dan perem-puan dari Raja.

Jika ayah duniawi anda seorang raja bukankah anda akan berjalan seperti seseorang yang punya kuasa?

Tentu saja anda akan berlaku demikian! Dan tidak ada raja dimanapun yang sebanding dengan Bapa rohanimu. Dia adalah yang terbesar dari segalanya. Yang lebih lagi, Dia telah memberikan

kepadamu, anakNya, otoritasNya sendiri atas segala perbuatan jahat di dalam sistim dunia ini.

Itu artinya anda dapat hidup berkemenangan atas segala kejahat-an, kebencikejahat-an, penyakit, kekurangan dan kerusakan yang telah datang ke bumi melalui kutuk. Anda dapat melewati bahaya, badai dan situasi yang mengancam dan keluar tanpa tersentuh. Seperti Tuhan sendiri dapat berjalan ditengah bagian terburuk dari dunia tanpa membahayakan-Nya dengan cara apapun, anda juga bisa. Anda keturunan-Nya!

T

idak Masuk Akal? Atau Sekedar Percaya Alkitab?

“Oh, Gloria, tentu saja anda tidak berkata kita dapat hidup seperti Tuhan. Itu tidak

masuk akal!”

Tidak, tidak. Itu hanya hidup di dalam kenyataan dari Mazmur 91:7 yang berkata: “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” Itu hanya kemenangan Alkitab yang sederhana.

Setiap orang percaya memiliki akses terhadap kemenangan terse-but. Masalahnya ialah, tidak semua orang mengambil kesempatan itu. Lihat lagi di 1 Yohanes 5:4 dan anda dapat melihat alasannya. Dikatakan, “kemenangan yang telah

mengalahkan dunia” diaktifkan oleh

“iman kita”.

Apa sebetulnya iman itu?

Sungguh sangat sederhana. Iman adalah percaya apa yang Tuhan katakan dan bertindak atas FirmanNya.

Sedihnya, banyak orang Kristen takut mereka tidak dapat melakukannya. Mereka pikir mereka tidak punya iman. Tetapi menurut Roma 12:3, Tuhan telah “mengaruniakan semua orang ukuran iman masing-masing”. Itu bukanlah iman kelas-dua yang kualitas rendah. Itu adalah iman seperti Bapa karena itu datang dari Dia. Seperti Yesus katakan, “Percayalah kepada Tuhan”(Markus 11:22), atau milikilah jenis iman-Tuhan.

Itulah sebabnya kita tidak perlu berkeliling mengatakan betapa sulitnya bagi kita untuk percaya

janji-janji Tuhan. Kita harusnya berkata sebaliknya! Bukannya mengeluh tentang betapa lemah dan kecilnya iman kita, kita

seharusnya berteriak, “aku memiliki jenis iman Tuhan!” Iman yang Tuhan sendiri miliki telah ditaruh di dalam hati saya. Iman yang yang sama yang menciptakan dunia telah ditaruh di dalam hati saya ketika

Iman adalah percaya

kepada perkataan Tuhan

dan bertindak

(8)

saya lahir baru.”

Tentu saja, kita harus meme-lihara iman itu dengan Firman jika kita ingin menggunakannya dengan efektif. Jika tidak kita akan meng-gunakan iman yang telah mengalah-kan dunia dan otoritas yang telah diberikan dan menggunakan me-lawan diri kita sendiri. Bukannya bergerak maju dalam kemenangan, kita akan terjebak dalam kekalahan.

Ken dan saya tahu ini dari pengalaman pribadi karena kami kami melakukannya. Untuk lima tahun sejak kami lahir baru kami hidup seperti tahanan keraguan, kemiskinan, penyakit dan kegagal-an. Kami tidak tahu bagaimana berjalan di dalam kemenangan yang adalah milik kami di dalam Kristus. Kemudian kami temukan apa yang Firman katakan dan hidup kami mulai berubah.

Kami mulai berpikir, berbicara dan bertindak seperti pemenang yang Tuhan ciptakan kami untuk menjadi. Tentu saja ada banyak hal yang pada awalnya tidak kami mengerti. Kami tidak menyadari, contohnya, bahwa kami harus ber-tumbuh dalam iman dan mengambil satu langkah pada satu waktu. Jadi, kami memutuskan untuk membeli rumah baru – dan melunasinya secara tunai.

Tidak masalah bahwa kami masih percaya Tuhan untuk melu-nasi hutang kami yang lama, hutang

yang tertunggak. Tidak masalah bahwa kami mempunyai begitu banyak hutang sehingga banyak orang mengancam akan menuntut kami. Kami pergi melihat-lihat rumah. Ketika makelar bertanya kepada kami bagaimana rencana kami untuk membayar rumah itu, Ken berkata, “Bapa-ku akan mengurus itu semua.”

Seperti anda bisa duga, kami tidak mendapatkan rumah yang baru tahun itu. Kami belum mengembangkan iman “beli-rumah-dengan-tunai”. Tetapi kami telah mengembangkan iman “bayar-tagihan” sehingga sebelum akhir tahun kami telah bebas hutang.

Beberapa tahun kemudian, karena kami tetap di dalam Firman dan iman kami bertambah kuat, kami mendapatkan rumah baru kami. Setelah beberapa tahun kemudian kami mendapatkan yang lain. Hari ini, kami tinggal di rumah yang kami impikan dan karena kami menerimanya dengan iman kami tidak berhutang satu senpun atasnya.

Di zaman dimana banyak sekali penyitaan dan banyak sekali pemegang hipotek berada dalam kesulitan, itulah yang saya sebut kemenangan!

I

man Di Dua Tempat

Siapapun bisa mendapat-kan kemenangan yang sama yang dialami oleh Ken dan saya. Itu tersedia bagi “siapapun yang percaya bahwa Yesus adalah

Kristus” (1 Yohanes 5:1). Jadi, jika anda anak Tuhan yang lahir-baru, itu adalah milikmu.

Tetapi apa yang anda lakukan tentang hal itu terserahmu. Itu ada-lah pilihanmu: Apakah anda mau hidup dengan iman? Atau anda mau hidup dalam ketidakpercayaan?

Jika anda memilih hidup dengan iman, anda harus melaku-kan bagianmu. Itu berlaku bagi semua orang. Kita yang telah memutuskan menjadi “orang beriman” harus berusaha keras untuk mencabut ketidakpercayaan, kesalahan dan kebohongan yang iblis telah tanam di dalam pikiran kita. Kita harus makan Firman dan menyediakan waktu bersekutu dengan Tuhan dalam doa agar iman kita berkembang.

Kita juga harus memperhatikan apa yang kita katakan. Kita harus memastikan perkataan kita sejalan dengan Firman Tuhan karena, seperti Alkitab katakan, untuk iman dapat bekerja di dalam hidup kita iman harus berada di dua tempat: “ ... di dalam mulutmu, dan di dalam hatimu... Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:8,10).

Bertentangan dengan apa yang dipercaya banyak orang, ayat-ayat tersebut tidak hanya mengacu pada kelahiran baru. Mereka berlaku untuk setiap aspek dari

keselamat-an, kata yang definisinya dalam

bahasa asli Yunani sebagai “kese-hatan dalam roh, jiwa dan tubuh; material dan keselamatan semen-tara dari bahaya dan ketakutan,

Jika anda memilih hidup

dengan iman, anda harus

(9)

perlindungan, kebebasan,

kesehatan, restorasi dan keutuhan.” Kata yang digunakan untuk menggambarkan pengakuan, menurut terjemahan The Amplified

Bible, artinya “menyatakan dengan terbuka dan memperkatakan imanmu dengan bebas.” Jadi jika kita ingin berjalan dalam kemenangan total, ini yang harus kita lakukan di dalam setiap area kehidupan kita: Kita harus harus percaya di dalam hati perkataan Tuhan dan deklarasikan iman kita dengan mulut kita.

Kata-kata kita menegaskan kemenangan kita!

Itulah sebabnya anda tidak dapat menunggu sampai semua gejala dari penyakit hilang untuk berkata, “Aku telah sembuh!” Anda tidak dapat menunggu sampai semua tagihan terbayar untuk menyatakan “Aku bebas hutang!” Jika anda ingin membuat pengakuan iman tentang keselamatan anda harus membuat pernyataan iman yang berani bahkan sebelum anda dapat melihat bukti kemenangan apapun di dalam situasimu.

Saya tidak mengatakan anda harus membuat pernyataan itu kepada orang orang lain, khususnya jika mereka tidak mengerti prinsip iman. Anda tidak harus membuang mutiara di depan babi. Tetapi anda harus mengubah kata-katamu untuk selaras dengan yang anda inginkan untuk terjadi.

Anda tidak dapat membicara-kan penyakit dan menerima kesem-buhan. Anda tidak dapat berbicara tentang kemiskinan terus menerus

dan menjadi makmur secara supernatural. Anda harus mengucapkan kata-kata iman dengan mulutmu – bahkan jika hanya untuk diri anda sendiri – dan tidak memperkatakan ketidakpercayaan kepada siapapun.

K

erja Keras Yang

Membuat Yang Lainnya Mudah

Seseorang mungkin berkata, “Semua hal tentang percayalah dan berkatalah ini kedengarannya sulit!” Bukankah anda katakan iman itu sederhana.”

Memang sederhana. Tetapi tidak mudah. Seperti Ibrani 4:11 katakan, “berusaha” untuk masuk ke dalam tempat “perhentian” Tuhan.”

Usaha iman membuat segala sesuatunya lebih mudah. Saya telah membuktikannya sendiri selama bertahun-tahun. Sebelum saya berusaha apapun dalam mempelajari Firman Tuhan dan jalan-jalanNya, hidup saya amat sulit. Saya terjebak di dalam siklus kekalahan karena pemikiran saya yang tidak benar. Pikiran saya telah diubah oleh dunia dan pengalaman saya.

Sewaktu kecil, saya tidak menerima pelatihan rohani. Saya bukan orang yang suka ke gereja. (Saya mencobanya. Saya sungguh-sungguh mencoba! Seorang teman masa kecil saya setia hadir di gereja Methodis. Saya ingin seperti dia jadi saya berubah pikiran untuk mengikuti contohnya. Saya akan

pergi ke gereja setiap hari minggu. Saya pikir. Tetapi itu hanya ber-tahan untuk beberapa minggu.) Jadi saya tidak pernah mendengar banyak tentang Alkitab. Saya tidak pernah “bekerja keras” di dalam Firman.

Sebagai hasilnya, saya mengalami kerja keras yang lain. Saya berkerja keras karena tidak mampu membayar tagihan-tagihan saya. Saya berkerja keras karena perselisihan dan kekuatiran.

Anda mungkin berpikir pekerjaan iman itu sulit, tetapi saya dapat katakan, itu jauh lebih mudah daripada hidup di dalam kekalahan. Saya tidak suka dikalahkan! Saya tidak suka sedih dan depresi dan tanpa pengharapan. Saya lebih baik berupaya untuk bertumbuh dalam iman setiap hari dalam hidup saya daripada dikalahkan sepanjang 24 jam. Jadi saya membuat keputusan dahulu sekali, saya akan berusaha. Saya akan menghabiskan waktu di dalam Firman Tuhan, dan akan rajin menjaga hati dan mulut penuh dengan iman.

Secara pribadi, saya tidak keberatan pekerjaan semacam itu. Adalah menyenangkan belajar kebenaran dari Alkitab. Adalah indah untuk merenungkan apa yang dilakukan Yesus bagi kita di kayu salib. Adalah sukacita memikirkan

Bersambung ke Halaman 15

Pekerjaan iman

lebih mudah daripada

(10)

M

ungkin istilah pagar berkat terdengar asing di telinga anda, tetapi kata ini ter-catat di dalam Buku di atas segala buku, yaitu Alkitab. Mazmur Daud mengatakan, “Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai” (Mazmur 5:12-13).

Agar kita semua mendapatkan pengertian yang benar, mari kita selidiki arti dari judul ini. Pagar ber-arti sesuatu yang digunakan untuk

membatasi atau mengelilingi. Dan Berkat adalah Perjanjian Tuhan yang menolak kutuk; Urapan Tuhan yang menjadikan kebajikan dan kemurahan Tuhan mengalir, seperti: dihormati, disukai, diingat, ditolong. Berkat juga adalah kuasa Tuhan untuk menghasilkan.

Sekarang, mari kita meneliti beberapa kata lagi dari Mazmur di atas ini. Yakobus katakan, barang-siapa yang meneliti hukum yang sempurna, hukum yang memerde-kakan, dia akan diberkati.

“Semua orang yang berlindung pada Tuhan....”, Kata berlindung dalam bahasa Ibrani berarti menu-tupi (seperti payung), menyelimuti. Seperti seorang berada di dalam “gelembung”, layaknya anak kecil yang bermain busa sabun dan me-niupnya dan membentuk

gelem-bung di udara. Bayangkan anda berada di dalam “gelembung” Berkat itu. Anda terlindungi dari serangan, kehilangan, bahaya, kecelakaan, kerusakan.

Selain itu Tuhan juga memagari orang benar dengan anugerahNya yang berfungsi seperti perisai, yang berguna untuk menangkis dari per-buatan tidak adil dan dari kerugian. Jika anda orang beriman, anda juga akan berkata seperti Mazmur 91: 1-2: Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Orang percaya tidak akan diam saja. Jika dia percaya kepada Firman, dia akan memperkatakan

(11)

firman. Jika ia percaya kepada

politisi ataupun pemimpin dunia, mulutnya akan membicarkaan apa yang mereka ucapkan. Apapun yang kita percaya akan kita perkatakan!

Perhatikan baik-baik apa yang dilakukan dan diajarkan Yesus ketika Dia berkata (mengutuk) ke pohon ara pada hari sebelumnya. Keesokan paginya ketika Yesus dan murid-murid lewat tempat itu lagi, murid-murid melihat pohon itu sudah kering sampai ke akar-akarnya. Itu terjadi dalam 24 jam. Hal itu mencengangkan bagi murid-muridNya. Tetapi tidak bagi Yesus, sepertinya Dia tidak ingin tahu atau memperhatikan hasil dari ucapan-nya kepada pohon itu. Petrus terkejut dan dia memberitahu Yesus tentang perubahan yang terjadi pada pohon ara yang dikutuk sehari sebelumnya (Baca Markus 11:12-14; 20-23). Jawaban Yesus, “Perca-yalah kepada Allah”. Yang artinya, jika kita percaya kepada Allah dan melakukan hal yang sama maka itu akan terjadi! Intinya, anda akan mendapatkan apa yang anda perka-takan! Hidup dan mati dikuasai lidah (Amsal 18:21).

Jika anda dan saya tidak

men-depositokan firman di dalam hati,

tentu saja kita tidak dapat menge-luarkannya melalui mulut kita.

Saya sarankan anda sepenuh-nya percaya kepada Firman, laku-kan seperti Yosua 1:8 katalaku-kan agar

firman akan keluar dari mulut anda,

yang adalah “Pagar berkat” akan tetap berdiri kokoh di sekeliling anda sekeluarga dan harta benda

dan usaha dan juga pekerjaan anda.

T

empat Perlindungan

Bahkan iblispun dapat melihat pagar berkat yang Tuhan buat di sekeliling Ayub, ini katanya: “Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerja-kannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu” (Ayub 1:10).

Jika iblis bisa melihat, manusia-pun dapat melihat, atau merasakan, walaupun mereka tidak bisa mengatakannya secara

spesifik. Mereka tahu

ada sesuatu yang berbeda pada orang percaya. Ada perlakuan istimewa yang

diterima oleh pelaku firman

oleh sebab perkataan iman mereka.

Mengapa Tuhan membuat pagar di sekeliling Ayub? Karena

“....orang itu saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” (ayat 1). Dengan kata lain, Ayub melakukan segala hukum dan perin-tah Tuhan. Akibatnya, pagar berkat itu berdiri kokoh di sekeliling rumah tangganya.

Lihat contoh lain di Mazmur 91:1-2. Orang ini tinggal dan ber-diam atau menetap dalam lindung-an Tuhlindung-an dlindung-an dia menyataklindung-an imannya dengan berkata: TUHAN adalah tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai. Suara imannya disam-but Tuhan di ayat 14-16, “Sungguh,

hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia menge-nal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab. Aku akan menyertai dia dalam kesesakan. Aku akan meluputkan-nya dan memuliakanmeluputkan-nya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan keselamatan dari pada-Ku”.

Iman orang ini membuatnya tidak tersentuh. Dia terluput dari malapetaka dan bahaya karena dia dibentengi. Sebab dia mengenal

Tuhan, dia berseru dengan iman, maka Tuhan menjawab dan dipasti-kan dalam kondisi apapun Tuhan beserta dia. Jika dia memiliki usaha, dia akan terluput dari kerugian dan kesialan; dalam membuat transaksi, dipastikan Tuhan akan menjadi perisai dari transaksi yang tidak menguntungkan sehingga dia terelakkan dari kerugian.

Yesus mengajarkan seperti ini, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan menga-sihi dia, dan akan menyatakan

diri-Tuhan memagari umatNya

dengan anugerahNya yang

(12)

Ku kepadanya” (Yohanes 14:21). Berkat adalah manifestasi Yesus. Yesus mewujudkan diriNya dalam hidup mereka yang mengasi-hi Dia dan melakukan perintah-perintahNya. Kesembuhan adalah perwujudan Berkat. Hutang ter-bayar lunas menunjukkan keber-adaanNya. Mendapat pekerjaan selagi banyak orang kesulitan men-cari pekerjaan adalah bukti dari kasih karuniaNya. Pemulihan dari rumah tangga yang bermasalah atau retak adalah kenyataan dari Kasih. Restorasi hubungan dalam rumah tangga antara orang tua dan anak, itupun bukti dari Yesus (atau Kasih) yang menyatakan diriNya.

Anda dan saya mempunyai pilihan dalam hidup ini. Dan kitalah yang harus memilih, bukan Tuhan. Sekiranya Tuhan saja yang memilih untuk kita, hidup anda dan saya sekarang sudah pasti akan seperti di “Taman Eden”. Tetapi kenyataannya tidak begitu. Kita yang harus memilih hidup atau mati, berkat atau kutuk (Ulangan 30:19). Anda dan saya harus memilih dengan berkata. Agar kita tetap dapat berjalan dalam berkat, kita harus memperkatakan berkat. Dan jika

kita tidak memilih firman, artinya

kita memilih kata-kata kutuk. Kita akan mendapatkan apapun yang kita perkatakan. Apapun yang kita tabur, kita akan menuai!

Yang menyedihkan adalah banyak orang yang mengaku Kristen, berjalan dan memperkatakan apa yang bukan perkataan Tuhan, yang artinya perkataan kutuk, dan mereka menerima apa yang mereka katakan.

Mereka berkata sama persis seperti orang dunia dan menerima tidak ada bedanya dengan mereka. Mengapa bisa begitu? Bukankah mereka rajin beribadah? Ibadah seseorang atau kerajinan melayani Tuhan tidak menentukan hidup mereka. (Baca Amsal 10:22; Amsal 18:21; Ulangan 30:19).

Jika seseorang setuju dengan Tuhan, artinya setuju

dengan Firman, yang telah menjadi manusia yang bernama Yesus Kristus, pasti dari mulutnya akan

keluar firman yang adalah

air kehidupan, sehingga

“demikianlah firman-Ku

yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yesaya 55:11).

Pilihan anda dan saya menentu-kan juga arah kehidupan dari anak-anak kita. Begitu berkuasanya per-kataan anda dan saya. Saya percaya tidak ada orang tua yang tidak menginginkan anak-anaknya ber-hasil, sukses dan memiliki kehidup-an ykehidup-ang jauh lebih baik dari orkehidup-ang tuanya. Sebagai orang tua, kita tidak perlu bingung untuk memilih, betul kita diperhadapkan dengan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk, tetapi kita tidak dibiar-kan begitu saja tanpa arahan. Kita di arahkan untuk memilih hidup! Mengapa harus memilih hidup? Jawabannya: supaya anda dan saya hidup! Bukan saja kita yang hidup,

tetapi keturunan kita, anak cucu kitapun akan hidup oleh sebab pilihan kita. Tuhan yang kita pilih, akan memberi pertambahan kepada anda dan saya dan kepada anak-anak kita (Mazmur 115:14).

Memilih hidup artinya memilih Yesus, yaitu Firman yang hidup, memilih Gembala supaya mereka yang memilihNya tidak saja hidup

secukupnya, atau kem-bang kempis, tetapi memiliki hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10).

Nabi Yesaya berkata: ”Keturun-anmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku bangsa, sehinga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN” (Yesaya 61:9).

Mereka yang telah memilih TUHAN, telah menjadikan Dia tempat perlindungan dan menara yang kuat terhadap musuh (Mazmur 61:3). Orang percaya lah yang memiliki Perjanjian Damai dengan Tuhan, tidak peduli apa yang terjadi sekelilingmu, dimanapun anda tinggal, janji-Nya: perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang ! dan semua anakmu

Yesus memanifestasikan

diriNya dalam berbagai hal

(13)

akan menjadi murid Tuhan dan besarlah kesejahteraan mereka ! (Yesaya 54:10, 13).

T

idak Tersentuh

Perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir ke tanah perjanjian yang dipimpin Musa tercatat dan bukti nyata mereka di bawah proteksi dan dipagari atau dalam perlindungan Berkat. Tuhan menyatakan itu dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang dibuatNya di Mesir. Perjanjian Tuhan dengan bangsa pilihan yang Dia sebut “umat-Ku” itu membedakan atau memisahkan dengan nyata antara berkat dan kutuk. Perlu kita simak bahwa perlindungan dan mukjizat yang dialami bangsa Israel tidak terjadi begitu saja. Mukjizat-mukjizat itu

terjadi karena Musa dan Harun menaati perintah Tuhan (Keluaran 7:10).

Tuhan memerintahkan Musa untuk menghadap Firaun dan menyuruh Firaun membiarkan umatNya pergi dari Mesir. Jika ia menolak maka seluruh Mesir akan ditulahi dengan katak. Katak akan keluar dari sungai Nil, masuk ke

istana, ke kamar tidur, ke tempat tidur, ke rumah pegawai istana, ke rumah rakyat, masuk ke dalam adonan roti, bahkan memanjat di badan Firaun, seluruh tubuh rakyat dan pegawai istana. Sebuah bencana yang menjijikkan dan menakutkan seluruh rakyat Mesir.

Bayangkan di dalam adonan rotipun ketika mau diciduk untuk dipanggang, yang ada di sendok bukannya adonan tepung, tetapi katak. Piring sayur dibuka, berisi katak. Kendi tempat air minum dibuka, isinya katak juga. Bak mandi juga berisi katak. Tempat tidurpun terisi katak. Betul-betul bencana bagi negeri itu.

Berapa lama kira-kira mereka bisa hidup selama 24 jam dengan katak? Jika anda dan saya ada di dalam situasi itu, kapan kiranya

kita meminta agar “bencana katak” dihentikan? Orang yang waras akan berteriak, “Segera hentikan kutuk ini!”

Firaun memanggil Musa dan Harun dan meminta mereka berdoa kepada Tuhan untuk menjauhkan katak-katak itu dari dirinya dan dari seluruh rakyat, dan dia akan membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Musa bertanya kembali kepada Firaun, bilamana atau kapan dia mau kutuk itu berhenti? Apa jawaban Firaun? Dia berkata: “Besok”. Musa berkata, jadilah seperti katamu itu! Mengapa dia tidak meminta Musa menghenti-kannya sekarang? Karena kekeras-an hatinya, dia rela untuk hidup

semalam lagi dengan katak-katak, dan bukan saja dirinya, juga seluruh pegawai dan rakyatnya harus makan, tidur dan mandi dengan katak-katak itu.

Perhatikan bahwa katak ini memenuhi seluruh tanah Mesir, terkecuali daerah dimana bangsa Israel tinggal. Sungguh ini adalah perbuatan Tuhan, yang membuat umat pilihanNya tidak tersentuh (baca Keluaran 8).

Gelap gulita meliputi tanah Mesir selama tiga hari tiga malam. Mereka semua seperti orang buta. Ingin bangun dari tempat tidurnya, tidak dapat bangun, sebab tidak melihat apapun. Dan ajaibnya, dibawah satu langit, satu daerah tetapi kegelapan itu hanya dialami oleh bangsa Mesir, sementara di bawah langit yang sama, ada terang di wilayah kediaman bangsa Israel (Keluaran 10:23).

Tuhan yang membuat perbeda-an perbeda-antara umatNya dperbeda-an bperbeda-angsa Mesir, supaya mereka tahu bahwa Tuhan ada di negeri itu sehingga Tuhan mengecualikan tanah Gosyen dimana umatNya tinggal (Keluaran 8:22).

Mungkin anda berkata, “Ya itu kan bangsa Israel, mereka memang umat pilihan Tuhan. Pantaslah jika mereka dibedakan.” Benar, mereka adalah umat pilihanNya. Tetapi, jika anda telah lahir baru, “yang dilahirkan kembali dari

benih yang tidak fana oleh firman

Allah yang hidup dan yang kekal” (1 Petrus 1:23), anda adalah umat kepunyaan Allah sendiri, bangsa yang terpilih, imamat yang rajani,

Berkat Tuhanlah yang

membedakan kita dari

(14)

bangsa yang kudus. Anda sekarang telah menjadi umat-Nya (1 Petrus 2:9-10).

Sekarang, mari kita lihat apa yang dihadapi Yesus setelah Ia masuk ke rumah ibadah (Lukas 4:16-21). Dia diberikan kitab Nabi Yesaya dan Dia membaca dari Yesaya 61:1-2 (harap dibaca). Setelah Ia menutup Ia berkata: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”.

Kita harus sadari bahwa yang mendengar khotbahNya adalah orang-orang yang memegang Hukum Taurat, mereka yang hidup dengan aturan-aturan, mana “yang boleh dan mana yang tidak boleh”. Agak asing bagi telinga mereka mendengar kabar tahun rahmat Tuhan telah datang, mendengar kabar baik kepada orang yang sengsara dan berita tentang pembebasan.

Ketika mereka mendengar pengajaran Yesus, mereka mem-punyai pilihan. Jika mereka mene-rimanya, mereka menjadi orang merdeka, mereka tidak perlu dikenakan kuk perhambaan lagi. Tetapi tradisi membuat mereka menolak ajaran Yesus, bahkan jemaat di rumah ibadah itu marah

terhadap Yesus. Mereka mengusir Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung dengan maksud melemparNya dari tebing itu. Berhasilkah orang banyak itu melempar Yesus? Tentu saja tidak. “Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi” (ayat 29). Mengapa bisa begitu? Bukankah dengan mudah saja mereka dapat mendorongNya supaya jatuh dari tebing tinggi itu? Jumlah mereka lebih banyak bukan?

Pagar berkat sekeliling Yesus membuat Dia tidak tersentuh. Dia tidak terjamah. Seolah-olah Yesus berada di dalam “gelembung” yang tak terlihat oleh mereka yang berniat melemparnya. Sebab “malapetaka tidak akan menimpa kamu dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu, sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu” (Mazmur 91:10-11).

Firman juga mengatakan, “Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku” (1 Tawarikh 16:22; Mazmur 105:15; 1 Yohanes 5:18).

B

erkat Berfungsi Seperti Magnet

“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari

ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menja-di bagianmu, jika engkau mende-ngarkan suara Tuhan, Allahmu” (Ulangan 28:1-2).

Suatu hari Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, Ia naik ke dalam salah satu perahu yaitu pera-hu Simon dan menyuruhnya meno-lakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Dan Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai mengajar, Ia menyuruh Simon bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan. Sementara Simon dan teman-temannya telah sepanjang malam bekerja keras dengan hasil yang nihil. Tetapi karena Yesus yang menyuruhnya, ia akan menebarkan jalanya juga. Dan kali ini mereka menangkap sejumlah besar ikan.

Oleh sebab Yesus yang adalah Berkat yang memerintahkannya, walaupun melanggar aturan waktu, menabrak kebiasaan yang dilakukan mereka, tidak sesuai dengan teori dan pengalaman mereka sebagai nelayan, berbondong-bondong ikan bukan saja masuk ke dalam jala, bahkan ikanpun melompat naik ke perahu mereka. Kasih karuniaNya mampu membuka pintu yang tidak dapat dibuka oleh siapapun, mem-buka peluang, mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Berkat berfungsi seperti magnet, yang berlawanan akan tersedot olehnya.

Mari lihat contoh lagi

bagaimana perkataan berkat yang

Pagar berkat melindungi

kita dari marabahaya dan

(15)

tentang kenyataan bahwa Yesus mengasihi kita dan Dia menebus kita dari kutuk sakit penyakit dan kemiskinan; bahwa anak-anak kita diberkati dan tidak dikutuk; bahwa Tuhan menyediakan yang terbaik bagi kita karena kita lahir dari Dia; dan bahwa kita adalah anak-anak laki dan anak-anak-anak-anak perempuan dari Raja.

Sekarang saya telah menghabiskan 45 tahun belajar dan berjalan dalam kebenaran-kebenaran itu. Dan semakin saya pelajari, semakin banyak kemenangan yang saya nikmati. Saya juga akan tetap melakukan hal ini, karena saya suka hidup dengan iman. Saya suka memiliki otoritas atas iblis. Saya suka mengetahui saya tidak perlu takut atas perkara jahat di dalam dunia.

Saya yakin anda juga akan suka! Jadi, jika anda belum berjalan di dalam kemenangan semacam itu, mulailah hari ini. Tetapkan pikiran dan hatimu untuk mengikuti instruksi sederhana yang Tuhan berikan kepada kita di Yosua 1:8: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Anda dapat lakukan itu! Anda dapat berjalan dengan iman dan hidup seperti pemenang Tuhan ciptakan anda untuk menjadi. Tetapi anda harus membuat pilihan.

Tuhan tidak akan memaksakan hal itu kepada salah satu dari kita. Dia tidak akan membuat kita percaya dan memperkatakan Firman-Nya. Tetapi jika kita lakukan, Dia akan melihat bahwa kita akan mengatasi dunia dan segala kegelapan di dalamnya. Dia akan memegang janjiNya kepada kita dan kita akan memiliki apa yang orang di mana-mana selalu inginkan: kemenangan-atas-dunia setiap hari sepanjang umur!

Bukan terjemahan resmi yang disetujui oleh Kenneth Copeland Publications. Direproduksi atas sepengetahuan Kenneth Copeland

Ministries, Locked Bag 2600, Mansfield Delivery Center, QLD 4122, Australia. Believer’s Voice of Victory, December 2012 [copyright year],

Kenneth Copeland Publications>

dilepaskan dengan iman akan terwujud, atau akan terjadi seperti yang diinginkan.

Untuk membayar pajak, Yesus memerintahkan dan

memberikan instruksi yang spesifik dan Petrus

melakukan seperti yang diperintah-kan Guru.

PerintahNya: “pergilah memancing ke danau, dan ikan pertama yang di pancing, tangkap-lah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya” (Matius 17: 27). Ini hal yang tidak biasa, yang melampau akal pikiran, hal supernatural. Tidak ada yang mustahil bagi mereka yang percaya!

Sekarang, bagaimana binatang-binatang masuk ke dalam bahtera dengan Nuh dan keluarganya? Binatang-binatang itu masuk sendiri, tidak ada yang menuntun atau mengikatnya, sepasang demi sepasang, betina dan jantan ke dalam bahtera, oleh karena Berkat menarik mereka masuk, persis seperti yang dikatakan TUHAN kepada Nuh. “...datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh”-Kejadian 7:9. Hal ini dapat terjadi bagi Nuh dan keluarganya, ...”sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini” (Keluaran :1). Ada upah bagi ketaatan!

Teman, sangat penting bagi kita menyelidiki firman

Tuhan. Jangan puas jadi orang Kristen yang biasa-biasa saja. Keluar dari tempat yang “nyamanmu”. Tiru apa yang dilakukan Guru agar supaya kita dapat menerima hasil yang sama yang diterima Yesus di bumi ini. Yesus tidak melakukan apa-apa jika Dia tidak melihat Bapa melakukan, Dia tidak mengatakan apa-apa, jika Dia tidak mendengar Bapa berkata kepada-Nya (Yohanes 5:19; 12:50; 10:37).

Saudara, satu hal yang Tuhan ingin kita mencari, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dan apabila Ia datang, Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang di dengar-Nya itu yang akan di katakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang”- Matius 6:33; Yohanes 16:13.

Lahir Untuk Menang

(16)

harus menunggu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk melihat manifestasi penuh dari iman kita.

Pada akhirnya, apa yang Tuhan lakukan bagi kita selalu layak untuk ditunggu. Itu adalah pasti. Tetapi seringkali orang Kristen tidak menyelesaikan sampai akhir. Iman mereka terputus sementara mereka menunggu.

Bagaimana kita memastikan hal itu tidak terjadi pada kita? Apa yang dapat kita lakukan untuk menjaga diri kita bertahan sampai manifestasi tiba?

Kita dapat ikuti instruksi di Ibrani 12:1. Kita dapat “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita”.

Ketekunan adalah buah roh

kita semua terima ketika kita lahir baru (Galatia 5:22). Itu adalah kekuatan rohani yang membuat kita tetap dalam perlombaan sampai kita mencapai garis akhir. Ken menyebutnya iman dan pengharapan “kuasa ganda” sebab iman membutuhkan apa yang Tuhan janjikan kepada kita dalam FirmanNya dan ketekunan menopangnya. Ketekunan memberi kuasa kepada kita untuk berpegang kepada apa yang kita percaya untuk tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terwujud. Itu membuat kita berdiri dengan iman sampai kita “sempurna dan komplit, tidak kekurangan apa-apa” (Yakobus 1:4, New King James Version).

B

ukankah akan luar biasa jika iman kita selalu membuahkan hasil yang nyata dalam sekejap? Bukankah akan menyenangkan jika kita bisa percaya untuk rumah idaman kita hari ini.... dan langsung pindah ke rumah itu besok? Atau percaya untuk kesembuhan dan melihat semua gejala dari penyakit hilang segera?

Ya ampun! Itu akan mudah sekali!

Tetapi, seperti yang mungkin anda temukan, itu bukanlah cara iman bekerja. Ketika kita percaya Tuhan untuk sesuatu hal biasanya ada tenggang waktu sampai hal itu datang ke dalam hidup kita. Tergantung seberapa kuatnya kita di dalam Firman dan besarnya proyek iman itu, mungkin kita

B

mengering dari akar

Firman

Bebas

Bungkus Dirimu

Di Dalam

& Bergeraklah

Dengan

(17)

B

ahkan Yesus pun Harus Menunggu

Saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa kita ha-rus menunggu untuk waktu yang lama bagi setiap jawaban doa. Beberapa hal memang datang langsung. Contohnya kelahiran baru. Itu adalah salah satu keajaib-an terbesar salah satu dari kita akkeajaib-an alami saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidup kita. Kesembuhan dapat datang dengan segera juga. Bahkan keajaiban keuangan kadang-kadang terjadi hampir semalam. Bagi Tuhan segala sesuatu mungkin! Jadi ketika kita melihat hasilnya segera dari doa-doa kita, kita bersukacita. Tetapi ketika butuh waktu, kita bertekun sebentar. Kita tidak berhenti. Kita tidak menjadi kecil hati.

Kita tetap di dalam Firman dan menjaga iman kita kuat dan aktif. Kita tetap berlari dengan ketekunan, “dengan mata yang tertuju kepada Yesus yang memim-pin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan”(Ibrani 12:2).

Saya senang kita dapat melihat kepada Yesus, bukankah begitu? Saya bersyukur kita tidak hanya mencoba untuk percaya Tuhan semua oleh diri kita sendiri! Yesus bersama kita di setiap langkah perjalanan iman. Dia yang memulai pertandingan iman ini dan Dia juga yang menyelesaikannya. Dari detik kita percaya kita menerima, sampai semua dilakukan dan jawabannya menjadi kenyataan, semua menjadi

baik-baik, dan Yesus adalah Tuhan! “Tetapi bagaimana Dia mengerti apa yang saya alami?” seseorang mungkin bertanya. “ImanNya selalu bekerja seketika ketika Dia di bumi. Dia tidak pernah harus menunggu.”

Itu tidaklah benar. Menurut Alkitab, Dia dijadikan sama seperti kita dalam segala hal. Dia mengha-dapi segala ujian dan cobaan yang kita hadapi (lihat Ibrani 2:17-18). Itu artinya kadangkala Dia harus menunggu untuk melihat hasil dari imanNya.

Pikirkan cerita tentang pohon ara di Markus 11, misalnya. Yesus berjalan kearah pohon ara untuk mendapatkan sesuatu untuk dimakan dan tidak mendapatkan buah di pohon itu. Jadi Dia berkata kepada pohon itu dengan iman. Dia berkata, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!”

Apakah anda tahu apa yang terjadi ketika Dia mengatakan kata-kata itu?

Dari yang dapat terlihat tidak ada perubahan. Pohon itu tetap diam di tempat, nampak hijau dan

berdaun lebat seperti biasa. Tetapi Yesus tidak bergeming. Dia telah melepaskan imanNya dan Dia tahu itu akan berhasil. Dia berbalik dari pohon itu dan berjalan dengan yakin karena tahu bahwa apa yang Dia katakan akan terjadi.

Dan, itu terjadi. Keesokan harinya ketika Yesus dan murid-muridNya berlalu dalam perjalanan ke Bait Allah, “mereka melihat

pohon ara telah kering sampai ke akar-akarnya”(ayat 20).

Lihat lagi bagian terakhir kalimat. Dikatakan pohon ara

mengering dari akar. Tetapi efeknya tidak terlihat karena tersembunyi dibawa tanah untuk sementara waktu.

Hal yang sama juga berlaku bagi proyek iman di dalam hidup kita. KuasaTuhan bekerja saat kita percaya dan memperkatakan Firman. Tetapi kita tidak segera melihat apa yang terjadi. Hasilnya ada “di bawah tanah” di alam roh.

Oleh karena alam itu tidak terlihat, mata jasmani kita tidak tahu apakah surga telah tergerak karena doa-doa kita. Jadi kita harus berdiri atas Firman. Kita harus “berjalan dengan iman, tidak dengan penglihatan” (2 Korintus 5:7), dan percaya Tuhan sudah

bertindak mewujudkan FirmanNya. Dengan kata lain, kita harus mengikuti instruksi yang Yesus berikan kepada murid-muridNya di Markus 11:22-24. Ketika mereka tercengang atas apa yang terjadi kepada pohon ara, Dia menjamin mereka dapat memakai iman mereka seperti yang Dia lakukan. Dia berkata: “Percayalah kepada Allah. Aku berkata kepadamu:

irman

Kuasa Tuhan bekerja saat kita

percaya dan memperkatakan

(18)

Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

D

alam Konsistensi Terletak Kekuatan

Perhatikan Yesus berkata di ayat-ayat tersebut bahwa orang yang mendapatkan hasil ialah orang yang “tidak ragu di dalam hatinya”. Itu adalah bagian dari iman yang harus dikerjakan. Adalah mudah untuk menunggu berharap Tuhan akan bergerak dalam situasi kita. Tetapi menunggu dalam ketekunan tanpa ragu membutuhkan usaha yang lebih.

Kita tidak dapat lakukan itu dengan membaca ayat sekali atau dua kali, katakan sebuah doa dan lalu melupakan tentang itu. Kita harus terus menerus menaruh ayat di depan mata kita dan di telinga kita. Kita harus memenuhi pikiran kita dengan hal itu sehingga setiap kali kita berpikir tentang situasi kita, kita ingat Firman yang kita berdiri pada saat kita berdoa tentang hal itu. Kita harus tetap simpan Firman itu di dalam hati dan di dalam mulut setiap hari dan menolak untuk melepaskannya.

Saya tidak dapat melupakan ketika saya pertama kali belajar

melakukannya. Ken adalah seorang mahasiswa berusia 30 tahun di

Universitas Oral Roberts. Saya

tinggal di rumah dengan kedua anak kecil mendengarkan kaset Kenneth E. Hagin tentang iman. Suatu hari saya sedang mengetik beberapa catatan yang saya tulis tentang kuasa dari kata-kata yang penuh iman, dan saya mendengar Roh Kudus berkata ini kepada saya:

Dalam konsistensi terletak kekuatan.

Satu alimat yang mengubah hidup saya!

Kalimat itu membantu saya menyadari bahwa saya tidak dapat memindahkan gunung dengan kadang-kadang mengucapkan kata-kata iman. Apa yang saya kata-katakan dengan konsistens dan penuh ke-sabaran – sepanjang waktu, selamanya – yang akan memberi hasil. Itu berarti semua kata-kata yang negatif, berisi-keraguan, kata-kata tidak percaya harus pergi! Jadi, saya segera membuang kata-kata itu keluar dari

perbendaharaan saya. Ken juga melakukan hal yang sama.

Pertama, kami fokus untuk membuang kemiskinan keluar dari mulut kami. Kami mulai mengucapkan kata-kata iman (dan hanya iman) kepada gunung hutang yang kami hadapi. Kami mulai katakan tagihan-tagihan terbayar. Kami tidak melihat hasilnya segera tetapi kami tidak bergeming. Kami tetap tekun, minggu demi minggu dan bulan

demi bulan.

Dalam 11 bulan hutang yang satu tahun yang lalu nampak setahun sebelumnya terbayar lunas!

Kami perlu sebuah mobil juga pada saat itu, jadi kami lakukan hal yang sama. Kami lepaskan iman kami di dalam janji Tuhan untuk mencukupi kebutuhan kami menu-rut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19).

Lalu kami berdoa dan berkata, “Kami percaya kami terima sebuah mobil.”

Sekali lagi, kami tidak melihat hasilnya segera. Kami tidak menemukan mobil baru duduk di jalanan kami keesokan paginya. Tetapi kami terus berbicara iman. Kami berbicara dengan begitu yakin bahkan anak laki-laki kami John, pada masa itu masih berusia balita, terjebak dalam kegembiraan. Suatu hari ketika Ken sedang memuji Tuhan untuk mobil baru kami, John berkata, “Ayolah, Papa! Mari kita pergi mendapatkannya!”

Beberapa bulan kemudian, kami mendapatkannya!

Dari waktu ke waktu, kami belajar untuk menerima segala sesuatu seperti itu. Ketika setan mencoba membuat kami sakit, kami akan pergi ke ayat-ayat kesembuhan

Apa yang saya katakan dengan

konsisten dan penuh kesabaran,

(19)

dan berkata, “Terimakasih Tuhan untuk kesembuhan! Kami terima itu sekarang.” Kemudian kami berdiri dengan

iman sampai setiap gejala hilang. Itu membutuhkan ketekunan seringkali tetapi kami selalu berakhir dengan baik.

Benar-benar, segala sesuatu yang pernah kami lakukan dalam pelayanan – radio, TV, membangun markas pelayanan kami, membayar upah untuk lebih dari 400 karyawan – dilakukan de-ngan cara yang sama: dengan iman dan ketekunan. Kami selalu pergi ke Firman Tuhan, percaya kami menerima apa yang Dia janjikan bagi kami dan menolak untuk melepaskan sampai termanifestasi.

B

ukan Sedang Jalan-Jalan Santai di Taman

Orang yang melihat kami sekarang mungkin berpikir segala hal terjadi lebih cepat dan lebih mudah bagi kami daripada bagi kebanyakan orang Kristen. Tetapi itu tidaklah begitu. (Sese-orang berkata kelihatannya pela-yanan kami muncul dalam semalam. Kami katakan kepadanya jika itu yang terjadi maka itu adalah malam terpanjang yang pernah kami lihat!). Kami harus menjalankan perlombaan iman-dan-ketekunan satu langkah pada satu waktu sama seperti orang lain.

Dan perjalanan itu tidak selalu seperti halnya sedang jalan-jalan di taman.

Tetapi tidak apa-apa. Kami tidak sendirian. Perjanjian Baru penuh dengan orang percaya yang harus melalui masa sulit. Kenyataan-nya, orang yang menerima instruk-si pertama, “berlari dengan tekun”, menghadapi lebih banyak masalah daripada yang pernah kita lihat. Rumah mereka dijarah hanya karena mereka Kristen. Itu adalah hal yang berat! Tetapi inilah yang Tuhan katakan yang harus mereka lakukan di Ibrani 10: “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekun-an, supaya sesudah kamu melaku-kan kehendak Allah, kamu memper-oleh apa yang dijanjikan itu. Tetapi orangku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak akan berkenan kepadanya. Sekarang, orang benar akan hidup oleh iman”(ayat 35-36, 38).

Selama kita berada di bumi ini, iblis akan menggunakan situasi untuk menantang keyakinan kita akan Firman Tuhan. Dia akan menekan kita untuk melepaskan iman kita seperti dia menekan orang Kristen di buku Ibrani. Jadi kita tidak akan pernah memiliki kemudahan untuk mengambil liburan rohani. Jika kita ingin menerima kepenuhan janji Tuhan, kita harus hidup setiap hari dalam iman dan ketekunan.

Kita harus bersedia untuk bergantung kepada Firman sampai itu termanifestasi dalam hidup kita.

“Tetapi, Gloria, itu kedengarannya berat!” anda mungkin berkata.

Tidak harus begitu. Apalagi jika kita mengikuti contoh pria yang berasal dari Akron, Ohio, yang Pak Hagin sering ceritakan.

Orang itu adalah seorang tentara di tahun 1930-an ketika pemerintah Amerika sedang bereksperimen dengan pesawat balon udara. Ia ditugaskan bersama dengan 200 tentara lain untuk menolong memindahkan sebuah pesawat yang mendarat di Akron. (Bayangkan memindahkan pesawat balon udara seperti Hindenburg dan anda akan bisa membayangkannya). Mula-mula, tugasnya kelihatan cukup mudah. Hal yang harus dilakukan hanya mengikat pesawat dari balon udara itu dengan tali ke sebuah menara baja sehingga tidak terhanyut.

Begitu tentara-tentara itu memegang tali, sesuatu yang tak terduga terjadi.

Pesawat dari balon itu mulai naik.

Beberapa orang memiliki pikiran saat itu untuk melepaskan talinya. Tetapi yang lain tidak. Mereka tetap memegang talinya ketika pesawat naik. Untuk bebera-pa saat, mereka tergantung di udara, memegang tali erat-erat. Tapi

akhir-Perjalanan iman tidak selalu

seperti jalan-jalan santai

di taman.

(20)

tidak berjalan menurut kelima

inde-Savalle sebagai contoh. Jika ia

M

aukah anda membantu saya? Jika saya mendapat

kesempatan untuk bertemu anda dan bertanya bagaimana keadaan anda, harap anda tidak menjawab dengan mengatakan: “Baik, Pak Copeland, saya kira, saya baik-baik saja ... melihat situasinya.” Ketika saya mendengar orang percaya lahir baru menggunakan ungkapan itu, saya tidak dapat menahan diri saya. Saya mau berteriak (semua dengan kasih tentu saja). “Apa yang engkau lakukan di dalam situasi itu? Naik ke atas mereka (Atasi masalahmu-Red.) dimana anda seharusnya berada !”

Tidak hanya saya sendiri yang merasa seperti itu. TUHAN merasa seperti itu juga. Sebenarnya, belum lama Dia berbicara kepada saya ketika saya sedang mempersiapkan untuk seminar selama satu minggu dan memberikan saya instruksi ini: Beritahu orang-orang inilah waktunya pengangkatan besar-besaran. Beritahu mereka, “Kita akan naik ke atas!”

Biasanya ketika orang Kristen pikir tentang “naik ke atas” mereka membayangkan suatu waktu di masa yang akan datang. Mereka berpikir tentang pengangkatan saat akhir jaman atau pergi ke surga ketika mereka meninggal. Tetapi bukan itu yang TUHAN katakan

(21)

kepada saya. Dia tidak mengacu kepada kebangkitan dari kematian pada suatu waktu nanti. Apa yang ada dalam pikiranNya adalah kuasa kebangkitan yang dapat membang-kitkan kita dari kesulitan hidup saat ini.

Kekuatan itu dapat menempat-kan kita di atas ketika seluruh dunia kelihatannya menurun. Kekuatan itu dapat menjadikan kita kepala dan bukan ekor, di atas dan bukan di bawah. Kekuatan itu bisa mengubah kita menjadi manifestasi BERKAT tepat di tengah-tengah kutukan.

Meskipun kita hidup di dalam sebuah planet terkutuk yang mengerang di bawah perbudakan dan kutukan yang dibawa oleh dosa manusia, kita dapat hidup di atas itu semua karena, seperti yang dikatakan dalam Roma 8:1-2: “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang tidak berjalan dengan daging tetapi dengan roh. Karena hukum Roh yang memberi hidup di dalam Yesus Kristus telah memerdekakan (kita) dari hukum dosa dan maut”.

“Ya, saya tahu itu ada di dalam Alkitab, “anda mungkin berkata, “tetapi saya belum hidup di atas apapun akhir-akhir ini.”

Maka mungkin anda harus lakukan apa yang Tuhan instruksi-kan saya lakuinstruksi-kan bertahun-tahun yang lalu. Dia mengatakan kepada saya untuk menulis ini tepat di samping ayat-ayat di pinggiran Alkitab saya: “Sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang

berada di dalam Kristus Yesus, yang

tidak berjalan menurut kelima

inde-ra tetapi menurut Firman Tuhan.” Saya masih memiliki tulisan itu di dalam Alkitab saya hari ini. Setiap kali saya membaca itu, saya diingatkan jika saya berjalan dalam roh tidak peduli apa yang indera saya katakan. Tidak peduli apa yang terlihat, terdengar atau tampak di alam nyata. Yang penting adalah apa yang Firman katakan. Saya mungkin berada dalam situasi dimana saya sama sekali tidak terlihat makmur. Saya mungkin akan mendengar berita

keuangan yang buruk dari segala penjuru. Tetapi Tuhan katakan Dia mencukupi kebutuhanku menurut kekayaan dalam kemuliaanNya, jadi saya akan berada berpihak kepadaNya. Saya akan percaya apa yang dikatakanNya tanpa mempedulikan banyaknya bukti yang bertentangan yang ditumpuk iblis.

Apakah anda tahu apa yang saya kerjakan ketika saya bersikap seperti itu?

Saya menghormati Tuhan. Anda akan melihat mengapa hal itu benar kala anda menempat-kannya pada konteks hubungan antar manusia. Lihat bagaimana saya berhubungan dengan Jerry

Savalle sebagai contoh. Jika ia

mengatakan sesuatu kepada saya tentang satu perkara, saya percaya kepadanya. Tidak peduli apa yang orang lain katakan tentang hal itu. Banyak orang bisa memberitahu

saya bahwa dia berbohong dan itu tidak akan mempengaruhi saya sama sekali. Saya akan berkata kepada semua penentang, “Jerry akan melakukan apa yang ia katakan. Saya tahu itu karena saya kenal dia. Saya kenal integritasnya. Saya telah percaya perkataannya selama 40 tahun ini dan dia tidak

pernah mengecewakan saya.” Apakah itu menghormati Jerry ketika saya menghargai perkataan-nya dengan rasa hormat seperti itu? Tentu saja; dan itu juga menghor-mati Tuhan ketika kita melakukan hal yang sama untuk-Nya.

D

ari Pembuangan Sampah Sampai Ke Ruang Rapat

Apa hubungannya antara menghormati Tuhan dengan kita “naik ke atas”?

Segalanya!

Tuhan katakan, “Siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati” (1 Samuel 2:30). Menghormati artinya “untuk memadati dengan kemuliaan; untuk menjunjung tinggi, mempromosikan, meninggikan atau mengangkat.”

Bertentangan dengan

kepercayaan populer, Tuhan tidak menentang kita ditinggikan. Dia hanya tidak mau kita mencoba

Menghormati Tuhan =

Percaya Perkataan Tuhan dan

(22)

tubuh fisik kita. Tetapi ayat itu juga

The Amplified Bible

untuk meninggikan diri sendiri. KehendakNya bagi kita adalah untuk mengikuti arahan yang Dia berikan kepada kita di 1 Petrus 5:6: “Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.”

Itulah sesungguhnya rencana Tuhan dari awal! Sejak Adam jatuh di Taman Eden, Tuhan telah bekerja untuk mengangkat umat manusia kembali. Mengangkat manusia ke posisi semula adalah pekerjaan Tuhan!

Dia juga berada dalam posisi yang baik untuk melakukannya juga. Dia ada di atas segalanya. Ketika Dia melihat ke atas, Dia tidak melihat siapapun sebab tidak ada yang di atas Dia. Tetapi Dia tidak puas duduk di sana sendiri. Dia inginkan kita di atas tepat di sebelahNya. Itulah sebabnya “(Dia) yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi? Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya” (Mazmur 113:6-8).

Apakah maksudnya meng-angkat orang dari “debu” dan dari “lumpur”? Artinya tidak lagi hidup

dalam kemiskinan jenis apapun – rohani,

fisik, keuangan atau

sosial! Itu maksudnya kita tidak perlu lagi mengais-ngais dari sisa dunia. Kita tidak harus memakai pakaian mereka yang telah usang, mengendarai mobil mereka yang telah usang atau hidup di dalam rumah mereka yang telah usang. Tuhan telah mempromosi kita dari pembuangan sampah ke ruang rapat di surga! Dia telah menempatkan kita di atas takhta bersama Kristus Yesus dan memberikan kita otoritas untuk memerintah bersama Dia. Itulah alasannya Yesus datang ke bumi.

Dia tidak datang kesini agar Dia dapat ditinggikan. Dia sudah di atas. Dia harus turun – jauh ke bawah – dimana kita berada untuk membeli penebusan kita. Dia harus turun ke posisi Adam dan membuat diriNya tunduk pada kematian dan kutukan.

Tidak seperti Adam, Yesus turun ke bawah karena melakukan dosa. Dia melakukannya dengan iman dan ketaatan kepada Tuhan. Anda dan saya memakai iman kita untuk mendapatkan kesembuh-an tetapi Yesus memakai imkesembuh-anNya untuk menjadi sakit dengan penyakit kita. Dia memakai iman-Nya untuk menjadi dosa dengan dosa kita. Kemudian Dia pergi ke neraka dan mengalahkan iblis, kutuk, kematian dan kuburan.

Begitu Dia mendapatkan kemenangan itu, Tuhan melepaskan

“kekuatan kuasa-Nya bekerja”, membangkitkan Yesus dari kema-tian, memuliakan Dia “dan men-dudukkan Dia di sebelah kananNya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu”(Efesus 1:20-23).

H

idup Di Dalam Kuasa KebangkitanNya Sekarang

“Tetapi Pak Copeland, menurut ayat-ayat ini, Yesuslah yang telah dibangkitkan. Dia satu-satunya yang ditinggikan.”

Betul, dan kita ada di dalam Dia! Kita telah dibangkitkan ber-sama-sama, dan duduk bersama-sama di tempat tinggi di dalam Dia (Efesus 2:6)! Kita telah dilahirkan kembali oleh, dan dipenuhi oleh, kuasa Roh Kudus yang sama yang membangkitkan Dia dari kematian.

Pikirkan itu! Sebagai orang yang lahir baru, orang percaya yang dibaptis Roh Kudus, di dalam kita ada:

Kuasa yang sama yang

mengang-•

kat Yesus dari lubang neraka

Kuasa yang sama yang mengubah

tubuhNya dan memenuhinya dengan kehidupan dan kemuliaan

Kita telah dilahirkan kembali

oleh, dan dipenuhi oleh, kuasa

Roh Kudus yang sama yang

membangkitkan Dia

(23)

Tuhan

Kuasa yang sama yang

mengang-•

kat Dia ke tempat kehormatan ter-tinggi yang surga dapat tawarkan!

Kuasa itu tidak hanya mem-pengaruhi roh kita saja. Ini tidak hanya mengangkat kita secara rohani dan meninggalkan kita tertekan di alam nyata. Sama sekali tidak! Menurut Roma 8:11: “Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus di antara orang mati, diam dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”

Kebanyakan orang mengaitkan ayat ini dengan kebangkitan. Mere-ka menganggap ayat itu berbicara tentang saat pemuliaan akhir dari

tubuh fisik kita. Tetapi ayat itu juga

mengacu pada kuasa yang mem-bangkitkan yang tersedia bagi kita sementara kita masih di bumi berurusan dengan kematian. Ayat itu mengatakan bahwa kita tidak perlu menunggu sampai sangkakala akhir jaman terdengar untuk kita hidup seperti orang-orang yang dibangkitkan. Kita dapat, dalam arti yang sebenarnya di setiap area kehidupan kita, hidup dalam kuasa kebangkitan sekarang juga!

Jika itu terlalu sulit bagi anda untuk percaya, lihat kata-kata Rasul Paulus. Dia katakan dia bertekad untuk mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya hingga kuasa itu mengangkatnya “dari antara orang mati (bahkan saat di dalam tubuh)” (Filipi 3:11, The Amplified Bible).

Sudah waktunya kita berpikir seperti Rasul Paulus. Sudah waktunya kita berhenti melihat diri kita seperti orang yang

kecil, lemah dan setuju dengan apa yang ada dalam pikiranNya ketika Dia merencanakan penebusan.

Sebagian dari kita sudah mendengarkan pesan ini selama beberapa waktu sudah bergerak ke pemikiran itu. Tetapi kita masih berada jauh di belakang apa yang Tuhan sesungguhnya telah lakukan bagi kita. Masih ada terlalu banyak pembicaraan yang merendahkan dan mengecilkan di antara umat Tuhan. Terlalu banyak orang perca-ya perca-yang tahu kebenaran tetapi tetap berkata-kata tidak sesuai dan mengatakan bagaimana mereka tidak mampu ini atau itu.

Kita adalah raja-raja! Dimana ada raja berjalan keliling dan berkata, “Saya tidak mampu itu”?

Buang kalimat-kalimat semacam itu dari perbendaharaan katamu. Jauhkan itu dari kepalamu dan usir keluar dari lingkungan keluargamu. Jika anak-anakmu meminta untuk membeli sesuatu dan anda tidak mempunyai uang, duduk bersama mereka dan berkata, “Dengar anakku, segala sesuatu adalah mungkin bersama Tuhan dan segala sesuatu adalah mungkin untuk mereka yang percaya. Mungkin butuh beberapa hari untuk membangun iman kita untuk ini tetapi kita dapat lakukan. Saya akan mengumpulkan beberapa ayat Alkitab agar kita dapat berdiri atasnya, kita akan percaya Tuhan

bersama-sama, dan kita akan mendapatkannya – tidak peduli berapapun harganya!”

Itu bukan membual, itu menghormati Tuhan! Itu adalah kata-kata yang mengangkat kita, dan anda perlu mengatakan itu karena pertambahan dimulai dengan mulut. Hidup dan mati dikuasai lidah (Amsal 18:21).

P

ergi, Iblis, Pergi!

Ini adalah kebenaran temanku: Anda tidak perlu menghabiskan sesaat lagi dalam keadaanmu. Anda dapat taruh Firman Tuhan di dalam mulutmu dan mulai naik saat ini juga. Anda dapat mengambil tempat duduk anda bersama Kristus di sorga.

Itu adalah keinginan Bapa di sorga untukmu. Itulah sebabnya Dia memperlengkapi anda. Bahkan sekarang Dia mengatakan kepada anda melalui Roh Kudusnya, “Aku telah bermaksud mengangkatmu. Jadi naik ke atas sini bersamaKu. Datang ke atas sini dan pikirkan pikiranKu. Serahkan seluruh ke-kuatiranmu kepadaKu dan biarkan Aku mengangkatmu di atas

segalanya. Datang duduk di tempat otoritas bersama denganKu!”

Jika anda katakan ya kepada undangan itu, maka hidupmu akan berubah. Anda bukannya menangis tentang masalah yang iblis coba tumpuk diatas anda, anda hanya akan melihat ke masalah di bawah

fisik, keuangan atau

Berpikirlah seperti Tuhan

berpikir. Berkata-katalah sesuai

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan permasalahan yang ada, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini

Pelkat PKLU GPIB Paulus Jakarta akan menyelenggarakan Ibadah Rutin yang diselenggarakan melalui aplikasi zoom dan disiarkan secara daring (live streaming) pada:. Hari & Tanggal

Bagi suatu organisasi visi memiliki peran dan fungsi sebagai berikut: memberikan arah, menciptakan kesadaran untuk mengendalikan dan mengawasi (sense of control),

Keragaman berarti bermacam-macam atau berjenis-jenis. Pada manusia, keragaman yang dimaksud adalah perbedaan yang dimiliki oleh setiap individu. Perbedaan pada individu itu ada

Carilah informasi dengan berdiskusi bersama orang tuamu mengenai ragam tari kreasi daerah yang berasal dari daerahmu... Hari itu, Dayu dan teman-teman berdiskusi mengenai

Gambar alat secara keseluruhan saat proses pengujian.. Pengujian alat dan

Hal tersebut menunjukkan hipotesis pertama yang menyatakan bahwa rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, rasio pasar dan economic

Sebaikanya pada area pengembangan dibuat akses tersendiri menuju area pengembangan, karena nantinya area pengembangan itu bisa jadi bukan milik gedung