DAMPAK PSIKOLOGIS MAHASISWA YANG DIPAKSA ORANG TUANYA DALAM
<Kata Kunci: kata 1, kata 2, kata 3>
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Banyak mahasiswa yang merasa tidak cocok dengan jurusan yang mereka ambil. Faktanya Dari hasil penelitiannya dengan mewawancara 50 responden, Country Manager La Trobe University (Australia), Ina Liem mengatakan, lebih dari 50% mengaku salah memilih jurusan di perguruan tinggi. Mereka merasa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga tidak berkembang dan sulit mengikuti pelajaran. Sehingga menyebabkan kurangnya motivasi belajar ataupun kurang bahagia dalam menjalaninya. Hurlock (1978:114) menjelaskan bahwa minat menjadi sumber motivasi yang kuat untuk belajar. Etikawati (2006:36) menjelaskan bahwa minat turut menentukan keunikan pribadi, karena dianggap sebagai sesuatu yang dipilih untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Minat juga akan memberikan kepuasan minat serta bakat yang dimiliki anak demi mencapai ambisi mereka sendiri. Ini terkait juga dengan pola asuh orang tua yang otoriter. Padahal seharusnya pola mempertanggungjawabkan apa yang dipilihnya, dan merasakan kenyamanan dalam menjalani perkuliahan.
Mahasiswa yang dipaksa oleh orang tuanya sering kali tidak dapat mengungkapkan minat sebenarnya, terkait dengan ketakutan, mengecewakan orang tua ataupun tidak biasa mengutarakan pendapatnya. Mereka terjebak antara kewajiban sebagai anak, yang harus mematuhi orang tua dan sebagai individu yang bebas menentukan hak untuk masa depannya. Akhirnya, mereka memiliki dua jalan keluar yaitu tetap mengoptimalkan kuliah yang diambil untuk membanggakan orang tua. Namun, dengan hati yang tertekan atau mengabaikan kuliah mereka karena tidak dapat beradaptasi dengan jurusan yang tidak mereka minati. Weiten (1995:215) menjelaskan terdapat dua kemungkinan respon sebagai proses adaptasi. Pertama adalah respon menghadapi ( fight), kedua adalah respon menghindar (flight).
dampak-dampak psikologis apa saja yang terjadi pada mahasiswa yang terkait dalam situasi tersebut.
Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada perilaku mahasiswa yang tertekan secara psikologis akibat otoritas orangtua.
mahasiswa yaitu remaja usia 19 tahun, pada dasarnya mahasiswa memiliki minat dan bakat yang berbeda dengan pilihan orangtuanya, Mahasiswa UAI dan UI yang menjalani perkuliahan.
Tujuan Penelitian
Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui dampak psikologis mahasiswa yang dipaksa orangtua dalam memilih jurusan.
Pertanyaan penelitian
1) Bagaimana dampak psikologis pada mahasiswa yang dipaksa orang tua dalam memilih jurusan yang tidak diinginkan?
2) Apa alasan mahasiswa bertahan di jurusan yang tidak diinginkan?
3) Bagaimana cara mahasiswa
beradaptasi dengan jurusan yang tidak disukai?
4) Apakah yang memotivasi mahasiswa untuk mendapatkan nilai bagus?
5) Apakah terdapat tekanan mental dalam menjalani hidup sebagai mahasiswa?
Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca yang
membaca penelitian ini. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Menambah pengetahuan tentang kondisi psikilogis remaja yang tertekan.
2. Sebagai petunjuk dan pengetahuan orangtua agar tidak menerapkan otoritas sehingga mau mendengarkan dan menghargai pendapat anak.
3. Bagi pembaca dengan adanya penelitian ini diharapkan agar mengutamakan demokrasi dan musyawarah dalam kehidupan, terutama didalam lingkup keluarga.
4. Memberikan informasi bahwa pentingnya dalam memahami orang lain, khususnya dalam penelitian ini memahami keinginan anak dan orangtua.
KAJIAN PUSTAKA Definisi
1. Dampak Psikologis
1. Definisi Dampak Psikologis
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dampak psikologis merupakan pengaruh positif maupun negatif yang muncul sebagai hasil dari adanya stimulus dan respon yang bekerja pada diri seseorang dan dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, dimana pengaruh tersebut nampak dalam perilaku individu. (Bety Wiaswiyanti, 2008, h. 11).
2. Pengertian Tekanan Psikologis
Murray (Hall & Linsey dalam Betty W 2008) menjelaskan bahwa tekanan adalah suatu sifat atau atribut dari obyek lingkungan atau orang yang memudahkan atau menghalangi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan psikologis seperti yang sudah dijelaskan diatas sebelumnya, jadi tekanan psikologis adalah jiwa individu yang terhalangi untuk mencapai tujuan akibat ketidak sepahaman individu dengan orang lain.
Perbedaan pendapat yang terus menerus dibahas atau terulang berkali-kali dalam kehidupannya, mengakibatkan kondisi individu merasa stres. Maka dari itu, Stres adalah suatu reaksi tubuh yang dipaksa, di mana ia boleh menganggu equilibrium (homeostasis) fisiologi normal (Julie K., 2005). Perilaku stres yang berlebihan mengakibatkan anak usia remaja merasa tertekan dan mengakibatkan rasa keputusasaan, sehingga mereka tidak tahu lagi jalan mana yang akan mereka jalani, Keputusasaan adalah merupakan keadaan subjektif seseorang individu yang melihat keterbatasan atau tidak ada alternative atau pilihan pribadi yang tersedia dan tidak dapat memobilisasi energi yang dimilikinya (NANDA, 2005, 1).
Karena peran orang tua sangat penting bagi anaknya, maka orangtua wajib mendidik atau memberikan contoh yang baik terhadap anaknya. Orang tua
adalah ayah dan ibu yang memiliki figur atau contoh yang akan selalu ditiru oleh anak-anaknya (Mardiya, 2000, 1). Maka orangtua wajib memberikan pola asuh yang baik terhadap anak-anaknya, jika anaknya bersalah sebaiknya orangtuanya bisa memberikan masukan atau nasihat dengan cara baik-baik dengan cara memahaminya terlebih dahulu. Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak dari segi negatif maupun positif (Rusdijana, 2006, 1).
Pada dasarnya usia remaja ingin merasakan kebebasan berfikir yang membuat kehidupannya dijalani dengan lebih nyaman berdasarkan kehendak mereka.
2. Definisi Paksaan
Pengertian Paksaan Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia Terdapat tiga pengertian yaitu:
1. Kekerasan; dengan keharusan (yang tidak harus dikerjakan), mengharuskan (orang) melakukan sesuatu yang diinginkan oleh yang memaksa; menyuruh orang dengan kekerasan. Dengan begitu paksaan adalah apa yang dipaksakan.
2. Paksa: waktu, saat, kesempatan. 3. Paksa: sayap; sisi misal sisi sebelah
bangunan atau gedung.
Subekti(1987. h.23) menyatakan bahwa paksaan yang dimaksudkan adalah paksaan rohani atau paksaan jiwa (psychis ), jadi bukan paksaan badan (fisik).
Faktor-faktor
Faktor-faktor orang tua memaksa anaknya dalam memilih jurusan:
2. Anak tidak dapat mengungkapkan apa yang diinginkan atau kurangnya komunikasi.
3. Perbedaan pola pikir kognitif, anak lebih mementingkan minatnya namun orang tua memikirkan masa depan anak mereka, dengan asumsi pilihan orang tua yang terbaik.
4. Orang tua mengambil jurusan itu saat kuliah dan akhirnya berkarir di bidang yang sesuai dengan jurusan tersebut dan sekarang hidup dengan nyaman sehingga mereka berpikir supaya sang anak mengambil jurusan yang sama
Hasil Penelitian Sebelumnya
Menurut hasil penelitian R. Damar Adi Hartaji, faktor yang menyebabkan mahasiswa memilih jurusan pilihan orang tua yaitu faktor pertama adalah adanya adjustment sehingga mahasiswa menyesuaikan dengan keinginan dari luar untuk membahagiakan orang tuanya.
Gambaran motivasi berprestasi: terdapat beberapa gambaran yang menggambarkan motivasi berprestasi mahasiswa, yaitu kurang tanggung jawab terhadap kuliah, tidak ada pertimbangan resiko, penyelesaian tugas yang tidak efektif, kreatif dan inovatif, dan tidak memanfaatkan waktu untuk belajar. Terakhir yaitu terdapat dua faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa, diantaranya faktor internal dan eksternal. Pada faktor internal terdapat adanya perasaan belum berhasil, kurang percaya diri terhadap kemampuan akademik dan perasaan beban terhadap tanggung jawab. Pada faktor eksternal terdapat adanya dorongan orang tua, adanya reward dan dukungan lingkungan kuliah. Jika dilihat kedua faktor, dari faktor eksternal sebenarnya cukup mendukung mahasiswa untuk dapat berprestasi tinggi, namun faktor dari dalam diri mahasiswa (internal) yang tampak menunjukan motivasi berprestasi rendah dan cenderung lebih berpengaruh terhadap motivasi berprestasi s sehingga membuat motivasi berprestasi mahasiswa rendah.
METODE PENELITIAN
Metode Pendekatan Masalah
Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, tentang dampak psikologis mahasiswa yang dipaksa dalam memilih jurusan. Penelitian ini memerlukan pendekatan mendalam dan memerlukan waktu yang relatif lama karena masalah yang akan diungkapkan bersifat pribadi. Dengan melihat masalah dan tujuan yang akan diteliti maka penelitian ini lebih baik menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif yang akan dilakukan memiliki latar belakang studi kasus, karena studi kasus membahas kasus spesifik dalam suatu kejadian seperti kasus individu, kelompok atau gambaran kehidupan sebenarnya ( dalam John W.Creswell 1998, h 37-38)
Bondan dan Taylor (dalam Moleong, 2000, h.3) juga mendefinisikan metode penelitian kualitatif sebagai suatu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diminati. Maka menurut pendapat diatas sudah jelas bahwa penelitian yang akan dicapai peneliti harus lebih mendalam dalam hal mendapatkan informasi dari subjek yang akan diteliti, namun dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu dalam menjawab pertanyaan penelitian, agar individu dapat bebas dalam mengungkapkan pertanyaan penelitian.
Subjek Penelitian
primer kedua berjenis kelamin wanita, kuliah di fakultas psikologi dan pendidikan, berstatus ekonomi menengah keatas.
Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian kualitatif, peneliti
menggunakan berbagai cara untuk
pengumpulan data:
1. Peneliti dalam mengumpulkan data salah satunya menggunakan metode wawancara tidak terstruktur dengan cara bertemu langsung dan tidak langsung (melalui rekaman webcam, telpon : whatsapp, line, dll).
2. Peneliti menggunakan metode observasi dengan cara peneliti kualitatif yang bersifat deskriptif analisis yaitu peneliti menguraikan masalah yang menjadi objek penelitian. Dengan cara memaparkan data tentang keadaan psikologis pada mahasiswa yang dipaksa orangtuanya dalam mengambil jurusan yang tidak diinginkannya, pada dua mahasiswa yaitu satu mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia dan satu mahasiswa Universitas Indonesia untuk di analisis secara ilmiah.
Tahapan analisis yang digunaka peneliti meliputi prosedur analisis sebagai berikut:
1. Membuat transkrip sesuai aslinya berdasarkan hasil wawancara dengan subjek yang ditiliti.
2. Memberikan penyajian berupa tabel dan deskripsi pada hasil rekaman dan disimpan sebagai dokumen.
3. Memberikan penomoran pada masing-masing transkip.
4. Menjelaskan data untuk memperoleh data hasil penelitian menjadi suatu kesimpulan yang dibuat.
Alat Bantu Penelitian
Dalam pengambilan data peneliti mengunakan alat bantu sebagai berikut:
1. HP
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian
dilaksanakan pada dua tempat, yaitu di Universitas Al-Azhar Indonesia dan di Restorant KFC. Alasan pemilihan tempat ialah karena subjek pertama akan di wawancara dari tempat yang sudah di sepakati bersama yaitu Restorant KFC dan informasi selebihnya menggunakan alat bantu seperti webcam, dan handphone Karena rumah dan universitas subjek pertama yang jauh dari lingkungan peneliti dan subjek kedua memang berkuliah di Universitas Al-Azhar sehingga mempermudah peneliti untuk meneliti.
Waktu penelitian akan dilaksanakan sehabis UTS, yakni dari awal Desember 2013 sampai selesai.
B. Instrument Penelitian
Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, karena dalam penelitian kualitatif peneliti yang menjadi kunci instrumen yakni mengamati dan mewawancarai langsung subjek untuk dinilai dan diminta keterangan.
Subjek dipilih secara pruporsive yakni peneliti menentukan sendiri subjek yang diambil sesuai dengan kriteria khusus (sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan)
Adapun kriteria informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Mahasiswa usia 18-20 tahun.
Memiliki minat yang berbeda dengan jurusannya.
Mengambil jurusan atas dasar permintaan atau paksaan dari orang tua.
Bersedia di wawancarai.
D. Kriteria Informan
Informan yang dipilih ialah seseorang yang sangat dekat dengan subjek dan yang paling memahami kondisi dari subjek. Sehingga peneliti bisa membuktikan kebenaran dari pernyataan subjek.
E. Teknik Pengabsahan Data
Di dalam penelitian kualitatif, pengabsahan data diperlukan karena penelitian kualitaatif tidak memiliki skala ukur yang pasti dalam validitas penelitian.
Menurut (Sarwono, 2006) dibutuhkan beberapa cara menentukan keabsahan data , yaitu:
1. Credibility yakni apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. Untuk dapat diterima atau dipercaya maka menggunakan triangulasi sumber, teknik dan teori.
2. Dependability yakni apakah hasil penelitian mengacu pada kekonsistenan peneliti dalam
mengumpulkan data,
membentuk dan menggunakan
konsep-konsep ketika
membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan.
3. Confirmability yakni apakah hasil penelitian dapat
dibuktikan kebenarannya
dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan lapangan.
4. Transferability yakni apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain.
Berdasarkan teori di atas, peneliti menentukan keabsahan data sebagai berikut:
1. Credibility.
Untuk dapat diterima atau dipercaya maka peneliti membandingkan sumber yang diperoleh dari subjek primer dengan sumber yang diperoleh dari subjek sekunder serta dengan teori yang ada.
2. Dependability.
Untuk menentukan apakah hasil penelitian telah sesuai dan konsisten dalam mengumpulkan data, peneliti
membuat konsep-konsep
yang terstruktur sehingga penelitian tetap di alurnya. Dan membuat interpretasi kesimpulan sesuai dengan mencocokan data dilapangan
dengan konsep-konsep
tersebut.
3. Confirmability
Agar dataa yang didapat dipastikan kebenarannya, data di lapangan dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan dalam bentuk verbatim.
Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi lain karena fenomena di dalamnya merupakan permasalahan kehidupan sehari-hari.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Subjek Penelitian Subjek I
Initial Subjek : T
Karakteristik Subjek :
1. Usia 19 tahun
2. Jenis Kelamin Wanita
3. Agama Islam
4. Suku Jawa
5. Anak ke 1 dari 3
bersaudara
6. Status Belum Menikah
7. Profesi Mahasiswa
8. Pendidikan Terakhir
SMA
Gambaran Umum Subjek :
Subjek memiliki tinggi badan yang cukup tinggi untuk ukuran wanita indonesia. Subjek memakai kacamata dengan mata yang kecil,bertubuh kurus dan berkulit sawo mateng. Penampilan subjek cukup rapi, sederhana dan sedikit tomboy. Subjek terlihat sebagai orang yang cerdas, berwibawa dan juga berseni. Ketika sedang diwawancara, subjek mengenakan kaus panjang dengan jins, dan kerudung segitiga yang dipakaikan bros. Subjek terlihat pendiam di awal, namun ceriwis setelah bercerita.
Subjek II
Initial Subjek : NR
Karakteristik Subjek :
Gambaran Umum Subjek :
subjek bertubuh gemuk, berkulit coklat muda, ada bekas jerawat dibagian pipih kanan dan kiri, bermuka bulat dan terlihat
chubby, memakai kerudung abu-abu saat diwawancarai, terlihat lucu dan subjek selalu tertawa ketika diwawancarai, tinggi badannya kurang lebih 159, terlihat tomboy ketika subjek berjalan dan dalam mengenakan busana juga lebih sering memakai kaos santai, subjek memakai behel berwarna hijau.
Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa yang menyebabkan subjek pertama (T) memilih jurusan yang sesuai dengan keinginan orang tuanya adalah karena subjek tidak ingin menyakiti perasaan orang tuanya terutama ibunya. Subjek sudah berulang kali mengatakan minat yang sesungguhnya, namun orang tua subjek, dalam kasus ini ibu subjek, merasa minat yang subjek inginkan yaitu seni budaya tidak bisa menjadikan subjek sukses, menurutnya seni hanya sebagai
hobby saja.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan subjek T mengikuti keinginan ibunya ialah di dalam diri subjek terdapat kekaguman terhadap ibunya. Subjek mengetahui dan meyakini bahwa pekerjaan sebagai akuntan memang sangat menjanjikan, terbukti ibunya dapat menafkahi keluarganya dan menjadi tulang punggung keluarga. Akan tetapi, sesuai observasi yang peneliti lakukan, subjek tidak menikmati perkuliahannya. Sering kali ia curhat karena merasa terbebani
1. Usia 19 tahun
2. Jenis Kelamin Wanita
dengan perkuliahannya, hal ini seperti berbanding kebalik dengan keyakinannya.
Kesimpulannya secara rasional subjek T mengetahui apasaja keuntungan berkuliah di akuntansi, apalagi di universitas paling ternama di Indonesia, namun terkadang masih ada saja keganjelan dalam menjalani perkuliahan. Subjek T masih merasa dirinya tidak pas di jurusannya, dan sering merasa jenuh, terbebani dan tidak pernah merasa puas dengan segala yang dicapainya.
Tidak jauh berbeda dengan subjek pertama, subjek kedua (NR) juga mengambil jurusan yang tidak diinginkannya karena tuntutan orang tuanya, yakni ibunya. Subjek NR merasa bahwa apabila ia tidak mengikuti keinginan ibunya, ia akan menjadi anak yang durhaka. Selain itu subjek NR juga merasa ibunya yang lebih berpengalaman dalam kehidupan, tidak akan salah dalam menentukan keputusan dalam memilih jurusan. Walaupun begitu, subjek NR merasa dijebak oleh ibunya, karena pada mulanya ia hanya ingin mencoba jurusan psikologi dan apabila ia tidak menyukainya, ia akan pindah pada minat jurusan sebenarnya yaitu desain grafis ataupun sastra inggris. Akan tetapi , ketika subjek sudah memasuki perkuliahan satu semester dan masih merasa kurang berminat pada jurusannya, subjek dilarang pindah oleh ibunya. Menyikapi hal ini, subjek merasa hanya bisa pasrah dan ikhlas dalam menjalani perkuliahan pilihan ibunya. Ia berkata bahwa setelah lulus ia akan melanjutkan S2 desain.
Dan sesuai wawancara yang dilakukan dengan informan, diketahui bahwa subjek NR sudah mulai dapat menyesuaikan diri pada jurusan psikologi. Walaupun terkadang subjek masih sering mengeluh apabila nilainya tidak bagus. Informan juga membenarkan bahwa subjek NR pintar dalam menggambar, terutama menggambar desain. Dan ia sangat menyayangkan temannya tersebut tidak dapat mengoptimalkan bakat yang dimilikinya.
Persamaan kasus yang terjadi kepada kedua subjek dapat terlihat,bahwa para ibu yang memaksakan kehendaknya dalam memilih jurusan perkuliahan. Meskipun kedua subjek sudah menceritakan minat yang sesungguhnya. Dan kedua subjek yang hanya berstatus sebagai anak, merasa tidak berdaya dalam menghadapi tuntutan ibu mereka. Mereka takut mengecewakan orang tua, terutama ibu mereka, apabila tidak menuruti keinginannya.
Creswell, John W.,. 1998. Qualitative Inquiry and Research. Design: Choosing Among Five Tradition. (London: SAGE Publications, 1998),
Intani, Sofah, Fara., Surjaningrum, R,
Endang., 2010. Coping
Strategy pada Mahasiswa Salah
Jurusan. Jurnal Psikologi
Universitas Airlangga Surabaya
14(2): 120-121.
Muchibi. 2011. Otoritas Orang Tua Terhadap Anak Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 (Kasus Arumi Bachsin). Skripsi.
Program Sarjana Hukum Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
LAMPIRAN
LAMPIRAN A
Initial Subjek : T
Waktu : minggu, 15 desember 2013, pukul 11.20-14.30
Tempat : KFC Bintaro Plaza
Karakteristik Subjek :
Transkrip Verbatim
Baris Pelaku Uraian Wawancara Tema
1
5
10
15
20
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
Subjek:
Apakah jurusan yang anda jalankan saat ini sudah sesuai dengan minat dan bakat anda?
Kalau dibilang minat, minatnya sih gak minat minat banget. Kalau bakat, orang-orang sih pada bilang kayak gini lo, temen-temen tuh pada bilangnya gini di kampus, Tal lo tuh salah jurusan. Udah banyak banget yang bilangnya gitu kan. Terus pada bilang, bakatnya tuh lebih ke seni. Pada bilang sih kayak gitu. Jadi yahh.... jadi simpulkan sendiri. Hahaha.
Apa alasan anda mengambil jurusan yang tidak sesuai minat anda?
hahahaha... jadi sebenenrnya sih dari orang tua ya, kan nyokap gue akuntan. Nah terus dibilang sama nyokap gue, akuntan itu. Ya lo tau sendiri. dia itu lapangan kerjanya banyak pertama, terus gajinya juga ga kecil-kecil banget kan. Terus gampang juga dapet kerjaannya. Jadi semua perusahaan pasti butuh akuntan, itu tuh rumah sakit juga pasti butuhkan. Nah terus abis itu, kata nyokap gue. Yaudah kamu akuntansi aja, terus milihnya pertama akuntansi UI aja.haha..gitu kan. Terus awalnya gue tuh sempet kayak aduuuh akuntansi, terus di sekolah juga belajar akuntasi gitu kan, ya walaupun masih gampang banget gitulah. Nah
Ketidakminatan jurusan
Minat subjek sebenarnya
Latar belakang salah pengambilan jurusan
25
30
35
40
45
50
55
60
65
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
terus awalnya juga pengennya itu mau ke Jerman, ambil seni itu. Udah sampe ditulis gitu di kertas terus ditempel di kamar, jadi kalau setiap bangun tidur tuh dibaca...dibaca..gitu-gitu...dibaca sampe segitunya. Nah terus akhirnya sama orang tua juga ga boleh di Jerman, orang tua kekeh tuh mau milih di akun aja, dia kan gampang pekerjaannya..gitu loh. Iya begitulah intinya. Akhirnya milih akun UI deh, karena engga mau, apa ya kalo nentang orang tua gimana ya. Kesannya, ga enak gitu loh, jadinya hatinya.. Misalnya mau orang tua milihnya akun UI, sempet sih orang tua bilang terserah kamu, tapi terserahnya tuh kayak terseralaaah....gitu loh.. Ngerti engga? Ya gitu deh..heheheh..
Apakah anda sudah mencoba untuk memusyawarkan, tukar pikiran dengan orang tua?
Gue sempet ngomong sih sama orang tua: Bu, aku pengennya seni, kan gue bilang juga, kalau seni itu kan, gak cuman seni rupa murni kan. Tapi orang tua tuh mikir tuh Seni rupa, lo mau makan apa, lo mau kerja apa, mau hidup kayak apa. Gitu loh. Kan gajinya yang gak tentu, terus orang tua gue taunya seni itu paling freelance doang. Sedanngkandecafe itu banyak dia bisa bikin animasi, terus yang bikin-bikin desain-desain begini juga bisa sih decafe gitu kan. Tapi orang tua gue tuh gak mauu, orang tua gue pengennya yang pasti, karena gue juga anak pertama kan, gue harus kayak ngebiayain ade-ade gue buat sekolah juga, nyari uang buat bantuin orang tua, gituu. Udah ngomong sih, sampe nangis-nangis hahaha..(subjek berkaca-kaca) tapi orang tua bilangnya gitu sih, kamu akun ajalah, seni itu buat sampingan aja, buat hobby. Tapi orang tua sebenernya udah tau gitu loh, gue dari TK udah di seni. Gue di TK nari, ekskul gambar juga di TK. Dan gue di TK sering banget ikut-ikut lomba sampe sd aja pun kalau ada lomba suka dipanggil gitu sama sekolah, jadi apa namanya. Aaa..Perwakilan. Yaudah. Cuman yah bye bye.
Apakah anda merasakan kekecewaan dengan orang
Latar belakang orang tua memaksa
Mencari solusi (jalan tengah)
Mencari solusi
71
75
79
85
90
95
101
Subjek:
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
Subjek :
Peneliti:
Subjek:
tua yang memaksa?
Sampe sekarang masih ada yang ganjel, kecewa...kecewa banget pas awal. Cuman setelah sampe semester 3 ini, yaudah semester 3 gitu kan. Mau pindah juga kayak sayang. Lo dua tahun gitu ngapain di UI, ya sayang-sayang juga dan terus semester dua kan udah belajar pajak nih. Terus juga udah tertarik gitu pajak, ya lumayanlah event
ga sampee...apa...gak sampe tekunin banget, cuman lebih mending daripada pelajaran-pelajaran akun yang lainnya sih. Hahahahahaha (Subjek tertawa geli sendiri)
Apa alasan anda bertahan di jurusan yang tidak anda minati?
Nah...Alasannya sih cuman satu pengen ngebahagiain orang tua doang. Iya cuman itu doang. Jadi gue mau ngebuktiin gitu loh, event gue di akuntansi yang enggak gue pengen banget tapi insyaAllah bisa sukses dan ngebahagiain orang tua...hahahaha...jadi curhat (mata subjek semakin berkaca-kaca). Cukup.Cukup.Cukup.
Apakah anda memiliki motivasi belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus? Apabila terdapat motivasi, hal apa yang memotivasi?
Iya...Motivasinya...Nyokap si, kan nyokap akuntan. Terus nyokap juga apa namanya ya...kalau jujur ya. Sekarang itu yang kerja cuman nyokap gitu loh, jadi motivasi gue adalah ya gue ngeliat nyokap. Nyokap tuh bisa, apaya gimana ya ngomongnya... Iya bisa menghidupi, keluarganya, anak-anaknya. Walaupun dia sendirian. Hehehe...jadi curhat keluarga nih.
Apakah anda merasa percaya diri dalam perkuliahan?
hahaha....aduh....kalau dibilang percaya diri belum sih....Karena gue ngeliat dari semester satu dan semester dua gue itu di akun agak kurang banget...apalagi pengantar akuntansi satunya. Nah
Dampak psikologis
Dampak psikologis
Motivasi subjek
Motivasi Subjek
Motivasi Subjek
Motivasi subjek
106
111
115
120
125
130
135
140
141
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
Subjek:
jadi gue ngerasa, “Tal, lo di akuntansi” ...hahaha... kayaknya kurang gitu. Dan terus selama perkuliahan itu gue itu kayak suka iseng-iseng kayak gambar gitu-gitu, terus gue suka berhenti, “Tal lo harus merhatiin dosen, lo harus fokus.” Tapi gue masih ngerasa kurang banget gitu loh di akun. (interviewer menambahkan: gak bisa optimalin?) hu uh hu uh...bener, bener banget tuh! Terus jadi selama.... jadi sebenernya kuliah semester ini cuman senin sampai kamis ya. Nah walau pun empat hari ini, cuman gue jadi tiga harinya enggak bisa gambar dengan tekun dan ngembangin bakat gue gitu loh. Jadi tugas-tugas..Banyak banget.
Apakah anda merasakan kepuasan ketika mendapatkan nilai bagus?
hahaha....matkul nilai bagus? Haha.. matkul yang nilainya bagus adalah matkul yang seharusnya gue tuh enggak fokus ke situ. Jadi kan gue parodi..eh apa namanya..parodi ya...Prodi! Prodinya tuh kan akun, tapi gue nilai bagus tuh bukan yang akun. Jadi semester satu nilai bagus gue PE, PE itu adalah....dia itu dibawahi oleh ekonomi, ya kan...Nah abis itu semester dua PE gue juga bagus. PE2, pengantar ekonomi kedua. Nah terus juga sama nilai manajemen, jadi manajemen tuh di bawahi manajemen. Jadi gue itu mata kuliah yang di bawahi akuntansi itu nilainya pasti di bawah matkul yang di bawahi oleh si prodi-prodi selain akuntansi. Nah untuk semester ini gue udah optimis, gue dapet nilai bagus di MMI, manusia dan masyarakat indonesia. Nah itu kayak dia prodi apa yaa... kayaknya mata kuliah wajib univ deh. Ahahaha.Udah itu doang.
Jadi intinya apakah anda tetap merasakan kepuasan dan kebanggan ketika ada nilai anda yang bagus?
Ya...puas..ya Alhamdulillah bersyukur aja, cuman yang untuk akunnya itu loh...masih belum mencukupi.
Apakah anda pernah merasa bosan dengan jurusan anda saat ini?
Kepercayaan diri subjek
Kepuasan diri subjek
Kepuasan diri subjek
Kepuasan diri subjek
Kepuasan diri subjek
Transkrip Verbatim
Initial Subjek : NR
Waktu : Senin, 16-Desember-2013, Pukul 10.45-11.55
Tempat : Ruang Psikologi UAI lantai 3
Baris Pelaku Uraian Wawancara Tema
1
5
10
15
20
25
30
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
Subjek:
Peneliti:
Subjek:
Apakah jurusan yang anda jalani saat ini sudah sesuai dengan minat anda?
Awalnya pas gw liat fakultas psikologi tidak sesuai dengan gw gitu...tapi setelah dipelajari lama kelamaan udah mulai terbuka fikiran gw, udah mulai menyukai inilah. Kadang gw sempet mikir, gw enjoy ga ya kuliah, tapi.. yaa...gimana? udah takdir.
Jurusan apa yang sebenarnya anda minati?
Desain grafis, pokoknya desain-desain gitu trus sama sastra inggris.
Mengapa anda mengambil jurusan yang tidak sesuai dengan minat anda? Apa alasannya?
Waktu pas gw masuk di UAI itukan pilihannya dua. Sastra inggris sama psikologi, tapi sastra inggris itu pilihan gw kalo psikologi pilihan nyokap, ga tau kenapa nyokap milih itu ya...gw ketrima yang psikologi karena pilihan pertama. Padahal gw ga mau tapi nyokap gw udah berusaha nyuruh-nyuruh sepupu gw yang psikologi juga untuk membuka pikiran gw nerima psikologi, trus gw kaya diteken-teken masuk psikologi gitulah... gw sih ikhlas ajalah daripada gw tar ga diridhoin.
Apakah anda merasakan kekecewaan ketika orangtua memaksa anda memilih jurusan?
Ada sih sedikit, nyokap gw itu pola pikirnya rasional dan kenapa nyokap ga mau dengerin gw, gw kan bukan disitu minatnya. Tapi kenapa selama ini gw nurutin orangtua gw, karena gw mikir orangtua itu pengalamannya lebih banyak daripada kitakan, jadi gw mengikuti aja semua arahannya.
Keterpaksaan subjek menyikapi jurusan
Minat jurusan subjek sebenarnya
Ketidak minatan jurusan
Ketidak minatan jurusan
Keterpaksaan subjek
Dampak psikologis
35
Apakah anda pernah berniat untuk mengutarakan minat jurusan anda sebenarnya pada orangtua? Jika sudah apa tanggapan orangtua anda terhadap itu?
Udah pernah, certitanya yang IPA ya..”mah, kayanya NR ga suka sama hitung-hitungan yang di IPA gitu, NR pindah aja ya ke IPS, trus tanggapan nyokap gw”, ”cobain aja dulu 1 semester tar juga suka”, entar juga suka katanya, trus katanya gw boleh pindah jurusan, eh..pas gw jalanin, terus gw g boleh pindah, gw jadi stak gitu. Menurut gw, nyokap gw itu berusaha merubah cara pandang gw, tapikan gimana cara pandang gw ga gampang buat dirubah. Setelah gw utarakan nyokap gw tetep kekeh gitu dech.
Apakah ada niatan anda untuk mempertahankan jurusan yang tidak anda minati?
Setelah gw pikir-pikir psikologi ga terlalu bertentangan sama minat gw sih, gw sengaja nyari fakultas yang ilmu hitungnya sedikit, dan nyokap gw menyarankan psikologi , tapi..ya.. gw masih pengen sastra sama desain, jadi gw pengen bertahan walaupun setelah lulus gw tetep mau belajar desain.
Apakah anda memiliki motivasi untuk mendapatkan nilai yang bagus? Apabila terdapat motivasi hal apa yang memotivasi anda?
Kalo dari luar gw dapet motivasi dan pembelajaran dari sodara gw itu, kalo dalam diri gw kalo gw dapet nilai bagus itu bisa menyemangati gw tapi kalo gw dapet nilai jelek itu bisa menurunkan motivasi gw, karena gw biasa menghafal, jadi kalo ada tugas kelompok atau tugas lapangan itu jelek, yah...agak kurang kalo motivasi dalam diri gw. Kalo dari nyokap bokap karena sibuk jadi mereka cuma mendorong gw biar semangat aja.
Apakah anda merasa percaya diri dalam perkuliahan?
Gw bakalan percaya diri sama tugas gw kalo dikerjain pas gw udah belajar, ga berarti kalo gw
Solusi terbaik
80
ga minat berarti gw ga belajar, gw percaya diri aja kalo gw bener-bener belajar.
Apakah anda berniat untuk pindah dari jurusan yang dijalani sekarang? Jika ada apa alasannya?
Niatan pas mau pindah jurusan ada pas awal banget, kalo udah jauh banget kaya gini mah, mendingan gw lanjutin aja soalnya sayang umur, sayang duit, sayang...pokoknya banyak deh udah gw lanjutin aja ampe habis, masalah gw mau jurusan lain kan bisa setelah menyelesaikan studi ini.
Apakah saat ini anda merasa nyaman dengan jurusan yang dijalani? Apabila tidak nyaman, apa alasannya?
Ada rasa nyaman, ada rasa ga nyaman juga. Kalo rasa nyamannya.. kalo gw bisa menyesuaikan diri gw dalam fakultas ini, dan gw bisa menerima matakuliah ini, rasa ga nyaman itu ketika ada masalah, gw nyari sebab kenapa gw berperilakuan seperti ini, terlalu banyak beban gitu pikiran gw. Kadang gw berpikir orangtua gw salah memberikan pola asuh, tapi kata sodara gw harus berhenti memikirkan kalo gw itu jadi korban orangtua gw. Jadi gw harus merubah lingkungan gw gitu.
Tabel Kategorisasi dan Coding Tema wawancara Subjek T dan NR
Kategorisasi Tema
Subkategorisasi Tema
Subjek 1 Informan
Ketidakminatan pada jurusan
Subjek memilih jurusan
berdasarkan paksaan orang tua.
Menurut teman-teman subjek, subjek lebih cocok mengambil jurusan seni. S1, W, 15-12-13, 106-112)
Konflik
Dampak psikologis
Minat sebenarnya
Alasan orang tua memaksa
Konflik dengan ibu dan diri sendiri (batin).
Karena menurut ibu subjek, akuntansi mudah mendapatkan pekerjaan. Jurusan seni tidak jelas dan tidak pasti, bisa menjadi sampingan saja. Dan juga karena orang tua subjek ingin subjek sebagai anak pertama untuk dapat membantu membiayai adik-adiknya. (T, S1, W, 12-13, 15-25, 45-58)
Orang tua terutama ibu
terlalu memaksakan
keinginannya, ia tidak mau
mendengar pendapat
anaknya. Di lain hal, subjek merasa kasihan dengan ibu subjek, karena
sudah terpilih oleh ibunya, mengakibatkan subjek menurut dengan keinginan ibunya, jika harus mengambil jurusan lain pun subjek merasa sayang umur, sayang uang. (NR, S2, W, 16-12-13, 14-17, 19-22,78-81)
Subjek sangat
menginginkan jurusan desain atau sastra inggris, tetapi walaupun sudah terlanjur masuk psikologi subjek akan tetap melanjutkan keinginannya setelah menyelesaikan studi psikologi. (NR, S2, W, 16-12-13, 10-11, 55-56, 82-84)
Motivasi
Kekecewaan
Kejenuhan dalam perkuliahan
Keterpaksaan
subjek dalam
menyikapi jurusan
saat ini ibunya sendirian menjadi tulang punggung keluarga. (T, S1, W, 15-12-13, 42-55
Subjek memaksaan diri untuk senang dengan
jurusannya, namun
sebenarnya belum enjoy dalam perkuliahan. (T, S1, 15-12-13, 68-77, 167-168)
Karena subjek dari awal tidak tertarik pada jurusannya, sehingga ia
masih merasakan
kejenuhan dalam
perkuliahan. Tak sering ia malah lebih fokus dengan hobbynya menggambar, dari pada mendengarkan dosen.(T,S1,W, 15-12-13, 143-164,93-99)
Subjek yang masih kurang tertarik dengan jurusannya, merasa belum optimal dalam hal nilai sehingga menyebabkan kepercayaan diri yang rendah dalam menjalani perkuliahan. (T, S1,W, 15-12-13, 102-113, 122-129)
Subjek masih belum menemukan motivasi dari dalam dirinya dalam menjalani kuliahnya saat
mengakibatkan subjek mempunyai pikiran
negatif terhadap
ibunya. (NR, S2, W, 16-12-13, 26-28,91-98)
Walaupun subjek sudah mengutarakan, ibu subjek tetap dengan pendiriannya,
mengakibatkan subjek merasa kesal. (NR, S2, W, 16-12-13, 41-47)
Subjek awalnya tidak suka dengan jurusan yang dipilihkan orang tuanya, tetapi setelah sudah terbiasa sudah mulai suka dan subjek juga berfikiran bahwa pengalaman orangtua itu lebih banyak, maka dari itu subjek menerima apa yang diinginkan ibunya. (NR, S2, W, 16-12-13, 3-6, 29-32)
Kenyamanan
Solusi
Motivasi subjek
berasal dari
eksternal bukan dari internal
Subjek berusaha membuat dirinya yakin dan bisa berhasil walau bukan jurusannya
yang sedang
dijalankan
Subjek merasa senang dengan lingkungannya
Solusi subjek
dalam keinginan mengambil jurusan
ini, yang menjadi motivasi terbesar subjek ialah rasa ingin membahagiakan ibunya dan juga dukungan dari teman-temannya. (T,S1,W,15-12-13, 81-86, 168-188)
Subjek sudah berusaha mengutarakan minatnya, namun ibunya tetap bersikeras memaksakan kehendaknya. (T,S1,W,15-12-13,40-54)
hitungnya dan banyak
yang mendukung
subjek dijurusan
psikologi, mulai dari dukungan saudara,
orangtuanya dan
subjek sendiri yang sedang berusaha untuk
menyukai jurusan
psikologi (NR, S2, W, 16-12-13, 55-56, 60-69)
Subjek merasa percaya diri jika tugas yang sudah dikerjakannya berhasil dengan cara
belajar maksimal,
walaupun bukan
jurusan yang
diinginkannya bukan berarti subjek tidak mau belajar. (NR, S2, W, 16-12-13,72-75)
Subjek akan merasa nyaman jika sudah beradaptasi dengan lingkungannya dan di
fakultasnya bisa
menerima matakuliah dengan baik. (NR, S2, W, 16-12-13, 89-91)
Informan
Initial Subjek : HK
Waktu : kamis, 9 Januari 2014, pukul 09:22-21:13
Tempat : melalui WhatsApp
Baris Pelaku Uraian wawancara Tema dan Coding
1 Pelaku:
Informan S2:
Awal loe ketemu sama NR menurut loe dia nyaman g buat ngejalanin jurusan psikologi?
Nyaman nyaman aja si dew sepenglihatan gw.
Kenyamanan subjek dalam menjalani jurusan
nyaman saat menjalani
kuliahnya(HK, I, S2 W, 09-01-14, 1-3)
Loe yakin, kira-kira dia pernah ngeluh g sama jurusannya?
Setau gw dulu pernah si, pas mau masuk semester 2 kalo ga salah kita lagi ngbrol-ngobrol gitu. Itu jg yg mulai gw, ngeluh psium ko begini ya.. kayak masih abstrak belum terlalu nyambung sama materi, masih ngambang gitu bingung dikit. Ngeluhnya si hampir sama kayak gini, ko gw masuk jadi psikologi tapi psium begini ya.. kayaknya masih belum-belum paham banget gitu,
Selebihnya dia malah cerita kayak sepupunya dulu juga gitu tapi lama kelamaan paham ko. Gitu. itu selama kuliah yang gw tau ya wi. Tapi emang pernah kita ngobrol-ngobrol trus ngeliat dia gambar. Gambarnya bagus-bagus. Kadang kita bilang kenapa ga masuk desain ris,dia bilang, “iya tadi mau masuk itu cuma ga boleh sama mamah. kuliah jurusan yang tidak diminatinya (HK, I, S2 W, 09-01-14, 11-14)
Minat subjek sebenarnya
(Subjek lebih pantas masuk jurusan desain karena ia bagus dalam hal
menggambar (HK, I, S2 W, 09-01-14,
17-Gw minta pendapat loe, kira-kira NR menurut loe sesuai g sih sama jurusannya? Kan loe tau dia kadang ngeluh kadang g, dan kadang NR melampiaskan keinginannya dengan cara menggambar? itu menurut loe sendiri gimana? Kalo menurut gw dia lebih cocok di desain, soalnya gw pernah ngeliat beberapa kayak model baju gitu buatan dia. Terus dia itu suka buat gambar-gambar kartun lucu.
Buat ngelampiasin atau ngga gw ngga bisa bilang iya atau ngga. Tapi kalo selama
dikampus jarang sih sampe buat gambar kayak desain-desain gitu paling kayak gambar orang gitu, terus imajinasi sendiri cerita kayak apa. Itu kalo lagi mata kuliahnya suka ngebetein atau dosennya.
minat subjek sebenarnya
(ketika merasa bosan, subjek selain senang menggambar juga senang dalam membuat model baju. (HK, I, S2 W, 09-01-14, 28-38)
40
45
Informan S2:
jelas
Kayaknya pernah dew, Kalo ga salah dulu dia pernah mau ambil jurusan itu (desain) cuma ga dikasih sama mamahnya akhirnya suruh masuk psikologi aja, Udah begitu doang ingetnya. Lupa euuy..dia kalo cerita banyak banget.
Masalah subjek dengan orangtua
(subjek merasa dipaksa dengan orang tuanya (HK, I, S2 W, 09-01-14, 43-46)
50
Pelaku:
Informan S2:
NR pernah cerita g kalo dia kecewa atau sebel sama pilihan mamahnya?
Dia pernah kesel gitu dew, tapi ya udah dia jalanin aja.
Dampak psikologis dan keterpaksaan subjek
(keterpaksaan subjek dalam menjalani hidupnya (HK, I, S2 W, 09-01-14, 50-51)
55
Pelaku:
Informan S2:
Bilang keselnya gimana bisa ceritain dikit aja g?
Iya kayak gw padahal pengen banget masuk disitu cuma ga diizinin nyokap yaudah deh ga jadi.
Dampak psikologis
(akan tetapi, subjek merasa pasrah dengan pendapat orangtuanya (HK, I, S2 W, 09-01-14, 54-56)
60
Pelaku:
Informan S2:
Trus NR pernah cerita g ada niatan mau pindah saking sebel atau kecewa sama jurusan yg bukan keinginannya itu?
Ngga dew kayaknya dia ga cerita begitu.
Subjek tidak terbuka
(subjek banyak sekali memendam keterpaksaanya sehingga
diutarakan (HK, I, S2 W, 09-01-14, 60)
65
Pelaku:
Informan S2:
Dia pernah cerita g masalah dia pas SMA mau pindah ke IPS pas dia g suka sama IPA tapi dipaksa sama mamahnya?
Wah kayaknya dia pernah bilang mau masuk ips eh tau-taunya disuruh masuk ipa. Biar itu bisa dapet pilihan jurusan banyak.
Minat subjek sebenarnya dan
alasan orang tua memaksa
(menurut ibunya kalo masuk jurusan IPA jadi banyak peluang buat masuk jurusan yang lain (HK, I, S2 W, 09-01-14, 66-67)
Pelaku:
Informan S2:
Pernah bilang mau pindah g?
Nah gw ga inget wi
Informan tidak ingat
70 Pelaku:
Informan S2:
Trus ada niatan g kalo dia mau
mempertahankan jurusan psikologi walaupun itu bukan jurusannya?
Iya ada, dia bersemangat ko. Keterpaksaan subjek menjalani jurusan
(subjek terlihat semangat didepan teman-temannya (HK, I, S2 W, 09-01-14, 73)
75
Pelaku:
Informan S2:
Loe tau g motivasi apa aja yg membuat NR masih bertahan di psikologi?
Karna udah masuk di psikologi ya dia jalanin aja semaksimal mungkin. Terus cepet lulus
merasa senang jika mendapatkan nilai bagusdan dalam menjalani
perkulihannya pun subjek merasa percaya diri saja (HK, I, S2 W, 09-01-14, 76-79, 80-82, 90-92)
80 Pelaku:
Informan S2:
Menurut loe R seneng g kalo dapet nilai bagus dimata kuliah psikologi?
Senenglah, siapa yang ga seneng.
Motivasi subjek
Pelaku:
Informan S2:
Loe pernah nanya g ke dia alasan dia ambil psikologi padahal NR pinginnya di desain?
Ngga pernah
Rasa tidak berani informan
85 Pelaku:
Informan S2:
Menurut loe NR menjalani aktivitas sebagai mahasiswa psikologi, NR termasuk percaya diri g?
Iya percaya diri
Rasa percaya diri subjek
(subjek dalam menjalani
perkuliahan sehari-harinya selalu percaya diri (HK, I, S2 W, 09-01-14, 85-88)
90
92
Pelaku:
Informan S2:
Walaupun itu bukan jurusan yang
diinginkannya? Dia masih percaya diri buat ngejalanin hari-harinya?
LAMPIRAN D
Hasil Observasi
Indikator Perilaku yang tampak Subjek T
Ketidakminatan pada Jurusan
Subjek sering terlihat bosan ketika sedang bela-jar
√
Subjek lebih sering melakukan hobbynya
dari-pada belajar
√ Subjek beberapa kali curhat bahwa ia bosan
ku-liah jurusannya dan ada keinginan pindah
√ Subjek pernah mencoba test masuk jurusan
yang ia inginkan
√
Subjek pernah mencoba cara untuk keluar ju-rusannya
- Di rumah subjek terlihat banyak lukisan/ piala dari lomba menggambar
√
Kekecewaan pada Orang tua
Subjek menangis ketika membahas minat
sebe-narnya
√
Subjek telah mencoba mengatakan kepada ibunya tentang minat sebenarnya, namun dia-baikan
√
Subjek bercerita dengan penuh emosi sedih √
Subjek sering bertengkar dengan ibunya
-Tekanan Psikologis Subjek sering merasa stress apabula tidak bisa
mengerjakan tugas kuliahnya
√
Subjek terlihat kaku dengan ibunya √
Subjek tidak terlihat bergembira dengan nilai bagus
√
Subjek merasa hidupnya terkekang √
Motivasi IP subjek selalu tinggi √
IPK subjek meningkat setiap semester
- Subjek terlihat semangat apabila membahas perkuliahan