• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Presepsi Kenyamanan Spasial di Pedestrian depan Kampus UMB Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat Menurut Mahasiswa UMB

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tahap Penelitian

Dalam melaksanakan suatu kegiatan di laksanakan tahap penelitian, karna merupakan langkah penting yang harus di tempuh sebelum melaksanakan kegiatan tahapan penelitian di lapangan. Oleh karna itu, sebelum melaksanakan kegiatan tahapan terlebih dahulu peneliti membuat tahapan penelitian. kegiatan ini bertujuan untuk lebih mempokuskan dan terarah program penelitian sesuai dengan tujuan yang di harapkan.

1. Kajian Pustaka

Pada tahap kajian pustaka ini peneliti mengkaji beberapa hal mengenai kondisi-kondisi pedestrian, yang bertujuan untuk mengetahui keadaan di jalur pedestrian yaitu

a) Kajian Pustaka Tentang Kenyamanan Di Pedestrian

Di kawasan depan Kampus Universitas Mercu Buana Meruya Selatan Jakarta Barat mengundang pelaku aktivitas di ruang publik lain yang memanfaatkan hilir mudik pejalan kaki. Pengguna ruang publik tersebut menempati sebagian badan jalan sebagai tempat parkir kendaraan, berjualan pedagang kaki lima, pangkalan Taxi, angkutan umum dan tempat berkumpul. Jalur pedestrian depan kampus Universitas Mercu Buana Meuya Selatan Jakarta Barat selain digunakan sebagai wadah sirkulasi pejalan kaki juga digunakan sebagai peletakan street furniture, tempat pedagang kaki lima berjualan dan parkir kendaraan bermotor, sebagian besar kegiatan pedagang kaki lima ini berlangsung dari mulai pagi hari hingga larut malam.

(2)

Presepsi Kenyamanan Spasial di Pedestrian depan Kampus UMB Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat Menurut Mahasiswa UMB

b) Menyusun Materi-materi Wawancara

Setelah melakukan kaian pustaka, peneliti dapat menyusun materi-materi wawancara dari kenyaman Spasial pendestrian. Menurut Richard Unterman (1984) tingkat kenyamanan dihubungkan dengan kondisi kesesakan dan kepadatan, dipengaruhi oleh keamanan dan persepsi manusia dan kemudahan untuk bergerak. Kapasitas jalur pejalan kaki meliputi jumlah pejalan kaki persatuan waktu seperti orang berjalan per hari. Adapun kapasitas jalur pejalan kaki (walkway capasity) dipengaruhi oleh penghentian, lebar jalur pedestrian, ruang pejalan kaki, volume, tingkat pelayanan, harapan pemakai, jarak berjalan. Hasil ini memberikan rekomendasi bentuk-bentuk perbaikan pada tapak sebagai bahan pertimbangan perencanaan lebih lanjut ruang pendestrian yang selain mendukung keindahan kota, juga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

Materi wawancara yang disusun oleh peneliti hanya dua jenis kenyaman spasial yaitu pemberhentian dan kondisi pendestrian. Dikarenakan di kawasan depan kampus Universitas Mercu Buana terdapat banyak msalah mengenai pemberhentian dan kondisi pedestrian diantaranya adalah keberadaan posisi halte, keberadaan kendaraan umum, keberadaan pedagang kaki lima dll.

c) Melakukan Evaluasi Materi Wawancara

Tahap selanjutnya peneliti melakukan evaluasi materi wawancara kepada teman yang bertujuan untuk mengetahui materi wawancara yang telah disusun oleh peneliti sehingga dapat dimengerti oleh responden dengan baik dan untuk mengetahui apakah materi wawancara sudah sesuai dengan kondisi di pedestrian depan kampus UMB.

(3)

Presepsi Kenyamanan Spasial di Pedestrian depan Kampus UMB Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat Menurut Mahasiswa UMB

d) Melakukan Perbaikan Materi Wawancara

Selanjutnya setelah melakukan evaluasi materi wawancara, peneliti melakukan perbaikan materi wawancara. Adanya pertanyaan-pertanyan yang kurang dimengerting oleh responden.

2. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan pada setiap aktivitas mahasiswa dan situasi yang berkaitan dengan tindakkan penelitian yang dilakukan, yaitu dengan observasi dan wawancara dengan mengadakan kuesioner.

Lokasi penelitian adalah kawasan Jl. Meruya Selatan depan Kampus Universitas Mercu Buana. Kawasan ini berpotensi untuk mengundang aktor atau pelaku kegiatan di ruang publik seperti pedagang kaki lima. Hal ini dapat memberi dampak pada pejalan kaki, tuntutan atribut serta propertinya.

Waktu penelitian adalah pada waktu perkuliahan. Hal ini penting untuk melihat fungsi jalur pedestrian bagi pejalan kaki dan melihat pengaruhnya terhadap perilaku pejalan kaki. Observasi dilakukan pada hari senin sampai dengan hari jumat penentuan waktu dipilih juga berdasarkan berlangsungnya kegiatan orang dan pedagang kaki lima yang menempati sebagian jalur pedestrian yang ada.

a) Tahap Observasi

Observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti ”melihat” dan “memperhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi menjadi bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu, baik ilmu

(4)

Presepsi Kenyamanan Spasial di Pedestrian depan Kampus UMB Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat Menurut Mahasiswa UMB

eksakta maupun ilmu-ilmu sosial, Observasi dapat berlangsung dalam konteks laboratoriurn (experimental) maupun konteks alamiah.

Sebelum melaksanakan observasi, terlebih dahulu peneliti membuat rencana observasi. Tujuannya yaitu agar langkah-langkah yang dilaksanakan dalam observasi tersebut fokus dan terarah sesuai dengan rencana penelitian. Pelaksanaan observasi tersebut dilaksanakan tiga kali dalam sehari selama lima hari berturut-turut.

Setelah melaksanakan observasi peneliti dapat mengetahui kondisi fisik yang ada di pedestrian, mengetahui keramaian di pedestrian, dan mengetahui hal apa saja yang ada di pedestrian.

b) Wawancara Dengan Menggunakan Kuesioner

Alat penelitian yang diguanakan untuk mengumpulkan data :

a. Daftar pertanyaan sebagai panduan wawancara dengan responden yang akan dijawab oleh responden.

b. Rekaman foto pada obyek yang akan diteliti. c. Kertas untuk mancatat jawaban atas pertanyaan.

d. Handycam untuk merekam aktifitas di Jl. Meruya Selatan depan Kampus Mercu Buana.

Prinsip dasar kuesioner adalah menemui responden sebagai subyek penelitian dan menanyakan secara lisan atau tertulis, data pribadi ataupun pendapat mengenai suatu hal.

Kuesioner yang di berikan kepada mahasiswa sebanyak satu kali dan di berikan kepada mahasiswa yang sedang berjalan di pedestrian depan kampus UMB. Kuesioner yang di berikan berenis kuesioner tertutup, artinya responden di berikan pilihan untuk

(5)

Presepsi Kenyamanan Spasial di Pedestrian depan Kampus UMB Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat Menurut Mahasiswa UMB

menjawab sesuai dengan alternatif jawaban yang telah di sediakan dalam kuesioner (Arikunto,2010:268).

Kuesioner di gunakan untuk mendapatkan informasi dari responden tentang masalah yang di teliti dan factor-faktor apasaja yang di hadapi mahasiswa yang sedang berjalan.

Kuesioner yang di persiapkan untuk di sebarkan kepada mahasiswa terdiri dari dua komponen,yaitu:

3. Petunjuk pengisian kuesioner 4. Pertanyaan atau soal

3. Analisis Data

Analisis kualitatif tentang jalur pedestrian Jl. Meruya Depan Kampus Universitas Mercu Buana adalah analisis yang dilakukan dan disimpulkan berdasarkan data yang diperoleh melalui pengamatan langsung ke obyek penelitian terhadap perubahan situasi yang terjadi dari waktu ke waktu. Selain itu analisis dari data yang diperoleh melalui wawancara yang dilakukan dengan para pejalan kaki mengenai fungsi dan kenyamanan dalam menggunakan Jl. Meruya Depan Kampus Universitas Mercu Buana tersebut.

Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan metode jenis penelitian pendekatan kualitatif yaitu pendekatan dengan cara memandang objek kajian sebagai sistem, artinya objek kajian dilihat sebagai satuan yang terdiri dan unsur yang saling terkait dan mendiskripsikan fenomena-fenomena yang ada (Arikunto, 2010: 209). Penelitian kualitatif menekankan sifat realita yang dibangun secara sosial, hubungan yang intim antara peneliti dengan yang dipelajari dan kendala situasional yang membentuk penyelidikan (Agus Salim, 2001: 11).

(6)

Presepsi Kenyamanan Spasial di Pedestrian depan Kampus UMB Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat Menurut Mahasiswa UMB

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak berkenaan dengan angka-angka, tetapi mendiskripsikan, menguraikan dan menggambarkan tentang pemanfaatan fungsi dan kenyamanan jalur pedestrian kawasan Jl. Meruya Depan Kampus Universitas Mercubuana. Selain itu peneliti juga menggambarkan keadaan daerah yang diteliti yang meliputi lingkungan fisik, pemanfaatan jalur pedestrian dari para pengguna jalur pedestrian dan keadaan kawasan tersebut dari waktu ke waktu.

Supaya peneliti dalam mendiskripsikan secara jelas dan terinci serta dapat memperoleh data yang mendalam dan fokus dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif memiliki lima ciri yaitu:

1) Dilaksanakan dengan latar yang alami, karena merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dan peristiwanya.

2) Bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar, yang berasal dari para pengguna jalur pedestrian.

3) Lebih memperhatikan proses dan pada hasil atau produk semata.

4) Dalam menganalisa data cenderung cara induktif, maksudnya analisa data yang berasal dari individu informan dan pengamatan peneliti.

5) Lebih mementingkan tentang makna (essensial) (Moleong, 1993: 3-4).

Proses analisis diawali dengan mengkaji data fisik dan non fisik yang diperoleh dari hasil observasi, data perilaku dan karakteristik pejalan kaki yang diperoleh dari place centered mapping dan person centered mapping, dan data hasil wawancara serta kuesioner. Tahap selanjutnya dilanjutkan dengan penyusunan dan pengelompokan dalam kategori, berupa komponen perilaku pejalan kaki yang meliputi pelaku, aktivitas, tempat dan waktu

(7)

Presepsi Kenyamanan Spasial di Pedestrian depan Kampus UMB Jalan Meruya Selatan Jakarta Barat Menurut Mahasiswa UMB

berlangsung, cara penggunaan ruang serta komponen fisik lingkungan meliputi jalur pedestrian termasuk kelengkapannya, lansekap dan bangunannya.

Tahap selanjutnya mempresentasikan temuan berdasarkan pengamatan. Masalah terkait dengan kenyamanan jalur pedestrian, motivasi, perilaku pejalan kaki dan berjalannya fungsi ruang.

Kemudian dilakukan pembahasan (pemaknaan hasil temuan). Pembahasan dilakukan terhadap kondisi jalur pedestrian dan lingkungannya berdasar atribut kenyamanan, pembahasan terhadap perilaku pejalan kaki, kemudian dengan mengkaitkan pembahasan pertama dengan pembahasan kedua untuk mendapatkan kualitas hubungan antara pejalan kaki dengan jalur pedestrian sebagai wadah. Sehingga akan diperoleh gambaran berjalannya fungsi jalur pedestrian bagi aktivitas pejalan kaki dan faktor properti jalur pedestrian bagi aktivitas pejalan kaki untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan pejalan kaki di Jl. Meruya Depan Kampus Universitas Mercu Buana Jakarta Barat pada siang hari.

Hasil pembahasan merupakan kesimpulan penelitian disertai rekomendasi untuk penentu kebijakan, perencana dan perancangan kota serta untuk pengembangan ilmu arsitektur dan perilaku.

4. Kesimpulan Data

Tahap kesimpulan merupakan tahap menentukan yaitu upaya untuk menyimpulkan data dan menginterprestasikan analisis data secara benar sesuai dengan metodologi yang dipergunakan sehingga akan dapat mencapai tujuan.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Instrumen informasi lapangan merupakan alat yang digunakan buat mengumpulkan data primer pada penelitian ini dikembangkan dari variabel penelitian, baik independen

Setelah medium membeku, masing-masing isolat bakteri diinokulasikan ke dalam Medium Lipid Agar dan diinkubasi pada suhu 25-27°C selama 24 jam.. Hasil uji

Cara pengambilan data adalah dengan melakukan tes kualitas gerak dasar chest pass dalam bola basket mulai dari. tahap awal sampai tahap

Lalu dari hasil wawancara penulis dengan Analyst Brand Management dan Media Internal Officer Pertamina mengenai Program Sosialisasi ini bahwa adanya manfaat dan

Data belanja daerah, pendapatan asli daerah, dana bagi hasil dan dana alokasi umum yang digunakan dalam penelitian ini adalah data realisasi anggaran dari Laporan Keuangan

Berdasarkan Sobar, nama “Kampung Gerabah” diperoleh dari pemerintah sehingga desa Anjun Gempol tersebut mulai dikenal dengan nama Kampung Gerabah, namun Kampung

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yakni suatu metode penelitian yang bersifat reflektif dengan melaksanakan