• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERKEMBANGAN KAWASAN SOLO BARU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PERKEMBANGAN KAWASAN SOLO BARU"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERKEMBANGAN KAWASAN SOLO BARU

TERHADAP KONDISI SOSIAL MASYARAKAT SEKITARNYA

TUGAS

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Pembangunan Kota

Oleh,

NURDINI LESTARI 13/352639/PGE/1036

PROGRAM PASCASARJANA GEOGRAFI FAKULTAS GEOGRAFI

(2)

A. Latar Belakang

Kota Surakarta adalah suatu kota di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai letak

sangat strategis karena jika dilihat dari aspek lalu lintas perhubungan di Pulau Jawa,

posisi Kota Surakarta tersebut berada pada jalur strategis yaitu pertemuan atau simpul

yang menghubungkan Semarang dengan Yogyakarta (JOGLOSEMAR), dan jalur

Surabaya dengan Yogyakarta. Dengan posisi yang strategis ini maka tidak heran kota

Surakarta menjadi pusat bisnis yang penting bagi daerah kabupaten di sekitarnya. Jika

dilihat dari batas kewilayahan, Kota Surakarta dikelilingi oleh 3 kabupaten. Sebelah

utara berbatasan dengan kabupaten Karanganyar dan Boyolali, sebelah timur dibatasi

dengan kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar, sebelah selatan berbatasan dengan

kabupaten Sukoharjo, dan sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Sukoharjo dan

Karanganyar.

Sebagai pusat bisnis Kota Surakarta selalu mengalami peningkatan jumlah

penduduk dan tergolong kota yang padat. Dengan luas 44,04 km2, Kota Surakarta

didiami oleh 545.653 jiwa atau dengan kepadatan sebesar 12.390 jiwa/km2. Dengan kata

lain rata-rata setiap km2 Kota Surakarta didiami sebanyak 12.390 jiwa. Jika terjadi

ledakan penduduk, industri, dan perdagangan berarti Kota Surakarta atau yang biasa

dikenal dengan sebutan Solo sudah tidak mampu lagi untuk menampung dan tidak

memungkinkan untuk dikembangkan lagi. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut,

perusahaan pengembang yang bernama PT. Pondok Solo Permai (PSP) sangat cepat

mengambil tindakan untuk mewujudkan sebuah kota baru yang berfungsi sebagai kota

satelit atau kota yang berusaha untuk mengimbangi pertumbuhan dan perkembangan

fisik dari Kota Surakarta.

PSP memutuskan untuk membangun sebuah kawasan kota baru di Kabupaten

Sukoharjo yang letaknya dekat dengan Kota Surakarta. Pembangunan kawasan kota baru

tersebut dibangun dengan konsep kota mandiri. Konsep kota mandiri adalah konsep

tentang bagaimana sebuah kota mampu untuk membuat penghuninya tidak perlu keluar

dari komplek perumahan untuk mendapatkan yang mereka perlukan. Pembangunan

kawasan kota baru dengan konsep kota mandiri di Sukoharjo memang berbeda dengan

pembangunan konsep kota mandiri di kota lainnya yang biasanya dibangun dekat dengan

ibu kota provinsi atau kota metropolitan. Kota mandiri yang pertama kali dikenal luas

adalah kota mandiri Bumi Serpong Damai (BSD) yang dibangun oleh pengembang

Sinar Mas. BSD menyediakan semuanya dalam area pemukiman, mulai kompleks

(3)

mandiri yang dikembangkan oleh BSD lalu diikuti oleh pengembang-pengembang

lainnya seperti Lippo di kawasan Karawaci Tangerang dengan tambahan kawasan

Industri, kawasan Pantai Indah Kapuk dan Ancol yang menawarkan tambahan kawasan

wisata.

Pembangunan kawasan kota baru di Kabupaten Sukoharjo bukan tanpa alasan,

melainkan karena Kabupaten Sukoharjo masih memiliki potensi untuk dikembangkan

terutama dilihat dari segi fisik, sehingga apabila suatu saat terjadi ledakan penduduk di

kawasan kota baru ini, maka daya dukung lingkungan Kabupaten Sukoharjo masih

mampu untuk menampung segala aktivitas yang terjadi di atasnya. Awalnya

pembangunan kota baru tersebut dirancang hanya sebagai kawasan pemukiman (kota

satelit) namun kemudian kawasan pemukiman tersebut dirancang dengan konsep cluster

yang memberikan jaminan keamanan karena dirancang dengan sistem satu pintu masuk

dan pintu keluar dan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penunjang kehidupan,

seperti sarana prasaran pendidikan, kesehatan, ekonomi bisnis, rekreasi, dan lain-lain.

Kawasan kota baru di Kabupaten Sukoharjo tersebut diberi nama Kawasan Solo Baru,

nama tersebut dipilih guna mendapatkan pengaruh sebagai pusat bisnis dan perdagangan.

Pembangunan Kawasan Solo Baru di Kabupaten Sukoharjo tentunya akan

menimbulkan berbagai macam dampak, baik itu dampak terhadap kondisi fisik,

perekonomian, sosial masyarakat, lingkungan, kebijakan politik serta terhadap

kebudayaan. Dampak tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar

lokasi pembangunan Kawasan Solo Baru dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo dan Kota

Surakarta secara umum. Dampak yang ditimbulkan tentunya dapat berupa dampak

positif atau negatif. Apabila dampak positif yang diberikan, maka masyarakt sekitar

dapat memanfaatkan keberadaan kawasan ini untuk pengembangan diri maupun

keluarganya. Sedangkan jika dampak negatif, maka perlu dicari solusi sebagai jalan

keluar pemecahan masalah agar dampak negatif tersebut tidak terus berkembang. Untuk

mengetahui dampak-dampak yang ditimbulakn dari pembangunan Kawasan Solo Baru

maka diperlukan sebuah identifikasi dampak dari setiap aspeknya. Pada paper ini,

penulis akan membahas mengenai dampak dari segi aspek sosial pada Kawasan Solo

(4)

B. Pengaruh Pembangunan Kawasan Solo Baru Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat di Sekitarnya

Pembangunan sudah menjadi agenda utama setiap pergerakan kehidupan,

pembangunan berarti bahwa suatu proses perubahan kondisi hidup manusia yang

diusahakan secara terencana, dimana kondisi yang baru dianggap lebih baik dari pada

kondisi sebelumnya. Selain itu juga pembangunan dimaknai sebagai proses menjadikan

segala sesuatu (being) pada segala aspek positif yang diprioritaskan. Dalam paradigm

pemerintah, pembangunan menjadi sesuatu yang utama untuk dilaksanakan, sehingga

muncul suatu kebijakan pembangunan. Kebijakan tersebut akan menentukan arah,

strategi, dan mind set pembangunan atau masa depan dari pembangunan itu sendiri.

Pembangunan Kawasan Solo Baru sebagai kota mandiri yang dikonsep dengan

adanya pemukiman dan ketersediaan fasilitas penunjang kehidupan, seperti sarana

prasaran pendidikan, kesehatan, ekonomi bisnis, rekreasi, dan lain-lain menjadikan

kawasan ini terlihat lebih mewah dan hanya cocok untuk dihuni oleh

masyaraka-masyarakat kalangan atas. Sesuai dengan fakta di lapangan, perumahan-perumahan

tersebut rata-rata dihuni oleh kalangan pelaku bisnis dan eksekutif perusahaan. Selain itu

pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang pun disesuaikan dengan kebutuhan penghuni

perumhan tersebut. Fasilitas penunjang yang tersedia di Kawasan Solo Baru diantaranya

adalah sarana pendidikan berkelas seperti, TK-SD, Tarakanika dan Akademi Teknik

Warga. Juga untuk kesehatan ada rumah sakit Dr. Oen Solo Baru, sarana belanja seperti

Alfa Gudang Rabat, sarana olah raga GOR Solo Baru dan kolam renangnya, serta saat ini

sedang dibangun obyek wisata air, Pandawa Lima Water Park.

Selain perumahan, PT. Pondok Solo Permai atau PSP juga membangun sentra

bisnis yaitu Soba Square, dan Benteng Trade Center. Selian PSP ada juga beberapa

pengembang yang mendirikan berbagai sentra bisnis di Kawasan Solo Baru seperti The

Park, Hartono Mall, dan Brother Hotel. Fasilitas-fasilitas tersebut hanya cocok untuk

kalangan atas, karena hanya kalangan atas yang dapat menjangkau tarif dan harga yang

diberlakukan di Kawasan Solo Baru. Namun, tidak semua fasilitas yang terdapat di

Kawasan Solo Baru itu mahal dan hanya dapat dijangkau oleh kalangan atas. Tetapi

banyak juga masyarakat golongan menengah yang berjualan berbagai macam kebutuhan

seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan di sepanjang jalan Ir. Soekarno di

Kawasan Solo Baru, baik itu berupa toko-toko sederhana, ruko, bahkan warung tenda

pun ada. Kondisi demikian merupakan salah satu dampak yang dapat dirasakan oleh

(5)

untuk masyarakat menengah ke bawah yang memiliki modal untuk membuka usaha,

karena wilayah Kecamatan Grogol (Kawasan Solo Baru) menjadi lebih ramai dari

sebelumnya.

Selain dapat menciptakan lapangan usaha, pengembangan Kawasan Solo Baru di

Kecamatan Grogol turut memberikan dampak lain pada aspek sosial berupa ketersediaan

lapangan pekerjaan untuk warga sekitar maupun warga di luar Kecamatan Grogol.

Keberadaan berbagai macam fasilitas tentunya membutuhkan tenaga kerja yang handal

dalam menjalankan roda pelayanan, hal ini dijadikan sebagai peluang untuk bekerja

masyarakat-masyarakat sekitar Kawasan Solo Baru. Di samping itu, Kawasan Solo Baru

telah menjadikan Kabupaten Sukoharjo khususnya Kecamatan Grogol mengalami

kotanisasi. Kotanisasi merupakan suatu proses pengkotaan atau perubahan struktur

wilayah menjadi sebuah kota bahkan bila berkembang terus menerus kota tersebut akan

semakin meluas hingga keluar dari batas administrasi suatu wilayah.

Kotanisasi dari Kawasan Solo Baru ini akan perubahan dalam segala bidang

termasuk sosial. Taraf hidup masyarakat di sekitar Kawasan Solo Baru dimungkinkan

akan terus berkembang seiring berkembangnya kawasan tersebut. Selain timbulnya

proses kotanisasi, pengaruh sosial dari Kawasan Solo Baru adalah adanya suatu

akulturasi antar masyarakat menengah atas dan masyarakat menengah ke bawah.

Akulturasi dapat didefinisikan sebagai proses sosial yang timbul bila suatu kelompok

manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu

kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu

lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan

hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan dalam arti ini adalah bagian

kebudayaan yang mudah berubah dan terpengaruh oleh unsur-unsur kebudayaan asing

(overt culture), misalnya kebudayaan fisik, seperti alat-alat dan benda-benda yang

berguna, tetapi juga ilmu pengetahuan, tata cara, gaya hidup, dan rekreasi yang berguna

dan memberi kenyamanan.

Apabila dikaitkan dengan proses akulturasi, masyarakat kalangan menengah ke

bawah akan sangat merasakan proses ini. Karena keberadaan fasilitas penunjang

kehidupan, seperti sarana prasaran pendidikan, kesehatan, ekonomi bisnis, rekreasi, dan

lain-lain dapat dinikmati oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah atau masyarakat

luas yang tidak tinggal di Kawasan Solo Baru. Akulturasi ini juga akan menyebabkan

perubahan pola hidup pada masyarakat sekitar Kawasan Solo menjadi lebih maju seiring

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2012). Jumlah dan Persebaran Penduduk. [online]. Tersedia di : http://dispendukcapil.surakarta.go.id/index.php/profilpenduduk/tahun-2012/90-kuantitaspenduduk/96-jumlahdanpersebaranpenduduk. [16 Januari 2014].

Anonim. (2014). Selayang Pandang. [online]. Tersedia di : http://surakarta.go.id/konten/selayang-pandang. [16 Januari 2013].

Soekanto, Soerjono. (2009). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Zidni. (2009). Konsep Kota Mandiri dan Kenaikan Harga. [online]. Tersedia di :

Referensi

Dokumen terkait

Struktur Tabel Struktur tabel dari pengembangan aplikasi penilaian kinerja karyawan yang digunakan yaitu struktur tabel data pegawai, data jabatan, data grade, data unit kerja,

pengaruh model STAD dengan bantuan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Ahmad Yani 3 Tambakrejo Bojonegoro).. Tabel

Scene vilinskog svijeta je dodatno naglasio uključivanjem HMI reflektora postavljenih na bočne strane, a posebno zanimljivu i privlačnu sliku predstavljala je pojava

Acuan – acuan pendukung tersebut dapat berupa literatur penunjang, peta kegempaan, grafik dan tabel beton, serta standar – standar yang berlaku dalam perencanaan struktur

Ini adalah bersesuaian dengan objektif utama MCC dalam memastikan fasiliti sukan ini menghasilkan nilai untuk wang contohnya dalam fungsi operasi jangka masa panjang.. 2.2.1

Berdasarkan Pasal-Pasal di atas, dapat dilihat bahwa pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan dokter selaku tenaga kesehatan berkewajiban memberikan pelayanan kesehatan

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi DSF ini memungkinkan untuk diaplikasikan pada bangunan di daerah panas lembab seperti Taiwan dengan adanya

Selain itu penyusunan profil kesehatan tahun 2015 menyajikan data kesehatan yang terpilah menurut jenis kelamin, dengan tersedianya data kesehatan yang responsive gender