• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA FAKULTAS TEKN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA FAKULTAS TEKN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Pengambilan Keputusan Dan Pemecahan Masalah

“Chapter V”

Disusun Oleh :

Dosen Pengampuh :

Dr.Uswatun Hasanah, M.Si

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

FAKULTAS TEKNIK

PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

5545151233 5545151625 5545150244 5545151802 5545151510 Anisa Purnama Sari

(2)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengambilan keputusan merupakan suatu pendekatan yang sistematis terhadap permasalahan yang dihadapi. Pendekatan tersebut menyangkut pengetahuan mengenai esensi atas permasalahan yang dihadapi, pengumpulan fakta dan data yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, analisis permasalahan dengan menggunakan fakta dan data, mencari alternatif pemecahan, menganalisis setiap alternatif sehingga ditemukan alternatif yang paling rasional dan penilaian atas keluaran yang dicapai.

Hasil dari aktivitas pemecahan masalah adalah solusi. Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki sebuah situasi yang buruk. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan ke dalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah (problem) sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaan atau yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan, yaitu tindakan memilih berbagai alternatif tindakan. Keputusan adalah tindakan tertentu yang dipilih. Biasanya, pemecahan satu masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.

(3)

1. Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif sebelum pilihan dijatuhkan. Sedangkan, pemecahan masalah adalah suatu proses terencana yang perlu dilaksanakan agar memperoleh penyelesaian tertentu dari sebuah masalah yang mungkin tidak didapat dengan segera. Apakah yang dimaksud dengan keputusan yang baik? Bagaimana keputusan yang buruk harus dihindari? Keputusan yang baik memenuhi beberapa kriteria kualitas, acceptence, fleksibilitas, dan kejelasan. Pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :

1. G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. Menurut G. R. Terry ada beberapa hal yang menjadi dasar dalam pengembilan keputusan :

a. Intuisi

Pengembalian keputusan berdasarkan intuisi adalah pengembilan keputusan yang berdasarkan perasaan yang sifatnya subyektif. Dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif kurang baik karena seringkali mengabaikan dasar-dasar pertimbangan lainnya.

b. Pengalaman

Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.

c. Wewenang

(4)

melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan.

d. Fakta

Pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.

e. Rasional

Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara rasional ini berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal.

2. Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.

3. Horold dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

4. P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.

Tujuan Pengambilan Keputusan : 1. Bersifat Tunggal

Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain.

2. Bersifat Ganda

(5)

sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif.

Dalam pengambilan keputusan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya : 1. Posisi atau kedudukan

Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi atau kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut :

a. Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).

b. Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.

2. Masalah

Masalah atau problem adalah apa yang menjadi penghalang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.

3. Situasi

Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat. Faktor-faktor itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut :

a. Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.

b. Faktor-faktor yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.

4. Kondisi

Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.

5. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu atau telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objektif.

(6)

1. Tujuan dari pengambilan keputusan

Mengetahui lebih dahulu apa tujuan dari pengambilan keputusan itu. Misalnya : Jika anda akan membeli mobil baru, maka anda harus mengetahui lebih dahulu tujuannya. 2. Identifikasi alternatif-alternatif keputusan untuk memecahkan masalah

Mengadakan identifikasi alternatif yang akan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk itu perlu kiranya membuat daftar macam-macam tindakan yg memungkinkan untuk mengadakan pilihan.

3. Perhitungan mengenai faktor-faktor yang dapat diketahui sebelumnya atau di luar jangkauan manusia

Perhitungan mengenai faktor-faktor diluar jangkauan manusia. Keberhasilan setiap alternatif keputusan dikaitkan dgn tujuan yg dikehendaki, ini sangat dikehendaki, ini sangat tergantung pada keadaan yang mungkin berada di luar jangkauan manusia. Peristiwa diluar jangkauan manusia adalah peristiwa yang dapat dibayangkan sebelumnya, namun manusia tidak sanggup atau kurang berdaya untuk mengatasinya. Keputusan untuk membeli mobil baru itu perlu dikaitkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, misalnya : Biaya pembelian bensin karena hal ini akan berpengaruh terhadap penghematan bagi pemakaian kendaraan tersebut. Anda dapat memprediksi harga bensin nantinya sebagai peristiwa diluar jangkauan manusia.

4. Sarana atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan

Adanya sarana dan alat untuk mengevaluasi atau mengukur keberhasilan dari pengambilan keputusan itu. Selanjutnya alternatif-alternatif keputusan dan peristiwa diluar jangkauan manusia itu perlu dirinci dengan menggunakan sarana/alat untuk mengukur pengeluaran yang perlu dilakukan dari setiap alternatif kombinasi keputusan di luar jangkauan manusia tersebut.

(7)

menikah mungkin tampak seperti keputusan yang baik di bawah kondisi tertentu, tetapi ketika sikap atau keadaan perubahan (misalnya, kompatibilitas berkurang, harapan perubahan, lain bunga cinta datang ke dalam gambar), pasangan dapat memilih untuk memecahkan keterlibatan atau menunggu beberapa saat. Kejelasan mengacu pada bagaimana menghapus keputusan. Samar-samar keputusan tidak bekerja karena kurangnya definisi dan komitmen. Keputusan kesimpulan atau pertimbangan tentang beberapa masalah atau peduli. Manajemen menekankan pengaruh dari nilai-nilai keputusan dan peran gol dalam memberikan arah keputusan. Proses pengambilan keputusan itu sendiri dimulai karena perubahan atau sesuatu yang diinginkan pengambilan keputusan, proses membuat pilihan antara dua atau alternatif adalah bagian integral dari keseluruhan proses manajemen. Dalam sistem terminologi, pengambilan keputusan adalah bagian dari proses transformasi menggabungkan berbagai masukan dan memuncak di output. Kadang-kadang proses melibatkan negosiasi atau tawar-menawar dengan orang lain sebelumnya pasal pada nilai-nilai, sikap, tujuan, dan sumber daya telah meletakkan dasar untuk penuh diskusi dari proses pengambilan keputusan. Bab ini dimulai dengan menjelaskan hubungan antara pengambilan keputusan dan manajemen dan kemudian menjelaskan langkah-langkah dalam pengambilan keputusan.keputusan model dan aturan diperiksa, bersama dengan aplikasi mereka untuk individu dan keluarga. Bab ini menjelaskan perbedaan antara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dan membahas konsep risiko dan ketidakpastian

2. Pengambilan Keputusan Sebagai Bagian Dari Manajemen

Karena pengambilan keputusan membutuhkan usaha, mengapa orang repot? Jawabannya adalah orang ingin memiliki sesuatu yang tidak mereka miliki dan mereka harus membuat keputusan dan rencana untuk menjembatani kesenjangan antara apa dan apa adanya. Pengambilan keputusan sangat penting untuk menjaga dan memperbaiki kondisi kehidupan. Nilai panduan keputusan. Seorang pengambil keputusan menghargai pembuat keputusan karena menghabiskan waktu untuk memikirkan. Nilai juga mempengaruhi atau negatif mereka menyadari bahwa pilihan yang mereka buat akan memiliki konsekuensi positif.

(8)

dan biaya atau manfaat. Sebagai contoh, masing-masing mengambil sejumlah biaya dalam waktu dan energi dan uang. Pembuat keputusan mencoba untuk memininalkan biaya dan memaksimalkan manfaat sebuah dekisin.

Keinginan untuk memaksimalkan hasil positif dan meminimalkan kesalahan memotivasi individu untuk membuat keputusan terbaik yang mereka bisa. Anehnya, sebidang banyak film, buku, dan acara televisi menampilkan individu yang melakukan hal yang sebaliknya. Karakter ini membuat keputusan yang meminimalkan hasil positif dan memaksimalkan kesalahan. Mengamati bagaimana orang lain membuat keputusan dan memecahkan masalah di televisi, buku, dan kehidupan nyata dapat membantu mempertajam individu dalam pengambilan keputusan dan keterampilan sendiri. Situasi keputusan menyajikan masalah dan peluang. Dalam menganalisis situasi pengambilan keputusan, individu menilai alternatif dan mengidentifikasi informasi dan sumber daya yang berguna.

Salah satu sumber penting adalah waktu. Individu atau keluarga dapat menghemat waktu dengan menghilangkan alternatif yang tidak sesuai dengan nilai mereka. Mengapa membuang waktu dengan mempertimbangkan alternatif yang secara moral atau etis tidak dapat diterima? Ralph Keeney (1988) seorang ahli nilai, mengemukakan bahwa jika “Kita mulai dengan nilai, kita mungkin bahkan tidak memikirkan situasi sebagai masalah keputusan, melainkan sebagai pilihan keputusan. Secara berkala, kita dapat memeriksa prestasi berdasarkan nilai-nilai kita dan tanyakan, bisakah kita berbuat lebih baik (halaman 466)”. Karena berbasis nilai, pengambilan keputusan merupakan konsep yang sangat dipersonalisasi. Setiap individu kepribadian dan cara berfikir dan akting yang biasa mempengaruhi cara dia membuat keputusan. Pengambilan keputusan setiap orang juga cenderung mengikuti sebuah pola, dengan keputusan sukses diulangi berulang kali. Cara yang khas bahwa keputusan seseorang disebutnya atau gaya pengambilan keputusannya. Gaya pengambilan keputusan dipengaruhi oleh :

a) keunggulan pengetahuan individu,

b) kemampuan, dan

c) motivasi. (Beach, 1990).

(9)

disengaja. Perbedaan gaya juga terlihat pada tahap evaluasi pada akhir proses pengambilan keputusan. Beberapa individu melihat ke belakang dan menderita karena setiap pikiran dan tindakan sementara yang lain memikirkan keputusan masa lalu hanya selama beberapa menit dan kemudian melanjutkan.

3. Langkah Dalam Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan yang kompleks melibatkan serangkaian langkah yang menjadi pilihan hasil sebuah alternatif. Prosesnya bisa panjang atau pendek. Lebih banyak waktu akan dimasukkan ke dalam menentukan di mana membangun rumah baru daripada memilih film mana yang akan dilihat. Bila prosesnya panjang dan rumit dan mencakup urutan niat, itu merupakan rencana keputusan. Rencana keputusan bisa spesifik atau umum. Misalnya, rencana Zak untuk membeli sampo dan krim cukur di toko obat sore ini adalah rencana keputusan yang spesifik. Rencana Jennifer untuk membeli mobil tahun depan adalah rencana keputusan umum karena dia tidak tahu mobil apa yang dia inginkan atau tepatnya kapan dia akan membelinya. Karena pengambilan keputusan adalah proses transkripsi, masukan, seperti berapa banyak uang dan waktu yang dimiliki Zak dan Jenifer, akan mempengaruhi keputusan tersebut. Pengambil keputusan menggunakan strategi yang berbeda untuk situasi yang berbeda. Strategi yang dipilih akan tergantung pada :

(1) keputusan yang terlibat

(2) karakteristik tugas keputusan

(3) gaya pengambilan keputusan dari penentu.

Pada umumnya, kebanyakan orang mengikuti enam langkah dalam mengambil keputusan. Akronim DECIDE memberikan cara mudah untuk mengingat langkah-langkah ini (diadaptasi dari Malhotra, 1991).

D

E

C

I

D

E

(10)

a. Tentukan keputusannya

b. Perkirakan sumber daya

c. Pertimbangkan alternatif

d. Bayangkan (memvisualisasikan) konsekuensi dari tindakan alternatif

e. Kembangkan rencana aksi dan implementasikan

f. Evaluasi keputusannya.

4. Langkah-Langkah Dibahas Secara Rinci Pada Paragraf Berikutnya

Langkah 1: Menentukan keputusan dalam menentukan keputusan, individu harus mempertimbangkan tujuan perilaku yang dibutuhkan, informasi latar belakang yang relevan, informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana penggunaannya dalam pengambilan keputusan, Setelah keputusan tersebut ditetapkan, pengambil keputusan dapat beralih ke langkah berikutnya

Langkah 2: Memperkirakan sumber daya yang dibutuhkan pembuat keputusan harus memutuskan sumber daya apa yang dibutuhkan. Seperti yang telah dibahas di bab sebelumnya, sumber daya mencakup waktu, energi, uang, informasi dan hal lain yang berguna untuk keputusan dan perencanaan dan tindakan selanjutnya. Jumlah kemungkinan alternatif dibatasi oleh sumber daya yang dimiliki atau diantisipasi di masa depan. Liburan di Utah tidak mungkin terjadi jika seseorang hanya memiliki uang seratus dolar.

(11)

Langkah 4: Bayangkan konsekuensi kursus tindakan alternatif membayangkan atau memikirkan alternatif yang paling mungkin terjadi adalah langkah selanjutnya. Membayangkan apa yang akan terjadi jika keputusan tertentu dibuat sangat menyenangkan atau tidak menyenangkan sehingga beberapa orang terjebak dalam langkah ini. Misalnya, dalam pengambilan keputusan konsumen, langkah ini disebut harapan pembelian awal, yang merupakan keyakinan tentang kinerja produk atau jasa yang diantisipasi. Sebelum membeli, seseorang mencoba membayangkan berapa banyak kesenangan atau rasa sakit yang akan didapatnya dari pembelian.

Langkah 5: Mengembangkan rencana aksi dan menerapkannya sekali alternatif dipilih, sebuah tindakan harus dikembangkan. Memasukkan keputusan ke dalam tindakan disebut implementasi. Selama langkah ini, pengambil keputusan memantau kemajuan yang sedang dibuat dan mengevaluasi seberapa baik pelaksanaannya berjalan. Apakah hal-hal berjalan sesuai rencana? Sesuai jadwal? Apakah penyesuaian terhadap rencana itu perlu?

Langkah 6: Evaluasi keputusan setelah proses selesai, pengambil keputusan melihat kembali untuk menilai seberapa sukses keputusan tersebut. "Apakah saya membuat keputusan yang tepat?" "Apa aku harus melakukan yang lain?". Dalam pengambilan keputusan konsumen, langkah ini disebut postpurchase disonance. Setelah pembelian besar seperti mobil, pembeli cenderung mencari beberapa penguatan untuk keputusan tersebut dengan berbicara kepada pemilik lain dari model yang sama atau membaca iklan atau berita tentang mobil. Diyakinkan bahwa keputusan yang tepat dibuat membantu mengurangi keraguan atau kecemasan.

MODEL, ATURAN, DAN UTILITAS

(12)

kemudian membuat pilihan terbaik. Karena pengambilan keputusan adalah konsep abstrak, model pengambilan keputusan sangat berguna karena menyediakan cara untuk memvisualisasikan bagaimana elemen suatu keputusan berinteraksi. Bab ini membahas model satelit dan rantai pusat dan pohon keputusan. Menunjukkan model Central Satellite and Chain, dan Memberikan contoh model ini. Dalam Model Satelit Sentral, sebuah keputusan sentral dikelilingi oleh keputusan yang merupakan cabang dari keputusan pusat. Dalam Model Rantai, setiap keputusan dibangun di atas yang sebelumnya membentuk urutan keputusan, seperti langkah-langkah yang terlibat dalam menyiapkan makanan. Umumnya, Model Rantai sesuai untuk keputusan sistematis yang lebih kecil, sedangkan Model Satelit Sentral cocok untuk situasi yang lebih besar dan lebih rumit. Bisnis seperti katering dan layanan perencanaan pernikahan menggunakan kedua model untuk mengatur resepsi, perjamuan, dan acara. Seperti yang diilustrasikan pada nilai-nilai terletak pada keputusan dasar. Dua konsep lain dalam manajemen, sumber daya dan tujuan, juga memainkan peran penting. Pohon keputusan biasanya digunakan dalam sesi strategi bisnis, namun pohon tersebut juga dapat digunakan oleh individu dalam pengambilan keputusan pribadi dan profesional. Model ini menunjukkan bahwa orang memilih altenatif berdasarkan pada tujuan dan persepsi mereka tentang sumber daya yang ada dan bahwa nilai-nilai mendasari keputusan. Metode yang lebih biasa yang digunakan banyak orang dalam memilih alternatif (yaitu, apakah pindah ke satu lokasi di atas lokasi lain, tawaran pekerjaan yang harus dipilih) adalah membuat daftar pro dan kontra secara mental atau tertulis. Aturan keputusan model beroperasi berdasarkan prinsip atau aturan logika tertentu. Aturan keputusan adalah prinsip yang memandu pengambilan keputusan. Salah satu peraturan keputusannya adalah bahwa dalam perbandingan belanja, pembelanja akan mencoba membeli produk terbaik dengan harga paling sedikit. Aturan keputusan lain adalah bahwa seseorang akan mencoba menggunakan waktunya untuk keuntungan terbaik, membuang sedikit mungkin .

(13)

alternatif yang ada. Bagian selanjutnya pada kelompok referensi memberikan satu penjelasan mengapa individu mungkin hanya memiliki pengetahuan parsial.

KELOMPOK REFERENSI

Setiap keputusan memiliki sejarah. Misalnya, Alison memesan pizza pepperoni karena dia tahu dari pengalaman masa lalu bahwa dia menyukainya. Selain pengalaman masa lalu, hubungan masa lalu dan masa kini mempengaruhi pengambilan keputusan individu. Jika Alison mulai berkencan dengan Trae dan dia lebih suka pizza dengan paprika hijau dan pepperoni, mereka memiliki beberapa pilihan: salah satu dari mereka mungkin menerima preferensi orang lain, mungkin secara bergiliran, mereka mungkin memesan pizza setengah pepperoni dan setengah kombinasi. Situasi pengambilan keputusan bersama sederhana ini menggambarkan berapa banyak pilihan yang ada dan bagaimana selera dan hubungan individu mempengaruhi pilihan tersebut. Orang-orang yang mempengaruhi seseorang atau memberikan bimbingan atau saran adalah anggota kelompok referensi orang tersebut. Trae Alison adalah anggota kelompok referensi masing-masing. Diagram menggambarkan kelompok referensi mahasiswa yang khas. Seseorang tidak harus hadir secara pribadi atau secara geografis dekat untuk menjadi anggota kelompok referensi. Seseorang dianggap sebagai bagian dari kelompok referensi jika ingatan akan nilai dan sikapnya mempengaruhi keputusan seseorang. Sebagai contoh, Rob, seorang editor surat kabar, belum pernah melihat guru joumalisme SMA-nya selama bertahun-tahun, namun dia masih anggota kelompok referensi Rob karena dia sering memikirkannya dan mengingat apa yang dia ajarkan saat dia membuat keputusan tentang makalahnya.

Kelompok referensi dapat dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder tergantung pada jumlah kontak yang dimiliki individu dengan seseorang atau kelompok. Seseorang memiliki kontak reguler dengan orang-orang dalam kelompok referensi utama. Keluarga dan teman dekat termasuk dalam kategori ini. Kelompok referensi sekunder mencakup individu dan kelompok dengan siapa kontak jarang terjadi, seperti kerabat, organisasi, dan asosiasi profesional yang jauh.

(14)

Pada tahun 1963-1964, responden siswa mengatakan bahwa perilaku merokok mereka paling dipengaruhi oleh apakah ayah, ibu, atau kakak perempuan mereka merokok. Pada tahun 1986-1987, siswa yang merokok paling mungkin mengatakan bahwa mereka telah dipengaruhi oleh kakak laki-laki atau saudara laki-laki yang merokok. Para penulis berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tampaknya berubah seiring berjalannya waktu. Ketika siswa bertanya mengapa mereka merokok, alasan utama yang mereka berikan adalah merokok sebaya dan stres.

* PEMBUATAN KEPUTUSAN PRIBADI

Meskipun semua keputusan dari mana mobil untuk membeli apakah merokok tersebut dipengaruhi oleh orang lain, pada akhirnya individu tersebut bertanggung jawab atas keputusannya sendiri. Individu mulai belajar bagaimana membuat keputusan sejak usia dini. Selama proses sosialisasi, anak diberi kesempatan untuk membuat pilihan dan belajar dari situasi pengambilan keputusan. Pada saat mereka menjadi dewasa, kebanyakan orang menganggap mereka adalah pembuat keputusan yang kompeten.

Orang beranggapan bahwa mereka adalah pengambil keputusan yang kompeten. Namun, pada kenyataannya, anggapan ini mungkin akan gagal jika ada perbedaan antara kualitas keputusan yang sebenarnya dan yang sebenarnya. Keputusan kualitas sebenarnya mengacu pada apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kualitas keputusan yang dirasakan mengacu pada apa yang dipikirkan seseorang dalam proses pengambilan keputusan. Berpotensi, kemudian, seseorang bisa menipu diri mereka sendiri dengan berpikir bahwa keputusan yang buruk itu bagus atau setidaknya yang bisa diterima. Pengalaman dan peningkatan keterampilan membuat keputusan bisa mempersempit kesenjangan antara yang dirasakan dan aktual.

Gaya pengambilan keputusan tidak hanya dipengaruhi oleh sosialisasi, pengetahuan, kemampuan, dan motivasi individu, tapi juga oleh ciri kepribadiannya, daya pikat, keterbukaan, inovasi, kepercayaan diri, dan keberanian. Faktor lain yang dapat mempengaruhi gaya pengambilan keputusan adalah harga diri. Harga diri yang rendah sering berakibat tidak pasti. Di lain kata-kata, seseorang yang tidak yakin akan dia atau kemampuannya untuk membuat keputusan yang tepat sepertinya tidak pasti. Ketidakpastian bisa menjadi masalah besar untuk diorganisir. Delaney diperuntukkan bagi individu, keluarga, dan (1982) mengidentifikasi beberapa kemungkinan penyebab ketidaktegasan :

(15)

2. Takut membuat keputusan atau kesalahan yang salah

3. Takut bertindak sendiri

4. Kurangnya penilaian yang baik-baik

5. Takut mengambil tanggung jawab atau berdiri sendiri dalam sebuah isu

Berikut faktor penentu pengambilan keputusan, yaitu : 1. Landasan waktu: Masa lalu;

a. Pengalaman dan peristiwa-2 masa lalu. b. Keinginan-2 masa lalu yang belum terwujud;

c. Masalah dan tantangan yang timbul pada masa lalu dan belum diselesaikan; d. Ketersediaan informasi masa lalu/sejarah;

2. Landasan waktu: Masa kini;

a. Perubahan factor lingkungan: politik, ekonomi, sosial-budaya; b. Dorongan visi, misi, tujuan dan keinginan yang hendak diraih;

c. Masalah dan tantangan yang timbul sebagai hasil perubahan faktor lingkungan; d. Adanya konsep kelangkaan dan keterbatasan;

e. Adanya konsep tentang tindakan atas dasar kesadaran untuk memilih salah satu alternative atas masalah yang dihadapi dan tantangan yang akan timbul;

f. Keputusan-2 yang diambil oleh manajer di organisasi lain;

g. Ketersediaan “real-time/on time information”, informasi yang relevan dan berkualitas; 3. Landasan waktu: Masa depan;

a. Visi, misi dan tujuan yang hendak dicapai; b. Perubahan faktor lingkungan yang akan terjadi;

c. Ketidakpastian, peluang timbulnya risiko dan kelangkaan;

d. Ketersediaan “expected information” yang diharapkan membantu proses pengambilan keputusan;

* KETIDAKPEDULIAN DAN PRINSIP PETER

(16)

ekspektasi kinerja jelas sejak awal. Contoh prinsip ini dapat ditemukan di berbagai organisasi dan setting termasuk rumah dan masyarakat.

Menghindari Keputusan

Menjadi ragu-ragu dikaitkan dengan fenomena pengambilan keputusan lainnya-penghindaran. Melewati pengambilan keputusan uang adalah salah satu cara individu menghindari keputusan. Menurut Delaney (1982), penghindaran biasanya menghasilkan pernyataan seperti berikut ini :

a. "Saya pikir Anda akan menyelesaikan ini.

b. "Itu bukan pekerjaan saya."

c. "Anda bosnya, jangan tanya saya apa yang saya pikirkan, katakan saja apa yang harus dilakukan."

d. "Mengapa terserah saya?"

Kegagalan untuk menetapkan tanggung jawab yang jelas untuk tugas di rumah atau kantor dapat menyebabkan beberapa ucapan ini. Bila tugas tidak diberikan dan piringnya tidak dikerjakan atau sampah tidak dibawa keluar, anggota keluarga mungkin bisa mengatakannya.

Akomodasi, Konsensual, Dan De Facto

Ada tiga atau gaya pengambilan keputusan keluarga, akomodasi, konsensual, dan de facto. Dalam akomodasi, keluarga mencapai kesepakatan dengan menerima sudut pandang orang yang dominan. Kekuasaan merupakan faktor penting dalam akomodasi. Dalam pengambilan keputusan secara konsensual, keluarga mencapai kesepakatan bersama yang sama-sama dapat diterima oleh semua individu yang terlibat. Pengambilan keputusan de facto ditandai dengan kurangnya perbedaan pendapat dan bukan dengan persetujuan aktif.Biasanya terjadi ketika tidak ada yang benar-benar peduli dengan hasil keputusan tersebut. Misalnya, tidak ada seorang pun di keluarga yang memiliki perasaan kuat tentang televisi mana yang harus ditonton.

(17)

ABCD : Situasi keputusan keluarga X : Anggota keluarga

Y : Anggota keluarga Z : Lingkungan

RGx : Kelompok rujukan untuk anggota X RGy : Kelompok referensi untuk anggota Y

XZ : Alternatif yang dirasakan oleh X dan dapat diterima di lingkungan yang ada. YZ : Alternatif yang dirasakan oleh Y dan dapat diterima di lingkungan yang ada. XY : Alternatif yang dirasakan oleh X dan Y tapi tidak dapat diterima di lingkungan.

X1&Y1: Alternatif yang dirasakan oleh satu anggota namun tidak dapat diterima di lingkungan. Z1&Z2 : Alternatif yang dapat diterima tidak dirasakan oleh anggota keluarga.

Solusi XYZ : Alternatif yang dirasakan oleh kedua anggota keluarga dan dapat diterima di lingkungan.

(18)

Jenis pengambilan keputusan yang telah dibahas sejauh ini melibatkan keluarga-keluarga yang berpusat pada pasangan di mana sebagian besar keputusannya dibuat.dibuat oleh pasangan. Alternatif untuk ini adalah keluarga yang berpusat pada anak-anak di mana anak-anak membuat atau mempengaruhi sebagian besar keputusan seluruh keluarga, termasuk pilihan acara televisi, dan kegiatan. Sebenarnya, perbedaan antara pasangan terpusat dan keluarga tidak mutlak, karena anak mempengaruhi keputusan di setiap keluarga. Meskipun demikian, anak-anak memiliki pengaruh lebih pada beberapa keluarga daripada orang lain. Bagian selanjutnya akan membahas pengambilan keputusan konsumen keluarga dan pasangan dan menunjukkan bagaimana anak-anak mempengaruhi perilaku pembelian orang tua.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DI KELUARGA

Pengambilan keputusan di pasar memberikan gambaran bagus tentang pengambilan keputusan keluarga. Bagaimana sebuah keluarga individu membelanjakan uang mungkin tidak begitu penting, tapi jumlah pengeluaran keluarga secara kolektif mencapai miliaran dolar bila dikalikan di semua keluarga. Untuk alasan ini, produsen dan pengiklan menghabiskan banyak uang untuk riset konsumen untuk menentukan siapa yang memutuskan apa yang ada dalam keluarga dan mengapa. Singkatnya, pengambilan keputusan konsumen adalah bisnis besar dan kekuatan pendorong di balik kesejahteraan ekonomi nasional keluarga harus memutuskan.

1. apa yang harus dibeli,

2. tempat berbelanja,

3. berapa banyak yang harus dibayar,

4. kapan harus membeli, dan

5. siapa yang harus membeli.

(19)

keputusan yang dimiliki keluarga pengguna lain, influencer lain, dan sebagainya. Misalnya, seorang ibu atau ayah membeli popok sekali pakai, bayi menggunakannya, dan orang tua yang mengganti popoknya. Delapan peran dalam pengambilan keputusan keluarga yang melihat ini memberikan wawasan lebih jauh tentang bagaimana anggota keluarga berinteraksi dalam berbagai peran terkait konsumsi mereka :

1. Influencer, anggota keluarga yang memberikan informasi kepada anggota lain tentang suatu produk atau jasa.

2. Gatekeeper, anggota keluarga yang mengendalikan arus informasi tentang suatu produk pelayanan ke dalam keluarga.

3. Anggap anggota keluarga dengan kekuatan untuk menentukan secara sepihak atau bersama apakah membeli suatu produk atau layanan tertentu.

4. Anggota keluarga pembeli yang melakukan pembelian produk atau layanan tertentu.

5. Susun anggota keluarga yang mengubah produk menjadi bentuk yang sesuai untuk dikonsumsi oleh anggota keluarga lainnya.

6. Pengguna anggota keluarga yang menggunakan atau mengkonsumsi produk atau layanan tertentu.

7. Anggota keluarga pemelihara yang melayani atau mengulangi produk sehingga akan memberikan satifaction lanjutan.

8. Disposers anggota keluarga yang memulai atau membawa pembuangan atau penghentian produk atau layanan tertentu.

(20)

sedangkan pengambilan keputusan otonom kemungkinan besar terjadi di kelas atas dan bawah (Loudon Della 1988). Anak-anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebiasaan membeli orang tua mereka. Sebuah studi Infocus Environmental dari Princeton, New Jersey, menemukan bahwa sepertiga orang tua mengubah kebiasaan berbelanja mereka karena informasi lingkungan yang diberikan anak-anak mereka (Schlossberg, 1992). Ketika ditanya tentang sumber informasi, anak-anak tersebut mengatakan bahwa mereka belajar tentang lingkungan di sekolah. Dalam sebuah penelitian yang dilaporkan di Marketing News (Schlossberg, 1992), anak-anak mempengaruhi kebiasaan membeli dan berbelanja orang tua dengan mendorong mereka untuk membeli barang dalam kemasan daur ulang (24 persen) dan untuk menghindari kontainer produk yang tidak dapat didaur ulang atau dapat diurai ulang (17 persen). Studi tersebut menyimpulkan bahwa anak-anak lebih banyak memengaruhi makanan yang dibeli orang tua mereka dan mereka memiliki dampak signifikan terhadap kesadaran lingkungan orang tua mereka.

DEFINISI, ANALISIS, DAN RENCANA TINDAKAN

Biasanya orang tidak secara spontan menjadi sadar akan sebuah masalah dan kemudian tiba-tiba memutuskan untuk mencari dan menganalisis informasi yang relevan (Fay & Weldon). Sebaliknya, orang yang termotivasi oleh ketidakpuasan dengan keadaan sewa yang meriah. Sebagai proses yang termotivasi, kesadaran dan analisis masalah adalah subjek sampai lima tingkat pengaruh motivasi :

1. Kebutuhan, motif, dan tujuan pemecah masalah

2. Persepsi dan kepercayaan dari pemecah masalah

3. Nilai pemecah masalah

4. Sumber pemecah masalah

5. Belajar, latar belakang, dan pengalaman sebelumnya dari problem solver

Pengaruh ini mempengaruhi cara seseorang mendefinisikan sebuah masalah dan membuat keputusan untuk memecahkan masalah.

Definisi masalah

(21)

individu melihat benang merah dan merasakan hubungan efek penting. Misalnya, orang perlu mengungkap gejala yang mendasari yang menyebabkan masalah. Bagaimana seseorang membahas hal ini? Menurut David Nylen, "masalah paling baik didefinisikan dalam bentuk pertanyaan, sehingga memberikan arahan yang jelas untuk sisa proses. Tugas pembuat keputusan menjadi salah satu solusi atau keputusan yang akan menjawab permasalahan. keputusan harus memenuhi dan mencerminkan penyebab utama situasi" (1990, hlm. 51-52).

Masalahnya bisa sederhana atau rumit. Masalah yang rumit menuntut lebih banyak energi dan perhatian karena karena alasan (atau penyebabnya) mungkin tersembunyi atau multi segi. Setelah masalah beralih ke yang didefinisikan, maka individu dapat melakukan langkah berikutnya dalam analisis masalah dalam memecahkan masalah beberapa bagian berikutnya akan menunjukkan bagaimana Michelle terlibat dalam pemecahan masalah setelah atasannya mengatakan kepadanya bahwa dia telah ditolak promosi karena dia tidak memiliki administrasi pengalaman mengasyikkan.

Analisis masalah

Bergantung pada jenis masalah dan individu yang terlibat, masalah dapat dipandang sebagai kekacauan atau sebagai pengalaman yang memerlukan respons logis dan masuk akal. Misalnya, setelah ditolak promosi, Michelle bisa merespons atau bertindak dengan berbagai cara. Dia tahu dia punya masalah (masalahnya jelas); Sekarang dia harus memutuskan apa yang akan dia lakukan mengenai hal itu.

Tidak ada dua masalah yang sama karena masing-masing melibatkan waktu, individu, dan keadaannya sendiri yang unik dan berasal dari situasi yang spesifik. Untuk mengatasi masalah yang rumit, individu perlu secara sistematis mengikuti langkah-langkah dekripsi yang telah dibahas di awal bab ini. Mengambil jalan pintas dalam proses pengambilan keputusan hanya akan menghasilkan informasi yang tidak lengkap yang akan mempersulit masalah situasi lebih lanjut karena banyak masalah yang kompleks melibatkan interaksi submasalah, satu pendekatan adalah membagi masalah menjadi submasalah dan menganalisis masing-masing secara terpisah.

Rencana aksi

(22)

perencanaan adalah untuk menghasilkan sistem atau solusi yang dapat memberikan kepuasan kepada pemecah masalah dan peserta lainnya dalam masalah.

Michelle memutuskan untuk mendapatkan pengalaman adminstarive yang sesuai sehingga pada saat pembukaannya dia akan memenuhi syarat. Subproblems-nya meliputi apakah tempat kerja curreton-nya bisa memberikan pengalaman yang diperlukan atau apakah dia harus mendapatkan pengalaman di tempat lain. Mungkin atasannya bisa lebih eksplisit tentang pengalaman kerja yang dia butuhkan. Michelle juga menunjuk rekan-rekannya, teman, dan keluarganya untuk meminta nasihat. Setelah dia mempertimbangkan saran mereka dan persepsi sendiri tentang masalah tersebut, dia membentuk sebuah rencana tindakan. Membentuk sebuah rencana membuat dia merasa lebih mengendalikan hal-hal. Manajemen sumber daya sebagai disiplin mendorong individu untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, secara obyektif memeriksa masalah dan pilihan mereka, dan membentuk rencana tindakan yang akan membantu mewujudkannya sesuai keinginan mereka.

Motivasi adalah bagian penting dari pemecahan masalah. Motivasi untuk memecahkan masalah akan tergantung pada jumlah ketidaksesuaian antara yang diinginkan dan keadaan sebenarnya dan pentingnya masalah. Kebanyakan orang tidak akan membuang banyak waktu dalam keputusan sehari-hari seperti apa yang harus dipakai atau apa yang harus dimakan. Keputusan rutin seperti ini jarang menimbulkan masalah.Namun, mereka bisa menjadi masalah, jika orang tersebut mendefinisikannya sebagai masalah atau jika keputusan memiliki dampak luas. Misalnya, apa yang harus dikenakan pada wawancara kerja atau apa yang harus disajikan dalam perjamuan untuk 500 orang mungkin menjadi masalah utama yang melibatkan sejumlah besar uang dan beragam pilihan dan konsekuensi altematif.

(23)

pekerjaan mereka karena perampingan perusahaan. Informasi ini membantu michelle meletakkan di sini kegagalan untuk menerima promosi dalam perspektif. Dia beralasan bahwa setidaknya dia memiliki pekerjaan yang dia sukai, dan dia merasa yakin bahwa diberi waktu dan usaha dia akan dipromosikan. Seperti dalam kasus michelle, pemecahan masalah yang kompleks biasanya memerlukan pencarian internal dan eksternal.

UNCERTAINTY DAN RESIKO

Masalah yang terkait dengan kemajuan karir dan job hunting adalah contoh ketidakpastian dan risiko yang baik. Dalam kedua kasus tersebut, individu mencari informasi untuk mengurangi tingkat ketidakpastian dan risiko. Semakin banyak seorang karyawan atau pencari kerja mengetahui tentang perusahaan seperti kebijakan dan rekam jejaknya, semakin yakin dia akan bekerja atau ikut campur. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan mengurangi persepsi individu tentang ketidakpastian dan risiko.

Seperti yang akan Anda ingat, risiko dan ketidakpastian diperkenalkan di Bab 2 dalam pembahasan teori risk aversion. Teori ini mengemukakan bahwa orang-orang rasional akan mencoba mengurangi atau menghindari risiko dan risiko itu subjektif karena individu menentukan tingkat risiko dan ketidakpastian yang dapat mereka tangani. Misalnya, tanggal ablind adalah risiko. Untuk mengurangi jumlah risiko dan ketidakpastian, pasangan akan mencoba untuk mencari tahu sebanyak mungkin tentang satu sama lain sebelum berkencan.

Ketidakpastian adalah keadaan atau perasaan ragu. Resiko adalah kemungkinan rasa sakit, bahaya, atau kerugian dari sebuah keputusan. Resiko bersifat subjektif; Artinya, setiap orang mendefinisikan risiko apa adanya. Seseorang yang menimbang ketidakpastian dan risiko menilai kemungkinan, atau kemungkinan, hasil yang baik atau buruk. Belanja, khususnya belanja antartet, melibatkan risiko dan pertimbangan kemungkinan hasil (Simpson & Lakner, 1993).

(24)

John ingin berpakaian dengan tepat sehingga dia bisa menyesuaikan diri. Sebaliknya, Sam, salah satu rekan kerja John, bahkan tidak memikirkan apa yang akan dia lakukan. Kenakan ke picnot persepsinya tentang risiko dalam situasi masalah ini sangat minim, sebenarnya dia bahkan tidak berpikir untuk berpiknik piknik sebagai situasi bermasalah. Saat piknik, Sam adalah satu-satunya orang yang mengenakan celana pendek, dan untuk dua bulan berikutnya, dia harus menahan ikat pinggangnya yang lembut tentang "lutut berlutut" dan celana pendek kotak-kotak. Risiko dapat dianggap terjadi sebelum, selama, atau setelah keputusan.

Jenis resiko

Seperti dibahas di Bab 2, ada lima jenis risiko utama yang mempengaruhi pengambilan keputusan: risiko fungsional atau kinerja, risiko keuangan, risiko fisik, risiko psikologis, risiko sosial dan risiko waktu (foxall dan pandai emas). Dalam contoh terakhir, jhon berusaha mengurangi risiko fisik, psikologis, keuangan dan sosial. Jika dia khawatir tentang waktu terbaik untuk sampai pada piknik, maka dia akan menambah risiko waktu terhadap masalahnya. Untuk mengurangi risiko, orang mencari informasi atau berperilaku dengan cara yang akan mengurangi ketidakpastian mereka seperti meminta saran lain atau mengulangi perilaku yang telah berhasil untuk mereka di masa lalu.

Problem Solving

(25)

kembali berfikir dari awal yang bermasalah untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai masalah yang sedang dihadapi. Adapun langkah-langkah Problem Solving penulis perlu menggunakan pendekatan yang terdiri dari tiga langkah untuk problem solving, dengan demikian konsep problem solving ini bukan teori belaka, tetapi telah terbukti keberhasilannya. Adapun tiga langkah problem solving adalah :

a. Mengidentifikasi masalah secara tepat

Secara konseptual suatu masalah (M) didefinisikan sebagai kesenjangan atau gap antara nerja actual dan targetkinerja (T ) yang diharapkan, sehingga secara simbolik dapat dituliskan bersamaan; M=T – A.berdasarkan konsep seorang problem solver yang professional harus terlebih dahulu nanpu mengetahui berapa atau pada tingkat mana kinerja actual saat ini, dan berapa atau tingkat mana kinerja serta kita harus mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama kita kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja actual kita sekarang dan kapan waktu pencapain target kinerja itu.

b. Menentukan sumber dan akar penybab dari masalah

Suatu solusi masalah yang efektif, apabila kita berhasil menemukan sumber-sumber dan akar-akar dari masalah itu, kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan masalah-masalah tersebut.

c. Solusi masalah secara efektif dan efisien

Adapun langkah-langkah Solusi masalah yang efektif dan efisien yaitu : 1. Mendefinisikan secara tertulis

2. Membangun diagram sebab akibat yang dimodifikasi untuk mendefinisikan : a) akar penyebab dari masalah itu, b) penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan, namun dapat diperkirakan.

3. Setiap akar penyebab dari masalah dimasuskkan ke dalam diagram sebab akibat . sedangkan penyebab yang tidak dapat diperkirakan, didaftarkan pada sebab akibat itu secara tersendiri.

4. Mendefiisikan tindakan atau solusi yang efektif melalui memperhatikan dan mempertimbangkan : a) pencegahan terulang atau muncul kembali penyebab –penyebab itu, b) tindakan yang diambil harus ada di bawah pengendalian kita, dan c) memenuhi tujuan dan target kinerja yang ditetapkan.

(26)

Sedangkan kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama, tidak semua materi pelajaran mengandung masalah memerlukan perencanaan yang teratur dan matang, dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif.

DAFTAR PUSTAKA

1. Paolocci, B., Hall, O. & Axinn, N. (1997). Family decision making: An ecosystem aproach. New York: Joha Wiley & Sons

2. Schor, J., B. (1991) The Overworked American: The unexpected decline of leisure. New York: Basic Books

3. Hasanah, Uswatun. & Mashabi, Nurlaila, Abdullah. (2017). Hubungan kelekatan orang tua dengan kemandirian remaja. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan. V. 4, n. 1, p. 1-4, April. 2017. ISSN 2597-4521.

Referensi

Dokumen terkait

Persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan akreditasi di bidang kurikulum atau kegiatan belajar mengajar adalah sekolah menyiapkan semua dokumen kurikulum yang

Metode rancang bangun dari mendisain alat, menghitung dan menetukan sistem mekanik, dengan hasil memilih Ballscrew untuk gerak rotasi dan memindah daya, serta

Non Kesehatan / Teknis TEKNISI MESIN D-III TEKNIK.. MESIN

Food bar adalah campuran bahan pangan (blended food) yang diperkaya dengan nutrisi, kemudian dibentuk menjadi bentuk padat dan kompak (a food bar form). Tujuan

Menurut Manuaba (2008; h.389) disebutkan perdarahan terjadi karena gangguan hormon, gangguan kehamilan, gangguan KB, penyakit kandungan dan keganasan genetalia. 55)

Berdasarkan hasil pelaksanaan lesson study pada mata kuliah Kajian Prosa Fiksi di STKIP Muhammadiyah Kotabumi sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam

Pohon tengkawang rambai yang mendominasi pada masing- masing hutan tersebut merupakan jenis yang paling tinggi kesesuiannya dengan tempat tumbuh dibandingkan

Upaya bioremediasi lahan basah yang tercemar oleh limbah industri (polutan organik, sedimen  pH tinggi atau rendah pada jalur aliran maupun kolam pengendapan) juga dapat