Lahirnya ORBA
G30S/PKI/GESTAPU/GESTOK
Peristiwa ini diawali dg perpecahan di tubuh AD dalam memandang ketegangan Indonesia-Malaysia
Sebuah peristiwa berdarah yang menewaskan setidaknya 6 orang petinggi AD.
Efek Lanjutan:
Kemrosotan ekonomi, laju inflasi 650%, kenaikan tarif BBM
Demosntrasi mendesak membubarkan PKI dan perbaikan ekonomi (yang tertuang dlm TRITURA)
Keadaan politik Indonesia memanas sehingga 11 Maret 1966 lahir SUPERSEMAR : sebuah suarat perintah yang ditujukan untuk mengamankan kondisi keamanan Indonesia
16 Sept 1963 ketegangan Indonesia – Malaysia dimulai. “diinjak-injaknya gambar
SEPERSEMAR dan Dualisme Kepemimpinan
Soeharto melakukan tindakan pertama membubarkan PKI dan ormas-ormasnya dan dinilai berhasil
Oleh MPRS MPRS menetapkan pengemban supersemar dg ketetapan No. IX/MPRS/1966 memberikan kewenangan Soeharto mengambil tindakan yang dianggap perlu menjamin keamanan dan kestabilan dan dinyatakan PKI sbg partai terlarang
Pada waktu bersamaan MPRS mengeluarkan ketetapan No. XII/MPRS1966 pembentukan kabinet Ampera yang diserahkan kepada pengemban Supersemar.
1966-1967 muncul dualism kepemimpinan “Soekarno (presiden) dan Soeharto (popular) Kabinet dipimpin oleh Soekarno dan pelaksana oleh Soeharto
10 Januari 67 Soekarno menyampaikan laporan pertanggungjawaban Nawaksara tp ditolak oleh MPRS
•
Secara resmi ORBA menjalankan pemerintahan 12
Maret 1967 melalui ketetapan MPRS
•
Hakikatnya
munculnya
ORBA
sebagai
bentuk
pembaharuan dan penataan kehidupan Indonesia
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
memperbaiki
penyelewengan-penyelewengan pada masa ORLA
•
Stabilitas Politik merupakan tujuan pertama dalam
pemerintahan ORBA
Stabilitas politik atau Indoktrinasi ideology???? a.Pemasyarakatan P-4
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)
P4 sebagai bentuk menyeragamkan cara pandang masyarakat dalam bertindak berdasarkan nilai-nilai
pancasila
Pemasyarakatan P4 dilaksanakan dlm bentuk penataran dlm berbagai jenjang pendidikan dan juga kpd
para PNS
Tujuan P4 dikenal dg Ekaprasetia Pancakarsa = Manusia pengamal pancasila
Namun dalam kenyataannya prilaku aparatur negara bertolak belakang dg konsep P4 yaitu merebaknya
Dwifungsi ABRI
SOSIAL
HANKAM + = ABRI
Dwi Fungsi ABRI merupakan sebuah doktrin di lingkungan militer
Indonesia yang menyebutkan bahwa TNI memiliki dua tugas yaitu
menjaga keamanan dan ketertiban negara serta memgang kekuasaan
dan mengatur negara.
Ketika masa ORBA TNI secara organisatoris menduduki
jabatan-jabatan startegis.
Dampak negatif konsep ini adalah dalam bidang penerapan dalam
Pemilu
Orba melaksanakan pemilu sebanyak 6 kali. Pemilu pertama tahun
1971
Dalam upaya stabilisasi keamanan muncul istilah fusi (peleburan) yang
mulai diberlakukan pd pemilu ke-2 1977melalui UU No.3 tahun 1975.
Proses Fusi melahirkan 3 partai: PPP (fusi partai islam); PDI (fusi partai
Kebijakan Pemerintah Orde Baru
Tugas Kabinet Ampera yang disebut dengan Dwi Dharma memiliki 4
program utama dalam pemerintahan (catur karya). 4 program tersebut adalah:
a.Memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia dalam hal sandang dan pangan
b.Menggelar pemilu 1968
c.Kembali meluruskan dan menjalankan politik luar negeri “bebas aktif d.Meneruskan perjuangan menolak imprialisme dan kolonialisme
dalam berbagai bentuk
Untuk mencapai program pokok tersebut hingga akhirnya muncul
Kebijakan Pembangunan Ekonomi
Masa Orba
• Prinsip utama dalam pembangunan ORBA disegala bidang lebih
dikenal dengan trilogy pembangunan, all:
a.Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya b.Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
c.Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis
• Untuk menggapai trilogy tersebut, ORBA melakukan beberapa
hal penting dalam pembangunan ekonomi:
Pelaksanaan pembangunan jangka panjang
Pelita 1 s.d 6
Pelita 1
•
Periode 1 April 1969 s.d 31 Maret 1974
•
Tujuan : a) peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia;
b) fokus pembangunan
pertanian, industry, pertambangan,
rehabilitasi, dan perluasan sarana dan prasarana
•
Pelita 1 ini lebih berfokus pada bidang pertanian
•
Tahun 1973 MPR menyelenggarakan sidang dg keputusan
Pelita II
•
Periode 1 April 1974 s.d 31 Maret 1978
•
Keseluruhan dampak dari pelita II aalah meningkatnya
ekonomi rata-rata 7% pertahun
•
Tahun 1974 MPR menyelenggarakan sidang dg
Pelita III
•
Periode 1 April 1979 s.d 31 Maret 1984
•
Penekanan pada trilogy pembangunan
•
Tahun 1982 pemilu mengahsilkan MPR RI yang baru dan
lembaga baru ini mengadakan sidang pada 11 Maret
Pelita IV
•
Periode 1 April 1984 s.d 31 Maret 1989
•
Masa ini adalah masa keberhasilan ORBA, misalnya program
KB dan swasembada pangan, Namun terdapat kecenderungan
pembangunan hanya libeih banyak di pulau Jawa.
•
Pada masa pelita IV inilah Indonesia panen usahanya yang
dimulai dr Pelita I dalam hal swasembada pangan, KB, dan
program perumahan nasional
Pelita V
•
Periode 1 April 1989 s.d 31 Maret 1994
•
Pelaksanaan pembangunan sudah mulai tidak merata,
pembangunan cenderung hanya di Pulau Jawa, tingkat
korupsi tinggi, dan utang luar negeri banyak
•
Tahun 1992 pemilu mengahsilkan MPR RI yang baru dan
Pelita VI
• Periode 1 April 1994 s.d 31 Maret 1999• Pada akhir 1997 Asia mendapat kejutan dengan datangnya krisis moneter
• Indonesia mengalami tantangan besar, pada masa ini masa kejatuhan
ORBA. Tahun 1997 utang luar negeri Indonesia mencapai 136 milyar dolar.
• Muncul ketidak percayaan dalam masyarakat dan hingga akhirnya 1998
Presiden Soeharto turun Jabatan.
• Istilah Crony Capotalism menjadi salah satu bobroknya pemerintahan
•
Dalam kepemimpinan Sokarno dan Soeharto terdapat karakteristik
yang berbeda.
•
Kedua terletak pada proses pencarian sumber dana pembangunan.
ORBA memusatkan pencarian dana dari sektor pinjaman luar negeri
dan berbanding terbalik dengan ORLA yang sangat anti terhadap
pinjaman luar negeri
•
Indonesia pada awal pemerintahan Orde Baru berhasil mengatasi krisis
ekonomi yang diderita. Banyak modal asing datang, industri
berkembang pesat, dan muncul kesempatan kerja.
Revolusi Hijau
•
Revolusi Hijau secara umum diawalai dengan teori Thomas Robert
Malthus yang intinya :
“pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan
banyaknya jumlah makanan, akibatnya pada suatu saat akan terjadi
perbedaan yang besar antara banyaknya penduduk dengan
ketersediaan sumber makanan”
• Hal tersebutlah yang menjadi pacuan utama dalam menyelenggarakan Revolusi Hijau di Indonesia
• Revolusi Hijau yaitu perubahan secara cepat menyangkut masalah pembaruan teknologi
pertanian dan peningkatan produksi pertanian, baik secara kuantitatif maupun kualitatif
• Salah satu dampak positif dari Rev. Hijau ini tahun 1984 Indonesia menjadi negara swasembada pangan.
4 hal pokok langkah Revolusi Hijau di Indonesia:
a.Intensifikasi pertanian : usaha meningkatkan produksi pertanian dengan menerapkan pancausaha tani.
b.Ekstensifikasi pertanian : usaha meningkatkan produksi pertanian dengan membuka lahan baru termasuk usaha penangkapan ikan dan penanaman rumput untuk makanan ternak.
c.Diversifikasi pertanian : usaha meningkatkan produksi pertanian dengan keanekaragaman usaha tani.
Industrialisasi
Industri merupakan salah satu program yang tertuang dalam
Pelita
Industrialisasi sebagai gaya baru kehidupan sosial masyarakat
Indonesia
Terdapat pergeseran dari agraris ke industry. Industrialisasi
muncul sbegai dampak bergulirnya Pelita “tersedianya lapangan kerja yang luas bagi rakyat” dampak dari
industrialisasi all:
a.Arus urbanisasi dari desa ke kota
b.Meningkatnya kepadatan jumlah penduduk kota yang
berdampak buruk bagi lingkungan
Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Pada Masa Orde Baru
• Kembali menjadi anggota PBB
Sejak 7 Januari 1965 Indonesia menyatakan diri keluar dari
keanggotaan PBB sebagai protes atas diterimanya Federasi Malaysia sebagai anggota
Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada tanggal 28
September 1966 dan tercatat sebagai anggota ke-60.
• Penghentian Konfrontasi dengan Malaysia
Konfrontasi dengan Malaysia setelah diumumkan Dwikora oleh
Presiden Soekarno pada tanggal 3 Mei 1964 = melenceng dg politik luar negeri
Jakarta Accord pada tanggal 11 Agustus 1966 merupakan bukti
•
Pembentukan ASEAN
ASEAN merupakan organisasi regional yang dibentuk atas
prakarsa lima menteri luar negeri kawasan Asia Tenggara.
Kelima menteri luar negeri tersebut adalah
•
Narsisco Ramos dari Filipina,
•
Adam Malik dari Indonesia,
•
Thanat Khoman dari Thailand,
• Bagi ke dalam lima kelompok
• Tiap kelompok mendapat masing-masing satu materi mengenai: a.Kembalinya Indonesia ke PBB
b.Penghentian konfrontasi Indonesia dan Malaysia c.Pembentukan ASEAN
d.Keikutsertaan Indonesia dalam APEC
e.Keikutsertaan Indonesia dalam Consultative Group on Indonesia (CGI)
• Cari referensi mengenai materi diatas dan buat laporan singkat maksimal 10 lembar A4
• Tulisan di presentasikan
Aktifitas Kelas
• Pada masa awal ORBA dana bantuan luar negeri merupakan
salah satu sumber pendanaan utama. Bagaimana pendapatmu tentang hal itu? Apa sajakah keuntungan dan kerugiannya?
• Dimasa pemerintah ORBA dibuat kebijakan pembangunan
dalam negeri yang berupa PELITA. Pahami penyelenggaraan tiap pelita 1 s/d 6, menurut data yang kalian temui kemudian simpulkan
1.puncak keberhasilan negara terletak pada pelita keberapa dan berikan penjelasannya!