• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi Ilmu Mekatronika dalam Kehidupa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Aplikasi Ilmu Mekatronika dalam Kehidupa"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Aplikasi Ilmu Mekatronika

a) Permukaan foto konduksi diberikan penimbunan listrik positif.

b) Permukaan foto konduksi tersebut kemudian dibiarkan menyentuh gambar dari dokumen.

c) Penimbunan listrik dihamburkan pada bagian yang bersentuhan tersebut.

d) Serbuk yang bermuatan negatif yang dihamburkan akan menempel pada bagian yang bermuatan positif dikarenakan daya tarik menarik elektrostatis.

e) Selembar kertas diletakkan pada gambar yang terbentuk oleh serbuk dan diberikan muatan positif.

f) Serbuk yang bermuatan negatif akan tertarik oleh lembaran kertas bermuatan positif dan terlepas dari foto konduktor.

(2)

Mayoritas mesin fotokopi saat ini menerapkan proses kerja seperti tersebut diatas. Sehingga pada semua mesin memiliki bagian-bagian yang disebut :

a) Charging ; Sebuah tabung silinder (drum) yang diberi muatan listrik kawat yang bermuatan listrik tinggi yang disebut corona wire atau charge roller. Tabung silinder dilapisi dengan bahan yang bersifat foto konduksi. Sebuah foto konduktor merupakan semi konduktor akan menjadi konduktif ketika terkena cahaya.

b) Exposure ; Sebuah tabung lampu yang menyala terang menyinari dokumen asli dan bagian / area yang berwarna putih akan memantulkan cahaya ke permukaan tabung silinder (drum). Bagian yang terkena pantulan cahaya akan menjadi konduktif bermuatan positif dan sebaliknya yang tidak terkena pantulan akan tetap bermuatan negatif. Hasilnya dari pencahayaan ini akan terbentuk pada permukaan drum.

c) Developing ; Bagian yang berisikan toner (serbuk) yang bermuatan positif. Ketika bersentuhan dengan drum dan menghasilkan gambar, toner (serbuk) akan tertarik dan menempel pada bagian drum yang bermuatan negatif (area berwarna hitam = tulisan/ gambar pada dokumen asli).

d) Transfer ; Hasil dari gambar yang terbentuk dari toner (serbuk) pada permukaan drum, dipindahkan ke permukaan lembaran kertas dengan bantuan muatan listrik negatif yang lebih tinggi dari muatan listrik negatif pada drum.

e) Fusing ; Proses peleburan toner (serbuk) dan menyatu pada lembaran kertas dengan bantuan gulungan (roller) yang memberikan tekanan.

(3)

2. ABS (Anti-lock Breaking System)

Gambar 3. ABS pada Kendaraan Roda 4

Ide dibalik teknologi ABS pada dasarnya sederhana. Biasanya saat rem diinjak secara penuh, keempat roda kendaraan akan langsung mengunci. Setelah itu, mobil meluncur lurus ke depan tak bisa dikendalikan dalam posisi membelok. Ketidakstabilan itulah yang sering terjadi pada sistem rem non-ABS. Hal seperti itu, tentu menimbulkan risiko kecelakaan, apalagi bila di depannya ada rintangan.

Tapi berbeda dengan sistem ABS. Rem ini dirancang anti mengunci dengan tujuan untuk mencegah selip. Selain itu, membantu pengemudi memantapkan kendali pada setir dalam situasi pengereman mendadak. Dengan kata lain, ABS mencegah roda kendaraan untuk mengunci, mengurangi jarak yang diperlukan untuk berhenti dan memperbaiki pengendalian pengemudi di saat pengereman mendadak.

Proses kerja ABS, yaitu saat pengemudi menginjak rem, keempat roda langsung mengunci. Namun, saat pengemudi tiba-tiba membelokkan setir ke kiri atau ke kanan, komputer secara otomatis melepas roda yang terkunci. Dengan sistem itu, maka mobil bisa dikendalikan dan dihentikan, sekaligus menghindari rintangan di depannya.

(4)

Gambar

Gambar 1. Mesin Fotokopi
Gambar 2. Sistem Kerja Mesin Fotokopi
Gambar 3. ABS pada Kendaraan Roda 4

Referensi

Dokumen terkait

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa, yakni tingkat baru kesadaran yang bertumpu pada bagian dalam diri yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar, yang