Hera Agustina, S.Kom., MMSI
• Aktivitas utama dalam fase desain adalah membuat top
dan medium level dari desain sistem dan
mendokumentasikannya dalam spesifikasi desain.
• Aktivitas kedua dimulai dengan Rencana Tes
Penerimaan (Acceptance Test Plan / ATP).
• ATP adalah sebuah dokumen tes yang akan digunakan
untuk mendemonstrasikan seluruh fungsi sistem kepada user pada fase penerimaan.
Free PPT _ Click to add title
• Pada tahap desain tim teknologi informasi
bekerja sama dengan tim bisnis atau
manajemen melakukan perancangan
komponen-komponen sistem terkait.
• Tim teknologi informasi akan melakukan
• Model-model umum seperti flowchart, ER Diagram, DFD, dan lain sebagainya dipergunakan sebagai notasi umum dalam perancangan sistem secara teknis.
• Tahap desain memutuskan bagaimana sistem akan
beroperasi.
• Secara paralel bersama manajemen akan melakukan
Free PPT _ Click to add title
• Hasil dari tahap ini adalah cetak biru
rancangan sistem yang akan dijadikan
pegangan dalam proses konstruksi dan
implementasi komponen-komponen pada
1. Strategi desain, menjelaskan apakah sistem akan
dibuat oleh programmer perusahaan atau
menggunakan jasa konsultan.
2. Mengarah pada pengembangan desain arsitektur dasar untuk sistem.
3. Menspesifikasikan database dan file yang
dikembangkan.
4. Tim analis mengembangkan rancangan/desain
program.
Langkah Dalam Mendesain
Sistem Software
1. Bagilah sistem menjadi beberapa
komponen secara fungsional.
2. Hubungkanlah komponen-komponen
• Output utama dari tahapan desain perangkat lunak adalah spesifikasi desain.
• Spesifikasi ini meliputi spesifikasi desain umum yang
akan disampaikan kepada stakeholder sistemdan
spesifikasi desain rinci yang akan digunakan pada tahap implementasi.
• Spesifikasi ini hanya berisi gambaran umum agar
stakeholder sistem mengerti akan seperti apa
perangkat lunak yang akan dibangun.
• Spesifikasi desain rinci atau kadang disebut desain arsitektur rinci perangkat lunak diperlukan untuk merancang sistem sehingga memiliki konstruksi yang baik, proses pengolahan data yang tepat dan akurat, bernilai, memiliki aspek user friendly, dan memiliki dasar-dasar untuk pengembangan selanjutnya.
• Metode pembuatan software, metode dan tools yang
digunakan tidak optimal sehingga mempengaruhi
kualitas produk dan tidak sesuai dengan keinginan user.
• Organisasi pembuatan software, tidak adanya
koordinasi pada proses pembuatan software sehingga terjadi modul-modul yang tidak dapat digabungkan. Misalnya ketidaksesuaian nama tabel, field, dll.
Tujuan
• Membuat desain awal
• Desain yang detail
• Desain awal mendeskripsikan kapabilitas fungsional secara umum dari sistem informasi yang diusulkan.
• Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) dan perangkat lunak manajemen proyek.
• Prototyping juga dilakukan pada tahap ini.
• Prototyping adalah membuat model kerja dari komponen sistem sehingga sistem baru bisa segera diuji dan dievaluasi.
• Prorotype adalah sistem dengan kemampuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.
Desain yang Detail
Menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu
memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam
•
Semua pekerjaan dalam desain awal dan
desain yang detail akan dikemas dalam laporan
yang terperinci.
•
Dapat melakukan presentasi atau diskusi pada
saat penyerahan laporan kepadan manajemen
senior.
Kegiatan
Design Sistem Fisik
Desain Arsitektur
Desain Interface
Desain Program
Teknik yang Digunakan
Teknik
•Design Strategy Architecture
•Design Hardware dan Software
•Selection Use Scenario
•Interfacse Structure
•Interface Standards
•Interface Prototype
•Interface Evaluation
•Modeling
•Denormalization
Structured Design
Top Down Design
•
Dimulai dengan Top Level Design (TLD).
•
Masing-masing
komponen
utama
dalam
TLD
dipecah menjadi sub-bagian dimulai dengan level
teratas, kemudian turun kelevel berikutnya, dst.
Bottom Up Design
• Pada kasus tertentu mungkin akan lebih mudah mendisain dengan menggunakan pendekatan dari level bawah / rendah ke level atas.
• Hal ini sering ditemui pada kasus sistem pengontrolan proses dimana perlatan pengontrolan hardware pada level terbawah menentukan bagaimana sistem tersebut disatukan (integrasi sistem).
• Disain Bottom Up juga sangat cocok digunakan pada
kasus dimana komponen software yang ada
Top Level Design
• Banyak TLD yang dapat mencapai atau memperoleh hasil yang sama dalam sebuah sistem software.
• Semakin banyak paket program yang anda beli, semakin berkurang pemrograman yang harus anda lakukan.
• Keputusan untuk membeli paket program lebih mudah dibandingkan harus membuat sendiri, akan tetapi lebih mahal, dan umumnya kurang efisien dibandingkan dengan program tertulis biasa yang sama.
• Sedikit penurunan kinerja akan terlihat oleh karena pemanggilan yang sering pada FILE HANDLER, tetapi sistem akan menjadi lebih kecil.
Prioritas Desain
Pilihan TLD akan mempengaruhi hal-hal berikut ini :
• Biaya Sistem (System Cost)
• Waktu yang diperlukan untuk membangun sistem (Time
to Build The System)
• Sifat mudah dipakai (User Friendliness) • Kinerja (Performance)
• Ukuran Sistem (System Size) • Kehandalan (Reliability)
Item-item tersebut harus menjadi prioritas, bersama dengan user pada waktu perencanaan sistem,
pada saat pendefinisian dan analisis. Ini akan membuat pilihan
Medium Level Desain
• Setelah TLD terpilih, kita harus membagi masing-masing fungsi atau komponen utama menjadi beberapa sub fungsi atau komponen.
• Disain top down ini dimulai dengan kotak menu.
Diasumsikan bahwa komponen ini dipanggil ketika selur uh sistem dimulai dan menampilkan menu utama ke bagian register.
• Kemudian program menunggu user untuk memindahkan
• Sub fungsi utama komponen MENU adalah :
1. Memulai sistem dan menampilkan main menu 2. Menangani perpindahan mouse
3. Menangani tombol pada mouse
4. Pindah ke Menu INQUIRY, UPDATE, WAREHOUSE atau REPORT ketika dipilih.
5. Menangani kesalahan-kesalahan seperti pada on line help messages untuk seluruh sistem
6. Mematikan sistem jika QUIT dipilih
Modul Terstruktur
Sebuah modul terstruktur memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
• Berfungsi sepenuhnya sebagai fungsi tunggal. Misalnya dapat diterima, diedit, diformat ulang dan melewati parameter tunggal.
• Ukurannya kecil. Ukuran yang ditetapkan berkisar antara 50 – 100 baris yang dapat dieksekusi atau paling banyak 2 halaman.
• Dapat diprediksi. Semua ciri dapat terlihat dengan membaca kode program. Hal ini tidak dipengaruhi oleh kode tersembunyi dalam modul lain atau dalam sistem operasi.
• Tidak tergantung (Independent) Perubahan dalam modul atau parameter tidak mempengaruhi sistem.
Desain File
• Mengoptimalkan File
Mengoptimalkan penyimpanan disk dengan mengurangi kerangkapan field-field dan file-file.
• File History
Mendefinisikan sebuah file dan memindahkan record ke dalam file yang telah didefinisikan.
• Pengujian Desain File
Keuntungan Desain dan
AnalisisTerstruktur
• Mengurangi jumlah kesalahan.
• Meskipun biaya dimuka mengalami kenaikan, metode
terstruktur tetap mengurangi biaya sistem secara
Tim Desain
• Pilihlah orang-orang terbaik untuk tim disain.
• Tim disain yang baik tidak perlu orang yang menguasai bahasa pemrograman.
• Mereka haruslah orang yang dapat
mengkonsep semuanya.
• Hindari orang-orang yang selalu
Pertemuan Desain
• Merancang sesuatu mirip dengan urun remuk
(brainstorming) : beberapa orang berkumpul dalam suatu ruangan yang tenang dan tidak terganggu.
• Setiap orang diharapkan untuk mengeluarkan semua
ide mereka agar semua elemen yang berfungsi dapat
digunakan dan juga memikirkan bagaimana cara
menguasainya.
• Tulis semua ide yang ada, dan kemudian akhirnya
Hal-Hal yang Perlu
Dipertimbangkan
• Gunakan bahasa yang formal dan tepat.
• Gunakan gambar, diagram yang terstruktur
dan yang sejenisnya.
• Buatlah agar maksud dari disain menjadi
jelas pada beberapa halaman pertama. Kemudian uraikan.
Standar Ketentuan
Beberapa ketentuan disain.
Format struktur diagram, modul dan
kaidah penamaan variabel ini digunakan
Parameter yang mendahului.
Penanganan kesalahan.
Setiap modul melewati keadaan dimana
kesalahan muncul dan
Standar pemrograman.
Standar pemrograman terstruktur seperti pemunculan kode (white space, memasukkan, komentar-komentar), konsep yang diperbolehkan, organisasi, ukuran modul, dan ketergantungan secara rinci. Membuat ‘template’ yang berisi komentar seperti :
• Judul
• Parameter-parameter (penerima, pengirim)
• Masukkan (hanya satu)
• Variabel yang digunakan
• Memanggil subroutine
• Penanganan kesalahan
Spesifikasi Desain
• Judul halaman dan daftar isi
• Gambaran umum (Overview)
• Daftar hardware / software yang akan dipakai
• Daftar urutan prioritas disain
• Diagram disain dan beberapa modul
dictionary yang umum
• Beberapa kebiasaan penamaan modul yang
• Parameter yang dipakai dan Data Dictionaries
• Penanganan kesalahan. Jelaskan bagaimana kesalahan
akan ditangani
• Standar pemrograman terstruktur
• Alat pemrograman terstruktur
• Top Level Design. Termasuk struktur diagram TLD
• Medium Level Design. Termasuk struktur diagram MLD
• Modul dan kamus data
Menguji Desain
•
Semua keperluan Spesifikasi Fungsi
sudah ketemu.
•
Disain
mudah
diprogram
dan
dipelihara.
•
Dapat
diimplementasikan
sesuai
Merubah Permintaan Sesuai Desain
Beberapa disain yang rinci akan selalu
membawa pada perubahan permintaan. Anda harus kembali kepada user sekarang dan meyakinkan user bahwa dia sebenarnya
Pelaksanaan
• Kasus acceptance test dibagi menjadi dua sub grup : 1. Test case dasar
2. Test case yang lebih kompleks untuk dieksekusi
• Acceptance test dilakukan dalam dua fase :
1. Fase pertama test case dari kelompok tes dasar dieksekusi
2. Jika hasil tes pertama memuaskan, lalu dilanjutkan fase kedua dimana test case yang kompleks dieksekusi
Aktivitas
• Pengembang memberikan pelatihan kepada
customer dalam menggunakan sistem.
• Pengembang dan customer Bersama-sama
memperbaiki masalah yang muncul selama acceptance tes.
• Pengembang dan customer menyelesaikan
Aktivitas
• Pengembang memberikan pelatihan kepada
customer dalam menggunakan sistem.
• Pengembang dan customer Bersama-sama
memperbaiki masalah yang muncul selama acceptance tes.
• Pengembang dan customer menyelesaikan
Laporan Acceptance Test
•
Aktivitas
acceptance
test
didisain
untuk mencapai kesimpulan :
1. Terima sistem yang dikirimkan
2. Terima sistem setelah permintaan
modifikasi dilakukan.
• Biasanya keputusan tingkat menengah yang berguna dibuat sebelum membuat keputusan akhir.
1. Keputusan yang dibuat tentang kelanjutan acceptance test pada fase pertama acceptance test bukanlah janji.
2. Jika hasil tes tidak memuaskan, rubah sistem sebelum acceptance test bisa dilanjutkan ke fase selanjutnya.