• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI MANAJEMEN PROYEK FASE 3 : Desain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "METODOLOGI MANAJEMEN PROYEK FASE 3 : Desain"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

Hera Agustina, S.Kom., MMSI

(2)
(3)

• Aktivitas utama dalam fase desain adalah membuat top

dan medium level dari desain sistem dan

mendokumentasikannya dalam spesifikasi desain.

• Aktivitas kedua dimulai dengan Rencana Tes

Penerimaan (Acceptance Test Plan / ATP).

• ATP adalah sebuah dokumen tes yang akan digunakan

untuk mendemonstrasikan seluruh fungsi sistem kepada user pada fase penerimaan.

(4)

Free PPT _ Click to add title

• Pada tahap desain tim teknologi informasi

bekerja sama dengan tim bisnis atau

manajemen melakukan perancangan

komponen-komponen sistem terkait.

• Tim teknologi informasi akan melakukan

(5)

• Model-model umum seperti flowchart, ER Diagram, DFD, dan lain sebagainya dipergunakan sebagai notasi umum dalam perancangan sistem secara teknis.

• Tahap desain memutuskan bagaimana sistem akan

beroperasi.

• Secara paralel bersama manajemen akan melakukan

(6)

Free PPT _ Click to add title

• Hasil dari tahap ini adalah cetak biru

rancangan sistem yang akan dijadikan

pegangan dalam proses konstruksi dan

implementasi komponen-komponen pada

(7)
(8)

1. Strategi desain, menjelaskan apakah sistem akan

dibuat oleh programmer perusahaan atau

menggunakan jasa konsultan.

2. Mengarah pada pengembangan desain arsitektur dasar untuk sistem.

3. Menspesifikasikan database dan file yang

dikembangkan.

4. Tim analis mengembangkan rancangan/desain

program.

(9)

Langkah Dalam Mendesain

Sistem Software

1. Bagilah sistem menjadi beberapa

komponen secara fungsional.

2. Hubungkanlah komponen-komponen

(10)
(11)

• Output utama dari tahapan desain perangkat lunak adalah spesifikasi desain.

• Spesifikasi ini meliputi spesifikasi desain umum yang

akan disampaikan kepada stakeholder sistemdan

spesifikasi desain rinci yang akan digunakan pada tahap implementasi.

• Spesifikasi ini hanya berisi gambaran umum agar

stakeholder sistem mengerti akan seperti apa

perangkat lunak yang akan dibangun.

(12)

• Spesifikasi desain rinci atau kadang disebut desain arsitektur rinci perangkat lunak diperlukan untuk merancang sistem sehingga memiliki konstruksi yang baik, proses pengolahan data yang tepat dan akurat, bernilai, memiliki aspek user friendly, dan memiliki dasar-dasar untuk pengembangan selanjutnya.

(13)
(14)

• Metode pembuatan software, metode dan tools yang

digunakan tidak optimal sehingga mempengaruhi

kualitas produk dan tidak sesuai dengan keinginan user.

• Organisasi pembuatan software, tidak adanya

koordinasi pada proses pembuatan software sehingga terjadi modul-modul yang tidak dapat digabungkan. Misalnya ketidaksesuaian nama tabel, field, dll.

(15)
(16)

Tujuan

• Membuat desain awal

• Desain yang detail

(17)

• Desain awal mendeskripsikan kapabilitas fungsional secara umum dari sistem informasi yang diusulkan.

• Perangkat yang digunakan pada fase ini adalah perangkat CASE (Computer Aided Software Engineering) dan perangkat lunak manajemen proyek.

• Prototyping juga dilakukan pada tahap ini.

• Prototyping adalah membuat model kerja dari komponen sistem sehingga sistem baru bisa segera diuji dan dievaluasi.

• Prorotype adalah sistem dengan kemampuan kerja terbatas yang dikembangkan untuk menguji konsep-konsep desain.

(18)

Desain yang Detail

Menggambarkan bagaimana sistem informasi yang diusulkan mampu

memberikan kapabilitas yang digambarkan secara umum dalam

(19)

Semua pekerjaan dalam desain awal dan

desain yang detail akan dikemas dalam laporan

yang terperinci.

Dapat melakukan presentasi atau diskusi pada

saat penyerahan laporan kepadan manajemen

senior.

(20)
(21)

Kegiatan

Design Sistem Fisik

Desain Arsitektur

Desain Interface

Desain Program

(22)
(23)

Teknik yang Digunakan

Teknik

•Design Strategy Architecture

•Design Hardware dan Software

•Selection Use Scenario

•Interfacse Structure

•Interface Standards

•Interface Prototype

•Interface Evaluation

•Modeling

•Denormalization

(24)
(25)

Structured Design

(26)
(27)

Top Down Design

Dimulai dengan Top Level Design (TLD).

Masing-masing

komponen

utama

dalam

TLD

dipecah menjadi sub-bagian dimulai dengan level

teratas, kemudian turun kelevel berikutnya, dst.

(28)
(29)
(30)

Bottom Up Design

• Pada kasus tertentu mungkin akan lebih mudah mendisain dengan menggunakan pendekatan dari level bawah / rendah ke level atas.

• Hal ini sering ditemui pada kasus sistem pengontrolan proses dimana perlatan pengontrolan hardware pada level terbawah menentukan bagaimana sistem tersebut disatukan (integrasi sistem).

• Disain Bottom Up juga sangat cocok digunakan pada

kasus dimana komponen software yang ada

(31)
(32)
(33)

Top Level Design

• Banyak TLD yang dapat mencapai atau memperoleh hasil yang sama dalam sebuah sistem software.

• Semakin banyak paket program yang anda beli, semakin berkurang pemrograman yang harus anda lakukan.

• Keputusan untuk membeli paket program lebih mudah dibandingkan harus membuat sendiri, akan tetapi lebih mahal, dan umumnya kurang efisien dibandingkan dengan program tertulis biasa yang sama.

(34)

• Sedikit penurunan kinerja akan terlihat oleh karena pemanggilan yang sering pada FILE HANDLER, tetapi sistem akan menjadi lebih kecil.

(35)

Prioritas Desain

Pilihan TLD akan mempengaruhi hal-hal berikut ini :

• Biaya Sistem (System Cost)

• Waktu yang diperlukan untuk membangun sistem (Time

to Build The System)

• Sifat mudah dipakai (User Friendliness) • Kinerja (Performance)

• Ukuran Sistem (System Size) • Kehandalan (Reliability)

(36)

Item-item tersebut harus menjadi prioritas, bersama dengan user pada waktu perencanaan sistem,

pada saat pendefinisian dan analisis. Ini akan membuat pilihan

(37)

Medium Level Desain

• Setelah TLD terpilih, kita harus membagi masing-masing fungsi atau komponen utama menjadi beberapa sub fungsi atau komponen.

• Disain top down ini dimulai dengan kotak menu.

Diasumsikan bahwa komponen ini dipanggil ketika selur uh sistem dimulai dan menampilkan menu utama ke bagian register.

• Kemudian program menunggu user untuk memindahkan

(38)

• Sub fungsi utama komponen MENU adalah :

1. Memulai sistem dan menampilkan main menu 2. Menangani perpindahan mouse

3. Menangani tombol pada mouse

4. Pindah ke Menu INQUIRY, UPDATE, WAREHOUSE atau REPORT ketika dipilih.

5. Menangani kesalahan-kesalahan seperti pada on line help messages untuk seluruh sistem

6. Mematikan sistem jika QUIT dipilih

(39)

Modul Terstruktur

Sebuah modul terstruktur memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

• Berfungsi sepenuhnya sebagai fungsi tunggal. Misalnya dapat diterima, diedit, diformat ulang dan melewati parameter tunggal.

• Ukurannya kecil. Ukuran yang ditetapkan berkisar antara 50 – 100 baris yang dapat dieksekusi atau paling banyak 2 halaman.

• Dapat diprediksi. Semua ciri dapat terlihat dengan membaca kode program. Hal ini tidak dipengaruhi oleh kode tersembunyi dalam modul lain atau dalam sistem operasi.

• Tidak tergantung (Independent) Perubahan dalam modul atau parameter tidak mempengaruhi sistem.

(40)

Desain File

• Mengoptimalkan File

Mengoptimalkan penyimpanan disk dengan mengurangi kerangkapan field-field dan file-file.

• File History

Mendefinisikan sebuah file dan memindahkan record ke dalam file yang telah didefinisikan.

• Pengujian Desain File

(41)
(42)

Keuntungan Desain dan

AnalisisTerstruktur

• Mengurangi jumlah kesalahan.

• Meskipun biaya dimuka mengalami kenaikan, metode

terstruktur tetap mengurangi biaya sistem secara

(43)
(44)

Tim Desain

• Pilihlah orang-orang terbaik untuk tim disain.

• Tim disain yang baik tidak perlu orang yang menguasai bahasa pemrograman.

• Mereka haruslah orang yang dapat

mengkonsep semuanya.

• Hindari orang-orang yang selalu

(45)

Pertemuan Desain

• Merancang sesuatu mirip dengan urun remuk

(brainstorming) : beberapa orang berkumpul dalam suatu ruangan yang tenang dan tidak terganggu.

• Setiap orang diharapkan untuk mengeluarkan semua

ide mereka agar semua elemen yang berfungsi dapat

digunakan dan juga memikirkan bagaimana cara

menguasainya.

• Tulis semua ide yang ada, dan kemudian akhirnya

(46)
(47)

Hal-Hal yang Perlu

Dipertimbangkan

• Gunakan bahasa yang formal dan tepat.

• Gunakan gambar, diagram yang terstruktur

dan yang sejenisnya.

• Buatlah agar maksud dari disain menjadi

jelas pada beberapa halaman pertama. Kemudian uraikan.

(48)

Standar Ketentuan

Beberapa ketentuan disain.

Format struktur diagram, modul dan

kaidah penamaan variabel ini digunakan

(49)

Parameter yang mendahului.

(50)

Penanganan kesalahan.

Setiap modul melewati keadaan dimana

kesalahan muncul dan

(51)

Standar pemrograman.

Standar pemrograman terstruktur seperti pemunculan kode (white space, memasukkan, komentar-komentar), konsep yang diperbolehkan, organisasi, ukuran modul, dan ketergantungan secara rinci. Membuat ‘template’ yang berisi komentar seperti :

• Judul

• Parameter-parameter (penerima, pengirim)

• Masukkan (hanya satu)

• Variabel yang digunakan

• Memanggil subroutine

• Penanganan kesalahan

(52)
(53)

Spesifikasi Desain

• Judul halaman dan daftar isi

• Gambaran umum (Overview)

• Daftar hardware / software yang akan dipakai

• Daftar urutan prioritas disain

• Diagram disain dan beberapa modul

dictionary yang umum

• Beberapa kebiasaan penamaan modul yang

(54)

• Parameter yang dipakai dan Data Dictionaries

• Penanganan kesalahan. Jelaskan bagaimana kesalahan

akan ditangani

• Standar pemrograman terstruktur

• Alat pemrograman terstruktur

• Top Level Design. Termasuk struktur diagram TLD

• Medium Level Design. Termasuk struktur diagram MLD

• Modul dan kamus data

(55)

Menguji Desain

Semua keperluan Spesifikasi Fungsi

sudah ketemu.

Disain

mudah

diprogram

dan

dipelihara.

Dapat

diimplementasikan

sesuai

(56)

Merubah Permintaan Sesuai Desain

Beberapa disain yang rinci akan selalu

membawa pada perubahan permintaan. Anda harus kembali kepada user sekarang dan meyakinkan user bahwa dia sebenarnya

(57)
(58)
(59)

Pelaksanaan

• Kasus acceptance test dibagi menjadi dua sub grup : 1. Test case dasar

2. Test case yang lebih kompleks untuk dieksekusi

• Acceptance test dilakukan dalam dua fase :

1. Fase pertama test case dari kelompok tes dasar dieksekusi

2. Jika hasil tes pertama memuaskan, lalu dilanjutkan fase kedua dimana test case yang kompleks dieksekusi

(60)
(61)

Aktivitas

• Pengembang memberikan pelatihan kepada

customer dalam menggunakan sistem.

• Pengembang dan customer Bersama-sama

memperbaiki masalah yang muncul selama acceptance tes.

• Pengembang dan customer menyelesaikan

(62)

Aktivitas

• Pengembang memberikan pelatihan kepada

customer dalam menggunakan sistem.

• Pengembang dan customer Bersama-sama

memperbaiki masalah yang muncul selama acceptance tes.

• Pengembang dan customer menyelesaikan

(63)
(64)
(65)

Laporan Acceptance Test

Aktivitas

acceptance

test

didisain

untuk mencapai kesimpulan :

1. Terima sistem yang dikirimkan

2. Terima sistem setelah permintaan

modifikasi dilakukan.

(66)

• Biasanya keputusan tingkat menengah yang berguna dibuat sebelum membuat keputusan akhir.

1. Keputusan yang dibuat tentang kelanjutan acceptance test pada fase pertama acceptance test bukanlah janji.

2. Jika hasil tes tidak memuaskan, rubah sistem sebelum acceptance test bisa dilanjutkan ke fase selanjutnya.

(67)
(68)
(69)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian tentang Relevansi Kemampuan Pengolahan Perangkat Lunak Corel Draw 13 dengan Kualitas Tampilan Desain Busana Berformat Digital pada Mahasiswa Paket Manajemen

Apa Saja, Bagaimana Prinsip dan Konsep Desain Software...2.1 Penjelasan Tentang Metode Desain Perangkat Lunak...2.2 Pendekatan Yang Digunakan Dalam Desain...2.3 Manajemen

perangkat lunak dibuat, artinya terjadi proses kreatifitas dari manusia ( analisis, desain, konstruksi dan pengujian ) diterjemahkan ke dalam bentuk fisik. Perangkat lunak

Desain konsep pada artikel ini diharapkan mampu menjadi stimulus pendorong pelaku industri FMCG dan pengembang program perangkat lunak digital untuk mengaplikasikan

Menghasilkan perangkat lunak untuk aplikasi sistem informasi pengolahan data gaji karyawan yang memiliki fitur-fitur standar seperti Data karyawan,Data jabatan karyawan,Data

• Mahasiswa menguasai keterampilan untuk merancang berbagai karya Desain Komunikasi Visual menggunakan perangkat lunak tersebut; • Mahasiswa menunjukkan sikap apresiatif

desain konstruksi dapat dijelaskan secara rinci sebagai berikut [2]. a) Bentuk penampang baja profil berstandar ASTM, dibuat sangat teliti dengan berbagai macam bentuk

persyaratan (yang fokus pada penggambaran data yang dibutuhkan, fungsi, dan perilaku), model desain menyediakan detail tentang arsitektur perangkat lunak, struktur data,