L
APORAN
K
INERJA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DAERAH
KOTA MATARAM
TAHUN 2017
PEMERINTAH KOTA MATARAM
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
LAPORAN KINERJA
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
ii
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan Rahmat dan HidayahNya sehingga Laporan Kinerja Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Kota Mataram Tahun 2017 dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusunan Laporan Kinerja ini merupakan kewajiban seluruh instansi pemerintah
dalam pelaksanaan tupoksinya sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri PAN
& RB Nomor 29 Tahun 2010 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
untuk melakukan perjanjian kinerja dan pengukuran kinerja pertanggungjawaban dan
peningkatan kinerja instansi pemerintah berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA)
Bappeda Kota Mataram Tahun 2016-2021.
Laporan kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Mataram Tahun
2017 memberikan gambaran tentang pelaksanaan fungsi perencanaan pembangunan
daerah dan Laporan Kinerja ini disusun melalui pengukuran data kinerja yang tepat
sesuai dengan indikator kinerja yang disepakati bersama dengan seluruh perangkat
struktur organisasi Bappeda. Capaian kinerja diukur dengan membandingkan antara
target kinerja yang diperjanjikan dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK), dengan hasil
pengukuran kinerja yang tertuang dalam dokumen Laporan Kinerja. Sejumlah capaian
kinerja yang ditargetkan dalam rencana strategis telah berhasil dicapai, walaupun
beberapa hal yang belum dapat dicapai, tentunya ke depan dengan tekad dan ikhtiar
bersama, jajaran Bappeda Kota Mataram akan terus bekerja mengatasi permasalahan yang
ada, guna dapat mencapai tingkat pencapaian kinerja organisasi yang diharapkan.
Mataram, Desember 2017
Kepala Bappeda Kota Mataram,
Ir. AMIRUDDIN, M.Si
Pembina (IV/a)
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
iii
RINGKASAN EKSEKUTIF
Laporan Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Mataram
Tahun 2017 pada prinsipnya merupakan alat pertanggungjawaban dari unit organisasi
yang lebih rendah kepada unit organisasi yang lebih tinggi yang mengedepankan
akuntabilitas manajerialnya. Laporan Kinerja ini menjadi alat ukur bagi keberhasilan
atau kegagalan SKPD dalam mencapai sasaran strategis sesuai dengan Renstra-SKPD
dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan kinerja.
Laporan Kinerja BAPPEDA disusun melalui pengukuran data kinerja setelah berakhirnya
tahun anggaran 2017 yang melibatkan seluruh bidang di lingkungan Bappeda Kota
Mataram. Capaian kinerja diukur dengan membandingkan antara target kinerja dengan
yang diperjanjikan dalam Dokumen Penetapan Kinerja dengan hasil pengukuran kinerja.
Bappeda Kota Mataram yang mempunyai kewenangan dalam menentukan arah
pembangunan melalui penyusunan dokumen perencanaan pembangunan, dan
memposisikan laporan akuntabilitas kinerja menjadi bagian integral dalam siklus
perencanaan pembangunan. Informasi hasil evaluasi kinerja yang merupakan bagian
inti dari laporan akuntabilitas kinerja merupakan bagian yang penting dalam melakukan
perbaikan dalam siklus perencanan pembangunan selanjutnya. Melalui evaluasi, dapat
diketahui sebab keberhasilan dan kegagalan kegiatan SKPD.
Penentuan variabel sebagai indikator kinerja dan pemilihan parameter yang tepat
dalam sebuah pengukuran kinerja, akan didapat pelaksanaan evaluasi kinerja yang
akuntabel sehingga memberikan kontribusi positif bagi optimalisasi kinerja Bappeda
pada tahun-tahun berikutnya. Komitmen untuk selalu melakukan perbaikan
berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan menjadi kata kunci dalam upaya
perbaikan kinerja Bappeda.
Berdasarkan analisis terhadap pencapaian kinerja Bappeda pada Tahun 2017, beberapa
capaian yang mengindikasikan keberhasilan kinerja Bappeda dapat disampaikan sebagai
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
iv
1.
Pada tahun 2017, pengukuran kinerja yang dilakukan terhadap 4 sasaran dengan
menggunakan 7 indikator yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja,
terdapat 6 indikator dengan tingkat pencapaian mencapai 95%.
2.
Cakupan ketepatan waktu penetapan dokumen perencanaan daerah (RKPD, KUA
dan PPAS/KUPA, PPASP) dengan tingkat pencapaian sebesar 100%.
3.
Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD dengan tingkat pencapaian sebesar
100%.
4.
Persentase usulan MPBM yang dapat diakomodir dalam RKPD Kota Mataram tahun
2018 dengan tingkat pencapaian sebesar 94,44%.
5.
Persentase
tingkat
ketersediaan sistem informasi dan data-data yang menunjang
perencanaan pembangunan dengan tingkat pencapaian sebesar 96,67%.
6.
18 Perangkat Daerah menyusun dokumen Renstra dan Renja Berkualitas Baik dalam
Kerangka SAKIP dengan tingkat pencapaian sebesar 100%.
7.
Capaian Nilai Akuntabiltas Kinerja Bappeda dengan tingkat pencapaian sebesar
100%.
Selain beberapa capaian kinerja tersebut, masih ditemui beberapa kendala dan
permasalahan dalam peningkatan kinerja Bappeda, antara lain:
1.
Belum diterapkannya aplikasi Sistim Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
(SIPPD);
2.
Belum optimal dan terintegrasinya mekanisme proses perencanaan pembangunan
daerah, pelaksanaan anggaran, pengawasan anggaran serta penilaian kinerja
pelaksanaan anggaran yang berbasis teknologi informasi;
3.
Belum maksimalnya persentase jumlah pegawai yang meningkat pengetahuan dan
keterampilannya setelah mengikuti diklat;
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
v
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
RINGKASAN EKSKUTIF ... ii
DAFTAR ISI ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. LATAR BELAKANG ... 1
1.2. KELEMBAGAAN ……… 2
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN ………. 12
1.4. SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA ………. 13
BAB II PERENCANAAN KINERJA ……….. 14
2.1. TOLOK UKUR KINERJA STRATEGIS ……… 14
2.2. PERJANJIAN KINERJA (PK) ………... 16
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ………. 20
3.1. PENGUKURAN KINERJA ……… 20
3.2. CAPAIAN KINERJA ………. 20
3.3. EVALUASI KINERJA ……… 22
3.4. AKUNTABILITAS KEUANGAN ……… 29
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
1 1.1 LATAR BELAKANGDiterapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, sebagai bentuk penyempurnaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, demi mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance), berdasarkan prinsip tranparansi, partisipasi, efektif dan efisien, akuntabel dan berkelanjutan, sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat, guna membina dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia, diperlukan manajemen stratejik yang menempatkan organisasi pada titik yang stratejik, sehingga akan diperoleh prospek (keuntungan/kemakmuran), terutama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Berkaitan aplikasi manajeman stratejik di Indonesia pada sektor publik, secara formal diperkenalkan tahun 1999, dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilisasi Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), yang dituangkan didalam rencana stratejik organisasi yang merupakan perwujudan kewajiban instansi bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan ataupun kegagalan penyelenggaraan misi instansi meraih tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Keberhasilan maupun kegagalan penyelenggaraan misi organisasi dapat diukur, antara lain melalui evaluasi terhadap kinerja yang dihasilkan. Akuntabilitas kinerja instansi dapat ditegakkan apabila telah mencakup 3 aspek yang merupakan suatu sinergi, yakni:
1. Akuntabilitas Manajemen, fokusnya adalah pada kesanggupan (enablers) dan efisiensi dalam mengalokasikan sumber daya manajemen, seperti dana, aset, tenaga kerja, maupun sumber daya yang lain, dimana pertanggungjawabannya tidak terbatas pada kesesuaian pelaksanaan dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan saja, tetapi juga menjelaskan mengenai proses manajerial yang berkelanjutan.
2. Akuntabilitas proses, fokusnya adalah pertanggungjawaban pada kebijakan dan strategi yang digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang ditempuh mulai dari proses perumusan perencanaan, penganggaran, pengorganisasian sampai dengan evaluasi serta tindakan-tindakan koreksi, apakah semua proses sudah sesuai dengan misi instansi.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
23. Akuntabilitas program, fokusnya adalah pada pencapaian hasil kegiatan instansi apakah sudah memberi kepuasan/kenyamanan kepada pelanggan (Customer) dan stakeholder serta memberikan dampak positif kepada kemajuan masyarakat.
Selama ini, keberhasilan suatu instansi pemerintah lebih ditekankan pada kemampuan instansi dalam menyerap sumber daya, terutama anggaran, sedangkan yang lainnya diabaikan, seharusnya keberhasilan suatu instansi pemerintah lebih dilihat dari kemampuan instansi tersebut, berdasarkan sumber daya yang dikelolanya untuk mencapai hasil, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam perencanaan strategik.
Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis pengukuran kinerja. Laporan kinerja menguraikan data dan informasi penting yang berkaitan serta kewenangan pengelolaan sumberdaya, pelaksanaan kebijakan, dan program dalam peningkatan pelayanan publik, dan perwujudan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur sebagai perwujudan akuntabilitas kinerja yang dicerminkan dari hasil pencapaian kinerja berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kota Mataram 2016-2021.
Laporan Kinerja Bappeda disusun dengan mengacu pada Rencana Strategis (RENSTRA), Penetapan Kinerja (PK) menggunakan tolok ukur kinerja yang tepat sebagai dasar penilaian keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Tata cara penyusunan Laporan Kinerja Bappeda mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
1.2. KELEMBAGAAN
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
3Pembangunan Daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Perencanaan Pembangunan Daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Bappeda menyelenggarakan fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.
2. Pelaksanaan tugas dukungan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya
3. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.
4. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya.
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Susunan Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, terdiri dari : a. Kepala.
b. Sekretariat terdiri terdiri atas:
1. Sub Bagian Penyusunan Program dan Keuangan. 2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
c. Bidang terdiri dari:
1. Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial dan Budaya, terdiri atas: a) Sub Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan dan Masyarakat. b) Sub Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. c) Sub Bidang Pengembangan Ekonomi dan Industri Kreatif.
2. Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam, Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah, terdiri atas:
a) Sub Bidang Sarana Prasarana. b) Sub Bidang Pengembangan Wilayah.
c) Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. 3. Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, terdiri atas:
a) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan. b) Sub Bidang Evaluasi dan Pelaporan.
c) Sub Bidang Data dan Informasi Perencanaan.
1.2.1. Tugas Pokok dan Fungsi
1.2.1.1. Kepala Badan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
4Pembangunan Daerah. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Badan mempunyai fungsi :
a. perumusan dan penetapan visi, misi dan rencana strategis serta program kerja Badan.
b. perumusan Kebijakan Teknis dibidang perencanaan pembangunan daerah berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
c. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan Penetapan Kinerja Badan.
d. penyelenggaraan pengaturan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian serta bimbingan dibidang perencanaan pembangunan daerah.
e. penyelenggaraan koordinasi, informasi dan sinkronisasi pelaksanaan tugas Badan dengan perangkat daerah dan instansi terkait.
f. pelaksanaan kerjasama dengan pihak lain baik Instansi Pemerintah, Lembaga Organisasi Swadaya Masyarakat dan/atau swasta.
g. pemberian pertimbangan dan penetapan perijinan serta rekomendasi teknis dibidang perencanaan pembangunan daerah.
h. pelaksanaan pembinaan manajemen kepegawaian lingkup Badan. i. pengkoordinasian pengelolaan ketatausahaan Badan.
j. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dibidang perencanaan pembangunan daerah.
k. pelaporan pelaksanaan tugas kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
1.2.1.2. Sekretariat Badan
Sekretaris Badan mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan dan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi dalam lingkungan Badan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretaris mempunyai fungsi :
a. pelaksanaan penyusunan Rencana Strategis, Rencana Kerja Tahunan dan Penetapan Kinerja lingkup Badan.
b. Pelaksanaan penyusunan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan Program Kerja Badan.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
5d. pelaksanaan pelayanan teknis administratif kepada seluruh unit kerja lingkup Badan.
e. perumusan pedoman dan petunjuk tata laksana administrasi umum.
f. pengkoordinasian penyusunan Standar Pelayanan Minimal dan Standar Operasional Prosedur dalam pelaksanaan kegiatan lingkup Badan.
g. Perumusan dan penjabaran kebijakan teknis penyelenggaraan administrasi umum, perencanaan, keuangan, kepegawaian dan perlengkapan.
h. pengkoordinasian penyusunan laporan pelaksanaan tugas Badan.
i. pelaksanaa koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi penyelenggaraan tugas kesekretariatan dengan Perangkat Daerah/instansi terkait.
j. pelaksanaan pengaturan, pembinaan dan pengelolaan administrasi umum, perencanaan, keuangan, kepegawaian dan perlengkapan.
k. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kesekretariatan.
Dalam melaksanakan tugasnya Sekretaris Bappeda di bantu oleh :
(1) Sub Bagian Penyusunan Program dan Keuangan mempunyai tugas pokok mengendalikan pelaksanaan dan mempersiapkan:
a. penyusunan perencanaan dan program kerja tahunan Badan.
b.bahan kebijakan teknis perencanaan, pengelolaan administrasi keuangan dan urusan pembukuan.
c. menyusun pertanggungjawaban, urusan perbendaharaan anggaran belanja Badan.
d.pembinaan administrasi keuangan pembangunan, evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Badan.
(2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok mengendalikan pelaksanaan pengeloalaan ketatausahaan, rumah tangga dan pembinaan serta pengurusan administrasi umum kepegawaian di lingkungan Badan.
1.2.1.3. Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial dan Budaya
Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial dan Budaya mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan dan administrasi di bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial dan Budaya mempunyai fungsi :
a. perumusan dan penetapan program kerja dan penetapan kinerja sesuai dengan bidang tugasnya.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
6c. mengkoordinasikan Penyusunan Rancangan RPJPD, RPJMD, dan RKPD bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
d.memverifikasi Rancangan Renstra Perangkat Daerah bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
e. mengkoordinasikan Pelaksanaan MPBM RPJPD, RPJMD, RKPD bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
f. mengkoordinasikan Pelaksanaan Sinergitas dan Harmonisasi RTRW Daerah dan RPJMD bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
g. mengkoordinasikan pelaksanaan kesepakatan dengan DPRD terkait RPJPD, RPJMD, RKPD bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
h.mengkoordinasikan pelaksanaan kesepakatan dengan DPRD terkait APBD bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
i. mengkoordinasikan sinergitas dan harmonisasi kegiatan perangkat daerah kota bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
j. mengkoordinasikan pelaksanaan sinergitas dan harmonisasi kegiatan Kementerian dan Provinsi dalam bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
k.mengkoordinasikan pembinaan teknis perencanaan kepada perangkat daerah kota bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
l. melaksanakan pengendalian/monitoring pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
m.melaksanakan pengelolaan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
n.melaksanakan evaluasi dan pelaporan aas pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah bidang ekonomi, pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat, sosial dan budaya.
o. pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan Program Kerja Kasubbid dibawahnya.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
7q. pengkoordinasian, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program sesuai dengan bidang tugasnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
r. pengkoordinasian pengumpulan, pengolahan dan analisa data sesuai dengan bidang tugasnya sebagai bahan penyusunan rencana, dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan.
s. pengkajian dan pemberian pertimbangan teknis terhadap permasalahan sesuai dengan bidang tugasnya.
t. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan sesuai dengan bidang tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan.
u.pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Bidang. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial dan Budaya di bantu oleh :
(1) Sub Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. (2) Sub Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat mempunyai tugas pokok
membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
(3) Sub Bidang Pengembangan Ekonomi dan Industri Kreatif mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan pengembangan ekonomi dan industri kreatif.
1.2.1.4. Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam, Sarana Prasarana dan
Pengembangan Wilayah
Kepala Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam, Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan dan administrasi di bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam, Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah mempunyai fungsi :
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
8b. penyusunan perencanaan dibidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
c. mengkoordinasikan Penyusunan Rancangan RPJPD, RPJMD, dan RKPD bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
d. memverifikasi Rancangan Renstra Perangkat Daerah bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
e. mengkoordinasikan Pelaksanaan MPBM RPJPD, RPJMD, RKPD bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
f. mengkoordinasikan Pelaksanaan Sinergitas dan Harmonisasi RTRW Daerah dan RPJMD bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
g. mengkoordinasikan pelaksanaan kesepakatan dengan DPRD terkait RPJPD, RPJMD, RKPD bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
h. mengkoordinasikan pelaksanaan kesepakatan dengan DPRD terkait APBD bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah. i. mengkoordinasikan sinergitas dan harmonisasi kegiatan perangkat daerah kota
bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah. j. mengkoordinasikan pelaksanaan sinergitas dan harmonisasi kegiatan
Kementerian dan Lembaga Pusat serta Provinsi pada bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
k. mengkoordinasikan pembinaan teknis perencanaan kepada perangkat daerah kota bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah. l. melaksanakan pengendalian/monitoring pelaksanaan perencanaan
pembangunan daerah bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
m. melaksanakan pengelolaan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
n. melaksanakan evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah bidang sumber daya alam, sarana prasarana dan pengembangan wilayah.
o. pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan Program Kerja Kasubbid dibawahnya. p. pelaksanaan koordinasi, informasi dan sinkronisasi dengan Perangkat Daerah
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
9q. pengkoordinasian, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program sesuai dengan bidang tugasnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
r. pengkoordinasian pengumpulan, pengolahan dan analisa data sesuai dengan bidang tugasnya sebagai bahan penyusunan rencana, dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan.
s. pengkajian dan pemberian pertimbangan teknis terhadap permasalahan sesuai dengan bidang tugasnya.
t. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan sesuai dengan bidang tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan.
u. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Bidang. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam, Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah di bantu oleh :
(1) Sub Bidang Sub Bidang Sarana Prasarana mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan perdagangan, perindustrian dan koperasi.
(2) Sub Bidang Pengembangan Wilayah mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan pengembangan wilayah.
(3) Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
1.2.1.5. Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan
Kepala Bidang Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan dan administrasi di bidang perencanaan, evaluasi dan pelaporan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai fungsi :
a. perumusan dan penetapan program kerja dan penetapan kinerja sesuai dengan bidang tugasnya.
b. penyusunan perencanaan di bidang evaluasi dan pelaporan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
10e. pelaksanaan penyusunan LAKIP lingkup Pemerintah Daerah.
f. penginventarisasian permasalahan dibidang perencanaan, evaluasi dan pelaporan serta perumusan langkah-langkah kebijaksanaan pemecahannya g. perumusan bahan koordinasi dan kerjasama daerah di bidang perencanaan,
evaluasi dan pelaporan
h. perumusan bahan masukan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah di bidang perencanaan, evaluasi dan pelaporan
i. Pengkoordinasian penyusunan laporan pelaksanaan tugas Bidang
j. mengkoordinasikan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan. k. melaksanakan pengendalian/monitoring pelaksanaan perencanaan, evaluasi
dan pelaporan pembangunan daerah.
l. melaksanakan evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah.
m. pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan program kerja Kepala Sub Bidang dibawahnya.
n. pengkoordinasian, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program sesuai dengan bidang tugasnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
o. pengkoordinasian pengumpulan, pengolahan dan analisa data sesuai dengan bidang tugasnya sebagai bahan penyusunan rencana, dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan.
p. pengkajian dan pemberian pertimbangan teknis terhadap permasalahan sesuai dengan bidang tugasnya.
q. pelaksanaan pembinaan dan bimbingan sesuai dengan bidang tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan.
r. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Bidang.
Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan di bantu oleh :
(1) Sub Bidang Perencanaan Pembangunan mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan perencanaan, evaluasi dan pelaporan.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
11pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan evaluasi dan pelaporan.
(3) Sub Bidang Data dan Informasi Perencanaan mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam mengendalikan dan mempersiapkan penyusunan perencanaan, pengaturan, pengawasan dan pengkoordinasian pelaksanaan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan data dan informasi perencanaan.
1.2.2. SUSUNAN ORGANISASI BAPPEDA KOTA MATARAM
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
12 1.2.3. SUMBER DAYA MANUSIABerjalan atau tidaknya suatu organisasi dan atau kegiatan tergantung pada sumber daya yang ada serta memadai. Bappeda Kota Mataram hingga saat ini memiliki sumber daya manusia sejumlah 53 orang, yang terdiri dari PNS sebanyak 40 Orang dan tenaga PTT sebanyak 13 orang.
Komposisi Aparatur BAPPEDA Kota Mataram berdasarkan Unit Kerja dan Golongan
No
Unit Kerja
Golongan
Jumlah
IV
III
II
I
1 Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah 1 - - - 1
2 Sekretariat 2 11 1 - 14
3 Bidang Perencanaan Ekonomi,
Sosial dan Budaya 1 9 0 - 10
4 Bidang Perencanaan Sumber
Daya Alam, Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah
1 5 0 - 6
5 Bidang Perencanaan, Evaluasi
dan Pelaporan 4 4 1 - 9
Jumlah 9 29 2 - 40
No Jabatan/Eselon Golongan Jumlah
IV III II I
1 Eselon II 1 - - - 1 2 Eselon III a 1 - - - 1 3 Eselon III b 2 1 - - 3 4 Eselon IV 4 7 - - 11 5 Staf 1 21 1 - 23 6 Fungsional - - 1 - 1
Sumber: Sekretraiat Bappeda Kota Mataram, 2018
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I Pendahuluan
13Tujuan laporan ini sebagai sarana pertanggungjawaban atas capaian kinerja selama tahun 2017, sebagai media evaluasi pencapaian kinerja dalam upaya-upaya perbaikan kinerja dimasa datang, dengan merumuskan strategi pemecahan masalah yang tepat sehingga capaian kinerja dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
1.4. SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA
Laporan Kinerja ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja Bappeda Kota Mataram selama tahun 2017. Capaian Kinerja tahun 2017 tersebut diperbandingkan dengan Rencana Kinerja Tahun 2017 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan Bappeda Kota Mataram.
Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah permasalahan bagi perbaikan kinerja di masa datang. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014, sistematika penyajian Laporan Kinerja Bappeda Kota Mataram Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
BAB I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, dasar hukum, dan gambaran umum organsisasi.
BAB II – Perencanaan Kinerja, menjelaskan Perjanjian Kinerja Bappeda Kota Mataram.
BAB III – Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan analisis capaian kinerja organisasi dan realisasi anggaran.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1 Pendahuluan
142.1. Tolok Ukur Kinerja Strategis
Bappeda sebagai lembaga perencanaan pembangunan maka tugas pokoknya adalah menyiapkan perencanaan pembangunan yang terarah, konsisten, logis, dan dapat dilaksanakan. Sebagai acuan bagi terwujudnya tugas pokok tersebut maka ditetapkan visi Bappeda Kota Mataram.
2.1.1. Visi
Visi Bappeda Kota Mataram adalah:
”Terwujudnya Lembaga Perencanaan Pembangunan yang Berkualitas Menuju Kota Mataram Yang Maju, Religus dan Berbudaya”.
Visi ini dianggap penting karena mencakup pengertian yang luas dan mendasar dalam pelaksanaan tugas pemerintah daerah dalam kerangka otonomi daerah. Bappeda Kota Mataram dengan kapabilitas dan kewenangannya di bidang perencanaan mempunyai peran penting dalam perwujudannya.
2.1.2. Misi
Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut ditetapkan misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang tepat waktu, efektif dan efisien
2. Meningkatkan Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah;
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan data dan informasi perencanaan pembangunan yang memadai;
4. Mengoptimalkan monitoring dan evaluasi dalam rangka perencanaan pembangunan daerah.
2.1.3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai berkenaan dengan misi adalah : 1. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah
2. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan
BAB II
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1 Pendahuluan
153. Meningkatnya kualitas pengolahan data/ informasi perencanaan pembangunan
4. Meningkatnya efektifitas perencanaan pembangunan daerah.
2.1.4. Sasaran
Dalam mendukung pencapaian Misi ke-5 RPJMD Kota Mataram 2016-2021 yaitu “Meningkatkan Keandalan Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Mewujudkan Kepemerintahan
Yang Baik (Good Governance)” ditetapkan sasaran Renstra Bappeda
Kota Mataram sebagai berikut :
1. Tersedianya dokumen perencanaan yang akurat dan berkualitas
2. Terjaringnya aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan
3. Tersedianya data/informasi penunjang perencanaan pembangunan yang valid dan berkualitas
4. Tercapinya Perencanaan dan evaluasi Pembangunan yang akuntabel.
2.1.5. Arah Kebijakan
1. Optimalisasi mekanisme partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (MPBM)
2. Optimalisasi mekanisme koordinasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan daerah.
3. Optimalisasi pelayanan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah
4. Optimalisasi Pemenuhan dokumen perencanaan pembangunan yang akurat dan akuntabel
5. Pemenuhan Data perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
2.1.6.Program
Program-program pembangunan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalan Renstra Bappeda Kota Mataram tahun 2016-2021 dilaksanakan melalui program sebagai berikut :
1. Program pengembangan data/informasi
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1 Pendahuluan
16dibutuhkan untuk memberikan kepastian hasil perencanaan yang diinginkan.
2. Program Perencanaan Pembangunan Daerah
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan dengan melibatkan unsur masyarakat, dunia usaha dan pemerintah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang akan berujung kepada kualitas hasil pembangunan itu sendiri. Program ini juga mencakup penyusunan kebijakan umum anggaran dan prioritas anggaran untuk kerangka penyusunan APBD.
3. Program perencanaan pembangunan ekonomi
Perencanaan pembangunan di bidang ekonomi mencakup pelaksanaan kegiatan yang ditujukan untuk menggerakkan ekonomi berbasis kerakyatan dengan berbasis pada perencanaan pembangunan yang didasarkan pada analisa data PDRB dan hasil kajian penelitian dibidang ekonomi.
4. Program Perencanaan Pengembangan Kota-kota Menengah dan
Besar
Perencanaan dari program ini adalah mewujudkan perencanaan pengembangan pembangunan kota-kota menengah dan besar untuk di Kota Mataram
5. Program perencanaan sosial dan budaya
Perencanaan di bidang sosial budaya mencakup koordinasi perencanaan dibidang sosial budaya dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan di bidang sumber daya manusia. Program ini mencakup pengembangan manusia dari segi pendidikan dan kesehatan sekaligus sebagai upaya pengentasan kemiskinan dari segi kualitas sumber daya manusia.
6. Program Perencanaan Prasarana Wilayah Dan Sumber Daya Alam.
Program ini juga ditujukan untuk melaksanakan program pembangunan sarana dan prasarana perkotaan, serta koordinasi pengembangan wilayah dan lingkungan di Kota Mataram.
2.2. PERJANJIAN KINERJA
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1 Pendahuluan
17kedepan yang disertai dengan indikator kinerja yang tepat dan terukur, secara lebih teknis diuraikan dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT).
Indikator kinerja yang digunakan dalam Perjanjian Kinerja adalah Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan ukuran keberhasilan yang menggambarkan kinerja utama BAPPEDA sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban dalam perencanaan pembangunan daerah.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
203.1.
PENGUKURAN KINERJA
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan antara kinerja yang
seharusnya terjadi dengan kinerja yang diharapkan. Pengukuran kinerja digunakan
untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi
instansi pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara Nomor PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum
Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah dan
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
3.2.
CAPAIAN KINERJA
Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja
sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran
strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator
kinerja sasaran.
Kategori nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal
sebagai berikut :
No. Kategori Nilai Angka Interpretasi
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
21Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator
kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100% termasuk pada angka capaian
kinerja sebesar 100. Angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian
indikator kinerja sasaran yang mencapai kurang dari 0% termasuk pada angka
capaian kinerja sebesar 0.
Dari 4 sasaran dan 7 Indikator Kinerja Utama (IKU), pencapaian kinerja sasaran
Bappeda Kota Mataram adalah sebagai berikut :
NO KATEGORI JUMLAH SASARAN
1
Sangat Memuaskan
4 Sasaran
Adapun pencapaian kinerja sasaran dirinci dalam bentuk matrik sebagai berikut :
No Sasaran Jumlah
3 Tersedianya data dan informasi penunjang
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
22Dari 4 sasaran diatas capaian kinerja sasaran rata-ratanya mencapai 95 dengan
kriteria “Sangat Memuaskan“
3.3.
EVALUASI KINERJA
3.3.1.
Evaluasi Sasaran 1
Hasil evaluasi sasaran 1 dengan indikator kinerja utama Cakupan
ketepatan waktu penetapan dokumen perencanaan daerah (RKPD, KUA
dan PPAS/KUPA, PPASP) dalam perencanaan pembangunan daerah dari
target 100%, sedangkan hasil evaluasi sasaran 2 indikator kinerja utama
Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD ditargetkan sebesar 100%.
TABEL EVALUASI CAPAIAN SASARAN 1
“Tersedianya
dokumen perencanaan yang akurat dan berkualitas”
SASARAN INDIKATOR KINERJA
UTAMA TARGET REALISASI CAPAIAN Tersedianya dokumen Rata-rata Capaian IKU (%) 100% Rata-rata Capaian Sasaran (%) 100%
1.
Cakupan ketepatan waktu penetapan perencanaan daerah (RKPD, KUA,
PPAS, KUPA, dan PPASP)
Penyusunan rencana pembangunan daerah menggunakan data dan
informasi perencanaan pembangunan daerah, serta rencana tata ruang.
Data dan informasi sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 54 Tahun 2010, meliputi penyelenggaraan pemerintahan
daerah, organisasi dan tatalaksana pemerintahan daerah, kepala
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
23keuangan daerah, potensi sumber daya daerah; produk hukum daerah
kependudukan, informasi dasar kewilayahan, informasi lain terkait
dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Jadwal penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah
tahun 2017, sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 58 Tahun 2005 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54
Tahun 2010 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman
Penyusunan APBD Tahun 2017 sesuai dengan Permendagri Nomor 31
Tahun 2016, ditetapkan sebagai berikut:
a.
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) disusun dengan tahapan
sebagai berikut: (a). Persiapan penyusunan RKPD, (b). Penyusunan
rancangan awal RKPD berdasarkan Permendagri nomor 54 Tahun
2010 diharapkan penyusunan rancangan awal RKPD provinsi dan
kabupaten/kota sudah harus dimulai dari Desember tahun
sebelumnya, (c). Penyusunan rancangan RKPD kabupaten/kota
sebagaimana dimaksud dalam Permendagri 54 Tahun 2010 ayat (1)
diselesaikan paling lama minggu kedua pada bulan Maret, (d).
Pelaksanaan musrenbang RKPD dilaksanakan paling lambat pada
akhir bulan Mei, (e). Penetapan RKPD kabupaten/kota ditetapkan
dengan
Peraturan
Bupati/Walikota
setelah
RKPD
Provinsi
ditetapkan, sementara Penyelesaian rumusan rancangan akhir RKPD
provinsi sebagaimana dimaksud dalam Permendagri Nomor 54 ayat
(1) paling lambat pada pertengahan bulan Mei.
b.
Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS RAPBD minggu I bulan Juni
2017.
c.
Pembahasan Rancangan KUA dan PPAS RAPBD minggu III s/d IV
bulan Juni 2017.
d.
Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Perubahan bulan Mei s/d
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
24Berdasarkan ketentuan tersebut, Bappeda Kota Mataram telah
menyusun dokumen perencanaan, dengan registerasi sebagai berikut:
a.
RKPD Kota Mataram Tahun 2017 ditetapkan tanggal 29 April 2017.
b.
Rancangan KUA dan PPAS RAPBD 2017 telah disusun dan
disampaikan kepada DPRD Kota Mataram pada tanggal 10 Mei
2016.
c.
Rancangan KUA dan PPAS RAPBD PERUBAHAN 2017 telah disusun
dan disampaikan kepada DPRD Kota Mataram pada tanggal 09 Juni
2017.
Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007,
ditegaskan bahwa penyampaian Rancangan KUA dan PPAS kepada
DPRD untuk dibahas bersama antara Pemerintah Daerah dengan Badan
Anggaran DPRD dilakukan paling lambat bulan Juni tahun berkenaan.
Sehingga disimpulkan bahwa KUA dan PPAS disampaikan sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan dalam peraturan
perundang-undangan. Dalam hal ini capaian kinerja mencapai 100%.
2.
Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD
Pelaksanaan RPJMD Kota Mataram Tahun 2016-2021 setiap tahunnya
akan dijabarkan ke dalam RKPD, sebagai suatu dokumen perencanaan
tahunan Pemerintah Kota Mataram yang memuat prioritas program
dan kegiatan dari Rencana Kerja Perangkat Daerah. Rancangan RKPD
merupakan bahan utama Musrenbang atau yang dikenal dengan
MPBM Kota Mataram yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari
tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota.
Prioritas dan sasaran pembangunan pada RKPD harus berpedoman
pada RPJMD Kota Mataram, RPJMD Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta
RPJM Nasional. Harus berpedoman pada RPJMD mengandung makna
bahwa prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah harus
selaras dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
25daerah juga harus selaras dengan indikasi rencana program prioritas
yang ditetapkan dalam RPJMD.
Hasil evaluasi APBD yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Nusa
Tenggara Barat terkait konsistensi program nasional, provinsi di Kota
Mataram, bahwa RKPD Kota Mataram konsisten terkait program yang
telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Mataram.
3.3.2.
Evaluasi Sasaran 2
Hasil evaluasi sasaran 2 dengan indikator kinerja utama Persentase usulan
MPBM yang dapat diakomodir dalam RKPD Kota Mataram tahun 2018
dalam perencanaan pembangunan daerah dari target 90% telah dicapai
sebesar 94,44%.
TABEL EVALUASI CAPAIAN SASARAN 2
“
Terjaringnya aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan
pembangunan
”
SASARAN INDIKATOR KINERJA
UTAMA TARGET REALISASI CAPAIAN Terjaringnya
Rata-rata Capaian IKU (%) 94,44% Rata-rata Capaian Sasaran (%) 94,44%
Capaian terhadap sasaran 2 dengan IKU Persentase tingkat perwujudan
usulan perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan aspirasi
masyarakat, diperoleh dengan mengidentifikasi jumlah usulan program
yang diusulkan oleh masyarakat, serta mekanisme proses MPBM yang
dilakukan saat ini dengan pelibatan aktif masyarakat. Pelaksanaan
Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM) berdasarkan
Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan atas
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
26Pembangunan Bermitra Masyarakat diperlukan sebagai wadah
partisipasi
masyarakat
dalam
memberikan
usulan
kebutuhan
program/kegiatan untuk mengatasi permasalahan masyarakat di bidang
Ekonomi, Sosial dan Budaya, dan Sumber Daya Alam, Sarana Prasarana
dan Pengembangan Wilayah.
Dari hasil rekapitulasi jumlah usulan program yang diusulkan oleh
masyarakat pada tahun 2017 sebanyak 117 program.
Analisa terhadap tingkat perwujudan usulan tidak selamanya dapat
100% diwujudkan, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan anggaran
yang ada dalam APBD Kota Mataram. Pada sisi yang berbeda, adanya
beberapa kebijakan yang bersifat mendesak dari Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah, menjadi salah satu penyebab diperlukannya
alokasi anggaran untuk memenuhinya.
3.3.3.
Evaluasi Sasaran 3
TABEL EVALUASI CAPAIAN SASARAN 3
“Tersedianya data dan informasi penunjang perencanaan pembangunan
yang valid dan berkualitas”
SASARAN INDIKATOR KINERJA
UTAMA TARGET REALISASI CAPAIAN Tersedianya data
Rata-rata Capaian IKU (%) 96,67% Rata-rata Capaian Sasaran (%) 96,67%
Ketersediaan Data perencanaan, dapat dilihat dari dokumen perencanaan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
27a.
Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Kota Mataram, sebanyak 5
(lima) dokumen:
1.
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
2.
Kebijakan Umum Anggaran (KUA)
3.
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)
4.
Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUA-P)
5.
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P)
b.
Dokumen Perencanaan dan Penganggaran SKPD, sebanyak 4 (empat)
dokumen:
1.
Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah
2.
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD)
3.
Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD
4.
Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD
c.
Dokumen Perencanaan dan Pelaporan Kinerja SKPD, sebanyak 2 (dua)
dokumen:
1.
Perjanjian Kinerja (PK) Bappeda Kota Mataram.
2.
Laporan Kinerja (LKIP) Bappeda Kota Mataram.
d.
Data Kajian Perencanaan Pembangunan Daerah lainnya, sebanyak 13
(tiga belas) dokumen kajian, dengan judul sebagai berikut:
1 Penyusunan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Kota
Mataram
2 Grand Design Penguatan Pendidikan Karakter untuk SD dan SMP di
Kota Mataram
3 Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kota Mataram
4 Penyusunan Indikator Ekonomi Kota Mataram
5 Analisis Distribusi Pendapatan Kota Mataram Tahun 2016
6 Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Mataram.
7 Penyusunan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah Kota Mataram
Tahun 2016-2021
8 Implementasi Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Dalam Pengentasan Kemiskinan melalui Intervensi Sektor Kesehatan Masyarakat Kota Mataram
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
28 10 Pekerjaan Penyusunan Rencana Penataan Permukiman Nelayan diKawasan Bintaro Kota Mataram
11 Evaluasi Indikasi Program RTRW dan RPJMD
12 Evaluasi Perkembangan Tata Guna Lahan Kota Mataram Tahun 2011-2017
13 Penyusunan Dokumen Naskah Akademis Review RPJP Kota Mataram 2005-2025
Jumlah dan klasifikasi data diuraikan, sebagai berikut:
NO URAIAN JUMLAH KET.
4 Dokumen Renstra, Renja-SKPD,
RKA, DPA
TABEL EVALUASI CAPAIAN SASARAN 4
“Terkendali dan terlaporkannya kinerja pelaksanaan pembangunan daerah”
SASARAN INDIKATOR KINERJA
UTAMA TARGET REALISASI CAPAIAN Terkendali dan
Rata-rata Capaian IKU (%) 100% Rata-rata Capaian Sasaran (%) 100%
Laporan Kinerja sebagai bagian penting dalam dokumen perencanaan dan
evaluasi pembangunan daerah, menjadi salah satu dokumen yang penting
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
29Laporan Kinerja menjadi salah satu bahan bagi kelengkapan penyusunan
LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Walikota Mataram,
sehingga ketepatan waktu penyampaian Laporan Kinerja SKPD menjadi
indikator yang penting untuk dipenuhi. Berdasarkan Peraturan Menteri
PAN & RB Nomor 53 Tahun 2014, ditegaskan bahwa penyampaian
Laporan Kinerja SKPD disampaikan paling lambat 2 (dua) bulan setelah
tahun anggaran berakhir. Laporan Kinerja disampaikan kepada Kepala
Daerah Cq. Kepala SKPD yang diberikan kewenangan menghimpun,
menganalisa materi dokumen Laporan Kinerja adalah Bappeda Kota
Mataram.
Dari hasil analisa evaluasi kinerja yang dilakukan oleh Bappeda Kota
Mataram terhadap penyampaian Laporan Kinerja SKPD diketahui bahwa
dari 34 SKPD (100%), seluruhnya telah menyampaikan Laporan Kinerja
tepat waktu. Dalam mengukur ketepatan waktu, setiap awal Februari tahun
berkenaan SKPD harus menyampaikan dokumen Laporan Kinerja, hal ini
ditegaskan dalam Surat Sekretaris Daerah Kota Mataram yang dikirimkan
oleh Inspektorat Kota Mataram sebelumnya yaitu pada bulan Pebruari
2018.
18 Perangkat Daerah telah dilakukan pendampingan program LKIP melalui
Cascading dan dokumen perencanaan organisasi perangkat daerah dalam
kerangka penyusunan dokumen Renstra dan Renja dengan kategori
Berkualitas Baik.
3.4.
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Indikator pencapaian target kinerja keuangan tercermin pada penyerapan
anggaran Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung dalam konteks
penganggaran berdasar Permendagri Nomor 13 tahun 2006 yang telah dirubah
menjadi Permendagri Nomor 59 tahun 2007 pada masing-masing program
yang menjadi tugas pokok dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
30Jumlah anggaran Bappeda Kota Mataram pada dua komponen belanja, yaitu:
Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung, diuraikan sebagai berikut:
Tabel
Realisasi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung
Bappeda Kota Mataram Tahun 2017
Uraian Anggaran Realisasi % Belanja Tidak Langsung (BTL) 3.181.037.499,00 3.103.283.265,00 97,56 Belanja Langsung (BL) 8.838.756.849,00 8.653.098.086,00 97,90 Jumlah 12.019.794.348,00 11.756.381.351,00 97,81
Dari tabel diatas diketahui bahwa realisasi keuangan sebesar 97,81% telah
melebihi target 95%, sehingga capaian ini dinilai sangat bagus dan progresif
yang menunjukkan ketepatan dan kecermatan dalam mengalokasi atau
merencanakan penggunaan anggaran.
Secara rinci, indikator pencapaian target kinerja keuangan tercermin pada
penyerapan masing-masing program yang menjadi tugas pokok dan fungsi
Bappeda Kota Mataram :
1)
Belanja Tidak Langsung
Belanja Tidak Langsung (BTL) pada Bappeda Kota Mataram tahun 2017
sebesar Rp.3.181.037.499,00 dengan realisasi sebesar Rp.3.103.283.265,00.
Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai Belanja Gaji, Tunjangan
dan Belanja Tambahan Penghasilan PNS sebanyak 35 orang.
2)
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.
Tujuan program ini yaitu Terwujudnya Admistrasi Perkantoran yang tertib,
teratur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mencapai tujuan
tersebut didukung dengan 13 (tiga belas) kegiatan dengan anggaran
setelah perubahan sebesar Rp.1.217.045.000,00 terealisasi sebesar
Rp.1.176.859.271,00 atau 96,70 %.
3)
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
31pelaksanaan tugas kantor. Untuk mencapai tujuan tersebut didukung
dengan 4 kegiatan dengan anggaran setelah perubahan sebesar
Rp.391.244.000,00 terealisasi sebesar Rp.383.946.675,00 atau 98,13 %.
4)
Program Pengembangan Data/Informasi.
Tujuan Program ini yaitu kebijakan-kebijakan yang diambil tepat sasaran
dalam rangka penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
pembangunan. Untuk mencapai tujuan tersebut didukung dengan 1 (satu)
kegiatan
dengan
total
anggaran
setelah
perubahan
sebesar
Rp.460.500.000,00 terialisasi sebesar Rp. 439.310.849,00 atau 95,40 %.
5)
Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah.
Tujuan
Program
ini
yaitu
terlaksananya
pengembangan
data/informasi/statistik daerah yang valid dan terukur. Untuk mencapai
tujuan tersebut didukung dengan 2 (dua) kegiatan dengan anggaran
setelah perubahan sebesar Rp. 117.100.000,00 terialisasi sebesar Rp.
117.100.000,00 atau 100 %.
6) Program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar.
Tujuan Program ini yaitu terkoordinir dan terimplementasikannya hasil
penanganan klaster industri kecil unggul secara optimal dalam
perencanaan pembangunan daerah. Untuk mencapai tujuan tersebut
didukung dengan 1 (satu) kegiatan dengan jumlah anggaran setelah
perubahan sebesar Rp.194.050.000,00 terialisasi sebesar Rp.192.830.000,00
atau 99,37%.
7)
Program Perencanaan Pembangunan Daerah.
Tujuan Program ini yaitu adanya keterpaduan antara perencanaan program
Pusat, Provinsi dan Kota Mataram. Untuk mencapai tujuan tersebut
didukung dengan 10 (sepuluh) kegiatan dengan jumlah anggaran setelah
perubahan
sebesar
Rp.
2.825.921.500,00
terialisasi
sebesar
Rp.2.802.498.216,00 atau 99,17 %.
8) Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab I1I Akuntabilitas Kinerja
32lebih terarah dan tepat sasaran. Untuk mencapai tujuan tersebut didukung
dengan 2 (dua) kegiatan dengan total anggaran setelah perubahan
sebesar Rp. 740.100.000.000 terialisasi sebesar Rp. 730.146.550,00 atau
98,66 %.
9) Program Perencanaan Sosial Budaya.
Tujuan Program ini yaitu terwujudnya perencanaan pembangunan sosial
dan budaya. Untuk mencapai tujuan tersebut didukung dengan 2 (dua)
kegiatan dengan total anggaran setelah perubahan sebesar Rp.
1.077.721.349,00 terialisasi sebesar Rp. 1.057.194.250,00 atau 98,10 %.
10) Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam.
Tujuan Program ini yaitu terwujudnya perencanaan wilayah dan sumber
daya alam secara terpadu, berdaya guna, serasi, seimbang, lestari dan
berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut didukung dengan 4
(empat) kegiatan dengan total anggaran setelah perubahan sebesar Rp.
1.751.975.000,00 terialisasi sebesar Rp. 1.690.112.425,00 atau 96,47 %.
3.4.1.
Hambatan dan Kendala Pencapaian Target
Dalam pengelolaan keuangan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Mataram tidak terdapat hambatan dan permasalahan yang berarti, pada
tahun 2017, capaian fisik sebesar 98,88% dan capaian keuangan sebesar 97,81%.
Capaian kinerja keuangan dengan progress yang sangat positif dipengaruhi oleh
tata kelola perencanaan belanja SKPD yang terorganisir dengan baik. Capaian
realisasi keuangan pada tahun 2017 sebesar 97,81% lebih kecil dari capaian
realisasi keuangan tahun 2016 sebesar 98,36%, atau terdapat penurunan sebesar
0,04%.
Pencapaian realisasi keuangan yang kurang dari 100% disebabkan oleh adanya
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) BAPPEDA Kota Mataram Tahun 2017
Bab IV Penutup
33Laporan Kinerja BAPPEDA disusun sebagai pelaksanaan laporan kinerja instansi
pemerintah guna mewujudkan pertanggung jawaban dalam pencapaian misi dan
tujuan instansi pemerintah, serta dalam rangka perwujudan good governance. Tujuan
penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian
sasaran maupun tujuan instansi pemerintah sebagai jabaran dari visi, misi dan strategi
instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan
pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang
ditetapkan.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dari sasaran dan kegiatan secara umum telah
dapat dicapai dengan baik. Dari hasil pengukuran kinerja terhadap 4 sasaran,
disimpulkan bahwa empat sasaran tercapai dengan kategori Sangat Memuaskan. Dari
4 sasaran telah ditetapkan indikator kinerja utama sebanyak 6 indikator dengan hasil
capaian seluruhnya rata-rata sebesar 95% dengan kategori Sangat Memuaskan.
Berdasarkan pada pengukuran, evaluasi dan analisis capaian kinerja yang telah
dilakukan, dapat dikatakan bahwa program pembangunan Bappeda Kota Mataram
secara umum dapat dilaksanakan dengan lancar dan baik yang mana capaian kinerja
dapat direalisasikan 100% dan realisasi anggaran 97,81% dengan kategori
Sangat
Memuaskan.
Keberhasilan yang dicapai Bappeda Kota Mataram ini tidak terlepas upaya evaluasi
dan koordinasi yang dilakukan secara intern, sektoral, maupun lintas sektor secara
berkala. Dalam rangka peningkatan kinerja pada masa mendatang perlu secara terus
menerus mengoptimalkan langkah dan strategi untuk meminimalir dan mengatasi
permasalahan yang dihadapi.
PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
RENCANA KINERJA
BAPPEDA KOTA MATARAM TAHUN 2017
PEMERINTAH KOTA MATARAM
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
( BAPPEDA )
GEDUNG SELATAN LANTAI 2 KANTOR WALIKOTA
JL. PEJANGGIK NO. 16 MATARAM 83121 TELP. (0370) 633467 FAKS (0370) 633716
KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KOTA MATARAM
NOMOR : 188.4/083.5/Bappeda-Kt/II/2017
TENTANG
PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
BAPPEDA KOTA MATARAM TAHUN 2017
KEPALA BAPPEDA KOTA MATARAM,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mencapai Visi dan Misi Bappeda yang
tertuang dalam Renstra Bappeda Kota Mataram Tahun 2016-2021, pada setiap tahun harus menyusun dan menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perangkat Daerah;
b. bahwa untuk pencapaian sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bappeda Kota Mataram Tahun 2017;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Kepala Bappeda Kota Mataram tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bappeda Kota Mataram Tahun 2017.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993 tentang
Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Mataram;
2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
5. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
9. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 10 Tahun 206 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram 2016-2021;
10. Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2016 Tentang
Pembentukan Dan Susunan Perangkat daerah Kota Mataram;
11. Peraturan Walikota Mataram Nomor 9 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Mataram Tahun 2016;
12. Peraturan Walikota Mataram Nomor 58 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Mataram.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
PERTAMA : Menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bappeda Kota
Mataram Tahun 2017 dan target capaiannya sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
KEDUA : Indikator Kinerja Utama (IKU) Bappeda Kota Mataram Tahun
2017 sebagaimana dimaksud DIKTUM PERTAMA ditetapkan 6
(enam) Indikator Kinerja Utama, yaitu:
1. Cakupan ketepatan waktu penetapan dokumen
perencanaan daerah (RKPD, KUA dan PPAS/KUPA,
PPASP);
2. Konsistensi Program RPJMD kedalam RKPD;
3. Persentase usulan MPBM yang dapat diakomodir dalam
RKPD Kota Mataram tahun 2018;
4. Persentase tingkat ketersediaan sistem informasi dan
5. 18 Perangkat Daerah menyusun dokumen Renstra dan
Renja Berkualitas Baik dalam Kerangka SAKIP;
6. Capaian Nilai Akuntabiltas Kinerja Bappeda.
KETIGA : Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya Keputusan ini
dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran pada Bappeda Kota Mataram Tahun Anggaran 2017.
KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan didalamnya akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Mataram
Pada tanggal, 8 Pebruari 2017 Kepala Bappeda Kota Mataram,
Ir.AMIRUDDIN, M.Si Pembina ( IV/a)