HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KERJA PETANI DENGAN GEJALA KERACUNAN AKUT PADA PENGGUNAAN PESTISIDA SEMPROT DI
KELURAHAN DASAN CERMEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS DASAN CERMEN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki wilayah seluas 188,2 juta ha. Dari total luas wilayah tersebut 40 juta ha merupakan lahan basah yang masih berbentuk hutan, padang rumput, dan lahan tanah yang belum dimanfaatkan. Sedangkan sebagian kecil lahan basah telah dimanfaatkan menjadi sawah yang meliputi sawah irigasi, tadah hujan, pasang surut, dan sawah lebak, dengan total 5,26% dari keseluruhan luas lahan yang tersedia (Budianto, 1999).
Peningkatan sektor pertanian di daerah ini memerlukan berbagai sarana pendukung guna meningkatkan mutu hasil pertanian seperti: alat-alat pertanian, pupuk, dan bahan-bahan kimia pembasmi hama seperti pestisida. Munculnya wabah serangan hama yang tak dibarengi dengan pengetahuan yang benar tentang cara membasmi hama oleh petani pengguna pestisida semprot, akan meningkatkanpenggunan pestisida secara berlebihan yang akan berdampak negatif bagi kesehatan kerja petani (Afriyanto, 2008).
penanganan pestisida, waktu menyemprot, dan tindakan terhadap arah angin (Afriyanto, 2008).
Perilaku perlindungan diri merupakan salah satu factor terpenting yang dapat dimodifikasi untuk mencegah terjadinya keracunan pestisida. Praktik perlindungan diri yang rendah, pemakian APD yang kurang, dan lama kontak tubuh dengan pestisida menyebabkan peningkatan penyerapan pestisida pada kulit, paru-paru, dan absorbs intestinal yang akhirnya menyebabkan keracunan pestisida (Avory, 1994). Berdasarkan fakta tersebut, maka perlindungan diri adalah hal terpenting yang harus dilkukan untuk mencegah dampak penyemprotan pestisida.
Program Puskesmas dalam mengelola dan mengawasi penggunaan pestisida sudah tercantum juga dalam program kerja Puskesmas Dasan Cermen. Namun, sayangnya disini tidak terlalu membahas tentang apakah sudah dilakukannya upaya perlindungan diri dengan APD, bukan hanya ini saja tenaga Puskesmas yang tidak memadai dan juga keuangan yang menjadi salah satu faktor penyuluhan maupun sosialisai tentang upaya perlindungan diri kurang sempurna ke telinga masyarakat di kelurahan Dasan Cermen.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Bagaimana hubungan antara perilaku kerja petani dengan gejala keracunan akut pada penggunaan pestisida semprot di kelurahan Dasan Cermen wilayah kerja Puskesmas Dasan Cermen?
1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan antara perilaku kerja petani dengan gejala keracunan akut pada petani pengguna pestisida semprot di kelurahan Dasan Cermen wilayah kerja Puskesmas Dasan Cermen.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui karakteristik demografi petani pengguna pestisida semprot di kelurahan Dasan Cermen wilayah kerja Puskesmas Dasan Cermen.
2. Mengetahui karakteristik perilaku kerja petani pengguna pestisida semprot terhadap penggunaannya di kelurahan Dasan Cermen wilayah kerja Puskesmas Dasan Cermen. 3. Mengetahui karakteristik gejala keracunan akut pada petani
pengguna pestisida semprot di kelurahan Dasan Cermen wilayah kerja Puskesmas Dasan Cermen.
1.4.1. Hasil penelitian ini menyediakan informasi tentang perilaku kerja petani dengan gejala keracunan akut akibat pengguaan pestisida semprot.
1.4.2. Gambaran gejala keracunan akut dari hasil penelitian akut ini dapat memberikan pengetahuan kepada penyedia pelayanan kesehatan, tentang gejala keracunan akut pestisida, sehingga dapat di jadikan acuan untuk diagnosis banding.
1.4.3. Membantu dalam perencananan program penyuluhan bagi tenaga kesehatan terdekat untuk dapat mencegah komplikasi lanjut akibat keracunan akut pestisida.
1.4.4. Secara tidak langsung meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam berkerja dan juga mengetahui tentang akibat pestisida semprot.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan sesaat atau dalam satu periode tertentu dan setiap subyek studi hanya dilakukan satu kali pengamatan selam penelitian. Studi cross sectional bisa menjadi deskripsi dan bisa menjadi analitik tergantung dari variabel yang akan di pakai (Sastroasmoro, 1995).
3.2. Lokasi Penelitian
Penelitian akan dilakukan di kelurahan Dasan Cermen wilayah kerja Puskesmas Dasan Cermen.
3.3. Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan sekitar bulan Desember sampai dengan bulan Januari.
3.4. Subyek Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
Afriyanto. 2008. Kajian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Cabe di Desa Candi Kecamatan Bandung Kabupaten Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro.
Avory G. dan D. Coggon. 1994. Determinants of Safe Behaviour in Farmers When Working with Pesticides. Occup Med 44:236-238.
Budianto J. 1999. Akseptabilitas Teknologi Pertanian Bagi Konsumen. Dalam: Tonggak Kemajuan Teknologi Produksi Tanaman Pangan Konsep dan Strategi Peningkatan Produksi Pangan. Simposium Penelitian Tanaman Pangan IV. Bogor 22-24 November 1999. Puslitbang Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hlm. 12-23.