• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI SOFTSWITCH CLOUDWARE PADA PT INFOKOM INTERNUSA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI SOFTSWITCH CLOUDWARE PADA PT INFOKOM INTERNUSA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI SOFTSWITCH CLOUDWARE PADA PT INFOKOM INTERNUSA

Alexandra; Edward Loury; Dennis Hartanto; Santoso Budijono

Engineering Department, Faculty of Engineering, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 11480

[email protected]; [email protected]; dennishartanto89@gmail;

[email protected]

ABSTRACT

The development of next generation network (NGN) triggers the development of communication technology along with the development of softswitch. PT Infocom Internusa as a Cloudware softswitch distributor uses it as a communication device. This research implements the design and implementation of Cloudware softswitch system with media gateway FXO, FXS, GSM and CDMA Gatgeway at PT Infocom Internusa. Analysis of the implementation is done by capturing the data on the softswitch network using Wireshark software CommView. The analysis includes the quality of the communication between softswitch and other gateway media. The testing results of Jitter, Delta, Packet loss, MOS and R-Factor scores indicate that the cloudware softswitch proves a very satisfying performance.

Keywords: cloudware softswitch, communication device, gateway media

ABSTRAK

Perkembangan next generation network (NGN) memicu berkembangnya teknologi komunikasi dengan berkembangnya softswitch. PT Infokom Internusa selaku distributor produk softswitch Cloudware turut menggunakan softswitch Cloudware sebagai perangkat komunikasi. Pada penelitian ini dilakukan perancangan serta implementasi sistem softswitch Cloudware dengan media gateway FXO, FXS, GSM dan CDMA Gateway pada PT Infokom Internusa. Analisis terhadap implementasi dilakukan dengan capture data pada jaringan softswitch menggunakan software Wireshark dan Commview. Analisis mencakup kualitas komunikasi antara softswitch dengan media gateway lain. Hasil pengujian Jitter, Delta, Packet loss, MOS Score dan R-Factor menunjukkan bahwa softswitch cloudware memiliki kinerja yang sangat memuaskan.

Kata kunci: softswitch Cloudware, perangkat komunikasi, media gateway

(2)

PENDAHULUAN

Teknologi komunikasi merupakan bagian yang sangat vital di zaman moden ini. Berawal dari penemuan Alexander Graham Bell yang menemukan telepon pada tahun 1867, perkembangan teknologi komunikasi berkembang dengan sangat pesat. Hingga masa sekarang dimana setiap rumah dipastikan memiliki minimal 1 pesawat telepon. Bahkan pada tahun 1960 diciptakan sebuah alat yang memungkinkan penyediaan layanan telepon yang melayani pertukaran telepon dengan pusat di dalam suatu perusahaan, dan menjadi penghubung antara telepon dari publik ke telepon perusahaan berupa PABX(Private Automatic Branch eXchange).

Perkembangan jaman dan juga komputer personal yang meningkat pesat pada tahun 1990an menuntut layanan komunikasi tidak hanya sebatas layanan voice, namun juga layanan data dan juga video sehingga teknologi komunikasi pun berkembang dengan dikembangkannya PABX menjadi IP PBX yang menggunakan protokol internet untuk layanan telpon. IP PBX juga memungkinkan layanan call forwarding, conference dan memanggil host ID yang telah di program sebelumnya.

Pergeseran jaringan sirkuit menjadi jaringan paket (Next Generation Network) memicu munculnya softswitch. Softswitch merupakan kumpulan dari beberapa perangkat dan aplikasi yang memampukan perangkat-perangkat yang lain untuk mengakses telekomunikasi atau layanan internet berbasis jaringan IP (Institut Teknologi Telkom, 2008). Munculnya konsep softswitch diharapkan dapat menjadi jawaban bagi strategi evolusi PSTN konvensional menuju ke jaringan masa depan berbasis paket. Hal ini dikarenakan softswitch dapat beroperasi secara penuh bersama PSTN sampai eksistensi PSTN habis.

Peneliti melakukan studi terhadap softswitch dengan mengimplementasikan sistem softswitch pada PT Infokom Internusa. Dengan melakukan instalasi dan konfigurasi sistem softswitch pada PT Infokom Internusa, peneliti mendapat keunggulan dan pemanfaatan softswitch serta kualitas suara dari softswitch Cloudware.

METODE

Perancangan sistem softswitch terdiri dari beberapa komponen. Pada perancangan system ini, kami menggunakan sistem softswitch dengan menggunakan softswitch server yang terintegrasi dengan FXS, FXO, GSM/CDMA Gateway (Poernama, et al., 2009) dan juga IP phone (Gambar 1).

Proses Instalasi dimulai dengan memasang softswitch dan menginstalasi softswitch server pada jaringan melalui switch, kemudian IP Phone, FXO, FXS, GSM dan CDMA Gateway masing- masing dihubungkan pada jaringan melalui switch dan lakukan instalasi pada tiap komponen (Gambar 2). Keberhasilan proses instalasi dapat dibuktikan dengan melakukan ping test pada setiap komponen dari softswitch server.

Pada bagian konfigurasi sistem softswitch dilakukan dengan mengkonfigurasi tiap komponen dimulai dari softswitch server, IP phone, FXS, FXO, GSM dan CDMA Gateway sesuai dengan kebutuhan (Gambar 3).

(3)

Gambar 1. Topologi jaringan sistem softswitch.

Gambar 2. Flowchart instalasi sistem softswitch.

(4)

Gambar 3. Flowchart konfigurasi sistem softswitch.

Softswitch server merupakan komponen utama pada sistem softswitch. Konfigurasi softswitch server dilakukan dengan melalui web dengan mengakses IP dari softswitch server tersebut (Gambar 4). Konfigurasi yang dilakukan meliputi konfigurasi Trunk, konfigurasi global, pembuatan user dan user extention serta setting media gateway.

Konfigurasi pada IP Phone Mitel 5212 dapat dilakukan dengan masuk pada Config Mode.

Parameter penting yang perlu di setting pada IP Phone mitel 5212 adalah IP, Protocol dan User ID.

Berikut merupakan gambaran Flowchart dalam mengkonfigurasi IP Phone Mitel 5212 (Gambar 5).

Untuk dapat menggunakan FXS kita perlu melakukan setting network parameter, SIP (Johnston, 2004) dan port parameter (Gambar 6). Sebelum dapat mengkonfigurasinya kita harus mengetahui IP default dari FXS tersebut, setelah itu konfigurasi dapat dilakukan dengan masuk ke dalam webserver FXS.

Untuk dapat menggunakan FXO kita perlu mensetting network parameter, SIP dan port parameter (Gambar 7). Sebelum dapat mengkonfigurasinya kita harus mengetahui ip default dari FXO tersebut, setelah itu konfigurasi dapat dilakukan dengan masuk ke dalam webserver FXO.

Konfigurasi GSM/CDMA Gateway DAG 2008 dilakukan dengan bertahap, yaitu dengan mengatur Network Config, Mobile Config, SIM Card Lock, Config SMSC, SIP Config, Routing Parameter, Port Group Config, Routing Config Serta Operation (Gambar 8).

(5)

Gambar 4. Flowchart konfigurasi softswitch server. Gambar 5. Flowchart konfigurasi IP Phone.

Gambar 6. Flowchart konfigurasi FXS. Gambar 7. Flowchart konfigurasi FXO.

(6)

Gambar 8. Flowchart Kkonfigurasi GSM Gateway.

Sistem softswitch merupakan sebuah rangkaian antara softswitch server dengan media gateway yang terintegritas dan bekerja secara VoIP. Kualitas dari VoIP itu sendiri dapat diukur dengan beberapa Indikator seperti Delta, Jitter, Packet loss , R factor dan MOS Score (Cranley, and Murphy, 2009).

Pengukuran kualitas VoIP dilakukan dengan melakukan panggilan antara softphone dan media gateway. Durasi pengujian adalah 15 detik dan 30 detik dengan masing-masing pengujian dilakukan sebanyak lima kali dengan input yang sama berupa lagu. Data pengujian didapat dengan melakukan capture packet data (Gambar 9 – 13) dengan software Wireshark untuk mengetahui nilai Delta dan Packet loss serta Commview (Tamosoft, n.d.) untuk mengetahui nilai Jitter, R Factor dan MOS Score.

(7)

Gambar 9. Sample capture data Jitter.

Gambar 10. Sample capture data Delta.

Gambar 11. Sample capture data Packet loss.

(8)

Gambar 12. Sample capture data R-Factor.

Gambar 13. Sample capture data MOS Score.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berikut merupakan hasil perbandingan rata-rata Jitter, Delta, Packet loss, R Factor dan MOS Score dari hasil pengujian tiap 5 detik dan 30 detik masing-masing untuk setiap media gateway (Tabel 1).

Tabel 1. Tabel Perbandingan Indikator Kualitas VoIP antar Media Gateway

Media Gateway QoS

Softphone -

Softphone Softphone - FXS Softphone - FXO

Softphone - GSM

Softphone – CDMA Durasi

(sec)

15 30 15 30 15 30 15 30 15 30

Jitter (msec)

5.669 5.266 4.421 4.890 13.35 13.41 13.45 13.55 13.45 13.4 8

(9)

Delta (msec)

32.09 37.22 33.25 33.08 63.47 64.40 64.61 69.08 65.03 65.9 1 Packet loss

(%)

0 0 0 0 0 0 0 0.2 0 0

R-Factor 93.2 93.2 93.2 93.2 93.2 93.2 93.2 93.08 93.2 93.2

MOS Score

4.4 4.4 4.4 4.4 4.4 4.4 4.4 4.4 4.4 4.4

Analisis Jitter dan Delta

Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata jitter berkisar antara 4-14 msec dan nilai rata-rata max delta berkisar antara 32-70 msec.

Berdasarkan skala performansi kualitas VoIP antara jitter dan media gateway dapat disimpulkan bahwa kualitas VoIP untuk nilai jitter dan delta adalah sangat memuaskan.

Nilai Jitter dan delta rendah adalah saat kumunikasi antara Softphone – Softphone dan Softphone – FXS. Sedangkan nilai jitter dan delta pada komunikasi Softphone – GSM Gateway, Softphone – CDMA Gateway dan Softphone – FXO cukup tinggi, berkisar antara 13msec untuk jitter dan 63-66 msec untuk Delta. Meskipun demikian, penurunan kualitas VoIP tidak akan terasa dan masih dalam taraf “Good” (Tabel 2).

Tabel 2. Skala Performansi Delta dan Jitter

Analisis Packet loss

Dari Tabel 3 dapat terlihat bahwa dalam komunikasi dengan setiap media gateway tidak terdapat packet loss atau nilai dari packet loss adalah 0% kecuali pada komunikasi antara softswitch dan GSM Gateway dimana pada percobaan ke-2 terjadi 0.1% packet loss. Meskipun demikian berdasarkan skala performansi jaringan VoIP, nilai packet loss tersebut masi bisa dikatakan

“Sangat Bagus”.

Tabel 3. Skala Performansi Jaringan Berdasarkan Packet loss

Good 0‐150 0‐20

Acceptable 150‐300 20‐50 Poor >300 >50 Grade Delta (ms) Jitter(ms)

(10)

Analisis R-Factor dan MOS Score

Pada bagian MOS Score, berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat nilai yang stabil pada tiap komunikasi antara softswitch dengan media gateway lain dengan menunjukan nilai MOS Score sebesar 4.4. Sedangkan pada bagian R-Factor, semua komunikasi menunjukan nilai 93,2. Namun pada bagian Softswitch – GSM Gateway saat 30s terjadi packet loss yang menyebabkan turunnya nilai R-Factor. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa softswitch server Cloudware mendapat hasil yang sangat memuaskan atau “very satisfied” berdasarkan skala perbandingan R-Factor dan MOS Score. Nilai MOS 4.4 dan R-Factor 93.2 merupakan nilai maksimal untuk MOS dan R-Factor untuk CODEC G.711.

Tabel 4. Hasil Perbandingan R factor dengan MOS Pengguna

Hasil analisis pengujian kualitas VoIP softswitch Cloudware

Nilai rata-rata max delta = 52.814msec -> Sangat Memuaskan Nilai rata-rata Packet loss = 0.02% -> Sangat Memuaskan Nilai rata-rata Jitter = 10.087msec -> Sangat Memuaskan Nilai rata-rata R Factor = 93.18 -> Sangat Memuaskan Nilai rata-rata MOS Score = 4.4 -> Sangat Memuaskan

SIMPULAN

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kualitas suara yang dihasilkan softswitch Cloudware sangat memuaskan. Packet loss mempengaruhi nilai R-Factor. Semakin tinggi paket yang hilang (packet loss), maka nilai R-Factor semakin rendah. Selain itu, Jitter dan Delta mempengaruhi terjadinya packet loss.

DAFTAR PUSTAKA

Cranley, Nicola and Murphy, Liam. (2009). Handbook of research on wireless multimedia: quality of service and solutions, IGI Global. London.

Institut Teknologi Telkom. (2008). Teknologi Softswitch. Diakses dari http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=133:teknolo gi-softswitch&catid=10:jaringan&Itemid=14

Johnston, Alan B. (2004). SIP Understanding the Session Initiation Protocol (second edition).

London: Artech House.

(11)

Poernama, Ronald Angga, dkk. (2009). Performansi Komunikasi VoIp-SIP dengan GSM Melalui GSM Gateway. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Jurusan Sistem Komputer. Universitas Bina Nusantara.

Tamosoft. (n.d.) CommView. Diakses dari http://www.tamos.com/products/commview/

Gambar

Gambar 1. Topologi jaringan sistem softswitch.
Gambar 3. Flowchart konfigurasi sistem softswitch.
Gambar 4. Flowchart konfigurasi softswitch server.  Gambar 5. Flowchart konfigurasi IP Phone.
Gambar 8.  Flowchart Kkonfigurasi GSM Gateway.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu diharapkan pihak Dinas Pasar Sleman juga memberikan pelatihan-pelatihan terkait pengelolaan koperasi yang baik dan benar sehingga kebijkaan yang dibuat oleh

Bahwa peryataan Pengadu yang menyatakan bahwa KPU Kabupaten Melawi telah melakukan kebohongan terhadap peserta pemilu bahkan publik kerena mencantumkan keberatan

Dari kelima data utama penelitian ini (Editorial Media Indonesia), kesimpulan yang diperoleh pada tingkat analisis teks adalah Editorial Media Indonesia sebagai

Berangkat dari basil uji t dengan menggunakan program SPSS yang telah dijelaskan sebelumnya maka pembahasan mengenai pengaruh variabel tingkat inflasi Xl, tingkat suku bunga SBI X2,

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KENDAL DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014. : KENDAL : JAWA TENGAH : KENDAL 5 MODEL BE MODEL BE MODEL BE MODEL BE MODEL BE

Artinya dengan kesabaran seseorang akan tetap menahan dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji saat mendapatkan masalah, orang yang sabar dapat memahami bahwa

Di antara syubhat kaum Syi’ah dan kaum mutasyayyi’in (kaum yang terpengaruh syubhat Syi’ah) adalah ucapan: “Shahabat Nabi itu tidak semuanya mukmin, ada pula di antara mereka

Sistem pendukung keputusan dalam model penelitian dalam mengetahui kesuksesan sistem pendukung keputusan yang dilakukan oleh Alshibly (2015), dipengaruhi lima macam