3. METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan dari penelitian ini berupa angka dan juga penjelasan atau gambaran dari angka-angka yang dihasilkan. Peneliti memilih menggunakan metode kuantitatif untuk melakukan penelitian ini. Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012).
Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena penelitian kuantitatif menekankan secara khusus dalam mengukur variabel-variabel dan pembuktian hipotesis yang berkaitan dengan penjelasan suatu hubungan. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mengukur hubungan kepuasan kerja terhadap kinerja.
3.2 Gambaran Populasi dan Sampel
3.2.1. Populasi
Penentuan populasi didasarkan pada latar belakang penelitian yang mengarah pada pengukuran kepuasan kerja karena setiap level karyawan mempunyai perbedaan dari pekerjaan itu sendiri, kompensasi, rekan kerja,dan kepemimpinan. Hal ini lebih mengarah pada karyawan di level staf non managerial karena karyawan tetap non managerial memiliki cerminan kepuasan kerja pada perusahaan dan hal ini juga bisa menjadi masukan bagi pihak managerial untuk melihat kondisi dan kinerja karyawan.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan Sugiyono (2016). Di dalam penelitian ini, populasi yang akan digunakan adalah karyawan-karyawan di Restoran Carnivor Steak
& Grill Surabaya sebanyak 51 orang.
3.2.2. Sampel
Sampel adalah “bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut” (Sugiyono, 2007). Sampel yang diambil dari populasi harus betul- betul representatif (mewakili). Teknik sampling adalah “teknik pengambilan sampel”
(Sugiyono, 2007). Teknik pengambilan sampel dibagi menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling. Dalam penelitian ini, yang digunakan adalah non probability sampling dimana Sugiyono (2007) mendefinisikannya sebagai
“teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel”.
Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuh/Sensus. Sampling Sensus menurut Sugiyono (2001) adalah teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan apabila jumlah populasi relatif kecil. Dengan kata lain unit sampel yang digunakan disesuaikan dengan jumlah populasi yang ditentukan. Misalnya, memiliki populasi sebanyak 40 maka 40 responden tersebut akan menjadi sampel yang akan digunakan pada saat mengolah data.
Sampel yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah 51 karyawan di Restoran Carnivor Steak & Grill Surabaya, antara lain pramusaji, kapten, runner, cook, dan lain-lain. Respondennya adalah semua karyawan operasional yang sedang berganti shift pada saat kuisioner dibagikan. Persyaratan sampel adalah, karyawan merupakan karyawan non managerial / operasional dan juga karyawan telah bekerja minimal selama 6 bulan. Adapun menurut teorema limit pusat atau central limit theorem, jumlah sampel minimal yang diperlukan sehingga dapat mewakili populasi
adalah 30. Nilai sampel lebih dari 30 dianggap akan memiliki semua sifat-sifat distribusi normal (Kencana, Pratama, Maulizar, Wicaksono, & Kurniawan, 2013)
3.3. Jenis dan Sumber Data
3.3.1. Jenis data
Peneliti menggunakan metode kuantitatif dalam penelitian ini. Data penelitian berupa angka-angka dan analisis data dalam penelitian menggunakan perhitungan statistik. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif. Menurut Sugiyono (2007), data kuantitatif merupakan “data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan (dengan cara skoring, misalnya: baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik = 2, dan tidak baik = 1)”.
3.3.2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian merupakan hal yang sangat penting untuk menjadi pertimbangan dan penentuan metode pengumpulan data, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Data Primer
Menurut Sugiyono (2016) data primer adalah sumber yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kuisioner mengenai kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan yang diberikan dan diisi langsung oleh karyawan di Restoran Carnivor Steak & Grill Surabaya. Selain kuisioner, data primer juga didapatkan dari wawancara langsung kepada supervisor di lapangan.
2. Data Sekunder
Data Sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau lewat dokumen
(Sugiyono, 2016). Data sekunder banyak didapatkan dari berbagai macam sumber berbeda seperti internet, buku, dan jurnal. Data sekunder juga digunakan untuk mendukung data primer yang diperoleh dari wawancara dan observasi langsung di lapangan mengenai hubungan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dan beberapa artikel lain yang mendukung penelitian.
3.4. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data
Memilih cara dan alat pengumpulan data yang tepat adalah sangat penting sebab akan dapat menentukan kualitas data yang dikumpulkan dan juga kualitas penelitian. Dalam pengumpulan data dikenal beberapa cara dan alat yang digunakan, namun berdasarkan pada pertimbangan metode yang paling tepat dan berkaitan dengan permasalahan serta kondisi yang ada. Di dalam pengumpulan data dan pengolahan data untuk menunjang penyusunan skripsi ini penulis menggunakan studi lapangan (field research) yang merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data sehingga mengetahui apa yang terjadi permasalahan di lapangan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1. Metode kuisioner yaitu dengan cara memberikan sejumlah lembar pernyataan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian kepada 51 karyawan Restoran Carnivor Steak & Grill Surabaya sebagai responden, sehingga diperoleh data yang akurat tentang pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Jenis kuesioner yang dibagikan menggunakan kuisioner dengan sistem tertutup yang berarti setiap responden diharapkan menjawab sesuai dengan pilihan yang telah tersedia dan sesuai dengan yang dirasakan karyawan.
2. Dalam proses pengolahan data dari masing-masing variabel dan indikator, skala pengukurannya akan menggunakan skala likert.
Menurut Sugiyono (2016) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Dalam penelitian sosial ini telah dinyatakan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut variabel penelitian. Jawaban setiap item instrumen yang
menggunakan skala likert mempunyai gradasi dan sangat positif sampai sangat negatif yang berupa kata-kata.
Dalam skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, indikator tersebut kemudian dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Adapun skala terkecil yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 (satu) dan skala terbesar adalah 5 (lima) dengan keterangan sebagai berikut:
1. Skor 1 menjelaskan sangat tidak setuju.
2. Skor 2 menjelaskan tidak setuju.
3. Skor 3 menjelaskan kurang setuju.
4. Skor 4 menjelaskan setuju.
5. Skor 5 menjelaskan sangat setuju.
Adapun cara penyebaran kuisioner dilakukan secara langsung dengan mendatangi Restoran Carnivor Steak & Grill Surabaya. Peneliti memberikan kuisioner kepada karyawan yang hadir saat pembagian kuisioner dilakukan. Apabila restoran sedang tidak ramai makan kuisioner dapat diisi langsung dan ditunggu, namun jika restoran sedang ramai, peneliti tidak ingin mengganggu sehingga kuisioner ditinggal dan diambil beberapa hari kemudian. Kuisioner-kuisioner yang telah diisi oleh responden kemudian diolah dengan menggunaan program SPSS.
3.5. Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Menurut Sugiyono (2012), definisi operasional adalah penentuan konstrak atau sifat yang akan dipelajari sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang digunakan untuk meneliti dan mengoperasikan konstrak, sehingga memungkinkan bagi peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran konstrak yang lebih baik.
3.6. Identifikasi Variabel
3.6.1. Variabel Bebas (Independen)
Menurut Sugiyono (2007) variabel independen adalah variabel yang disebut juga sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam Bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
Dalam penelitian ini terdapat 4 variabel bebas yaitu : X1 : Pekerjaan itu sendiri
X2 : Kompensasi X3 : Rekan kerja X4 : Kepemimpinan
3.6.2. Variabel Terikat (Dependen)
Menurut Sugiyono (2007) Variabel Dependen disebut juga sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Terdapat 1 variabel terikat dalam penelitian ini yaitu : Y : Kepuasan Karyawan
3.7. Definisi Operasional Variabel
Menurut Sugiyono (2012) operasional variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yag ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun definisi dari variabel-variabel yang ada di dalam penelitian ini adalah :
3.7.1. Pekerjaan Itu Sendiri (X1)
Pekerjaan itu sendiri dapat dilihat dari keberartian kerja itu sendiri bagi karyawan, Tanggung jawab dari karyawan terhadap pekerjaannya, dan bagaimana karyawan memiliki pengetahuan dari hasil kerja yang dikerjakannya.
Pekerjaan itu sendiri diukur dari :
- Karyawan Restoran Carnivor merasa pekerjaannya sangat penting sehingga akan bekerja dengan sungguh-sungguh
- Karyawan merasa memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaannya
- Karyawan mampu memahami hasil kinerja sehingga memacu untuk bekerja lebih baik lagi
3.7.2. Kompensasi (X2)
Kompensasi dapat dilihat dari gaji, insentif dan tunjangan yang diperoleh oleh para karyawan di restoran Carnivor :
Kompensasi diukur dari :
- Karyawan merasa gaji yang diberikan perusahaan sesuai dengan pekerjaannya dan mencukupi kebutuhan karyawan
- Karyawan merasa telah mendapatkan insentif (Service Charge) yang sesuai dengan kinerja karyawan
- Karyawan merasa telah mendapat tunjangan suplemental (Asuransi, cuti) yang sesuai
- Karyawan merasa telah mendapat tunjangan fasilitas (uang makan) yang sesuai
3.7.3. Rekan kerja (X3)
Rekan kerja dapat dilihat melalui cara berkompetisi karyawan secara sehat, saling menghormati, saling bekerjasama dan adanya rasa kekeluargaan antar karyawan di restoran Carnivor :
Rekan kerja dapat diukur dari :
- Karyawan merasa telah berkompetisi secara sehat antar karyawan - Karyawan merasa adanya rasa saling menghormati antar karyawan
- Karyawan dalam perusahaan selalu bekerjasama dalam menyelesaikan masalah dalam pekerjaan
- Karyawan merasa adanya suasana kekeluargaan dengan rekan kerja selama bekerja di perusahaan
3.7.4. Kepemimpinan (X4)
Kepemimpinan dapat dinilai dari cara memimpin dari pemimpin itu sendiri terhadap karyawannya, dapat berperilaku adil, mampu menjalin hubungan dan mau bekerjasama dengan karyawan di restoran Carnivor :
Kepemimpinan dapat diukur dari :
- Karyawan merasa gaya kepemimpinan di Carnivor menyenangkan - Karyawan merasa diperlakukan secara adil dan rata oleh supervisor
- Karyawan memiliki atau dapat menjalin hubungan yang baik dengan atasan - Karyawan merasa atasan dapat bekerja dengan baik dan bersedia membantu
atau bekerjasama dengan karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan
3.7.5. Kepuasan kerja (Y)
Kepuasan kerja dapat dilihat dari kedisiplinan karyawan, moral kerja yang ditunjukan karyawan, serta tingkat keluar masuknya karyawan :
Kepuasan kerja dapat diukur dari :
- Karyawan selalu mentaati peraturan dan SOP perusahaan
- Karyawan memiliki tingkat antusiasme yang tinggi dalam melakukan pekerjaan di perusahaan
- Karyawan merasa nyaman dan tidak berpikir untuk keluar dari perusahaan
3.8. Teknik Analisa Data
Di dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Analisis data digunakan untuk memahami hal-hal yang terdapat pada semua data; sehingga dapat dikelompokkan, diringkas menjadi suatu yang kompak, mudah dimengerti, serta menemukan pola umum yang timbul dari data tersebut. Pengolahan dan analisis data penulis menggunakan uji keabsahan data dalam penelitian yang ditekankan pada uji bantuan program SPSS. Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka beberapa metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
3.8.1. Uji Validitas
Teknik uji validitas yang digunakan adalah validitas isi dan validitas tampang.
Suatu indicator dikatakan valid apabila indicator itudapat mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas disini digunakan untuk mengukur suatu indikator valid dan cocok untuk digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian. Adapun untuk pengujian validitas digunakan dengan melihat korelasi item indikator dengan korelasi produk moment. (Sugiyono,2012) sebagai berikut :
𝑟𝑥𝑦 = 𝑛 ∑ 𝑋𝑌− (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
√{𝑛 ∑ 𝑥2− (∑ 𝑋)2}{{𝑛 ∑ 𝑌2− (∑ 𝑌)2} (3.1)
r = koefisien korelasi
X = skor tanggapan responden setiap pernyataan Y = skor tanggapan responden seluruh pernyataan n = jumlah responden
3.8.2. Uji Reliabilitas
Menurut Sugiyono (2012:122), reliabilitas sama dengan konsistensi atau keajegan.Suatu instrument penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi,
apabila test yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur. Untuk analisis reliabilitas internal dapat digunakan metode Alfha cronbacht.
𝛼 = 𝐾
𝐾−1 (1 − ∑𝑆∑𝑆𝑗2
𝑥2) (3.2)
α = koefisien reliabilitas alpha K = banyaknya item
S2j = varian skor item S2x = varian skor total
3.9. Analisa Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif adalah “statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi” (Sugiyono, 2007). Analisis stastistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata hitung (mean) dan distribusi frekuensi, skala interval adalah suatu skala pemberian angka pada klasifikasi atau kategori dari obyek yang mempunyai sifat ukuran ordinal dan ditambah satu sifat lain yaitu jarak atau interval yang sama dan merupakan ciri dari obyek yang diukur
Untuk menggambarkan skala penelitian yang lebih detail, maka peneliti akan mengkategorikan mean yang didapat menggunakan interval point yang dibedakan menjadi kelas-kelas, berdasarkan hasil nilai maksimalnya, yaitu (5-1)/5, sehingga akan didapati interval 0,8 poin, yang akan dibedakan menjadi kelas-kelas sebagai berikut :
• Nilai 1 - 1.8 = Sangat Tidak Setuju
• Nilai 1,81 - 2,6 = Tidak Setuju
• Nilai 2,61 - 3,4 = Netral
• Nilai 3,41 - 4,2 = Setuju
• Nilai 4,2 - 5 = Sangat Setuju
3.10. Uji Asumsi Klasik
Sebelum dilakukan pengujian analisis regresi linier berganda terhadap hipotesis penelitian, maka terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengujian asumsi klasik atas data yang akan diolah sebagai berikut :
3.10.1. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali (2011): ‘’uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen)’’.
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkolerasi, maka variabelvariabel ini tidak orgonal. Variabel orgonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol (Ghozali 2011).
Ada beberapa cara yang digunakan untuk mendeteksi multikolonieritas, akan tetapi untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas dalam model regresi dalam penelitian ini dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor (VIF). Adapun pemilihan tolerance value atau variance inflation factor (VIF) dalam penelitian ini karena cara ini merupakan cara umum yang dilakukan dan dianggap lebih handal dalam mendeteksi ada-tidaknya multikolonieritas dalam model regresi serta pengujian dengan tolerance value atau variance inflation factor (VIF) lebih lengkap dalam menganalisis data.
Dasar pengambilan keputusan dengan tolerance value atau variance inflation factor (VIF) dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Jika nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
2. Jika nilai tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
3.10.2. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2011) : ”uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain”. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali,2011). Cara yang paling umum yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED.
Menurut Ghozali (2011) dasar analisis untuk menentukan ada atau tidaknya heteroskedastisitas dengan scatterplot yaitu :
a. Jika ada pola tertentu ,seperti titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu, yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik–titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Analisis dengan Grafik Plots memiliki kelemahan yang cukup signifikan oleh karena jumlah pengamatan mempengaruhi hasil ploting. Semakin sedikit jumlah pengamatan, semakin sulit untuk mengintepretasikan hasil grafik plot (Gozali, 2011).
Untuk mengatasi kelemahan dari Grafik Plots tersebut, maka dalam penelitian ini juga akan dilakukan uji statistik untuk menjamin keakuratan hasil pengujian. Uji statistik yang dipilih adalah uji Glejser, dasar pengambilan keputusan uji heteroskedastisitas melalui uji Glejser adalah :
1. Apabila sig. 2-tailed < α = 0.05, maka telah terjadi heteroskedastisitas.
2. Apabila sig. 2-tailed > α = 0.05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.10.3. Uji Normalitas Data
Menurut Ghozali (2011): ’’uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal’’.
Model regresi yang baik memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.
Menurut Ghozali (2011) ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan :
1. Analisis grafik Menurut Ghozali (2011) pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar pengambilan keputusan dengan menggunakan analisi grafik adalah :
a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal yaitu mengikuti atau mendekati bentuk lonceng, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal yaitu tidak mengikuti atau mendekati bentuk lonceng, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Menurut Ghozali (2011): ‘’uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan kalau tidak hati-hati, secara visual kelihatan normal padahal secara statistik bisa sebaliknya’’. Oleh sebab itu untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi, maka uji normalitas dalam penelitian ini juga akan dilakukan dengan analisis statistik.
3.11. Uji Analisa Regresi
3.11.1. Analisis Regresi Linear Berganda
Teknik analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Menurut Sugiyono (2012). Regresi Linear Berganda digunakan oleh peneliti bila penelitian bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya)
variabel dependen, bila dua variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (naik turunnya nilai). Perhitungan analisis regresi linear berganda pada penelitian ini menggunakan program SPSS versi 16.0.
Bentuk rumus analisis regresi linier berganda ini adalah sebagai berikut : Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e (3.3) Keterangan:
Y = Kepuasan Kerja α = Konstanta
X1 = Pekerjaan itu sendiri X2 = Kompensasi
X3 = Rekan Kerja X4 = Kepemimpinan
βi = Koefisien regresi, dari Xi di mana i = 1,2,3 e = Error
3.11.2. Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Ghozali (2011) : ‘’koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model menerangkan variasi variabel independen’’. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas, sebaliknya nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011).
Nilai koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai adjusted R2 karena variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini lebih dari dua variabel. Selain itu nilai adjusted R2 dianggap lebih baik dari nilai R2 , karena nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model regresi (Ghozali, 2011).
3.11.3. Uji t
Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial guna mengetahui apakah variabel bebas secara individu berpengaruh terhadap variabel terikat. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata dua sampel bila datanya berbentuk interval atau rasio adalah menggunakan t-test.
Untuk menentukan rumus t-test, mana yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis, perlu diketahui dua rata-rata berasal dari dua sampel yang jumlahnya sama atau tidak, serta varians ke dua sampel homogen atau tidak. Untuk menjawab hal tersebut, perlu dilakukan pengujian homogenitas varians (Sugiyono, 2007). Selain itu, perlu dilakukan pengujian normalitas data untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak.
Rumusnya adalah :
𝑡 =r √n−2 √1−r (3.4)
Keterangan :
t = thitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan t tabel r = korelasi parsial yang ditemukan
n = jumlah sampel
Dasar pengambilan keputusan pengujian : - Jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak - Jika t hitung < t tabel maka H0 diterima
3.11.4. Uji F
Secara simultan, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F-test. Menurut Ghozali (2011:) : “uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua varibel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama- sama terhadap variabel dependen/terikat” .
Rumusnya adalah :
𝐹 =√1−r(1−R2 ) / (n−k−1) R2 /k (3.5)
Keterangan :
F = Fhitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan Ftabel R2 = Korelasi parsial yang ditemukan
n = Jumlah sampel k = Jumlah variabel bebas
Dasar pengambilan keputusan pengujian adalah : - Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak
- Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima