• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA BENTUK KUE TRADISIONAL KHAS SUMATERA UTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA BENTUK KUE TRADISIONAL KHAS SUMATERA UTARA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

272

PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING

BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA BENTUK KUE TRADISIONAL KHAS SUMATERA UTARA

Marta Rohana Tampubolon1) Nurdalilah2)

1 PMIPA, Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Jl. Garu II A No. 93 Medan, Sumatera Utara, 20147, Indonesia

2 Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Jl. Garu II A No. 93 Medan, Sumatera Utara, 20147, Indonesia

Email: [email protected]1) [email protected]2)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa dengan menggunakan model project based learning berbasis etnomatematika pada bentuk kue tradisional khas Sumatera Utara.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan subjek sebanyak 25 siswa dari kelas VIII C MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan tahun ajaran 2020/2021. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi yang dilakukan pada siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat 88% dari 25 siswa yang mendapatkan nilai pemahaman konsep sudah tergolong sangat baik dan dapat dikatakan bahwa dalam proses pembelajaran pada materi geometri sudah tergolong memahami dengan jelas dan efektif, serta memenuhi semua indikator pemahaman konsep pada tahap proses dan objek; (2) Siswa yang memiliki kemampuan baik sebanyak 12% sudah memenuhi indikator pemahaman konsep pada tahap proses.

Namun, siswa tidak memenuhi indikator pemahaman konsep pada tahap objek.

Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Geometri, Etnomatematika, Project Based Learning

Abstract

This study aims to describe students' understanding of geometric concepts by using amodel project based learningbased on ethnomathematics in the form of traditional cakes typical of North Sumatra. This research is a qualitative research with a descriptive approach with a subject of 25 students from class VIII C MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan for the 2020/2021 academic year. The instruments used in this study were observations, interviews, tests, and documentation conducted on students and teachers.

The results showed that: (1) There were 88% of the 25 students who got the value of understanding the concept were classified as very good and it can be said that in the learning process on geometry material was classified as understanding clearly and effectively, and fulfilled all indicators of understanding the concept at the stage of the process. and objects; (2) Students who have good abilities as much as 12%

have met the indicators of concept understanding at the process stage. However, students did not meet the indicators of understanding the concept at the object stage.

Keywords: Concept Understanding, Geometry, Ethnomathematics, Project Based Learning

(2)

273

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat dikatakan berhasil apabila tujuan pembelajarannya dapat tercapai.

Dalam kegiatan pembelajaran terjadi dengan adanya interaksi antara guru dengan siswa serta siswa dengan siswa, sehingga dapat tercipta situasi belajar yang memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

Matematika adalah ilmu dasar yang mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan menggunakan ketajaman penalaran untuk dapat menyelesaikan persoalan sehari-hari.

Dengan kata lain belajar matematika adalah mempelajari objek kajian yang abstrak dengan pola pendekatan deduktif dan kebenaran absolute (Kiswanto, Rahman, & Sulasteri, 2015).

Pembelajaran matematika bertujuan terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa yang terukur melalui kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan dalam bidang matematika maupun kehidupan sehari-hari (Hariyadi & Muttaqin, 2020). Proses pembelajaran di kelas membutuhkan perhatian. Sangat perlu mengevaluasi proses pembelajaran dan melakukan tindakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran untuk mencapai sasaran pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi peneliti yang dilakukan di MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan, masih terdapat beberapa permasalahan yang dijumpai selama proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, diperlukan suatu tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pada dasarnya, memahami konsep dapat memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah karena siswa juga dapat menghubungkan konsep yang ada dengan menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Dalam situasi tertentu, siswa akan mengalami kesulitan dalam menggunakan dan memilih prosedur atau operasi tertentu dengan menerapkan konsep terhadap pemahaman serta pemecahan masalah. Sadar akan pentingnya memahami konsep yang mendalam untuk mempelajari matematika, maka diperlukan adanya rancangan proses pengajaran untuk tujuan yang akan dicapai.

Pada pembelajaran matematika terdapat materi geometri yang diajarkan di sekolah menegah pertama. Pada dasarnya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016), geometri adalah cabang matematika yang menerangkan sifat-sifat garis, sudut, bidang, dan ruang. Berda sarkan (Rohimah & Nursuprianah, 2016) Pembelajaran geometri di sekolah sebaiknya diarahkan pada penyelidikan dan pemanfaatan ide-ide serta hubungan antara sifat-sifat geometri.

Kurangnya pemahaman konsep geometri yang dimiliki oleh siswa dapat dilihat berdasarkan hasil tes yang diberikan oleh peneliti. Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti di MTs Al Washliyah Medan menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep geometri siswa masih tergolong rendah. Hal ini dilihat dari tes awal pada materi bangun ruang yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep yaitu menyatakan ulang konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari konsep, dan menggunakan prosedur atau operasi tertentu, mengaplikasikan konsep pemecahan masalah, menggunakan, prosedur atau operasi tertentu, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah.

Dalam pembelajaran geometri siswa diharapkan bisa memvisualisasikan, menggambarkan, serta membandingkan bangun- bangun geometri dalam berbagai posisi, sehingga siswa dapat memahaminya. Bentuk geometri pada bangun ruang sering kita temukan di sekeliling kita, misal pada kue tradisional khas Sumatera Utara seperti lupis, ombus- ombus, lampet, itak gurgur, pohul-pohul, putu bambu, klepon, bika ambon dan lainnya.

Menurut (Arifa, Wibawanto, & Wirawan, 2018) model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan sebuah model atau pendekatan pembelajaran inovatif yang berfokus pada konsep-konsep yang melibatkan siswa dalam melakukan pemecahan masalah serta tugas-tugas bermakna lainnya.

Agar model pembelajaran project based learning menjadi menarik dan dapat membantu pemahaman konsep geometri peserta didik, model project based learning ini dapat dikombinasikan dengan kebudayaan lokal, salah

(3)

274

satunya adalah kue tradisional khas Sumatera

Utara.

Menurut D’Ambrosio (Muwahiddah, Asikin, & Mariani, 2018) etnomatematika adalah praktik matematika dari kelompok budaya yang dapat diidentifikasi dan dapat dianggap sebagai studi tentang ide-ide matematika yang ditemukan pada setiap kebudayaan. Berdasarkan Barton (Fajriyah, 2018) menyatakan bahwa etnomatematika juga dapat dianggap sebagai sebuah program yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana siswa dapat memahami, mengartikulasikan, mengolah, dan akhirnya menggunakan ide-ide matematika, konsep, dan praktik-praktik yang dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari mereka.

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa dengan menggunakan model project based learning berbasis etnomatematika pada bentuk kue tradisional khas Sumatera Utara.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul

“Pemahaman Konsep Geometri Dengan Model Project Based Learning Berbasis Etnomatematika Pada Bentuk Kue Tradisional Khas Sumatera Utara”.

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung.

Penelitian kualitatif menurut Erickson (Anggito & Setiawan, 2018) bahwa penelitian kualitatif berusaha untuk menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan mereka. Menurut (Anggito & Setiawan, 2018) penelitian kualitatif bersifat deskriptif yaitu langkah peneliti dalam mendeskripsikan suatu obyek, fenomena, atau setting fenomena yang akan dituangkan dalam tulisan yang bersifat naratif.

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan pada hari kamis tanggal 03 Juni 2021 sampai dengan selesai, di sekolah MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan.

Target/SubjekPenelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan dan peneliti memilih kelas VIII C untuk dilakukannya penelitian.

Prosedur

Teknik pengumpulan data berdasarkan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, metode tes, dan metode dokumentasi.

Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data

Sumber data dapat diperoleh dari observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi kepada siswa dan guru agar dapat mengetahui pemahaman konsep geometri setiap siswa.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif sehingga dengan secara otomatis menggunakan peneliti itu sendiri sebagai instrumen penelitiannya. Peneliti selain sebagai perencana juga pelaku atau yang mengeksekusi semua tindakan yang sudah direncanakan selama penelitian di lapangan.

Teknik pengumpulan data terdiri dari; (1) Observasi digunakan untuk melihat pemahaman konsep siswa selama memakai model pembelajaran Project Based Learning berbasis etnomatematika. (2) Wawancara dilakukan kepada guru pengampu mata pelajaran matematika di MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan. (3) Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang pemahaman konsep siswa terhadap materi geometri dengan menggunakan bentuk kue tradisional khas Sumatera Utara sebagai pembahasan. (4) Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data peserta didik kelas VIII MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan dan sebagai pelengkap dari hasil observasi, tes dan wawancara.

(4)

275

Teknik Analisis Data

Miles dan Huberman dalam (Subagja, 2016) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas.

Aktivitas dalam analisis data untuk mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa dengan menggunakan model project based learning berbasis etnomatematika pada bentuk kue tradisional khas Sumatera Utara., yaitu (1) Reduksi data merupakan proses analisis yang dilakukan untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan hasil penelitian dengan memfokuskan pada hal-hal yang dianggap penting oleh peneliti. (2) Penyajian data dilakukan secara singkat, jelas dan terperinci namun menyeluruh akan memudahkan dalam

memahami data informasi dari hasil pengamatan mengenai implementasi pemahaman konsep geometri pada siswa. (3) Penarikan kesimpulan berdasarkan uraian data-data hasil informan penelitian selama di sekolah.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Tes Pemahaman Konsep Geometri siswa

Berdasarkan hasil tes pemahaman konsep geometri maka diperoleh hasil distribusi nilai pemahaman konsep geometri sesuai dengan setiap indikator, dan hasil dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Distribusi Nilai Pemahaman Konsep Setiap Indikator

Indikator

Kategori

1 Menyajikan konsep dengan

berbagai bentuk representasi

matematis

2 Menyatakan kembali konsep

matematika dengan bahasa

sendiri

3

Mengklasifikasi objek-objek matematika

4 Mengaplikasik an konsep atau algoritma pada

pemecahan masalah

F % F % F % F %

Sangat Baik 20 80 16 64 12 48 13 52

Baik 5 20 9 36 13 52 12 48

Cukup 0 0 0 0 0 0 0 0

Kurang 0 0 0 0 0 0 0 0

Sangat Kurang 0 0 0 0 0 0 0 0

Berdasarkan tabel di atas diperoleh bahwa lebih banyak presentase siswa yang mendapatkan kategori sangat baik pada indikator 1 yaitu menyajikan konsep dengan berbagai bentuk representasi matematis sebanyak 80% . Hal ini dapat dikatakan bahwa siswa sudah mampu

memahami konsep pada saat pembelajaran materi geometri.

Berikut tabel nilai pemahaman konsep matematika siswa. berdasarkan pedoman konsep siswa menurut Arikunto

(Ningsih, 2015).

Tabel 5. Nilai Pemahaman Konsep Matematika

Kategori Pemahaman Konsep Matematika

Nilai Pemahaman Konsep

F %

Sangat Baik 22 88

Baik 3 12

Cukup 0 0

Kurang 0 0

Sangat Kurang 0 0

(5)

276

Dari tabel di atas dapat diketahui

bahwa terdapat 22 orang siswa dari 25 siswa yang mendapatkan nilai pemahaman konsep sudah tergolong sangat baik dan dapat dikatakan bahwa dalam proses pembelajaran pada materi geometri sudah memahami dengan jelas dan efektif.

Dari hasil tes yang sudah diketahui akan ditunjukkan subjek yang dipilih yaitu siswa kelas VIII C MTs Al- Washliyah Gedung Johor Medan tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 25 orang. Pemilihan subjek dikelas tersebut dilakukan dengan tujuan tertentu.

Berdasarkan data indikator yang digunakan pada tes pemahaman konsep

geometri siswa, dipilih 4 orang subjek dalam penelitian ini yang digunakan sebagai deskripsi penyelesaian soal.

Berdasarkan hasil data tes kemampuan pemahaman konsep geometri siswa, akan dideskripsikan data hasil penelitian tentang kemampuan pemahaman konsep berdasarkan hasil pemilihan subjek yang sudah ditetapkan.

Berikut ini adalah data hasil tes tertulis subjek berdasarkan setiap indikator:

1. Deskripsi pemahaman konsep berdasarkan indikator (menyajikan konsep dengan berbagai bentuk representasi matematis)

Jawaban soal 1 subjek dengan kriteria sangat baik (S-1)

Gambar 1. Penyelesaian Subjek S-1 Soal 1 Pada jawaban tes tertulis subjek S-1

soal 1, terlihat bahwa subjek tersebut sudah dapat menyebutkan bangun ruang dengan melihat bentuk representasi matematis dari kue tradisional khas Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat bahwa jawaban yang diberikan sudah

tepat sesuai dengan pertanyaan dan indikator yang diberikan.

2. Deskripsi pemahaman konsep berdasarkan indikator (menyatakan kembali konsep matematika dengan bahasa sendiri)

Jawaban soal 2 subjek dengan kriteria sangat baik (S-5)

(6)

277

Gambar 2. Penyelesaian Subjek S-5 Soal 2

Pada jawaban tes tertulis subjek S-5 soal 2, terlihat bahwa subjek tersebut sudah dapat menyebutkan pengertian bangun ruang dengan menggunakan bahasa sendiri dan melihat dari bentuk matematis dari kue tradisional khas Sumatera Utara yang terdapat pada soal 1.

Hal ini dapat dilihat bahwa jawaban yang

diberikan sudah tepat sesuai dengan pertanyaan dan indikator yang diberikan.

3. Deskripsi pemahaman konsep berdasarkan indikator (mengklasifikasi obyek-obyek matematika)

Jawaban soal 3 subjek dengan kriteria baik (S-7)

(7)

278

Gambar 3. Penyelesaian Subjek S-7 Soal 3

Pada jawaban tes tertulis subjek S-7 soal 3, terlihat bahwa subjek tersebut sudah dapat mengklasifikasi maupun menjelaskan sifat yang terdapat pada bangun ruang dengan melihat dari bentuk matematis. Hal ini dapat dilihat bahwa jawaban yang diberikan sudah cukup tepat sesuai dengan pertanyaan dan indikator yang diberikan.

4. Deskripsi pemahaman konsep berdasarkan indikator (mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah)

Jawaban soal 4 subjek dengan kriteria baik (S-7)

(8)

279

Gambar 4. Penyelesaian Subjek S-8 Soal 4

Pada jawaban tes tertulis subjek S-8 soal 4, terlihat bahwa subjek tersebut sudah dapat menyelesaikan masalah dengan algoritma pemecahan masalah dan melihat dari bentuk matematis dari kue tradisional khas Sumatera Utara yang terdapat pada soal 4. Hal ini dapat dilihat bahwa jawaban yang diberikan sudah cukup tepat sesuai dengan pertanyaan dan indikator yang diberikan serta dapat memahami kalimat soal yang terdapat pada tes.

Hasil Analisis Data

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan pengumpulan data berupa observasi, tes, wawancara dan dokumentasi dapat dilihat bahwa siswa dapat memahami dan mempelajari materi geometri dengan lebih baik.

Dengan melihat rumusan dan tujuan dari penelitian maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan model project based learning berbasis etnomatematika dengan bentuk kue tradisional khas Sumatera

Utara dapat membantu proses pembelajaran matematika pada geometri. Dengan diberikan tes siswa dapat mengerjakan soal dengan mudah dan memahami proses pemecahan masalah dengan tepat.

Materi pembelajaran perlu dipilih dengan tepat agar seoptimal mengkin membantu siswa dalam mencapai standar kompetensi dasar.

Setiap materi memerlukan strategi yang berbeda dengan materi yang lain. Dalam menyampaikan materi perlu adanya cangkupan atau urutan yang disampaikan agar tidak salah mengajarkan atau mempelajarinya. Baik tidaknya hasil belajar siswa, dapat ditentukan dari proses pembelajaran di dalam kelas.

Selama proses pembelajaran, kegiatan interaksi yang edukatif antara guru dan siswa dengan berbagai model pembelajaran akan mengantarkan siswa lebih cepat memahami materi yang disampaikan oleh guru. Sebelum mengajar seorang guru dituntut untuk menguasai materi yang akan disampaikan, gaya belajar yang bervariatif, menggunakan bahan atau penunjang dalam menyampaikan materi

(9)

280

geometri agar pembelajaran dapat berlangsung

secara optimal.

Mengajar pada dasarnya meliputi mengajari siswa bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri sendiri. Pelaksanaan strategi pembelajaran matematika akan menuntut guru untuk bisa menjabarkan rencana pembelajaran secara sistematis dengan target lebih konkret.

Pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan model project based learning berbasis etnomatematika dengan menggunakan objek berupa kue tradisional khas Sumatera Utara memiliki proses pembelajaran yang aktif dan efektif setelah selesai dilaksanakan kepada para siswa terutama untuk pemahaman konsep geometri.

Berdasarkan tes yang diberikan kepada siswa, hasil yang didapatkan secara keseluruhan indikator yaitu sebagai berikut;

1. Menyajikan konsep dengan berbagai bentuk representasi matematis

Hasil tes seluruh siswa pada indikator tersebut sudah mendapatkan hasil yang sangat baik dengan hasil 80% dari keseluruhan siswa dapat mengerjakan soal dengan tepat dan waktu yang terbatas. Hasil siswa yang telah diambil berdasarkan subjek dapat dilihat pada gambar 4.1, dengan hasil pengerjaan sangat baik dan mendapatkan nilai 4 berdasarkan tabel penilaian yang ada. Dari hasil berdasarkan indikator tersebut sejalan dengan penelitian relevan yang diteliti oleh

(Huda, 2018) bahwa siswa telah mampu mengelompokkan bangun ruang sesuai dengan bentuk objek yang diberikan.

2. Menyatakan kembali konsep matematika dengan bahasa sendiri

Hasil tes seluruh siswa pada indikator tersebut sudah mendapatkan hasil yang sangat baik dengan hasil 64% dari keseluruhan siswa dapat mengerjakan soal dengan tepat dan waktu yang terbatas. Hasil siswa yang telah diambil berdasarkan subjek dapat dilihat pada gambar 4.2, dengan hasil pengerjaan sangat baik dan mendapatkan nilai 4 berdasarkan tabel penilaian yang ada.

3. Menyatakan kembali konsep matematika dengan bahasa sendiri

Hasil tes seluruh siswa pada indikator tersebut sudah mendapatkan hasil yang sangat baik dengan hasil 48% dari keseluruhan siswa dapat mengerjakan soal dengan tepat dan waktu yang terbatas. Hasil siswa yang telah diambil berdasarkan subjek dapat dilihat pada gambar 4.3, dengan hasil pengerjaan yang baik dan mendapatkan nilai 3 berdasarkan tabel penilaian yang ada.

4. Mengklasifikasi obyek-obyek matematika.

Hasil tes seluruh siswa pada indikator tersebut sudah mendapatkan hasil yang sangat baik dengan hasil 52% dari keseluruhan siswa dapat mengerjakan soal dengan tepat dan waktu yang terbatas. Hasil siswa yang telah diambil berdasarkan subjek dapat dilihat pada gambar 4.4, dengan hasil pengerjaan sangat baik dan mendapatkan nilai 3 berdasarkan tabel penilaian yang ada. Dari hasil berdasarkan indikator tersebut sejalan dengan penelitian relevan yang diteliti oleh

(Rohimah &

Nursuprianah, 2016) bahwa siswa telah mampu menyelesaikan soal dengan tepat berdasarkan materi etnomatematika yang diberikan.

Berdasarkan hasil keseluruhan pemahaman konsep matematika proses pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan dapat dikategorikan dengan sangat baik dan memperoleh nilai sebanyak 88% dari keseluruhan siswa yang mendapatkan nilai yang sangat baik pada saat menyelesaikan soal tes pemahaman konsep geometri.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, tes, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di MTs al-Washliyah gedung Johor Medan tentang pelaksanaan pembelajaran matematika dalam pemahaman konsep geometri siswa tahun ajaran 2020/2021 dapat diambil beberapa kesimpulan. Kesimpulan tersebut dipaparkan sebagai berikut:

(10)

281 1.

Sesuai dengan data yang diperoleh

peneliti, Pelaksanaan Pembelajaran matematika pada MTs Al-Washliyah Gedung Johor Medan, bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru di kelas masih belajar sesuai materi yang sudah ada dan belum dikombinasikan dengan keadaan atau kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan masih menggunakan metode ceramah yang tidak membuat siswa aktif dan beberapa siswa masih kurang dalam tingkat pemahaman pada materi yang diberikan seperti materi geometri. Selama proses pembelajaran, kegiatan interaksi antara guru dengan siswa juga harus lebih dikembangkan agar dapat mengantarkan siswa lebih cepat memahami materi yang disampaikan oleh guru secara optimal.

2.

Pemilihan model pembelajaran yang sebelumnya masih perlu diperhatikan agar dalam proses pembelajaran yang berlangsung dapat meningkatkan kualitas serta pemahaman konsep siswa pada materi geometri. Dengan diberikan model pembelajaran project based learning berbasis etnomatematika dalam bentuk kue tradisional khas Sumatera Utara pada siswa, keadaan proses pembelajaran lebih aktif dan dapat dilihat dalam proses pemberian tes pemahaman konsep siswa dapat menyelesaikan soal dengan lebih mudah dan memahami setiap butir soal yang diberikan.

PROFIL SINGKAT

Marta Rohana Tampubolon, lahir di Desa Batu Penjemuran, 15 Maret 2000, sedang menempuh Sarjana Pendidikan Matematika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan tahun 2021. Saat ini sudah aktif mengajar di sekolah MTs Al Washliyah Gedung Johor Medan.

DAFTAR PUSTAKA

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.

Arifa, A. B., Wibawanto, S., & Wirawan, I. M.

(2018). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN STRATEGI

METAKOGNITIF UNTUK

MENINGKATKAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR . Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, 253-263.

Fajriyah, E. (2018). Peran Etnomatematika Terkait Konsep Matematika dalam Mendukung Literasi. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika (pp. 114- 119). Semarang: Universitas Negeri Semarang .

Hariyadi, S., & Muttaqin, M. F. (2020).

PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI PADA PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERMUATAN ETNOMATEMATIKA BANGUNAN

CAGAR BUDAYA KOTA

SEMARANG. Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, 1-7.

Huda, N. T. (2018). Etnomatematika Pada Bentuk Jajanan Pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 217-232.

Kiswanto, Rahman, U., & Sulasteri, S. (2015).

DESKRIPSI PEMAHAMAN KONSEP MATERI GEOMETRI DITINJAU DARI KEPRIBADIAN SENSING DAN INTUITION PADA SISWA KELAS IX SMPN 33 MAKASSAR. Jurnal Matematika dan Pembelajaran, 42-58.

Muwahiddah, U., Asikin, M., & Mariani, S.

(2018). Project Based Learning Berbasis

(11)

282

Etnomatematika Berbantuan Augmented

Reality Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri. Seminar Nasional Pendidikan Matematika (pp. 157-164). Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Ningsih, S. (2015). Pemahaman Konsep Matematika Siswa Pada Materi Geometri Dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Di Kelas VIII Negeri 14 Palembang. Palembang: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SNAPTIKA).

Rohimah, I., & Nursuprianah, I. (2016).

PENGARUH PEMAHAMAN

KONSEP GEOMETRI TERHADAP

KEMAMPUAN SISWA DALAM

MENYELESAIKAN SOAL-SOAL

BIDANG DATAR (Studi Kasus Kelas VII di SMP Negeri 1 Cidahu Kabupaten Kuningan). EduMa, 20-35.

Subagja, R. (2016). Skripsi : IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEDISIPLINAN SISWA DALAM MEMATUHI NORMA TATA TERTIB SEKOLAH. Bandung:

Universitas Pendidikan Indonesia.

Gambar

Tabel  4.  Distribusi  Nilai  Pemahaman  Konsep Setiap Indikator
Gambar 1. Penyelesaian Subjek S-1 Soal 1  Pada jawaban tes tertulis subjek S-1

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa dengan self efficacy tinggi sudah baik dengan menguasai indikator pemahaman konsep yaitu menyatakan

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner tabulasi dimana daftar pertanyaan atau pertanyaan kepada responden yang akan mengasilkan gradasi

Penerapan literasi sekolah diterapkan dalam pembelajaran bahasa sesuai dengan tahap ketiga dalam implementasi gerakan literasi sekolah yaitu tahap pembelajaran (kegiatan

Hal ini diperkuat dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa odds ratio (OR) dari variabel asal peminatan (3) adalah 3 artinya alumni yang asal peminatan pada saat

Oleh karena itu untuk mempercepat proses pemesanan makanan dibutuhkan suatu aplikasi yang baru untuk dapat mengatasi kelemahan kelemahan sistem informasi yang ada,

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, media yang digunakan untuk melakukan promosi agar tepat sasaran kepada Target Audience yaitu, dengan

1) Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kompetensi kewirausahaan (X) dan kinerja UMKM (Y) telah terbukti saling mempengaruhi satu sama lain berdasarkan

Jadi, berdasarkan hasil analisis luasan wetland dengan menggunakan metode Kadlec & Knight serta Crites & Tchobanoglus, apabila terdapat lahan yang tidak