• Tidak ada hasil yang ditemukan

PSIKOSOMATIS. Bimbingan Ujian Interna Board PPDS DokterCares Pendaftaran Bisa Hubungi AGUS ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PSIKOSOMATIS. Bimbingan Ujian Interna Board PPDS DokterCares Pendaftaran Bisa Hubungi AGUS ( )"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PSIKOSOMATIS

1. Seorang perempuan 52 tahun, telah menikah datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa lelah disertai rasa tidak nyaman di belakang kepala dan leher, serta kepala tegang hilang timbul sejak 2 tahun lalu. Pinggang sakit, terutama jika hendak tidur, baru terasa baik setelah diurut, kemudian baru bisa tidur. Saat bangun pagi pasien masih merasa lelah dan kembali nyeri. Kadang2 pasien terbangun malam hari dan sulit untuk tidur lagi. Pagi pasien juga merasa letih, teruma karena mengurus rumah tangga. Keluhan tidak berkurang dengan istitrahat. Keluhan juga muncul jika dingin, dan berkurang jika sedang jalan2 dengan anak2. Pasien tidak memiliki riwayat DM dan HT. Diagnosis yang paling tepat ada pasien ini adalah :

A. Fibromialgia B. Tension headache C. Cervical syndrome D. Myofacial syndrome E. Chronic fatique syndrome

Pembahasan. Pada kasus ini keluhan sering merasa lelah disertai rasa tidak nyaman di belakang kepala dan leher, serta kepala tegang hilang timbul sejak 2 tahun lalu. Dan

tidak berkurang dengan istirahat. Sesuai dengan kriteria minor Chronic fatique syndrome

(2)

2.Seorang lelaki berusia 59 tahun, berobat ke puskesmas karena keluhan sering sakit kepala, tidur terganggu, cepat terbangun. Pasien merasa kesepian di rumah, kawan jarang yang datang dan anak-anaknya jarang menengok karena tinggal jauh di luar kota. Pasien seharian hanya di rumah dan malas untuk beraktivitas. Pasien juga

mengeluh kurang nafsu makan, BAK tidak lancar, namun tidak pernah merasa

demam. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan pernah dirawat karena serangan jantung 5 tahun yang lalu. Oleh dokter puskesmas pasien diberikan obat Amitriptilin 2 x 25 mg, amlodipin 1 x 10 mg dan parasetamol 3 x 500 mg. Lima hari setelah berobat, pasien datang kepada saudara karena keluhan BAK semakin tersendat dan mulut terasa kering.

Masalah pada pasien tersebut di atas adalah:

A. Depresi dan mengalami gejala efek samping dari amlodipin

B. Depresi dan mengalami gejala efek samping dari amitriptilin

C. Gangguan cemas menyeluruh dan mengalami gejala efek samping amlodipin D. Gangguan cemas menyeluruh dan mengalami gejala efek samping amitriptilin E.Gangguan depresi dengan afek depresi & mengalami perburukan gejala pembesaran prostat jinak

Pembahasan. Pada kasus ini keluhan keluhan sering sakit kepala, tidur terganggu,

cepat terbangun., ini membedakan depresi dan gangguan cemas(anxietas), pada

pasien mengarah ke depresi dan terdapat keluhan BAK semakin tersendat dan mulut terasa kering. , hal tersebut merupakan efekn samping dari amitriptilin

Sumber Papdi

3 Pasien laki2 49 tahun mengeluh sulit tidur, sudah berobat kemana-mana. Pasien hampir putus asa karena keluhan sulit tidurnya ini. Sudah pernah mendapatkan

terapi zolpidem, estazolam, serta pernah mendapatkan setralin dan amitriptilin, namun tidak memberikan hasil memuaskan. Pasien tidak didapatkan kelainan fisik

bermakna. Tatalaksana pasien ini berikutnya yang tepat adalah... A. Amitriptilan + psikoterapi

B. Zolpidem + psikoterapi C. Sertralin + psikoterapi

D. Alprazolam + psikoterapi

(3)

Pembahasan. Pada kasus ini Pasien mengeluh sulit tidur, sudah berobat kemana-mana. Pasien hampir putus asa karena keluhan sulit tidurnya ini. Sudah pernah

mendapatkan terapi zolpidem, estazolam, serta pernah mendapatkan ansiolitik dan anti-depresan, namun tidak memberikan hasil memuaskan sehingga dapat

diberikan aprazolam dan psikoterapi

Sumber Papdi

4.Seorang perempuan 42 tahun, bekerja sebagai guru SMAN, datang ke poliklinik dengan keluhan mual dan nyeri ulu hati, sering bersendawa, mulas dan sering buang air besar. Keluhan tersebut dirasakan sejak ayah pasien meninggal 3 bulan yang lalu. Pasien sudah sering berobat namun keluhan masih hilang timbul. Dua bulan lalu pasien mendapat kabar bahwa ada muridnya yang meninggal dunia akibat kecelakaan motor bertabrakan dengan truk. Sejak saat itu pasien sering merasa cemas dan selalu menutup mata terutama bila melihat kendaraan besar. Perasaan itu diikuti oleh jantung

berdebar-debar, sesak napas, nyeri dada, berkeringat banyak, pusing dan sakit kepala. Terkadang merasa tegang pada otot badan. Pasien masih bisa tidur

nyenyak, napsu makan tidak ada perubahan. Pasien selalu merasa lebih waspada apabila naik motor dan sering merasa khawatir bila anak laki-lakinya berpergian dengan motor, terutama bila sore hari belum pulang. Gejala ketidakseimbangan vegetatif pada pasien ini adalah:

A. Hipotoni simpatis

B. Hipotoni simpatis dan hipotoni parasimpatis C. Hipotoni simpatis dan hipertoni parasimpatis D. Hipertoni simpatis dan hipotoni parasimpatis

E. Hipertoni simpatis dan hipertoni parasimpatis

Pembahasan. Pada kasus ini terjadi tonus simpatis yang berlebihan ditandai degn

berdebar-debar, sesak napas, nyeri dada, berkeringat banyak, pusing dan sakit kepala. Terkadang merasa tegang pada otot badan, Terjadi tonus parasimpatis yang berlebihan ditandai dgn keluhan mual dan nyeri ulu hati, sering bersendawa, mulas dan sering buang air besar. Sumber Papdi

(4)

5. Seorang perempuan 45 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sakit kepala dan mudah lelah sejak 3 bulan yang lalu. Pasien didiagnosis kanker serviks sejak 4 bulan yang lalu. Sejak saat itu pasien tidak lagi mengikuti kegiatan yang biasanya

dilakukan di lingkungan rumah bahkan tidak memperhatikan penampilannya.

Pasien menyandang DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini adalah:

A. Gangguan Penyesuaian B. Gangguan cemas

C. Depresi

D. Sindrom lelah kronik E. Sindrom hiperventilasi

(5)

Pembahasan. Pada kasus ini terjadi sakit kepala dan mudah lelah sejak 3 bulan yang lalu. Pasien didiagnosis kanker serviks sejak 4 bulan yang lalu. Sejak saat itu pasien

tidak lagi mengikuti kegiatan yang biasanya dilakukan di lingkungan rumah

bahkan tidak memperhatikan penampilannya. Mengarah ke afek depresi

Sumber PPK Papdi

6. Seorang perempuan 69 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan badan terasa mudah lelah sejak 1 bulan sehingga mengganggu aktifitas sosialnya. Pasien sering terbangun di malam hari dan sulit tidur kembali. Kondisi ini timbul sejak suami pasien meninggal. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 151/93 mmHg, frekuensi nadi 76x/menit, frekuensi nafas 14x/menit, suhu 36.2°C, IMT 31 kg/m2 . Pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Tatalaksanan farmakologis yang tepat pada pasien adalah:

A. Setralin

B. Buspiron C. Zolpidem D. Alprazolam E. Amitriptilin

(6)

Pembahasan. Pada kasus ini pasien mudah lelah sejak 1 bulan sehingga mengganggu aktifitas sosialnya. Pasien sering terbangun di malam hari dan sulit tidur kembali.memiliki retardasi motorik sehingga antidepresan yg sesuai dengan efek retardasi minimal adalah setralin

Sumber Papdi

7 Laki-laki 23 tahun datang dengan keluhan mudah capek, dada terasa berat dan banyak berkeringat. Sejak 2 tahun yang lalu pasien kuliah di perguruan tinggi swasta dan sebentar lagi harus menyelesaikan skripsi, disamping itu ada dua mata kuliah pasien yang belum lulus. Selama ini kuliah yang dijalankan pasien tidak sesuai dengan keinginan pasien.Pasien merasa tertekan karena tidak bisa mengemukakan hal tersebut kepada orang tuanya. Pasien merupakan anak pertama dari empat bersaudara dan orang tua pasien sangat berharap agar anaknya menjadi contoh tauladan bagi adik-adiknya. Status ekonomi orang tua terbilang cukup. PF dan penunjang normal. Terapi farmakologis yang tepat pada pasien ini adalah :

A. Diazepam B. Zolpidem

C. Fluoxetine

D. Clobazam E. Alprazolam

Pembahasan. Pada kasus ini pasien mengeluh capek, dada terasa berat dan banyak berkeringat. Sejak 2 tahun yang lalu pasien kuliah di perguruan tinggi swasta dan

sebentar lagi harus menyelesaikan skripsi, disamping itu ada dua mata kuliah pasien yang belum lulus. Selama ini kuliah yang dijalankan pasien tidak sesuai

dengan keinginan pasien.Pasien merasa tertekan karena tidak bisa mengemukakan hal tersebut kepada orang tuanya. Dari pernyataan tersebut mengarah ke depresi, pengobatannya diberikan antidepresant, antidepresant yang sesuai pada kasus ini adalah Fluoxetine

(7)

8.Laki-laki 66 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sulit tidur sejak 6 bulan yang lalu. Satu tahun yang lalu pasien pensiun dari pekerjaannya selama 40 tahun. Semenjak pensiun, pasien lebih banyak beraktivitas di rumah dengan membantu pekerjaan rumah tangga isteri. Sejak 6 bulan pasien mengeluhkan sulit tidur, napsu makan menurun, berat badan menurun dan lelah setiap saat. Pasien mengeluh terkadang sulit berkonsentrasi dan bingung, serta seringkali mudah lupa jika ditanyakan tentang sesuatu. Pasien sudah sering kali ke dokter dan selalu diberikan obat tidur. Karena takut ketergantungan obat, pasien tidak pernah mengkonsumsi obat tidur lagi. Instrumen yang paling tepat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis pasien ini adalah:

A. AMT (Abreviated Mental Test)

B. GDS (Geriatric Depression Scale)

C. CAM (Confussion Asessment Method) D. MMSE ( Mini Mental State Examination) E. IADL (Instrumental Activity of Daily Living)

Pembahasan. Pada kasus ini Laki-laki 66 tahun mengarah ke depresi, Instrumen yang paling tepat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis pasien adalah GDS

Sumber Papdi

9. Seorang laki-laki 68 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan sering terbangun tengah malam dan sulit tidur kembali, mual, badan lemas dan kepala sering pusing

sejak 1 tahun. Sejak itu pasien merasa malas melakukan pekerjaan sehari-hari.

Pasien sudah pernah ke dokter dan didiagnosis hipertensi. Pasien seorang pensiunan guru dengan penghasilan pas-pasan, mempunyai 2 orang anak yang telah lulus SMA tetapi belum bekerja. Pasien merasa rendah diri bila menghadiri acara reuni Bersama teman-teman sekolahnya. Akhir-akhir ini salah seorang anaknya memaksanakan untuk dibelikan sepeda motor, sementara pasien tidak mempunyai uang. Setahun

yang lalu tanah pasien digadaikan anaknya tanpa izin dan sampai saat ini belum bias ditebus. Pada pemeriksaan fisik hanya didapatkan tekanan darah 160/90

mmHg. Stressor yang menimbulkan masalah pada pasien adalah:

A. Tanah yang digadaikan

B. Anak belum bekerja C. Penghasilan pas-pasan D. Pasien pensiunan guru

E. Anak memaksa dibelikan sepeda motor

Pembahsan : laki-laki 68 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan sering terbangun tengah malam dan sulit tidur kembali, mual, badan lemas dan kepala sering pusing

(8)

dan sampai saat ini belum bias ditebus., jelas stressor pada pasien tsb adalah tanah yg digadaikan

10. Seorang perempuan 47 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan sering merasa khawatir dan takut selama kurang lebih 15 tahun. Perasaan tersebut biasanya diikuti dengan rasa pusing, telapak tangan berkeringat dan jantung berdebar-debar. Hal ini akan menggangu konsentrasinya dalam pekerjaan rumah tangga. Pasien mengaku tidak mengetahui pasti mengapa pasien mengalami perasaan ini. Anak pertama pasien sering mengalami sakit sejak kecil. Pasien sudah berulang kali memeriksanakan diri ke dokter dengan hasil pemeriksaan darah termasuk fungsi tiroid, jantung dan glukosa darah normal. Saat ini pasien memiliki seorang suami dan 2 orang anak dengan kehidupan keluarga yang harmonis. Diagnosa yang paling tepat pada pasien ini adalah: A. Fobia spesifik

B. Ganggugan panik

C. Gangguan cemas menyeluruh

D. Gangguan cemas pasca trauma E. Gangguan campuran cemas depresi

Pembahsan : Perempuan 47 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan sering merasa khawatir dan takut selama kurang lebih 15 tahun. Perasaan tersebut biasanya diikuti

(9)

dengan rasa pusing, telapak tangan berkeringat dan jantung berdebar-debar. Hal ini akan menggangu konsentrasinya dalam pekerjaan rumah tangga. Anak pertama pasien sering mengalami sakit sejak kecil. Sesuai dgn GAD berdasatkan kriteria GAD (Generelized Anxiety Disorder) bukan depresi

Sumber PPK PAPDI

11.Laki-laki 65 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering mengantuk di siang hari, sakit kepala di pagi hari, sering mendengkur dan merasa sering lupa. Pada PF TB 150 cm, BB 90 Kg, TD 160/90 mmHg, nadi 80 kali/menit, RR 20 kali/menit, LP 120 cm. Pemeriksaan penunjang yang disarankan untuk pasien ini adalah:

A. Spirometri

B. Polisomnografi

C. Peak Flow Meter D. Elektroensefalografi E. Body Phlestismograf

Pembahsan : Pemeriksaan polisomnografi (PSG) adalah tes yang yang digunakan untuk mendiagnosis gangguan tidur, sehingga pemeriksaan yang tepat untuk pasien tersebut adalah Polisomnografi

12. Seorang perempuan 42 tahun, pekerjaan asisten rumah tangga dating ke Poliklinik dengan keluhan nyeri pada kepala, leher, punggung dan paha sejak 3 bulan terakhir. Pasien sering merasa Lelah saat bekerja, keluhan tidak berkurang jika pasien beristirahat. Pasien sulit tidur. Pasien juga mengeluh nyeri tenggorokan, pasien akhir2 ini sering lupa. Pasien memiliki suami yang bekerja sebagai supir angkutan umum dan mengalami penurunan penghasulan setelah adanya ojek online., Pasien memiliki 2 orang anak. Anak pertamanya di SMA kelas XII dan anak kedua di SMP kelas IX. Pasien sedih memikirkan desakan anak pertamnya yang ingin melanjutkan Pendidikan ke bangku kuliah, sementara penghasilan pasien dan suaminya dirasa tidak cukup. Awalnya keluhan berkurang dengan piroxicam, tetapi akhir-akhir dirasakan sudah tidak berhasil. Pada pemeriksaan fisik TD110/70 N 118 RR 20 T 37,5 C Hasil laboratorium dalam batas normal. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Polimialgia reumatika

B. Sindrom Lelah kronik

C. Reaksi konversi D. Fibromialgia E. Polimyositis

Pembahasan. Pada kasus ini keluhan keluhan nyeri pada kepala, leher, punggung dan paha sejak 3 bulan terakhir. Pasien sering merasa Lelah saat bekerja, keluhan tidak berkurang jika pasien beristirahat. Pasien sulit tidur Pasien juga mengeluh nyeri tenggorokan, pasien akhir2 ini sering lupa. Pada pemeriksaan fisik T 37,5 , Sudah memenuhi 6 kriteria minor dari sindrom lelah kronis

1. mild fever 2. sore throat 3. Myalgia

4. neurophysocological symptom 5. Migratory non inflamatory atralgia 6. Sleep disturbance

(10)

13. Seorang perempuan 35 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan dada sering

berdebar-debar sejak 6 bulan yang lalu pasien pindah dari Palembang ke Sulawesi

Sejak sebulan yang lalu pasien mengeluh sulit untuk tidur disertai kedinginan dan sulit buang air besar. Pasien sudah berobat ke dokter tetapi tidak ada perubahan. Pasien seorang pengusaha industri rumah tangga yang mulai berkembang, mempunyai banyak cicilan yang harus dibayar dan tidak mempunyai sanak saudara di daerahnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran kompos mentis, tekanan darah 120/70 mmHg. Keluhan-keluhan di atas menggambarkan adanya: A. Vagotomi

B. Ataksi vegetative

C. Hipertoni simpatis

D. Hiperalgesia visceral E. Hipertoni parasimpatis

Pembahasan. Pada kasus ini terjadi tonus simpatis yang berlebihan ditandai dengan dada sering berdebar-debar

(11)

14. Seorang laki-laki 45 tahun, bekerja sebagai pedagang, Pendidikan SMP, datang ke Poliklinik dengan keluhan merasa lemas tiba-tiba, berkeingat, gelisah dan tidak sanggung melakukan kegiatan apa pun. Serangan datangnya tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya dan tidak diketahui waktunya, lama mencapai 1-2 jam. Dalam 1 minggu bisa terjadi 4-5 kali. Pasien sering merasa gelisah dan sedih tidak tahu penyebabnya. Perasaan pasien tidak menentu. Nafsu makan tidak berubah, tidak ada gangguan tidur, pasien merasa takut keluhannya membawa kematian. Pasien menikah untuk kedua kalinya, memiliki 3 orang anak. Pernikahan pertama bercerai setelah menikah 5 tahun, karena menurut pasien, istrinya bersalah. Pasien memiliki riwayat hepatitis B sejak 4 tahun yang lalu dan tidak diobati. Pasien pernah didiagnosis tuberculosis paru dan berobat sampai selesai. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/80 mmHg. Pemeriksaan lain dalam batas normnal. Diagnosis pasien ini adalah:

A. Depresi

B. Panic disorder

C. Gangguan penyesuaian D. Generalized anciety disorder

E. Gangguan campuran ansietas dan depresi

Gangguan panik (PD)

- Onset penyakit bersifat tiba-tiba (episodik) dan mendadak, berat dan berulang-ulang, munculnya serangan tidak terduga dan bersifat kronik, pasien merasa takut mati.

-

muskuloskeletal.

- Berlangsung minimal 4 minggu, melibatkan 4 organ, dan sudah terjadi 4 kali serangan.

Pembahasan. Pada kasus ini terjadi panic disorder ditandai dengan keluhan merasa lemas tiba-tiba, berkeringat, gelisah dan tidak sanggung melakukan kegiatan apa pun. Pasien sering merasa gelisah dan sedih tidak tahu penyebabnya. Perasaan pasien tidak menentu. pasien merasa takut keluhannya membawa kematian. Serangan datangnya tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya dan tidak diketahui waktunya, lama mencapai 1-2 jam. Dalam 1 minggu bisa terjadi 3-4 kali. Pasien sering merasa gelisah dan sedih tidak tahu penyebabnya. Dari hal tersebut termasuk dalam criteria Panic disorder

(12)

15. Seorang perempuan 42 tahun seorang karyawan bank datang dengan keluhan sering buang air besar encer sejak 2 bulan terakhir. Hal ini dialami pasien setelah ditegur oleh atasannya karena masalah pekerjaan. Awalnya pasien setiap ditegur oleh atasannya sering merasa berkeringat dingin, dada berdebar-debar, sakit kepala, pandangan kabur dan sulit tidur (simpatis) namun sejak 2 bulan terakhir setiap kali ditegur atasannya pasien buang air besar encer dan hal ini sangat menggangu. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Kondisi ketidakseimbangan vegetatif yang ditemukan adalah:

A. Hipertoni Simpatis D. Amfotoni

B. Hipotoni Simpatis E. Hipertoni parasimpatis

C. Ataksi Vegetatif

Pembahasan. Pada kasus ini terjadi buang air besar encer sesuai dengan gejala

ataksia vegetatif Sumber PAPDI

(13)

16. Seorang pasien laki-laki berusia 40 tahun datang dengan keluhan BAB cair selama 3 hari. Pasien diterapi dengan attapulgite dan keluhan pasien berkurang. Tiga bulan kemudian, pasien datang kembali dengan keluhan BAB cair dan tidak berhenti sejak 3 minggu terakhir. BAB cair hanya dialami pada pagi hari saat bangun tidur. Pemeriksaan analisa feses dalam batas normal. Pasien kemudian menjalani pemeriksaan kolonoskopi dan tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien ternyata 3 bulan yang lalu baru kehilangan pekerjaannya dan sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan. Dari data yang ada apakah diagnosis yang paling memungkinkan untuk pasien ini?

A. Depresi berat B. Gangguan cemas

C. IBS (Irritabe bowel syndrome) D. Diare osmotik

E. Diare sekretorik

Pembahasan: Pada kasus ini pasien mengeluh BAB cair selama 3 hari. Pasien diterapi dengan attapulgite dan keluhan pasien berkurang. Tiga bulan kemudian, pasien datang kembali dengan keluhan BAB cair dan tidak berhenti sejak 3 minggu terakhir. BAB cair hanya dialami pada pagi hari saat bangun tidur. Pemeriksaan analisa feses dalam batas normal. Pasien kemudian menjalani pemeriksaan kolonoskopi dan tidak

ditemukan adanya kelainan. Pasien ternyata 3 bulan yang lalu baru kehilangan

pekerjaannya dan sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan. Dari ilustrasi kasus diatas sesuai dengan pengertian IBS paling tidak 3 hari dlm 1 bulan pada 3 bulan terakhir

Sumber PPK PAPDI

17. Laki-laki 26 tahun datang ke praktik poliklinik dengan keluhan nyeri seluruh badan terutama saat baru bangun tidur. Keluhan ini memberat jika pasien terlalu lelah, mendengar suara keras dan stres. Pasien juga mengeluhkan lelah sepanjang hari dan susah tidur. Kelainan pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri pada kedua daerah oksipital, servikal bawah, trapezius, supra spinatus, iga kedua, epikondilus lateral,

(14)

gluteal, trokantus mayor. Keluhan diawali akibat pasien belum dapat pekerjaan setelah lulus kuliah. Pasien merasa tidak berharga karena menganggur dan merasa rendah diri untuk mengikuti kegiatan reuni sekolahnya. Pemeriksaan fisik TD 120/70 N 88 RR 20 T 36,7 C, Hb 14 WBC 10.000 trombosit 240.000. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a. Reumatoid artritis awal b. Sindrom lelah kronis c. Sindrom Sjogren d. Osteoartritis Difus

(15)

Pembahasan : Pada kasus ini diagnosis yang paling tepat berdasarkan gejala nyeri seluruh badan terutama saat baru bangun tidur. Keluhan ini memberat jika pasien terlalu lelah, mendengar suara keras dan stres. Pasien juga mengeluhkan lelah sepanjang hari dan susah tidur.

Sesuai dengan trias fibromialgia Kelelahan, kekakuan,dan nyeri muskuloskeletal, berdasarkan lokasi nyeri triger point kedua daerah oksipital, servikal bawah, trapezius, supra spinatus, iga kedua, epikondilus lateral, gluteal, trokantus mayor, sesuai dengan kriteria ACR of fibromilagia.

Sumber PAPDI

18. Seorang perempuan 37 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering nyeri

dada sejak 7 bulan yang lalu. Nyeri dada sebelah kanan terasa berat dan tidak

menjalar. Gejala tidak berhubungan dengan aktivitas fisik. Pasien juga mengeluh sesak napas, menggigil, jantung berdebar, keringat berlebihan, dan mual. Pasien sudah berobat ke RS sebanyak 4 kali dalam 1 bulan terakhir dengan gejala-gejala yang sama. Setelah didapatkan hasil treadmill normal, pasien disarankan untuk melakukan olahraga rutin, tapi pasien tidak melakukannya karena khawatir timbul serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Akhir-akhir ini pasien lebih banyak menghabiskan waktu di rumah karena khawatir dia tidak mendapatkan pertolongan jika dia menderita serangan jantung di luar rumah. Pasien tidak merokok. Ayah pasien meninggal 1 tahun yang lalu karena serangan jantung pada usia 60 tahun. Pada PF didapatkan TD 130/80, Nadi 104 kali, RR 24 kali, didapatkan keringan dan tremor di

(16)

tangan. EKG sinus takikardia. Diagnosis yang paling tepat pada gangguan di atas adalah:

A. Phobia

B.Coronary Artery disease

C. Gangguan Panic

D. Depresi

E. Gangguan penyesuaian

Gangguan panik (PD)

- Onset penyakit bersifat tiba-tiba (episodik) dan mendadak, berat dan berulang-ulang, munculnya serangan tidak terduga dan bersifat kronik, pasien merasa takut mati.

- gastrointestinal,

muskuloskeletal.

- Berlangsung minimal 4 minggu, melibatkan 4 organ, dan sudah terjadi 4 kali serangan.

19. Laki – laki 47 tahun, pekerjaan bisnisman, mengeluh sering merasa gelisah sejak 5 bulan yang lalu. Sejak saat itu pasien sering berkeringat, gelisah, dan tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan rutin di kantor. Keluhan ini dirasakan tiba – tiba, lamanya mencapai 1 – 2 jam. Keluhan bersifat hilang timbul dan pasien merasa nyaman bila diluar serangan, namun dalam 2 minggu terakhir keluhan menjadi lebih sering. Pasien sering merasa gelisah dan sedih tetapi tidak tahu apa penyebabnya. Terkadang pasien menangis sendiri tanpa penyebab yang jelas. Perasaan pasien tidak menentu. Pasien mengaku sulit mengawali tidur karena gelisah, tidak ingin bunuh diri tapi takut keluhan ini memperburuk kondisinya . Selama ini pasien teratur minum obat anti hipertensi yang dialaminya sejak 4 tahun yang lalu. Saat general check-up didapatkan penurunan fungsi ginjal ringan. 20 tahun yang lalu pasien pernah didiagnosis sakit liver namun menolak diperiksa lanjut. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah : A. Gangguan Depresi

B. Fobia

C. Gangguan Obsesif-Kompulsif

D. Gangguan Cemas Menyeluruh

(17)

Pembahsan : Laki – laki 47 tahun, pekerjaan bisnisman, mengeluh sering merasa gelisah sejak 5 bulan yang lalu. Sejak saat itu pasien sering berkeringat, gelisah, dan tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan rutin di kantor. Keluhan ini dirasakan tiba – tiba, lamanya mencapai 1 – 2 jam. Keluhan bersifat hilang timbul dan pasien merasa nyaman bila diluar serangan, namun dalam 2 minggu terakhir keluhan menjadi lebih sering. Pasien sering merasa gelisah dan sedih tetapi tidak tahu apa penyebabnya. Terkadang pasien menangis sendiri tanpa penyebab yang jelas. Perasaan pasien tidak menentu. Pasien mengaku sulit mengawali tidur karena gelisah,Sesuai dgn GAD berdasatkan kriteria GAD (Generelized Anxiety Disorder) bukan depresi

Sumber PPK PAPDI

20 Pada kasus no.19, setelah dilakukan anamnesa lebih dalam didapatkan bahwa yang bersangkutan sudah 2 tahun ini bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh orang tua, yang bersangkutan mengatakan bahwa dia sebenarnya berkeinginan melanjutkan studinya ke luar negeri, namun tidak diizinkan oleh orang tua, karena tidak ada yang mengurus perusahaan mereka. Yang bersangkutan sering berpikir masa depannya akan suram karena bekerja tidak sesuai dengan bidang keilmuannya, ia pun sering bertengkar dengan kedua orang tuanya, karena menurut orang tuanya yang bersangkutan menjalankan perusahaan dengan cara yang tidak benar, sehingga

menimbulakn kerugian bagi perusahaan. Obat pilihan pada pasien ini adalah : A. Maprotilin

B. Buspiron C. Alprazolam D. Sertralin E. Maklobemid

(18)

Pembahsan :Pada kasus GAD (Generelized Anxiety Disorder)obat pilihan adalah buspiron

Sumber PPK PAPDI

21. Seorang wanita 65 tahun sejak 2 bulan mengeluh nyeri dada yang tidak menjalar, tidak berkeringat, hanya terasa berdebar-debar dan sesekali ada keluhan mual dan muntah. Suami pasien sudah meninggal 10 tahun yang lalu dan setahun ini pasien tinggal sendiri karena anak tunggalnya sudah berkeluarga. Pasien merasa kesepian dan takut terjadi sesuatu pada dirinya. Sejak itu keluhan sering berulang terutama timbul bila pasien merasa sepi atau sendirian. Pasien merasa mudah marah karena hal sepele, mudah tersinggung sehingga pasien sering menyendiri dan enggan bergaul. Psikofarmaka yang tepat diberikan untuk keluhan diatas adalah :

A. Alprazolam B. Fenotiazin C. Amitriptilin D. Flouexetine E. Imipramin

- Depresi dengan gejala sulit tidur, agitasi dan ketegangan dipilih obat anti

depresan golongan trisiklik atau tetrasiklik

- Depresi dengan gejala retardasi psikomotor seperti rasa lelah, kurang semangat, hipersomnia dipilih obat anti depresan golongan SSRI, SSRE atau RIMA.

- Phytopharmaka seperti Hypericum perforatum dapat diberikan pada kedua kelompok pasien diatas.

- Adanya penyakit medik yang ditemukan bersama-sama atau adanya kontra pertimbangkan dalam pemilihan obat anti depresan.

Obat-obat anti depresan yang sering digunakan ialah : - Golongan Trisiklik (TCA).

(Amitryptylin, Imipramin, Amineptin dan opipramol )

- Golongan Tetrasiklik.

(Maprotilin, Mianserin dan Amoksipen)

- Golongan RIMA (Reversible Inhibitory Monoamine Oxsidase Type-A ( Moklobemide )

- Golongan Atipikal ( Trazodone )

- Golongan SSRI : Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (Paroksetin, Fluoksetin, Sertalin,Fluvoksamin )

Pembahasan karena pada kasusu ini terjadi agitasi dan ketegangan dipilih obat anti

depresan golongan trisiklik atau tetrasiklik yakni amitriptilin

22. Pasien wanita, mengeluh sering berdebar2 sejak 6 bulan ini, disertai nyeri dada yg berpindah2, mual,sering BAB, dan berkeringat. Keluhan ini muncul sejak 6 bulan yg lalu saat suami pasien ingin menceraikan dirinya, memberat dalam 3 minggu ini sejak suaminya sering pulang larut malam. Pasien bekerja sebagai guru dan masih dapat melakukan pekerjaannya dg baik. Dari pemeriksaan fisik,TTV stabil

dan tangan berkeringat. Diagnosis aksis V pasien ini adalah A. Disabilitas berat

B. Membahayakan orang lain

(19)

D. Gejala tidak ada

E. Gejala dan disabilitas sedang

Pembahsan :Pada kasus mengeluh sering berdebar2 sejak 6 bulan ini, disertai nyeri dada yg berpindah2, mual,sering BAB, dan berkeringat. Keluhan ini muncul sejak 6 bulan yg lalu saat suami pasien ingin menceraikan dirinya, memberat dalam 3 minggu ini sejak suaminya sering pulang larut malam. Pasien bekerja sebagai guru dan masih dapat melakukan pekerjaannya dg baik. Diagnosis aksis V pasien ini adalah Gejala

minimal fungsi secara umum baik

23. Seorang perempuan 55 tahun dating ke Poliklinik dengan keluhan sering sesak nafas sejak 6 bulan. Pasien memiliki riwayat asma selama 20 tahun. Akhir-akhir ini keluhan asma sering muncul dan pasien sempat berulang kali masuk RS sehingga tidak masuk kerja. Keluhan asma dirasa memberat bila pasien sedang emosi, pasien juga sering merasa tidak bertenaga, gangguan tidur dan jarang keluar rumah sejak 3 bulan. Pasien diketahui sedang memakai obat inhalasi dan obat minum steroid sejak lama. Pasien pernah dirawat karena mengalami serangan jantung 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal dan tidak ditemukan ronki maupun wheezing. Terapi farmakologis yang paling tepat pada pasien ini adalah:

A. Sertraline

B. Klobazam C. Alprazolam D. Amitriptilin E. Clomipramin

Depresitidak bertenaga, gangguan tidur, dipilih golongan SSRI

- Depresi dengan gejala retardasi psikomotor seperti rasa lelah, kurang semangat, hipersomnia dipilih obat anti depresan golongan SSRI, SSRE atau RIMA.

- Phytopharmaka seperti Hypericum perforatum dapat diberikan pada kedua kelompok pasien diatas.

(20)

- Adanya penyakit medik yang ditemukan bersama-sama atau adanya kontra

depresan.

Obat-obat anti depresan yang sering digunakan ialah : - Golongan Trisiklik (TCA).

(Amitryptylin, Imipramin, Amineptin dan opipramol ) - Golongan Tetrasiklik.

(Maprotilin, Mianserin dan Amoksipen)

- Golongan RIMA (Reversible Inhibitory Monoamine Oxsidase Type-A ( Moklobemide )

- Golongan Atipikal ( Trazodone )

- Golongan SSRI : Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (Paroksetin, Fluoksetin, Sertalin,Fluvoksamin )

Pembahasan karena pada kasus ini terjadi Depresitidak bertenaga, gangguan tidur,

dipilih golongan SSRI yaitu setralin

24.Seorang laki-laki mengeluh saat siang hari sering mengantuk dan keliatan kelelahan. Menurut keterangan istrinya saat malam hari pasien sering didapatkan berbicara dan berjalan saat tidur. Kelainan pada pasien ini adalah

A. Gangguan tidur primer

B. Parasomnia

C. Disomnia D. Insomnia

E. Sindroma lelah kronik

Pembahasan karena pada kasus ini terjadi Parasomnia yakni Gangguan episodik yang terjadi selama tidur.

Pada orang dewasa terutama akibat kondisi psikis.

Kelompok ini mencakup somnabulism/sleep walking, teror tidur dan mmimpi buruk.

25. Seorang perempuan, 30 tahun datang dengan keluhan rasa lelah yang dirasakan terus menerus dan berulang sejak 8 bulan terakhir. Rasa lelah tidak hilang meski sudah beristirahat. Pasien juga mengeluh pegal-pegal, nyeri sendi dan sakit kepala, akibatnya pasien sulit berkonsentrasi dan susah tidur. Seringkali pasien juga mengalami demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri tenggorok. Pada pemeriksaan didapatkan pembesaran kelenjar aksiler. Tatalaksana yang tepat pada kondisi tersebut diatas adalah:

A. Analgetik, antidepresan, Cognitive behaviour therapy

B. diet tinggi lemak, istirahat cukup, antibiotik C. Antidepresan, diet tinggi lemak, istirahat cukup D. Antidepresan, diet tinggi lemak, psikoterapi

E.diet tinggi lemak, antibiotik, Cognitive behaviour therapy

Sindrom lelah kronik (Chronic fatique sindrome/CFS)

- Suatu kumpulan gejala yang ditandai dengan keluhan rasa lelah yang berlangsung terus-menerus atau berulang dalam waktu enam bulan atau lebih

(21)

- Kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening, gejala psikis terutama depresi dan gangguan tidur

- Penelitian menunjukkan bahwa diagnosis dini, menyeimbangkan istirahat dengan aktivitas, penggunaan obat untuk mengontrol gejala tertentu, dan edukasi dapat membantu penderita CFS pada berbagai tingkat. Terapi lainnya yang berguna termasuk terapi perilaku kognitif (CBT), terapi latihan bergradasi (GET), manajemen aktivitas, manajemen tidur dan relaksasi, didukung oleh intervensi farmakologis, diet dan gizi.

- Pada keadaan di mana etiologi spesifik dapat diketahui maka pengobatan yg memadai harus segera diberikan.

- n

simtomatis dapat didahulukan. Misalnya :

- Artralgia dan mialgia dapat diobati dengan memberikan analgetik .

- Untuk rinitis alergika dan sinusitis dapat diberikan anti-histamin dan dekongestan dsb.

Pembahasan: Pada kasus ini kemungkinan diagnosisnya adlah sindrom kelelahan kronik, untuk terapinya adalah Analgetik, antidepresan, Cognitive behaviour

Referensi

Dokumen terkait