• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembimbing: Dr.H.Bahrul Ma’ani ,M.Ag

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pembimbing: Dr.H.Bahrul Ma’ani ,M.Ag"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

TELANAIPURA KOTA JAMBI

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 (S1) Dalam Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Pada Fakultas Syariah

Oleh : JARKONI NIM: SHE. 162054

Pembimbing:

Dr.H.Bahrul Ma’ani ,M.Ag Neni Triana,SE,M,Si

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN

JAMBI 2020

(2)
(3)
(4)
(5)

َك َف رٲ

ۡغَ

ب َربِّ إِلَ َو ب ص َ ن َفٲ َت غۡ َر فَ ذَا فَإِ ا ٗ رۡ س يُ ِر سۡ عُ لۡ ٱ عَ مَ نَّ إِ

“Sesungguhnya sesudah kesulitan ituada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaklah kamu berharap” (Al- Insyirah,6-8).

(6)

Faktor Penyebab Kurangnya Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Di Kantor Cabang Bank Syariah Mandiri Telanaipura Kota Jambi. Berdasarkan Latar Belakang Masalah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang mempengaruhi minat masyarakat Telanaipura Kota Jambi untuk menjadi nasabah di Bank Syariah Mandiri. Jenis penelitian ini adalah Deskritif Kualitatif dengan menggunakan penelitian lapangan, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi secara langsung pada objek penelitian dan wawancara serta kepustakaan.

Dengan tujuan dari penelitian untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat Telanaipura kota Jambi untuk menjadi nasabah di Bank Syariah Mandiri. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarkat Telanaipura, Kota Jambi untuk menjadi nasabah di Bank Syariah Mandiri ialah faktor promosi, faktor produk, dan pengetahuan.

Kata kunci:Faktor, Minat, Masyarakat.

(7)

Diri ini tiada daya tanpa kekuatan dari Mu Shalawat dan salamku kepada Nabi Muhammad SAW.

Kuharapkan syafa’at beliau di penghujung hari nanti.

Ku persembahkan karya sederhana ini kepada:

Kedua orang tuaku tercinta, Ayah Jamani dan Ibu Latipa

Sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terimakasih.

Semoga ini menjadi langkah awal untuk membuat Ibu, Ayah bahagia dan bangga.

Serta adik-adikku :Indah Permata Safitri dan Rafa Azka Ramadhani Yang selalu menyayangiku, mencintaiku, dan

Menanti kan keberhasilanku.

Juga kepada sahabat-sahabatku, teman seperjuanganku, kekasihku tercinta Ayu Wahyuni dan teman terbaikku Alharisal Hilaliyah dan Aprilia Ningsih. Dan semua sahabat yang tidak

dapat kusebutkan satu persatu.

Yang selalu dan tak henti memberi motivasi dan semangat

Terimakasi untuk semua do’a, cinta, kasih sayang, motivasi dan dukungan.

Semua ini tiada dapat kubalas hanya dengan selembar kertas bertuliskan kata cinta.

(8)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT atas rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

”FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA MINAT MASYARAKAT MENJADI NASABAH DI KANTOR CABANG BANK SYARIAH MANDIRI TELANAIPURA KOTA JAMBI”. Shalawat serta salam kami haturkan kepada Nabi Muhammad Saw, karena berkat perjuangan beliau kita dapat merasakan indahnya hidup seperti saat ini.

Adapun skripsi ini disusun dengan maksuduntuk memenuhi persyaratandalam rangka memperoleh gelar S1 Ilmu Hukum Ekonomi Syar’iah Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan masih banyak kekurangan sehingga skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehubungan dengan keterbatasan yang dimiliki oleh penulis.

Walaupun demikian penulis telah berusaha semaksimal mungkin agar inti dari skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca di kemudian hari.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga penulis dapatmenyelesaikan skripsi ini, terutama kepada yang terhormat :

1. Bapak Prof. Dr. H. Su’aidi,MA Ph.D, selaku Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

2. Bapak Dr. Sayuti Una.,M.H, selaku Dekan Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

3. Bapak Dr. Agus Salim,M.A.M,I.R.Ph.D., selaku Wakil Dekan 1 bidang Akademik Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

(9)

Jambi

5. Bapak Dr.H. Ishaq,SH.,M.Hum., selaku Pembantu Dekan III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

6. Bapak Rasito SH,M.Hum., selaku Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

7. Ibu Pidayan Sasnifa, SH., M. Sy., selaku sekertaris jurusan Hukum Ekonomi Syariah fakultas syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

8. Bapak Dr. H. Bahrul Ma’ani,M.Ag selaku Pembimbing Skripsi 1 dan Pembimbing Akademik Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang selama ini telah membantu segala urusan yang ada dijurusan dan banyak membantu penulis dalam rangka memberikan arahan, petunjuk dalam penyusunan skripsi.

9. Ibu Neni Triana,SE,M,SI selaku Pembimbing Skripsi II Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, yang selama ini telah membantu segala urusan yang ada di jurusan dan banyak membantu penulis dalam rangka memberikan arahan, petunjuk dalam penyusunan skripsi.

10. Bapak dan Ibu dosen, asisten dosen, dan seluruh karyawan dan karyawati Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

11. Semua pihak yang ikut serta membantu penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis skripsi ini yang tidak dapat penulis tuliskan satu persatu

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini masih sederhana dan jauh dari kata sempurna, karena keterbatasan data dan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis.. untuk itu penulis menghargai kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak terhadap skripsi ini.

(10)

penulis dan umumnya untuk mahasiswa dan seluruh yang membaca skripsi ini.

Jambi, September 2020

JARKONI

NIM: SHE 162054

(11)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBARAN PERNYATAAN ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

MOTTO ... iv

ABSTRAK ... v

PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... X BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Batasan Masalah ... 7

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 8

E. Kerangka Teori ... 9

F. Tinjauan Pustaka ... 32

BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sifat Penelitian ... 35

B. Sumber Data ... 36

C. Lokasi dan Waktu Penelitian… ... 37

D. Teknik Pengumpulan Data ... 37

E. Teknik Analisis Data ... 39

(12)

x

G. Jadwal Penelitian ... 41

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejerah dan Letak Geografis Bank Syariah Mandiri ... 42

B. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri... 46

C. Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri ... 48

D. Sarana dan Prasarana Bank Syariah Mandiri ... 49

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN A. Apa Faktor Penyebab Kurangnya Minat Masyarakat Telanaipura Untuk Menjadi Nasabah di Bank Syariah Mandiri ... 50

B. Bagaimana Upaya Bank Syariah Mandiri Dalam Meningkatkan Nasabah di Bank Syariah Mandiri ... 54

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 58

B. Saran-saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... xi

DAFTAR SINGKAT ...xii

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... xiii CURICULUM VITAE

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Perbankanadalahsatu lembaga keuangan yang menjadi titik vital dalam mendukung jalannya roda perekonomian Indonesia. Perekonomian Indonesia sampai saat ini dapat berjalan lancar sejahtera adalah sebagai akibat adanya kegiataan perbankan. Bank merupakan lembaga kepercayaan masyarakat, karena kegiatan operasionalnya adalah menghimpun dana dari masyarakat. Dalam kelancaran kegiatannya untuk menghimpun dana dari masyarakat, bank melakukan berbagai kegiatan pelayanan untuk mendapat kepercayaan masyarakat.

Kepercayaan diperlukan untuk kelancaran bank menjalankan peranannya sebagai financial intermediary.1

Bank berdasarkan prinsip syariah atau bank syariah atau bank Islam, seperti halnya bank konvensional, juga berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi(intermediary institution),yaitu mengerahkan dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana-dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkannya dalam bentuk fasilitas pembiayaan. Bedanya hanyalah bahwa bank syariah melakukan kegiataan usahanya tidak berdasarkan bunga(interest free),tetapi berdasarkan prisip syariah,yaitu prinsip pembagian keuntungan dan kerugian(profit and loss shring principle atau PLSprinciple). Seperti juga bank konvensional,selain memberikan jasa-jasa pembiayaan bank. Bank Syariah juga memberikan jasa lain, seperti jasa kiriman uang, pembukaan letter of credit,

1Djoko retnadi, Memilih bank yang sehat, (Jakarta :PT.Gramedia 2006),hlm.14.

(14)

jaminan bank, dan jasa-jasa lainnya, yang biasanya diberikan oleh bank konvensional. Jasa-jasa pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank Syariah jauh lebih beragam daripada jasa-jasa pembiayaan yang dapat diberikan oleh bank konvensional. Mengenai jasa pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank Islam bukan saja pembiayaan dalam bentuk apa yang disebut dalam istilah perbankan konvensional sebagai kredit, tetapi juga memberikan jasa-jasa pembiayaan yang biasanya diberikan oleh lembaga pembiayaan(multi finance company),seperti leasing,hire puchase, pembelian barang oleh nasabah bank kepada bank Islam yang bersangkutan dengan cicilan, pembelian barang oleh Bank Islam kepada perusahaan manufaktur dengan pembayaran di muka, penyertaan modal(equity participation atau venture capital), dan lain sebagainya.2

Sistem syariah dalam dunia perbankan Indonesia muncul sebagai akibat adanya ketidakpuasan individu, khususnya kalangan Islam terhadap sistem perbankan yang ada di Indonesia. Ketidakpuasan tersebut lebih banyak mengacu pada sistem pembungaan yang menurut Islam termasuk dalam kategori riba. Islam melarang riba dan membolehkan jual beli (ba’i) berdasarkan keuntungan yang sah. Perbedaan pokok antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional adalah adanya larangan riba (bunga) bagi perbankan syariah. Riba dilarang,sedangkan jual-beli (ba’i) dihalalkan. Dengan demikian, maka membayar dan menerima bunga pada uang yang dipinjam dan dipinjamkan dilarang.3

2Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Islam, (Jakarta:Pustaka Utama Grafiti,1999),hlm .1-2.

3Zainul Arifin, Memahami Bank Syariah:Lingkup,Peluang,Tantangan dan Prospek,(Jakarta: Alvabet.2000) hlm. 150.

(15)

Menurut Syafi’i Antonio riba adalah pengambilan tambahan dari harga pokok atau modal secara bathil. Secara umum riba adalah pengambilan tambahan,baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara bathil atau bartentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.4

Sumber utama ajaran Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kedua sumber ini menyatakan bahwa penarikan bunga adalah tindakan pemasaran dan tidak adil sehingga tidak sesuaidengan gagasan Islam tentang keadilan dan hak- hak milik.Pembayaran dan penarikan bunga sebagimana terjadi dalam sistem perbankan Konvesional secara terang-terangan dilarang oleh Al-qur’an, sehingga para investor harus diberi kompensasi dengan cara lain. Selanjutnya dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa mereka yang tidak menghiraukan pelarangan bunga berarti berperang dengan Tuhan dan Nabi Muhammad SAW, meskipun hukuman duniawi untuk pelaku yang tidak bertobat tidaklah ditentukan.

Bank syariah merupakan sebuah fenomena baru dalam sistem perbankan nasional. Bank Syariah relatif sama dengan Bank Konvensional, hanya saja Bank Syariah melakukan usahanya tidak berdasarkan bunga, tetapi berdasarkan prinsip bagi hasil. Bank berdasarkan prisip syariah atau Bank Syariah, seperti halnya Bank Konvensional, juga berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi (intermediary institution), yaitu mengerahkan dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana-dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkannya dalam bentuk fasilitas pembiayaan. Perbedaannya hanyalah bahwa Bank Syariah melakukan usahanya tidak berdasarkan bunga (interest free),

4M. Syafi’i Antonio,Bank Syariah Wacana Ulama dan Cendikiawan, (Jakarta:Tazkia Insitut,1999),hlm.59.

(16)

tetapi berdasarkan prinsip syariah, yaitu prinsip pembagian keuntungan dan kerugian (profit and loss sharing principle atau PLS Principles).5

Jadi secara umum produk-produk yang dikeluarkan Bank Syariah relatif sama dengan Bank Konvensional, tetapi terdapat satu nilai tambah yang dimiliki Bank Syariah dan tidak dimiliki Bank Konvensional, yaitu adanya pembagian keuntungan dan kerugian antara bank dengan nasabah. Prinsip tersebut merupakan senjata utama Bank Syariah dalam menarik konsumen di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Dalam observasi awal yang peneliti lakukan di kawasan Telanaipura, Kota Jambi bahwasanya masyarakat disana banyak menganut agama Islam yang kental akan nilai dan norma. Namun masyarakat yang mengerti akan agama tersebut berbanding terbalik dengan faktanya di lapangan. Mayoritas masyarakat disana adalah pendatang dari luar Kota Jambi.

Berkembangnya industri perbankan syariah menyebabkan timbulnya persaingan antar lembaga keuangan yaitu lembaga yang berbasis syariah dengan lembaga keuangan konvensional. Hal ini terjadi setelah diberlakukannya Undang- Undang perbankan tahun 1998 yang secara eksplisit mengetahui keberadaan perbankan syariah sebagai salah satu lembaga intermediasi dalam proses pembagunan indonesia, dengan tumbuhnya institusi/lembaga perbankan syariah, diantaranya: Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah dll.6

5Sultan Remy Syahdeni,Perbankan Islam dan Kedudukannya dalam Tata Hukum Perbankan Indonesia.(Jakarta:Graviti,1999),hlm.1

6 Junaidi, Persepsi Masyarakat untuk Memilih Bank Syariah, (Studi Kota Palopo, 2015), hlm.1

(17)

Indonesia merupakan suatu negara dengan sebagian besar penduduknya muslim. Namun hal ini belum cukup membuat bank-bank syariah menjadi bank yang besar di Indonesia karena minat masyarakatnya yang masih kurang. Bank Syariah seolah seperti sulit menembus dominan perbankan konvensional, padahal mayoritas masyarakat indonesia adalah muslim.

Perkembangan aset bank syariah secara nasional masih sangat jauh dari total aset bank konvensional. Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikeluarkan oleh OJK dengan data per Juni 2015 dapat dilihat bahwa jumlah asetBank Umum dengan Bank Perkreditan Rakyat berjumlah Rp5.933.195 triliun, sedangkan jumlah aset bank syariah ditambah unit-unit usaha syariah 273.494 triliun rupiah.7

Bahwasannya banyak dari mereka menjadinasabah di bank konvensional.

Seperti halnya produk yang ditawarkan oleh bank konvensional tersebut lebih menjanjikan dan lebih praktis, mudah, dan lebih efisien, baik produk tabunganmeminjam uang untuk modal usaha, sampai ke kredit kendaraan.

Dari segi indikator lainnya, jumlah nasabah Bank Syariah Mandiri KCP Telanaipura juga mengalami peningkatan. Berikut adalah grafik pertumbuhan jumlah nasabah Bank Syariah Mandiri KCP, Telanaipura.

7 Otoritas Jasa Keuangan, Statistik Perbankan Indonesia, www.ojk.go.id diakses Pada Tanggal 6 September 2016

(18)

6000 5000 4000 3000 2000 1000 0

Jumlah Nasabah

2015 2016 2017 2018 2019

Jumlah Nasabah 3200 4856 4504 3138 4210

Dari grafik di atas menunjukkan bahwa jumlah nasabah dari Bank Syariah Mandiri KCP. Telanaipura cenderung mengalami fluktuatif. Pertumbuhan jumlah nasabah yang paling besar terjadi pada tahun 2016. Peningkatan pada tahun 2016, yaitu tumbuh sebesar 65,49% dari tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan konsep-konsep Islam dalam semua aspek kehidupan, termasuk aspek ekonomi yang semakin meningkat.

Pembiayaan yang diberikan oleh Bank Syariah Mandiri selalu disertai dengan pemberian konsultasi, pembinaan dan pengawasan. Pola pembiayaan yang dijalankan oleh Bank Syariah Mandiri mempunyai karakteristik yang spesifik bila dibandingkan dengan Bank Mandiri Konvesional. Dimana pada Bank Mandiri konvesional penilaian kelayakan pembiayaan selain pada bisnis semata, lain halnya dengan dengan yang pada Bank Mandiri. Dimana pada Bank Syariah Mandiri penilaian kelayakan pembiayaan selain pada bisnis juga harus mempertimbangkan dari segi syariahnya. Dengan kata lain, bahwa usaha tersebut selain layak dibiayain dari segi bisnis juga harus layak dari segi Syariahnya.

(19)

Berdasarkan uraian diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Minat Masyarakat Menabung Di Bank Syariah Mandiri dengan judul “Faktor Penyebab Kurangnya Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Di Kantor Cabang Bank Syariah Mandiri Telanaipura Kota Jambi”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas,maka rumusan masalah yang akan dikemukakan dalam penelitian ini adalah :

1. Apa faktor penyebab kurangnya minat masyarakat Telanaipura untuk menjadi Nasabah di Bank Syariah Mandiri ?

2. Bagaimana Upaya Bank Syariah Mandiri Dalam Meningkatkan Nasabah di Bank Syariah Mandiri ?

C. Batasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah, terfokus dan tidak meluas, peneliti membatasi penelitian pada subyek yang diteliti yaitu masyarakat Telanaipura.

Dimana masyarakat yang menjadi sasaran penelitian yaitu berada di sekitarKelurahan Simpang IV Sipin, Kelurahan Buluran Kenali, Kelurahan Teluk Kenali, Keluruhan Telanaipura, Kelurahan Penyengat Rendah, Kelurahan Pematang Sulun. Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Bank Syariah Mandiri yang berlokasi di sekitar Telanaipuradengan berbagai macam profesi seperti PNS, pedagang dan wirausaha.

(20)

Agar lebih terarahnya dan dapat memperoleh hasil penelitian yang lebih mendalam, maka perlu diadakan pembatasan masalah. Maka dalam hal ini penulis akan memberikan batasan-batasan mengenai Faktor penyebab kurangnya minat masyarakat dan Upaya Bank Syariah Mandiri dalam meningkatkan pertumbuhan nasabah, dan penulis melakukan study kasus pada masyarakat yang bertempat tinggal di Telanaipura.

D. Tujuan dan kegunaan penelitian.

Bekaitan dengan permasaahan yang telah di rumuskan sebelumnya, maka dalam penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan beberapa tujuan peneliti, yaitu:

1. Tujuan penelitian

a. Ingin mengetahui faktor penyebab masyarakat telanaipura kurang berminat menjadi nasabah di bank syariah mandiri.

b. Bagaimana upaya bank syariah mandiri dalam meningkatkan nasabah di bank mandiri syariah.

2. Kegunaan Penelitian

a. Penelitian ini diharapakan dapat bermanfaat untuk menambah kasana keilmuan, pengetahuan dan wawasan terkait dengan faktor yang mempengaruhi kurang minat masyarakat Telanaipura.

b. Bagi pembaca diharapakan penelitian ini memberikan bacaan yang penting untuk menambah pengertahuan atau sebagai bahan rujukan mengenai mengapa masih banyak masyarakat tersebut menggunakan atau menjadi nasabah Bank Konvensional.

(21)

c. Sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana strata 1 S1 pada Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

E. Kerangka teori

Kerangka teori sangat diperlukan pada setiap penelitian dalam rangka memecahkan masalah yang timbul dari adanya suatu penelitian. Kerangka teori yang dimaksud harus mempunyai landasan atau yang didasarkan pada suatu yang dapat menjadi acuan serta sumber atau dasar dalam pengambilan kesimpulan didalam memutuskan masalah yang ditemukan.

1. Pengertian Minat

Menurut Abdul Rahman Shahaleh Secara bahasa minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, dan keinginan.8 Minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas, atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang. Dalam batasan tersebut terkandung suatu pengertian bahwa di dalam minat ada pemusatan perhatian subjek, ada usaha (untuk mendekati/mengetahui/memiliki/menguasai/berhubungan) dari subjek yang dilakukan dengan perasaan senang, ada daya penarik dari objek.9

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa minat masyarakat adalah dorongan diri yang dimiliki oleh seseorang yang menimbulkan perasaan suka atau

8Hasan Alwi, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2007),hlm. 744.

9Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahbah, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Kencana, 2004),hlm. 262.

(22)

tertarik terhadap sesuatu dan mampu mempengaruhi tindakan orang tersebut.

Minat ini didorong dengan adanya motivasi seseorang yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang diinginkan. Apabila memiliki motivasi yang tinggi maka minat yang ditimbulkan dari dalam diri akantinggi pula. Motivasi atau dorongan adalah kebutuhan dengan tekanan kuat yang mengarahkan seseorang mencari kepuasan dengan meminati kegiatan yang diinginkannya.10

Nasabah adalah orang yang berhubungan langsung dengan bank atau menjadi pelanggan bank (dalam hal keuangan).11 Nasabah yang akan memberikan kontribusi yang baik dalam kemajuan sebuah lembaga keuangan seperti perbankan syariah. Nasabah inilah yang berperan penting dalam berbagai produk pembiayaan yang terdapat dalam sebuah lembaga perbankan syariah tersebut dan sangat mempengaruhi perkembangan suatu perbankan syariah. Tanpa adanya nasabah maka suatu lembaga perbankan syariah tidak dapat berkembang dengan baik.

2. Faktor Yang Mempengaruhi Minat

Faktor yang mempengaruhi minat secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor internal dan eksternal yakni sebagai berikut:

10Hilip Kotler dan Gary Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, (Jakarta: Erlangga, 2006), Jilid I, hlm.172.

11Hasan Alwi, Kamus Umum Bahasa Indonesia,( Jakarta: Balai Pustaka,2012)hlm. 795.

(23)

a) Faktor Internal 1). Faktor kepribadian

Kepribadian adalah karakteristik psikologi seseorang yang menyebabkan respon yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan orang itu sendiri. Kepribadian dapat digunakan untuk menganalisis perilaku konsumen untuk produk dan pemilihan merek tertentu.12

2). Persepsi

Persepsi adalah proses memilih, mengorganisasi, menafsirkan masukan- masukan informasi oleh seseorang untuk menciptakan sebuah gambaran yang bermakna tentang dunia.

Persepsi adalah cara orang memandang dunia ini. Dari definisi yang umum ini dapat dilihat bahwa persepsi seseorang akan berbeda dari yang lain. Media massa dan segala bentuknya dapat membentuk persepsi yang serupa antar warga kelompok masyarakat tertentu. Dalam hal pemasaran, pengaruh iklan di media massa, kemasan produk, papan reklame, dan sebagainya mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu produk.13

3. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan sebuah proses untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Dengan hasil pengetahuan dan pengalaman ini akan memberikan bekal untuk bertindak di masa yang akan datang jika menghadapi situasi yang

12Philip Kotler dan Gary Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran,(Jakarta: PT.Gramedia, 2007),hlm.159.

13Ristiyani Prasetijo, John J.O.I Ihalauw, Perilaku Konsumen, (Yogyakarta: Andi Offset, 2005),hlm.67.

(24)

sama.14 Dalam hal ini pembelajaran menimbulkan dorongan yang membuat seseorang melakukan tindakan tertentu dari hasil pengalaman maupun pengetahuan yang ia miliki.

4. Motivasi

Menurut Hilgard dan Atkinson motivasi adalah keadaan aktif di dalam seseorang yang mengarahkannya kepada perilaku pencapaian tujuan. 15Menurut Solomon motivasi merujuk kepada proses yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka perbuat. Hal itu terjadi bila kebutuhan timbul dan yang bersangkutan berniat untuk memuaskannya. Sekali kebutuhan telah terpenuhi tingkat tekanan yang ada mendorong konsumen untuk mecoba mengurangi atau membatasi kebutuhan.16 Motivasi ini menjadi alasan untuk berperilaku, dimana seseorang membeli suatu produk karena untuk memenuhi kebutuhan.

5. Sikap

Sikap menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaaan emosional, dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa obyek atau gagasan.17 Sikap adalah suatu evaluasi atau perasaan diri seseorang terhadap sebuah objek atau ide. Sikap menempatkan seseorang ke dalam suatu pemikiran untuk menyukai atau tidak menyukai suatu objek.

6. Kepercayaan

14Mulyadi Nitisusastro, Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Kewirausahaan, (Bandung:

Alfabeta, 2013),hlm. 70.

15Ristiyani Prasetijo, John J.O.I Ihalauw,Perilaku Konsumen,( Jakarta: PT.Gramedia, 2015),hlm. 36.

16Mulyadi Nitisusastro, Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Kewirausahaan,(

Yogjakarta: Deepublish ,2016)hlm. 70.

17Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta, Rineka Cipta, 2009), hlm.227.

(25)

Kepercayan adalah suatu gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu. Kepercayaan ini mungkin bisa berlandaskan pada pengetahuan, opini (pendapat), kepercayaan dan perasaan. Konsep kepercayaan ini membentuk citra terhadap merek dan produk dan orang akan berbuat sesuai kepercayaannya.18 7. Pengalaman

Pengalaman maksudnya pengalaman pribadi seseorang tersebut atau pengalaman orang lain yang telah berhasil dalam melakukan sesuatu. Pengalaman ini merupakan pedoman atau guru agar tidak melakukan kesalahan dalam menjalankan sesuatu nantinya.19

8. Agama

Karena bervariasi, serta sifatnya yang pribadi, kelompok agama mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi konsumsi suatu masyarakat, kelompok keagamaan akan memperhatikan preferensi dan tabu yang spesifik. Pemasar hendaknya dapat memperhatikann secara seksama preferensi atau tabu yang spesifik atas barang yang dihasilkan karena akan mempengaruhi perilaku pembeli dari kelompok keagamaan yang dimaksud. Keagamaan akan mempengaruhi seseorang dalam suatu pembelian produk karena mereka akan melihat barang dan jasa yang akan di perjual belikan.

18Philip Khotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran,(Jakarta: Gramedia, 2007) hlm.203.

19Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014),hlm. 189.

(26)

b) Faktor Eksternal 1). Faktor Budaya

Budaya merupakan karakter masyarakat secara keseluruhan. Unsur-unsur budaya meliputi bahasa, pengetahuan, hukum, agama, kebiasaan makan, seni, teknologi, pola kerja, produktivitas dan ciri-ciri lainnya. Di dalam budaya terdapat sejumlah subbudaya, sebagai ilustrasi dalam bidang pendidikan, terdapat pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan non formal. Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang relatif lebih tinggi akan memiliki perilaku yang lebih teliti dalam memilih produk yang dibutuhkannya.20 Budaya dan sub- budaya berpengaruh sangat kuat terhadap sikap dan perilaku penduduk.

2) Faktor Sosial

Faktor sosial adalah salah satu faktor dinamik yang memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap perubahan selera dan kebutuhan masyarakat. Faktor- faktor sosial yang mempengaruhi eksistensi sebuah bank sangat luas mencakup kepercayaan, nilai dan sikap sampai pada gerakan keagamaan. Faktor selera dan kebutuhan masyarakat pada saat ini di era yang semakin modern sehingga memiliki berbagai keanekaragaman seseorang untuk mempengaruhi perkembangan dunia perbankansaat ini. Ada beberapa tingkatan sosial inilah maka ditandai oleh beberapa ciri.21Faktor sosial dan budaya tersebut sangat berkaitan erat dalam memempengaruhi minat nasabah sebab budaya dan sosial

20Mulyadi Nitisusastro, Perilaku Konsumen,( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004),hlm. 85.

21Muhammad, Bank Syariah dan Prospek Perkembangan di Indonesia, (Yogyakarta:

Graha Ilmu, 2005),hlm. 42.

(27)

saling berhubungan satu sama lainnya dalam menentukan keputusan para nasabah.

Budaya merupakan salah satu adat kebiasaan masyarakat sedangkan sosial merupakan tingkatan status dalam masyarakat. Jika tingkat sosial masyarakat rendah terlihat dari segi ekonomi masyarakat itu sendiri sehingga timbul kebudayaan yang baru untuk merubah tingkatan sosial.

 Pelayanan

Telah kita ketahui bahwa dalam memberikan pelayanan seorang pegawai bank dengan nasabah diperlukan etika yang baik, sehingga kedua belah pihak baik tamu maupun pegawai bank dapat saling menghargai. Nasabah yang hendak melakukan investasi atau pembiayaan pada sebuah bank syariah harus mendapatkan pelayanan yang baik agar mereka puas dengan kerjasama tersebut.

Hasil yang diperoleh bank atas pelayanan jasa bank syariah yaitu berupa pendapatan fee dan komisi.22

Apabila kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah sangat baik dan mampu membuat banyak nasabah menjadi tertarik untuk berinvestasi pada sebuah bank syariah para karyawan punakan mendapatkan tambahan pendapatan dari hasil pelayanan jasa yang cukup memuaskan bagi para nasabah.

 Profit Sharing

Bagi hasil menurut terminologi asing dikenal dengan profit sharing. Profit Sharing dalam kamus ekonomi diartikan sebagai pembagian laba. Secara definitif profit sharing diartikan “distribusi beberapa bagian dari laba pada para pegawai

22Ismail, Perbankan Syariah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005),hlm. 53.

(28)

dari suatu perusahaan”. 23Secara syariah prinsip bagi hasil (profit sharing) berdasarkan pada kaidah mudharabah. Dimana bank akan bertindak sebagai mudharib (pengelola dana) sementara penabung sebagai shahibul mal (penyandang dana).24 Pada sistem bagi hasil inilah biasanya menjadi hal pokok yang lebih disukai oleh nasabah bank syariah.

 Promosi

Promosi merupakan suatu ungkapan dalam arti luas tentang kegiatan-kegiatan yang secara aktif dilakukan oleh perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan.25 Dalam personal ini adalah tahapan yang sangat penting untuk menarik minat konsumen atau nasabah agar tertarik terhadap produk yang ditawarkan.

3). Perilaku Konsumen

a. Pengertian Perilaku Konsumen

Menurut Engel dalam Sunyoto mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Menurut Schiffman dan Kanuk dalam Suryani bahwa perilaku konsumen merupakan studi yang mengkaji bagaimana individu membuat keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia dan dimiliki (waktu, uang dan usaha) untuk mendapatkan barang atau jasa yang nantinya akan dikonsumsi.

Perilaku konsumen adalah studi bagaimana individu, kelompok dan organisasi

23Muhammad, Manajemen Bank Syariah, (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2002),hlm.

101.

24Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah Dari Teori ke Praktik, (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), hlm.95.

25Panji Anoraga, Manajemen Bisnis,( Jakarta: Gaung Persada,2015),hlm. 222.

(29)

memilih, membeli, menggunakan dan menempatkan barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan mereka.

Jadi perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan.

b. Teori Perilaku Konsumen

Menurut Basu Swastha dan T. Hani Handoko dalam buku Danang Sunyoto, teori-teori yang berkaitan dengan perilaku konsumen dapat dibedakan menjadi empat bagian, yaitu:

1) Teori Ekonomi Mikro

Menurut teori tersebut keputusan untuk membeli merupakan hasil perhitungan ekonomis rasional yang sadar. Pembeli individual berusaha menggunakan barang-barang yang akan memberikan kegunaan (kepuasan) paling banyak, sesuai dengan selera dan harga-harga relatif.

2) Teori Psikologis

Teori psikologis ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologisindividu yang selalu dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan.

3) Teori Sosiologis

Teori ini lebih menitikberatkan pada hubungan dan pengaruh antaraindividu-individu yang dikaitkan dengan perilaku mereka. Jadi, lebih mengutamakan perilaku kelompok bukannya perilaku individu.

(30)

4) Teori Antropologis

Teori ini menekankan pada perilaku pembeli dari suatu kelompokmasyarakat, antara lain kebudayaan (culture),subculture, dan kelas- kelassosial karena faktor-faktor tersebut memainkan peranan penting dalampembentukan sikap dan merupakan petunjuk mengenai nilai-nilai yangakan dianut oleh seorang konsumen.26

3). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Perilaku konsumen merupakan tingkah laku konsumen dalam membeli suatu produk yang dipengaruhi sebagai unsur baik dari dalam maupun dari luar.

Unsur-unsur tersebut membentuk suatu kekuatan yang dapat mempengaruhi konsumen sehingga memutuskan untuk membeli produk tertentu.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen atau perilaku pembelian yaitu:

a). Faktor-faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling mendalam dalam perilaku konsumen.

b). Kultur (kebudayaan) merupakan determinan yang paling fundamental dari keinginan perilaku konsumen.

c). Sub-Kultur setiap kultur memiliki bagian-bagian kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi anggotanya yang lebih spesifik.

26Danang Sunyoto,Perikau Konsumen (Panduan Riset SederhanaUntuk MengenaliKonsumen), CAPS, Cet. 1, Yogyakarta, 2013, hlm. 9-10

(31)

d). Kelas Sosial merupakan bagian-bagian yang relatif homogen dan tetap dalam satu masyarakat, yang tersusun secara hirarki dan anggota-anggotanya memilki tata nilai, minat, dan perilaku yang mirip.

e). Kelompok Acuan, yang terdiri dari semua kelompok yang mempengaruhi pengaruh besar baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pendirian atau perilaku seseorang.

f). Keluarga, yang terdiri dari orang tua seseorang. Peran dan status seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok.

2. Theory of reasoned action (TRA)

Theory of Reasoned Action (TRA) pertama kali diperkenalkan oleh Martin Fishbein dan Ajzen dalam Jogiyanto. Teori ini menghubungkan antara keyakinan (belief), sikap (attitude), kehendak (intention) dan perilaku (behavior). Kehendak merupakan prediktor terbaik perilaku, artinya jika ingin mengetahui apa yang akan dilakukan seseorang, cara terbaik adalah mengetahui kehendak orang tersebut. Namun, seseorang dapat membuat pertimbangan berdasarkan alasan- alasan yang sama sekali berbeda (tidak selalu berdasarkan kehendak). Konsep penting dalam teori ini adalah fokus perhatian (salience), yaitu mempertimbangkan sesuatu yang dianggap penting. Kehendak (intetion) ditentukan oleh sikap dan norma subyektif.

Ajzen yang mengatakan bahwa sikap mempengaruhi perilaku lewat suatu proses pengambilan keputusan yang teliti dan beralasan dan dampaknya terbatas hanya pada tiga hal, yaitu:

(32)

a. Perilaku tidak banyak ditentukan oleh sikap umum tapi oleh sikap yang spesifik terhadap sesuatu.

b. Perilaku dipengaruhi tidak hanya oleh sikap tapi juga oleh norma-norma objektif (subjective norms) yaitu keyakinan kita mengenai apa yang orang lain inginkan agar kita perbuat.

c. Sikap terhadap suatu perilaku bersama norma- norma subjektif membentuk suatu intensi atau niat berperilaku tertentu.

Teori perilaku beralasan diperluas dan dimodifikasi oleh Ajzen dalam Jogiyanto dan dinamai Teori Perilaku Terencana (theory of planned behavior).

Theory of Planned Behavior TPB yang merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action TRA. Jogiyanto Mengembangkan teori ini dengan menambahkan konstruk yang belum ada di TRA. Konstruk ini di sebut dengan kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control).

3. Pengertian Bank

Dalam UU No. 21 Tahun 2008 mengenai Perbankan Syariah mengemukakan pengertian Perbankan syariah dan pengertian Bank Syariah.

Perbankan Syariah yaitu segala sesuatu yang menyangkut bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, mencakup kegiatan usaha, serta tata cara dan proses di dalam melaksanakan kegiatan usahanya.27

Bank syariah merupakan bank bank yang kegiatannya mengacu pada hukum islam dan dalam kegiatannya tidak membedakan bunga maupun tidak

27Undang-undang No. 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah

(33)

membayar bunga. Imbalan Bank Syariah yang di terima maupun yang dibayarkan pada nasabah tergantung dari akad dan perjanjian yang dilakukan oleh pihak nasabah dan pihak bank. Perjanjian (akad) yang terdapat di perbankan syariah harus tunduk pada syarat dan rukun akad sebagaimana diatur dalam syariat islam.

Bank umum menurut Undang-Undang No.10 tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang No.7 tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangkameningkatkan taraf hidup rakyat banyak di Indonesia menurut jenisnya Bank Umum dan Bank Perkeditan Rakyat.

Sedangkan menurut Muhammad, Bank Syariah adalah bank yang aktivitas nya meninggalkan masalah riba. Bank Islam atau Bank Syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank Islam atau biasa disebut bank tanpa bunga adalah lembaga keuangan atau perbankan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Berdasarkan pengertian tersebut, Bank Islam berarti Bank yang tata cara bermu’amalat secara Islam yakni mengacuh kepada ketentuan Al-qur’an dan Hadits. Atau dengan kata lain Bank Islam adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syariat Islam. Bank adalah sebuah lembaga perantara antara pihak yang

(34)

surplus dana dengan pihak yang minus dana. Bank syariah memiliki keistimewaan yang membuatnya berbeda dengan Bank Konvensional.

Antonio dan Perwataatmadja membedakan antara bank Islam dan bank yang beroperasi dengan prinsip syariah Islam. Bank Islam adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam dan bank yang tatacara beroperasinya mengacu kepada ketentuan Al-quran dan Hadist. Sementara bank yang beroperasi sesuai prinsip syariah Islam adalah bank yang dalam beroperasinya itu mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.

Berdasarkan pengertian di atas, bermuamalat secara Islam itu adalah terbebas dari hal yang berkaitan dengan pelarangan praktik riba (bunga), kegiatan maisir (spekulasi), gharar (ketidak jelasan), dan terbebas dari perkara yang tidak sah (bathil). Allah swt berfirman dalam QS an-Nisa’/4: 29,

َيا أَُّي هَ

ا اَلّ ِذ ي هَ

آ َمىُ

ى ا لَا تَ

ْأ كُل ى اأَ

مَْى اَل ُك مْ

بَ

يَْىُك مْ

بِ

اْلَب ا ِط لِ

إِ

لَّا أَ

نْ

تَُك ى نَ

تِ

َج ا َر ًة عَ

هْ

َر ِح يمً

ا مْ كُ ِب َن ا كَ هَ لَّل ا نَّ ۚ ِإ مْ س َكُ فُ أَوْ ا ى تُل قْ تَ لَا َو ۚ مْ كُ ىْ مِ ٍض ا تََز

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka samasuka di antara kamu.

Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.28

Perbedaan antara Bank Syariah dan Bank Konvensional.29

28Q.S.Annisa (4):29

29Muhammad Syafie Antonio,Bank Syariah:Dari teori dan Praktik,(Jakarta,Gema Insani,2001).hlm.34.

(35)

30Muhammad, Manajemen Bank Syariah (Yogyakarta: AMPYKPN, 2002), hlm. 7.

Tabel 1

BANK SYARIAH BANK KONVENSIONAL

1) Investasi Halal

2) Berdasarkan prinsip bagi hasil,jual beli atau sewa 3) Profit dan falah oriented 4) Hubungan dengan nasabah

dalam bentuk hubungan kemitraan

5) Penghimpuan dan penyuluran dana harus sesuai dengan fatwa Majlis Penasihat Syariah (MPS)

1) Investasi Halal dan Haram 2) Memakai perangkat bunga 3) Profit Oriented

4) Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan debitur-kreditur

5) Tidak terdapat Dewan sejenis.

4. Landasan Hukum

Bank syariah adalah bank yang aktivitasnya meninggalkan masalah riba, bank Islam atau bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank islam atau biasa disebut bank tanpa bunga merupakan lembaga keuangan atau perbankan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoprasiannya disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam.30

(36)

31Q.S.Annisa (4):29

1) Al-Quran

يَا أَُّي هَ

ا اَلّذ

ِي هَ

آ مَىُ

ى ا َل ا تَْأ ُكُل ى اأَْم

َى الَ

كُ

مْ

بَ

يْىَُك ْم بِ

الَْب ا ِط لِ

إِ

لَّا أَ

نْ

تَُك ى نَ

تِ

َج ا َر ةً

َن ِب ُك مْ

رَ

حِ

يًما ا كَ لَّل َه ا نَّ ۚ ِإ مْ ُك َس أَ ْو ُف ا ى تُلُ قْ تَ لَا وَ ۚ كُْم ىْ مِ ض ٍ ا تََز ْه عَ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.31

Ayat di atas menerangkan bahwa Islam membenarkan adanya jual beli.

Begitupun dalam prakteknya, jual beli manusia tidak boleh menzhalimi sesama manusia dengan cara memakan harta secara bathil. Kecuali jual beli tersebut dilaksanakan dengan merelakan antara keduanya baik secara lahir maupun bathin.

As-Syafi’i mengatakan semua jenis jual beli yang dilakukan secara suka sama suka dari kedua belah pihak hukumnya boleh, selain jual beli yang diharamkan Rasulullah. Dengan demikian, apa yang dilarang oleh Rasulullah secara otomatis diharamkan dan masuk dalam makna ynag dilarang. Diperkuat Sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

2) Al-Hadits

Pembenaran akan pembolehan jual beli juga didukung oleh Hadits di bawah ini:

(37)

Menetapkan di muka tambahan atas utang yang bukan atas prakarsa yang mempunyai utang secara sukarela. Seperti yang disabdakan Rasulullah; “

Artinya:

“Setiap piutang yang mendatangkan kemanfaatan (keuntungan), maka itu adalah riba.” (HR. Al-Baihaqi)32

Berdasarkan hadits ini, manurut Taqiyuddin an-Nabhani menyatakan bahwa pinjaman yang memunculkan suatu manfaat atau mengambil laba untuk kepentingan pribadi, maka hukumnya haram. Adapun jika peminjam member hadiah sebagai ucapan terima kasih atas apa yang ia pinjam maka tidak haram.7

5. Macam-macam Teori a. Teori Bunga

Teori Bunga muncul sejak manusia mulai melakukan pemikiran ekonomian.Secara leksikal, bunga sebagai terjemahan dari kata Interest. Bunga adalah tanggungan pada pinjamkan. Secara umum, perkembangan teori bunga dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua),yaitu Teori Bunga Murni dan Teori Bunga Moneter. Mengutip dalam bukunya Muhammad Syafi’i Antonio yang berjudul

“Bank Syariah” Adam Smith dan Ricardo memandang bunga sebagai kompensasiyang dibayarkan oleh penghutang kepada pemilik uang sebagai jasa atas keuntungan yang diperoleh dari uang pinjaman.

32 M. Sholahuddin dan Lukman Hakim, Lembaga Ekonomi dan Keuangan Syariah Kontemporer, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2008), hlm. 30

(38)

33Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab,Psikologi Suatu Pengantar(Dalam Perspektif Islam),(Jakarta:Prenada Media,2004).hlm. 263.

b. Teori Minat

Merupakan kesukaan (kecenderuan hati) kepada sesuatu. Abdul Rahman Shaleh dan Abdul Wahab mendefinisikan minat itu dapat diartikan suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian kepada orang dan bertindak terhadap orang, aktivitas atausituasi yang menjadi objek dari minat itu tersebut dengan disertai dengan perasaan senang.33

Sedangkan Menurut Andi Mappiare definisi minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri satu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan-kecenderuangan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya minat, secara garis besar dikelompokan menjadi dua yaitu :

1. Dari dalam diri individu yang bersangkutan (Misal: bobot, umur, jenis,kelamin, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian).

2. Berasal dari luar mengcakup lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadi minatMenurut Crow and Crow yang dikutip dalam bukunya Abdul Rahman Saleh berpendapat ada tiga faktor yang menjadi timbulnya minat,yaitu :

 Dorongan dari dalam diri individu, misal dorongan makan,rasa ingin tahu.

(39)

34Slameto,Belajar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya,(Jakarta:PT RINEKACIPTA,2010),hlm.180

 Motif sosial, dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu.

 Faktor emosional, minat mempunyai hubungan yang erat dengan emosi.34

c. Teori Bagi Hasil (Profit Sharing)

Bagi hasil menurut terminilogi asing (Inggris) dikenal dengan profit sharing. Profit sharing dalam kamus ekonomi diartikan sebagai pembagian laba.

Secara definifit profit sharing diartikan:” Distribusi beberapa bagian dari laba pada para pegawai dari suatu perusahaan”. Secara syari’ah prinsip bagi hasil (profit sharing) berdasarkan pada kaidah Mudharabah. Dimana bank akan bertindak sebagai Mudharib (Pengelola dana) sementara penabung sebagai Shahibul Mal (Penyandang dana).Secara mendasar persoalan perbedaan bunga dengan bagi hasil dapat dikaji dari berbagai sisi, sebagaimana tertara seperti berikut.

Perbedaan Sistem Bunga dan Sistem Bagi Hasil.

Tabel 2

Sistem Bunga Sistem Bagi Hasil

Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung.

Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan utnung atau rugi.

Besarnya persentase berdasarkan pada Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan

(40)

jumlah uang (modal)yang dipinjamkan. pada jumlah keuntungan yang diperoleh.

Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi.

Bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan.Apabila usaha merugi,kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.

Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedangan booming.

Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapat.

Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam)oleh semua agama termasuk Islam.

Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil.

Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain:

1. Produk Syariah

a. Layanan Application Programming Interface (API) Bisnis BSM

API Bisnis BSM adalah aplikasi penghubung (dari server BSM ke server nasabah) yang dimiliki oleh BSM dan dapat digunakan oleh nasabah untuk mengembangkan dan membangun perangkat lunak sistem operasi tertentu untuk kebutuhan operasional bisnis nasabah.

(41)

Manfaat:

1) API Bisnis BSM memberikan kesempatan kepada para pelaku Fintech ataupun e-commerce untuk dapat terkoneksi dengan layanan dan sistem transaksi perbankan BSM.

2) API Bisnis BSM memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi karena sudah terintegrasi dengan sistem layanan perbankan BSM.35

b. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)

QRIS adalah standar QR Code pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) untuk digunakan dalam memfasilitasi pembayaran di Indonesia.

Manfaat:

1. Memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada nasabah pengguna mandiri syariah mobile dalam bertransaksi menggunakan mandiri syariah QR dengan cepat, mudah, dan aman.

2. Transaksi tarik tunai di mesin ATM Mandiri Syariah dapat dilakukan tanpa menggunakan kartu Mandiri Syariah Debit.

3. Transaksi menjadi cepat, sistematis, dan otomatis.

4. Tidak memerlukan uang kembalian.36 c. Electronic Data Capture (EDC)

35https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/bsm-a diakses pada tanggal 15 Juni 2020

36https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/bsm-qrisdi akses pada tanggal 15 Juni 2020

(42)

Layanan EDC adalah layanan melalui seperangkat mesin EDC yang ditempatkan di Branch Office dengan menggunakan kartu yang diterbitkan oleh Bank atau lembaga penerbit kartu lainnya dengan menggunakan metode nomor PIN kartu (PIN-based).37

d. Mandiri Syariah ATM Setor Tarik

Mandiri Syariah ATM Setor Tarik merupakan salah satu jenis ATM untuk transaksi setor tunai, transaksi tarik tunai, transaksi transfer antar bank serta transaksi pembayaran/pembelian bagi semua Nasabah Bank Syariah Mandiri yang mempunyai rekening tabungan.38

e. Mandiri Syariah Debit

Mandiri Syariah Debit Standar Nasional (GPN) adalah Produk kartu berteknologi chip yang diterbitkan oleh Bank Syariah Mandiri dan terhubung dengan jaringan domestik serta memiliki fungsi utama sebagai kartu ATM dan kartu Debit yang dapat digunakan di seluruh mesin ATM / EDC domestik.39

f. Mandiri Syariah Debit Co Branding

Produk Mandiri Syariah Debit Co-Branding adalah produk kartu yang diterbitkan bekerjasama dengan pihak ketiga seperti perusahaan,

38https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/mandiri-syariah-atm- setor-tarik di akses pada Tanggal 15 Juni 2020

39https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/mandiri-syariah-debit di akses pada Tanggal 15 Juni 2020

(43)

akses pada Tanggal 17 Juni 2020

yayasan,organisasi, lembaga pendidikan dan institusi lainnya, kartu memiliki dwifungsi yaitu sebagai alat transaksi melalui ATM/EDC dan kartu identitas.40

g. BSM Sentra Bayar

BSM Sentra Bayar merupakan layanan bank dalam menerima pembayaran tagihan pelanggan.41

h. Mandiri Syariah Mobile (MSM)

Mandiri Syariah Mobile (MSM) adalah layanan melalui saluran distribusi elektronik Bank untuk mengakses rekening yang dimiliki nasabah di Bank melalui jaringan komunikasi dengan sarana telepon seluler atau komputer tablet.42

i. Internet Banking

Internet Banking adalah layanan melalui saluran distribusi Bank untuk mengakses rekening yang dimiliki Nasabah perorangan maupun Perusahaan melalui jaringan internet dengan menggunakan perangkat lunak browser pada komputer atau perangkat lainnya yang dimungkinkan untuk mengakses internet.43

j. Pembayaran Melalui Menu Pemindahbukuan Di ATM (PPBA)

Layanan pembayaran institusi (lembaga pendidikan, asuransi, lembaga khusus, lembaga keuangan non bank) melalui menu pemindahbukuan di ATM.

Akad yang digunakan adalah wakalah wal ujrah. Akad wakalah wal ujrah adalah akad yang memberikan kewenangan bagi bank untuk mewakili nasabah dalam

40https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/mandiri-syariah-debit- co-branding di akses pada Tanggal 15 Juni 2020

41https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/bsm-sentra-bayar di akses pada Tanggal 15 Juni 2020

42https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/mandiri-syariah- mobile di akses pada Tanggal 17 Juni 2020

43https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/internet-banking di

(44)

akses pada Tanggal 17 Juni 2020

melakukan pembayaran tagihan-tagihannya. Atas jasanya, bank diberikan upah (yang disebut Ujrah).44

k. BSM Jual Beli Valas

Pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing atau mata uang asing dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri dengan nasabah.45

l. Transfer Uang Tunai.

Manfaatkan layanan BSM Transfer Uang Tunai untuk mengirim uang tunai kepada sanak saudara atau rekan bisnis Anda di seluruh pelosok negeri tercinta dengan mudah dan aman. Uang tetap dapat dikirim meskipun di lokasi tersebut belum tersedia layanan perbankan.46

F. Tinjauan Pustaka

Penelitian ini mengkaji tentang Faktor Penyebab Kurangnya Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Di Kantor Cabang Bank Syariah MandiriTelanaipura Kota Jambi. Setelah dicari peneliti menemukan yang mendekati penjelasan mengenai penelitian ini yaitu :

Iis Maryani dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Dalam Memilih Bank Syari’ah Mandiri untuk menguji kuesioner. Dari hasil penelitian pelayanan merupakan faktor

44https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/ppba di akses pada Tanggal 17 Juni 2020

45https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/bsm-jual-beli-valas di akses pada Tanggal 17 Juni 2020

46https://www.mandirisyariah.co.id/consumer-banking/jasa-produk/transfer-uang-tunai di

(45)

dominan yang mempengaruhi keputusan nasabah dalam memilih bank syari’ah.

Dan penelitian ini mendekati penjelasan peneliti, namun skripsi yang di tulis oleh Iis Maryani lebih kepada penelitian Kuantitatif sedangkan peneliti lebih kepada penelitian Kualitatif47

Skripsi kedua disusun oleh Dodik Siswantoro membahas mengenai

“Analisis Perserpsi Pengaruh Pendapatan Bank Syari’ah Terhadap Bagi Hasil Tabungan Mudharabah Pada Bank Syari’ah”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian asosiatif dengan statistic non parametris menggunakan analisa korelasi. Dan dari skripsi ketiga yaitu skripsi Hendi Irawan dengan judul

“Analisis Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Dalam Memutuskan Menabung Di Bank Syariah Mandiri Cabang Malang” Hendi Irawan mengangkat tentang minat menabung masyarakat yang di tinjau dari faktor minat (pisikologis dan rasionalis) yang terdiri dari variabel motivasi, belajar, sikap, presepsi dan tingkat keuntungan nisbah dan perhitungan bisnis.

Dari ketiga skripsi diatas maka peneliti lebih mengkaji tentang skrpsi Hendri Irawan karena penyusunan skrpsi ini lebih mengkaji tentang faktor dan minat nasabah untuk menabung di Bank Syariah yang sesuai dengan kajian yang akan dibahas oleh peneliti.Dengan demikian maka terdapat kesesuaian persepsi

47Iis Maryani,Analisis Faktor-Faktor yang Menpengaruhi Keputusan Nasabah dalam Memilih Bank Syari’ah Mandiri,(Semarang:Sripsi UNDIP Manajemen ,2005)hlm.1.

(46)

pengaruh pendapatan bank syari’ah terhadap bagi hasil tabungan Mudharabah yang signifikan pada Bank Syari’ah. 48

48DodikSiswantoro,

Syari’ahTerhadapBagiHasil AnalisisPersrpsiPengaruhPendapatan Tabungan MudharabahPada Bank Syari’ah

Bank

“A”,(Jurnal Skripsi)2004,hlm 1.

(47)

BAB II

METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah suatu proses penelitian atau pemahaman yang mendasarkan metodologi yang menyelidiki suatu Fenomena Sosial dan masalah Manusia. Selain itu penelitian juga merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan suatu kebenaran.

A. Jenis Dan Sifat Penelitian

1. Jenis Penelitian

Dilihat dari jenis penelitiannya, penelitian ini termasuk jenis penelitian field research (penelitian lapangan). Kartini Kartono mengemukakan bahwa

“Penelitian lapangan (field research) pada hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara khusus dan realistis apa yang tengah terjadi pada suatu saat di tengah masyarakat.” Berdasarkan definisi di atas dapat dipahami bahwa penelitian ini adalah penelitian lapangan dimana peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari tentang “Faktor Penyebab Kurangnya Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Di Kantor Cabang Bank Syariah Mandiri Telanaipura Kota Jambi”

2. Sifat Penelitian

Sifat penelitian yang peneliti gunakan adalah deskriptif kualitatif.

Menurut Michael Quinn Patton, deskriptif kualitatif adalah adalah laporan evaluasi berdasarkan metode kualitatif akan mencakup sejumlah besar deskripsi murni tentang pengalaman orang. Deskripsi ditulis dalam bentuk naratif untuk menyajikan gambar yang menyeluruh tentang apa yang telah terjadi dalam

35

(48)

kegiatan atau peristiwa yangdilaporkan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti memaparkan data hasil penelitian di lapangan tentang Faktor Penyebab Kurangnya Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Di Kantor Cabang Bank Syariah Mandiri Telanaipura Kota Jambi.

B. Sumber Data

Menurut Muhammad, data adalah segala informasi yang dijadikan dan diolah untuk suatu kegiatan penelitian sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian peneliti menggunakan dua sumber data, yaitu:

1. Sumber data primer

Sumber data primer yaitu sumber yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini, maka diperoleh sumber data primer dari Direktur Bank Syariah Mandiri. Sumber data primer didapat dari:

a. Populasi

Populasi adalah sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal yang membentukmasalah pokok dalam suatu penelitian. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura dari semua profesi (PNS, pedagang, petani, honorer, dan wirausaha dan lainnya).

(49)

b. Sampel

Untuk mewakili populasi yang telah ditetapkan diperlukan sampel sebagai cerminan guna menggambarkan keadaan populasi dan lebih mudah dalam melaksanakan penelitian. Sampel adalah proses menarik sebagian subjek, gejala, atau objek yang ada di populasi. Adapun sampel dari penelitian ini yaitu masyarakat Telanaipura dengan profesi PNS, honorer, dan wirausaha.

2. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah bahan-bahan atau data yang menjadi pelengkap dari sumber data primer. Data sekunder yang didapat oleh peneliti adalah dari buku-buku ilmiah yang ada kaitannya dengan penelitian.

C. Lokasi Dan WaktuPenelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Telanaipura yang memiliki 6 Kelurahan. Telanaipura Jambi pada tanggal 23 Juni 2020-23 September 2020 dan berfokus pada objek penelitian yakni masyarakat di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kelurahan Buluran Kenali, Kelurahan Teluk Kenali, Keluruhan Telanaipura, Kelurahan Penyengat Rendah, Kelurahan Pematang Sulun. Kecamatan Telanaipura Kota Jambi.

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah informasi yang didapat melalui ukuran-ukuran tertentu untuk digunakan sebagai landasan dalam menyusun argumentasi logis menjadi fakta. Pengumpulan data dilakukan untukmemperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.

(50)

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian yaitu gabungan penelitian kepustakaan dan lapangan. Melalui penelitian kepustakaan data dikumpulkan dari bahan tertulis yang ada hubungannya dengan judul peneliti. Dalam penelitian lapangan, digunakan metode penelitian sebagai berikut:

1. Metode Interview atau Wawancara

Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan antara dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan.Wawancara juga bermakna suatu bentuk komunikasi yang verbal yang bertujuan untuk memperoleh informasi.

Wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara semi terstruktur.

Pada wawancara semi terstruktur, mula-mula interview menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut, dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam.

2. Metode Dokumetasi

Metode Dokumentasi adalah pengumpulan data yang bersumber dari tulisan atau dokumen. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini sumber datanya adalah informasi yang di berikan oleh pihak Bank berupa data melalui website dan data nasabah pertriwulan yang di berikan sacar online melalui website resmi BSM dengan Faktor Penyebab Kurangnya Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Di Kantor Cabang Bank Syariah Mandiri Telanaipura Kota Jambi.

Referensi

Dokumen terkait