• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Perilaku Konsumen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TINJAUAN PUSTAKA Perilaku Perilaku Konsumen"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TINJAUAN PUSTAKA

Perilaku

Perilaku menunjukkan tindakan atau reaksi sebuah objek atau organisme, biasanya dalam kaitannya dengan lingkungan. Perilaku bisa dilakukan secara sadar atau tidak sadar, secara jelas atau samar-samar, secara sukarela atau terpaksa (Hadi 2006). Tingkat penerimaan sebuah perilaku dievaluasi menurut norma sosial dan diatur melalui beberapa macam kontrol sosial. Menurut Davis &

Newstorm (1996) diacu dalam Hadi (2006), perilaku pada dasarnya berorientasi pada tujuan, yaitu perilaku seseorang umumnya dimotivasi oleh keinginan mendapatkan sesuatu. Satuan utama dari perilaku adalah aktivitas seseorang.

Davis & Newstorm menjelaskan bahwa penyebab akan perilaku dapat berkaitan dengan kebutuhan seseorang dan/atau konsekuensi atas suatu tindakan. Dalam hal kebutuhan, individu tidak termotivasi oleh hal-hal yang dianggap orang lain sebagai hal yang harus ia miliki, tetapi ia termotivasi oleh hal-hal yang diinginkannya.

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan kegiatan yang berhubungan dengan mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk (barang dan jasa), termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Perilaku konsumen memiliki beberapa kepentingan bagi mereka yang berkeinginan mempengaruhi atau mengubah suatu perilaku, termasuk kepentingan pemasaran, pendidikan dan perlindungan konsumen, serta peraturan mengenai konsumen (Engel, Blackwell dan Winiard 1994). Sumarwan (2004) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai keseluruhan tindakan atau kegiatan konsumen ketika sebelum membeli, saat membeli, menggunakan produk, menghabiskan produk (barang dan jasa) dan mengevaluasi produk.

Perilaku konsumen ini penting untuk dipelajari untuk kepentingan kepentingan antara lain kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen (perusahaan), pendidikan dan perlindungan bagi konsumen, serta bagi pembentukan akan peraturan dan UU perlindungan konsumen. Schiffman dan Kanuk (1994) mendefinisikan perilaku konsumen merupakan perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi serta menempatkan produk dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan mereka.

(2)

Sedangkan Kotler (2003) menyebutkan perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, personal dan psikologi.

Motivasi

Motivasi merupakan bentuk perilaku yang diarahkan pada tujuan pokok tertentu. Motivasi dapat diukur berdasarkan perbedaan perilaku dan kepentingan seseorang (Bernard, Mills, Swenson & Walsh 2006). Menurut Widjaja (2009) motivasi adalah dorongan individu dalam berperilaku dan berbelanja jasa untuk pemenuhan kebutuhan termasuk kebutuhan psikologisnya. Menurut Robbin &

Judge (2007) motivasi merupakan hasil interaksi antara individu dengan situasi dimana tingkat motivasi berbeda-beda antara setiap individu serta antara individu dengan situasi. Tiga elemen utama definisi motivasi menurut Robin & Judge adalah arah (upaya yang diarahkan ke suatu kondisi yang menguntungkan organisasi), intensitas (seberapa giat seseorang berusaha) dan ketekunan (seberapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya). Sedangkan menurut Simamora (2008) motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan seseorang untuk mengejar kepuasan. Dalam bukunya Simamora memaparkan dua teori motivasi Freud dan Maslow. Sigmund Freud menyatakan bahwa motivasi merupakan kekuatan psikologis nyata yang membentuk perilaku dan seseorang tidak dapat memahami motivasi tersebut secara pasti. Sedangkan Abraham Maslow menyatakan bahwa motivasi seseorang dapat dihubungkan dengan kebutuhannya (Simamora 2008).

Kebutuhan

Kebutuhan tidak terlepas dari motivasi. Motivasi diperlukan untuk mendorong seseorang mencapai kebutuhannya. Maslow mengemukakan bahwa kebutuhan manusia tersusun secara berjenjang dimana kebutuhan yang paling penting dipenuhi terlebih dahulu baru kemudian kebutuhan berikutnya (Simamora 2009). Berdasarkan urutan kepentingannya, jenjang kebutuhan Maslow adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri (Simamora 2009).

Teori kebutuhan McClelland berfokus pada kebutuhan akan pencapaian, kekuatan dan hubungan (Robin & Judge 2007). Kebutuhan pencapaian (need for achievement) terkait dengan dorongan untuk melebihi dan mencapai standar- standar dalam hidup serta berusaha untuk berhasil dan sukses. Seseorang yang

(3)

memiliki kebutuhan ini akan senang menentukan tujuan-tujuan tertentu yang mengharuskannya berjuang untuk berhasil mencapai tujuan tersebut. Kebutuhan kekuatan (need for power) merupakan kebutuhan untuk memiliki pengaruh dan mengendalikan orang lain dalam berperilaku. Seseorang dengan tingkat kebutuhan kekuatan yang tinggi akan berusaha untuk mempengaruhi orang lain.

Sedangkan kebutuhan hubungan (need for affiliation) merupakan kebutuhan untuk menjalin hubungan yang ramah dan akrab dengan orang lain dimana seseorang lebih menyukai situasi kooperatif daripada situasi kompetitif.

Pola Penggunaan Internet

Perilaku dalam menggunakan internet dapat ditunjukkan dari aspek yang mendukungnya. Djohari membagi aspek-aspek tersebut menjadi tiga, yaitu motif yang menjadi latar belakang penggunaan, durasi penggunaan dan frekuensi penggunaan (Andina 2006).

Motif Penggunaan Internet

Motif seseorang dalam menggunakan internet dibagi menjadi tiga yaitu motif hiburan, sosial dan pengetahuan (Andina 2006). Motif hiburan memungkinkan pengguna untuk mencari kesenangannya di dunia maya misalnya mendengarkan musik dan melihat cuplikan (trailer) film layar lebar.

Motif sosial mengacu pada hubungan sosial. Pengguna dapat mengembangkan pergaulannya tidak hanya dalam satu negara, bahkan di seluruh dunia dengan menggunakan fasilitas e-mail dan chatting di internet. Menurut Hall & Parsons (2001), individu menjadi kecanduan internet lebih kepada alasan sosial daripada intelektual. Sedangkan motif pengetahuan mengacu pada kegiatan mencari informasi untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan yang diinginkan/dibutuhkan pengguna. Menurut Febrian (2001) dengan adanya search engine (alat pencari halaman web) pengguna dapat mencari berbagai informasi di halaman web manapun.

Internet digunakan tidak hanya sekedar mencari informasi dan ilmu pengetahuan. Seseorang dapat menggunakan internet untuk mengkonsumsi produk barang atau jasa maupun untuk kepentingan sosial. Cheung & Lee (2005) mengatakan bahwa internet telah menguasai konsumen dalam berperilaku. Konsumen dapat mencari suatu merek ataupun produk baru dengan cepat melalui internet. Bahkan Cheung & Lee menyebutkan bahwa konsumen

(4)

yang sangat puas dalam berbelanja online, 80 persen di antaranya akan berbelanja kembali dalam dua bulan dan 90 persen di antaranya akan merekomendasikan penjual online tersebut pada orang lain. Teknologi informasi baru, khususnya web, telah membantu konsumen mengurangi waktu dan biaya dalam pencarian informasi, produk atau jasa (Guest 2002).

Durasi

Miyazaki and Fernandez (2001) menggunakan salah satu experiential elements ini untuk mengevaluasi perilaku berbelanja online pada penelitiannya di Amerika. Durasi penggunaan internet mengacu pada lamanya seseorang menggunakan internet. Durasi diduga juga dipengaruhi oleh motif seseorang dalam menggunakan internet, jaringan hubungan internet (internet network), dan biaya penggunaan internet. Motif mengacu pada tujuan mengakses internet.

Apabila motif terpenuhi, maka durasi penggunaan internet pun akan lebih lama.

Jaringan internet mengacu pada lamanya proses pada internet untuk mengakses informasi yang diinginkan/dibutuhkan pengguna. Dalam hal biaya, penggunaan internet di rumah atau di warung internet (warnet) memerlukan biaya yang tidak sedikit. Semakin besar durasi penggunaan, maka semakin besar pula biaya penggunaan internet (Andina 2006).

Frekuensi

Salah satu variabel yang mempengaruhi akses internet adalah frekuensi (Stylianou & Jackson 2007). Frekuensi mengacu pada pengertian seberapa sering atau berapa kali seseorang menggunakan internet. Frekuensi terkait dengan penggunaan internet dalam suatu periode tertentu. Tidak begitu berbeda dengan durasi, frekuensi pun juga diduga dipengaruhi oleh motif menggunakan internet, jaringan hubungan internet dan biaya penggunaan internet. Seperti halnya durasi, frekuensi juga merupakan experiental elements dalam penggunaan internet (Miyazaki and Fernandez 2001).

Internet

Secara harfiah, kata ‘internet’ adalah kependekan dari ‘interconnected- networking’ yang berarti rangkaian komputer yang terhubung dalam beberapa rangkaian dan menggunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) sebagai protokol pertukaran paketnya. Protokol lain yang sering

(5)

digunakan adalah UDP (User Datagram Protocol), DNS (Domain Name System), PPP (Point-to-Point Protocol), ICMP (Internet Control Message Protocol), POP3 (Post Office Protocol version 3), IMAP (Internet Message Access Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), HTTP (Hypertext Transfer Protocol), HTTPS (Hypertext Transfer Protocol – Save version), SSH (Secure Shell), Telnet (Telecommunication network), FTP (File Transfer Protocol), LDAP (Lightweight Directory Access Protocol), SSL (Secure Socket Layer) dan SLIP. Beberapa layanan yang menggunakan protokol-protokol tersebut adalah e-mail (surat elektronik), Usenet, Newsgroup, File Sharing, WWW, Ghoper, Session Access, WAIS, finger, IRC (Internet Relay Chat), MUD dan MUSH. E-mail dan WWW merupakan layanan yang paling sering digunakan (www.id.wikipedia.org).

Bentuk akses internet yang umumnya digunakan adalah dial-up dan Broadband. Dial-up merupakan cara mengakses internet dengan menggunakan jalur telepon. Broadband merupakan cara mengakses internet dengan menggunakan transmisi data kecepatan tinggi. Ada dua macam Broadband, yaitu DLS (Digital Subscriber Line) dan kabel modem. DLS adalah satu set perangkat yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel dari jaringan telepon setempat dan memiliki kecepatan download dari 128 kbit/d sampai 24000kbit/d.

Sedangkan kabel modem mampu mentransfer 512 kbps (www.id.wikipedia.org).

Pengguna internet sudah meluas di dunia. Tak sedikit orang telah menggunakan internet untuk berbagai keperluan seperti mencari informasi, memasang iklan, atau pun bisnis online yang marak belakangan ini. Berdasarkan data NUA Survey, jumlah pengguna internet dunia pada bulan Februari 1999 mencapai 153.500.000 orang dan pada awal tahun 2000 mencapai 248.600.000 pengguna (Febrian 2001).

Tabel 1 Jumlah pengguna internet dunia tahun 2000 dan 2009 Wilayah Desember 2000

(orang)

September 2009 (orang)

Peningkatan (%)

Australia 7.620.480 20.970.490 175,2 Afrika 4.514.400 67.371.700 1.392,4 Asia 114.304.000 738.257.230 545,9 Eropa 105.096.093 418.029.796 297,8 Timur Tengah 3.284.800 57.425.046 1.648,2

Amerika Utara 108.096.800 252.908.000 134,0 Amerika Latin 18.068.919 179.031.479 890,8 Seluruh Dunia 360.985.492 1.733.993.741 380,3 Sumber : //www.internetworldstats.com/stats.htm

(6)

Penduduk Asia juga banyak yang menggunakan internet. Negara-negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Malaysia dan Brunei Darrusalam telah mencapai 40 pengguna internet per 100 penduduk (www.tikometer.co.id). Pada tahun 2007, sebanyak 155 juta pengguna internet di Cina mengandalkan web untuk membaca berita (www.bbc.co.uk). Pengguna internet terbesar di Asia berada di negara Cina dan pertumbuhan yang paling besar ditempati oleh negara Afganistan. Indonesia sendiri masih berada di bawah Korea Selatan, India dan Jepang (www.internetworldstats.com). Jumlah pengguna internet di beberapa negara di Asia dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Jumlah pengguna internet Asia tahun 2000 dan 2009

Wilayah Desember 2000

(orang)

September 2009 (orang)

Peningkatan (%)

Afganistan 1.000 500.000 49.900,0 Cina 22.500.000 360.000.000 1.500,0 Hongkong 2.283.000 4.878.713 113,7 India 5.000.000 81.000.000 1.520,0 Indonesia 2.000.000 30.000.000 1.150,0 Jepang 47.080.000 95.979.000 103,9 Korea Selatan 19.040.000 37.475.800 96,8

Malaysia 3.700.000 16.902.600 356,8 Filipina 2.000.000 24.000.000 1.100,0 Singapura 1.200.000 3.370.000 180,8 Taiwan 6.260.000 15.143.000 141,9 Thailand 2.300.000 16.100.000 600,0 Vietnam 200.000 21.963.117 10.881,6

Seluruh Asia 114.304.000 738.257.230 545,9

Sumber : //www.internetworldstats.com/stats.htm

Adapun jumlah pengguna internet di Indonesia berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJIII) sebanyak 1.450.000 orang (Febrian 2001). Shoulen (1999) diacu dalam Hadi (2006) membagi pengguna internet di Indonesia menjadi empat kelompok, yaitu :

1. Sebagian besar pengguna internet berusia antara 25-40 tahun;

2. Sekitar 70 persen pengguna internet adalah kaum pria;

3. Sebagian besar pengguna internet berpendidikan tinggi, minimal menempuh program Strata-1;

4. Pendapatan rata-rata per tahun dari pengguna internet cukup tinggi.

Sebagian besar golongan menengah ke atas yang mendominasi penggunaan internet di Indonesia.

(7)

Dalam penggunaannya, internet menggunakan bahasa Inggris sebagai keterangan petunjuk. Bahasa Inggris pada internet acap kali berbeda dengan bahasa percakapan sehari-hari. Febrian (2001) mengartikan beberapa istilah pada internet. Istilah-istilah tersebut antara lain:

a. Online = terhubung atau terkoneksi. Aktif dan siap untuk melakukan operasi;

dapat berkomunikasi dengan atau dikontrol oleh komputer

b. E-mail = singkatan dari Electronic Mail. Pesan, berupa teks atau gambar yang dikirimkan ke satu alamat ke alamat lain pada jaringan internet

c. Homepage = halaman depan dari sebuah situs web; halaman yang diatur untuk sebuah browser

d. Hosting = layanan untuk penempatan beberapa informasi baik untuk halaman-halaman web, penyimpanan e-mail, database dan lain-lain agar selalu online

e. Browser = perangkat lunak agar dapat mengakses ke berbagai situs web f. Web = sistem di internet yang memungkinkan pengguna untuk menyediakan

berbagai informasi. Informasi tersebut dapat diakses selama 24 jam dan dikelola oleh mesin

g. Surfing = ‘berselancar’ di dunia maya melalui halaman-halaman web dengan menggunakan browser

h. E-commerce = perdagangan di internet; proses perdagangan dan transaksi bisnis di internet

i. Network = jaringan antar komputer yang dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya

j. Account = identifikasi yang didaftarkan ke penyelenggara penyedia jasa akses, atau yang sering dikenal dengan ISP (Internet Service Provider).

Dengan begitu maka pendaftar mendapatkan identitas untuk mengakses internet melalui server yang disediakan.

Penelitian Terdahulu Mengenai Penggunaan Internet

Penelitian yang dilakukan oleh Hadi (2006) dengan judul Perilaku Penggunaan Internet Sebagai Sumber Informasi Peternakan (Kasus pada Mahasiswa S1 Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor) bertujuan untuk mengetahui keterdedahan mahasiswa terhadap internet, mengetahui hubungan karakteristik dan lingkungan komunikasi mahasiswa dengan keterdedahannya terhadap internet serta mengetahui hubungan keterdedahan mahasiswa

(8)

terhadap internet dengan perilaku penggunaannya sebagai sebagai informasi peternakan. Responden dari penelitian ini adalah 89 mahasiswa S1 Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi untuk mengolah data. Uji Chi Square dan Uji Rank Spearman digunakan untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut :

1. Lebih dari separuh (52,8%) responden menghabiskan 2,5 hingga tiga jam setiap akses internet.

2. Lebih dari tiga per empat (87,6%) responden memiliki sikap positif terhadap internet.

3. Adanya hubungan yang nyata antara keterdedahan terhadap internet dengan variabel-variabel seperti lama studi, partisipasi dalam organisasi, pengalaman penggunaan internet dan lingkungan komunikasi.

4. Adanya hubungan yang nyata antara keterdedahan terhadap internet dengan perilaku penggunaan internet sebagai sumber informasi peternakan.

Penelitian yang dilakukan oleh Andina (2006) dengan judul Pola Penggunaan Internet dan Dampaknya Terhadap Remaja (Kasus SMU Negeri 48, Pinang Ranti, Jakarta Timur, DKI Jakarta) bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan internet oleh remaja, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam menggunakan internet dan dampak penggunaan internet pada diri remaja. Responden dari penelitian ini adalah 60 siswa kelas II (30 siswa IPA dan 30 siswa IPS) SMU 48 Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut :

1. Hampir tiga per empat (71,9%) responden menghabiskan satu hingga dua jam dalam mengakses internet.

2. Hampir dua per tiga (62,5%) responden menggunakan internet satu hingga tiga kali dalam sebulan.

3. Hampir dua per tiga (60,9%) responden menggunakan internet dengan motif untuk mendapatkan pengetahuan.

4. Variabel-variabel seperti penghasilan ayah, jarak ke internet, koneksi internet, biaya mengakses internet, dan media masa lain memiliki hubungan nyata dengan durasi (lamanya akses internet).

5. Variabel jenis kelamin memiliki hubungan nyata dengan frekuensi (banyaknya penggunaan internet dalam satu bulan).

(9)

6. Variabel fasilitas warung internet (warnet) memiliki hubungan yang nyata dengan durasi dan frekuensi.

Penelitian yang dilakukan oleh Sarita (2008) dengan judul Pola Penggunaan dan Dampak Internet di Kalangan Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (Kasus pada Mahasiswa Strata-1 Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor) bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan internet oleh mahasiswa, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam menggunakan internet, dan dampak penggunaan internet pada diri mahasiswa.

Responden dari penelitian ini adalah 120 mahasiswa S1 Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor. Hasil penelitian antara lain :

1. Lebih dari dua per tiga (68,3%) responden menggunakan internet dengan motif untuk mencari informasi akademik.

2. Lebih dari separuh (57,0%) responden mendapat dorongan menggunakan internet dari teman.

3. Hampir seluruh (95,0%) responden mendapat dorongan menggunakan internet dari dosen/asisten dosen.

4. Lebih dari separuh (52,5%) responden mengakses internet hanya satu atau dua kali seminggu saat awal semester.

5. Hampir dua per tiga (65,8%) responden tidak mengakses internet saat menghadapi ujian.

6. Hampir separuh (43,3%) responden mengakses internet hanya satu atau dua kali seminggu saat liburan.

7. Lebih dari separuh (59,2%) responden menggunakan warung internet (warnet).

Ketiga penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuisioner oleh responden dan data sekunder yang diperoleh dari beberapa literatur terkait dengan topik penelitian.

Gambar

Tabel 1 Jumlah pengguna internet dunia tahun 2000 dan 2009  Wilayah  Desember 2000  (orang)  September 2009 (orang)  Peningkatan (%)  Australia 7.620.480  20.970.490  175,2  Afrika 4.514.400  67.371.700  1.392,4  Asia 114.304.000  738.257.230  545,9  Eropa

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi atau langkah yang dilkukan untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten samosir.. Adapun metode penelitian ini

Berdasarkan hasil penilaian evaluasi penawaran dan berdasarkan hasil pembuktian kualifikasi paket tersebut diatas, maka Pokja menyatakan SELEKSI GAGAL karena tidak ada calon

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil permohonannya, Pemohon I dan Pemohon II telah menghadirkan 2 (dua) orang saksi di persidangan, kedua saksi tersebut di bawah

[r]

- Pihak lain yang bukan Direktur Utama/Pimpinan Perusahaan atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar, dapat menandatangani Berita

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang

Apabila suatu kata memiliki makna yang hampir sama (mirip) dengan satu atau lebih kata yang lain, maka dapat dikatakan bahwa kata-kata tersebut memiliki hubungan atau relasi

Layanan Konseling Kecakapan Wdup (Life Skiffs) bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Pengertian Konseling Kecakapsn Hidup