HUBUNGAN ILMU SOSIOLOGI ANTROPOLOGI DENGAN ILMU SOSIAL LAINNYA SEBAGAI ILMU BANTU DALAM KEHIDUPAN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah sosiologi antropologi kesehatan Dosen Pengampu : Ari Setyawan S. FII. I, MBA.
DISUSUN OLEH KELOMPOK 2 : Azizah Nur Rodiyah (2105015018) Inayah Nadifah Musdalifah (2105015074)
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA 2021/2022
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya, sehingga tugas pembuatan makalah mata kuliah Sosiologi Antropologi tentang “Hubungan Ilmu Sosiologi Antropologi dengan Ilmu Sosial lainnya sebagai Ilmu Bantu Dalam Kehidupan” dapat terselesaikan tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
Pembuatan makalah ini disusun sebagai salah satu wujud tugas kami dalam menempuh pembelajaran di semester genap ini. Di dalam penyusunan makalah ini kami mengucapkan banyak Terima Kasih atas dukungan moral maupun materi kepada pihak-pihak yang terlibat terutama kepada :
1. Ari Setyawan S. FII. I, MBA. Selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Sosiologi Antropologi
2. Semua pihak yang berperan aktif dalam penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan penulis khususnya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna karena dalam penyusunan kami masih memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk bisa memperbaiki kekurangan dalam makalah ini.
Jakarta, 22 Maret 2022
Penulis
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan ... 2
BAB II ... 3
PEMBAHASAN ... 3
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi ... 3
B. Ruang Lingkup Sosiologi ... 4
C. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Sosial lain ... 5
D. Pengertian dan Ruang Lingkup Antropologi ... 7
E. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Sosial lain ... 8
BAB III ... 11
PENUTUP ... 11
A. Kesimpulan ... 11
B. Saran ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kedinamisan merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat manusia.Kehidupan masyarakat manusia yang dinamis ditandai dengan perubahan- perubahan sosial dan budaya yang secara jelas dapat terlihat melalui berbagai benda hasil budaya dan aktivitas-aktivitas kehidupannya. Perubahan sosial budaya yang dialami manusia dapat dijelaskan sebagai proses penyesuaian hidup manusia dengan konstelasi yang ada, seperti yang ditegaskan oleh Gillin dan Gillin (Soekanto, 1994), perubahan sosial dapat dipandang sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, yang disebabkan baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebutuhan materil, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penumuan baru dalam masyarakat tersebut.
Perubahan yang dialami manusia bukanlah suatu penyimpangan, karena pandangan tersebut adalah suatu mitos yang perlu dihilangkan dari pandangan mengenai perubahan (Lauer, 1993). Setiap perubahan sosial selalu mencakup pula perubahan budaya, dan perubahan budaya akan mencakup juga perubahan sosial.
Sosiatri merupakan ilmu sosial terapan (applied science), yang dalam pengembangannya mengandalkan realita yang terjadi di dalam masyarakat, berkaitan dengan masalah sosial yang perlu diselesaikan (pandangan awal perkembangan) dan penyesuaian kebutuhan dengan sumber daya yang ada (pandangan hasil perkembangan). Realita dalam masyarakat yang terus mengalami perubahan memiliki dimensi perubahan sosial. Sementara itu, secara keilmuan, pengembangan kajian, penelitian, dan teori-teori baru juga dituntut dari sosiatri, baik melalui hasil kerja lapangan (penelitian dan proyek sosiatri), maupun melalui berbagai kegiatan seminar dan diskusi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana hubungan sosiologi dan antropologi dengan ilmu sosial lainnya sebagai ilmu bantu.
2 C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hubungan sosiologi dan antropologi dengan ilmu sosial lainnya sebagai ilmu bantu dalam kehidupan.
3 BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi 1. Pengertian Sosiologi
Secara terminologi sosiologi berasal dari Yunani, yakni kata socius dan logis. Socius yang berarti kawan, berkawan, ataupun bermasyarakat. Sedangkan logos berarti ilmu atau dapat juga berbicara atau pembicaraan. Secara harfiah istilah sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan.
Pengertian ini diperluas menjadi ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia atau masyarakat. (Sutrisno Kutoyo dkk dalam buku Sosiologi untuk SMA Kelas 1. 2004. Hal 2). Berikut adalah beberapa definisi sosiologi menurut Sutrisno Kutoyo dkk dalam buku Sosiologi untuk SMA Kelas 1. 2004. Hal 3 : a. Roucek dan Warren menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok
b. Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari :
a) Hubungan dan pengaruh timbale balik antara aneka macam gejala sosial b) Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala
nonsosial
c) Ciri umum semua jenis gejala sosial
c. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial juga perubahan sosial.
d. Prof. Dr. PJ Bouman ahli sosiologi Belanda dalam bukunya yang berjudul Sociologie Begrippen en problemen, mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu dengan individu) antar individu, dengan kelompok serta sifat dan perubahan-perubahan dalam lembaga-lembaga dan ide-ide sosial. Secara singkat, Sosiologi adalah ilmu tentang kehidupan manusia dalam lingkungan kelompok.
e. Hebert Spencer ahli sosiologi Inggris dalam bukunya Principles Of Society mengemukakan bahwa sosiologi ialah penyelidikan tentang susunan-susunan
4
dan proses-proses kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan. Spencer membagi objek sosiologi menjadi 2 bagian yaitu:
1) Social Staties. Susunan-susunan yang bersifat statis, dan 2) Social Dynamic, proses-proses yang bersifat dinamis
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk didalamnya interaksi manusia dalam suatu kelompok masyarakat secara keseluruhan.
B. Ruang Lingkup Sosiologi
Menurut Syahrial Syarbani dan Rusdiyanto dalam buku Dasar-Dasar Sosiologi. 2009. Hal 6. Ruang lingkup sosiologi adalah sebagai berikut.
1) Perilaku manusia selalu dilihat dalam kaitanya dengan struktur-struktur kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimiliki, dibagi dan ditunjang bersama.
Sosiologi mempelajari perilaku manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunya seperti keluarga, suku bangsa, komunitasdan pemerintahandan berbagai organisasi sosial, agama, politik, bisnis dan sebagainya, ruang lingkup sosiologi sangat luas. Meliputi masyarakat , komunitas, keluarga, perubahan gaya hidup, struktur, mobilitas sosial, gender, interaksi sosial.
Perubahan sosial. Perlawanan sosial, konflik . integrasi dan sebagainya (Veeger, 1985).
2) Sosiologi jelas merupakan ilmu sosial yang objeknya adalah masyarakat.
Focus pembahasanya adalah interaksi manusia yakni pada pengaruh timbal balik di antara dua orang atau lebih dalam perasaan, sikap dan tindakan.
(Hoult. 1969).
3) Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial juga perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur- unsur sosial yang pokok, yakni kaidah-kaidah sosial , lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai kehidupan masyarakat.
5
C. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Sosial lain 1. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Ekonomi
Hubungan ilmu sosiologi dengan Ilmu Ekonomi memiliki hubungan yang erat secara material, seperti gejala-gejala dan proses hubungan dalam masyarakat, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masing-masing individu dan kelompok.
Secara umum, ilmu ekonomi mempelajari tentang interaksi-interaksi sosial mengenai usaha manusia untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya dengan keterbatasan barang dan jasa yang ada, beserta konflik-konflik yang ada.
Contoh hubungan sosiologi dengan ekonomi yaitu dalam bidang produksi dan konsumsi masyarakat. Sementara itu, sosiologi lebih memperdalam pembahasannya dalam hal bagaimana tiap manusia tersebut berinteraksi dan melakukan kerjasama, juga bersaing dalam mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut.
2. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Politik
Hubungan antara Sosiologi dan Politik sangat erat terlebih sebagai disiplin ilmu. Sosiologi adalah disiplin ilmu yang objek kajiannya adalah manusia, baik itu sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok masyarakat. Demikian halnya dengan Politik yang membicarakan perilaku individu pun kelompok juga gejala sosial sebagai akibat interaksi, status juga peran dalam tatanan bermasyarakat.
Meski keduanya membicarakan objek yang sama yakni manusia namun perbedaannya ada pada dimensi atau sudut pandang yang dupergunakan. Jika Sosiologi memahami manusia dalam struktur sosial, lapisan sosial, lembaga sosial, interaksi sosial, perubahan sosial, mobilitas sosial serta modernisasi, maka politik lebih mengkaji mengenai hak dan wewenang manusia, kekuasaan, proses pembuatan suatu keputusan juga konflik yang terjadi di dalamnya.
Meski berbeda dimensi namun hubungan keduanya erat karena politik membutuhkan ilmu sosiologi untuk membantu memahami mengenai manusia dan masyarakat. Karena itulah maka muncul cabang ilmu khusus yang mempelajari sosiologi dan politik. Cabang ilmu tersebut dikenal dengan nama “Sosiopolitik”
yang secara umum membicarakan basis sosial kekuasaan yang ada dalam masyarakat.
6
3. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Hukum
Sosiologi hukum dalam pekembangan zaman pada saat ini tak ubahnya seperti pedang bermata dua. Dimana hal tersebut memiliki keterkaitan satu dengan yang lain apabila salah satu aspek tidak dapat mengimbangi aspek yang lain maka akan berdampak pada yang lain pula. Perkembangan di zaman sekarang antara perkembangan dalam aspek sosiologi serta perkembangan dalam aspek hukumnya pun juga harus mengikuti supaya dapat saling mengimbangi satu dengan yang lain. Apabila kedua aspek tersebut tidak berkembang secara bersamaan maka akan timbul ketidaksinambungan antara aspek sosiologi dan aspek hukumnya. Aspek hukum lebih kearah mengikuti perkembangan terhadap aspek sosiologinya dikarenakan kembali ke fungsi dari hukum itu sendiri yang salah satunya sebagai sarana untuk mengatur sosial.
4. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Psikologi
Fokus perhatiannya Ilmu psikologi adalah pada individu, tingkah laku, kecerdasan dan kesanggupan akal menangkap hal-hal yang bermanfaat untuk dirinya, motivasi, harapan, ingatan dan reaksi gangguan pada jiwa dan lain lain.
Sementara sosiologi juga memperhatikan tentang individu, segala tingkah laku dalam hubungan kemasyarakatan. Manusia yang dimaksud adalah manusia normal yang dapat menggerakan struktur sosial yang diterima oleh masyarakat.
Menimbulkan perubahan dalam masyarakat baik akibat konflik atau kooperasi.
5. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Agama
Sosiologi agama adalah cabang ilmu sosiologi yang mempelajari peran, sejarah, perkembangan dan tema universal dari agama di dalam masyarakat.
Dalam sosiologi agama, nilai kebenaran filsafat serta dogma dalam teologi tidak dijadikan sebagai bahan kajian. Sosiologi agama mengkaji tentang kehidupan sosial dan kebudayaan dalam masyarakat sebagai penggambaran dari keagamaan.
Ilmu sosiologi mempelajari kehidupan bersosial dan bermasyarakat keterkaitannya yaitu agama memberikan petunjuk mengenai tata cara bersosial dan bermasyarakat agar tidak bertentangan dengan ajaran Tuhan.
6. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Pendidikan
Sosiologi pendidikan adalah sebuah ilmu yang mengkaji dan mempelajari hubungan antara masyarakat yang mana terjadi interaksi sosial dengan pendidikan didalamnya. Dalam hubungan antara sosiologi dan pendidikan
7
ini dapat dilihat bagaimana masyarakat mempengaruhi pendidikan dan sebaliknya bagaimana pendidikan itu sendiri yang mempengaruhi masyarakat. Sosiologi pendidikan juga merupakan sebuah pendekatan sosiologis yang diterapkan pada lingkungan pendidikan. Pendekatan sosiologis yang dimaksud disini ialah konsep, variable, metode, dan teori yang digunakan dalam sosiologi untuk memahami kejadian-kejadian sosial yang di dalamnya terdapat kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan.
7. Hubungan Sosiologi dengan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan
Sosiologi Kesehatan mempelajari interaksi antara masyarakat dan kesehatan lebih khususnya bagaimana konsepsi dan pemaknaan kesehatan dan penyakit menurut masyarakat sehingga mempengaruhi gaya hidup, perilaku dan semua praktik kehidupan dalam kesehariannya.
D. Pengertian dan Ruang Lingkup Antropologi 1. Pengertian Antropologi
Secara bahasa Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia, baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya.
Kata antropologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “Anthropos” yang berarti manusia dan “Logos” yang berarti wacana. Sehingga secara etimologis, arti antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia termasuk kajian- kajian di dalamnya.
Dalam melakukan kajian tentang manusia, antropologi mengedepankan dua konsep yang penting, yakni komparatif dan holistik. Karena di dalam mengkaji antropologi lebih memperhatikan pada aspek sejarah serta melalui penjelasan menyeluruh untuk menggambarkan manusia melalui ilmu pengetahuan seperti ilmu sosial, ilmu hayati dan humaniora.
2. Ruang Lingkup Antropologi
Ruang lingkup antropologi sendiri terbagi menjadi dua konsep dasar, yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya.
8 1) Antropologi Fisik
Antropologi fisik mengacu pada bagian secara sitematik terhadap manusia sebagai organism biologis. Dalam ruang lingkup ini terbagi menjadi dua pokok persoalan, yaitu Paleontropologi dan Somatologi.
2) Antropologi Budaya
Dalam ilmu antropologi juga dikenal istilah Antropologi Budaya.
Ruang lingkup pada antropologi budaya mempelahari tentang asal dan sejarah kebudayaan manusia, evolusi kebudayaan dan pembangunannya termasuk bentuk dan fungsi kebudayaan manusia.
Terkait dengan ruang lingkup antropologi budaya yang mempelajari kegiatan manusia secara luas, maka secara tradisi dibagi lagi menjadi tiga cabang, yaitu: Arkeologi Prehistory, Etnologi, Etnolinguistik.
E. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Sosial lain
Antropologi dengan ilmu-ilmu bagiannya mempunyai hubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu sosial yang lain. Hubungan ini pada umumnya bersifat timbal-balik. Antropologi memerlukan bantuan ilmu-ilmu itu, dan sebaliknya ilmu- ilmu social yang lain juga memerlukan antropologi dalam memecahkan masalah yang dikajinya
1. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Ekonomi
Ilmu antropologi dengan ilmu ekonomi saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Kekuasaan ekonomi bersifat universal dalam membentuk wujud yang bermacam-macam, karena perubahan dalam hidup masyarakat lebih cepat dirasakan oleh manusia itu sendiri. Sedangkan antropologi yang mempelajari manusia dimana manusia itu sendiri tidak dapat lepas dari pengaruh ekonomi.
2. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Politik
Hubungan ilmu Antropologi dengan ilmu politik yaitu ilmu antropologi memberikan pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. Mula-mula Antropologi lebih banyak memusatkan perhatian pada kehidupan masyarakat dan kebudayaan didesa-desa dan dipedalaman.
9
Dalam bidang teori antropologi, khususnya dalam menunjukkan perbedaaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat.
Antropologi telah pula berpengaruh dalam bidang metodologi penelitian ilmu politik. salah satu pengaruh yang amat berguna dan terkenal serta kini sering dipakai dalam ilmu politik ialah metode peserta pengamat. penelitian semacam ini memksa sarjana ilmu politik untuk meniliti gejala-gejala kehidupan sosial dari dalam masyarakat yang menjadi obyek penelitiannya.
3. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Hukum
Dalam perspektif antropologi hukum, hukum lahir dari kebudayaan.
Melihat hal tersebut di atas tentunya menyadarkan kepada kita akan peran Antropologi Hukum sebagai sebuah perspektif untuk melihat berbagai macam corak hukum yang lahir dan berkembang pula dari berbagai corak dan ragam kebudayaan. Mempelajari Antropologi Hukum berarti kita melihat sebuah realitas, kenyataan atas kehidupan hukum yang sesungguhnya berjalan di masyarakat.
Satu hal yang dapat kita ambil dari antropologi hukum, adalah diharapkan dapat memunculkan kesadaran atas kenyataan adanya keberagaman hukum karena beragamnya budaya. Beragamnya hukum tersebut jangan dimaknakan sebagai pertentangan hukum (conflict of laws), tetapi patut dianggap sebagai khazanah kekayaan hukum yang akan mampu memperkuat serta memperbaharui hukum nasional. Di sisi lain akibatnya adalah memunculkan sikap toleransi untuk menghargai umat manusia yang beragam pola fikir, karakter, pemahaman, dan tentunya juga beragam hukum.
4. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Psikologi
Pada hakikatnya psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan proses-proses mentalnya. Dapat dikatakan bahwa psikologi lebih menekankan apad pendekatan internal, yaitu dari dalam diri seseorang, sedangkan antropologi lebih menekankan pada aspek eskternalnya, yaitu lingkungan. Kedua unsure ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam membentuk sebuah kebudayaan. Untuk memahami pola-pola kebudayaan dalam masyarakat, seorang antropolog harus memperhatikan interaksi yang terjadi antara kedua unsur tersebut. Sedangkan seorang psikolog juga harus memperhatikan unsur eksternal yang membentuk sifat seseorang.
10
5. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Agama
Kajian agama dalam sudut pandang antropologi bertujuan untuk melihat bentuk praktik keagamaan yang terjadi dalam masyarakat seperti tindakan dan perilaku pada saat melakukan ritual keagamaan. Antropologi agama bersifat abstrak tetapi dapat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku individu termasuk hubungan antara individu dengan hal yang berkaitan dengan supranatural.
6. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Pendidikan
Hubungan antara Antropologi dengan Pendidikan yaitu, suatu cara yang dapat digunakan untuk merubah seseorang menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, seperti awalnya seseorang yang belum mengerti tentang ilmu antropologi (ilmu yang mempelajari manusia sampai ke akar – akarnya) dapat dirubah menjadi tahu sebab adanya pendidikan.
7. Hubungan Antropologi dengan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Antropologi kesehatan membantu mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya.
Jadi sangat jelas bahwa antropologi kesehatan memiliki peran untuk membantu masyarakat dalam berinteraksi secara baik dengan masyarakat lainnya agar memiliki perilaku yang sehat. Objek kajian antropologi kesehatan yaitu kutub
“Biologi” dan “Sosial Budaya” yang diantara dua kutub tersebut yaitu ada epidemiologi.
11 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk didalamnya interaksi manusia dalam suatu kelompok masyarakat secara keseluruhan. Objek kajian sosiologi adalah masyarakat manusia yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dengan proses-proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat. Hubungan sosiologi dengan ilmu lainnya terdapat dari berbagai segi kehidupan manusia karena sosiologi adalah ilmu yang mengkaji masyarakat dalam teori dan prakteknya.
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia termasuk kajian- kajian di dalamnya. Objek kajian antropologi adalah manusia, baik itu dalam kedudukan sebagai individu, masyarakat, warga negara, suku bangsa, dan kebudayaan. Hubungan antropologi dengan imu lainnya terdapat dalam segi kehidupan manusia karena antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia.
B. Saran
Setelah membaca makalah ini, penulis berharap pembaca mendapatkan pengetahuan tentang hubungan Sosiologi-Antropologi dengan ilmu lainnya dalam ilmu bantu kehidupan.
12
DAFTAR PUSTAKA https://www.academia.edu/10986440/Ilmu_sosiologi MAKALAH ANTROPOLGI.pdf
NASRULLAH, Dede, et al. Modul Kuliah Antropologi Kesehatan. 2020.
Adelia, D. (2021). SOSIOLOGI ANTROPOLOGI Gizi DAN KESEHATAN.
Rumapea, M. E. M. (2021). Bahan Ajar Antropologi Kesehatan.
Yayasan Kita Menulis.