LEARNING MATERIAL FOR SALES COMMERCIAL
BIKIN GREGET, PAPARAN
LENGKAP DASAR
ANALISA KREDIT
COMMERCIAL
Klasifikasi Informasi
Aspek Bidang / Sektor Usaha
Aspek Tempat Usaha termasuk riwayat usaha
Aspek Cakap Hukum
Aspek Pendapatan
(Jumlah/Besar, Kontinuitas, Sumber)
Dokumen Pembiayaan
WAJIB DIPENUHI DI AWAL
• FOTOCOPY REKENING KORAN USAHA
• FOTOCOPY LAP.
KEUANGAN
• FOTOCOPY
KONTRAK KERJA TERKAIT PROJECT YANG AKAN
DIDANAI
• FOTOCOPY AKTA PENDIRIAN dan AKTA PERUBAHAN
• FOTOCOPY TDP PERUSAHAN
• FOTOCOPY SIUP
• FOTOCOPY KK, FOTOCOPY KTP CADEB &
PASANGAN [bila pengajuan perorangan]
FOTOCOPY KTP
• Seluruh Pemegang Saham
• Seluruh Pengurus Perusahaan
FOTOCOPY NPWP
• Perusahaan
• Seluruh Pemegang Saham
• Seluruh Pengurus Perusahaan
FUNGSI USAHA FUNGSI ANALISA
Catatan
A. Untuk nominal pembiayaan ≥ Rp. 5 M disajikan rekening koran 6 bulan terakhir.
B. Laporan keuangan diusahakan audited 2 tahun terakhir untuk nominal pembiayaan ≥ Rp. 10 M. Untuk laporan keuangan tahun berjalan dapat disajikan laporan keuangan in house.
C. Bila tidak ada laporan keuangan dapat diganti rekening koran sekurang – kurangnya 8 bulan terakhir.
DOKUMEN PERSYARATAN TERSEBUT DIATAS BUKAN MERUPAKAN PERSYARATAN PERSETUJUAN KREDIT
MELAINKAN PERSYARAT
UNTUK DAPAT DIPROSES
LEBIH LANJUT
Teknik Analisa Kredit
2Q
INFORMASI INTERNAL
• KONDISI OPERATIONAL [khususnya project terkait]
• KONDISI MANAGERIAL [struktur & tipe organisasi]
• KOMPETITOR
• SKALA / JENIS PEKERJAAN YANG DIJALANKAN
• HUBUNGAN KERJASAMA DENGAN PEMBERI KERJA
• MEKANISME PEMBAYARAN DARI PEMBERI KERJA
• JANGKA WAKTU KONTRAK KERJA
• KOMPOSISI UNIT OPERASIONAL YANG DIKELOLA
INFORMASI EKSTERNAL
• KONDISI EKONOMI
•KONDISI POLITIK [termasuk kebijakan Pemerintah terkait dengan sektor industri yang akan dibiayai]
• KONDISI PASAR
NUMERIK & KEUANGAN
• REKENING TABUNGAN
• REKENING KORAN [yang terkait dengan aktivitas usaha]
• LAPORAN KEUANGAN [2 atau 3 tahun terakhir]
• CASH FLOW USAHA [actual dan proyeksi]
Catatan :
1. Untuk pembiayaan dengan nominal ≤ Rp. 1 M bila calon debitur tidak mempunyai data keuangan yang representatif dapat dilengkapi dengan bon – bon penjualan.
2. Untuk nominal pembiayaan ≥ Rp. 5 M disajikan rekening koran 6 bulan terakhir.
3. Laporan keuangan diusahakan audited 2 tahun terakhir untuk nominal pembiayaan ≥ Rp. 10 M.
ANALISA KUALITATIF
ANALISA KUANTITATIF
ANALISA KUANTITATIF – REKENING TABUNGAN / REKENING KORAN
URAIAN REKENING TABUNGAN REKENING KORAN
PENGERTIAN
Simpanan yang umumnya Nasabah Perorangan / usaha perorangan yang penarikannya melalui Slip / ATM
Simpanan yang umumnya Nasabah Badan Usaha yang penarikannya melalui Cek atau Bilyet Giro.
KARAKTERISTIK
A. Nilai transaksi umumnya tidak terlalu besar.
B. Lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi.
C. Sebagai rekening penampungan akhir.
A. Umumnya dibuka atas nama Badan Usaha.
B. Sebagai rekening operasional usaha termasuk penampungan atas pembayaran project.
C. Nilai transaksi relatif cukup besar.
D. Bukan rekening penampungan akhir.
JENIS Rekening Tabungan A. Rekening Giro
B. Rekening Pinjaman [Plafond – MK]
PEMILIK REKENING A. Perorangan
B. Badan Usaha A. Badan Usaha
FUNGSI Umumnya digunakan untuk keperluan yang bersifat pribadi
Sarana perintah pembayaran atau pemindah bukuan, Umumnya untuk mengontrol aliran keuangan perusahaan.
BERITA / KODE TRANSAKSI
Umumnya tidak diuraikan asal dan berita
transaksinya Asal dan berita transaksi diuraikan
SALDO MENGENDAP – Indikasi cover
pembayaran angsuran
Menunjukkan dana yang stand by pada rekening. Tidak dapat saldo negatif
Dapat negatif [khususnya rekening plafon]. Besar saldo mengendap mengindikasikan kelonggaran tarik dari plafon yang diberikan.
PLAFON PINJAMAN TIDAK TERDAPAT BESAR PLAFON PINJAMAN TERDAPAT PADA KEPALA
REKENING
ANALISA KUANTITATIF – CONTOH REKENING TABUNGAN
ANALISA KUANTITATIF – CONTOH REKENING KORAN
ANALISA KUANTITATIF – REKENING TABUNGAN / REKENING KORAN
TUJUAN
A. Mengetahui sejauh mana tingkat keaktifan perputaran usaha yang dijalankan.
B. Mengetahui rata – rata pendapatan / omzet yang dibukukan atas project yang dijalankan.
C. Mengetahui pola pembayaran dari pemberi kerja. Cross check dari hasil interview.
D. Mengetahui produktivitas dari unit – unit operasional yang digunakan untuk mendukung project yang dijalankan.
E. Mengetahui perbandingan antara actual produktivitas dengan target pekerjaan yang dibebankan oleh pemberi kerja.
F. Mengetahui kontinuitas pembayaran atas project yang dijalankan setiap bulannya.
G. Mengetahui tingkat produktivitas dari Mengetahui kontinuitas pembayaran kewajiban [bila rekening yang digunakan termasuk untuk pembayaran angsuran].
PENTING UNTUK DIKETAHUI
A. Jenis usaha dan karakteristik pembayaran dari pemberi kerja dibandingkan dengan data rekening tabungan / koran yang disajikan.
B. Jumlah tolakan giro yang terjadi [bila ada – untuk rekening koran].
C. Alasan tolakan giro
D. Bila rekening plafon perlu diperhatikan kelonggaran tarik setiap bulannya.
E. Pola pembayaran dari pemberi kerja dibandingkan dengan informasi yang diperoleh dari calon debitur pada saat melakukan survey.
F. Bila calon debitur menyajikan rekening [tabungan / koran]
penampungan perlu dicek rata – rata saldo mengendap dan saldo akhir setiap bulannya .
G. Gab antara omzet tertinggi dan omzet terendah yang dibukukan.
H. Transaksi pindah buku bukan termasuk riil mutasi kredit.
ANALISA KUANTITATIF – REKENING TABUNGAN / REKENING KORAN PERLU DIINGAT BAHWA TOTAL MUTASI KREDIT TIDAK SECARA LANGSUNG MENCERMINKAN OMZET USAHA.
HARUS DIPISAHKAN ANTARA ACTUAL OMZET, TRANSAKSI PINDAH BUKU atau TRANSAKSI LAIN YANG TIDAK TERKAIT DENGAN AKTIVITAS PROJECT
PERBANDINGAN TOTAL ACTUAL OMZET DENGAN TOTAL MUTASI KREDIT MENUNJUKKAN APAKAH REKENING YANG DISAJIKAN DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR ACUAN ANALISA KREDIT. CROSS CHECK ANTARA INFORMASI CALON DEBITUR , UNIT HANDLING YANG DIKELOLA DAN REKENING [TABUNGAN / KORAN] YANG DISAJIKAN
GAP YANG TERJADI ANTARA ACTUAL OMZET YANG TERCERMIN DALAM REKENING YANG DISAJIKAN DENGAN INFORMASI YANG DIBERIKAN OLEH CALON DEBITUR HARUS DI CROSS CHECK ULANG. UMUMNYA TINGKAT KEWAJARAN GAP YANG TERBENTUK 60 : 40
INFORMASI REKENING [TABUNGAN / KORAN] MEMBERIKAN GAMBARAN APAKAH CALON DEBITUR TERSEBUT LAYAK UNTUK DIBERIKAN FASILITAS PEMBIAYAAN ATAU TIDAK [DIDUKUNG DENGAN DATA PENDUKUNG LAINNYA]
REKENING [TABUNGAN / KORAN] MERUPAKAN REFLEKSI JANGKA PENDEK DARI LAPORAN KEUANGAN. DATA
REKENING [TABUNGAN / KORAN] SEHARUSNYA BERBANDING LURUS DENGAN DATA LAPORAN KEUANGAN
ANALISA KUANTITATIF – REKENING TABUNGAN / REKENING KORAN [HARUS DIWASPADAI]
REKENING PALSU
Beberapa indikasi terkait rekening palsu diantaranya :
1. Font Cetakan dan ketikan lembar Rekening (Kode, periode, Nama & No rekening) tidak standar Bank Penerbit 2. Transaksi (Saldo) tidak sesuai hasil dari
penambahan atau pengurangan (debet / Kredit)
3. Nilai saldo akhir bulan sebelumnya ke Saldo awal bln berikutnya tidak sesuai . 4. Penarikan biaya administrasi tidak
dilakukan sesuai dengan yang umumnya dilakukan oleh Bank – bank
5. Rata – rata saldo mengendap harian cenderung stabil dan jumlahnya cenderung tidak wajar .
6. Perputaran transaksi mutasi kredit maupun mutasi debetnya tidak wajar [baik secara nominal maupun jumlah transaksi nya]
REKENING WINDOW DRESSING
Beberapa indikasi terkait rekening window dressing diantaranya :
1. Transaksi mutasi kredit maupun mutasi debet hanya merupakan pemindahan dari satu rekening ke rekening lain.
2. Tanggal dan nominal transaksi antara 2 rekening dalam besaran dan jangka waktu yang sama.
3. Bila dalam rekening koran kode transaksinya “pindah buku” .
TRANSAKSI PINDAH BUKU TIDAK DIKAGORIKAN SEBAGAI AKTIVITAS USAHA.
TRANSAKSI PINDAH BUKU HARUS DIKELUARKAN DARI ACTUAL MUTASI KREDIT.
TRANSAKSI PINDAH BUKU TIDAK BISA
DIKATEGORIKAN PEMBAYARAN PROJECT.
ANALISA KUANTITATIF – LAPORAN KEUANGAN
PENGERTIAN Adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada satu PERIODE AKUNTANSI yang digunakan untuk menggambarkan kinerja keuangan perusahaan
JENIS LAPORAN KEUANGAN
A. Laporan keuangan Audited : Laporan keuangan dibuat oleh Kantor Akuntan Publik yang ijin operasinya telah mendapatkan lisensinya dari kementrian Keuangan.
B. Laporan keuangan In House : Laporan keuangan yang dibuat oleh internal perusahaan [finance / accounting] yang bersangkutan.
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan terdir atas beberapa bagian, diantaranya :
A. Laporan Neraca keuangan : Bagian dari suatu laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan dalam periode akuntansi tertentu yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut.
B. Laporan Rugi Laba : Bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur – unsur pendapatan dan beban entitas sehingga menghasilkan laba / [rugi] bersih.
C. Laporan Perubahan Ekuitas : Merupakan bagian dari laporan keuangan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan bersih selama periode akuntansi tertentu.
D. Laporan Posisi Keuangan : Merupakan laporan yang menggambarkan
posisi asset, leabilitas dan aset bersih dalam tanggal tertentu.
ANALISA KUANTITATIF – KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
NERACA
TERBAGI ATAS : A. ASSET LANCAR B. ASSET TETAP C. HUTANG LANCAR
D. HUTANG JANGKA PANJANG E. MODAL
TOTAL ASSET = TOTAL HUTANG + TOTAL MODAL
ASSET LANCAR TERBAGI ATAS :
A. Kas dan Bank B. Piutang Usaha C. Piutang lain - lain D. Inventory
E. Pajak Dibayar Dimuka F. Biaya Dibayar Dimuka G. Uang Muka
ASSET TETAP TERBAGI ATAS :
A. Asset Tetap [setelah dikurangi penyusutan]
B. Investasi jangka panjang C. Asset Terkait Pihak Ketiga
D. Inventory Jangka Panjang [Bila ada]
E. Asset Lainnya
HUTANG LANCAR / JK. PENDEK TERBAGI ATAS :
A. Hutang Usaha
B. Hutang Bank Yg Jatuh Tempo 1 Tahun C. Hutang Pajak
D. Beban Yang Masih Harus Dibayar E. Beban Lain - Lain
HUTANG JANGKA PANJANG TERBAGI ATAS :
A. Hutang Bank
B. Hutang Pihak Ketiga C. Hutang Lainnya
MODAL TERBAGI ATAS :
A. Modal Disetor B. Laba Ditahan
C. Laba Tahun Berjalan
ANALISA KUANTITATIF – KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN RUGI / LABA
DALAM NECARA KEUANGAN AKAN DIKETAHUI :
A. TOTAL PENJUALAN YANG DIBUKUKAN UNTUK PERIODE 1 TAHUN B. TOTAL BIAYA LANGSUNG YANG TERKAIT DENGAN PRODUKSI C. TOTAL BIAYA PENJUALAN
D. TOTAL BIAYA ADMINISTRASI E. TOTAL BIAYA LAINNYA [bila ada]
F. TOTAL PENDAPATAN LAINNYA [yang tidak terkait dengan project secara langsung – bila ada]
G. TOTAL BEBAN BUNGA BANK H. TOTAL PAJAK
I. KEUNTUNGAN BERSIH
CROSS CHECK DENGAN DATA REKENING KORAN
HARUS DILAKUKAN CROSS CHECK DENGAN HASIL PEFINDO / SLIK
PORSI KEUNTUNGAN BERSIH PER BULAN SETIDAKNYA DAPAT MENGCOVER 50% BEBAN
ANGSURAN ATAS INVESTASI YANG AKAN DILAKUKAN
ANALISA KUANTITATIF - ANALISA LAPORAN KEUANGAN [NERACA]
TOTAL ASSET = TOTAL HUTANG +
TOTAL MODAL
ANALISA KUANTITATIF - ANALISA LAPORAN KEUANGAN [RUGI / LABA]
ANALISA KUANTITATIF - ANALISA LAPORAN KEUANGAN [RASIO KEUANGAN]
LIQUIDITY:
* Current Ratio 0,6 0,8 0,5
* Acid Test Ratio 0,5 0,7 0,5
* Net Working Capital (88.848.428.971) (33.425.937.308) (115.708.312.588)
* Trade Debtors to W.C. (1,0) (2,9) (0,7) INVESTMENT UTILIZATION:
* Avg Collection Period 140,9 137,6 122,4
* Net Sales to Equity 1,0 0,6 0,3
* Net Sales to W.C. (2,6) (7,7) (1,9) LEVERAGE:
* Debt to Equity 205% 126% 81%
* Debt/Eq. (excl Asset Rev) 205% 126% 81%
* Cur. Liab. to Equity 91% 48% 37%
* Bank Loans to Equity 147% 80% 69%
* LT Debt to Equity 114% 78% 44%
* Debt to Assets 67% 56% 45%
EFFICIENCY:
* Asset turnover 0,3 0,3 0,2 PROFITABILITY:
* Return on Assets 3,44% 0,91% -0,05%
* Fin. Leverage Advantage 305% 226% 181%
* Return on Equity 10,48% 2,06% -0,09%
* Retention Ratio 100% 100% 100%
* Potential Growth Rate 10% 2% 0%
* Gross Margin 41% 40% 37%
* Net Profit 10,68% 3,39% -0,28%
R A T I O S 2013 2014 2015
A. TINGKAT LIQUIDITAS PERUSAHAAN [Current ratio, nett working capital, piutang usaha to W.C].
B. TINGKAT EFEKTIVITAS INVESTASI [Avg.
Collection period, Nett Sales to Equity, Nett Sales to Working Capital].
C. TINGKAT LEVERAGE [Debt to Equity, Cur.
Liability to Equity, Bank Loan to Equity, LT Debt to Equity].
D. TINGKAT PROFITABILITY [Return of Asset, Return of Equity, Potential Growth, Gross Margin, Net Profit].
Catatan :
1. Rasio Lancar digunakan sebagai indikator untuk mengukur kemampuan calon debitur memenuhi kewajiban jangka pendek seperti halnya kewajiban bunga bank dan kewajiban leasing per bulannya.
2. Collection period digunakan untuk mengukur tingkat kualitas piutang usaha.
3. Laverage rasio digunakan untuk mengukur apakah hutang [investasi] yang dilakukan suatu perusahaan masih dalam batas kemampuan perusahaan [struktur permodalan].
4. Tingkat profitability ditentukan dari sejauh
mana asset dan struktur permodalan yang
ada mampu menghasilkan keuntungan
usaha.
ANALISA KUANTITATIF – PROYEKSI CASH FLOW PENGERTIAN :
Metode untuk memproyeksikan suatu taksiran total penerimaan yang diharapkan akan diperoleh dengan melakukan sejumlah rencana investasi yang pada akhirnya mampu menutupi pengeluaran – pengeluaran yang diperkirakan akan timbul selama periode tertentu.
TUJUAN MELAKUKAN PERHITUNGAN PROYEKSI CASH FLOW :
Mengukur sejauh mana beban usaha dapat di cover oleh Income sebelum bunga dan pajak (sejauh mana operating profit dapat menutupi kewajiban angsuran)
KOMPONEN CASH FLOW:
A. OMZET USAHA
1. Actual Omzet Usaha 2. Proyeksi Omzet Usaha B. OPEX [BIAYA]
1. Actual Biaya 2. Proyeksi Biaya C. NETT MARGIN
KOMPONEN OMZET :
A. Existing pendapatan atas project utama yang dijalankan.
A. Existing pendapatan dari project lain
B. Proyeksi pendapatan yang akan diperoleh dari investasi yang akan dilakukan.
DASAR PENENTUAN OMZET USAHA : A. Kontrak kerja yang sedang berjalan B. Informasi dari calon debitur.
C. Kontrak kerja baru yang diperoleh.
D. SPK Pekerjaan [baik baexisting maupun baru].
E. Rekening [tabungan / koran].
F. Jumlah unit handling yang dimiliki
ANALISA KUANTITATIF – PROYEKSI CASH FLOW
OMZET USAHA SEHARUSNYA :
A. Sesuai dengan total produktivitas unit handling yang dikelola oleh calon debitur.
B. Tercermin pada rekening [tabungan / koran] yang disajikan.
C. Omzet pada rekening idealnya tercermin pada laporan rugi laba.
D. Untuk calon debitur yang bergerak disektor komoditas alam omzet usaha kecenderungan akan mengalami penurunan 25% - 35% saat periode musim penghujan
OMZET USAHA =
PRODUKTIVITAS EXISTING UNIT + NEW INVESTMENT ATAS KONTRAK KERJA YANG DISAJIKAN:
A. Cross check jangka waktu berlakunya kontrak. Bila kontrak telah kadaluarsa minta pembaruan kontrak.
B. Kontrak tersebut telah dittd dari pemberi kerja.
C. Cross check jumlah unit yang diminta oleh pemberi kerja [sesuai kontrak] dan jumlah unit yang telah beroperasi dilapangan.
D. Minta pembaruan kontrak bila terdapat permintaan untuk penambahan volume produksi.
E. Cross check rekening yang disajikan
ANALISA KUANTITATIF – PROYEKSI CASH FLOW KOMPONEN UTAMA OPEX :
A. BIAYA / BEBAN POKOK PENJUALAN B. BIAYA / BEBAN PROMOSI
C. BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI D. BIAYA / BEBAN ANGSURAN
E. BIAYA LAIN – LAIN / TAK TERDUGA F. BIAYA PAJAK.
BEBAN POKOK PENJUALAN [TERKAIT LANGSUNG DENGAN AKTIVITAS PROJECT] :
A. PEMBELIAN BAHAN BAKU.
B. BIAYA PENGOLAHAN BAHAN BAKU.
C. PEMBELIAN BBM.
D. BIAYA / UANG JALAN.
E. GAJI SOPIR / OPERATOR / MEKANIK / KENEK / PEKERJA LAPANGAN LAINNYA.
F. BIAYA MAINTANANCE UNIT
G. BIAYA SURAT IJIN ATAS ALAT OPERASIONAL
BIAYA PENJUALAN
TERKAIT DENGAN BIAYA PROMOSI [BILA ADA]
BIAYA ADMINISTRASI
A. BIAYA PEMBELIAN INFRASTRUKTUR KANTOR B. BIAYA GAJI BACK OFFICE
C. BIAYA OPERASIONAL KANTOR
BIAYA BUNGA
A. BEBAN BUNGA BANK B. BEBAN ANGSURAN
BIAYA TAK TERDUGA + PAJAK PENTING DIKETAHUI:
A. Jam Operasional Unit per Hari B. Hari Operasional per Bulan C. Ritase angkut unit per Hari D. Jarak Angkut per Ritasenya E. Estimasi Kebutuhan BBM
TOTAL OMZET – TOTAL OPEX = MARGIN BERSIH
SEMAKIN TINGGI KOMPOSISI UNIT
LUNAS MAKA NETT MARGIN YANG
DIBUKUKAN SEMAKIN BESAR. IDEALNYA
CALON DEBITUR MEMUNYAI KOMPOSISI
UNIT LUNAS 60% DARI TOTAL UNIT
HANDLING
ANALISA KUANTITATIF – CONTOH CASH FLOW SEDERHANA
PROYEKSI CASH FLOW - ALL TENOR EXSISTING & NEW PROJECT
PT. XYZ
0 1 2 3 4 5 6 Cash In
Pendapatan 780.000.000 780.000.000 780.000.000 780.000.000 780.000.000 780.000.000 780.000.000 780.000.000
Cash Out -
COGS -
HPP (Biaya pemb elian) - - - - - - - - Biaya BBM + Uang Jalan 7.644.000.000 156.000.000 156.000.000 156.000.000 156.000.000 156.000.000 156.000.000 156.000.000
Biaya Maintenance unit 477.750.000 9.750.000 9.750.000 9.750.000 9.750.000 9.750.000 9.750.000 9.750.000 Biaya Ban 1.911.000.000 39.000.000 39.000.000 39.000.000 39.000.000 39.000.000 39.000.000 39.000.000 KIR + STNK 318.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 6.500.000 Gaji Supir 1.592.500.000 32.500.000 32.500.000 32.500.000 32.500.000 32.500.000 32.500.000 32.500.000 Biaya BBM Alat - - - - - - - - Biaya Maintenance Alat - - - - - - - - Gaji operator - - - - - - - -
Total COGS11.943.750.000 243.750.000 243.750.000 243.750.000 243.750.000 243.750.000 243.750.000 243.750.000
Opex -
Gaji Karyawan 1.568.000.000 32.000.000 32.000.000 32.000.000 32.000.000 32.000.000 32.000.000 32.000.000 Biaya Umum & Administrasi 245.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 Pencadangan 490.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000
Angsuran - - -
DP Investasi 333.809.000 333.809.000
Angsuran ADMF New 1.411.641.000 28.809.000 28.809.000 28.809.000 28.809.000 28.809.000 28.809.000 28.809.000 Angsuran ADMF - Exsisting - - - - - - - -
Angsuran Other Leasing 1.176.000.000 24.000.000 24.000.000 24.000.000 24.000.000 24.000.000 24.000.000 24.000.000 Angsuran Pefindo 15.876.000.000 324.000.000 324.000.000 324.000.000 324.000.000 324.000.000 324.000.000 324.000.000 Total Opex 21.100.450.000 757.618.000 423.809.000 423.809.000 423.809.000 423.809.000 423.809.000 423.809.000 Net Cash Flow 5.175.800.000 (221.368.000) 112.441.000 112.441.000 112.441.000 112.441.000 112.441.000 112.441.000 Ending Balance 121.383.584.000 (221.368.000) (108.927.000) 3.514.000 115.955.000 228.396.000 340.837.000 453.278.000
PROYEKSI CASH FLOW Total 1-4 Thn SEMESTER 1
ANALISA KUANTITATIF – CONTOH CASH FLOW KOMBINASI
CASH FLOW PROJECTIONPT. ABC
1 2 3 4 5 6
Mar-19 Apr-19 May-19 Jun-19 Jul-19 Aug-19
Existing Kontrak
A. Kontraktor Pit Bete - Bete 40.000,00 154.000,00 6.160.000.000,00 6.160.000.000,00 6.160.000.000,00 6.160.000.000,00 6.160.000.000,00 6.160.000.000,00 B. Kontraktor PT. SMI 16.000,00 150.000,00 2.400.000.000,00 2.400.000.000,00 2.400.000.000,00 2.400.000.000,00 2.400.000.000,00 2.400.000.000,00 C. Rental Alat Berat
C.1 Dump Truck 20 Ton 12,00 50.000.000,00 600.000.000,00 600.000.000,00 600.000.000,00 600.000.000,00 600.000.000,00 600.000.000,00 C.2 Excavator 20 Ton 15,00 250,00 250.000,00 937.500.000,00 937.500.000,00 937.500.000,00 937.500.000,00 937.500.000,00 937.500.000,00 C.3 Bulldozer D 85 5,00 250,00 350.000,00 437.500.000,00 437.500.000,00 437.500.000,00 437.500.000,00 437.500.000,00 437.500.000,00
10.535.000.000,00
10.535.000.000,00 10.535.000.000,00 10.535.000.000,00 10.535.000.000,00 10.535.000.000,00
1 2 3 4 5 6
Mar-19 Apr-19 May-19 Jun-19 Jul-19 Aug-19
A. BBM Unit
1. Excavator 20 Ton 17,00 5.000,00 8.700,00 739.500.000,00 739.500.000,00 739.500.000,00 739.500.000,00 739.500.000,00 739.500.000,00 2. Excavator 30 Ton 5,00 6.250,00 8.700,00 271.875.000,00 271.875.000,00 271.875.000,00 271.875.000,00 271.875.000,00 271.875.000,00 3. Bulldozer D 85 4,00 7.000,00 8.700,00 243.600.000,00 243.600.000,00 243.600.000,00 243.600.000,00 243.600.000,00 243.600.000,00 4. Dump Truck 20 Ton 22,00 3.750,00 8.700,00 717.750.000,00 717.750.000,00 717.750.000,00 717.750.000,00 717.750.000,00 717.750.000,00 5. Dump Truck 8 Ton 42,00 2.250,00 8.700,00 822.150.000,00 822.150.000,00 822.150.000,00 822.150.000,00 822.150.000,00 822.150.000,00 6. Motor Grader 2,00 2.400,00 8.700,00 41.760.000,00 41.760.000,00 41.760.000,00 41.760.000,00 41.760.000,00 41.760.000,00 7. Compactor 2,00 2.000,00 8.700,00 34.800.000,00 34.800.000,00 34.800.000,00 34.800.000,00 34.800.000,00 34.800.000,00 8. Wheel Loader 1,00 2.600,00 8.700,00 22.620.000,00 22.620.000,00 22.620.000,00 22.620.000,00 22.620.000,00 22.620.000,00 9. Light Truck & Fuel 10,00 2.000,00 8.700,00 174.000.000,00 174.000.000,00 174.000.000,00 174.000.000,00 174.000.000,00 174.000.000,00 B. Maintanance Unit
1. Excavator 20 Ton 22,00 250,00 50.000,00 275.000.000,00 275.000.000,00 275.000.000,00 275.000.000,00 275.000.000,00 275.000.000,00 2. Excavator 30 Ton 5,00 250,00 85.000,00 106.250.000,00 106.250.000,00 106.250.000,00 106.250.000,00 106.250.000,00 106.250.000,00 3. Bulldozer D 85 9,00 250,00 135.000,00 303.750.000,00 303.750.000,00 303.750.000,00 303.750.000,00 303.750.000,00 303.750.000,00 4. Dump Truck 20 Ton 32,00 250,00 35.000,00 280.000.000,00 280.000.000,00 280.000.000,00 280.000.000,00 280.000.000,00 280.000.000,00 5. Dump Truck 8 Ton 42,00 250,00 15.000,00 157.500.000,00 157.500.000,00 157.500.000,00 157.500.000,00 157.500.000,00 157.500.000,00 6. Motor Grader 2,00 250,00 40.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 7. Compactor 2,00 250,00 25.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 8. Wheel Loader 1,00 250,00 45.000,00 11.250.000,00 11.250.000,00 11.250.000,00 11.250.000,00 11.250.000,00 11.250.000,00 9. Light Truck & Fuel 10,00 250,00 8.500,00 21.250.000,00 21.250.000,00 21.250.000,00 21.250.000,00 21.250.000,00 21.250.000,00 C. Gaji
1. Pengawas 30,00 8.000.000,00 240.000.000,00 240.000.000,00 240.000.000,00 240.000.000,00 240.000.000,00 240.000.000,00 2. Operator 41,00 4.500.000,00 184.500.000,00 184.500.000,00 184.500.000,00 184.500.000,00 184.500.000,00 184.500.000,00 3. Driver - 20 Ton 32,00 3.500.000,00 112.000.000,00 112.000.000,00 112.000.000,00 112.000.000,00 112.000.000,00 112.000.000,00 4. Driver - 8 Ton 42,00 3.000.000,00 126.000.000,00 126.000.000,00 126.000.000,00 126.000.000,00 126.000.000,00 126.000.000,00 5. Helper 25,00 3.000.000,00 75.000.000,00 75.000.000,00 75.000.000,00 75.000.000,00 75.000.000,00 75.000.000,00 6. Mekanik 10,00 4.000.000,00 40.000.000,00 40.000.000,00 40.000.000,00 40.000.000,00 40.000.000,00 40.000.000,00 7. Staff 15,00 3.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 D. Biaya Logistik 195 30 50.000 292.500.000 292.500.000 292.500.000 292.500.000 292.500.000 292.500.000 E. Biaya Administrasi 357.579.550,00 357.579.550,00 357.579.550,00 357.579.550,00 357.579.550,00 357.579.550,00 357.579.550,00
F. Investasi Awal ADMF 3.320.825.000,00 3.320.825.000,00
G. Beban Angsuran
G.1 Angsuran Existing 2.242.000.000,00 2.242.000.000,00 2.242.000.000,00 2.242.000.000,00 2.242.000.000,00 2.242.000.000,00 2.242.000.000,00 G.2 Angsuran Baru 342.292.700,00 342.292.700,00 342.292.700,00 342.292.700,00 342.292.700,00 342.292.700,00 342.292.700,00 H. Biaya Keamanan 342.884.500,00 342.884.500,00 342.884.500,00 342.884.500,00 342.884.500,00 342.884.500,00 342.884.500,00 I. Biaya Perawatab Unit Idol 489.835.000,00 489.835.000,00 489.835.000,00 489.835.000,00 489.835.000,00 489.835.000,00 489.835.000,00 J. Biaya Tak Terduga 391.868.000,00 391.868.000,00 391.868.000,00 391.868.000,00 391.868.000,00 391.868.000,00 391.868.000,00
12.857.839.750,00
9.537.014.750,00 9.537.014.750,00 9.537.014.750,00 9.537.014.750,00 9.537.014.750,00 2.322.839.750,00
- 997.985.250,00 997.985.250,00 997.985.250,00 997.985.250,00 997.985.250,00 2.322.839.750,00
- - 1.324.854.500,00 - 326.869.250,00 671.116.000,00 1.669.101.250,00 2.667.086.500,00 TOTAL OPEX
KOMPONEN OMZET UNIT KAP. PROD NILAI
TOTAL OMZET
FREE CASH FLOW ENDING BALANCE
KOMPONEN OPEX UNIT KAP. PROD NILAI