Novotel Coralia Bogor, 08 Desember 2007
Rapat Koordinasi Mitra Yayasan Damandiri
Tahun 2007
Slogan : Wujud Bakti Putra Pertiwi
Rasional : Yayasan Dana Sejahtera Mandiri atau Damandiri adalah salah satu wadah bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan sebagian kecil dari keuntungan, atau hartanya, untuk membantu pemberdayaan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Rapat
Koordinasi Mitra Yayasan Damandiri Tahun 2007
Novotel Coralia
Bogor, 08 Desember 2007
Rapat
Koordinasi Mitra Yayasan Damandiri Tahun 2007
Novotel Coralia
Bogor, 08 Desember 2007
Pada tahun 1990-an upaya pemerintah menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia melalui pembangunan ekonomi dirasakan melambat. Pemerintah berusaha mengembalikan kecepatan penurunan angka kemiskinan itu melalui program langsung yang diarahkan pada pemberdayaan sumber daya manusia dan intervensi langsung kepada keluarga miskin dan lingkungannya. Upaya langsung itu direncanakan dengan membantu keluarga miskin pada desa-desa tertinggal. Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah, upaya itu tidak bisa dilakukan di semua desa. Pemerintah mengharapkan masyarakat, terutama yang sudah berhasil, mengambil peranan dalam upaya langsung tersebut.
Menanggapi seruan tersebut para pengusaha besar berkumpul dan membicarakan masalah tersebut di Jimbaran, Bali. Dalam pertemuan itu digagas adanya kemungkinan para pengusaha itu menyumbang untuk usaha pengentasan kemiskinan. Kesepakatan itu dituangkan dalam Deklarasi Jimbaran. Dalam Deklarasi itu mereka sepakat menyisihkan keuntungan untuk membantu program penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Tercetus juga pengertian tentang
“Kemitraan Usaha” antara pihak swasta dan pemerintah.
Untuk menampung keinginan para pengusaha yang terkenal sebagai konglomerat itu pada tanggal 15 Januari 1996 didirikan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri yang terkenal dengan nama lebih singkat “Yayasan Damandiri” yang dipimpin langsung oleh Bapak HM Soeharto, yang biarpun pada waktu itu masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia tetapi bertindak sebagai pribadi yang sangat peduli terhadap keinginan dan kebutuhan rakyat miskin untuk mengentaskan diri dari lembah kemiskinan.
Karena keluarga miskin, atau Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I, tidak mampu untuk meminjam modal untuk membuka usaha, maka langkah pertama adalah mengajak keluarga kurang mampu untuk bersatu dalam kelompok dan bersama-sama belajar menabung. Dengan bantuan Yayasan Damandiri keluarga kurang mampu mulai menabung dalam Tabungan yang disebut Tabungan Keluarga Sejahtera atau Takesra. Mereka yang sudah begabung dalam kelompok dan telah mempunyai tabungan diberikan pinjaman atau kredit yang disebut Kredit Usaha Keluarga Sejahtera atau Kukesra dengan bunga ringan. Kukesra bisa untuk modal memulai usaha ekonomi produktif, baik dalam kelompok atau dalam usaha perorangan.
Keluarga yang memperoleh pinjaman Kukesra, diajak untuk terus menabung. Untuk itu sepuluh persen dari jumlah pinjaman yang diterima diharuskan untuk ditabung, sehingga pada gilirannya nanti, apabila usaha sudah berkembang, dan tabungan sudah cukup banyak, keluarga tersebut tidak perlu lagi meminjam uang, atau tabungannya dapat dipergunakan untuk agunan pinjaman yang lebih besar untuk melanjutkan atau memperbesar usahanya.
Yayasan Dana Sejahtera Mandiri
SEJARAH YAYASAN
DAMANDIRI
Ketua Pembina : H.M. Soeharto Anggota :
- Sudwikatmono - Much. Hasan
Ketua :
Prof. Dr. Haryono Suyono Sekretaris :
Drs. Subiakto Tjakrawerdaja Bendahara :
Bambang Trihatmodjo
Ketua :
Drs. Fuad Bawazier Anggota :
- Dr. Loet Affandi, SpOG
Organ Yayasan Damandiri
BADAN PEMBINA :
BADAN PENGURUS :
BADAN PENGAWAS :
Drs. Much. Soedarmadi
Dr. Rohadi Haryanto Pemberdayaan Keluarga & Masyarakat Dr. Pudjo Rahardjo, MPIA Pendidikan & Pelatihan
Soenarto Soedarno, MA Pengkajian Program Drs. Mazwar Noerdin Kewirausahaan
Bambang Wibowo Keuangan
Drs. Made Are Subrata Perencanaan & Evaluasi Program Mulyono Daniprawiro, MBA Umum
Drs. FX. Riswadi Kerjasama Program
Hernadi R. Soedjono Verifikasi & Aset Drs. Dadi Permadi, MA Informasi & Advokasi
Hendro B. Setiadi, SE. Ak. Akuntasi & Adm. Keuangan Fadil Binnur, S. Kom Perencanaan & Monitoring Fera Sarinigtyas, SE Rumah Tangga & Kepegawaian Ari Yusnita, SE Administrasi & Tata Usaha
Sekretariat Yayasan Damandiri
Kepala Pengawas Harian / Direktur :
Deputi Direktur :
Asisten Deputi :
1. Bank BUKOPIN
1. BPD JAWA TENGAH 7. BPD MALUKU
2. BPD JAWA D.I. YOGYAKARTA 8. BPD KALIMANTAN BARAT 3. BPD JAWA TIMUR 9. BPD KALIMANTAN SELATAN
4. BPD BALI 10. BPD SULAWESI UTARA
5. BPD N T B 11. BPD SULAWESI SELATAN
6. BPD N T T 12. BPD BENGKULU
1. BPR NUSAMBA 6. BPR YEKTI INSAN SEMBADA 2. BPR ARTHA HUDA ABADI 7. BPR LKP LOMBOK TENGAH 3. BPR PASAR KARANGANYAR 8. BPR LKP WONOGIRI
4. BPR ARTHA PERWIRA 9. BPR BUANA MITRA PERWIRA 5. BPR METRO MADANI LAMPUNG
1. WALIKOTA BENGKULU 9. BUPATI MADIUN 2. WALIKOTA PEKALONGAN 10. BUPATI PASURUAN 3. BUPATI BOYOLALI 11. BUPATI JEMBRANA
4. BUPATI BANTUL 12. BUPATI OGAN KOMERING ILIR
5. BUPATI KUNINGAN 13. BUPATI GOWA
6. BUPATI PANDEGLANG 14. BUPATI SEMARANG 7. BUPATI PURWAKARTA 15. BAPPEDA JATENG 8. BUPATI PEMALANG 16. BAPPEDA JATIM
Peserta Rapat Koordinasi Mitra
BANK SWASTA NASIONAL :
BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) :
BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) :
WALIKOTA / BUPATI / PEMDA :
Koordinasi Mitra
. DEPUTI TASKIN KANTOR MENKO KESRA
. DEPUTI PEMBIAYAAN, MENEGKOP & UKM
. KEPALA BKKBN
. KETUA PSDM, IPB
. KETUA PKK DKI JAKARTA
6. KETUA IKATAN BIDAN INDONESIA (IBI) 7. KETUA DNIKS
8. DIRUT AJB BUMIPUTERA 9. DIRUT BUMIDA
0. DIRUT PEGADAIAN
. DIRUT PERUM SARANA PENGEMB. USAHA
. DIREKTUR D’RADIO
. KETUA YAYASAN INSTAT
. KETUA YAYASAN INDRA
. LIPM UNAIR, SURABAYA
6. PSDM IPB, BOGOR
7. LPM UNDIP, SEMARANG
8. LPM UNMER, MALANG
9. LPM UNS, SOLO
0. DEW’S CONSULTANT
. KETUA YAYASAN TRIKORA
. KETUA YAYASAN SUPERSEMAR
. KETUA YAYASAN DHARMAIS
. KETUA YAYASAN DAKAB
. KETUA YAYASAN GOTONG ROYONG
6. KETUA YAYASAN AMALBAKTI MUSLIM PANCASILA
7. KETUA YAYASAN TATANG NANA
8. YAYASAN MANDIRI
9. DAN LAIN – LAIN.
Peserta Rapat Koordinasi Mitra
LAIN – LAIN :
Susunan Acara Rapat Koordinasi Mitra Yayasan Dana Sejahtera Mandiri
Tanggal 08 Desember 2007
08.45 – 09.00
PENDAFTARAN PESERTA RAPAT
09.00 – 09.45
PEMBUKAAN
Pembukaan Rapat Koordinasi Mitra
Oleh Prof. Dr. Haryono Suyono
09.45 – 10.00 Rehat Kopi 1 10.00 – 12.00 Panel :
Pimpinan Diskusi Drs. Subiakto Tjakrawerdaja 10.00 – 10.45 1. Drs. Made Are Subrata
10.45 – 11.30 2. DR. Rohadi Haryanto, MSc 11.30 – 12.00 Tanya jawab
12.00 – 13.30
ISTIRAHAT / MAKAN SIANG
13.30 – 14.30 Lanjutan Diskusi 14.30 - 15.00
PENUTUPAN
Oleh Prof. Dr. Haryono Suyono
15.00 – 15.30 Rehat Kopi 2
SUSUNAN ACARA
RAPAT MITRA
Presentasi Rencana Program Kerja Tahun 2008
Prof. DR. Haryono Suyono
Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri
1
MENGEMBANGKAN EKONOMI RAKYAT UNTUK ENTASKAN KEMISKINAN
DAN MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA Pengantar Ketua Yayasan Damandiri
Prof. Dr. Haryono Suyono
Pada Pertemuan Mitra Kerja Yayasan Damandiri 8 Desember 2007
Saudara-saudara Mitra Kerja Yayasan yth, Hadirin yang berbahagia.
Assalaum’alaikum Wr. Wb.
Dengan diiringi puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kedatangan Saudara pada pertemuan hari ini, dan utamanya atas kerjasama yang sangat baik dengan Yayasan Damandiri. Kerja sama tersebut, yang kita awali sebagai pengembangan pembangunan keluarga sejahtera melalui pengentasan kemiskinan dengan membantu pembangunan ekonomi keluarga kurang mampu di pedesaan telah berkembang dengan baik.
Dari laporan yang masuk sampai bulan Nopember telah dapat kita salurkan melalui kredit Pundi, Pundi Kencana dan Sudara, secara kumulatif, dana telah bergulir sampai sebesar Rp. 3,188 triliun dari dana yang telah dikucurkan sebanyak Rp. 702,3 milyar, kepada 285.802 nasabah di seluruh Indonesia.
Ini berarti bahwa sampai tahun 2007 ini dana yang disediakan oleh Yayasan Damandiri melalui berbagai bank mitra kerja Yayasan telah bergulir sebanyak 478 persen, atau 4,8 kali, dana aslinya. Kita juga bersyukur mencatat bahwa kalau tahun lalu rata-rata pinjaman setiap nasabah baru Rp. 7 juta, pada tahun 2007 dengan jumlah nasabah yang terus meningkat rata-rata pinjaman meningkat menjadi sekitar Rp. 11,7 juta. Dan ternyata nasabah BPR yang menjadi juara pertambahan nasabah yang terbesar.
Kenyataan diatas memberi kebahagiaan tersendiri karena pinjaman Pundi, Pundi Kencana atau Sudara dimanfaatkan oleh keluarga dengan pinjaman kecil dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan keluarga sejahtera secara terpadu. Kegiatan yang kita lakukan berbeda dengan usaha
1
MENGEMBANGKAN EKONOMI RAKYAT UNTUK ENTASKAN KEMISKINAN
DAN MEMBANGUN KELUARGA SEJAHTERA Pengantar Ketua Yayasan Damandiri
Prof. Dr. Haryono Suyono
Pada Pertemuan Mitra Kerja Yayasan Damandiri 8 Desember 2007
Saudara-saudara Mitra Kerja Yayasan yth, Hadirin yang berbahagia.
Assalaum’alaikum Wr. Wb.
Dengan diiringi puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kedatangan Saudara pada pertemuan hari ini, dan utamanya atas kerjasama yang sangat baik dengan Yayasan Damandiri. Kerja sama tersebut, yang kita awali sebagai pengembangan pembangunan keluarga sejahtera melalui pengentasan kemiskinan dengan membantu pembangunan ekonomi keluarga kurang mampu di pedesaan telah berkembang dengan baik.
Dari laporan yang masuk sampai bulan Nopember telah dapat kita salurkan melalui kredit Pundi, Pundi Kencana dan Sudara, secara kumulatif, dana telah bergulir sampai sebesar Rp. 3,188 triliun dari dana yang telah dikucurkan sebanyak Rp. 702,3 milyar, kepada 285.802 nasabah di seluruh Indonesia.
Ini berarti bahwa sampai tahun 2007 ini dana yang disediakan oleh Yayasan Damandiri melalui berbagai bank mitra kerja Yayasan telah bergulir sebanyak 478 persen, atau 4,8 kali, dana aslinya. Kita juga bersyukur mencatat bahwa kalau tahun lalu rata-rata pinjaman setiap nasabah baru Rp. 7 juta, pada tahun 2007 dengan jumlah nasabah yang terus meningkat rata-rata pinjaman meningkat menjadi sekitar Rp. 11,7 juta. Dan ternyata nasabah BPR yang menjadi juara pertambahan nasabah yang terbesar.
Kenyataan diatas memberi kebahagiaan tersendiri karena pinjaman Pundi, Pundi Kencana atau Sudara dimanfaatkan oleh keluarga dengan pinjaman kecil dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan keluarga sejahtera secara terpadu. Kegiatan yang kita lakukan berbeda dengan usaha
2
pengembangan ekonomi biasa karena tidak kita ukur semata dari dana yang disalurkan. Kegiatan ini kita ukur dari kemudahan akses terhadap dana yang ada pada Saudara-saudara sekalian sehingga keluarga yang sedang berusaha bangkit membangun keluarga dan masyarakatnya bisa bergerak dan maju secara mandiri.
Kita sangat menghargai kegiatan Saudara mendukung banyak keluarga menjadi nasabah bukan semata-mata dari kenaikan dana yang ditawarkan atau dipinjamkan, tetapi justru dari perkembangan jumlah dan asal usul nasabah tersebut. Oleh karena itu, tahun depan kita menganjurkan agar para mitra kerja bank memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada desa-desa yang sedang dibantu oleh Yayasan Damandiri dan berbagai LPM, sekolah dan Masjid mitra kerja Yayasan Damandiri. Pada desa-desa binaan itu kabupaten/kota tersebut keluarga-keluarga kurang mampu kita jadikan sasaran terpadu dan dianjurkan bergabung dalam usaha bersama atau membentuk koperasi. Unit-unit koperasi ini hendaknya kita kembangkan dengan bantuan kredit Pundi atau fasilitasi lainnya, dan apabila perlu, diberikan diskon bunga yang menarik.
Dengan memberikan fasilitasi bantuan kepada usaha bersama atau koperasi, secara otomatis kita menambah jumlah keluarga yang bisa memperoleh kesempatan memajukan keluarganya dengan pinjaman bagi setiap keluarga yang tidak terlalu besar. Upaya terpadu itu akan membalik sebagai penghargaan terhadap usaha kita sebagai perintis yang ampuh, biarpun jumlah pinjaman setiap nasabah rata-rata kecil. Kita akan sangat menghargai apabila pinjaman keluarga kurang mampu itu selalu meningkat karena usaha koperasi atau usaha bersamanya bertambah baik. Kita akan menghargai usaha ini sebagai upaya pengentasan kemiskinan yang baik sekaligus merupakan bukti pembinaan nasabah yang baik kalau pinjaman setiap nasabah bertambah besar dan jumlah nasabah tidak berkurang. Kalau jumlah nasabah berkurang artinya ada nasabah yang terpaksa gulung tikar dan tidak bisa melanjutkan usahanya. Kalau jumlah nasabah bertambah dan nilai pinjamannya juga naik, kami anggap Saudara sekalian tidak saja membangun ekonomi kerakyatan tetapi juga seorang pahlawan pembangunan mengatasi kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan bangsa ini dari bangsa-bangsa lainnya.
Karena itu, biarpun untuk tahun 2008 Yayasan Damandiri tidak menambah jumlah dana untuk kegiatan pengembangan ekonomi, karena dana terbatas, dari laporan terlihat masih dana ada sekitar Rp. 400 milyar yang bisa dimanfaatkan. Dengan sisa dan cicilan selama tahun 2008, maka kegiatan membantu dengan kredit Pundi, Pundi Kencana dan Sudara bisa dilakukan dengan dana sekitar Rp. 1,2 trilliun. Kami minta dana yang tersedia itu diarahkan pada daerah-daerah pengembangan yang daftarnya kami sertakan dalam bahan- bahan yang ada pada Saudara. Di daerah-daerah tersebut Yayasan dan lembaga mitra kerja kami mengembangkan program-program lain yang muaranya secara terpadu diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia agar bisa mengatasi musuh bersama, pengentasan kemiskinan, memerangi
3
kebodohan dan perbaikan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik sehingga akhirnya menghasilkan dicapainya target-target MDGs dengan mulus.
Saudara sekalian yang berbahagia,
Seperti tahun yang lalu, biarpun kepada setiap nasabah kita anjurkan diberikan pinjaman dengan bunga pasar tetapi kepada mereka kita berikan berbagai keuntungan secara tidak langsung. Kepada setiap nasabah baru kita berikan jaminan asuransi kecelakaan yang kita percayakan kepada AJB Bumi Putera dan PT Asuransi Bumida. Tujuan pemberian asuransi ini untuk mendidik agar setiap nasabah memikirkan masa depan dan anak cucunya dengan baik.
Pemberian ini sekaligus sebagai pancingan agar setiap nasabah bank mengajak nasabah lain untuk berbuat serupa sehingga masa depan keluarganya terjamin, dan setiap anak bangsa mempunyai jaminan sosial yang memadai untuk melindungi anak cucu dan masa depannya.
Pemberian bantuan ini juga dimaksudkan agar AJB Bumi Putera dan PT Asuransi Bumida memperoleh dana untuk mendukung kampanye menyiapkan jaminan sosial atau social security berbasis masyarakat untuk masa depan anak cucu bangsa ini. Karena itu kami mengajak AJB Bumi Putera dan PT Asuransi Bumida untuk menyediakan sekitar 25 – 30 persen dana premi yang disediakan oleh Yayasan Damandiri dipergunakan untuk mengembangkan kegiatan kampanye bersama Yayasan Damandiri yang ditujukan kepada bank mitra yayasan serta kampanye pengembangan social security berbasis masyarakat kepada khalayak ramai.
Apabila gagasan ini dapat disepakati, maka kepada nasabah baru akan tetap kami berikan jaminan asuransi seperti tahun lalu. Namun, untuk mendidik dan melihat apakah kegiatan masa lalu sudah mempunyai dampak positif, kepada nasabah lama yang pinjamannya diatas Rp. 10 juta kami mengajak pimpinan AJB Bumi Putera, PT Asuransi Bumida dan Bank mitra kerja untuk mengundang perpanjangan asuransinya dengan membayar separo biaya premi karena separonya tetap dibayar oleh Yayasan Damandiri. Premi yang kami bayarkan kepada Bumi Putera dan Bumida, selain untuk kegiatan kampanye social security, kami harapkan disumbangkan juga untuk pengembangan kemandirian Panti Asuhan dan Lembaga Sosial lainnya. Sumbangan ini kita rumuskan sebagai dukungan kegiatan yang menguntungkan semua pihak, utamanya mendidik anak-anak panti terjun langsung dalam pemberdayaan masyarakat di pedesaan.
Untuk memudahkan nasabah mengakses kredit Pundi, Pundi Kencana dan Sudara, mulai tahun 2008 kami akan mengusahakan sebagian resiko pinjaman akan kami jamin dengan asuransi yang preminya sebagian besar ditanggung oleh Yayasan Damandiri Pembicaraan untuk maksud ini sudah sampai pada posisi yang menentukan dan kami harapkan bisa direalisasikan pada awal tahun
2
pengembangan ekonomi biasa karena tidak kita ukur semata dari dana yang disalurkan. Kegiatan ini kita ukur dari kemudahan akses terhadap dana yang ada pada Saudara-saudara sekalian sehingga keluarga yang sedang berusaha bangkit membangun keluarga dan masyarakatnya bisa bergerak dan maju secara mandiri.
Kita sangat menghargai kegiatan Saudara mendukung banyak keluarga menjadi nasabah bukan semata-mata dari kenaikan dana yang ditawarkan atau dipinjamkan, tetapi justru dari perkembangan jumlah dan asal usul nasabah tersebut. Oleh karena itu, tahun depan kita menganjurkan agar para mitra kerja bank memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada desa-desa yang sedang dibantu oleh Yayasan Damandiri dan berbagai LPM, sekolah dan Masjid mitra kerja Yayasan Damandiri. Pada desa-desa binaan itu kabupaten/kota tersebut keluarga-keluarga kurang mampu kita jadikan sasaran terpadu dan dianjurkan bergabung dalam usaha bersama atau membentuk koperasi. Unit-unit koperasi ini hendaknya kita kembangkan dengan bantuan kredit Pundi atau fasilitasi lainnya, dan apabila perlu, diberikan diskon bunga yang menarik.
Dengan memberikan fasilitasi bantuan kepada usaha bersama atau koperasi, secara otomatis kita menambah jumlah keluarga yang bisa memperoleh kesempatan memajukan keluarganya dengan pinjaman bagi setiap keluarga yang tidak terlalu besar. Upaya terpadu itu akan membalik sebagai penghargaan terhadap usaha kita sebagai perintis yang ampuh, biarpun jumlah pinjaman setiap nasabah rata-rata kecil. Kita akan sangat menghargai apabila pinjaman keluarga kurang mampu itu selalu meningkat karena usaha koperasi atau usaha bersamanya bertambah baik. Kita akan menghargai usaha ini sebagai upaya pengentasan kemiskinan yang baik sekaligus merupakan bukti pembinaan nasabah yang baik kalau pinjaman setiap nasabah bertambah besar dan jumlah nasabah tidak berkurang. Kalau jumlah nasabah berkurang artinya ada nasabah yang terpaksa gulung tikar dan tidak bisa melanjutkan usahanya. Kalau jumlah nasabah bertambah dan nilai pinjamannya juga naik, kami anggap Saudara sekalian tidak saja membangun ekonomi kerakyatan tetapi juga seorang pahlawan pembangunan mengatasi kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan bangsa ini dari bangsa-bangsa lainnya.
Karena itu, biarpun untuk tahun 2008 Yayasan Damandiri tidak menambah jumlah dana untuk kegiatan pengembangan ekonomi, karena dana terbatas, dari laporan terlihat masih dana ada sekitar Rp. 400 milyar yang bisa dimanfaatkan. Dengan sisa dan cicilan selama tahun 2008, maka kegiatan membantu dengan kredit Pundi, Pundi Kencana dan Sudara bisa dilakukan dengan dana sekitar Rp. 1,2 trilliun. Kami minta dana yang tersedia itu diarahkan pada daerah-daerah pengembangan yang daftarnya kami sertakan dalam bahan- bahan yang ada pada Saudara. Di daerah-daerah tersebut Yayasan dan lembaga mitra kerja kami mengembangkan program-program lain yang muaranya secara terpadu diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia agar bisa mengatasi musuh bersama, pengentasan kemiskinan, memerangi
3
kebodohan dan perbaikan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik sehingga akhirnya menghasilkan dicapainya target-target MDGs dengan mulus.
Saudara sekalian yang berbahagia,
Seperti tahun yang lalu, biarpun kepada setiap nasabah kita anjurkan diberikan pinjaman dengan bunga pasar tetapi kepada mereka kita berikan berbagai keuntungan secara tidak langsung. Kepada setiap nasabah baru kita berikan jaminan asuransi kecelakaan yang kita percayakan kepada AJB Bumi Putera dan PT Asuransi Bumida. Tujuan pemberian asuransi ini untuk mendidik agar setiap nasabah memikirkan masa depan dan anak cucunya dengan baik.
Pemberian ini sekaligus sebagai pancingan agar setiap nasabah bank mengajak nasabah lain untuk berbuat serupa sehingga masa depan keluarganya terjamin, dan setiap anak bangsa mempunyai jaminan sosial yang memadai untuk melindungi anak cucu dan masa depannya.
Pemberian bantuan ini juga dimaksudkan agar AJB Bumi Putera dan PT Asuransi Bumida memperoleh dana untuk mendukung kampanye menyiapkan jaminan sosial atau social security berbasis masyarakat untuk masa depan anak cucu bangsa ini. Karena itu kami mengajak AJB Bumi Putera dan PT Asuransi Bumida untuk menyediakan sekitar 25 – 30 persen dana premi yang disediakan oleh Yayasan Damandiri dipergunakan untuk mengembangkan kegiatan kampanye bersama Yayasan Damandiri yang ditujukan kepada bank mitra yayasan serta kampanye pengembangan social security berbasis masyarakat kepada khalayak ramai.
Apabila gagasan ini dapat disepakati, maka kepada nasabah baru akan tetap kami berikan jaminan asuransi seperti tahun lalu. Namun, untuk mendidik dan melihat apakah kegiatan masa lalu sudah mempunyai dampak positif, kepada nasabah lama yang pinjamannya diatas Rp. 10 juta kami mengajak pimpinan AJB Bumi Putera, PT Asuransi Bumida dan Bank mitra kerja untuk mengundang perpanjangan asuransinya dengan membayar separo biaya premi karena separonya tetap dibayar oleh Yayasan Damandiri. Premi yang kami bayarkan kepada Bumi Putera dan Bumida, selain untuk kegiatan kampanye social security, kami harapkan disumbangkan juga untuk pengembangan kemandirian Panti Asuhan dan Lembaga Sosial lainnya. Sumbangan ini kita rumuskan sebagai dukungan kegiatan yang menguntungkan semua pihak, utamanya mendidik anak-anak panti terjun langsung dalam pemberdayaan masyarakat di pedesaan.
Untuk memudahkan nasabah mengakses kredit Pundi, Pundi Kencana dan Sudara, mulai tahun 2008 kami akan mengusahakan sebagian resiko pinjaman akan kami jamin dengan asuransi yang preminya sebagian besar ditanggung oleh Yayasan Damandiri Pembicaraan untuk maksud ini sudah sampai pada posisi yang menentukan dan kami harapkan bisa direalisasikan pada awal tahun
4
2008 yang akan datang. Kalau jaminan ini bisa dilakukan, kami harapkan nasabah kita akan bertambah dengan baik dan rakyat kecil yang ingin maju dapat memperoleh kemudahan untuk melancarkan usahanya.
Saudara sekalian yang berbahagia,
Proses pemberdayaan anak-anak panti, yang umumnya yatim piatu, saya minta dipadukan dengan usaha pengembangan Pos Pemberdyaan Keluarga atau Posdaya berbasis pedukuhan dan panti. Anak-anak panti bersama dengan anak- anak SMA yang dikembangan melalui peningkatan sekolah unggul, mulai tahun lalu sudah kita ajak mengembangkan Posdaya di pedesaan dekat sekolahnya.
Anak-anak panti diajak ikut dalam pelatihan melalui kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi mitra Damandiri. Setelah pelatihan mereka diajak bersama pengurus panti dan sekolah di dekatnya untuk membantu masyarakat di desa terpilih membantu pengembangan Posdaya.
Dalam lingkungan Posdaya anak-anak muda itu diajak bekerja sama dengan para pengasuh Posdaya, termasuk para sesepuh di desa, mempersiapkan pertemuan dan kegiatan yang akan digelar, utamanya mempersiapkan peralatan pertemuan, mengundang para peserta pertemuan, menyiapkan pembicara dan segala keperluan untuk kelancaran pertemuan atau kegiatan Posdaya lainnya. Terlibatnya generasi muda dalam pertemuan itu akan merangsang anak muda makin terampil dan percaya diri serta menjadikan mereka sumber daya yang bermutu. Kerjasama dengan para sesepuh di desa menjamin kesinambungan generasi dan penghormatan yang tinggi terhadap para sesepuh di desa. Dukungan yang baik dari para sesepuh akan memperlancar usaha membangun partisipasi yang tinggi dari semua warga.
Karena anak-anak muda, baik yang berasal dari sekolah, panti atau anak putus sekolah lain, tidak selalu mahir dalam mengatur organisasi atau mengerjakan pekerjaan sosial yang dihadapi di masyarakat, maka diperlukan pelatihan yang memadai. Untuk itu Yayasan Damandiri akan membantu sekolah atau lembaga-lembaga tertentu seperti Silver College melakukan pelatihan awal bagi tenaga-tenaga muda yang diperlukan untuk pengembangan Posdaya tersebut. Tenaga-tenaga muda dan para pengasuh Posdaya tersebut dianjurkan untuk mengembangkan koperasi pedesaan yang diasuh ibu-ibu. Koperasi itu menjadi forum untuk mengembangkan usaha ekonomi dimana sisa hasil usaha yang diperolehnya disumbangkan untuk menggalakkan atau menyuburkan Posdaya yang dibinanya.
Apabila diperlukan Yayasan Damandiri akan membantu fasilitasi pembentukan koperasi pedesaan dengan peranan ibu-ibu pengasuh Posdaya, atau UPPKS atau PKK di pedesaan tersebut. Fasilitasi itu diwujudkan dalam membantu kebutuhan administrasi pembentukan koperasi sebagai model koperasi yang sanggup mengasuh Posdaya dengan sisa hasil usaha atau
5
melibatkan anggota pengurus Posdaya dalam kegiatan usaha ekonomi melalui koperasinya.
Dalam bidang usaha sosial kemanusiaan lainnya, bekerjasama dengan Yayasan Dharmais, telah disepakati bahwa Posdaya yang sudah berkembang, para pengurus Posdayanya bisa mengusulkan generasi muda anggotanya yang rajin dan memerlukan bantuan pelatihan ketrampilan bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh mitra kerja Yayasan Dharmais. Pelatihan itu biasanya berlangsung di tempat-tempat yang telah ditunjuk seperti Yogyakarta, Magetan dan daerah lain. Pelatihan itu meliputi pelatihan ketrampilan menjahit, tataboga, bengkel, atau ketrampilan lain yang banyak dibutuhkan di masyarakat.
Kesempatan lain juga terbuka, antara lain bahwa pengurus Posdaya bisa mendaftar keluarga dan anggotanya yang menderita katarak dan bibir sumbing.
Pada tahun 2008 akan dibuka kesempatan untuk mendapat bantuan operasi katarak dan operasi bibir sumbing secara gratis di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan yang ditunjuk.
Kesempatan lain yang sedang dikembangkan adalah pemberian bea siswa untuk anak-anak keluarga kurang mampu yang menjadi anggota Posdaya. Pada tahun 2008 sedang diperjuangkan agar pada setiap Posdaya dapat disediakan sedikitnya 20 beasiswa untuk anak keluarga kurang mampu yang sedang sekolah di SD, SMP atau SMK. Beasiswa ini berbeda dengan bantuan yang diberikan langsung oleh Yayasan Damandiri melalui sekolah atau LPM Perguruan Tinggi pembinanya.
Pada tahun 2007 telah dibantu pengembangan 166 SMA/MA plus di 78 Kabupaten/Kota. Untuk tahun 2008 akan ditingkatkan dengan menambah 66 sekolah yang telah direncanakan tahun 2007 dan 34 sekolah baru yang dianggarkan tahun 2008. Pengembangan kemampuan ketrampilan siswa-siswa dari sekolah tersebut diarahkan pada pendampingan dan magang pada jaringan Posdaya di desa-desa binaan. Artinya, pelatihan ketrampilan dan praktek magang tidak lagi diadakan di sekolah tetapi diadakan dan dipadukan pada upaya mengembangkan Posdaya dan berbagai kegiatannya di desa atau dukuh dekat sekolah atau di dukuh dan desa yang dikembangkan oleh sekolah yang bersangkutan. Para siswa tidak lagi dititipkan untuk magang pada usaha industri atau perdagangan kecil di sembarang tempat, tetapi dititipkan kepada pengusaha kecil, atau sekaligus dipadukan kepada usaha yang ada di desa binaan, yaitu sekaligus membangun kewirausahaan di desa-desa atau Posdaya binaannya. Dengan demikian para pengusaha yang membimbing para siswa di desa binaan dapat memperoleh pinjaman dari bank dengan pelayanan khusus.
Para siswa yang memperoleh bantuan untuk magang bisa menabung pada bank mitra kerja yang diarahkan untuk membantu atau untuk menambah modal bagi pengusaha yang membinanya. Kredit Pundi dan tabungan siswa dapat diarahkan untuk memperkuat pengembangan Posdaya di desa binaan yang dikembangkan.
Dengan cara tersebut para pengusaha di desa dekat Posdaya akan memperoleh
4
2008 yang akan datang. Kalau jaminan ini bisa dilakukan, kami harapkan nasabah kita akan bertambah dengan baik dan rakyat kecil yang ingin maju dapat memperoleh kemudahan untuk melancarkan usahanya.
Saudara sekalian yang berbahagia,
Proses pemberdayaan anak-anak panti, yang umumnya yatim piatu, saya minta dipadukan dengan usaha pengembangan Pos Pemberdyaan Keluarga atau Posdaya berbasis pedukuhan dan panti. Anak-anak panti bersama dengan anak- anak SMA yang dikembangan melalui peningkatan sekolah unggul, mulai tahun lalu sudah kita ajak mengembangkan Posdaya di pedesaan dekat sekolahnya.
Anak-anak panti diajak ikut dalam pelatihan melalui kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi mitra Damandiri. Setelah pelatihan mereka diajak bersama pengurus panti dan sekolah di dekatnya untuk membantu masyarakat di desa terpilih membantu pengembangan Posdaya.
Dalam lingkungan Posdaya anak-anak muda itu diajak bekerja sama dengan para pengasuh Posdaya, termasuk para sesepuh di desa, mempersiapkan pertemuan dan kegiatan yang akan digelar, utamanya mempersiapkan peralatan pertemuan, mengundang para peserta pertemuan, menyiapkan pembicara dan segala keperluan untuk kelancaran pertemuan atau kegiatan Posdaya lainnya. Terlibatnya generasi muda dalam pertemuan itu akan merangsang anak muda makin terampil dan percaya diri serta menjadikan mereka sumber daya yang bermutu. Kerjasama dengan para sesepuh di desa menjamin kesinambungan generasi dan penghormatan yang tinggi terhadap para sesepuh di desa. Dukungan yang baik dari para sesepuh akan memperlancar usaha membangun partisipasi yang tinggi dari semua warga.
Karena anak-anak muda, baik yang berasal dari sekolah, panti atau anak putus sekolah lain, tidak selalu mahir dalam mengatur organisasi atau mengerjakan pekerjaan sosial yang dihadapi di masyarakat, maka diperlukan pelatihan yang memadai. Untuk itu Yayasan Damandiri akan membantu sekolah atau lembaga-lembaga tertentu seperti Silver College melakukan pelatihan awal bagi tenaga-tenaga muda yang diperlukan untuk pengembangan Posdaya tersebut. Tenaga-tenaga muda dan para pengasuh Posdaya tersebut dianjurkan untuk mengembangkan koperasi pedesaan yang diasuh ibu-ibu. Koperasi itu menjadi forum untuk mengembangkan usaha ekonomi dimana sisa hasil usaha yang diperolehnya disumbangkan untuk menggalakkan atau menyuburkan Posdaya yang dibinanya.
Apabila diperlukan Yayasan Damandiri akan membantu fasilitasi pembentukan koperasi pedesaan dengan peranan ibu-ibu pengasuh Posdaya, atau UPPKS atau PKK di pedesaan tersebut. Fasilitasi itu diwujudkan dalam membantu kebutuhan administrasi pembentukan koperasi sebagai model koperasi yang sanggup mengasuh Posdaya dengan sisa hasil usaha atau
5
melibatkan anggota pengurus Posdaya dalam kegiatan usaha ekonomi melalui koperasinya.
Dalam bidang usaha sosial kemanusiaan lainnya, bekerjasama dengan Yayasan Dharmais, telah disepakati bahwa Posdaya yang sudah berkembang, para pengurus Posdayanya bisa mengusulkan generasi muda anggotanya yang rajin dan memerlukan bantuan pelatihan ketrampilan bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh mitra kerja Yayasan Dharmais. Pelatihan itu biasanya berlangsung di tempat-tempat yang telah ditunjuk seperti Yogyakarta, Magetan dan daerah lain. Pelatihan itu meliputi pelatihan ketrampilan menjahit, tataboga, bengkel, atau ketrampilan lain yang banyak dibutuhkan di masyarakat.
Kesempatan lain juga terbuka, antara lain bahwa pengurus Posdaya bisa mendaftar keluarga dan anggotanya yang menderita katarak dan bibir sumbing.
Pada tahun 2008 akan dibuka kesempatan untuk mendapat bantuan operasi katarak dan operasi bibir sumbing secara gratis di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan yang ditunjuk.
Kesempatan lain yang sedang dikembangkan adalah pemberian bea siswa untuk anak-anak keluarga kurang mampu yang menjadi anggota Posdaya. Pada tahun 2008 sedang diperjuangkan agar pada setiap Posdaya dapat disediakan sedikitnya 20 beasiswa untuk anak keluarga kurang mampu yang sedang sekolah di SD, SMP atau SMK. Beasiswa ini berbeda dengan bantuan yang diberikan langsung oleh Yayasan Damandiri melalui sekolah atau LPM Perguruan Tinggi pembinanya.
Pada tahun 2007 telah dibantu pengembangan 166 SMA/MA plus di 78 Kabupaten/Kota. Untuk tahun 2008 akan ditingkatkan dengan menambah 66 sekolah yang telah direncanakan tahun 2007 dan 34 sekolah baru yang dianggarkan tahun 2008. Pengembangan kemampuan ketrampilan siswa-siswa dari sekolah tersebut diarahkan pada pendampingan dan magang pada jaringan Posdaya di desa-desa binaan. Artinya, pelatihan ketrampilan dan praktek magang tidak lagi diadakan di sekolah tetapi diadakan dan dipadukan pada upaya mengembangkan Posdaya dan berbagai kegiatannya di desa atau dukuh dekat sekolah atau di dukuh dan desa yang dikembangkan oleh sekolah yang bersangkutan. Para siswa tidak lagi dititipkan untuk magang pada usaha industri atau perdagangan kecil di sembarang tempat, tetapi dititipkan kepada pengusaha kecil, atau sekaligus dipadukan kepada usaha yang ada di desa binaan, yaitu sekaligus membangun kewirausahaan di desa-desa atau Posdaya binaannya. Dengan demikian para pengusaha yang membimbing para siswa di desa binaan dapat memperoleh pinjaman dari bank dengan pelayanan khusus.
Para siswa yang memperoleh bantuan untuk magang bisa menabung pada bank mitra kerja yang diarahkan untuk membantu atau untuk menambah modal bagi pengusaha yang membinanya. Kredit Pundi dan tabungan siswa dapat diarahkan untuk memperkuat pengembangan Posdaya di desa binaan yang dikembangkan.
Dengan cara tersebut para pengusaha di desa dekat Posdaya akan memperoleh
6
pembinaan dari berbagai unsur dan memperoleh pula kemudahan dari berbagai program dan kegiatan yang saling disenergikan.
Para siswa dan sekolah yang dikembangkan menjadi sekolah unggul diharapkan menjadikan desa binaan suatu model desa yang seluruh anak usia sekolah bisa sekolah dengan baik sampai setinggi-tingginya. Di desa binaan itu seyogyanya segera dikembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar supaya ibu-ibu keluarga miskin yang mempunyai anak balita atau anak batita segera bisa menitipkan anak-anaknya ke PAUD tersebut dan ibunya bisa memperoleh latihan keterampilan dan bekerja. Ibu-ibu keluarga kurang mampu yang bekerja tersebut akan mempermudah keluarganya mengentaskan diri dari lembah kemiskinan.
Bagian ketiga yang sangat penting dalam program pemberdayaan melalui Posdaya adalah bidang kesehatan. Semua anak-anak batita hendaknya segera dibawa dan mengikuti PAUD agar anjuran untuk hidup sehat dimulai dan dipusatkan pada anak-anak mulai saat lahir sampai anak itu dewasa, utamanya anak usia balita. Kepada anak-anak usia batita dan balita dianjurkan untuk meperoleh makanan bergizi. Untuk dua atau tiga bulan pertama, terutama bagi anak dari keluarga kurang mampu, akan diusahakan bantuan berupa contoh makanan bergizi melalui warung di dekat Posdaya atau di desanya. Para orang tuanya dilatih dan diajak mengenal dan memberi prioritas mengolah atau membeli makanan bergizi agar kebiasaan baru ini merubah pola makan yang bergizi bagi anak balitanya. Setelah bantuan sebulan, atau dua bulan, atau paling lama tiga bulan, keluarga mampu yang bergabung dalam Posdaya diharapkan secara bersama mengambil oper bantuan kepada keluarga kurang mampu di dukuhnya, dan meneruskan bantuan sampai keluarga kurang mampu bisa memberi makanan sehat bergizi secara mandiri.
Warung-warung yang ikut serta dalam program ini harus pula menghimbau keluarga mampu lain untuk membeli makanan bergizi di warungnya agar warung itu dapat memberikan harga yang lebih rendah atau mengambil beberapa anak keluarga kurang mampu sebagai anak angkatnya.
Bantuan itu berlanjut sampai orang tua asli bisa membeli makanan bergizi dengan harga lebih rendah atau memperoleh jaminan gratis dari keluarga yang lebih mampu. Dengan demikian kita menciptakan jaminan sosial secara mandiri dan kuat karena berbasis masyarakat yang rukun.
Pelayanan kesehatan yang ada di sekitar Posdaya diusahakan dilengkapi dengan menghidupkan kembali atau menyegarkan Posyandu. Untuk itu Posdaya dapat mengajak bidan untuk praktek di desanya atau di sekitar Posdaya menjadi penggerak Posyandu. Bank-bank mitra kerja Yayasan Damandiri diberi kesempatan memberikan kredit Pundi kepada bidan dengan potongan bunga sampai tigapuluh persen. Potongan ini, seperti yang diberikan kepada anggota koperasi pembina Posdaya, tidak diberikan langsung tetapi diberikan dalam
7
bentuk Tabungan Simpedes atau tabungan lain berhadiah yang diundi untuk mendapatkan hadiah yang menarik.
Perhatian lain yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan ditujukan kepada ibu hamil dan melahirkan serta pada usaha mencegah menjalarnya penyakit menular seperti demam berdarah, flu burung atau bahkan mencegah menjalarnya virus HIV/AIDS. Upaya pencegahan ini antara lain dapat dilakukan dengan mengajak para anggota Posdaya untuk melakukan kegiatan kebersihan secara teratur, mengadakan kegiatan olah raga bersama, atau mengadakan kegiatan kesenian dan budaya yang isinya berupa anjuran hidup sehat dan sejahtera. Kegiatan tersebut juga bisa berbentuk kegiatan kunjungan wisata yang dianggap menarik untuk menyebarkan percontohan hidup sehat dan saling menghargai. Pembinaan hidup sehat dan sejahtera itu bukan saja menjadi monopoli tenaga medis, oleh karena itu semua pihak diajak menata lingkungan yang bersih, sehat dan sejahtera.
Pengembangan program-program itu memerlukan perhatian yang tinggi terhadap pemilihan wilayah program dan partisipasi semua pihak. Tenaga lapangan yang dimotori oleh mahasiswa, siswa, anak panti dan para pengurus masjid di desa-desa binaan sebaiknya setiap kali melaporkan kegiatannya kepada kepala desa, camat dan aparat setempat agar memperoleh perhatian dan mudah-mudahan menggugah mereka untuk menyebar luaskannya ke desa-desa lainnya. Kalau upaya ini berhasil, Insya Allah akan meningkatkan pencapaian target-target MDGs dari pedesaan dengan baik dan berakibat positif pada pencapaian target secara nasional.
Dukungan Yayasan Damandiri akan diarahkan agar semangat masyarakat yang makin tumbuh pada tingkat pedesaan betul-betul dapat disalurkan secara positif dalam gegap gempitanya pembangunan yang mendorong peningkatan mutu manusia dan akhirnya menghantar keluarga Indonesia menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Keluarga yang tingkat kemampuan ekonominya memadai serta sanggup mengantar anak cucunya menjuju masa depan yang sejahtera. Semoga.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pertemuan hari ini, termasuk yang menyumbang kegiatan olah raga dan lainnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman- teman yang bekerja di belakang layar sehingga pertemuan hari ini berjalan lancar. Kepada semua pihak kami harapkan menjadikan pertemuan hari ini sebagai momentum peningkatan kebersamaan dan dukungan pada usaha mulia membangun keluarga sejahtera di seluruh Indonesia.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb.
Catatan : semua font menggunakan Tahoma (Presentasi p.haryono, p.made dan p.rohadi)
6
pembinaan dari berbagai unsur dan memperoleh pula kemudahan dari berbagai program dan kegiatan yang saling disenergikan.
Para siswa dan sekolah yang dikembangkan menjadi sekolah unggul diharapkan menjadikan desa binaan suatu model desa yang seluruh anak usia sekolah bisa sekolah dengan baik sampai setinggi-tingginya. Di desa binaan itu seyogyanya segera dikembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar supaya ibu-ibu keluarga miskin yang mempunyai anak balita atau anak batita segera bisa menitipkan anak-anaknya ke PAUD tersebut dan ibunya bisa memperoleh latihan keterampilan dan bekerja. Ibu-ibu keluarga kurang mampu yang bekerja tersebut akan mempermudah keluarganya mengentaskan diri dari lembah kemiskinan.
Bagian ketiga yang sangat penting dalam program pemberdayaan melalui Posdaya adalah bidang kesehatan. Semua anak-anak batita hendaknya segera dibawa dan mengikuti PAUD agar anjuran untuk hidup sehat dimulai dan dipusatkan pada anak-anak mulai saat lahir sampai anak itu dewasa, utamanya anak usia balita. Kepada anak-anak usia batita dan balita dianjurkan untuk meperoleh makanan bergizi. Untuk dua atau tiga bulan pertama, terutama bagi anak dari keluarga kurang mampu, akan diusahakan bantuan berupa contoh makanan bergizi melalui warung di dekat Posdaya atau di desanya. Para orang tuanya dilatih dan diajak mengenal dan memberi prioritas mengolah atau membeli makanan bergizi agar kebiasaan baru ini merubah pola makan yang bergizi bagi anak balitanya. Setelah bantuan sebulan, atau dua bulan, atau paling lama tiga bulan, keluarga mampu yang bergabung dalam Posdaya diharapkan secara bersama mengambil oper bantuan kepada keluarga kurang mampu di dukuhnya, dan meneruskan bantuan sampai keluarga kurang mampu bisa memberi makanan sehat bergizi secara mandiri.
Warung-warung yang ikut serta dalam program ini harus pula menghimbau keluarga mampu lain untuk membeli makanan bergizi di warungnya agar warung itu dapat memberikan harga yang lebih rendah atau mengambil beberapa anak keluarga kurang mampu sebagai anak angkatnya.
Bantuan itu berlanjut sampai orang tua asli bisa membeli makanan bergizi dengan harga lebih rendah atau memperoleh jaminan gratis dari keluarga yang lebih mampu. Dengan demikian kita menciptakan jaminan sosial secara mandiri dan kuat karena berbasis masyarakat yang rukun.
Pelayanan kesehatan yang ada di sekitar Posdaya diusahakan dilengkapi dengan menghidupkan kembali atau menyegarkan Posyandu. Untuk itu Posdaya dapat mengajak bidan untuk praktek di desanya atau di sekitar Posdaya menjadi penggerak Posyandu. Bank-bank mitra kerja Yayasan Damandiri diberi kesempatan memberikan kredit Pundi kepada bidan dengan potongan bunga sampai tigapuluh persen. Potongan ini, seperti yang diberikan kepada anggota koperasi pembina Posdaya, tidak diberikan langsung tetapi diberikan dalam
7
bentuk Tabungan Simpedes atau tabungan lain berhadiah yang diundi untuk mendapatkan hadiah yang menarik.
Perhatian lain yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan ditujukan kepada ibu hamil dan melahirkan serta pada usaha mencegah menjalarnya penyakit menular seperti demam berdarah, flu burung atau bahkan mencegah menjalarnya virus HIV/AIDS. Upaya pencegahan ini antara lain dapat dilakukan dengan mengajak para anggota Posdaya untuk melakukan kegiatan kebersihan secara teratur, mengadakan kegiatan olah raga bersama, atau mengadakan kegiatan kesenian dan budaya yang isinya berupa anjuran hidup sehat dan sejahtera. Kegiatan tersebut juga bisa berbentuk kegiatan kunjungan wisata yang dianggap menarik untuk menyebarkan percontohan hidup sehat dan saling menghargai. Pembinaan hidup sehat dan sejahtera itu bukan saja menjadi monopoli tenaga medis, oleh karena itu semua pihak diajak menata lingkungan yang bersih, sehat dan sejahtera.
Pengembangan program-program itu memerlukan perhatian yang tinggi terhadap pemilihan wilayah program dan partisipasi semua pihak. Tenaga lapangan yang dimotori oleh mahasiswa, siswa, anak panti dan para pengurus masjid di desa-desa binaan sebaiknya setiap kali melaporkan kegiatannya kepada kepala desa, camat dan aparat setempat agar memperoleh perhatian dan mudah-mudahan menggugah mereka untuk menyebar luaskannya ke desa-desa lainnya. Kalau upaya ini berhasil, Insya Allah akan meningkatkan pencapaian target-target MDGs dari pedesaan dengan baik dan berakibat positif pada pencapaian target secara nasional.
Dukungan Yayasan Damandiri akan diarahkan agar semangat masyarakat yang makin tumbuh pada tingkat pedesaan betul-betul dapat disalurkan secara positif dalam gegap gempitanya pembangunan yang mendorong peningkatan mutu manusia dan akhirnya menghantar keluarga Indonesia menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Keluarga yang tingkat kemampuan ekonominya memadai serta sanggup mengantar anak cucunya menjuju masa depan yang sejahtera. Semoga.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pertemuan hari ini, termasuk yang menyumbang kegiatan olah raga dan lainnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman- teman yang bekerja di belakang layar sehingga pertemuan hari ini berjalan lancar. Kepada semua pihak kami harapkan menjadikan pertemuan hari ini sebagai momentum peningkatan kebersamaan dan dukungan pada usaha mulia membangun keluarga sejahtera di seluruh Indonesia.
Wassalammu’alaikum Wr. Wb.
Catatan : semua font menggunakan Tahoma (Presentasi p.haryono, p.made dan p.rohadi)
PRESENTASI
RAPAT KOORDINASI MITRA 2007
Evaluasi Penyaluran Kredit DAMANDIRI Tahun 2007
Drs. Made Are Subrata
Program Pengembangan SDM dan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pola Kemitraan: Tinjauan Pelaksanaan Tahun 2005-2007 dan Rencana Tahun 2008*
).
DR. Rohadi Haryanto, MSc
PRESENTASI
RAPAT KOORDINASI MITRA 2007
Evaluasi Penyaluran Kredit DAMANDIRI Tahun 2007
Drs. Made Are Subrata
Program Pengembangan SDM dan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pola Kemitraan: Tinjauan Pelaksanaan Tahun 2005-2007 dan Rencana Tahun 2008*
).
DR. Rohadi Haryanto, MSc
PRESENTASI
RAPAT KERJA MITRA 2007 Drs. Made Are Subrata
Evaluasi Penyaluran Kredit
DAMANDIRI Tahun 2007
RAPAT KOORDINASI
YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI DENGAN MITRA KERJA
EVALUASI PENYALURAN KREDIT PUNDI/SUDARA
DATA SD. OKTOBER 2007
OLEH:
MADE ARE SUBRATA
DEPUTI DIREKTUR PERENCANAAN & EVALUASI PROGRAM
YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI BOGOR, 8 DESEMBER 2007
RAPAT KOORDINASI
YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI DENGAN MITRA KERJA
EVALUASI PENYALURAN KREDIT PUNDI/SUDARA
DATA SD. OKTOBER 2007
OLEH:
MADE ARE SUBRATA
DEPUTI DIREKTUR PERENCANAAN & EVALUASI PROGRAM
YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI BOGOR, 8 DESEMBER 2007
2
DAFTAR ISI
HAL A. LATAR BELAKANG
……… 03B. KARAKTERISTIK NASABAH
……….. 041. Nasabah Kelompok 2. Peranan Perempuan 3. Sektor Usaha
4. Pendidikan Nasabah 5. Pekerjaan Nasabah 6. Umur Nasabah
7. Persebaran Nasabah
C. REALISASI PERKEMBANGAN KREDIT
……….. 091. Realisasi Nasabah Kumulatif 2. Realisasi Nasabah Aktif
3. Realisasi Saldo Debit 4. Rata-Rata Suku Bunga 5. Khusus Kredit SUDARA 6. Kredit Bidan
7. Asuransi Nasabah
D. KESIMPULAN DAN SARAN
………. 17SLIDE PRESENTASI
2
DAFTAR ISI
HAL A. LATAR BELAKANG
……… 03B. KARAKTERISTIK NASABAH
……….. 041. Nasabah Kelompok 2. Peranan Perempuan 3. Sektor Usaha
4. Pendidikan Nasabah 5. Pekerjaan Nasabah 6. Umur Nasabah
7. Persebaran Nasabah
C. REALISASI PERKEMBANGAN KREDIT
……….. 091. Realisasi Nasabah Kumulatif 2. Realisasi Nasabah Aktif
3. Realisasi Saldo Debit 4. Rata-Rata Suku Bunga 5. Khusus Kredit SUDARA 6. Kredit Bidan
7. Asuransi Nasabah
D. KESIMPULAN DAN SARAN
………. 17SLIDE PRESENTASI
3
EVALUASI PENYALURAN KREDIT PUNDI/
SUDARA DAN PERKEMBANGANNYA SD. OKTOBER 2007
______________________________________________________
A. LATAR BELAKANG.
Maksud dan tujuan dari evaluasi ini adalah untuk melihat realisasi penyaluran kredit PUNDI/SUDARA serta perkembangannya sampai dengan bulan Oktober 2006 sebagai masukan kepada pimpinan dalam menentukan suatu kebijakan yang berhubungan dengan penempatan dana pada Bank/BPD/BPR sebagai mitra kerja Yayasan. Evaluasi ini dibuat atas dasar data yang diperoleh dari Sistem Audit Program Damandiri (SAPD) 2006 yang telah disempurnakan, yang merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh mitra kerja sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangani.
Dalam rangka mengembangkan program untuk membantu kelompok keluarga kurang mampu agar dapat meningkatkan kesejahteraannya serta mendorong terciptanya kegiatan ekonomi, sejak tahun 2000 Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI) telah mengembangkan skim kredit PUNDI/SUDARA sebagai kelanjutan dari skim kredit TAKESRA/KUKESRA. Kerja sama telah ditandatangani antara Yayasan Damandiri dengan 22 Bank/BPD/BPR sebagai mitra kerja Yayasan, di mana Yayasan menempatkan dana pada Bank/BPD/BPR tersebut sebagai deposito dengan bunga tertentu yang telah disepakati dan Bank/BPD/BPR menyalurkan dana tersebut kepada debitur/nasabah dengan ketentuan dan aturan sesuai dengan Bank/BPD/BPR tersebut. Kerja sama tersebut berlaku selama 3-5 tahun, dengan tujuan agar Bank/BPD/BPR dapat menggulirkan dana tersebut secara terus menerus kepada masyarakat. Makin banyak masyarakat khususnya masyarakat kecil yang menikmati dana tersebut akan diharapkan tercapainya visi dan misi Yayasan. Semua itu untuk membantu keluarga kurang mampu yang mempunyai usaha ekonomi produktif baik perorangan maupun kelompok agar bisa mandiri dalam melaksanakan usaha untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui penyaluran kredit PUNDI/SUDARA.
Penyaluran kredit PUNDI/SUDARA dengan sasaran keluarga kurang mampu/
miskin atau keluarga yang telah mempunyai usaha kecil atau usaha menengah yang mulai berhasil dan mereka ini diberikan dukungan pembinaan lanjutan dan pinjaman dana yang lebih besar. Bank/BPD/BPR yang ikut dalam kerja sama tersebut diatas adalah BPD DIY, BPD Jateng, Bank Jatim, BPD Bali, BPD NTB, BPD Sulut, BPD Sulsel, BPD Maluku, BPD NTT, BPD Kalsel, BPD Kalbar, Bank Bukopin, BPR Nusamba, BPR Artha Huda, BPR Yis Boyolali, BPR Bank Pasar Karanganyar, BPR Lombok Tengah, BPD Bengkulu, BPR BKK Wonogiri Kota dan BPR Purbalingga
3
EVALUASI PENYALURAN KREDIT PUNDI/
SUDARA DAN PERKEMBANGANNYA SD. OKTOBER 2007
______________________________________________________
A. LATAR BELAKANG.
Maksud dan tujuan dari evaluasi ini adalah untuk melihat realisasi penyaluran kredit PUNDI/SUDARA serta perkembangannya sampai dengan bulan Oktober 2006 sebagai masukan kepada pimpinan dalam menentukan suatu kebijakan yang berhubungan dengan penempatan dana pada Bank/BPD/BPR sebagai mitra kerja Yayasan. Evaluasi ini dibuat atas dasar data yang diperoleh dari Sistem Audit Program Damandiri (SAPD) 2006 yang telah disempurnakan, yang merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh mitra kerja sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangani.
Dalam rangka mengembangkan program untuk membantu kelompok keluarga kurang mampu agar dapat meningkatkan kesejahteraannya serta mendorong terciptanya kegiatan ekonomi, sejak tahun 2000 Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI) telah mengembangkan skim kredit PUNDI/SUDARA sebagai kelanjutan dari skim kredit TAKESRA/KUKESRA. Kerja sama telah ditandatangani antara Yayasan Damandiri dengan 22 Bank/BPD/BPR sebagai mitra kerja Yayasan, di mana Yayasan menempatkan dana pada Bank/BPD/BPR tersebut sebagai deposito dengan bunga tertentu yang telah disepakati dan Bank/BPD/BPR menyalurkan dana tersebut kepada debitur/nasabah dengan ketentuan dan aturan sesuai dengan Bank/BPD/BPR tersebut. Kerja sama tersebut berlaku selama 3-5 tahun, dengan tujuan agar Bank/BPD/BPR dapat menggulirkan dana tersebut secara terus menerus kepada masyarakat. Makin banyak masyarakat khususnya masyarakat kecil yang menikmati dana tersebut akan diharapkan tercapainya visi dan misi Yayasan. Semua itu untuk membantu keluarga kurang mampu yang mempunyai usaha ekonomi produktif baik perorangan maupun kelompok agar bisa mandiri dalam melaksanakan usaha untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui penyaluran kredit PUNDI/SUDARA.
Penyaluran kredit PUNDI/SUDARA dengan sasaran keluarga kurang mampu/
miskin atau keluarga yang telah mempunyai usaha kecil atau usaha menengah yang mulai berhasil dan mereka ini diberikan dukungan pembinaan lanjutan dan pinjaman dana yang lebih besar. Bank/BPD/BPR yang ikut dalam kerja sama tersebut diatas adalah BPD DIY, BPD Jateng, Bank Jatim, BPD Bali, BPD NTB, BPD Sulut, BPD Sulsel, BPD Maluku, BPD NTT, BPD Kalsel, BPD Kalbar, Bank Bukopin, BPR Nusamba, BPR Artha Huda, BPR Yis Boyolali, BPR Bank Pasar Karanganyar, BPR Lombok Tengah, BPD Bengkulu, BPR BKK Wonogiri Kota dan BPR Purbalingga
4 (BPR Artha Perwira dan BPR Syariah Buana Putra Perwira), Perum Pegadaian dan BPR Syariah Metro Madani Lampung.
B. KARAKTERISTIK NASABAH
Sejak diberlakukannya Sistem Audit Program Damandiri tahun 2000 sampai sekarang ini jumlah nasabah Pundi dan Sudara beserta anggota kelompoknya berjumlah 285.802 nasabah. Berikut ini akan disajikan cirri-ciri nasabah Pundi dan Sudara baik dilihat dari tipe nasabah, peranan perempuan, sektor usaha, pendidikan, pekerjaan dan umur nasabah sebagai berikut:
1. Tipe Nasabah:
Dari jumlah nasabah tersebut ada 237.787 nasabah perorangan (83,3%) dan 48.015 merupakan nasabah kelompok (16,7%), dengan rata-rata kelompok sebanyak 7 orang. Jika dilihat perkembangan nasabah kelompok setiap tahunnya pada tahun 2002 sebesar 18,4%, 2003 turun menjadi 11,4%, tahun 2004 meningkat menjadi 21,6%, tahun 2005 naik menjadi 24,1% dan tahun 2006 turun menjadi 13,5% dan pada tahun 2007 sampai dengan bulan laporan meningkat menjadi 15,6%.
18.4
11.4
21.6 24.1
13.5 15.6
0 5 10 15 20 25
2002 2003 2004 2005 2006 2007
NasabahKelompok
Perkembangan nasabah kelompok sejak tahun 2002 sampai dengan bulan laporan ini, jika dilihat per Bank/BPD/BPR seperti terlihat pada Tabel 1 dibawah ini menunjukkan bahwa BPRS Metro Madani, Bank Pasar, Bukopin, dan Bank Maluku memiliki nasabah kelompok yang cukup besar, diatas 35% sedangkan Bank Jatim, Bengkulu, BPR Lombok Tengah, Artha Huda, BSM dan BPR Wonogiri, tidak ada nasabah kelompoknya.
5 TABEL 1: PROSENTASE PEREMBANGAN NASABAH
KELOMPOK KREDIT PUNDI & SUDARA (RANKING 2007) SD. OKTOBER 2007
No Nama Bank 2002 2003 2004 2005 2006 2007
(%) (%) (%) (%) (%) (%)
22 BPRS Mtero Mdn - - - - - 91.7
17 BPR B. Pasar - - - 100.0 80.9 87.1
13 Bank Bukopin 4.3 2.4 24.9 12.3 2.4 41.2
08 BPD Maluku 10.7 7.1 27.3 50.2 39.8 36.9
06 BPD Sulut 92.1 89.4 78.2 78.4 79.8 31.5
04 BPD Bali 93.4 87.5 83.8 72.8 18.8 31.3
09 BPD NTT - 59.1 54.8 46.6 25.7 18.4
16 BPR YIS 29.8 8.8 25.0 83.3 67.2 15.6
10 BPD Klasel - - 25.9 33.0 22.2 15.3
07 BPD Sulsel 29.4 31.3 25.9 23.6 24.2 10.6
14 BPR Nusamba 10.8 9.3 14.6 10.9 5.6 7.5
11 BPD Kalbar - - - - 0.8 5.3
05 BPD NTB - 28.6 39.6 27.4 0.3 2.4
20 BPR Purbalingga - - - - 0.0 2.2
02 BPD Jateng - - 22.0 30.2 10.8 1.9
01 BPD DIY 37.5 0.0 12.4 13.5 3.7 1.4
21 Bank Syariah M - - - 0.0 0.0 0.0
19 BPD Wonogiri - - - - 0.0 0.0
18 BPR Loteng - - - 0.0 0.7 0.0
15 BPR Artha H 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0
12 BPD Bengkulu - - - - 0.0 0.0
03 BPD Jatim 18.9 16.7 25.1 12.0 9.0 0.0
Jumlah Seluruh 18.4 11.4 21.6 24.1 13.5 15.6
2. Peranan Perempuan:
Peranan perempuan dalam penyaluran kredit Pundi dan Sudara sampai dengan Oktober 2007 mencapai 32,5% dari jumlah nasabah adalah nasabah perempuan sedangkan 67,5% nya adalah nasabah laki-laki.
67.5 32.5
LakiͲlaki Peempuan