• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

8 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kajian Teori

1. Teknologi Informasi dan Komunikasi

Haag dan Keen (1996:1) menyatakan bahwa Pengertian teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemprosesan informasi.

Selain pendapat dari Haag dan Keen, komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media). (Effendy : 2015:11).

Teknologi informasi dan komunikasi ialah suatu alat bantu atau media yang di pergunakan sebagai sarana penyampaian pesan dari orang yang satu kepada orang lainnya sebagai bentuk interaksi secara langsung maupun tidak langsung, serta mempermudah manusia untuk berkomunkasi dari jarak jauh.

Hal ini dipertegas oleh Mulyana pada bukunya yang berjudul Ilmu Komunikasi (2008:70) yang menyatakan bahwa Komunikasi adalah proses berbagai makna melalui perilaku verbal dan nonverbal. Segala perilaku dapat disebut komunikasi jika melibatkan dua orang atau lebih. Komunikasi terjadi jika setidaknya suatu sumber membangkitkan respons pada penerima melalui penyampaian suatu pesan dalam bentuk tanda atau symbol, baik bentuk verbal (kata-kata) ataupun bentuk nonverbal (nonkata-kata), tanpa harus memastikan terlebih dulu bahwa kedua pihak yang berkomunikasi punya suatu sistem symbol yang sama.

Dalam masyarakat informasi sebagai dampak dari revolusi komunikasi atau informasi terjadi perubahan dalam proses kumunikasi yang meliputi:

a. Pengumpulan informasi b. Penyimpanan informasi

8

(2)

c. Pengolahan informasi d. Penyebaran informasi

e. Balikan informasi (umpan balik)

Setiap perubahan pada kelima komponen ini pada manusia selalu memengaruhui struktur dan cara masyarakat berfungsi. Arti penting dan paling fundamental dari revolusi komunikasi itu, ialah kemampuan manusia menghemat waktu dan menaklukan ruang. Penggunaan ruang dan waktu bagi manusia menjadi berubah. Kegiatan akan tersebar kesemua waktu, sehingga ada penghematan energy dalam transportasi, karena komunikasi tidak lagi tergantung pada jarak. Dalam hal ini, keperluan untuk berkumpul di tempat- tempat pemusatan (kampus, kantor, dan ruang konferensi) semakin berkurang.

Hal tersebut dapat diamati dengan munculnya sistem belajar jarak jauh (SBJJ), dimana proses belajar mengajar dilakukan dengan bantuan teknologi komunikasi (media dan internet). Selain itu, tumbuh juga masyarakat yang bekerja jarak jauh (tanpa kantor), konferensi jarak jauh, belanja jarak jauh, nikah jarak jauh, dan silaturahmi jarak jauh. Kesemuanya ini dimungkinkan oleh kemajuan teknologi 3-K (komunikasi, komputer, dan kendali) yang canggih dan mutakhir. (Budianto dan Hamid 2011:58).

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan maka akan membantu dan mempermudah peserta didik dalam proses belajar. Peserta didik dapat dengan mudah mencari bahan- bahan materi pelajaran untuk belajar dimanapun dan kapanpun mereka mau tidak terbatas ruang dan waktu.

Selain perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan yang akan membantu dan memepermudah peserta didik dalam proses belajar, teknologi informasi dan komunikasi juga memiliki fungsi di dalamnya antara lain sebagai berikut:

a. Menangkap (capture) adalah mengkompilasikan catatan-catatan rinci dari aktivitas-aktivitas. Misalnya menerima inputan dari keyboard, scanner, mic, dsb.

(3)

b. Mengolah (processing), mengolah atau memproses data masukan yang diterima untuk menjadi suatu informasi. Pengolahan atau pemprosesan dapat berupa pengolahan data ke bentuk lain (konversi), analisis kondisi (analisis), perhitungan (kalkulasi), penggabungan (sintesis), segala bentuk data dan informasi, Menghasilkan (Generating), Menghasilkan atau mengorganisasi informasi dengan bentuk yang berguna. Contohnya laporan, grafik, tabel dan sebagainya.

c. Menyimpan (Store), merekam atau menyimpan data dan informasi ke dalam suatu media untuk keperluan lainnya. contohnya disket, hardisk, tape, compact disk dan sebagainya.

d. Mencari kembali (Retrival), menelusuri mendapatkan kembali informasi atau menyalin (copy) data dan informasi yang telah tersimpan, contohnya supplier yang sudah lunas, dan sebagainya.

e. Transmisi (Transmission), mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi yang lain dengan melalui jaringan komputer. Contohnya mengirimkan data penjualan ke user A ke user lainnya, dan sebagainya.

Selain memiliki fungsi teknologi informasi dan komunikasi juga memiliki komponen-komponen komunikasi. Menurut Laswell (2013 : 1) yang terdapat di website Liyaasatya.wordpress.com bahwa komponen- komonen komunikasi tersebut antara lain:

a. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain yaitu komunikan.

b. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan komunikator kepada komunikan.

c. Saluran (chanel) adalah media yang digunakan komunikator untuk mengirimkan pesannya kepada komunikan. Dalam komunikasi atau percakapan antar pribadi secara langsung (tatap muka), saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.

d. Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.

(4)

e. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari komunikasi pesan atau isi pesan yang disampaikan.

Dari pemaparan di atas dapat kita lihat bahwa di dalam alat komunikasi terdapat beberapa komponen dan fungsi dari alat komunikasi itu sendiri yang sangat membantu para penggunanya untuk mempermudah dalam hal pekerjaan, berkomunikasi dengan satu orang atau lebih dari jarak dekat maupun jarak jauh, dan banyak lagi aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan oleh para penggunannya.

2. Handphone Smartphone

Telepon genggam merupakan salah satu teknologi komunikasi yang bisa dikatakan sebagai media komunikasi interpersonal maupun media komunikasi kelompok. Menurut Bittner komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerima pesan orang lain atau sekelompok kecil orang dengan berbagai dampaknya dan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera (Wiryanto, 2004: 32)

.

Handphone sebagai alat komunikasi informasi dari tahun ketahun mengalami perkembangan yang begitu pesat, yang awal kegunaannya hanya sekedar mengirim pesan melalui seluler sebagai pengganti surat dan untuk menelpon dari jarak jauh, kini kegunaannya lebih dari sekedar mengirim pesan dan telephone. Kemajuan handphone pada saat ini yang menyuguhkan begitu banyak media dan aplikasi yang terdapat di dalam handphone tersebut.

Adanya perubahan yang begitu pesat dalam bentuk dan kegunaannya handphone kini menjadi smartphone hal ini di perjelas oleh Williams dan Sawyer (2011:1) yang menyatakan bahwa Smartphone adalah telepon selular dengan mikroprosesor, memori, layar dan modem bawaan. Smartphone merupakan ponsel multimedia yang menggabungkan fungsionalitas PC dan handset sehingga menghasilkan gadget yang mewah, dimana terdapat pesan teks, kamera, pemutar music, video, game, akses email, tv digital, search

(5)

engine, pengelola informasi pribadi, fitur GPS, jasa telepon internet dan bahkan terdapat telepon yang juga berfungsi sebagai kartu kredit.

Adapun Manfaat Handphone sebagai berikut:

a. Untuk Mempermudah Berkomunikasi

Handphone adalah alat komunikasi, baik jarak dekat maupun jarak jauh dan merupakan alat komunikasi lisan atau tulisan yang dapat menyimpan pesan dan sangat praktis untuk dipergunakan sebagai alat komunikasi karena bisa dibawa kemana saja. Sebab itulah handphone sangat berguna untuk alat komunikasi jarak jauh yang semakin efektif dan efisien. selain perangkatnya yang bisa dibawa ke mana-mana dan dapat dipakai di mana saja.

1) Untuk meningkatkan jalinan sosial

Di samping sebagai alat komunikasi handphone tersebut dapat berfungsi untuk meningkatkan jalinan sosial karena dengan handphone seseorang bisa tetap berkomunikasi dengan saudara yang berada jauh, agar selalu menjaga tali silaturahmi dan kerap kali handphone ini juga digunakan untuk menambah teman dengan orang lain.

2) Untuk menambah pengetahuan tentang kemajuan teknologi

Karena alat komunikasi Handphone merupakan salah satu buah hasil dari kemajuan teknologi saat ini, maka handphone tersebut dapat dijadikan salah satu sarana untuk menambah pengetahuan siswa tentang kemajuan teknologi sehingga siswa tidak dikatakan menutup mata akan kemajuan di era globalisasi saat ini, jika kita amati saat ini feature handphone sangatlah lengkap sampai jaringan internet pun sudah dapat diakses dari handphone. Hal tersebut dapat digunakan siswa untuk mengetahui apa yang ada di sekeliling mereka dengan catatan handphone itu digunakan dengan bijaksana.

3) Sebagai alat penghilang stress

Salah satu manfaat tambahan dari handphone yaitu sebagai alat penghilang stess. Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa handphone saat ini sudah memliki feature yang sangat lengkap seperti

(6)

Mp3, video, kamera, permainan, televisi, radio, dan layanan internet.

Sehingga feature tersebut dapat dijadikan seseorang untuk menghilangkan stress.

Jurnal Skripsi Ahmad Fadhillah, 2011. Pengaruh Penggunaan Alat Komunikasi Handphone (HP) Terhadap Aktivitas Belajar Siswa SMP Negeri 66 Jakarta Selatan. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mungkin masih banyak lagi manfaat yang dapat di ambil dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi khususnya Handphone Smartphone, manfaat handphone smartphone dapat di rasakan penggunanya apabila penggunanya dapat dengan baik mempergunakan handphone tersebut.

Pada dasarnya manusialah yang mengendalikan teknologi bukan sebaliknya teknologi mengendalikan manusia.

3. Perilaku Sosial

a. Pengertian Perilaku Sosial

Perilaku sosial terdiri dari dua suku kata yaitu perilaku dan sosial.

Sebelum mengenal perilaku sosial kita mesti mengetahui perilaku dan sosial itu sendiri. Perilaku adalah perbuatan atau tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya, sedangkan sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain.

Perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yakni bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak karena kehadiran orang lain. Dapat diartikan juga sikap dimana kita saling membutuhkan orang lain.

Pengertian Perilaku Sosial menurut Srijatun (2012:33) bahwa pengertian dari perilaku adalah “Cerminan kepribadian seseorang yang tampak dalam perbuatan dan interaksi terhadap orang lain dalam lingkungan sekitarnya’’.

(7)

Selain pernyataan dari Srijatun perilaku sosial juga diperjelas oleh Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982:1) dalam Rusli Ibrahim (2001:1), perilaku sosial seseorang itu tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Perilaku sosial juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam Rusli Ibrahim, 2001:1). Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain.

Perilaku mempengaruhi aksi sosial dalam masyarakat yang kemudian menimbulkan masalah-masalah. Weber menyadari permasalahan-permasalah dalam masyarakat sebagai sebuah penafsiran.

Akan halnya tingkatan bahwa suatu perilaku adalah rasional (menurut ukuran logika atau sains atau menurut standar logika ilmiah), maka hal ini dapat dipahami secara langsung.

Perilaku sosial adalah kegiatan yang berhubungan dengan orang lain, kegiatan yang berkaitan dengan pihak lain yang memerlukan sosialisasi dalam hal bertingkah laku yang dapat diterima oleh orang lain, belajar memainkan peran sosial yang dapat diterima oleh orang lain, serta upaya mengembangkan sikap sosial yang layak diterima oleh orang lain.

Dari uraian diatas dapat diartikan juga bahwa manusia sebagai pelaku dari perilaku sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Artinya manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain.

Perilaku sosial pada anak usia dini ini diarahkan untuk pengembangan sosial yang baik, seperti kerja sama, tolong-menolong, berbagi simpati, empati dan saling membutuhkan satu sama lain. Untuk itu sasaran pengembangan perilaku sosial pada anak usia dini ini ialah untuk keterampilan berkomunikasi, keterampilan memiliki rasa senang dan periang, menjalin persahabatan, memiliki etika dan tatakrama yang baik.

Dengan demikian, materi pembelajaran pengembangan sosial yang

(8)

diterapkan di taman kanak-kanak, meliputi: disiplin, kerja sama, tolong- menolong, empati, dan tanggung jawab.

Begitu selanjutnya, bahwa perilaku sosial yang berkembang pada awal masa kanak-kanak merupakan perilaku yang terbentuk berdasarkan landasan yang diletakkan pada masa bayi. Sebagian lagi merupakan bentuk perilaku sosial yang baru dan mempunyai landasan baru. Banyak di antara landasan baru ini dibina oleh hubungan sosial dengan teman sebaya di luar rumah dan hal-hal yang ditonton dari televisi atau buku-buku cerita.

Sehingga awal masa kanak-kanak perlu diarahkan kepada bentuk perilaku sosial agar dapat menyesuaikan diri sesuai dengan perkembangan anak dan kepentingan anak kepentingan selanjutnya.

Pola perilaku sosial pada anak usia dini ini ke dalam pola-pola perilaku sebagai berikut: (Meniru) yaitu agar sama dengan kelompok, anak meniru sikap dan perilaku orang yang sangat di kagumi, (Persaingan) yaitu keinginan untuk mengungguli dan mengalahkan orang lain. Persaingan biasanya sudah tampak pada usia empat tahun, (Kerja sama) Mulai usia tahun ketiga akhir, anak mulai bermain secara bersama dan kooperatif, serta kegiatan kelompok mulai berkembang dan meningkat baik dalam frekuensi maupun lamanya berlangsung, (Simpati) Karena simpati membutuhkan pengertian tentang perasaan-perasaan dan emosi orang lain, maka hal ini hanya kadang-kadang timbul sebelum tiga tahun, (Empati) Seperti halnya simpati, empati membutuhkan pengertian tentang perasaan dan emosi orang lain, tetapi disamping itu juga membutuhkan kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di tempat orang lain, (Dukungan sosial) Menjelang berakhirnya awal masa kanak-kanak dukungan dari teman- teman menjadi lebih penting dari pada persetujuan orang-orang dewasa, (Membagi) Anak mengetahui bahwa salah satu cara untuk memperoleh persetujuan sosial ialah membagi miliknya, terutama mainan untuk anak- anak lainnya.

Pada momen-momen tertentu, anak juga rela membagi makanan kepada anak lain dalam rangka mempertebal tali pertemanan mereka dan

(9)

menunjukkan identitas keakraban antar mereka, (perilaku akrab) Anak memberikan rasa kasih sayang kepada guru dan teman-teman. Bentuk dari perilaku akrab diperlihatkan dengan canda gurau dan tawa riang di antara mereka.

Beberapa alasan, mengapa anak perlu mempelajari berbagai perilaku sosial adalah sebagai berikut:

1) Agar anak dapat belajar bertingkah laku yang dapat diterima lingkungannya.

2) Agar anak dapat memainkan peranan sosial yang bisa diterima kelompoknya, misalnya berperan sebagi laki-laki dan perempuan.

3) Agar anak dapat mengembangkan sikap sosial yang sehat terhadap lingkungannya merupakan modal penting untuk sukses dalam kehidupan sosialnya kelak.

4) Agar anak mampu menyesuaikan dirinya dengan baik, dan akibatnya pun dapat menerimanya dengan hati.

Perkembangan pada seorang anak adalah terjadinya perubahan yang bersifat terus-menerus dari keadaan sederhana ke keadaan yang lebih lengkap, lebih kompleks, dan berdiferensiasi (Berk, 2003:10).

Perkembangan anak yang dimaksud disini adalah perubahan.

Faktor-faktor dalam masyarakat yang mempengaruhi perkembangan dengan jawaban yang berbeda.

Para ahli yang beraliran nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu semata-mata tergantung pada faktor dasar atau pembawaan. Tokoh utama dalam aliran nativisme adalah Scopenhauer.

Para ahli yang beraliran empirisme berpendapat bahwa perkembangan individu sepenuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan atau pendidikan, sedangkan faktor dasar atau pembawaan tidak berpengaruh sama sekali. Aliran empirisme menjadikan faktor lingkungan dan pendidikan merupakan faktor dominan dalam menentukan perkembangan seseorang. Tokoh aliran empirisme adalah John Locke.

(10)

Aliran yang menengahi kedua pendapat yang ekstrim tersebut adalah aliran konvergensi. Tokoh yang terkenal dari aliran konvergensi adalah William Stern. Menurut aliran konvergensi, perkembangan individu sebenarnya ditentukan oleh kedua faktor tersebut, baik dasar atau pembawaan maupun faktor lingkungan atau pendidikan. Keduanya menentukan atau mewujudkan perkembangan individu secara konvergen.

(Kartono dan Kartini: 2017).

Ada dua teori yang termasuk ke dalam paradigma perilaku sosia yaitu: Teori Behavioral Sosiologi dan Teori exchange.

1) Teori Behavioral Sosiologi

Teori ini dibangun dalam rangka menerapkan prinsip psikologi perilaku kedalam sosiologi. Teori ini memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara akibat dari tingkah laku yang terjadi di dalam lingkungan actor dengan tingkah laku actor.

Konsep dasar behavioral sosiologi yang menjadi pemahamannya adalah “reinforcement” yang dapat diartikan sebagai ganjaran (reward) tak ada sesuatu yang melekat dalam obyek yang dapat menimbulkan ganjaran.

Perulangan tingkahlaku tidak dapat dirumuskan terlepas dari efeknya terhadap perilaku itu sendiri. Perulangan dirumuskan dalam pengertiannya terhadap actor.

2) Teori Exchange

Tokoh utamanya adalah George Hofman. Teori ini dibangun dengan maksud sebagai reaksi terhadap paradigma fakta sosial. Keseluruhan materi teori exchange itu secara garis besarnya dapat dikembalikan kepada lima proposisi George Hofman berikut:

a) Jika tingkah laku atau kejadian yang sudah lewat dalam konteks stimulus dan situasi tertentu memperoleh ganjaran, maka besar kemungkinan tingkah laku atau kejadian yang mempunyai hubungan stimulus dan situasi yang sama akan terjadi atau dilakukan. Proposisi ini menyangkut hubungan antara apa yang terjadi pada waktu silam dengan yang terjadi pada waktu sekarang.

(11)

b) Menyangkut frekwensi ganjaran yang diterima atas tanggapan atau tingkah laku tertentu dan kemungkinan terjadinya peristiwa yang sama pada waktu sekarang.

c) Memberikan arti atau nilai kepada tingkah laku yang diarahkan oleh orang lain terhadap actor. Makin bernilai bagi seorang sesuatu tingkah laku orang lain yang ditujukan kepadanya makin besar kemungkinan untuk mengulangi tingkah lakunya itu.

d) Makin sering orang menerima ganjaran atas tindakannya dari orang lain, makin berkurang nilai dari setiap tindakan yang dilakukan berikutnya.

e) Makin dirugikan seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, makin besar kemungkinan orang tersebut akan mengembangkan emosi. Misalnya marah.

b. Faktor-faktor Pembentuk Perilaku Sosial

Beberapa yang sangat berpengaruh dalam pembentukan Perilaku Sosial diantaranya faktor kepribadian seseorang, faktor lingkungan dan faktor budaya juga mempengaruhi. Menurut Casare Lombroso faktor yang mempengaruhi perilaku yaitu : faktor Biologis, faktor Psikologis, dan faktor Sosiologis.

Menurut Lowrence Green, perilaku ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor yaitu:

1) Faktor Predisposisi (predis posing factors) yang terwujud dalam pengetahuan, sikap kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya.

2) Faktor Pendukung (enabling factors) yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedia sarana.

3) Faktor Pendorong (reinforcemenet factors) yang terwujud dalam sikap dan perilaku, kebijakan dan lain-lain.

Menurut Bimo Walgito (2002:16) menyatakann bahwa faktor pembentuk perilaku sosial adalah: kebiasaan atau kondisioning, pengertian atau insight, dan model.

(12)

Dari uraian di atas bahwa dalam pembentukan perilaku sosial yang tumbuh pada seseorang itu di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor kepribadian seseorang itu sendiri, faktor keluarga, faktor lingkungan tempat tinggal, maupun dari faktor budaya setempat. Karena dari faktor- faktor tersebut dapat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam kehidupannya.

c. Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial

Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Sikap menurut Azhari (2004:161) adalah “suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang tertentu. Sedangkan sikap sosial dinyatakan oleh cara-cara kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap obyek sosial yang menyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku yang dinyatakan berulang-ulang terhadap salah satu obyek sosial (Gerungan, 1978:151-152).

Berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Seperti dalam kehidupan berkelompok, kecenderungan perilaku sosial seseorang yang mendjadi anggota kelompok akan terlihat jelas diantara anggota kelompok yang lainnya.

Perilaku sosal dapat dilihat melalui sifat-sifat dan pola respon antar peribadi, sebagai berikut:

1) Kecenderungan Perilaku Peran

a) Sifat pemberani dan pengecut secara sosial b) Sifat berkuasa dan sifat patuh

c) Sifat inisiatif secara sosial dan pasif d) Sifat mandiri dan tergantung

2) Kecenderungan Perilaku dalam Hubungan Sosial a) Dapat diterima atau ditolak oleh orang lain b) Suka bergaul dan tidak suka bergaul c) Sifat ramah dan tidak ramah

(13)

d) Simpatik atau tidak simpatik 3) Kecenderungan Perilaku Ekspresif

a) Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerja sama)

b) Sifat agresif dan tidak agresif

c) Sifat kalem atau tenang secara sosial d) Sifat suka pamer atau menonjolkan diri d. Hubungan Sosiologi dengan Komunikasi

Kata sosiologi berasal dari bahasa yunani , sofie yaitu bercocok tanam atau bertanam, kemudian berkembang menjadi socius, dalam bahasa Latin yang berarti teman, kawan. Berkembang lagi menjadi kata sosial, artinya berteman, bersama, berserikat. Secara khusus kata sosial maksudnya adalah sesuatu yang mengenai berbagai kejadian dalam masyarakat, yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama. Dengan kata lain, menurut Shadily (1993: 1-2) menyatakan bahwa pengertian dari sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakat, (tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakatnya) dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkah laku serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya.

Kekhususan sosiologi adalah bahwa perilaku manusia selalu dilihat dalam kaitannya dengan struktur kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimiliki, dibagi dan ditunjang bersama (Veeger, 1985: 3).

Menurut Soemardi (1964: 14) menyatakan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah seluruh jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga- lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial.

(14)

Sementara proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.

Hubungannya dengan komunikasi yang identik dengan interaksi komunikasi, sosiologi pun memiliki istilah, yakni interaksi sosial dimana manusia dapat melakukan komunikasi dengan sesamanya, baik secara individu maupun kelompok. Menurut Narwoko dan Suyanto (2004: 15-16) menjelaskan interaksi komunikasi secara teoritis, sekurang-kurangnya ada dua syarat bagi terjadinya suatu kontak sosial dan komunikasi. Terjadinya kontak sosial tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tergantung pada adanya tanggapan terhadapan tindakan tersebut.

Komunikasi merupakan proses interaksi karena adanya stimulus (rangsangan) yang memiliki arti tertentu dan dijawab oleh orang lain (response), baik secara lisan tertulis, maupun aba-aba.

Komunikasi menghasilkan interaksi sosial yang memungkinkan adanya kontak sosial (social contac). Kontak sosial merupakan usaha tindakan pertama, meskipun kontak ini belum mampu membentuk komunikasi yang berkelanjutan. Pembentukan komunikasi selalu berkaitan dengan proses sosial. Itulah sebabnya, pembahasan komunikasi selalu berkaitan dengan proses sosial, yakni kegiatan pertukaran pikiran dan modifikasi sistem nilai.

Dari paparan di atas yang dapat penelitin pahami ialah bahwa dalam interaksi sosial itu dapat menimbulkan interaksi komunikasi. Karena di dalam ilmu sosial manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan dari orang yang satu dengan orang yang lainnya, dengan adanya interaksi diantara orang yang satu dengan orang yang lainnya itu membutuhkan komunkasi sebagai penyampaian pesan dari satu orang ke orang lainnya, maka dari itu dalam berperilaku sosial terdapat interaksi komunikasi sebagai mempermudah bersosialisasi diantara orang yang satu denga yang lainnya.

Adapun ranah sosiologi komunikasi berada pada wilayah indiviu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Ranah ini bersentuhan dengan

(15)

wilayah lain, seperti teknologi telematika, komunikasi, proses dan interaksi sosial, serta budaya cosmopolitan seperti digambarkan di bawah ini:

Gambar 2.1 Ranah Sosiologi Komunikasi (sumber: Bungin,2007)

Ranah sosiologi komunikasi berbeda dengan studi-dtudi komunikasi dan sosiologi secara keseluruhan. Sosiologi komunikasi tidak mengambil objek komunikasi secara utuh, tetapi menjebatani studi-studi sosiologi dan studi-studi komunikasi. Jembatan tersebut dibangun berdasarkan kajian sosiologi tentang interasksi sosial yang dalam sosiologi dikenal dengan subkajian masalah komunikasi, kemudian menariknya kedalam studi komunikasi yang berkaitan erat dengan sosiologi, yaitu studi-studi media, baik dampak media maupun perkembangan teknologi komunikasi. Namun, karena begitu dekatnya studi-studi sosiologi dan studi-studi komunikasi, kajian sosiologi komunikasi ini berkembang menjadi satu kajian yang tidak bisa lagi deibedakan antara sosiologi dengan komunikasi. Dalam arti, jika kita membahas kasus-kasus sosiologi komunikasi, maka akan ditemukan sebuah kenyataan bahwa apa yang menjadi perhatian sosiologi itu jugalah yang menjadi perhatian komunikasi. Ini terjadi karena ranah sosiologi dan komunikasi adlah kajian utama dan terpenting dari kajian

Efek media

massa Komunikasi Budaya Kosmopolitan Individu

Kelompok

Masyarakat Dunia

Teknologi Komunikasi

Proses dan Interaksi Sosial

(16)

sosiologi dan kajian komunikasi itu sendiri, yaitu individu, kelompok, masyarakat, dunia, dan segala interaksinya. (Mulyana, Arifin, Cangara : 2011)

4. Dampak Penggunaan Teknologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Dampak adalah pengaruh yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif).

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai bagaian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi informasi seakan telah menjadi pengalihfasihan buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. (Sudradjat:2013)

a. Dampak Positif dari Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan, antara lain:

1) Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.

2) Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.

3) Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

4) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.

5) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat

(17)

siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.

6) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos, internet dan lain-lain.

7) Mengurangi ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan negara berkembang dan negara maju lainnya.

8) Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.

b. Dampak Negatif dari Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan, antara lain:

1) Mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya orang dalam mengakses data, sehingga menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.

2) Mengakibatkan orang untuk berpikir pendek dan bertahan konsentrassi dalam waktu yang singkat, karena tergantung pada alat yang digunakan.

Adapun manfaat handphone untuk para siswa adalah : 1) Untuk mempermudah berkomunikasi

Handphone adalah alat komunikasi, baik jarak dekat maupun jarak jauh dan merupakan alat komunikasi lisan atau tulisan yang dapat menyimpan pesan dan sangat praktis untuk dipergunakan sebagai alat komunikasi karena bisa dibawa kemana saja.

(18)

2) Untuk meningkatkan jalinan sosial

Di samping sebagai alat komunikasi handphone tersebut dapat berfungsi untuk meningkatkan jalinan sosial karena dengan handphone seseorang bisa tetap berkomunikasi dengan saudara yang berada jauh, agar selalu menjaga tali silaturahmi dan kerap kali handphone ini juga digunakan untuk menambah teman dengan orang lain.

3) Untuk menambah pengetahuan tentang kemajuan teknologi

Karena alat komunikasi handphone merupakan salah satu buah asil dari kemajuan teknologi saat ini, maka handphone tersebut dapat jadikan salah satu sarana untuk menambah pengetahuan siswa tentang kemajuan teknologi sehingga siswa tidak dikatakan menutup mata akan kemajuan di era globalisasi saat ini, jika kita amati saat ini feature handphone sangatlah lengkap sampai jaringan internet pun sudah dapat diakses dari handphone. Hal tersebut dapat digunakan siswa untuk mengetahui apa yang ada di sekeliling mereka dengan catatan handphone itu digunakan dengan bijaksana.

Selain manfaat handphone bagi siswa ada juga dampak negatif handphone bagi siswa yang menggunakannya yaitu:

1) Menggangu konsentasi belajar siswa

Konsentrasi adalah tingkat perhatian kita terhadap sesuatu, dalam konteks belajar berarti tingkat perhatian siswa terpusat terhadap segala penjelasan atau bimbingan yang diberikan guru. Seharusnya ketika seorang guru sedang memberikan materi pelajaran seluruh perhatian siswa harus terfokus kepada penjelasan guru tersebut. Akan tetapi sering sekali handphone yang mereka punya menjadi salah satu penyebab konsentrasi siswa menurun, bagaimana tidak ketika seorang guru sedang menjelaskan pelajaran siswa lebih asyik memainkan handphone seperti smsan dengan temannya, main games, bahkan update status di jejaring sosial facebook dan lain sebagainya.

(19)

2) Melupakan tugas dan kewajiban

Handphone sebenarnya sangatlah bermanfaat jika dipergunakan sebagaiman mestinya. Tetapi yang terjadi khususnya para pelajar menyalahgunakan handphone tersebut untuk keperluan lain. Anak-anak terlalu asyik bermain handphone dengan feature handphone yang semakin canggih selain untuk menelepon dan sms, handphone tersebut sudah ada feature, permainan (games), Mp3, video, kamera, radio, televisi bahkan jaringan internet. Tidak sedikit siswa melupakan tugas dan kewajiabannya akibat bermain handphone. Mereka tidak lagi memperhatikan tugas dan kewajibannya sebab disibukkan oleh handphone yang mereka punya. Akibatnya siswa tidak menguasai materi belajarnya dan tidak sedikit siswa yang lupa mengerjakan tugas dari guru karena sibuk memainkan handphone.

3) Mengganggu perkembangan anak

Dengan perkembangan alat komunikasi handphone maka tercipta feature canggih yang tersedia di handphone seperti yang telah disebutkan sebelumnya akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah, tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, misscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri, lebih parah lagi ada yang menggunakan handphone untuk mencontek (curang) dalam ulangan, bermain game saat guru menjelaskan pelajaran.

Dengan berkembangnya ilmu telnologi informasi dan komunikasi ini memberikan dampak kepada para penggunanya diantaranya terdapat dampak positif yang menguntungkan penggunanya dan dampak negatif yang sangat merugikan penggunanya. Maka dari itu dalm penggunaan alat teknologi informasi dan komunikasi kita harus pandai-pandai memilih dan memilah media yang akan kita gunakan.

(20)

5. Konsekuensi Sosial Teknologi Komunikasi

Konsekuensi sosial merupakan akibat sosial sebagai kelanjutan logis sebuah keadaan atau pemakaian yang disadari akan terjadi. Konsekuensi sosial teknologi komunikasi menjadi sangat penting, menjadi dasar bagi claryfing.

Konsekuensi sosial teknologi komunikasi sangat bermanfaat untuk seseorang yang akan memakai sebuah teknologi komunikasi. Konsekuensi sosial teknologi komunikasi dapat dilihat pada perubahan hubungan individu dengan individu, kelompok, lembaga sosial (kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara), individu dengan media masa, kelompok dengan media masa, kelompok dengan lembaga, tentu saja setelah pemakaian teknologi komunikasi.

a. Jenis-jenis Konsekuensi Sosial Teknologi Komunikasi:

1) Perubahan Hubungan Sosial

Jika hubungan antara dua komponen masyarakat berubah, seperti individu dengan individu lain karena pemakaian teknologi komunikasi, terjadilah konsekuensi sosial.

Perubahan terjadi dapat saja karena sense dia mengenai orang lain, sesungguhnya dia juga memikirkan sense-nya tentang orang lain, sesungguhnya dia juga memikirkan sense-nya sendiri tentang siapa dia sebenarnya, siapa dirinya diantara orang-orang lain dan ingin menjadi apa dirinya (Jones, 1998:2).

Persoalan yang muncul adalah apakah perubahan sosial hubungan sosial karena pemakaian teknologi komunikasi mengarah pada kebaikan? Sebuah teknologi komunikasi selalu memiliki efek samping (side effect) yang kian lama kian besar, sehingga harus menemukan teknologi komunikasi yang lebih baru (Alisyahbana, 2000:62).

2) Transformasi Sosial

Sebuah masyarakat tidak bisa disebut masyarakat informasi jika masyarakat tersebut tidak terbuka. Salah satu pendorong lahirnya masyarakat terbuka adalah pemakaian teknologi komunikasi.

Teknologi komunikasi memengaruhi struktur masyarakat. Nilai yang

(21)

dibawa teknologi komunikasi mampu menggoyahkan struktur masyarakat yang lama.

Masyarakat terbuka ditandai dengan nilai-nilai heterogen yang menjadi sifat pluralistik menonjol dan menuntut masyarakat mengubah orientasinya.

Kelemahan masyarakat terbuka menganggap manusia sangat terbatas. Justru karena ketidakmampuan manusia yang menyebabkan perlu manusia lain dengan segala nilai yang mereka miliki. Hal inilah yang menyadarkan manusia bahwa penghargaan pada pluralistik adalah sebuah keniscayaan.

Dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, kecakapan seseorang tidak hanya dilihat dari dimensi intelektual dan emosional, tetapi juga dari dimensi spiritual-perilaku yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agama. Sebaik-baik manusia adalah yang menyadari keberadaannya karena keberadaan-Nya.

Meskipun keberadaan teknologi komunikasi dan informasi sudah sangat memengaruhi kehidupan manusia dengan tidak mengenal batas ruang dan waktu, tetap saja secara psikologi sosial, manusia sebagai individu harus menyeleksi informasi-informasi yang datang untuk direspon secara hati-hati. (Syam:2012).

Eksistensi psikologi sosial dalam kehidupan manusia sebagai pola interaksi individual memiliki andil yang sangat besar. Psikologi sosial dapat dikaji dengan berbagai teori yang relevan dengan berbagai metode untuk mengukur sikap, kepercayaan, dan perilaku seseorang yang berhubungan dengan suatu objek dalam masyarakat. Dalam tatanan kehidupan sosial, eksistensi perilaku individu sangat ditentukan oleh objek di sekitarnya.

(22)

B. Kajian Penelitian yang Relevan

1. Penelitian yang dilakukan oleh Made Witrianti (2013) tentang “Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Pengguna Gadget Aktif”. Hasil penelitian ini adalah: Perkembangan teknologi sudah menyebar dikalangan masyarakat termasuk anak-anak. Saat ini, tidak sedikit anak-anak yang mempunyai dan pandai mengoperasikan gadget. Gadget dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi anak. Karena itu perlu bagi orang tua untuk memberikan pengarahan kepada anak agar tidak terpengaruh dampak negatif dari gadget dengan menggunakan pola komunikasi yang efektif. Pola komunikasi diperlukan untuk menganalisa bagaimana gambaran komunikasi yang terjadi antara orang tua dengan anak sekolah dasar sebagai pengguna gadget aktif.

Persamaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian di atas adalah penelitian yang akan dilakukan sama-sama mengkaji perkembangan teknologi teknologi informasi dan komunikasi, namun perbedaan penelitian di atas dengan penelitian yang akan dilakukan adalah peneliti akan meneliti alat teknologi informasi dan komunikasi jenis Handphone Smartphone dan penggunaanya di kalangan para siswa di lingkungan sekolah, komunikasi dan perilaku sosial siswa dengan guru pada jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Alfiyana Khoiritun Nafi’ah (2014) tentang

“Pengaruh Penggunan Jejaring Sosial Facebook Terhadap Perilaku Siswa kelas VIII Kepada Guru SMP Negeri 1 Kalasan Sleman Yogyakarta”. Hasil penelitian ini menunjukan adanya tidak adanya pengaruh yang signifikan antara pengguna jejaring sosial facebook tethadap perilaku siswa kelas VIII kepada guru di SMP Negeri 1 Kalasan Sleman Yogyakarta. Melalui hasil yang didapatkan bahwa, perilaku siswa kelas VIII kepada guru di SMP Negeri 1 Kalasan tidak dipengaruhi oleh penggunaan jejaring sosial facebook.

Sehingga tidak masalah jika siswa sebagai pengguna aktif jejaring sosial facebook terhadap perilakunya kepada guru saat dikelas.

(23)

Persamaan dari penelitian yang akan dilakukan peneliti dengan penelitian di atas adalah sama-sama mengkaji tentang perilaku siswa. namun perbedaan dari penelitian di atas dengan penelitian yang akan dilakukan adalah peneliti tidak hanya meneliti media sosialnya saja, tetapi yang diteliti alat dan semua aplikasi yang ada di handphone smartphone yang digunakan oleh para siswa di lingkungan sekolah, perilaku sosial siswa kelas XIII IPS 1, 2, 3 terhadap guru dan teman-temannya di dalam kelas maupun di luar kelas, pada jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran. Selain itu perbedaan dari penelitian di atas dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu tentang “Dampak Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Perilaku Sosial Siswa di MAN 2 Kuningan”.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Riasnelly (2013) tentang “Efektifitas Penggunaan Media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Kemampuan Menyusun Kalimat pada Anak Tunarungu di SLB Tanjungpinang” hasil penelitian ini menunjukan Berdasarkan hasil dari pembahasan masalah, pengolahan dan analisis data serta pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa, media TIK dalam penelitian ini secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membuat kalimat pada anak tunarungu. Meningkatnya kemampuan membuat kalimat pada anak tunarungu setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan media TIK, terutama pada kalimat yang menggunakan pola S-P-O, S-P-K, dan S-P-O-K. Ketiga pola kalimat tersebut tidak seluruhnya mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terjadi karena ketika dilakukan pretest pada salah satu pola kalimat, ada anak yang sudah mampu membuat kalimat sesuai pola kalimat yang sudah ditentukan. Sehingga setelah diberikan perlakuan dan dilakukan posttest peningkatan tersebut tidak signifikan.

Persamaan penelitian di atas dengan penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama peneliti mengkaji Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Namun perbedaan dari penelitian di atas dengan penelitian yang akan dilakukan adalah peneliti akan meneliti penggunaan media Teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada di smart phone, dan peneliti akan

(24)

meneliti tentang “Dampak Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Perilaku Sosial Siswa kelas XII IPS 1, 2, 3 di MAN 2 Kuningan”.

C. Kerangka Pikir

Kerangka berpikir yang dijadikan pijakan atau pedoman dalam menentukan tujuan penelitian, ini yang berfungsi agar peneliti tetap terfokus pada kajian yang akan diteliti dapat dijelaskan sebagai berikut:

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ialah untuk membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. Tujuan teknologi informasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka kreativitas, meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam aktivitas manusia.

Perilaku sosial anak berarti kegiatan yang berhubungan dengan orang lain, kegiatan yang berkaitan dengan pihak lain yang memerlukan sosialisasi dalam hal bertingkah laku yang dapat diterima oleh orang lain, belajar memainkan peran sosial yang dapat diterima oleh orang lain, serta upaya mengembangkan sikap sosial yang layak diterima oleh orang lain. Perilaku sosial pada anak usia dini ini diarahkan untuk pengembangan sosial yang baik, seperti kerja sama, tolong- menolong, berbagi simpati, empati dan saling membutuhkan satu sama lain.

Menurut Berk ( 2003:10 ) bahwa Perkembangan pada seorang anak adalah terjadinya perubahan yang bersifat terus-menerus dari keadaan sederhana ke keadaan yang lebih lengkap, lebih kompleks, dan berdiferensiasi.

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan di Indonesia ini juga mengemukakan adanya dua faktor yang mempengaruhi perkembangan individu, yaitu faktor dasar atau pembawaan (Faktor Internal) dan faktor lingkungan (faktor eksternal).

Dalam penggunaan handphone smart phone (HP) oleh siswa di lingkungan sekolah tersebut dapat memberikan dampak terhadap siswa itu sendiri baik dampak positif maupun dampak negatif. Dan berpengaruh terhadap proses belajar maupun perilaku sosial siswa tersebut. Terganggunya interaksi sosial

(25)

antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru maupun siswa dengan kepala sekolah.

Gambar. 2.2. Kerangka Pikir Penggunaan Teknologi Informasi

dan Komunikasi (Handphone SmartPhone)

Dampak

Perilaku Sosial Siswa

Positif Negatif

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di Posyandu Lansia Abadi V Puspasari Nilasari Kartasura Sukoharjo mengenai hubungan gerakan sholat dengan keluhan nyeri

Kawasan Hutan Lindung Nanggala berpotensi untuk dikembangkan program sosial forestry melalui penggalian potensi sumber daya alam melalui peningkatan kualitas dan

Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka di dapatlah pengetahuan mengenai pengaturan perlindungan hukum terhadap saksi dalam tindak pidana pembunuhan berencana

Manakala Anda tidak mendapatkan teman untuk berbagi atau tidak ingin berbagi dengan teman Anda namun ingin mengeluarkan sampah batin, emosi negative Anda, maka

Seperti juga kedua bagian lainnya (narasi dan cakapan), bagian ini pun memperlihatkan adanya pengulangan atau repetisi sebagai salah satu ciri cerita lisan. Bait t'enebut

Menurut Sudjana (199) hasil belajar memuat kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut

Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis Multiple Intelligences masuk dalam kategori hasil belajar

Berdasarkan tabel 4.3 dari 18 masyarakat Jorong Lancang, 18 atau 100% menyatakan bahwa adanya bahan atau alat yang dibutuhkan untuk mahiyeh anak daro dengan memberikan