• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Pendidikan Ar-Rashid Vol.7 No 1 E-ISSN P-ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Pendidikan Ar-Rashid Vol.7 No 1 E-ISSN P-ISSN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MATA PELAJARAN DALAM

MEMANFAATKAN TIK PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN TIK DI SMP NEGERI 2 RAHA

Oleh : Nelda 1

PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAI SYARIF MUHAMMAD RAHA

ABSTRAK

Penelitian Tindakan ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemahaman mengenai implementasi layanan bimbingan TIK dan kurangnya inovasi dalam kegiatan pembelajaran dengan mengangkat masalah 1).Bagaimana hasil keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap Guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha, 2) Apakah terdapat peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan TIK pada Proses Belajar Mengajar di SMP Negeri 2 Raha melalui Layanan Bimbingan TIK Terhadap Guru “

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap Guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha. Manfaat penelitian ini adalah dengan dilaksanakannya Hasil dari penelitian tindakan ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1). Bagi Guru Memperoleh informasi layanan bimbingan TIK terhadap Guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha. 2). Bagi Sekolah meperoleh bahan masukan mengenai pemberlakuan layanan bimbingan TIK terhadap Guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha untuk meningkatkan kemampuan profesional dalam pembelajaran dan kompetensi sesuai tuntutan Kurikulum 2013.

Subyek dalam penelitian ini adalah semua guru mata pelajaran yang mengajar dikelas IX pada semester Genap tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 10 orang guru. Hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan, meliputi : 1). Peran guru TIK dalam layanan bimbingan TIK berada pada katagori Sangat Tinggi , Nampak dalam penelitian ini terdapat pada indikator pengembangan sumber belajar (84%), pengembangan media belajar (85%), persiapan pembelajaran(84%), proses pembelajaran (88%) pada dua indicator lainnya yaitu penilaian pembelajaran dan penggunaan teknologi komputer dalam membuat laporan akhir belajar memperoleh hasil tinggi yaitu (80%) dan (79%). 2). Hasil keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap Guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha rata-rata Sangat Tinggi.

Kata Kunci : Pemanfaatan TIK, Belajar Mengajar, Bimbingan TIK

A. PENDAHULUAN

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 Pasal 1 ayat (9) tentang Kurikulum merupakan dasar dari pelaksanaan perubahan dan perkembangan kurikulum Perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk perbaikan sistem pendidikan. Meskipun pada kenyataannya setiap kurikulum pasti memiliki kekurangan dan kelebihan yang perlu dievaluasi serta diperbaiki agar tujuan pendidikan nasional tercapai dengan baik. Standar kurikulum 2013 yang menekankan siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran menuntut guru untuk melaksanakan pembelajaran yang berbasis tematik integratif. , dan pembelajaran berbasis pendekatan sains.

1Penulis adalah Guru SMP Negeri 2 Raha

(2)

2 Guru juga dituntut untuk tidak hanya memiliki kompetensi profesional, namun juga harus memiliki kompetensi pedagogikk,sosial, dan kepribadian. Kompetensi pedagogik guru perlu untuk diketahui karena kompetensi tersebut berkaitan dengan pengembangan kurikulum serta proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi kurikulum 2013,dimana guru TIK harus mencari, mengolah, menyiapkan, mendistribusikan, menyajikan, menginformasikan serta memanfaatkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran untuk membimbing peserta didik, menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah guna memfasilitasiisesama guru, serta memfasilitasi tenaga kependidikan dalam menerapkan dan mengembangkan sistem informasi manajemen sekolah berbasis TIK. Layanan bimbingan TIK sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 68 tahun 2014 merupakan program bimbingan dan fasilitasi TIK bagi peserta didik, sesama guru mata pelajaran dan tenaga kependidikan di sekolah untuk memanfaatkan TIK sebagai sumber dan/atau sarana belajar di sekolah. Layanan bimbingan TIK dapat dilaksanakan dengan klasikal atau kelompok dan individu dengan beban kerja guru TIK melakukan bimbingan paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik pertahun pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan. Layanan bimbingan TIK yang dilakukan di sekolah dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan TIK dengan baik dan benar sesuai keahliannya.

SMP Negeri 2 Raha merupakan salah satu sekolah yang sudah mengampu Kurikulum 2013. penulissmenemukan fakta bahwa masih ada guru yang merasa sulit dalam mengoperasikan komputer sehingga terkendala dalam membuat persiapan pembelajaran dengan mengembangkan sumber belajar dan memanfaatkan media pembelajaran TIK. Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan langkah-langkah persiapan pembelajaran efektif dengan adanya inovasi melalui penerapan teknologi. Oleh karena itu sebagai guru bimbingan TIK penulis merasa perlu memberikan layanan bimbingan TIK kepada guru mata pelajaran lain agar persiapan pembelajaran melalui penggunaan media pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran dan pelaporan hasil belajar dapat berjalan dengan baik dan efektif B. LANDASAN TEORI

1. Layanan Bimbingan TIK

TIK memiliki potensi yang sangat besar untuk mentransformasikan seluruh aspek pendidikan di sekolah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, peran guru TIK perlu dioptimalkan dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Guru TIK dalam pelaksanaan kurikulum 2013 difungsikan menjadi Guru layanan bimbingan TIK. Pelaksanaan layanan bimbingan TIK. diperkuatt dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014. Dalam Peraturan ini mengatur tentang : a). Kewenangan Pembimbingan TIK, b). Peran dan Kewajiban Guru TIK, c). Beban Kerja Dalam pelaksanaan tugas, d). Hak Guru TIK Dalam pelaksanaan tugas

Saat ini dunia telah memasuki era informasi yang berkembang dan terus berkembang. Informasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan baik instansi pemerintah maupun swasta. Teknologi yang berkembang menyediakan kesempatan yang besar untuk pengembangan manajemen pendidikan dan proses pembelajaran yang berkualitas di sekolah melalui pemanfaatan TIK. Dengan demikian TIK memiliki potensi yang sangat besar untuk mentransformasikan seluruh aspek pendidikan di sekolah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, peran guru TIK dan guru KKPII perlu dioptimalkan dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Guru TIK dan guru KKPI dalam pelaksanaan kurikulum 2013 difungsikan menjadi Guru layanan bimbingan TIK.

(3)

3 Tidak terlepas dari layanan bimbingan TIK sebagai Proyek Rintisan berbasis kurikulum 2013, tentu terdapat bukti kongkrit guna memperkuat pelaksanaan tersebut yaitu dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 a. Kewenangan Pembimbingan TIK.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 Pasal 2 tentang Peran Guru TIK dan KKPI menyatakan bahwa guru TIK wajib memilikii kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D- IV) dalam bidang teknologi informasi dan memiliki sertifikat pendidik dalam bidang TIK atau KKPI. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 28 Ayat 2, Kualifikasi akademik diartikan sebagai tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhiioleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kualifikasi dalam dunia pendidikan tentunya diharapkan mampu mendorong seseorang untuk memiliki keahlian secara khusus berdasarkan derajat kelulusan. Dengan adanya peraturan kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dalam bidang teknologi informasi dan memiliki sertifikat pendidik dalam bidang TIK atau KKPI diharapkan seorang guru TIK dapat menguasai materi bidanggTIK atau KKPI dengan baik agar mampu membimbing dan memfasilitasi sesama guru khususnya kepada guru mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional untuk mempersiapkan pembelajaran dengan baik sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar

b. Peran dan Kewajiban Guru TIK

Sebagai guru profesional dalam pelaksanaan kurikulum 2013 memiliki peran dan kewajiban sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 yaitu memfasilitasi sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah.

Dalam proses belajar mengajar, peran guru sangat penting. Sesuai Undang- Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 4 menegaskan guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Guru berperan mentransfer ilmu pengetahuan ke peserta didik. Guru juga dituntut memberikan pendidikan karakter dan menjadi contoh karakter yang baik bagi anak didiknya. Guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan dalam melaksanaan pembelajaran.

c. Beban Kerja

Dalam pelaksanaan tugas, guru TIK harus memenuhi beban kerja sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 yaitu Guru TIK memberikan fasilitasiibagi guru dan tenaga kependidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK secara terprogram, dengan ketentuan minimal 2(dua) kali pertemuan setiap semester, secara klasikal/kelompok dan melakukan fasilitasi individual pada hari kerja berdasarkan kesepakatan dengan teman guru dan tenaga administrasi

Banyaknya materi yang harus disampaikan kepada peserta didik dan keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran dapat berakibatt pada kurangnya pembimbingan TIK terhadap guru mata pelajaran lain, untuk itu perlu diadakan pembimbingan secara terprogram, workshop, dan musyawarah guru agar dapat memberikan solusi mengenai permasalahan TIK dalam proses belajar mengajar

(4)

4 d. Hak Guru TIK

Dalam pelaksanaan tugas, guru TIK harus memenuhi beban kerja sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 yaitu mendapatkan tunjangan profesi dan angka kreditt.

Guru TIK akan mendapatkan tunjangan profesi apabila telah bersertifikat pendidik dan melaksanakan pemenuhan beban kerja, kewajiban kerja, dan telah dinilai kinerja dengan hasil minimal “Baik”. Selain itu, sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabaran Fungsional Guru dan Angka Kreditnya pada Pasal 1 Ayat 7, Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatan. Hal ini tentunya apabila guru TIK telah memfasilitasi guru mata pelajaran lain untukmencari,mengolah,menyiapkan,mendistribusikan,menyajikan,menginformasikan serta memanfaatkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk persiapan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK dan dibuktikan dengan laporan hasil kerja yang ditandatangani oleh kepala sekolah, maka guru TIK akan mendapatkan angka kredit.

2. Kurikulum 2013

Pengertian kurikulum 2013 menurut Mulyasa (2013: 167) adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Menurut Hasan (2013:

35), perkembangan Kurikulum 2013 didasariioleh BNSP 2010 dan adanya pendidikan karakter serta kewirausahaan. Kurikulum ini akan dikembangkan selama kurang lebih lima tahun dari 2010 hingga 2015. Pada tahun 2010 dan 2011 dilakukan kajian mengenai kurikulum. Pada tahun 2012 dilakukan finalisasi dokumen kurikulum. Pada tahun 2013 hingga 2015 dilakukan implementasi dan evaluasi kurikulum di sekolah.

Iskandar (2013: 11) menerangkan perbedaan dari kurikulum tahun 2013 dengan kurikulum sebelumnya antara lain: 1) Standar Kompetensi tidak diturunkan darii Standar Isi, namun dari kebutuhan masyarakat. 2) Standar Isi tidak diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran, namun dari Standar Kompetensi Lulusan. 3) Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

4) Kompetensi tidak diturunkan dari mata pelajaran, namun dari kompetensi yang ingin dicapai. 5) Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas). 6) Pengembangan kurikulum sampai pada buku teks dan buku pedoman guru.

Pada kurikulum 2013, siswa tidak lagi menjadi obyek dari pendidikan, tapi justru menjadi subyek dengan ikut mengembangkan tema dan materi yang ada. Dengan adanya perubahan ini, tentunya berbagai standar dalam komponen pendidikan seperti standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, dan standar penilaian akan mengalami perubahan. Standar Penilaian pendidikan dalam kurikulum 2013 sebagaimana telah disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 Tahun 2013 bahwa Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Adapun prinsif penilaian dalam peraturan baru (Pemendikbud No 66 tahun 2013) tersebut sebagai berikut:

1. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.

2. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.

(5)

5 3. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan,

dan pelaporannya.

4. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.

5. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.

6. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK). PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belaja minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.

Penilaian pendidikan sebagaii proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah.

Dalam pelajaran dibutuhkan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi, interaksi antara siswa dengan guru mata pelajaran juga sangat diperlukan. Banyaknya materi dan sulitnya bahan ajar membuat peserta didik merasa jenuh dan bosan apabila guru mata pelajaran hanya menerangkan dan memberikan contoh soal tanpa adanya pemanfaatan teknologi dalam mempermudah ingatan tentang rumus-rumus dan angka. Karena pada dasarnya, peran teknologi sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Untuk itu, perlu adanya persiapan pembelajaran dengan memanfaatkan sarana yang ada di sekolah. Pemanfaatan sarana terutama hal yang berkaitan dengan teknologi dan sistem informasi.

C. HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha dan menguraikan tentang berbagai temuan yang diperoleh , yaitu dari data dan informasi melalui observasi dan angket yang terkait dengan kegiatan layanan bimbingan TIK terhadap guru mata pelajaran

a. Siklus I

1). Perencanaan

 Membuat rencana layanan bimbingan TIK berupa pelatihan sebanyak 3 kali pertemuan untuk tindakan siklus I

 Membuat lembar observasi dan angket bagi peserta untuk memantau keadaan mereka selama proses layanan bimbingan TIK berlangsung dan mengevaluasi hasil layanan bimbingan TIK

 Menyiapkan jurnal kegiatan 2). Pelaksanaan

Pelayanan bimbingan TIK / pelatihan pada siklus I dilaksanakan mulai tanggal 10 s.d 13 Januari 2022 Selanjutnya pada tanggal 14 dan 17 Januari 2022 dilakukan observasi oleh peneliti yang berkolaborasi dengan beberapa guru lain terhadap guru mata pelajaran pada saat mengajar dikelas, selanjutnya sebagai bahan evaluasi guru mata pelajaran diminta mengisi angket yang sudah disiapkan .

a. Hasil Observasi

(6)

6 Layanan Bimbingan TIK oleh guru TIK yang sekaligus sebagai peneliti pada siklus I ini berupa bimbingan langsung/pelatihan selama tiga kali pertemuan dengan fokus materi :1). Pengembangan Sumber Belajar, 2). Pengembangan Media Belajar, 3).

Persiapan Pembelajaran, 4). Proses Pembelajaran, 5). Penilaian Pembelajaran, 6).

Pelaporan Hasil belajar. dalam pelatihan tersebut guru-guru mata pelajaran peserta pelatihan dibawah bimbingan guru TIK membuat persiapan pembelajaran. Dan pada tanggal 14 dan 17 Januari 2022 dilakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan/bimbingan TIK dengan cara peneliti melakukan observasi dikelas pada saat guru peserta praktik mengajar dikelas. Selanjutnya sebagai bahan evaluasi guru diminta mengisi angket yang sudah dibagikan.

b. Hasil Angket

Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui angket/kuesioner mengenai keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru kelas IX di SMP Negeri 2 Raha, dari 15 item pertanyaan pada 6 indikator hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1.1. Hasil Angket Penelitian Siklus I

Indikator Nomor Item

Jumlah

Sekor Persentase Kriteria 1. Pengembangan

sumber belajar

1 24 60% Rendah

2 24 60% Rendah

2. Pengembangan media Belajar

3 33 83% Sangat Tinggi

4 27 68% Tinggi

5 29 73% Tinggi

3. Persiapan Pembelajaran

6 33 83% Sangat tinggi

7 34 85% Sangat tinggi

8 28 70% Tinggi

4. Proses Pembelajaran

9 22 55% Rendah

10 24 60% Rendah

11 26 65% Tinggi

5. Penilaian Pembelajaran

12 29 73% Tinggi

13 29 73% Tinggi

6. Pelaporan Hasil Belajar

14 32 80% Tinggi

15 30 75% Tinggi

(7)

7 Grafik Presentase Seluruh Item Pada Indikator Angket Penelitian

Keterangan Indikator :

A = Pengembangan Sumber Belajar B = Pengembangan Media Belajar C = Persiapan Pembelajaran D = Proses Pembelajaran E = Penilaian Pembelajaran F = Pelaporan Hasil belajar

Selanjutnya hasil angket/kuesioner terdiri dari 6 indikator dan diuraikan menjadi 15 item pertanyaan tentang keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap 10 orang guru kelas IX di SMP Negeri 2 Raha, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1.2 Hasil Analisis Responden

Responden Jumlah Skor Persentase Kriteria

Matematika

1 44 73% Tinggi

2 49 82% Sangat Tinggi

Bahasa indonesia

3 44 73% Tinggi

4 45 75% Tinggi

Bahasa Inggris

5 49 82% Sangat Tinggi

6 40 67% Tinggi

IPA

7 35 58% Rendah

8 39 65% Tinggi

IPS

9 44 73% Tinggi

10 58 58% Rendah

(8)

8 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini

Keterangan :

MTK = Matematika BIN = Bahasa Indonesia BING = Bahasa Inggris

IPA = Ilmu Pengetahuan Alam IPS = Ilmu Pengetahuan Sosial

Diatas telah ditampilkan hasillanalisis persepsi setiap guru terhadap setiap indikator , dari sini peneliti dapat melihat seberapa besar persentase keterlaksanaan indikator layanan bimbingan TIK terhadap guru. pada hasil analisis berdasarkan hasil persentase 6 indikator dapat dilihat pada table 4.3 dibawah ini

Tabel. 4.3 Hasil Persentase Indikator Indikator Persentase Interval Pengembangan Sumber

Belajar

60% Rendah

Pengembangan Media belajar 74% Tinggi

Persiapan Pembelajaran 79% Tinggi

Proses Pembelajaran 60% Rendah

Penilaian Pembelajaran 73% Tinggi

Pelaporan Hasil Belajar 78% Tinggi Persentase Responden

Gambar .

Grafik hasil penelitian berdasarkan persentase responden

(9)

9 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut

b. Refleksi,

Fokus penelitian pada siklus I ini adalah Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK Terhadap Guru Mata Pelajaran dalam Proses Belajar Mengajar di kelas IX SMP Negeri 2 Raha.

Dari hasil analisis ketiga tujuan tersebut ternyata ada pencapaian indikator yang masih rendah yaitu pada indicator pengembangan sumber belajar dan pada indicator proses pembelajaran sedangkan guru mata pelajaran yang merasa layanan bimbingan TIK masih rendah adalah guru matapelajaran IPA dan IPS Dari hasil analisis persentase diatas, layanan bimbingan TIK tersebut dianggap masih kurang optimal sehingga pelaksanaan layanan bimbimngan TIK masih harus ditingkatkan lagi.

Sehingga peneliti memutuskan untuk melanjutkan ke siklus 2.

b. Siklus 2

1). Perencanaan sehingga peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut :

 Membuat rencana layanan bimbingan TIK berupa pelatihan sebanyak 2 kali pertemuan untuk tindakan siklus 2

 Membuat lembar observasi dan angket bagi peserta untuk memantau keadaan mereka selama proses layanan bimbingan TIK berlangsung dan mengevaluasi hasil layanan bimbingan TIK

 Menyiapkan jurnal kegiatan 2). Pelaksanaan .

Pelayanan bimbingan TIK / pelatihan pada siklus 2 dilaksanakan mulai tanggal 17 s.d 20 Januari 2022 Selanjutnya peneliti berkolaborasi dengan beberapa guru lain melakukan pengamatan terhadap guru mata pelajaran pada saat mengajar dikelas, selanjutnya sebagai bahan evaluasi guru mata pelajaran diminta mengisi angket yang sudah disiapkan .

a. Hasil Observasi

Layanan Bimbingan TIK oleh guru TIK pada siklus 2 ini berupa bimbingan langsung/pelatihan selama dua kali pertemuan dengan fokus materi :1).

Pengembangan Sumber Belajar, dan 2). Proses Pembelajaran, meskipun pada dasarnya keenam indikator yaitu 1). Pengembangan Sumber Belajar, 2).

Pengembangan Media Belajar, 3). Persiapan Pembelajaran, 4). Proses Pembelajaran, 5). Penilaian Pembelajaran, 6). Pelaporan Hasil belajar. Merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan tetap menjadi bagian dari layanan bimbingan TIK .

Gambar.

Grafik Hasil penelitian Berdasarkan Presentase Indikator Prersentase Indikator

(10)

10 dalam pelatihan tersebut guru-guru mata pelajaran peserta pelatihan dibawah bimbingan guru TIK membuat persiapan pembelajaran. Dan pada tanggal 18 dan 20 Januari 2022 dilakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan/bimbingan TIK dengan cara peneliti melakukan observasi dikelas pada saat guru peserta praktik mengajar dikelas.

Selanjutnya sebagai bahan evaluasi guru diminta mengisi angket yang sudah dibagikan.

b. Hasil Angket

Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui angket/kuesioner mengenai keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru kelas VIII di SMP Negeri 2 Raha, dari 15 item pertanyaan pada 6 indikator hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1.3 Hasil Angket Penelitian Siklus 2 Indikator Nomor

Item

Jumlah

Sekor Persentase Kriteria 1. Pengembangan

sumber belajar

1 35 88% Sangat

Tinggi

2 34 85% Sangat

Tinggi 2. Pengembangan

media Belajar

3 38 95% Sangat

Tinggi

4 34 85% Sangat

Tinggi

5 34 85% Sangat

Tinggi 3. Persiapan

Pembelajaran

6 36 90% Sangat

tinggi

7 34 85% Sangat

tinggi

8 34 85% Sangat

Tinggi 4. Proses

Pembelajaran

9 38 95% Sangat

tinggi

10 36 90% Sangat

tinggi

11 36 90% Sangat

Tinggi 5. Penilaian

Pembelajaran

12 31 78% Tinggi

13 35 88% Sangat

Tinggi 6. Pelaporan

Hasil Belajar

14 31 78% Tinggi

15 32 80% Tinggi

Pada tabel diatas, nampak bahwa terdapat peningkatan yang signifikan persepsi responden terhadap keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru mata pelajaran dimana terdapat 12 item memperoleh kriteria sangat tinggi, dan 3 item memperoleh kriteria tinggi,

(11)

11 Keterangan Indikator :

A = Pengembangan Sumber Belajar B = Pengembangan Media Belajar C = Persiapan Pembelajaran D = Proses Pembelajaran E = Penilaian Pembelajaran F = Pelaporan Hasil belajar

Selanjutnya hasil angket/kuesioner ditinjau dari 10 guru mata pelajaran terhadap 15 item, hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.5 Hasil Analisis Responden

Responden Jumlah

Skor

Persentase Kriteria

Matematika

1 56 93% Sangat Tinggi

2 52 87% Sangat Tinggi

Bahasa indonesia

3 52 87% Sangat Tinggi

4 52 87% Sangat Tinggi

Bahasa Inggris

5 51 85% Sangat Tinggi

6 53 88% Sangat Tinggi

IPA

7 50 83% Tinggi

8 51 85% Sangat Tinggi

IPS

9 52 87% Sangat Tinggi

10 49 82% Tinggi

Persentase Indikator

Gambar .

Grafik Presentase Seluruh Item pada indicator angketpenelitian

(12)

12 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini

Keterangan :

MTK = Matematika BIN = Bahasa Indonesia BING = Bahasa Inggris

IPA = Ilmu Pengetahuan Alam IPS = Ilmu Pengetahuan sosial

Berikut ditampilkan persentase keterlaksanaan indikator layanan bimbingan TIK berdasarkan hasil persentase 6 indikator dapat dilihat pada table 4.6 dibawah ini

Tabel. 1.4 Hasil Persentase Indikator

Indikator Persentase Interval

Pengembangan Sumber Belajar 84% Sangat Tinggi

Pengembangan Media belajar 85% Sangat Tinggi

Persiapan Pembelajaran 84% Sangat Tinggi

Proses Pembelajaran 88% Sangat Tinggi

Penilaian Pembelajaran 80% Tinggi

Pelaporan Hasil Belajar 79% Tinggi

Dari tabel diatas, nampak hasil layanan bimbingan TIK yang telah dilaksanakan pada siklus 2 selama 2 kali pertemuan terhadap 6 indikator yang menjadi tujuan layanan bimbingan TIK yaitu terdapat 2 indikator yang memperoleh hasil tinggi yaitu pada indikator penilaian pembelajaran = 80% dan indikator pelaporan hasil belajar =79% sedangkan 4 indikator yang lainnya memperoleh criteria sangat tinggi yaitu indikator Pengembangan suber belajar

= 84%, indikator pengembangan media belajar=85%, inidikator persiapan belajar = 84%, dan indicator Proses pembelajaran = 88%,. Untuk lehih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut

Persentase Responden

Gambar .

Gragik hasil penelitian berdasarkan persentase responden

(13)

13 7. Refleksi,

Layanan bimbingan TIK pada siklus 2 yang dilaksanakan melalui pelatihan selama 2 kali pertemuan telah berhasil dilaksanakan dan efektif telah meningkatkan kemampuan guru kelas IX di SMP Negeri 2 Raha dalam memanfaatkan TIK pada Proses Belajar Mengajar , utamanya guru matapelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPSPada siklus 2 layanan bimbingan TIK ini difokuskan pada dua indikator yang pada siklus 1 memperoleh kriteria rendah yaitu indikator pengembangan sumber belajar memperoleh 60% dan setelah mendapatkan layanan bimbingan TIK pada siklus 2 hasil uji angket meningkat menjadi 84% dengan kriteria sangat tinggi. Demikian juga dengan indikator proses pembelajaran pada siklus 1 hasil uji angket 60% dan setelah mendapatkan layanan bimbingan TIK pada siklus 2 hasil uji angket meningkat menjadi 88% dengan kriteria sangat baik.

D. PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan, keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha, diperoleh hasil sangat tinggi padaaindikator pengembangan sumber belajar, pengebangan media belajar, Persiapan pembelajaran, proses pembelajaran, dan pelaporan hasil belajar, sedangkan pada indikator persiapan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran memperoleh hasil tinggi

Indikator pertama mengenai peran guru TIK dalam memfasilitasi guru mata pelajaran, pengembangan sumber belajar dengan menggunakan internet dapat dijadikan sebagai solusi untuk memperoleh materi sumber belajar agar lebih beragam. Dalam pengembangan sumber belajar dengan menggunakan teknologi komputer yang difasilitasi oleh guru TIK dapat dikatakan sangat tinggi yaitu dengan pencapaian indikator sebesar 88%.

Selanjutnya pada indikator kedua mengenai pengembangan media pembelajaran, penggunaan power point sebagai media pembelajaran dengan dibantu oleh guru TIK dapat mendukung keefektifan penyampaian materi saat proses pembelajaran. Dengan hasil persentase sebesar 85%, peran guru TIK dalam mengembangan media pembelajaran termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Selain penggunaan power point, guru mata pelajaran juga dapat memperoleh reverensi lain melalui internet yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Pada saat persiapan menyusun media pembelajaran dengan power point, penggunaan teknologi komputer dan pelatihan dalam mempersiapkan LCD Proyektor saat akan melaksanakan proses pembelajaran tidak lepas dari layanan bimbingan guru TIK.

Gambar.

Grafik Hasil penelitian Berdasarkan Presentase Indikator Persentase Indikator

(14)

14 Ketrampilan guru dalam penggunaan TIK pada indikator yang ketiga yaitu peran layanan bimbingan TIK dalam persiapan pembelajaran, nampak pada hasil persentase pada siklus 1 sebesar sebesar 79% dan pada siklus 2 ini meningkat menjadi 84% dengan kriteria sangat tinggi. Peningkatan persentase tersebut karena adanya pernyataan dari guru-guru bahwa mereka telah mendapatkan layanan bimbingan selama mempersiapkan pembelajaran baik itu akses internet maupun mempersiapkan LCD proyektor saat akan melaksanakan pembelajaran.

Indikator keempat yaitu peran guru TIK dalam proses pembelajaran juga telah meningkat . Fasilitasi Layanan bimbingan TIK yang diberikan kepada guru-guru mata pelajaran semakin menunjukkan peningkatan. Materi bimbingan bukan hanya berasal dari guru TIK tetapi berkembang sesuai dengan pertanyaan ataupun kesulitan guru yang menjadi peserta layanan bimbingan TIK .Guru juga mengakui berdasarkan hasil angket yang mereka isi bahwa menggunakan pewer point dalam mengajar membuat pembelajaran semakin menyenangkan dan sangat membantu dalam proses pembelajaran. Kemudian untuk hasil persentase pada indikator proses pembelajaran memperoleh hasil 88% atau sangat tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan kelancaran proses pembelajaran dan peningkatan kualitas belajar dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi komputer yang difasilitasi oleh guru TIK.

Untuk peran guru TIK dalam melaksanakan layanan bimbingan TIK terhadap penilaian pembelajaran yang merupakan indikator kelima tetap dilakukan akan tetapi pelaksaan penilaian oleh guru mata pelajaran selama ini tidak selalu menggunakan alat bantu komputer hal ini disebabkan karena dari pihak sekolah tidak selalu melaksanakan penilaian seperti UAS misalnya dengan berbasis komputer akan tetapi untuk penilaian berupa ujian Nasional SMP Negeri 2 Raha sudah menggunakan berbasis komputer . Pada layanan bimbingan TIK yang dilaksanakan pada siklus 2 peserta diarahkan atau dibimbing menggunakan Google form untuk membuat Quis dan ulangan harian. Dengan demikian berdasarkan angket yang diisi oleh peserta ada peningkatan peran layanan.bimbingan yang pada siklus 1 sebesar 73% , pada siklus 2 meningkat menjadi 80% dengan katagori tinggi.

Pada indikator terakhir yaitu itu indikator keenam pelaporan hasil belajar memperoleh pesentase sebesar 79% atau tinggi. Hasil tersebut berdasarnya pelaksaan kegiatan pengolahan nilai raport yang selama ini memang telah dilakukan, dan yang memfasilitasi kegiatan ini dari kurikulum dan bukan melalui layanan bimbingan TIK secara khusus akan tetapi pada penelitian ini guru TIK memfasilitasi dengan cara memberikan langkah-langkah mudah dan cepat bagi guru mata pelajaran dalam pengolahan nilai persiapan pelaporan hasil belajar.

Dalam hal ini, hasil keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap guru mata pelajaran memperoleh hasil tertinggi sebesar 88% adalah peran dalam proses pembelajaran, sedangkan peran terendah dalam pelaporan hasil belajar yaitu 79% dengan kategori tinggi. Dari hasil tersebut tentunya peran guru TIK sebagai fasilitator dinyatakan sudah berhasil, namun guru TIK harus lebih aktif dalam mendampingi guru mata pelajaran lain pada setiap kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran. Keterlaksanaan layanan bimbingan guru TIK terhadap guru mata pelajaran tentunya tidak terlepas dari respon dan kesadaran guru mata pelajaran akan pentingnya penggunaan teknologi komputer dalam proses pembelajaran. Guru mata pelajaran juga berperan penting dalam kegiatan layanan bimbingan yang difasilitasi oleh guru TIK, karena layanan bimbingan tersebut tidak akan berjalan secara maksimal apabila guru mata pelajaran tidak ikut serta dalam keterlaksanaan layanan bimbingan tersebut. Hal ini pula yang menyebabkan tingkat keterlaksanaan layanan bimbingan guru TIK terhadap guru memperoleh hasil sangat tinggi.

E. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa simpulan, meliputi : 1). Peran guru TIK dalam layanan bimbingan TIK berada pada skala Sangat Tinggi, Nampak dalam penelitian ini terdapat pada indikator pengembangan sumber belajar, pengembangan media belajar, persiapan pembelajaran, proses pembelajaran, pada indikator pelaporan hasil

(15)

15 belajar. Dan penggunaan teknologi komputer dalam membuat laporan akhir belajar memperoleh hasil tinggi. 2). Hasil keterlaksanaan layanan bimbingan TIK terhadap Guru dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 2 Raha rata-rata Sangat Tinggi.

(16)

16 DAFTAR PUSTAKA.

Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana. Dede Cahyadi. 2014.

Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Eka Lusia Evalita.

2013.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 Standar Penilaian. 4 Juni 2013. Jakarta

Strategi Guru dalam Menghadapi Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Surakarta. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Burhan Bungin. 2006.

Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. 2008.

______ Nomor 68 Tahun 2014. Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013. 2 Juli 2014. Jakarta

______ dan Erman Amti. 2014. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Rina Setiani. 2015.

Pedoman Pembinaan Program Bimbingan di Sekolah.. Jakarta: Depdikbud. 46 Sudjana. 2001.

. ______. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Yuni Nafisa. 2014.

Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru TIK dan KKPI.

https://www.academia.edu/8765135/Juknis_BK_TIK_Kurikulum_2013. 10 Januari 2015.

(9:38) Ahmad Maulana Izzudin. 2013.

Teori Pendidikan dan Kurikulum. http://akhmadsudrajat.wordoress.com. 15 Januari 2015.

Bangun Setia Budi. 2014.

Referensi

Dokumen terkait

Nama Jurnal, Tahun terbit, Volume, Nomor,

Roda gigi lurus, yaitu suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus daya dan putaran dari poros penggerak ke poros yang digerakkan tanpa terjadi slip, dimana

1) Pengalaman berwirausaha masih rendah: untuk mengelola produksi kopi yang baik, berkualitas, dan berkesinambungan diperlukan jiwa wirausaha yang baik dari anggota KOPPI

1) Menumbuhkan dan meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan ibadah serta akhlakul karimah menjadi pedoman hidup. 2) Menumbuhkembangkan nilai sosial dan budaya bangsa

Untuk melihat kondisi terumbu karang di lokasi transek permanen, apakah terjadi perubahan kondisi terumbu karang serta biota yang hidup di dalamnya, apakah itu perubahan yang

5.1 Distribusi Frekuensi Usia, Pekerjaan, BMI, Paparan Asap Rokok, Anemia, Grande Multipara, Preeklamsia, Perdarahan Antepartum, Ketuban Pecah Dini, Hidramnion,

Dengan demikian, renstra ini akan menjadi “jembatan” yang akan mengantar FKIK Untad meraih mimpi tersebut melalui beberapa tahapan, antara lain : peningkatan

Faktanya, sebagian besar nilai k berada di daerah negatif seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4, yang mengindikasikan adanya bukti dukungan terhadap distribusi SKT