BAHAN PENCEMAR LINGKUNGAN
Ana Utami Zainal UHAMKA2022
CP MK P.2
Mahasiswa mampu menjelaskan macam dan jenis, mekanisme bahan pencemar yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan
INTEGRASI AIK
Artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"."
(QS. Al Baqarah: 30).
PENDAHULUAN
Bahan pencemar merupakan sisa-sisa dari segala sesuatu yang kita buat, kita gunakan, dan kita buang.
Masalah pencemaran terjadi bila jumlah bahan pencemar atau kandungan bahan pencemar dalam suatu lingkungan melampaui batas kemampuan ekosistem untuk memulihkannya sendiri
Pencemaran disebabkan oleh adanya bahan pencemar di suatu lingkungan dalam jumlah yang melebihi batas yang bisa diterima oleh lingkungan
JENIS BAHAN PENCEMAR (1)
Polutan dapat digolongkan dalam dua kelompok besar polutan, yaitu degradable dan non- degradable.
1. Polutan kelompok degradable adalah polutan yang dapat diuraikan kembali
(decomposed), atau dapat dihilangkan (removed), atau dapat dikonsumsi (consumed) dan dapat diturunkan sifat bahaya atau sifat racunnya ke tingkat yang bisa diterima oleh proses alam sendiri maupun bisa diproses dengan teknologi yang dikembangkan manusia (seperti instalasi pengolahan kotoran, instalasi pengolahan air limbah, pembuatan pupuk kompos).
Polutan degradable dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu
a) rapidly degradable pollutants: kotoran manusia dan hewan, bangkai dan limbah tumbuhan
b) slowly degradable pollutants: insektisida DDT (dichlor diphenil trichlorethane), PCBs, phenol dan beberapa bahan radioaktif
2. Polutan yang non-degradable tidak dapat dipecahkan atau diurai oleh
kemampuan proses alam itu sendiri. Contohnya adalah mercury , timah hitam (Pb), arsenik, garam dari logam berat, sedimen, dan beberapa ikatan kimia termasuk plastik 2 Hg
MENURUT SIFATNYA DALAM MENCEMARI LINGKUNGAN, POLUTAN DAPAT DIKELOMPOKKAN MENJADI 4
GOLONGAN,
1. Polutan yang bersifat kimia, adalah polutan yang biasanya berasal dari suatu bahan yang bila bercampur dengan target terjadi reaksi kimia antara polutan tersebut dengan target.
Bahkan reaksi kimia tersebut bisa merupakan reaksi berantai yang membahayakan lingkungan sekitarnya.
Misalnya gas SOx yang dihasilkan dari cerobong asap industri
yang menggunakan BBM, dapat bereaksi dengan udara dan
menimbulkan hujan asam.
2. Polutan yang bersifat mikrobiologis, adalah polutan yang berasal dari bahan yang bila bercampur dengan target
memungkinkan perkembangbiakan mikroba yang sangat
merugikan target dan lingkungan sekitarnya. Beberapa mikroba, terutama yang patogen dapat memproduksi racun dan
menginfeksi makhluk hidup dan menimbulkan penyakit.
Berbagai mikroba tersebut dapat bersifat aerobik yang
memerlukan oksigen untuk perkembangannya (misalnya Salmonella typhi) ataupun bersifat anaerobik yang akan mati bila terkena
oksigen (misalnya Chlostridium tetani).
3. Polutan yang bersifat radioaktif, adalah polutan yang berasal dari bahan yang memiliki sifat radioaktivitas dengan waktu paruh yang relatif lama, misalnya Ra222, I131, Sr90, Pl239. Sifat
radioaktivitas yang waktu paruhnya lama dapat menimbulkan
akibat negatif pada lingkungan. Bahan radioaktif yang terlarut
dalam air alam dapat mengalami magnifikasi atau amplifikasi
biologi (kadarnya berlipat) dalam food chance system (sistem
rantai makanan).
4. Polutan yang bersifat bising, adalah polutan yang berasal dari sumber bunyi yang mengeluarkan fibrasi (bunyi) dengan tingkat kebisingan (dB) melampaui ambang batas lingkungan. Bising sangat berpengaruh pada sistem pendengaran makhluk hidup, dan pengaruh tersebut bisa fatal bila intensitas bising tinggi dan mengakibatkan kerusakan sistem pendengaran.
Akibat bising, polutan bisa dikendalikan dengan mengisolasi sumber bising
atau memperbesar jarak antara sumber bising dengan target
SUMBER PENCEMARAN
1. Sumber polutan yang berupa kegiatan/hasil kegiatan manusia 2. Sumber polutan yang berupa kejadian alamiah
1. SUMBER POLUTAN YANG BERUPA
KEGIATAN/HASIL KEGIATAN MANUSIA
Pencemaran yang berasal dari hasil kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
a) Kegiatan manusia yang dilakukan di lingkungan rumah tangga sehari-hari, misalnya memasak, mandi, mencuci, menyapu, mengepel, menggunakan racun serangga (obat nyamuk pada malam hari)
b) Kegiatan yang dilakukan manusia untuk meningkatkan produksi di areal pertanian atau perkebunannya, misalnya kegiatan-kegiatan berupa penggunaan pestisida dan
penggunaan pupuk buatan residu
c) Kegiatan manusia memanfaatkan zat radioaktif sebagai irradiator dengan proteksi yang memadai rs, industry dll
d) Penggunaan alat transportasi dalam mobilitasnya sehari-hari, misalnya penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan BBM, kereta api, pesawat udara, kapal laut, dan kapal motor yang menggunakan mesin disel BBM.
e) Pertambangan dan industri
2. SUMBER POLUTAN YANG BERUPA KEJADIAN ALAMIAH
a) Pencemaran dari kejadian gunung berapi yang meletus. Gas beracun, abu, pasir, lava, dan panas dikeluarkan oleh letusan gunung berapi yang dapat mencemari lingkungan sekitarnya.
b) Terjadinya pencemaran akibat bencana alam banjir
c) Terjadinya pencemaran akibat bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami
MACAM BAHAN PENCEMAR
Pencemaran Udara (termasuk
kebisingan) Pencemaran Air Pencemaran Tanah
Pencemaran
Radioaktif Pencemaran
Makanan
UDARA
Section 1TRANSPORTASI& INDUSTRI : KONTRIBUSI YANG CUKUP BESAR
Udara di atmosfir bumi merupakan gabungan dari gas nitrogen (78%), gas oksigen (21%), gas argon (sekitar 1 %), CO2 (0,0035 %) dan uap air (sekitar 0,01 %).
1. SUMBER PENCEMAR
MENURUT KLASIFIKASINYA
a. Pergerakannya
1. Sumber bergerak, seperti: kendaraan bermotor 2. Sumber tidak bergerak/tetap (stasioner), seperti:
- Sumber titik, contoh: cerobong asap
-Sumber area, contoh: pembakaran terbuka di wilayah pemukiman b. karakteristik sumber pencemar
1. Sumber Alami : Gunung Api, Rawa-rawa.
2. Sumber Antropogenik : Pemukiman, Industri, Transportasi.
ADA BEBERAPA JENIS PENCEMAR UDARA, YAITU:
1. Berdasarkan bentuk
a. Gas, adalah uap yang dihasilkan dari zat padat atau zat cair karena dipanaskan atau menguap sendiri. Contohnya: CO2, CO, SOx, NOx.
b. partikel: debu, asap, kabut dll
2. Berdasarkan tempat
a. Pencemaran udara di dalam ruangan: asap rokok, kegiatan memasak tradisional
b. Pencemaran udara di luar ruangan: kendaraan bermotor, asap pabrik dll
LANJUTAN
3. Berdasarkan gangguan atau efeknya terhadap kesehatan
a. Irritansia, adalah zat pencemar yang dapat menimbulkan iritasi jaringan tubuh, seperti SO2, Ozon, dan Nitrogen Oksida.
b. Aspeksia, adalah keadaan dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas Karbon Dioksida. Gas penyebab tersebut seperti CO, H2S, NH3, dan CH4
c. Toksis, adalah zat pencemar yang menyebabkan keracunan. Zat
penyebabnya seperti Timbal, Cadmium, Fluor, dan Insektisida.
KOMPONEN PENCEMAR UDARA
PENCEMAR UDARA PRIMER
1. CO (Gas tidak berwarna,tdk berbau dan tdk memp rasa) 2. NOx ( terdiri dari NO dan NO2)
3. HC (Hidrogen dan Carbon) 4. Sox (SO2 dan SO3)
5. Partikel (Padat atau cair)
MEKANISME PENCEMARAN UDARA
Udara Bersih
Bahan Pencemar
masuk
bereaksi scr Kimiawi
langsung mencemari
lingkungan
KRITERIA TERJADINYA PENCEMARAN UDARA
1. Sumber Emisi ( Aktivitas manusia atau alam ) 2. Atmosfir ( Tempat berlangsungnya interaksi)
3. Receptor ( lingkungan biotik dan abiotik yg menjadi target pencemaran) 4. Interaksi (Kuantitas, lamanya berlangsung interaksi dan potensi)
Dampak Bahan Pencemar Kesehatan
Masyarakat
Lingkungan, Flora &
Fauna
DAMPAK BAGI LINGKUNGAN
Lahan hijau semakin berkurang --fotosintesis terganggu
Tanaman akan rawan berpenyakit: clorosis, flecking
Menurunkan kualitas udara untuk penafasan semua organisme, terutama manusia sehingga akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.
Menyebabkan kebocoran lapisan ozon sehingga membuat keseimbangan ekosistem jadi terganggu akibat efek rumah kaca.
Menyebabkan hujan asam
ADA 3 CARA MASUKNYA BAHAN PENCEMAR KE TUBUH MANUSIA
Inhalasi: saluran pernapasan Ingestasi: saluran pencernaan Penetrasi kulit
DAMPAK BAGI KESEHATAN
1. Pencemaran debu: penyakit paru-paru dan saluran pernapasan lainnya 2. Asap kebakaran hutan menyebabkan gangguan iritasi dan infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA).
3. Menyebabkan terjadinya keracunan akibat pengikatan CO2 hasil dari pencemaran udara.
4. Meningkatkan potensi penyakit kanker kulit, mata, dan katarak.
TANAH
Bahan Pencemar (2)PENCEMARAN TANAH
Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah
TANAH
Pencemaran tanah:
keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami.
Ciri tanah tidak tercemar
1. Tanahnya subur
2. pH minimal 6, maksimal 8 3. Tidak berbau busuk
4. Tidak kering, memiliki tingkat kegemburan yang normal
5. Tidak Mengandung logam berat
6. Tidak mengandung sampah anorganik
Sumber pencemar tanah: pencemaran tanah erat kaitannya dengan pencemaran
udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.
contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah
Akibat pencemaran tanah : 1. Kerusakan struktur tanah 2. Penurunan produktivitas
tumbuhan
3. Kematian tumbuhan dan hewan
4. Gangguan keindahan, tidak sedap dipandang, bau
5. Tempat vektor penyakit (lalat,
tikus)
HUJAN ASAM
Hujan asam ini diakibatkan oleh adanya belerang yang
merupakan pengotor dalam
bahan bakar fosil seperti bensin.
Selain itu nitrogen di udara
yang bereaksi dengan oksigen akan membentuk sulfur
dioksida.
Zat tersebut kemudian
membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersamaan
dengan air hujan
AIR
Bahan Pencemar (3)Defenisi pencemaran air antara lain
disebutkan dalam PP.No.82 tahun 2001.
Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi atau komponen lain ke dalam air oleh
kegiatan manusia sehingga kualitas air
turun sampai ketingkat tertentu yang
menyebabkan air tidak dapat berfungsi
sesuai peruntukkannya
SUMBER PENCEMAR AIR
1. Sumber langsung: Pencemaran yang berasal dari sumber tertentu. contoh : Pabrik, Sistim buangan, sumur minyak 2. Sumber tak langsung : Pencemaran yang berasal dari
penyebaran sumber yang tidak jelas. contoh : Air dari jalan,
dari kegiatan pertanian
SUMBER PENCEMAR AIR (2)
1. Limbah industri / produksi / pertambangan 2. Limbah domestic / sanitasi
3. Limbah pertanian
4. Pembangkit listrik (BBM/Nuklir) 5. Perawatan/pembersihan alat 6. Transportasi air
7. Erosi sediment (akibat gundulnya hutan)
JENIS PENCEMAR AIR
1. oxygen demanding wastes (limbah rumah tangga, kotoran hewan, dan beberapa limbah industri),
2. diseases causing agents (fungi, bakteri, dan virus),
3. inorganic chemicals and minerals (asam, garam, dan logam beracun), 4. organic chemicals (pestisida, plastik, deterjen, limbah industri dan minyak), 5. plant nutrients (nitrat dan fosfat),
6. sediments (tanah, lumpur dan benda padat yang dibawa erosi),
7. radioactive substances, dan heat (berasal dan industri dan air pendingin dari instalasi pembangkit listrik)
2. KARAKTERISTIK PENCEMAR DI LINGKUNGAN
Umumnya tidak murni
Selalu mengandung bahan-bahan terlarut (CO2 ,; O2 ; N2 dan bahan-bahan
tersuspensi seperti debu dan partikel lainnya yang terbawa oleh air hujan dan dari atmosfir)
Air permukaan dan air sumur pada umumnya mengandung bahan-bahan metal terlarut seperti Na , Mg, Ca dan Fe (jika kandungan bahan-bahan metal tsb pada air cukup tinggi disebut air sadah)
TINGKAT PENCEMAR AIR
Sifat`Kimia - Fisika air adalah : 1. Nilai pH ( keasaman atau
alkalinitas) 2. Suhu
3. Oksigen terlarut
4. Karbon Dioksida (CO2) bebas 5. Warna dan kekeruhan
6. Jumlah padatan 7. Nitrat (NO3) 8. Amoniak 9. Fosfat
10. Daya Hantar Listrik 11. Klorida
DAMPAK PENCEMARAN AIR
1. Kehidupan organisme dan ekosistem : gangguan dan kerusakan (kadar o2 berkurang)
2. Munculnya pertumbuhan ganggang dan tanaman air yg berlebih 3. Pendangkalan air (akibat tumpukan sampah)
4. Penyakit kanker dan risiko bayi cacat lahir (jangka panjang) 5. Kepunahan berbagai biota
6. Erosi, longsor, kekurangan sumber daya air bersih
PENCEMARAN RADIASI
Pencemaran Radiasi, yaitu adanya bahan bersifat radioaktif yang memiliki kekuatan radiasi melampaui Nilai Ambang Batas yang
ditentukan (radiasi bahan radioaktif), atau adanya panas yang
menimbulkan radiasi panas yang melebihi temperatur normal di
suatu lingkungan (radiasi panas).
PENCEMARAN MAKANAN
SUMBER PENCEMAR MAKANAN
1. Pestisida pada sayur-sayuran, tanaman pertanian atau gudang tempat
penyimpanan hasil pertanian. -->residu pestisida).
2. Timbal (Pb) dari emisi gas pembuangan kendaraan bermotor (jualan dipinggir jalan) 3. Zat-zat kimia yang terdapat pada kemasan
makanan yang dikonsumsi (plastik hitam, sterofom)
4. Penggunaan zat aditif atau bahan tambahan makanan
5. Zat penawar racun (antibiotika), hormon, dan lain sebagainya pada makanan hewan
6.Kandungan merkuri atau arsen pada ikan dan hewan-hewan laut lainnya
7. Produk pakan ternak yang tercemar dioxin 8.Pencemaran yang disebabkan oleh
mikrobiologi,atau keracunan akibat
terkontaminasinya makanan oleh bakteri, kapang dan jamur.
9.Kerusakan bahan gizi selama proses memasak
JENIS PENCEMARAN MAKANAN
Biologis Kimia Fisik
penjamah makanan
BIOLOGIS-> BAKTERI
KIMIA
penambahan zat pewarna, perasa yg berlebihan
zat aditif utk menipu konsumen
Logam berat
PENJAMAH MAKANAN
MEKANISME PENCEMARAN MAKANAN
Bahan Makanan
Proses Pengolahan
Penyajian
Makanan
SUATU ZAT DAPAT DISEBUT POLUTAN APABILA
1. Jumlah melebihi jumlah normal
2. berada pada waktu yg tidak tepat 3. berada di tempat yg tidak tepat
REFERENSI
Peraturan pemerintah RI No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara
PP.No.82 tahun 2001
Subardan Rochmad, Dipl. EST., M.Si. , Ruang Lingkup Pencemaran.
BIOL4420/MODUL 1