• Tidak ada hasil yang ditemukan

pelaporan KPPN JAKARTA VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "pelaporan KPPN JAKARTA VI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

S A L D O R E K E N I N G P E M E R I N T A H

KPPN JAKARTA VI

pelaporan

(2)

Menggambarkan semangat perjuangan mengelola keuangan negara tercinta

Konten

4 jenis rekening

Berisi tentang jenis rekening dan penjelasannya

5 KEWENANGAN

Menjelaskan kewenangan dan peran dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses Pelaporan Saldo Rekening

6 PElaporan saldo rekening

Alur Pelaporan Saldo Rekening dimulai dari penyerahan laporan saldo hingga terbit rekapitu- lasi daftar saldo rekening tingkat Nasional

10 PEmbukuan dan penatausahaan

Tentang pelaksanaan dan peran pihak yang melakukan Pembukuan dan Penatausahaan Rek-

ening

(3)

Jenis

Rekening

Ada banyak jenis rekening yang dikelola oleh satuan kerja pemerintah. Rekening yang dikelola tersebut dikelompokkan menjadi Rekening Penerimaan, Rekening Pengeluaran, dan Rekening Lainnya.

Rekening Penerimaan sebagaimana dimaksud sebelumnya adalah rekening yang dipergunakan untuk

menampung semua penerimaan yang diterima

oleh satuan kerja pemerintah dan dikelola oleh Bendahara Penerimaan.

Gambar KRL yang merepresentasikan pengelolaan rekening yang harus tepat waktu dan cepat.

Kewenangan stakeholder

Gambar menunjukkan dua arah, menggambarkan bahwa harus ada sinergi dua pihak

Stakeholder dalam pengelolaan rekening pemerintah antara lain adalah satuan kerja lingkup Kementerian/

Lembaga. Dalam hal ini tentu saja, satker mempunyai beberapa kewenangan yang dimiliki.

Kewenangan untuk mengelola pada satuan kerja lingkup Kementerian/

Lembaga ada di tangan Menteri/

Pimpinan Lembaga terkait.

Kewenangan-kewenangannya antara lain adalah Membuka Rekening, Mengoperasikan Rekening, dan Menutup Rekening pada Bank Umum serta Melaporkannya pada KPPN sebagai Kuasa BUN. Kewenangan- kewenangan ini dilaksanakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran masing- masing unit satuan kerja.

Pembukaan rekening dilakukan oleh Pimpinan Lembaga terkait dengan mengajukan permohonan persetujuan pembukaan Rekening Penerimaan, Rekening Pengeluaran, dan/atau Rekening lainnya kepada Kuasa BUN di daerah yaitu KPPN.

Penggunaan Virtual Account, dan Pembukuan dan Penatausahaan Rekening.

Untuk Penutupan Rekening, satuan kerja wajib menutup rekening yang sudah tidak digunakan sesuai dengan tujuan dan peruntukannya dan memindahkan saldo rekening ke Kas Negara. Penutupan Rekening dilaksanakan ketika Kuasa BUN daerah yaitu KPPN menetapkan bahwa Rekening Pemerintah milik satuan kerja sebagai kategori Rekening Pasif

“Indonesia yang lebih berkualitas, membutuhkan pemerintahan yang bersih dan kuat.”

-Sri Mulyani

Sebaliknya, Rekening Pengeluaran dipergunakan untuk melakukan seluruh transaksi pengeluaran satuan kerja dan dikelola oleh Bendahara Pengeluaran atau Bendahara Pengeluaran Pembantu.

Sedangkan Rekening Lainnya dikategorikan menjadi 9 jenis rekening. Rekening tersebut adalah Rekening Milik BLU, Rekening Milik Perwakilan RI, Rekening Penyaluran Dana Bantuan, Rekening Penampungan Dana Hibah Langsung, Rekening Penyaluran Dana

(4)

pelaporan

saldo rekening

Salah satu pelayanan yang diberikan oleh KPPN

Pelaporan Saldo Rekening oleh satuan kerja dilaporkan oleh Pimpinan Kementerian/Lembaga. Pelaporan Saldo Rekening Pemerintah wajib melaporkan saldo dari seluruh rekening pemerintah yang dikelolanya.

Pelaporan Saldo Rekening Pemerintah disampaikan kepada kuasa BUN daerah, yaitu KPPN, paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya. Jika tanggal 10 pada bulan selanjutnya jatuh pada hari libur, maka pelaporan saldo rekening pemerintah dilaksanakan pada hari kerja sebelumnya.

KPPN sebagai kuasa BUN daerah, menyusun daftar saldo rekening tingkat KPPN dan dibedakan berdasarkan sifat dana yang dikelola. Sifat dana yang dikelola terdiri atas dana yang merupakan hak negara dan dana yang belum/tidak menjadi hak negara.

Pada laporan saldo rekening juga harus memisahkan antara rekening yang dibuka atas permohonan dari Kuasa Pengguna Anggaran/Pimpinan BLU

dan Kepala Satuan Kerja.

Daftar saldo rekening tersebut dilaporkan dari KPPN ke Kantor Wilayah DJPB maksimal setiap tanggal 15 bulan berikutnya. Jika tanggal 15 pada bulan selanjutnya jatuh pada hari libur, maka penyampaian daftar saldo rekening pemerintah dilaksanakan pada hari kerja sebelumnya.

Kemudian Kantor Wilayah DJPB berdasarkan daftar saldo rekening tersebut dapat menyusun rekapitulasi daftar saldo rekening tingkat wilayah.

Rekapitulasi Daftar Saldo Rekening tingkat wilayah oleh Kantor Wilayah DJPb disampaikan ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Jika tanggal 20 sebagaimana dimaksud jatuh pada hari libur, penyampaian Rekapitulasi Daftar Saldo Rekening pada hari kerja sebelumnya.

Setelah itu Direktorat Pengelolaan Kas Negara akan menyusun Rekapitulasi Daftar Saldo Rekening tingkat nasional yang dimanfaatkan untuk melakukan forecasting kebutuhan kas negara.

Rekapitulasi Daftar Saldo Rekening tingkat nasional ini disusun setiap triwulan oleh Direktorat Pengelolaan Kas Negara paling lambat pada minggu kedua setelah triwulan berkaitan berakhir.

Selain itu KPPN sebagai kuasa BUN daerah juga melakukan monitoring dan pengendalian atas seluruh rekening serta melakukan pembinaan tentang pengelolaan rekening kepada satuan kerja mitra kerjanya.

Sedangkan Kantor Wilayah DJPb mempunyai tugas lain yaitu melakukaan

Gambar Monas yang menggambarkan bahwa pelaporan saldo rekening berjalan dari level bawah ke level atas

(5)

“If you cannot do great things, do small things in a great way”

-Napoleon Hill

pembinaan tentang pengelolaan rekening kepada KPPN pada wilayah kerjanya.

Direktorat Pengelolaan Kas Negara melakukan pengelolaan dan pengendalian rekening serta pembinaan tentang pengelolaan rekening kepada Kementerian Negara/Lembaga secara nasional.

Dalam melaksanakan pengendalian rekening Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan KPPN melakukan rekonsiliasi data rekening.

Rekonsiliasi data rekening tingkat daerah yang dilakukan KPPN di wilayah kerjanya dilaksanakan tiap bulan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan satuan kerja lingkup Kementerian Negara/Lembaga dan kantor cabang bank umum di wilayah kerjanya.

Sedangkan rekonsiliasi yang dilaksanakan oleh Direktorat Pengelolaan Kas Negara pada data rekening tingkat pusat dilakukan setiap triwulan. Kegiatan ini dilaksanakan

Rekonsiliasi oleh KPPN dilaksanakan setiap tanggal 20 setiap bulannya.

Sedangkan Rekonsiliasi oleh DIrektorat Pengelolaan Kas Negara dilaksanakan akhir bulan pertama setelah triwulan berakhir.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh perwakilan kementerian keuangan dengan satker maupun bank umum pun dibedakan. Untuk Rekonsiliasi dengan satker, kegiatan tersebut paling tidak meliputi rekonsiliasi kode bagian anggaran, kode satuan kerja, nomor rekening, nama rekening, nama bank tempat pembukaan rekening, dan jenis rekening.

Selanjutnya untuk rekonsiliasi dengan bank umum, data yang direkonsiliasi paling sedikit meliputi nama rekening, nomor rekening, dan saldo rekening.

(6)

pembukuan &

Penatausahaan

Pembukuan dan penatausahaan juga dilakukan pada rekening milik pemerintah. Bendahara pada satuan kerja lingkup Kementerian Negara/

Lembaga melakukan penatausahaan pembukuan dan pertanggungjawaban atas dana pada rekening tersebut.

Pedoman yang digunakan dalam penatausahaan, pembukuan, dan pertanggungjawaban rekening tersebut adalah Peraturan Menteri Keuangan mengenai kedudukan dan tanggung jawab bendahara pada satuan kerja pengelola APBN.

Selain itu, juga digunakan Virtual Account pada rekening milik pemerintah. Hal ini merupakan wewenang Kuasa Pengguna Anggaran/

Kepala Satuan Kerja/Pimpinan

BLU. Penggunaan Virtual Account ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan transaksi. Peraturan yang mengatur penggunaan Virtual Account lebih lanjut diatur pada ketentuan yang berlaku di setiap bank umum.

Pendebitan dilakukan dengan menggunakan Layanan Perbankan Secara Elektronik atau Cek/bilyet giro. Layanan Perbankan Secara Elektronik yang dimaksud berupa Internet Banking dan kartu debit.

Akan tetapi layanan ini dikecualikan untuk Rekening Penerimaan. Tata cara pendebitan dilakukan berdasarkan PMK mengenai kedudukan dan tanggung jawab bendahara satker pengelola APBN.

Gambar menggambarkan semangat berjuang hidup di pandemi, semangat yang harus diadaptasi oleh ASN pengelola keuangan

Referensi

Dokumen terkait

(BUN) mengangkat Kepala KPPN menjadi Kuasa BUN untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja negara dalam wilayah kerja yang telah ditetapkan.

pengelolaan kas BLU dalam bentuk deposito kepada Kuasa BUN Pusat atau Kuasa BUN di Daerah paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender sejak tanggal pembukaan Rekening.. KPA/pemimpin

dokumen lain yang dipersyaratkan oleh Kuasa BUN KPPN dalam rangka penggunaan TUP Atas dasar permintaan Tambahan UP dari Kuasa Pengguna Anggaran KPA, Kepala KPPN melakukan

BELANJA SATUAN KERJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2019..

Rekening Lain Bank Indonesia Pengelolaan Saldo Anggaran Lebih yang selanjutnya disebut Rekening Lain BI Pengelolaan SAL adalah Rekening Lainnya yang dibuka oleh BUN/Kuasa BUN pada

Kepala Kantor/Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) wajib melaporkan rekening APBN yang telah dibuka kepada KPPN setempat paling lambat 5 (lima) hari

Sehubungan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan KPPN Banjarmasin kepada Satuan Kerja dan untuk mengukur tingkat kepuasan mitra kerja KPPN Banjarmasin terhadap

Surat kuasa KPA/pemimpin BLU kepada Kuasa BUN Pusat dan Kuasa BUN di Daerah untuk memperoleh informasi dan kewenangan terkait Rekening yang dibuka pada Bank