• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEKUATAN ASPAL SHELL PEN 60-70 TERMODIFIKASI DENGAN PEMANFAATAN KARET ALAM (NATURAL RUBBER).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS KEKUATAN ASPAL SHELL PEN 60-70 TERMODIFIKASI DENGAN PEMANFAATAN KARET ALAM (NATURAL RUBBER)."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KEKUATAN ASPAL

SHELL

PENETRASI 60 - 70

TERMODIFIKASI DENGAN PEMANFAATAN

KARET ALAM (

NATURAL RUBBER

)

Oleh:

Dedi Surahman

NIM : 4111240003

Program Studi Fisika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Sains

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii

ANALISIS KEKUATAN ASPAL

SHELL

PEN 60-70 TERMODIFIKASI

DENGAN PEMANFAATAN KARET ALAM (

NATURAL RUBBER

)

Dedi Surahman (4111240003)

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kekuatan aspal shell pen 60-70

termodifikasi dengan pemanfaatan karet alam. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui kekuatan aspal termodifikasi dengan karet alam, dan kekuatan

optimum pada penambahan karet alam. Sampel dibuat dengan komposisi aspal

dan karet alam, Karet alam direfluks menggunakan

xylen dengan

compatibilizer

asam akrilat dan benzoil peroksida. Karet alam yang digunakan sebanyak 1 phr, 2

phr, 3 phr dan 4 phr, aspal 100 phr, asam akrilat 0,25 phr dan benzoil peroksida

0,0045 phr. Masing

masing sampel yang digunakan memenuhi persyaratan sifat

fisik aspal yang terdiri dari pengujian penetrasi, pengujian titik lembek, pengujian

daktilitas, pengujian berat jenis dan pengujian kehilangan berat. Pada pengujian

kekuatan aspal yang meliputi uji

density, stability dan

flow dengan kadar aspal

5%, 5,5% dan 6% memiliki kekuatan maksimum uji density 2,355 gr/cc kadar 6%

pada penambahan 2 phr, uji

stability

1,679 kg kadar 5,5 % penambahan 1 phr,

dan uji

flow

4,67 mm kadar 6 % pada penambahan 1 phr. Kesimpulan dari

penelitian ini adalah aspal dapat modifikasi dengan karet alam, kekuatan optimum

aspal diperoleh pada penambahan 1 phr karet alam dengan kadar optimum aspal

5,55%.

(4)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan

i

Riwayat Hidup

ii

Abstrak

iii

Kata Pengantar

iv

Daftar Isi

vi

Daftar Gambar

ix

Daftar Tabel

x

Daftar Lampiran

xi

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

1

1.2.

Batasan Masalah

4

1.3.

Rumusan Masalah

4

1.4.

Tujuan Penelitian

4

1.5.

Manfaat Penelitian

5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Modifikasi Aspal

6

2.2. Aspal Shell

7

2.3. Sifat Fisis Aspal Shell

10

2.4. Karet Alam (Natural Rubber)

11

2.5. Asam Akrilat

13

2.6. BPO (Benzoil Peroksida)

14

2.7. Xylene

14

2.8. Agregat

15

2.9. Pengujian Karakteristik Aspal

16

2.9.1. Uji Penetrasi

16

2.9.2. Uji Titik Lembek

16

(5)

vii

2.9.4. Uji Daktilitas

17

2.9.5. Uji Berat Jenis

18

2.9.6. Uji Kelarutan

18

2.9.7. Pengujian Kehilangan Berat

18

2.10. Pengujian Marshall

20

2.10.1 Berat Jenis

20

2.10.1.1 Perhitungan Bulk Spesific Gravity Agregat

20

2.10.1.2 Perhitungan Effecctive Spesific Gravity Agregat

21

2.10.1.3 Berat Jenis Maksimum Campuran Teoritis

(Max. Theoritical Spesific Gravity).

21

2.10.2 Densitas (Berat Isi/Kepadatan)

22

2.10.3 Stabilitas

22

2.10.4 Flow

23

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

24

3.2. Alat dan Bahan

24

3.3. Prosedur Penelitian

26

3.3.1. Pembuatan Aspal Modifikasi

26

3.3.2. Pengujian Sifat Fisik Persyaratan Aspal

27

3.3.2.1 Uji Penetrasi

27

3.3.2.2 Uji Titik Lembek

27

3.3.2.3 Uji Daktilitas

28

3.3.2.4 Uji Berat Jenis

30

3.3.2.5 Uji Penurunan/Kehilangan Berat

30

3.3.3. Pengujian Marshal

31

3.3.3.1 Pembuatan Benda Uji

31

3.3.3.2 Pengukuran Berat Jenis

32

3.3.3.3 Pengujian Nilai Stabilitas dan Flow

37

(6)

viii

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

39

4.1.1

Sifat Fisik Aspal Murni (Acuan)

40

4.1.2 Sifat Fisik Aspal

NR dan Aspal

NR-Asam Akrilat

40

dan Benzoil Peroksida (Aspal-NR-AA-BPO).

4.1.3 Pengujian Penetrasi dan Penetrasi setelah TFOT

41

(Thin Film Oven Test ).

4.1.4 Pengujian Berat Jenis dan Berat Jenis Setelah TFOT

42

(Thin Film Oven Test ).

4.1.5 Pengujian Daktalitas Aspal.

43

4.1.6 Pengujian Titik Lembek

44

4.1.7 Hasil Penelitian Sifat Fisik Agregat.

45

4.1.8 Hasil Penelitian Pengujian Marshall.

46

4.1.8.1 Pengaruh Penambahan kadar NR Tehadap (densitas).

48

4.1.8.2 Pengaruh Penambahan kadar NR Tehadap Stabilitas. 48

4.1.8.3 Pengaruh Penambahan kadar NR Tehadap Flow.

49

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian.

4.2.1 Persyaratan Sifat Fisik Aspal

49

4.2.1 Pengujian Kekuatan Aspal

50

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

49

5.2. Saran

50

DAFTAR PUSTAKA

51

(7)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Persyaratan Aspal

Shell

Penetrasi 60-70

9

Tabel 3.1 Tabel Waktu Penelitian

24

Tabel 3.2 Tabel Alat Penelitian

25

Tabel 3.3.Tabel Bahan Penelitian

26

Tabel 3.4 Komposisi Campuran Sampel Penelitian

27

Tabel 3.5 Waktu Pengujian Penetrasi

28

Tabel 3.6 Pengujian Penetrasi

28

Tabel 3.7 Pengujian Titik Lembek

31

Tabel 3.8 Pengujian Daktilitas

32

Tabel 3.9 Pengujian Berat Jenis

33

Tabel 3.10 Pengujian Kehilangan Berat

34

Tabel 4.1 Sifat Fisik Aspal Murni

17

Tabel 4.2 Sifat Fisik Modifikasi Aspal + AA + BPO + NR

18

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Sifat Fisik Agregat

23

(8)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Aspal Sel Penetrasi 60-70

6

Gambar 2.2. Karet Alam Natural Rubber

11

Gambar 2.3. Struktur Kimia Monomer Karet Alam

12

Gambar 2.4. Pengujian Penetrasi Aspal

17

Gambar 2.5. Ilustrasi Pengujian Titik Lembek Aspal

17

Gambar 2.6. Ilustrasi Pengujian Titik Nyala Aspal

18

Gambar 2,7. Ilustrasi Pengujian Daktilitas Aspal

19

Gambar 2.8. Ilustrasi Pengujian Kehilangan Berat Aspal

20

Gambar 2.9. Alat Pengujian Marshall

21

Gambar 3.1 Bentuk Pengujian Penetrasi

28

Gambar 3.2 Cetakan Pengujian titik lembek

31

Gambar 3.3 Bentuk Pengujian Daktilitas

32

Gambar 3.4 Bentuk Pengujian Berat Jenis

33

Gambar 3.5 Bentuk Pengujian Kehilangan Berat

34

Gambar 3.6 Sampel Pengujian Marshall

36

Gambar 4.1. Grafik hubungan antara nilai penetrasi dan

19

campuran Aspal+NR+AA+BPO.

Gambar 4.2 Grafik hubungan antara nilai berat jenis dan

20

campuran aspal, NR, asam akrilat & BPO

Gambar 4.3 Grafik hubungan antara nilai daktilitas dan

21

campuran Aspal + NR + AA + BPO

Gambar 4.4 Grafik hubungan antara nilai Titik Lembek dan

22

campuran Aspal + NR + AA + BPO

Gambar 4.5 Grafik hubungan nilai densitas dan kadar NR

24

Gambar 4.6 Grafik hubungan nilai stabilitas dan kadar NR.

25

(9)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Pengujian Penetrasi SNI 06-2456-1991

55

Lampiran 2 Pengujian Titik Lembek SNI 06-2434-1991

60

Lampiran 3 Pengujian Berat Jenis SNI 06-2441-1991

70

Lampiran 4 Pengujian Kehilangan Berat SNI 06-2440-1991

80

Lampiran 5 Pengujian agregat

85

Lampiran 6 Pengujian Marshall RSNI M-01-2003

86

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Infrastruktur jalan merupakan prasarana manusia sebagai wadah untuk

terjalinnya interaksi sosial serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan

budaya. Bilaman infrastruktur jalan mengalami kerusakan maka akan meyebabkan

kurangnya interaksi sosial, memperlambat mobilitas ekonomi dan menurunkan

nilai kebudayaan. Panjang jalan Nasional Indonesia pada tahun 2012 mencapai

38.189.430 Km yang meliputi panjang jalan yang bagus mencapai 31.522.090

Km (82,54 %), Panjang jalan yang mengalami kerusak 6.667.34 Km (17,46 %).

Dengan sfesifikasi kerusakan ringan mencapai 48,28 % dan kerusakan berat

mencapai 51,72 %.

Salah satu jenis aspal yang banyak digunakan untuk membuat infrastruktur

jalan yaitu Aspal Shell penetrasi 60/70. Menurut Dirjen Dinas Bina Marga Aspal

Shell penetrasi 60-70 biasanya digunakan sebagai bahan campuran yang memiliki

titik lembek yang rendah, dengan mudah dapat dibentuk, daya rekatnya yang kuat.

Serta memiliki warna yang mengkilap, testur yang lembut serta kualitas yang

bagus. Penyebab kerusakan infrastruktur jalan jika kita lihat dari sudut pandang

fisika disebakan oleh beberapa faktor yaitu suhu, tekanan dan ukuran pori dari

aspal.

Penelitian Wasiah Tjitjik (2008), Meneliti Tentang Faktor-Faktor

Penyebab Kerusakan Dini Pada Perkerasan Jalan dari penelitian ini didapat bahwa

Suatu hal yang menjadi dasar perkerasan jalan tidak akan dapat mempunyai umur

sesuai rencana adalah apabila salah satu saja persyaratan tidak dipenuhi.

Faktor-faktor penyebab kerusakan jalan tersebut antara lain mutu dan jumlah aspalnya,

jumlah lintasan pada pemadatan, temperatur pencampuran, temperatur pemadatan.

Dikarenakan banyaknya lokasi perkerasan yang tidak dapat melayani sesuai umur

rencana yang direncanakan, untuk itu dilakukan penelitian terhadap faktor faktor

penyebab terjadinya kerusakan perkerasan jalan.

(11)

2

campuran material aspal dengan material lain yang dapat menutupi kelemahan

aspal. Ritonga (2013). Telah banyak dilakukan penelitian untuk menciptakan

aspal yang termodifikasi dengan mencampurkan material tambahan untuk

menutupi kelemahan aspal sebagai solusi untuk memperbaiki kerusakan

infrastruktur jalan.

Penelitian Kurniadji (2008) meneliti tentang, Modifikasi Aspal Keras

Standar Dengan Bitumen Asbuton Hasil Ekstraksi dari penelitiannya didapat

kesimpulan bahwa Bitumen hasil ekstraksi asbuton memperbaiki dapat kinerja

aspal standar pen 60/70 yang diperlihatkan dengan meningkatnya temperature

tertinggi pada PG aspal (

Performance Grade

) dari 56,3

0

C menjadi 95,3

0

C dan

nilai Penetrasi Indeks dari -1,01 menjadi +0,61 pada 0% dan 100% biitumen

asbuton. Untuk kondisi di Indonesia. dengan temperatur perkerasan rata-rata per

minggu sekitar 70

0

C, tidak diperlukan nilai PG yang terlalu tinggi, cukup dengan

nilai PG 71,5

0

C yang dihasilkan dari komposisi 31,5% bitumen asbuton dan

68,5% aspal keras standar. Pada komposisi ini diperoleh nilai penetrasi indeks

sebesar - 0,08, yang masih memenuhi persyaratan nilai PI Bitumen asbuton dalam

aspal gabungan meningkatkan kekakuan aspal dari 9,1 MPa menjadi 39,1 MPa

pada perbandingan 0% dan 100% bitumen asbuton, namun yang sesuai dengan

nilai PG 71,5

0

C, adalah pada 16,4 MPa. Bitumen asbuton dalam aspal gabungan

meningkatkan kekakuan Campuran dari 3155 MPa menjadi 5265 MPa pada

perbandingan 0% dan 100% bitumen asbuton, namun yang sesuai dengan nilai

PG

71,5

0

C, adalah pada 3787 MPa. Meskipun tidak signifikan, Bitumen asbuton

dalam aspal gabungan meningkatkan umur sisa dari 4,26 tahun menjadi 5,61

tahun.

(12)

3

modifikasi aspal dengan karet merupakan sistim dua campuran yang mengandung

karet dan aspal yang digunakan untuk meningkatkan kinerja aspal.

Ritonga, (2013) melakukan penelitian tentang Modifikasi Aspal Dengan

Menggunakan Karet Alam Siklit (

Cyclic Natural Rubber

), yang memiliki

kesimpulan bahwa Dari pengujian terhadap sifat fisik persyaratan aspal, bahwa

CNR (

Cyclic Natural Rubber

) dapat dijadikan sebagai bahan campuran aspal.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa, penambahan CNR pada konsentrasi

maksimal 6 phr memenuhi standar persyaratan fisik aspal yang telah ditetapkan.

Bahwa CNR, Asam Akrilat dan BPO juga dapat dijadikan sebagai bahan

campuran aspal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa, penambahan pada

konsentrasi maksimal CNR 6 phr, 0,5 phr Asam Akrilat dan 0,5 mr BPO

memenuhi standar persyaratan fisik aspal yang telah ditetapkan.

Material baru yang memungkinkan dicoba untuk dijadikan campuran

dalam modifikasi aspal adalah karet alam (

Natural Rubber

). Karet alam

merupakan suatu rantai hidrokarbon poliisopren yang memiliki rumus empiris

(C

5

H

8

)

n

dimana n adalah derajat polimerisasi yang besarnya bervariasi dari satu

rantai kerantai yang lain. Hidrokarbon dalam lateks asli berbentuk bulatan-bulatan

kecil yang diameter nya kira-kira

0,5 μ

( 5 . 10

-5

cm) tersuspensi dalam medium

berair atau serum, konsentrasi hidrokarbon sekitar 35 % dari berat total.

L.R.G.Treloar,

(

1967). Karet alam juga sebagai bahan utama pembuatan Ban,

beberapa Alat-alat kesehatan, alat-alat yang memerlukan kelenturan dan tahan

goncangan. Anonim, (2013a).

Penambahan karet alam sebagai material campuran dalam modifikasi aspal

diharapkan menghasilkan analisa kekuatan yang bagus didalam campuran aspal

dan menyebabkan agregat melekat kuat, tetapi juga memiliki tingkat elastisitas

yang tinggi. Bila mana penelitian ini dilakukan akan menambah kualitas dari aspal

jika tidak maka kerusakan infrastruktur jalan akan terus akan terjadi, dengan ini

peneliti ingin melakukan penelitian tentang analisis aspal yang termodifikasi

dengan penambahan karet.

(13)

4

Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang masalah dari

Analisis Kekuatan Aspal Pen 60-70 Termodifikasi Dengan Pemanfaatan Karet

Alam (

Natural Rubber

), maka penulis membatasi ruang lingkup masalah serta

menitik beratkan permasalahan pada :

1.

Aspal yang digunakan dalam penelitian adalah Aspal Shell tipe penetrasi

60-70

2.

Bahan pencampur aspal termodifikasi yaitu Asam Akrilat, BPO (Benzoil

Peroksida) serta karet alam (

Natural Rubber

) jenis PB 260 yang

diproduksi oleh PTPN-III KBDBY

3.

Pengujian yang dilakukan meliputi analisis pengujian sifat fisik kekuatan

aspal (uji penetrasi, uji titik lembek, uji daktilitas, uji berat jenis, uji

penurunan berat, dan uji penetrasi setelah penurunan berat) menurut SNI

dan uji marshall

4.

Menambahkan Variasi Karet Alam (

Naturan Rubber

) yaitu 60 gr, 80 gr,

120 gr, 160 gr.

1.3.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang terdapat pada latar belakang masalah dari

Analisis Kekuatan Aspal Pen 60-70 Termodifikasi Dengan Pemanfaatan Karet

Alam (

Natural Rubber

) antara lain:

1.

Apakah aspal dapat dimodifikasi dengan menggunakan karet alam (NR)?

2.

Bagaimana hasil analisis kekuatan aspal setelah ditambahkan karet alam

pada pengujian sifat fisik kekuatan aspal?

3.

Manakah campuran optimum dari karet alam (

Natural Rubber

) untuk

modifikasi aspal?

1.4.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian dari Analisis Kekuatan Aspal Pen 60-70

Termodifikasi Dengan Pemanfaatan Karet Alam (

Natural Rubber

) antara lain:

(14)

5

2.

Mengetahui hasil menganalisis tingkat kekuatan dan kualitas aspal

modifikasi

3.

Mengetahui campuran optimum penambahan Karet Alam (

Natural

Rubber

) untuk modifikasi aspal.

1.5.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.

Memberikan informasi tambahan mengenai pemanfaatan karet alam

sebagai campuran dalam agregat aspal.

2.

Memberikan pengetahuan baru tentang kekuatan dan kualitas aspal

modifikasi dengan karet alam (

Natural Rubber

)

(15)

52

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai

berikut:

1.

Aspal telah dapat dimodifikasi dengan menambahkan karet alam (

Natural

Rubber

) 1phr, 2 phr, 3 phr dan 4 phr .

2.

Pengujian sifat fisik kekuatan aspal modifikasi dengan karet alam memenuhi

persyaratan sifat fisik dengan campuran 1 phr, 2 phr, 3 phr dan 4 phr,

dengan analisis sebagai berikut:

a.

Untuk nilai Density sampel 2 dan 3 dengan kadar aspal 6 % memiliki

tingkat Density yang tinggi yaitu sekitar 2.355 gr/ml. untuk sampel 5

memiliki nilai Density yang paling rendah yaitu 2.324.

b.

Untuk nilai stabilitas aspal pada sampel yang kedua dengan kadar aspal

5,5 % memiliki tingkat stabilitas aspal yang tinggi yaitu 1,679 dan nilai

stabilitas terendah ditunjukkan pada sampel yang kelima dengan stabilitas

mencapai 839 dengan kadar aspal 5,5 %.

c.

Nilai flow 4,67 mm kadar 6 % mencapai nilai tertinggi pada sampel 2

Sedangkan untuk nilai terendah pada kadar 5 % untuk sampel yang

pertama yaitu 3,05 pada aspal murni tanpa campuran karet alam.

3.

Kekuatan optimum pada penambahan 1phr karet alam dengan tingkat

Density 2,322 untuk kadar 5 %, 2,328 dengan kadar 5,5 % serta 2,355 kadar

6 %. Nilai Stability 1,620 kadar 5 %, 1,679 kadar 5,5 %, 1,635 kadar 6 %.

(16)

5.2. SARAN

Untuk penelitian selanjutnya diharapkan :

1.

Untuk penelitian berikutnya sebaiknya menggunakan aspal dengan nilai

penetrasi yang lebih rendah dikarenakan penambahan karet alam

meningkatkan nilai penetrasi.

2.

Agar mendapatkan campuran bahan yang homogen perlu diperhatikan

proses pencampuran seperti dengan menggunakan alat Internal Mixer dan

pada pembuatan sampel Aspal sebaiknya menggunakan xylen sebagai

pelarut karet alam .

3.

Agar didapatkan sampel hasil yang lebih baik maka perlu diperhatikan

lamanya waktu refluks karet alam. Sebaiknya lebih lama maka hasil

refluks akan semakin bagus.

(17)

54

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Djedjen, Kusumo,

Dampak Penambahan Polimer Terhadap

Karakterisasi Beton Aspal,

Jurnal Politeknik Negeri Jakarta, Vol 10 No 1

Januari 2011

Affandi Furqan, (2010), Pengaruh Asbuton Semi Ekstraksi Pada Campuran Stone

Mastic Asphalt, Jurnal Puslitbang Jalan Jembatan, 27 Maret 2010

Amalia Mita. (2012).

Analisis Penggunaan Bahan Aditif Jenis Polimer Terhadap

Kinerja Campuran Aspal Panas Dengan Tambahan Variasi BGA (Buton

Granular Asphalt), Skripsi, FT, Universitas Indonesia (UI), Jakarta.

Anonim,

(2011),

http://kementrian_perindustrian.co.id/aspal.html,

Diakses

tanggal 21 September 2014.

Anonim,

(2012),

http://kementrian-pekerjaan-umum-bina-marga/Aspal.html

Diakses tanggal 21 September 2014

Anonim, (2013a), http://pusat-warta-penelitian-karet.html Diakses tanggal 21

September 2014.

Anonim, (2013b),

http://kementrian-perindustrian.co.id/xylene.html, Diakses

tanggal 21 September 2014.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, (2007),

Prospek Dan Arah

Pengembangan Agribisnis Karet Edisi Kedua, Departemen Pertanian,

Jakarta

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, (2012),

Pembangunan Daerah

Dalam Angka 2012, Kementrian Pembangunan Nasional, Jakarta.

Cubuk MK, 2010,

Improvement

of bitumen performance with epoxy resin,

Elsevier, Fuel 88 (2009) 1324

1328.

Darunifah N, 2007,

Pengaruh Bahan Tambahan Karet Padat Terhadap

Karakteristik Campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS - WC),

Tesis S-2 Program Pascasarjana. Fakultas Teknik Universitas

Diponegoro.

Semarang.

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga, (2009), Spesifikasi

Khusus Seksi 5,7 Lapis Pondasi Pasir Aspal,

Badan Standarisasi Nasional,

Jakarta.

(18)

55

Kurniadji, (2008),

Modifikasi Aspal Keras Dengan Bitumen Asbuton Hasil

Ekstraksi, Jurnal Jalan Jembatan, volume 25 (2) Agustus 2008.

Treloar, (1967), The Physics of Rubber Elasticity Third Editon, Oxford University

Press. England.

Morton M, (1987), Rubber Technology.3

rd

edition. Van Nostrand Reinhold, New

York.

Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum (2009) ,

Lampiran

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 23/Prt/M/2010 Tentang

Perubahan Peraturan Menteri Nomor : 02/Prt/M/2010 Tentang Rencana

Strategis Kementerian Pu 2010-2014, Jakarta.

Rianung, S. 2007. Kajian Laboratorium Pengaruh Bahan Tambah Gondorukem

pada Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Tehadap Nilai Propertis

Marshall dan Durabilitas, Tesis S-2 Program Pascasarjana Fakultas Teknik

Universitas Diponegoro. Semarang.

Ritonga Winsyahputra. (2013).

Modifikasi Aspal dengan Menggunakan Karet

Alam Siklit (Cyclic Natural Rubber),Tesis, FMIPA, Universitas Sumatera

Utara (USU), Medan.

RSNI M-01-2003,

Metode pengujian campuran beraspal panas dengan alat

marshall

,

Badan Standardisasi Nasional. Jakarta

RSNI M-04-2004,

Metode Pengujian Kelarutan Dalam Triclilor Ethylen, %

Berat, Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Setyamidjaja, D. (1993). Karet. Yogyakarta : Kanisius.

Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas) Pusat Informasi Obat dan

Makanan, Asam Akrilat, Badan POM RI Tahun 2012

Sentra Informasi Keracunan Nasional (SiKerNas) Pusat Informasi Obat dan

Makanan, Benzoil Peroksida, Badan POM RI Tahun 2011

SNI 06-2432-1991,

Metode Pengujian Daktilitas Bahan-Bahan Aspal, Badan

Standardisasi Nasional, Jakarta.

SNI 06-2433-1991,

Metode Pengujian Titik Nyala Dan Titik Bakar Dengan

Cleveland Open Cup, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

SNI 06-2434-1991,

Metode Pengujian Titik Lembek Aspal, Badan Standardisasi

Nasional, Jakarta.

(19)

56

SNI 06-2456-1991,

Metode Pengujian Penetrasi Bahan

Bahan Bitumen, Badan

Standardisasi Nasional, Jakarta.

SNI 06-2441-1991,

Metode Pengujian Berat Jenis Aspal, Badan Standardisasi

Nasional, Jakarta.

Seohartono, (2011),

Peninjauan dan Pengembangan Aspal Modifikasi,

Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Sukirman, S. (2012).

Beton Aspal Campuran Panas.

Edisi Kedua, Bandung,

Itenas.

Surya Indra, Ir, (2006).

Buku Ajar Teknologi Karet. Departemen Teknik Kimia

Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Medan.

Suroso T. W, (2011).

Peningkatan Kinerja Campuran Beraspal Dengan Karet

Alam Dan Karet Sintetis, Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian

Pekerjaan Umum, Bandung.

Suwardin, D. (1989).

Teknik Pengendalian Limbah Pabrik Karet. Jurnal. Lateks

Wadah Informasi dan Komunikasi Perkebun Karet, 4(2) : 28-34.

Wasiah Tjitjik, 2008,

Faktor

Faktor Penyebab Kerusakan Dini Pada

Perkerasan Jalan,

Jurnal Puslitbang Jalan Jembatan, 19 November

2008.

(20)

ii

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan pada 09 Juni 1994, di Bandar Betsy Kab. Simalungun

dari keluarga Mesdi dan Sumina. Penulis merupakan anak Kedua dari Tiga

bersaudara. Pada tahun 2000, penulis masuk SD Negeri Bandar Betsy Nagori

Bandar Betsy I Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun dan lulus pada tahun 2006.

Pada tahun 2006 penulis melanjutkan sekolah di MTs Tpi Bandar Batsy Nagori

Bandar Betsy II Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun , dan lulus pada tahun

2009. Pada tahun 2009 penulis melanjutkan sekolah di SMA Muhammadiyah-07

Serbalawan Jalan Merdeka No 64 Serbalawan Kec Dolok Batu Nanggar Kab.

Simalungun. dan lulus pada tahun 2011. Pada tahun 2011, penulis diterima di

program Studi Fisika Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan

Referensi

Dokumen terkait

Penetrasi aspal dengan spesifikasi aspal pen 80/100 berubah menjadi penetrasi aspal dengan spesifikasi 200/300, nilai titik lembek aspal dan berat jenis aspal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Marshall menggunakan bahan pengikat aspal Shell (Singa pore) 60/70 dengan menggunakan agregat Bantak dan

Untuk pengembangan penelitian ini leb- ih lanjut disarankan untuk melakukan kajian yang dapat mengurangi kelemahan modifikasi aspal-karet alam siklik seperti menambahkan filler

Judul : MODIFIKASI ASPAL DENGAN MENGGUNAKAN KARET ALAM SIKLIK (CYCLIC NATURAL RUBBER) Nama Mahasiswa : WINSYAHPUTRA RITONGA1. NIM

Kesimpulan dari penelitian ini adalah aspal dapat dimodifikasi dengan karet alam, kekuatan optimum aspal diperoleh pada penambahan 1 phr karet

Aspal modifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran aspal pertamina pen 60/70 dengan penambahan 1,5% styrofoam dari berat aspal.. Pada penelitian ini,

Penerapan teknologi ini dapat dilakukan dilapangan sesuai dengan hasil Uji Marshall memperlihatkan pada aspal termodifikasi dengan konsentrasi karet alam sebesar 5%

147 - 154 Kesimpulan Dari hasil Pengabdian kepada Masyarakat Pelatihan Pengujian Aspal untuk Pemeliharaan Jalan Pedesaan berdasarkan spesifikasi Aspal Pen 60/70 dengan Virtual