• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Formulasi Sediaan Krim Tipe M/A Dari Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon Cablin B.) Dan Uji Aktivitas Repelan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "METODE PENELITIAN Formulasi Sediaan Krim Tipe M/A Dari Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon Cablin B.) Dan Uji Aktivitas Repelan."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

METODE PENELITIAN

A. Kategori Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental

B. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi minyak atsiri nilam.

2. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah daya proteksi repelan dan stabilitas fisik sediaan krim (organoleptik, uji viskositas, daya sebar, pH dan daya lekat).

3. Variabel kendali dalam penelitian ini adalah asal tanaman nilam, jenis nyamuk Aedes aegypti, bobot sediaan krim yang dioleskan, dan luas area pengolesan.

C. Alat dan Bahan 1. Alat

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Viskosimeter (Rion VT-04), piknometer, alat-alat gelas (pyrex), stopwatch, mortir, gelas objek, pH meter (HANA Instruments), neraca analitik (AdventurerTM OHAUS).

2. Bahan

Bahan yang digunakan adalah minyak atsiri nilam (UD. Sedah Sari Boyolali), metil paraben, gliserin, asam stearat, setil alkohol, stearil alkohol, trietanolamin, dan akuades dari Laboratorium Fakultas Farmasi UMS bagian Formulasi, nyamuk Aedes aegypti (B2P2VRP Salatiga).

D. Tempat penelitian

Formulasi sediaan krim dilakukan di Laboratorium Formulasi Sediaan Non Solid Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Uji aktivitas repelan dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), Salatiga.

(2)

E. Jalannya Penelitian 1. Destilasi Minyak Atsiri Nilam

Tanaman nilam didapatkan dari UD. Sedah Sari, Boyolali. Minyak atsiri nilam didestilasi dengan cara penyulingan air dan uap (water and steam distillation) menggunakan alat ketel stainless.

2. Uji Sifat Fisik Minyak Atsiri Nilam

Pengujian sifat fisik minyak atsiri dilakukan di LPPT 1 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang meliputi pengukuran bobot jenis, penetapan indeks bias, dan identifikasi kandungan senyawa. Pengukuran bobot jenis dilakukan dengan menggunakan piknometer. Mula-mula piknometer dibersihkan dahulu, kemudian ditimbang piknometer kosong. Minyak atsiri ditambahkan hingga penuh dan ditutup. Piknometer direndam dalam air dingin hingga suhunya 2ºC kemudian diangkat dan suhu dibiarkan naik perlahan-lahan hingga tercapai suhu ruang. Air atau minyak yang masih menempel pada dinding piknometer sebelumnya dilap terlebih dahulu kemudian ditimbang (Guenther, 1987). Penetapan indeks bias minyak atsiri dilakukan dengan menggunakan refraktometer dan untuk melihat kandungan senyawa tertinggi dari minyak atsiri nilam dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas.

3. Pembuatan Krim Repelan tipe M/A

 Formula krim dibuat dengan mengacu pada formula vanishing cream dari The Theory and Practice of Industrial Pharmacy (Idson dan Lazarus, 2008).

[image:2.612.212.439.610.711.2]

Modifikasi dilakukan dengan mengganti kalium hidroksida dengan trietanolamin 2 g, pengawet yang digunakan hanya metil paraben 0,2 g serta dilakukan pula modifikasi konsentrasi bahan-bahan lain yang digunakan. Formula sebelum dimodifikasi dapat dilihat pada tabel 2 dan formula setelah dimodifikasi dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 2. Rancangan formula krim (Idson dan Lazarus, 2008)

Bahan (g) Formula 1

Metil paraben 0,1

Propil paraben 0,05

Asam Stearat 13

Setil alkohol 1

Stearil alkohol 1

Gliserin 10

Kalium hidroksida 0,9

(3)
[image:3.612.140.498.121.245.2]

Tabel 3. Rancangan formula krim repelan tipe M/A yang dimodifikasi

Bagian Bahan (g) Formula

F 1 F 2 F 3 F 4 F 5

A

Minyak Nilam 0 4 8 12 16

Asam Stearat 24 24 24 24 24

Setil alcohol 3 3 3 3 3

Stearil alkohol 2 2 2 2 2

B

Metil paraben 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4

Gliserin 28 28 28 28 28

TEA 2 2 2 2 2

Akuades ad 200 200 200 200 200

Formula terdiri dari dua bagian yaitu bagian A dan B. Bagian A asam stearat, setil alkohol, dan stearil alkohol dilelehkan pada suhu 70ºC, sedangkan bagian B trietanolamin, gliserin, metil paraben, akuades ditempatkan pada wadah yang berbeda dan dipanaskan pada suhu 70ºC. Minyak nilam dicampurkan dalam fase minyak yang telah dilelehkan. Fase air ditambahkan pada fase minyak perlahan-lahan sembari diaduk. Pencampuran kedua fase menggunakan mortir panas hingga homogen dan terbentuk masa krim yang baik. Krim dimasukkan dalam wadah dan ditutup rapat.

4. Evaluasi Sediaan Krim Repelan a. Uji Organoleptis

Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati secara visual terhadap warna, bau, dan bentuk dari kelima formula krim.

b. Uji Viskositas

Uji viskositas krim dilakukan dengan menggunakan alat viskometer (Rion Rotor VT-04). Rotor yang telah dipasangkan pada viskometer diletakkan ke dalam wadah berisi krim. Viskometer dihidupkan maka rotor akan berputar dan jarum bergerak ke kanan ditunggu hingga stabil. Jarum pada viskometer menunjukkan angka viskositas untuk sediaan krim (Marchaban dan Sulaiman, 2014).

c. Uji Daya Sebar

(4)

dan 400 g ditambahkan di atas cawan petri. Tiap penambahan beban didiamkan 1 menit dan dicatat diameter penyebaran krim. Penambahan beban dilakukan hingga didapat diameter penyebaran yang konstan (Marchaban dan Sulaiman, 2014). d. Uji Derajat Keasaman (pH)

Uji derajat keasaman pH dilakukan menggunakan pH meter. Sebelum digunakan pH meter dikalibrasi terlebih dahulu menggunakan larutan dapar pH 7 dan pH 4. Elektroda dimasukkan dalam wadah berisi krim. Angka yang tertera pada pH meter menunjukkan pH sediaan krim.

e. Uji daya lekat

Krim ditimbang 0,25 gram dan diletakkan pada gelas objek. Gelas obyek lain ditambahkan diatas krim. Beban seberat 1 kg ditambahkan diatas gelas obyek dan didiamkan 5 menit. Gelas obyek dipasangkan pada alat pengujian daya lekat. Beban seberat 80 g dilepaskan dan dicatat waktu pelepasan kedua gelas objek (Marchaban dan Sulaiman, 2014).

5. Uji Aktivitas Anti nyamuk

Pengujian aktivitas nyamuk menggunakan kedua tangan probandus. Tangan kiri probandus dioleskan krim percobaan 1 gram dan tangan kanan probandus sebagai kontrol tidak dioleskan krim. Kedua tangan probandus sebelum dioleskan krim harus bebas dari kotoran dan zat kimia, maka dibersihkan dengan sabun kemudian didiamkan. Nyamuk betina sejumlah 50 ekor dalam kondisi lapar ditempatkan pada kandang berbentuk kubus dengan salah satu sisinya diberi 2 lubang. Suhu kandang diatur yaitu 24 - 32ºC dan kelembaban kandang yaitu 60-70%. Tangan probandus dimasukkan pada lubang kandang nyamuk. Uji dilakukan pada jam pertama hingga jam ketiga dengan waktu pemaparan 5 menit/periode. Nyamuk diganti baru tiap perlakuan 3 periode efektif (Buwono dan Busri, 2009). Jumlah gigitan nyamuk pada kulit dihitung selama 5 menit baik kontrol maupun perlakuan, kemudian dikonversikan dalam rumus daya proteksi:

DP = x 100 % ………. (1)

(5)

6. Uji Stabilitas Krim

Uji stabilitas krim dilakukan dengan mendiamkan krim selama 2 bulan pada suhu ruang. Pengamatan sifat fisik dilakukan tiap minggu dengan memperhatikan organoleptis, pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar sediaan krim.

F. Teknik Analisis

Evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik krim yang meliputi daya sebar, daya lekat, dan pH serta aktivitas repelan dianalisis menggunakan anova satu jalan yang kemudian dilanjutkan dengan uji t-LSD dengan taraf kepercayaan 95 %. Pengujian viskositas krim menggunakan analisis non parametrik yaitu kruskal-wallis test dan kemudian dilanjutkan dengan Mann Whitney test. Analisis akan

Gambar

Tabel 2. Rancangan formula krim (Idson dan Lazarus, 2008)
Tabel 3. Rancangan formula krim repelan tipe M/A yang dimodifikasi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1) kesiapan sekolah termasuk di dalamnya tenaga pengajar, kurikulum yang

Namun koagulan terbaik dalam meningkatkan kualitas bahan olah karet adalah koagulan asam formiat, meskipun menunjukan hasil yang berbeda dengan koagulan asam

Akar penyebab rendahnya keaktifan siswa kelas X G SMA Muhammadiyah 1 Sragen adalah guru matematika yang kurang menarik dalam memberikan materi sehingga membuat siswa

Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap ibu diketahui pengetahuan dan sikap responden yang belum baik serta praktek yang kurang baik terhadap kejadian malaria

Hasil penelitian siklus II, pada tahap ini akan dikaji apa yang telah dilaksanakan dengan baik maupun yang kurang maksimal dalam proses belajar mengajar dengan

Dampak kesehatan penting langsung dari penggunaan energi tersebut pada rumah tangga khususnya pada orang tidak mampu adalah adanya anak yang terbakar atau luka

Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kompensasi finansial dan gaya kepemimpinan secara signifikan terhadap prestasi kerja Pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Tk.II Medan

Pada saat waktu ujian habis, semua peserta tidak diperbolehkan mengerjakan soal ujian lagi. Sebelum LJU terkumpul dan dihitung, semua peserta