EDISI II/TAHUN 2014
26
21
tingkat kelulusan di NTT yang rata-rata diatas 98 persen.
Sesuai data yang dilaporkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs. Piter Manuk, prosentase kelulusan di NTT berada dibawah rata-rata nasional. Prosentase kelulusan tahun 2013, Yaitu MTS/ Madrasyah Sanawiyah 98,04 persen, SMA Madrasyah Aliyah 98,25 persen, SMK 99,97 persen. Angka ini tidak cukup signifikan mendongkrak pendidikan NTT di tingkat nasional dan penduduk yang tidak berijazah 31,26 persen serta akses pendidikan dan tingkat penyebaran program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum terlaksana secara merata diseluruh wilayah, umumnya berada di ibukota kabupatenjuga Indeks Partisipasi Murni (IPM) belum mencapai target nasional.
Kualitas Guru
Terdapat berbagai kendala dalam meningkatkan mutu pendidikan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama soal fasilitas pendidikan yang belum memadai, persiapan menghadapi Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasional (UN) serta rendahnya kualitas pendidikan Guru
secara berangsur harus dibenahi. Misalnya, ketersediaan tenaga Guru apabila dilihat dari latarbelakang pendidikan yang masih rendah dan hal ini menjadi kendala dalam memajukan pendidikan di NTT. Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, mengatakan tingkat pendidikan seorang Guru harus mendapat perhatian serius untuk mendongkrak tingkat kelulusan pada semua jenjang.
Fakta menunjukan jumlah Guru dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), SD, SMA/SMKsekitar 75.220 orang. Dari jumlah ini terdapat 33.574 orang (44,63 persen) berijazah SMA, Sarjana19.600 orang (26 persen) dan kondisi ini tentu menjadi kendala dalam percepatan mutu pendidikan di NTT. Untuk mengatasi pemasalahan terkait dengan latarbelakang
pendidikan Guru, menurut Gubernur Frans Lebu Raya, pemerintah segera berupaya dengan
memberikan bea siswa kepada Guru untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang Strata satu (S1) dan S2. Mengingat, masih terdapat banyak Guru yang berijazah SMA dan
SPG sehingga diperlukan adanya perbaikan tingkat pendidikan Guru untuk dapat memajukan pendidikan di NTT.
“Kita harus berkomitmen untuk memajukan pendidikan dengan membenahi segala aspek yang penunjang termasuk sarana dan prasarana pendidikan secara memadai. Kendati Guru telah diberi perhatian dengan sertifikasi guru, namun untuk memajukan kualitas anak didik mesti sejalan dengan tersedianya Guru yang berkualitas. Sebab, di tangan Guru, masa depan bangsa dipertaruhkan”, ungkap Gubernur.
Menyinggung persiapan pelaksanaan US dan UN Tahun Pelajaran 2014, Menurut Gubernur Frans Lebu Raya, merupakan tanggungjawab bersama pemerintah, masyarakat dan orang tua murid dengan menerapkan disiplin jam belajar. Pemerintah dapat melaksanakan try out secara berkala tapi bukan try out saat menjelang US dan UN saja. Kepada anak didik juga perlu dipersiapkan ruang yang cukup untuk dapat berkreasi dan berinovasi guna memperdalam wawasan dan pola pikir siswa menjelang pelaksanaan US untuk Sekolah Dasar (SD)pada 19 - 21 Mei 2014 dan UN untuk SMP dan SMA/SMK, 6-8 April 2014. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs. Piter Manuk, mengatakan upaya yang dilakukan guna
meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kompetensi Guru sehingga Guru dapat memiliki kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran serta memberikan layananan pendidikan melalui pendanaan BOS (Bantuan Operasiional Sekolah) dengan bantuan bea siswa bagi anak didik. Langkah yang telah diambil untuk menghadapi US dan UN, yaitu berupa kegiatan sosialisasi UN diseluruh kabupaten dan kota.***