Laporan Kasus dan T
Laporan Kasus dan Tel
elaah Kritis Jurnal Dia
aah Kritis Jurnal Diagnostik
gnostik
DERMATITIS ATOPIK
DERMATITIS ATOPIK
Oleh:
Oleh:
Muhamma
Muhammad
d Reza Firdaus
Reza Firdaus
Winda Nurjanah
Winda Nurjanah
Pembimbing:
Pembimbing:
Firia Salim
Firia Salim
!A"IAN#SMF I$M% KESE&ATAN K%$IT DAN KE$AMIN
!A"IAN#SMF I$M% KESE&ATAN K%$IT DAN KE$AMIN
FAK%$TASKEDOKTERAN %NI'ERSITASS(IA& K%A$A
FAK%$TASKEDOKTERAN %NI'ERSITASS(IA& K%A$A
RS%D dr) *AINOE$ A!IDIN
RS%D dr) *AINOE$ A!IDIN
!ANDA A+E&
!ANDA A+E&
TA&%N ,-./
TA&%N ,-./
KATA PEN"ANTAR KATA PEN"ANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan Segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kasus ini.kasus ini.
Shalawat beserta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah Shalawat beserta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman islamiyah, serta kepada sahabat dan membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman islamiyah, serta kepada sahabat dan keluarga beliau.
keluarga beliau.
!apan terima kasih penulis sampaikan kepada dr. "itria Salim, MS!, Sp.##, !apan terima kasih penulis sampaikan kepada dr. "itria Salim, MS!, Sp.##, ya
yang ng tetelalah h bebersrsediedia a memeluluanangkagkan n wawaktktunyunya a ununtutuk k memembmbimimbibing ng pepenulnulis is daldalamam penyusunan
penyusunan laporan laporan kasus kasus yang yang berjudul berjudul $$ Dermatitis Dermatitis Atopik Atopik %, serta para dokter di%, serta para dokter di bagian& SM"
bagian& SM" 'lmu #esehatan #ulit dan 'lmu #esehatan #ulit dan #elamin yang telah #elamin yang telah memberikan arahan sertamemberikan arahan serta bimbingan hingga terselesaikannya laporan kasus ini.
bimbingan hingga terselesaikannya laporan kasus ini.
Tidak ada kata sempurna dalam pembuatan sebuah laporan kasus. #eterbatasan Tidak ada kata sempurna dalam pembuatan sebuah laporan kasus. #eterbatasan dalam penulisan maupun kajian yang dibahas merupakan beberapa penyebabnya. dalam penulisan maupun kajian yang dibahas merupakan beberapa penyebabnya. (leh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan terhadap laporan kasus ini (leh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan terhadap laporan kasus ini demi perbaikan di masa yang akan datang.
demi perbaikan di masa yang akan datang.
)anda A!eh, )anda A!eh, Maret *+ Maret *+ enulis enulis
DAFTAR ISI
/alaman
&A$AMAN 0%D%$...i
KATA PEN"ANTAR ...ii
DAFTAR ISI...iii
DAFTAR "AM!AR ...i0
PENDA&%$%AN... $APORAN KAS%S...1 'dentitas asien ... 1 Anamnesis ... 1
emeriksaan "isik #ulit
... 2 3iagnosis )anding ... emeriksaan enunjang ... 4esume ... 5 3iagnosa #linis ... 5 Tatalaksana ... 5 ANA$ISA KAS%S ... 6
DAFTAR P%STAKA ... 1 0%RNA$ ... 2 4esume 7urnal ... 2
Telaah #ritis 7urnal
... #esimpulan ... 6
DAFTAR "AM!AR
/alaman 8ambar . 9esi pada regio :emur de;tra et sinistra...< 8ambar *. 9esi pada regio :emur sinistra...< 8ambar 1. 9esi pada regio :emur de;tra...< 8ambar 2. 9esi pada regio :emur sinistra...< 8ambar <. (rbital darkening... 8ambar . /yperliniar palmaris...8ambar 5. 9esi dermatitis atopi...+ 8ambar 6. 9esi dermatitis kontak iritan... 8ambar =. 9esi tinea !orporis... 8ambar+.9esi liken simpleks kronis...*
PENDA&%$%AN
3ermatitis atopik merupakan in:lamasi pada kulit yang bersi:at kronik residi:, umumnya mun!ul pada bayi dan anak-anak, maupun dewasa ditandai dengan adanya pruritus, distribusi lesi yang khas serta memiliki riwayat atopi pada diri sendiri
maupun keluarga seperti asma, rinitis alergika, dan dermatitis atopik sebelumnya.,*
)erdasarkan usia terjadinya serangan, dermatitis atopik dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu dermatitis atopik in:antil yang terjadi pada usia dua bulan hingga dua tahun, dermatitis atopik pada anak-anak yang terjadi pada usia dua hingga
sepuluh tahun, dan dermatitis atopik pada remaja dan dewasa.* 3ermatitis atopik
dewasa lebih sering di!etus oleh kontak terhadap alergen dan zat iritan seperti deodorant, sabun mandi, par:um, sarung tangan, perhiasan dan bahan-bahan kimia,
serta dapat pula dipi!u oleh perasaan !emas dan stress.1
re0alensi kejadian dermatitis atopik pada anak-anak berkisar antara +-*+> kasus, sedangkan pre0alensi pada dewasa berkisar antara -1> kasus. Meskipun jarang terjadi, dermatitis atopik mungkin saja mun!ul pada usia d ewasa, dan biasanya terjadi setelah dekade ketiga kehidupan. Menurut data terakhir yang diperoleh dari International Study of Asthma and Allergies in Childhood ?'SAA@ menunjukkan bahwa dermatitis atopi merupakan penyakit dengan pre0alensi tinggi yang terjadi di
negara berkembang maupun negara yang sedang berkembang. 4asio terjadinya dermatitis atopi antara perempuan dan laki-laki adalah .1 B , dimana perempuan
lebih sering menderita dermatitis atopik dibandingkan laki-laki.2
3ermatitis atopi terjadi karena adanya kombinasi :aktor genetik, :aktor lingkungan dan :aktor imunologik seperti terjadinya mutasi pada gen yang mengkode protein :ilagrin, adanya kerusakan pada sawar kulit, in:eksi, stres, dan lain-lain.<,
3iagnosa dermatitis atopik dapat ditegakkan berdasarkan kriteria klinis yang ditemukan pada pasien. Menurut kriteria /anni:in dan 4ajka, harus ada tiga kriteria mayor dan tiga kriteria minor. #riteria mayor terdiri dari B pruritus, mor:ologi dan distribusi lesi khas simetris, dermatitis yang bersi:at kronis residi:, dan memiliki riwayat atopik pada diri maupun keluarga, seperti asma, rinithis alergika, dan dermatitis atopik. Adapun kriteria minornya yaitu seperti ;erosis, keratosis, reakti:itas 'gC ditandai dengan 4AST test positi:, peningkatan serum 'gC, gatal bertambah ketika berkeringat, hipersensiti:itas terhadap makanan, white dermographism positi:,
riwayat stress dan lain sebagainya.*,2 ada pasien dewasa, dermatitis atopik sering
menimbulkan gejala-gejala tersebut dengan tempat predileksi tersering pada tangan dan area intertriginosa.
#esuksesan terapi untuk dermatitis atopik membutuhkan penanganan tata laksana yang sistematik dan meliputi beberapa terapi seperti terapi hidrasi kulit, terapi :armakologis serta mengeliminasi :aktor pen!etus seperti zat iritan, alergen,
$APORAN KAS%S Idenias Pasien
Nama B 4
mur B 2 tahun
7enis #elamin B erempuan
Suku B A!eh
Agama B 'slam
ekerjaan B erawat
Status erkawinan B Menikah
Alamat B 7eulingke
Nomor @M B +-65-62-6
Anamnesis Keluhan %ama
4uam kemerahan yang terasa gatal
Ri1a2a Pen2a3i Se3arang
asien datang dengan keluhan mun!ul ruam kemerahan yang terasa gatal pada lengan kanan dan kiri, paha kanan dan kiri, serta pada bagian badan sejak sekitar
lima bulan yang lalu. Awalnya mun!ul ber!ak merah pada daerah lengan disertai dengan rasa gatal. #eluhan pasien bersi:at hilang dan timbul. )er!ak kemerahan yang disertai gatal semakin lama semakin bertambah banyak dan rasa gatal semakin bertambah saat pasien berkeringat. 4asa gatal dapat berkurang apabila bagian yang gatal digaruk dan ketika pasien mengoleskan bedak salisil talk di badannya dan meminum obat !etirizin yang diperoleh dari puskesmas tempatnya bekerja. Namun, ketika persediaan obat habis ternyata ber!ak semakin gatal dan memerah. #eluhan terasa memberat sejak dua hari sebelum rumah sakit meskipun pasien telah mengoleskan salisil talk pada seluruh badannya yang terasa gatal. asien juga mengeluhkan permukaan kulit pada daerah paha kanan dan paha kiri mengering disertai dengan sisik diatasnya. asien juga mengeluh mata sedikit membengkak dan telapak tangannya terasa kering yang memberat sejak dua hari sebelum masuk rumah sakit.
Ri1a2a 4en2a3i dahulu
asien pernah mengalami hal yang sama sebelumnya dalam lima bulan ini. asien juga sering bersin-bersin dipagi hari.
Ri1a2a 4en2a3i 3eluarga
'bu pasien juga menderita hal yang sama dengan yang dikeluhkan oleh pasien.
Ri1a2a 4ema3aian 5ba
asien pernah mendapatkan obat !etirizin dan menggunakan salisil talk. Namun setelah obat tersebut habis, keluhan pasien mun!ul kembali.
asien merupakan seorang perawat di salah satu puskesmas di )anda A!eh, bekerja dan tinggal dirumah dengan kondisi ruangan yang panas meskipun telah
menggunakan kipas angin.
PEMERIKSAAN FISIK A) 'ial Sign
Tekanan 3arah B +&5+ mm/g
/eart 4ate B =* kali permenit
4espiratory 4ate B *1 kali permenit
Suhu B 15,1o@
!) Saus Derma5l5gis 6,, Mare ,-./7
4egio B :emur de;tra et sinistra
3eskripsi lesi B tampak gambaran makula eritematous berbatas tegas, tepi
reguler, berukuran numular disertai dengan skuama halus di permukaannya, tersusun diskret, jumlah multiple, distribusi
8ambar . 9esi pada regio :emur de;tra 8ambar *. Skuama pada regio :emur
et sinistra sinistra
8ambar 1. 9ikeni:ikasi pada regio :emur 8ambar 2. 9esi pada regio :emur sinistra
de;tra
DIA"NOSIS !ANDIN"
. 3ermatitis atopik
*. 3ermatitis kontak iritan 1. Tinea !orporis
2. 9ikhen simpleks kronik
PEMERIKSAAN PEN%N0AN"
. ji klinis White dermographysm B pada pemeriksaan didapatkan hasil negati: ?tidak dijumpai adanya delayed blan!hed response
*. Atopic patch test dan prick test
1. emeriksaan darah tepi B eosino:ilia
2. emeriksaan le0el serum 'gC
Resume
asien perempuan berusia 2 tahun, datang dengan keluhan ber!ak kemerahan pada kulit yang terasa gatal, kulit kering dan bersisik. 3ari hasil pemeriksaan :isik
didapatkan adanya makula eritematous berbatas tegas dengan tepi regular, ukuran numular disertai skuama halus pada permukaannya, dengan susunan diskret, jumlah multipel dan distribusi simetris.
Diagn5sis Klinis
3ermatitis Atopik
Taala3sana
a7 Farma35era4i
- @etirizin tab ; ?malam Terapi topikal
-
3e;o;imethasone oint <gr D Easeline albumb7 Edu3asi
- Menjelaskan mengenai penyakit yang diderita pasien.
- Memakai pelembab untuk men!egah kulit agar tidak kering.
- Menjaga kebersihan lingkungan, hindari tungau debu rumah.
- /indari paparan suhu yang terlampau panas&dingin.
- 8unakan pakaian yang memiliki bahan dasar lembut dan menyerap keringat.
- 7angan menggaruk bagian yang gatal.
- Mandi menggunakan sabun dengan p/ balan!e seperti sabun bayi.
- /indari :aktor yang dapat memi!u stres dan !emas
Pr5gn5sis
• Fuo ad 0itam B 3ubia ad bonam
• Fuo ad :ungtionam B 3ubia ad bonam
• Fuo ad sana!tionam B 3ubia ad bonam
ANA$ISA KAS%S
Telah diperiksa seorang pasien perempuan berusia 2 tahun di oliklinik #ulit dan #elamin 4S3GA. 3ari anamnesis, pasien mengeluhkan mun!ulnya ruam kemerahan dan rasa gatal yang semakin bertambah terutama saat pasien berkeringat, asien juga mengeluhkan kulit pada telapak tangan dan pahanya terasa kering, serta bersisik pada permukaannya.
ada anamnesis, pasien berjenis kelamin perempuan berusia 2 tahun. 3ermatitis atopik paling sering terjadi pada masa anak-anak yaitu dengan pre0alensi kejadian sekitar +-*+>, sedangakan pre0alensi pada saat dewasa hanya terjadi pada -1> kasus. Meskipun jarang, serangan dermatitis atopik mungkin saja terjadi pada usia dewasa, dan biasanya terjadi setelah dekade ketiga kehidupan. Menurut data
terakhir yang diperoleh dari International Study of Asthma and Allergies in
Childhood ?'SAA@ menunjukkan bahwa dermatitis atopi merupakan penyakit dengan pre0alensi tinggi yang terjadi di negara berkembang maupun negara yang sedang berkembang. 4asio pre0alensi serangan dermatitis atopi antara perempuan dan laki-laki adalah .1B.+ dimana perempuan lebih sering menderita dermatitis
asien juga mengeluh gatal dan kulit kemerahan dan kering. Sesuai dengan teori, gejala yang sering mun!ul pada pasien dermatitis atopik adalah rasa gatal, kulit kering, ber!ak kemerahan, papula eritema, ekskoriasi sekunder, sampai likeni:ikasi. 4asa gatal dan kulit kemerahan terjadi karen a terlep asn ya mediator radang seperti histamin dari sel-sel radang akibat terjadinya reaksi hipersensiti0itas yang diperantarai 'gC. 4asa gatal yang menimbulkan keinginan untuk menggaruk dapat membuat ambang rasa gatal menurun akibat peregangan pada serabut sara: epidermis karena akantosis dan likeni:ikasi akibat garukan yang dilakukan. 8arukan selanjutnya pada penderita dermatitis atopik akan men!etuskan rasa gatal yang lebih hebat. asien dengan dermatitis atopi juga !enderung memiliki kulit yang kering ?;erosis akibat berkurangnya protein :ilagrin, berkurangnya ceramide yang merupakan molekul utama pengikat air di ruang ekstraselular stratum korneum, sehingga akan meningkatkan transepidermal water loss yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan merusak sawar kulit yang memudahkan terjadinya penetrasi alergen, antigen, dan bahan kimia dari lingkungan masuk ke dalam kulit yang kemudian dapat
menyebabkan terjadinya respon in:lamasi.2,
ada anamnesis didapatkan adanya riwayat atopi pada pasien dan keluarganya. asien mengaku sering bersin dipagi hari dan ibu pasien juga mengeluhkan hal yang sama dengan keluhan pasien saat ini, yaitu rasa gatal dan adanya ruam kemerahan di lengan kiri dan kanan. Sedangkan ayah pasien alergi terhadap ayam dan udang. /al ini sesuai dengan teori dimana menunjukkan sekitar dua pertiga pasien dengan dermatitis atopik memiliki riwayat atopi baik pada indi0idu
maupun keluarga seperti asma, rinitis alergika, dan dermatitis atopik.
3ari anamnesis pasien memiliki riwayat penggunaan sabun mandi li:ebuoy yang didalamnya terkandung senyawa alkali Acrylates Copolymer . Sesuai dengan teori senyawa alkali merupakan bahan iritan lemah yang dapat memi!u terjadinya dermatitis atopik. Selain alkali, bahan antiseptik, par:um dan bahan pelarut lainnya yang terkandung pada sabun merupakan bahan iritan lemah yang dapat mengiritasi kulit terutama pada kulit pasien dengan dermatitis atopik. Menurut teori, pasien
dengan dermatitis atopik lebih sering terjadi dermatitis kontak iritan dari pada dermatitis kontak alergi.+
ada pemeriksaan :isik, tampak gambaran makula eritematous berbatas tegas, tepi reguler, berukuran numular disertai dengan skuama halus di permukaannya, tersusun diskret, jumlah multiple, distribusi simetris, disertai adan ya likeni:ikasi kulit. Sesuai dengan teori, gejala yang sering mun!ul pada pasien dermatitis atopik adalah rasa gatal, kulit kering, ber!ak kemerahan, papula eritema, ekskoriasi sekunder,
sampai likeni:ikasi.2,=
ada kasus dengan ke!urigaan dermatitis atopik dapat digunakan kriteria /ani:in-4ajka untuk membantu menegakkan diagnosa. ada kasus, ditemukan 2 gejala mayor dan 2 gejala minor. /al ini dapat membantu menegakkan diagnosa dermatitis atopik. Adapun kriteria mayor yang ditemukan pada pasien adalah rasa gatal atau pruritus, mor:ologi dan distribusi lesi yang khas yaitu distribusi simetris, serta perjalanan penyakit yang bersi:at kronik dan berulang, ada riwayat atopi pada indi0idu maupun pada keluarga. Sedangkan kriteria minor pada pasien ini antara lain kulit kering, hiperlinear palmaris, gatal bila berkeringat, perjalanan penyakit
dipengaruhi oleh lingkungan atau emosi.2
ada pemeriksaan penunjang dilakukan pemeriksaan white dermographism dan didapatkan hasil yang negati: dimana tidak didapatkan delayed lanched response pada saat dilakukan penggoresan instrumen tumpul pada kulit! White dermographism merupakan reaksi yang terjadi akibat adanya kelainan 0askular pada pasien dengan dermatitis atopi berupa mekanisme 0asokonstriksi pembuluh darah setempat oleh jaringan yang mengalami in:lamasi atau edema pada. White dermographism merupakan salah satu dari banyak kriteria minor dan bukanlah menjadi pertanda patognomonis dalam menegakkan diagnosa dermatitis atopik. Menurut penelitian pada < pasien dengan dermatitis atopik, orang memiliki white
dermographism dan 2 orang dengan kulit normal ?red dermographism".
Adapun diagnosis banding pada kasus ini adalah dermatitis atopik, dermatitis kontak iritan, tinea !orporis, dan liken simpleks kronis. #eempat diagnosis tersebut dapat menyebabkan rasa gatal dan lesi kemerahan. 3ermatitis atopik merupakan
in:lamasi kulit yang bersi:at kronis residi:, umumnya mun!ul pada bayi, kanak-kanak, maupun dewasa, yang memiliki riwayat atopi pada dirinya sendiri ataupun pada keluarganya baik berupa asma, rhinitis alergika, konjungti0itis, maupun dermatitis atopik, dengan gejala pruritus dan distribusi khas. ada pemeriksaan :isik kulit dapat ditemukan makula atau pat!h, papula, bisa disertai skuama, krusta, erosi dan likeni:ikasi pada lesi yang kronis, polimor:, berbatas tidak tegas, distribusi
khas yang simetris.2,6
8ambar. 2 9esi pada dermatitis atopi
3ermatitis kontak iritan merupakan in:lamasi pada kulit melalui mekanisme non imunologi, disebabkan kulit terpapar bahan iritan eksogen berupa agen kimiawi, :isik, maupun biologik. ada pemeriksaan :isik kulit didapatkan e:loresensi monomor:, berupa skuama, makula eritematous berbatas tegas, edema, 0esikel&bula, atau erosi. ada kasus kronis dapat ditemukan adanya makula eritema dengan hiperkeratosis dan terbentuknya :isura. 3apat pula ditemukan adanya rasa gatal yang
disertai dengan sensasi terbakar segera setelah terpapar bahan iritan.2,6
8ambar. < 9esi pada dermatitis kontak iritan
Tinea !orporis merupakan in:eksi dermato:it pada kulit halus. ada pemeriksaan :isik kulit didapatkan adanya makula eritematous berbatas jelas, tepi polisiklik dengan tepi akti: dan meninggi, bisa disertai papul atau 0esikel, dan adanya lesi yang sembuh ditengah ?!entral healing yang tertutup skuama.
8ambar. 9esi pada tinea !orporis
9iken simpleks kronis merupakan in:lamasi kulit kronis dengan rasa sangat gatal ditandai dengan kulit menebal dan garis kulit terlihat lebih jelas dengan bentuk sirkumkripta akibat garukan dan gosokan berulang akibat adanya sensari pruritus. )iasanya dijumpai pada usia diatas *+ tahun dan sering terjadi pada wanita. ada pemeriksaan :isik kulit didapatkan lesi berupa papul eritem kon:luen yang selanjutnya karena garukan berulang dapat membentuk plak hiperpigmentasi disertai dengan likeni:ikasi dan sering terdapat ekskoriasi dengan skuama yang minimal. )entuk lesi
biasanya bulat, lonjong, atau linear sesuai pola garukan.2,6
8ambar. 5 9esi pada liken simpleks kronis
rinsip pengobatan pada pasien dengan dermatitis atopik adalah hidrasi kulit dengan memberikan pelembab dan mengatasi gejala yang mun!ul dengan pemberian anti in:lamasi dan anti pruritus. ada pasien ini diberikan terapi !etirizine satu tablet sekali sehari pada saat malam hari dan de;o;imethasone oint <gr di!ampurkan dengan 0aseline album ++ gr. Sesuai dengan teori, pengobatan pasien dengan dermatitis atopi dapat diberikan obat kortikosteroid topikal sehingga mengurangi
sensari pruritus dengan mengatasi in:lamasi dan kulit kering. 7ika respon terhadap kortikosteroid potensi rendah tidak optimal dalam mengurangi gejala, maka dapat dipertimbangkan untuk memberikan steroid yang lebih poten, seperti antagonis
calcineurin topikal pime!rolimus dan ta!rolimus. International Consensus
Conference on Atopic Dermatitis II # '@@A3 '' merekomendasikan kortikosteroid topi!al untuk mengatasi eksaserbasi akut& flare$ sedangkan inhibitor kalsineurin topikal digunakan se!ara intermiten untuk terapi pemeliharaan. enelitian pada ko-aplikasi betametason 0alerat dengan takrolimus atau pimekrolimus meningkatkan penetrasi keduanya sehingga e:ekti:itasnya meningkat. #ombinasi kortikosteroid dan antibiotik topikal dapat diberikan pada lesi dengan in:eksi ringan. #emudian dapat
pula diberikan antihistamin sistemik yang menghambat reseptor / pada dermis yang
kemudian dapat mengurangi sensari pruritus pada kulit.2,6
DAFTAR P%STAKA
. (r:ali 49, et al. 4e0 Asso! Med )ras. Atopi! dermatitis in adults B !lini!al and epidemiologi!al !onsiderations. *+1 H <= ?1 B *5+-*5<
*. 7ames W3, )erger T8, Clston 3M. AndrewIs 3isease o: The Skin @lini!al 3ermatology. *+. Atopi! 3ermatitis, C!zema, and Nonine!tious 'mmunode:i!ien!y 3isorders. /alB1
1. Arkwright 3, et al. Ameri!an A!ademy o: Allergy, Asthma J 'mmunology. 7ournal Allergy @lini!al 'mmunology 'n ra!ti!e. Management o: 3i::i!ult to Treat Atopi! 3ermatitis. *+1. B 2*-<
2. 9eung 3, Ci!hen:ield 9, )oguniewi!z M. Atopi! 3ermatitis, "itzpatri!kKs 3ermatology in 8eneral Medi!ine. 6th ed. nited stateB M!8raw-/ill @ompany. /alB<
<. Malajian 3, Lassky C8. New athogeni! and Theraupeti! aradigms in Atopi! 3ermatitis. @ytokine. *+2
. #aragiannidou A, et al. 7ournal o: Allergy and Therapy. Atopi! 3ermatitis B 'nsight on pathogenesis, C0aluation and Management. *+2. <B
5. 'katan 3okter 'ndonesia. anduan raktis )agi 3okter di "asilitas elayanan #esehatan rimer. 7akarta. Cdisi 4e0isi Tahun *+2
6. Ci!hen:ield 9", et al. 8uidelines o: !are :or the management o: atopi! dermatitis. Se!tion *. Management and treatment o: atopi! dermatitis with topi!al therapies. 7 Am A!ad 3ermatol *+2H5B-1*
=. Thomsen, S". 'S4N Allergy. Atopi! 3ermatitisB Natural /istory, 3iagnosis, and Treatment. *+2. Arti!le '3 1<2*+, 5 pages
+. Sugito T9, )oediardja SA, Wisesa TW, rihianti S, Agustin T. )uku anduan 3ermatitis Atopik. 7akartaB )adan enerbit "#'.*+.
. Wong, SS, Cdwards @, Marks 4. 7ournal o: 3ermatologi!al S!ien!e. A study o white dermographism in atopi! dermatitis. ==. .26-<
RES%ME 0%RNA$
7urnal dengan judul $ Diagnostic accuracy of atopy patch tests for food allergy in children with atopic dermatitis aged less than two years% dilakukan dengan tujuan untuk menilai keakuratan Atopic %atch Test ?AT dalam mengidenti:ikasi atopik terhadap telur ayam, susu sapi, kedelai dan gandum pada anak-anak !ina dengan Dermatitis Atopic ?3A yang berusia kurang dari * tahun. ada penelitian ini, tes AT dilakukan dan alergi makanan dikon:irmasi dengan memakan telur ayam, susu sapi, kedelai dan gandum.
opulasi penelitian terdiri anak laki-laki dan perempuan yang dirujuk klinik dermatologi pediatrik rawat jalan dari rumah sakit anak pendidikan @honging, @hina. asien yang diduga alergi makanan dan 3A dan memenuhi kriteria /ani:in dan 4ajka, dimasukan dalam penelitian ini. #riteria eksklusi meliputi pasien dengan penyakit sistemik, penyakit in:eksi akut, dan penyakit autoimun dikeluarkan dalam penelitian. AT dilakukan dengan telur ayam, susu sapi, kedelai, dan gandum pada anak 3A berusia dibawah * tahun dan alergi makanan dikon:irmasi dengan tantangan makanan oral. #lasi:ikasi diagnostik yang berbeda dari hasil AT yang prospekti:
die0aluasi dalam kaitannya dengan hasil tantangan makanan, dikendalikan untuk 0alidasi rele0ansi klinis dari nilai yang berbeda dari tantangan. engaruh tingkat keparahan tanda-tanda kulit pada keakuratan diagnostik AT die0aluasi pada anak-anak dengan 3A. Selanjutnya, nilai tanda-tanda kulit AT dalam diagnosis alergi makanan tanpa tantangan makanan oral diselidiki.
3ari total 2=6 tantangan makanan dengan empat makanan utama yang diberikan pada <+ anak ?16 telur ayam, <+ susu sapi, *1 kedelai, dan 65 gandum. 3itemukan tantangan makanan positi:, telur ayam sebanyak =* ?,5>, susu sapi =2 ?*.5>, kedelai 26 ?1=.+>, dan gandum * ?*2.. Alergi makanan ganda ditemukan pada 11 pasien. 3ari *<< reaksi tantangan makanan, ditemukan 5 ?.5> ialah reaksi lambat termasuk 0omitus dan 1 pasien urtikaria, 15 ?<1.5> reaksi terlambat yaitu e!zema, dan + ?1=.> kombinasi diantara keduanya. 3iantaranya ++ pasien dengan kombinasi e!zema dan oral urtikaria, satu kasus kombinasi 0omitus dan e!zema.
Tes AT dilakukan pada *+ pasien kelompok kontrol dan <+ pada kelompok uji. Tes AT positi: tidak ditemukan pada kelompok kontrol. Critema diobser0asi enam pasien dari <+ pasien 3A dengan tes AT menggunakan petrolatum, hasilnya tidak ditemukan in:iltrat dan papul. Sebanyak 6 dari <+ pasien ?2<.1> tes AT positi: untuk telur ayam, ?22> untuk susu sapi, 25 ?1.> untuk kedelai, dan *2
?>.
Tes AT merupakan metode yang tepat untuk mendiagnosis 3A pada anak-anak @hina yang berusia dibawah * tahun terhadap alergi makanan. Critema dan in:iltrat tidak termauk dalam tes AT positi:.
Telaah Kriis Diagn5si3
Diagn5si8 a88ura82 59 a542 4a8h ess 95r 955d allerg2 in 8hildren 1ih a54i8 dermaiis aged less han 15 2ears
N 5 PET%N0%K KOMENTAR . Apakah terdapat kesamaan dengan baku emas 'ya
• enelitian ini menggunakan uji
diagnostik Atopy %atch Test ?AT terhadap alergi makanan pada anak berusia kurang dari * tahun dengan Dermatitis Atopic ?3A
*. Apakah sampel
subyek penelitian meliputi spektrum penyakit dari yang
ringan sampai berat, penyakit yang
• ada penelitian ini, derajat
keparahan penyakit menggunakan Scoring Atopic Dermatitis
terobati dan tidak terobati 'ya Sedang ?*<-<+ O 5+, )erat ?P<+ O 51 1. Apakah lokasi penelitian disebutkan dengan jelas 'ya
• enelitian ini dilakukan 4umah
Sakit Anak endidikan
@honging, @hina
2. Apakah presisi uji
diagnosa dan 0ariasi pengamat dijelskan
Tidak
• ada penelitian ini hanya
dilakukan satu uji diagnostik yaitu tes AT sehingga tidak dilakukan uji kappa.
<. Apakah istilah
normal dijelaskan
'ya
'stilah ini dijelaskan pada hasil
dari Tes AT dilakukan pada *+ pasien kelompok kontrol dan <+ pada kelompok uji. Tes AT positi: tidak ditemukan pada
kelompok kontrol. Critema
diobser0asi enam pasien dari <+ pasien 3A dengan tes AT
menggunakan petrolatum,
hasilnya tidak ditemukan in:iltrat dan papul. Sebanyak 6 dari <+ pasien ?2<.1> tes AT positi:
untuk telur ayam, ?22> untuk susu sapi, 25 ?1.> untuk kedelai, dan *2 ?>.
. Apabila uji diagnosa
yang diteliti
merupakan bagian dari suatu kelompok uji diagnosa, apakah kontribusi pada
Tidak dijelaskan bagaimana
kelompok diagnosa tersebut di jelaskan
• Tidak diketahui
5. Apakah !ara dan
tekhnik dijelaskan
'ya
Tes AT dilakukan sesuai dengan
proto!ol &uropean Task 'orce on
Atopic Dermatitis ?CT"A3.
)ahan uji temple disegarkan setiap hari dengan satu bagian dari petrolatum dan dua bagian alergen bubuk. Susu sapi ?susu bubuk yang mengandung 1,<> lemak, telur segar ?putih dan kuning, kedelai ?kedelai mentah, han!ur dan di!ampur menjadi
bubuk dan bubuk gandum.
#emudian pasien dipersiapkan bebas dari salap dan minyak
berlebihan. Waktu oklusinya
selama 26 jam dan hasilnya
diba!akan *2 jam setelah
penghapusan finn chamers. /asil tes AT sesuia dengan standar CT"A3, yaitu B tidak ada reaksi atau eritema tanpa in:iltrat ?-, eritema dan in:iltrate ?D, eritema dan beberapa papul ?DD, eritema,
dan beberapa papul ?DDD,
6. Apakah kegunaan uji diagnosa yang
sedang diteliti disebutkan
• 'ya
• 3ijelaskan bahwa kegunaan uji
diagnosa ini adalah untuk
menyelidiki keakuratan tes AT terhadap alergi makanan pada pasien 3A berusia kurang dari *
tahun.
#esimpulan B 3ari hasil telaah kritis jurnal terapi didapatkan jawaban $iya% , jawaban $tidak tahu% dan jawaban $tidak%. 3apat disimpulkan jurnal tersebut layak