• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Jadwal Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

58 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sawit pada siswa kelas XI tahun ajaran 2015/2016. SMK Negeri 1 Sawit beralamat di Jalan Raya Solo-Jogja Km 15 Bendosari, Sawit, Boyolali. Penelitian dilaksanakan pada kelas XI karena berdasarkan hasil survei awal yang peneliti lakukan pada bulan November 2015, terdapat banyak kesalahan penggunaan kalimat efektif dalam karangan siswa kelas XI. Selain itu, materi pembelajaran menulis deskripsi disampaikan di kelas XI semester II.

Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu mulai bulan November 2015 sampai bulan April 2016. Jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

No. Jenis

Kegiatan

Waktu

November Desember Januari Februari Maret April

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Pembuatan Proposal 2. Pengajuan dan Revisi Proposal 3. Pembuatan Instrumen Penelitian 4. Perizinan Penelitian 5. Pengumpulan Data 6. Analisis Data 7. Penyusunan Laporan

(2)

59

B. Metode dan Pendekatan Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif karena pendekatan tersebut merupakan pendekatan yang tepat untuk menganalisis data kualitatif. Selain itu, metode penelitian kualitatif cocok digunakan untuk menganalisis kesalahan penggunaan kalimat efektif dalam karangan siswa yang bersifat alami. Hal tersebut ditekankan oleh Gunawan (2013: 83) bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu, yang ada dalam kehidupan riil (alamiah) dengan maksud menginvestigasi dan memahami fenomena: apa yang terjadi? Mengapa terjadi dan bagaimana terjadi?

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah analisis isi. Menurut West & Turner (2008: 86), analisis isi (content analysis) adalah teknik penelitian khusus untuk melaksanakan analisis tekstual. Analisis isi tepat digunakan dalam penelitian analisis kesalahan berbahasa yang difokuskan pada analisis teks berupa karangan deskripsi siswa. Peneliti mengamati, menganalisis, dan mendeskripsikan kesalahan berbahasa berupa kesalahan penggunaan kalimat efektif dalam karangan deskripsi siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sawit.

C. Data dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif, yaitu kesalahan penggunaan kalimat efektif, faktor penyebab kesalahan penggunaan kalimat efektif, upaya untuk mengatasi kesalahan penggunaan kalimat efektif, dan relevansi hasil analisis kesalahan penggunaan kalimat efektif sebagai materi ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Karangan Deskripsi Siswa

Karangan deskripsi yang dibuat oleh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sawit adalah sumber data kesalahan penggunaan kalimat efektif. Karangan deskripsi tersebut diperoleh dengan cara tes menulis karangan deskripsi. Peneliti menganalisis karangan deskripsi yang dibuat oleh siswa untuk mengetahui data berupa kesalahan penggunaan kalimat efektif. Soal tes menulis karangan deskripsi disertai kriteria karangan yang baik. Hal tersebut

(3)

60

berfungsi sebagai rambu-rambu menulis karangan deskripsi bagi siswa. Kriteria karangan yang baik diperoleh dari beberapa teori ahli.

2. Informan

Informan dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Sawit yang melakukan kesalahan penggunaan kalimat efektif dalam penulisan karangan deskripsi. Informan merupakan sumber data penyebab kesalahan penggunaan kalimat efektif, upaya untuk mengatasi kesalahan penggunaan kalimat efektif pada siswa, dan relevansi hasil analisis kesalahan penggunaan kalimat efektif sebagai materi ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Peneliti mewawancarai informan (guru dan siswa) untuk mengetahui data penyebab kesalahan penggunaan kalimat efektif. Selain itu, peneliti juga mewawancarai guru untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesalahan penggunaan kalimat efektif pada siswa dan relevansi hasil analisis kesalahan penggunaan kalimat efektif sebagai materi ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam hal ini, guru yang dijadikan informan adalah Ibu Khotimah Tristiyanti, S.Pd., Bapak Dwi Harta, S.Pd., dan Ibu Nuryani, M.Pd. Sementara itu, siswa yang dijadikan informan adalah lima siswa yang melakukan kesalahan penggunaan kalimat efektif paling banyak dalam penulisan karangan deskripsi. Siswa yang diwawancarai hanya lima karena peneliti mempertimbangkan keefektifan waktu. Selain itu, hasil wawancara dengan lima siswa yang dijadikan narasumber sudah menunjukkan informasi tentang faktor penyebab kesalahan penggunaan kalimat efektif. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Afrizal (2014: 143) yang menyatakan bahwa “Sesungguhnya, kepedulian penelitian kualitatif bukan terhadap jumlah informan yang telah diwawancarai, melainkan terhadap kualitas data yang telah dikumpulkan dalam hal ini validitas data (data yang dikumpulkan benar-benar menggambarkan atau menunjukkan sesuatu yang ingin diketahui).”

(4)

61

D. Teknik Pengambilan Sampel Penelitian

Teknik pengambilan sampel penelitian (teknik sampling) dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel penelitian yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Pertimbangan untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah karangan deskripsi siswa kelas XI yang memenuhi kriteria karangan deskripsi yang baik. Kriteria karangan deskripsi yang baik adalah menyajikan hasil pengindraan, memperlihatkan detail suatu objek, sesuai dengan tema yang ditentukan, dan isi karangan sesuai dengan judul.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu tes menulis dan wawancara mendalam. Tes menulis dilakukan untuk mengumpulkan karangan deskripsi siswa kelas XI. Karangan deskripsi yang telah terkumpul kemudian dianalisis untuk mengetahui kesalahan penggunaan kalimat efektif yang terdapat dalam karangan deskripsi tersebut. Peneliti menganalisis teks karangan deskripsi siswa kelas XI yang berjumlah empat puluh karangan. Teknik ini diterapkan untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan penggunaan kalimat efektif dalam karangan deskripsi yang ditulis siswa.

Teknik pengumpulan data yang kedua adalah wawancara mendalam. Wawancara dilakukan dengan lima siswa kelas XI yang melakukan kesalahan penggunaan kalimat efektif paling banyak, guru bahasa Indonesia pengampu kelas XI yakni Ibu Khotimah Tristiyanti, S.Pd. dan Bapak Dwi Harta, S.Pd., serta guru bahasa Indonesia pengampu kelas XII yaitu Ibu Nuryani, M.Pd. Teknik wawancara mendalam dilakukan untuk mengetahui atau mengumpulkan data penyebab kesalahan penggunaan kalimat efektif pada siswa, upaya untuk mengatasi kesalahan penggunaan kalimat efektif, dan relevansi hasil analisis kesalahan penggunaan kalimat efektif sebagai materi ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia

F. Teknik Uji Validitas Data

Uji validitas data dalam penelitian kualitatif adalah triangulasi. Penggunaan triangulasi sebagai teknik uji validitas data ditegaskan oleh Gunawan

(5)

62

(2013: 218), kredibilitas (validitas) analisis lapangan dapat juga diperbaiki melalui triangulasi. Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data. Peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Triangulasi sumber data adalah triangulasi yang mengarahkan peneliti untuk menggunakan beberapa sumber data, yaitu guru dan siswa. Peneliti membandingkan data hasil wawancara yang diperoleh dari sumber-sumber tersebut sehingga diperoleh data yang valid. Peneliti juga menggunakan triangulasi teori, yaitu memanfaatkan dua teori atau lebih untuk diadu dan dipadu. Triangulasi teori digunakan untuk menentukan kriteria karangan deskripsi yang baik, kriteria kalimat efektif, dan jenis kesalahan berbahasa dalam bidang kalimat. Rumusan informasi yang diperoleh dari penelitian kualitatif dibandingkan dengan perspektif teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau simpulan yang dihasilkan.

G. Teknik Analisis Data

Peneliti merujuk prosedur metodologi anakes ideal (modifikatif) menurut pandangan Tarigan dan Tarigan (1988: 71) sebagai teknik analisis data dalam penelitian ini. Peneliti memilih metodologi anakes ideal (modifikatif) menurut pandangan Tarigan dan Tarigan karena metode tersebut dirancang oleh para ahli bahasa khusus untuk menganalisis kesalahan berbahasa. Dengan demikian, motode tersebut sangat tepat untuk menganalisis kesalahan penggunaan kalimat efektif. Tahap-tahap metodologi anakes ideal (modifikatif) tersebut adalah sebagai berikut.

1. Mengumpulkan data: berupa kesalahan berbahasa yang dibuat oleh siswa, misalnya hasil ulangan, karangan, atau percakapan.

2. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi kesalahan: mengenali dan memilah-milah kesalahan berdasarkan kategori kebahasaan, misalnya kesalahan-kesalahan pelafalan, pembentukan kata, peggabungan kata, penyusunan kalimat.

3. Memperingkat kesalahan: mengurutkan kesalahan berdasarkan frekuensi atau keseringannya.

(6)

63

4. Menjelaskan kesalahan: menggambarkan letak kesalahan, penyebab kesalahan, dan memberikan contoh yang benar.

5. Memprakirakan atau memprediksi daerah atau butir kebahasaan yang rawan: meramalkan tataran bahasa yang dipelajari yang potensial mendatangkan kesalahan.

6. Mengoreksi kesalahan: memperbaiki dan bila dapat menghilangkan kesalahan melalui penyusunan bahan yang tepat, buku pegangan yang baik, dan teknik pegajaran yang serasi.

Agar mudah dipahami, prosedur metodologi analisis kesalahan berbahasa menurut Tarigan dapat dilihat pada skema berikut.

Gambar 3.1 Metodologi Anakes Ideal (Tarigan dan Tarigan, 1988: 72)

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian adalah rangkaian tahap kegiatan penelitian dari awal hingga akhir. Tahap-tahap dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Persiapan

Tahap pertama dalam penelitian ini adalah persiapan. Dalam tahap persiapan, peneliti melakukan observasi prapenelitian untuk mendapatkan

(7)

64

gambaran tentang objek penelitian. Setelah itu, peneliti mengajukan judul penelitian kepada pembimbing 1 dan pembimbing 2. Setelah judul yang diajukan peneliti disetujui oleh kedua pembimbing, peneliti membuat proposal penelitian. Proposal penelitian yang telah dibuat oleh peneliti diajukan kepada pembimbing 1 dan pembimbing 2 untuk mendapatkan koreksi, masukan, dan arahan. Berdasarkan koreksi, masukan, dan arahan dari kedua pembimbing, peneliti merevisi proposal penelitian. Setelah proposal penelitian mendapat persetujuan dari kedua pembimbing, peneliti membuat instrumen penelitian dan surat izin penelitian yang akan digunakan dalam tahap selanjutnya.

2. Pelaksanaan Penelitian

Tahap kedua adalah pelaksanaan penelitian. Dalam tahap ini, peneliti melakukan pengumpulan data kesalahan penggunaan kalimat efektif, faktor penyebab kesalahan penggunaan kalimat efektif, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesalahan penggunaan kalimat efektif. Pertama-tama peneliti mengadakan tes menulis karangan deskripsi bagi siswa kelas XI. Langkah tersebut bertujuan untuk mengumpulkan karangan deskripsi siswa kelas XI yang dijadikan sampel penelitian. Kemudian, peneliti menganalisis teks karangan deskripsi yang dibuat siswa untuk mengumpulkan data kesalahan penggunaan kalimat efektif. Setelah peneliti menganalisis teks karangan deskripsi yang dibuat siswa, peneliti melakukan wawancara dengan informan (guru dan siswa) untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kesalahan penggunaan kalimat efektif dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia untuk mengetahui relevansi hasil analisis kesalahan penggunaan kalimat efektif sebagai materi ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia

3. Penyusunan Laporan Penelitian

Tahap terakhir dalam penelitian ini adalah penyusunan laporan penelitian. Peneliti menyusun laporan penelitian sesuai dengan pedoman yang berlaku. Dalam tahap ini, peneliti berkonsultasi dengan kedua pembimbing

(8)

65

dan merevisi laporan sesuai arahan kedua pembimbing. Konsultasi dan revisi terus dilakukan hingga penyusunan laporan penelitian selesai.

Prosedur penelitian yang telah dideskripsikan di atas dapat digambarkan dengan skema sebagai berikut.

Gambar 3.2 Skema Prosedur Penelitian Persiapan 1. Observasi 2. Pengajuan Judul 3. Penyusunan Proposal 4. Revisi Proposal 5. Pembuatan Instrumen 6. Perizinan Penelitian Pelaksanaan Penelitian 1. Pengumpulan Data 2. Analisis Data Penyusunan Laporan Penelitian

Gambar

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Gambar 3.1 Metodologi Anakes Ideal (Tarigan dan Tarigan, 1988: 72)
Gambar 3.2 Skema Prosedur Penelitian Persiapan 1.  Observasi 2.  Pengajuan Judul 3.  Penyusunan Proposal 4

Referensi

Dokumen terkait

Teknik pengumpulan data selanjutnya, yaitu peneliti melakukan wawancara kepada beberapa orang responden yang secara mendalam mengenai informasi yang akan diteliti

34 Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk mengumpulkan data dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media lectora inspire berupa poto-poto

Teknik pengumpulan data melalui wawancara ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penelitian menyangkut tentang upaya menggali berbagai informasi langsung dari

Teknik wawancara mendalam adalah kegiatan untuk mendapatkan data dengan cara mengajukan pertanyaan antara pewawancara dengan nara sumber dengan atau tanpa pedoman

Penulis mengumpulkan data dengan menggabungkan data yang berbeda dari teknik pengumpulan data yang berbeda, baik wawancara, dokumentasi dan observasi kegiatan

Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara mendalam in-depth interview untuk menggali informasi dari informan tentang strategi

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan teknik ini, wawancara menajadi teknik pengumpulan data dalam penelitian ini untuk mengetahui secara pasti

3.5.2 Wawancara Menggunakan teknik wawancara berarti melakukan interaksi komunikasi atau percakapan antara pewawancara dan terwawancara dengan tujuan agar dapat mengumpulkan informasi