DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian... 6

Teks penuh

(1)

i DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DEPAN ... i

SAMPUL DALAM ... ii

PERSYARATAN GELAR ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

PENETAPAN PANITIA PENGUJI TESIS... v

UCAPAN TERIMAKASIH ... vi

ABSTRAK ... ix

ABSTRACT ... x

RINGKASAN ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori ... 7

2.1.1 Teori Planned Behavior ... 7

2.1.2 Sikap Pada Perilaku ... 8

2.1.3 Norma Subjektif ... 9

2.1.4 Kontrol Perilaku Persepsian ... 10

2.1.5 Niat berinvestasi Saham ... 11

2.1.6 Investasi ... 11

2.1.7 Saham ... 12

2.1.8 Pasar Modal... 13

2.1.9 Literasi keuangan ... 13

2.2 Penelitian Sebelumnya ... 14

BAB III RERANGKA BERPIKIR, KONSEP, DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1 Rerangka Berpikir ... 17

(2)

ii

3.2 Konsep Penelitian ... 19

3.3 Hipotesis Penelitian ... 22

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian ... 26

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28

4.3 Ruang Lingkup Penelitian ... 28

4.4 Penentuan Sumber Data ... 28

4.5 Variabel Penelitian ... 31

4.5.1 Identifikasi Variabel ... 31

4.5.2 Definisi Operasional Variabel ... 31

4.6 Instrumen Penelitian ... 34

4.6.1 Uji Validitas Instrumen ... 35

4.6.2 Uji Reliabilitas Instrumen ... 35

4.7 Prosedur Penelitian ... 36

4.8 Analisis Data ... 36

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian ... 44

5.1.1 Hasil Exploratory Test ... 44

5.1.2 Deskripsi proses pengumpulan data ... 46

5.1.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ... 47

5.1.4 Hasil Karakteristik Responden ... 49

5.1.5 Hasil Deskripsi Variabel Penelitian ... 50

5.1.6 Hasil Analisis Partial Least Square (PLS) ... 53

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 61

5.2.1 Pengaruh Sikap Pada Perilaku Pada Niat Generasi Muda Untuk Berinvestasi Saham Di Pasar Modal ... 61

5.2.2 Pengaruh Norma Subjektif Pada Niat Generasi Muda Untuk Berinvestasi Saham Di Pasar Modal ... 62

5.2.3 Pengaruh Kontrol Perilaku Persepsian Pada Niat Generasi Muda Untuk Berinvestasi Saham Di Pasar Modal... 63

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6.1 Simpulan ... 65

6.2 Saran ... 65

DAFTAR PUSTAKA ... 67

(3)

iii

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

4.1 Jumlah Populasi berdasarkan Kecamatan di Kota Denpasar ... 30

4.2 Bangun Model Variabel Penelitian ... 38

4.3 Persamaan Outer Model ... 41

5.1 Hasil Exploratory Test ... 45

5.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ... 48

5.3 Karakteristik Responden ... 49

5.4 Hasil Uji Statistik Deskriptif ... 50

5.5 Hasil Outer Lodings ... 54

5.6 Nilai Discriminant Validity ... 56

5.7 Composite Reliability dan Average Variance Extracted (AVE) ... 57

(4)

iv

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

3.1 Rerangka Berpikir ... 19

3.2 Konsep Penelitian... 22

4.1 Rancangan Penelitian ... 27

4.2 Diagram Jalur ... 39

(5)

v

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Exploratory Test ... 73

2. Kuesioner Awal Penelitian ... 75

3. Kuesioner Penelitian ... 78

4. Jumlah jiwa Menurut Umur ... 81

5. Data Exploratory Test ... 82

6. Data Pilot Test ... 84

7. Statistik deskriptif ... 86

8. Hasil Validitas dan reliabilitas Pertanyaan ... 92

9. Hasil Validitas dan reliabilitas Model Penelitian ... 93

10. Hasil Bootstraping Model Penelitian ... 95

(6)

vi ABSTRAK

PENGARUH SIKAP TERHADAP PERILAKU, NORMA SUBJEKTIF, DAN KONTROL PERILAKU PERSEPSIAN PADA NIAT GENERASI

MUDA UNTUK BERINVESTASI DI PASAR MODAL

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh sikap terhadap perilaku pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh norma subjektif pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh kontrol perilaku persepsian pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal. Theory planned behavior digunakan sebagai landasan teori dalam penelitian ini

Populasi seluruh generasi muda yang ada di Kota Denpasar. Metode penentuan sampel adalah nonprobability sampling yaitu aksidental. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Terdapat 395 orang yang menjadi sampel dalam penelitian. Hipotesis diuji dengan Partial Least Squares (PLS). Exloratory test dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan indikator dalam penelitian.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap pada perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian berpengaruh positif pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal. Hal ini bermakna bahwa generasi muda memiliki sikap atau pandangan yang positif , mendapat dukungan dari orang-oranmg di sekitar serta merasakan sedikit hambatan untuk berinvestasi saham di pasar modal sehingga menimbulkan niat yang cukup tinggi untuk berinvestasi di pasar modal

Kata kunci: Niat, sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian, dan theory planned behavior

(7)

vii ABSTRACT

EFFECT OF ATTITUDE TOWARDS THE BEHAVIOR, SUBJECTIVE NORMS, AND PEREPTION BEHAVIOR CONTROL TO INTENTION YOUNG GENERATION TO INVEST STOCK IN CAPITAL MARKET

This research aims to determine the influence of attitude towards the behavior to intention young generation to invest stock in capital market. The influence of subjective norms to intention young generation to invest stock in capital market. The influence of perceived behavioral control to intention young generation to invest stock in capital market. Theory planned behavior use to be grand theory in this research.

The population in this study is all young generation in the city of Denpasar. Sample determination method used in this research is nonprobability sampling that is accidental.The collection of primary data through questionnaire, which the questionnaire distributed for the 395 young people as sample. Hypotheses were tested Partial Least Squares (PLS). Exploratory test is done first to determine the indicators in the study.

The test results show that attitudes towards the behavior, subjective norms, and perceived behavioral control have a positive and significant influence on the intention young people to invest stock in the capital market. This means that the young people has a positive attitude, gets support from the people around, and feels a bit of an obstacle to investing stock in the capital market so it’s make more intention to invest in the capital market.

Keywords: Intention to invest stock, attitude toward the behavior, subjective norms, perceived behavioral control, and theory planned behavior

(8)

viii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Investasi dan teknologi yang semakin berkembang menyebabkan niat masyarakat untuk mulai berinvestasi semakin meningkat, namun sangat disayangkan sekitar 240 juta penduduk Indonesia, jumlah investor pasar modal hanya sekitar 350 ribu saja. Jumlah tersebut kurang dari 1 persen total penduduk Indonesia (May, 2014). Kecilnya jumlah investor pasar modal Indonesia mengakibatkan aktivitas transaksi pasar modal didominasi oleh pemodal asing, sehingga investor Indonesia selama ini cenderung mengikuti arus pemodal asing yang memanipulasi arah pergerakan pasar (May, 2014).

Tingkat literasi keuangan yang rendah menyebabkan kecilnya niat berinvestasi masyarakat. Menumbuhkan niat berinvestasi dapat dimulai dari generasi muda. Generasi muda merupakan penerus bangsa yang memiliki sifat dinamis, berorientasi masa depan, terbuka, dan kreatif yang dapat mengubah keadaan suatu bangsa menjadi baik ( Tangdilintin, 2008). Investasi sejak usia muda telah banyak di sarankan oleh pakar saham karena akan menyebabkan investor memiliki waktu yang lebih banyak dalam berinvestasi sehingga investasi yang dimiliki akan lebih berkembang. Pentingnya mendorong generasi muda untuk berinvestasi saham karena hal ini dapat membangun pasar modal indonesia dan membentuk kemandirian ekonomi masyarakan di masa mendatang (Sidik, 2017). Universitas juga mulai menyadari pentingnya berinvestasi sedini mungkin

(9)

ix

dengan menjadikan materi pasar modal sebagai mata kuliah wajib yang harus di tempuh mahasiswa.

Investor ataupun calon investor dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologi (Truong, 2006). Selain itu investor dalam mengambil keputusan tidak selalu berdasarkan faktor-faktor rasional namun juga dipengaruhi oleh faktor irasional (Sehgal, 2012). Telah banyak muncul model-model penelitian mengenai hubungan psikologi dengan perilaku manusia, namun theory planned behavior paling memuaskan untuk diterapkan dalam mempelajari perilaku manusia dan psikologi (Cooke dan Sheeran, 2004).

Theory of planned behavior (teori perilaku terencana) pertama kali ditemukan oleh Ajzen (1985). Awalnya teori ini dikembangkan dari teori perilaku beralasan (theory of reasoned action). Theory of reasoned action mengasumsi bahwa manusia dalam berperilaku selalu dengan keadaan sadar dan mempertimbangkan segala informasi yang tersedia (Richard et al., 1989). Teori ini ditentukan oleh dua prediktor utama yaitu attitude toward the behavior (sikap terhadap perilaku) dan subjective norm (norma subjektif), setelah itu di temukan prediktor lain yaitu perceived behavioral control (kontrol perilaku persepsian) yang disebut Ajzen (1991) sebagai Theory Planned Behavior.

Sikap terhadap perilaku adalah kecenderungan yang dipelajari untuk memberikan respon kepada objek secara konsisten baik dalam rasa suka maupun tidak suka (Assael, 2001). Contohnya bila seseorang menganggap sesuatu bermanfaat bagi dirinya maka ia akan memberikan respon positif dan begitu pula

(10)

x

sebaliknya bila sesuatu tersebut tidak memberikan manfaat maka ia akan memberikan respon yang negatif. Seseorang yang menganggap bahwa berinvestasi saham sebagai sesuatu yang bermanfaat maka akan memberikan respon yang positif sedangkan apabila menganggap bahwa berinvestasi saham tidak memberikan manfaat maka akan memberikan respon yang negatif untuk mulai berinvestasi pada saham.

Norma subjektif cenderung lebih mengarah pada lingkungan sekitar yang mempengaruhi nilai-nilai seseorang. Setiap orang memiliki lingkungan yang berbeda sehingga berbagai pengaruh atau pandangan akan membentuk norma dan pandangan orang tersebut (Hariady, 2013). Bila seseorang yang berada di lingkungan yang menganggap bahwa berinvestasi saham adalah hal yang buruk dibandingkan dengan menabung di bank, maka orang tersebut akan lebih memilih menabung di bank dibandingkan berinvestasi di pasar saham.

Kontrol perilaku persepsian mempengaruhi niat seseorang lalu akhirnya mempengaruhi prilaku seseorang (Hariady, 2013). Kontrol perilaku persepsian mempengaruhi niat didasarkan atas asumsi bahwa kontrol perilaku yang dipersepsikan oleh individu akan memberikan motivasi pada orang tersebut (Ajzen, 2006). Contohnya uang atau dana yang dimiliki dapat digunakan sebagai alat kontrol yang nanti akan mempengaruhi niat seseorang untuk berinvestasi di pasar saham (Hariady, 2013).

Sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian ditemukan berpengaruh pada niat berinvestasi mahasiswa bisnis tingkat akhir oleh Philmore dan Tracey (2010). Hasil yang sama juga di paparkan oleh Ezama et al.

(11)

xi

(2014) dengan menyimpulkan bahwa model yang terdapat dalam teori planned behavior dapat menjadi model yang baik untuk menjelaskan perilaku individu investor. Model tersebut dapat menjelaskan 63% niat investasi serta 48% perilaku investasi. Penelitian dengan mengggunakan sampel investor di Vietnam juga menemukan hasil yang sama dimana tujuan investasi individu secara signifikan di pengaruhi oleh sikapnya terhadap investasi, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dipersepsikan (Cuong dan Zhou, 2014).

Norma subjektif ditemukan memiliki pengaruh pada niat berinvestasi di Colombo Stock Exchange, namun Sikap terhadap perilaku dan kontrol perilaku persepsian di temukan tidak berpengaruh pada niat berinvestasi (Dayaratne dan Wijethunga, 2015). Lau dan Yen (2001) menggunakan 178 kuesioner meunemukan bahwa hanya sikap yang mempengaruhi niat untuk berinvestasi dengan online trading,sedangkan norma subjektif dan kontrol perilaku persepsian tidak mempengaruhi niat berinvestasi investor yang berda di Hongkong.

Hasil yang tidak konsisten tersebut menyebabkan penelitian ini berusaha menguji kembali pengaruh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian pada niat berinvestasi saham dengan menggunakan generasi muda sebagai sampel. Exploratory test yang ditambahkan untuk menyusun kuesioner seperti pada penelitian Ajzen (2006) dan Mustikasari (2007) menyebabkan penelitian ini akan relatif berbeda dari penelitian lain. Penggunakaan Exploratory test akan menyebabkan indikator untuk masing-masing variabel yang diteliti akan berdasarkan karakteristik tempat penelitian dan karakteristik responden yang dilakukan.

(12)

xii

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan uraian pada latar belakang penelitian, maka masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut.

1) Apakah sikap terhadap perilaku berpengaruh pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal?

2) Apakah norma subjektif berpengaruh pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal?

3) Apakah kontrol perilaku persepsian berpengaruh pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Untuk membuktikan secara empiris pengaruh sikap terhadap perilaku pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal.

2) Untuk membuktikan secara empiris pengaruh norma subjektif pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal.

3) Untuk membuktikan secara empiris pengaruh kontrol perilaku persepsian pada niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal.

(13)

xiii

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat memberikan manfaat, baik manfaat secara teoretis maupun manfaat secara praktis.

1) Manfaat Teoretis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada teori planned behavior. Memiliki sikap yang positif, dukungan dari orang sekitar serta kontrol perilaku persepsian yang semakin tinggi diharapkan mampu mendorong peningkatan niat generasi muda untuk berinvestasi saham di pasar modal.

2) Manfaat praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi literasi keuangan untuk generasi muda agar membuat keputusan efektif terhadap investasi yang dapat meningkatkan keuangannya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :