IMPLEMENTSI AKAD RAHN TASJILI DI KSPPS NURI JATIM CABANG PASEAN
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan pengertian rahn (gadai) yang dikemukakan oleh beberapa ahli diatas, dapat diketahui bahwa rahn (gadai) adalah menahan barang jaminan yang bersifat materi
Esensi rahn tasjily sendiri identik dengan jaminan fidusia, karena definisi dari rahn tasjily adalah jaminan dalam bentuk barang atas utang tetapi barang jaminan
Pegadaian adalah kredit angsuran sistem fidusia (Kreasi) dimana barang jaminan tetap berada di tangan debitur (pemberi fidusia) dan bukti hak kepemilikannya berada di tangan
Rukun yang kedua adalah marhun bih, Syafi’iyyah dan Malikiyah menetapkan syarat utama, yaitu gadaian dilakukan dengan utang yang tetap dan wajib, barang yang
Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan marhun (barang) sampai hutang rahin (yang menyerahkan barang dilunasi). Marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik
Syarat al-marhun (barang yang dijadikan jaminan), adalah: (1) barang jaminan itu boleh dijual dan nilainya seimbang dengan utang; (2) barang jaminan itu bernilai dan
Dimyauddin (2015) mengatakan Rukun yang kedua adalah marhun bih, Syafi’iyyah dan Malikiyah menetapkan syarat utama, yaitu gadaian dilakukan dengan utang yang tetap dan
39 Adapun dalam bahasa yang akrab digunakan dalam hukum perundang-undangan dari gadai Rahn disebut dengan barang jaminan, agunan, dan rungguhan.40 Kemudian untuk pengertian dari Rahn