Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 59
ANALISIS PERBANDINGAN KEJADIAN NEAR MISS PADA PASIEN
OBSTETRI SEBAGAI PENYEBAB MORBIDITAS IBU
Comparative analysis of incident Near Miss at Obstetric Patient As Couse Of Mother Mordibity
Johariyah1*
1
STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Jl.Cerme No.24 Sidanegara Cilacap 53223
*
ABSTRAK
Maternal Near miss digunakan untuk menilai kualitas pelayanan obstetri di fasilitas kesehatan dan mengidentifikasi indikator near miss sebagai penyebab morbititas ibu. Metode dalam penelitian ini adalah analisis komparatif dengan membandingan kejadian near miss di RSUD Cilacap sebagai perwakilan dari Rumah Sakit Negeri dan Rumah Sakit Islam Fatimah sebagai rumah sakit swasta terbesar di Cilacap . Hasil akhir asuhan pada pasien dengan near miss di RSUD Cilacap dan RSI Fatimah adalah paling banyak pada kategori sehat yaitu sebesar 98,6% dan 97,9%. Sedangkan pasien Near miss yang meninggal di RSUD Cilacap sebanyak 0,9 % dan tidak ada pasien Near Miss yang meninggal di RSI Fatimah. Berdasarkan analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan kejadian near miss di RS Negeri dan Swasta. Berdasarkan hasil asuhan didapatkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara RS Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap.
Kata Kunci : near miss, obstetri, kualitas pelayanan ABSTRACT
Maternal Near miss is used to assess the quality of obstetric care in health facilities and identify indicators of near misses as the cause morbititas mother. The method in this research is a comparative analysis by comparing the incidence of near miss in Cilacap General Hospital as a representative of the State Hospital and the Hospital of Islam Fatimah as the largest private hospital in Cilacap. The final outcome of care in patients with a near miss at Hospital Cilacap and Fatimah RSI is at most in the healthy category that is equal to 98.6% and 97.9%. Near miss while patients who died in hospitals Cilacap at 0.9% and none of the patients who died in the Near Miss Fatimah RSI. Based on the analysis we found that there is a significant relationship between economic status with the incidence of near miss in the RS Public and Private. Based on the results obtained do not care significant there is a difference between public and private hospitals in the district of Cilacap.
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 60
PENDAHULUAN
Near miss adalah kondisi atau situasi dimana kecelakaan hampir terjadi. Secara sederhana dapat diterjemahkannya menjadi "hampir celaka atau nyaris mati". Jika suatu "near miss" telah terjadi, maka sudah pasti kecelakaan telah terjadi (bukan hampir celaka) sehingga near miss dapat dinyatakan dengan “nyaris mati”. Meskipun demikian near miss lebih dikenal secara
universal pada dasarnya menunjukkan
potensi kecelakaan yang telah terjadi (Taufik, 2002).
Kasus-kasus near miss sering tiba di Rumah Sakit yang dirujuk dalam kondisi
kritis di negara-negara berkembang.
Memahami alasan mengapa wanita tiba dirumah sakit ini dalam keadaan sekarat sangatlah penting untuk mengurangi kejadian dan kasus fatal komplikasi obstetri parah. Dalam tulisan ini mendiskusikan seberapa jauh audit hampir tidak tertolong/tertangani dapat memberdayakan tim rumah sakit untuk
mendokumentasikan dan membantu
mengurangi hambatan-hambatan bagi
perawatan obstetri dalam cara yang paling berguna dan membuat saran-saran yang
praktis pada wawancara. Tinjauan
menunjukan bukti bahwa tinjauan kasus dan pertanyaan rahasia tampak cocok dengan pemahaman keterlambatan. Audit berdasar kriteria dapat juga mencapai hal ini dengan membuat kriteria rujukan. Namun demikian,
staf rumah sakit memiliki perangkat
intervensi yang terbatas untuk
menghilangkan hambatan alamat bagi
perawatan emergensi di level masyarakat. Karenanya penting untuk melibatkan tim
manajemen setempat dan perwakilan
masyarakat untuk mengaudit pencarian dan penyembuhan perawatan kesehatan wanita
dengan komplikasi hampir tidak
tertolong/tertangani (Fillipi V, 2009 ).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Asri dkk (2004) Rumah Sakit di propinsi Jawa barat menyatakan bahwa prevalensi kejadian near miss di Rumah Sakit Umum mencapai 17.3 %, sedangkan di Rumah Sakit Swasta 4.2 % perdarahan dan hipertensi merupakan kasus yang terbanyak terjadinya near miss, gangguan disfungsi pembuluh darah adalah kriteria terbanyak dari disfungsi organ.
Kabupaten Cilacap memiliki daerah yang cukup luas dan dengan kondisi geografis yang berbeda di setiap wilayah, ada yang dataran, pegunungan bahkan berupa pulau dengan jumlah Rumah Sakit sebanyak 14 buah, 2 diantaranya adalah Rumah Sakit Negeri dan sisanya adalah Rumah Sakit Swasta. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan dalam bidang kebidanan yang ada yaitu sekitar 700 orang bidan dan 7 orang Dokter Spesialis Kandungan. Mayoritas pekerjaan masyarakat Cilacap adalah nelayan dan petani dengan penghasilan di bawah UMR
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 61
sebanyak 46,8%, dengan tingkat pendidikan terbanyak pada Tingkat SD (37,7%) dan terkecil pada Tingkat Perguruan Tinggi (0,2%). Hal ini jelas akan berpengaruh kepada situasi kesehatan ibu di kabupaten Cilacap. (Dinas Kesehatan Kab. Cilacap). Berdasarkan studi dokumentasi dari bagian Catatan Rekam Medik yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cilacap dapat diketahui jumlah kasus pasien obstetri sejumlah 4709 pasien dengan berbagai penyebab. Sedangkan pasien obstetri dilihat dari penyebab umum yang sering terjadi yaitu sejumlah 118 kasus dengan rincian sebagai berikut kasus eklampsia sebanyak 11 pasien, kasus pre eklampsia sebanyak 84 pasien dan kasus perdarahan sebanyak 23 pasien. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang analisis perbandingan kejadian near miss di Rumah Sakit Negeri dan Rumah Sakit Swasta di kabupaten Cilacap.
METODE
Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah analisis Komparatif dengan pendekatan retosspektif , yaitu pengambilan data yang dimulai dari keadjian kasus near miss
Prosedur Penelitian
Bagan 1. Prosedur penelitian
HASIL
Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni – Juli 2015 di Rumah sakit Umum Cilacap sebagai satu-satunya Rumah Sakit negeri di Kabupaten Cilacap dan Rumah Sakit Islam Fatimah sebagai Rumah Sakit swasta terbesar di Kabupaten Cilacap. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah seluruh kejadian Near miss yang terdapat di
kedua Rumah sakit tersebut. Teknik
pengambilan sampel adalah dengan
menggunakan total sampling. Karakteristik responden diambil dari data sekunder meliputi: kejadian, penyebab, status ekonomi dan hasil akhir asuhan.
Frekuensi Kejadian Penyebab : Preeklampsia/eklampsia Perdarahan Infeksi Status Ekonomi : Rendah tingggi
Hasil Akhir asuhan : Hidup
Hidup dengan cacat Status Ekonomi : Rendah tingggi
Kejadian Near Miss di Rumah Sakit Negeri
Kejadian Near Miss di Rumah Sakit Swasta
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 62
Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan semua variabel dalam penelitian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel yang didasarkan pada hasil analisa univariat. Adapun hasil penelitian gambaran kejadian near miss di rumah Sakit Negeri dan Swasta di kabupaten Cilacap tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Perbandingan Frekuensi kejadian Near miss di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Distribusi frekuensi kejadian Near miss di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013 terdapat pada tabel 1.
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kejadian Near Miss di Ruamh Sakit Pemerintah dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Kategori Near Miss Total pasien Obstetri F F % RS Negeri 215 25.421 0.84 RS Swasta 96 11.406 0,84 Sumber : Data sekunder RSUD Cilacap dan RSI
Fatimah Cilacap
Tabel 1 menunjukkan kejadian Near miss di Rumah Sakit negeri adalah sama dengan kejadian di Rumah Sakit swasta yaitu sebanyak 0,84%
Perbandingan Penyebab Kejadian Near Miss di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Distribusi frekuensi penyebab kejadian Near Miss di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013 terdapat pada tabel 2.
Tabel 2. Distribusi frekuensi Penyebab Kejadian Near Miss di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Kategori RS Negeri RS Swasta
F % F % Perdarahan Pr eklamsi Eklamsi 26 178 11 12,1 82,8 5,1 55 38 3 57,3 39,6 3,1 Jumlah 215 100 96 100
Sumber : Data sekunder RSUD
Cilacap dan RSI Fatima Cilacap tahun 2013
Tabel 2 menunjukkan bahwa data kasus near miss obstetri berdasarkan penyebab di RS Negeri sebagian besar disebabkan karena preeklampsia yaitu sebanyak 178 kasus (82,8%) dan sebagian kecil disebabkan karena eklampsia yaitu sebanyak 11 kasus (5,1%), sedangkan di RS Swasta paling banyak disebabkan karena perdarahan yaitu sebanyak 55 kasus (57,3%) dan paling sedikit disebabkan karena eklampsia yaitu sebanyak 3 kasus (3,1%).
Perbandingan status ekonomi pasien Near miss Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap Tahun 2013
Status ekonomi pasien Near miss Rumah Sakit Negeri dan Swasta mengunakan indicator kepesertaan BPJS dengan ketentuan Tinggi : untuk Pasien umum dan BPJS umum dan rendah untuk kepesertaan BPJS
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 63
Miskin di Kabupaten Cilacap Tahun 2013 terdapat pada tabel 3.
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Status ekonomi pasien Near miss Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap Tahun 2013
Kategori RS Negeri RS Swasta F % F % Umum Askes /jamsostek Askes Miskin 56 39 120 26 18,1 55,9 47 12 37 48,9 12,5 38,6 Jumlah 215 100 96 100
Sumber: Data sekunder RSUD Cilacap dan RSI Fatimh Cilacap tahun 2013
Tabel 3 menunjukkan bahwa status ekonomi pasien dengan near miss di RS negeri paling banyak pada kepesertaan BPJS Miskin yaitu sebanyak 55,9% dan paling sedikit pada kategori BPJS Umum yaitu sebanyak 18,1 %., sedangkan pada RS Swasta paling banyak pada kategori Pasien Umum yaitu sebanyak 48,9 % dan paling sedikit pada kategori BPJS umum yaitu sebanyak 12,5%. Hasi hasil tersebut bisa
disimpulkan bahwa berdasarkan status
ekonomi pasien near miss di RS negeri adalah sebagian besar berasal dari tingkat ekonomi rendah yaitu sebesar 55,9% dan
44,1% pada tingkat ekonomi tinggi.
Sedangkan pasien di RS swasta paling banyak pada kategori tinggi yaitu sebesar 61,4% dan paling sedikit pada kategori rendah yaitu sebesar 38,6%.
1. Perbandingan Karakteristik Hasil
asuhan pada pasien Near Miss di
Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Distribusi frekuensi Karakteristik Hasil asuhan pada pasien Near Miss di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Distribusi frekuensi Karakteristik Hasil asuhan pada pasien Near Miss di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Kategori RS Negeri RS Swasta
F % F % Sehat Hidup cacat/ Meninggal 212 1 2 98,6 0,5 0,9 94 2 0 97,9 2,1 0 Jumlah 215 100 96 100
Sumber: Data sekunder RSUD Cilacap dan RSI Fatima Cilacap tahun 2013
Tabel 4 menunjukkan bahwa hasil akhir asuhan pada pasien dengan near miss di RS negeri dan Swasta adalah sehat yaitu sebesar 98,6% dan 97,9%. Sedangkan yang meninggal di RS negeri sebanyak 0,9 % dan tidak ada yang meninggal di RS swasta. Berdasarkan hal tersebut bisa disimpulkan bahwa untuk hasil akhir asuhan pada pasien near miss di RS negeri adalah sebagaian besar adalah baik yaitu sebanyak 98,6% dan 1,4 % tidak baik. Selanjutnya di RS Swasta 97, 9 dalam keadaan baik dan 2,1 % tidak baik.
2. Hubungan antara status Ekonomi dengan kejadian Near Miss di RS Negeri dan Swasta di kabupaten Cilacap tahun 2013
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 64
Gambaran analisis hubungan antara status ekonomi dengan kejadian near miss di RS Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Hubungan antara Status Ekonomi dengan Kejadian Near Miss di RS Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Krite ria
Rumah Sakit X2 Nil ai P OR Negeri Swasta F % F % Ting gi 95 44, 1 59 61, 4 7, 92 0 0,0 05 3,841 Rend ah 120 55, 9 37 38, 6 215 100 96 100
Berdasarkan tabel 5.5 didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan pemilihan Rumah Sakit. Hal tersebut bisa diartikan bahwa masyarakat dengan status ekonomi rendah cenderung lebih memilih untuk di rawat di Rumah Sakit negeri.
3. Hubungan antara hasil asuhan pasien dengan near miss di RS Ngeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap Gambaran analisis hubungan hasil asuhan pada pasien dengan kejadian Near miss di RS Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Hubungan Hasil Asuhan Pada Pasien dengan Near Miss di RS Negeri dengan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Kriteri a
Rumah Sakit X2 Nilai P OR Negeri Swasta F % F % Baik 212 98, 6 94 97, 9 0.199 0,65 6 1,5 Tidak baik 3 1,4 2 2,1 215 100 96 100
Berdasarkan tabel 6 didapatkan
bahwa tidak terdapat perbedaan yang siginifikan hasil akhir asuhan pada pasien dengan Near Miss antara RS negeri dengan Swata di Kabupaten Cilacap.
PEMBAHASAN
Perbedaan Frekuensi kejadian Near miss Di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Hasil penelitian menyatakan bahwa kasus near miss yang terjadi di RSUD Cilacap tahun 2013 terdapat 215 kasus (0,84%) near miss dari seluruh pasien obstetri sejumlah. Bahwasanya kasus near miss disebabkan oleh perdarahan, pre eklampsia/eklampsia, dan infeksi. Kejadian near miss semakin menurun karena saat ini banyaknya tenaga medis profesional yang
terlatih sehingga dalam penanganan
kegawatdaruratan obstetri dapat segera
tertangani. Banyaknya kasus near miss yang didapatkan dalam penelitian ini karena rujukan, pasien sampai ke Rumah Sakit sudah dalam keadaan near miss bukan near miss karena penanganan Rumah Sakit. Penelitian lain yang dilakukan di rumah sakit umum di Serang dan Pandeglang pada bulan
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 65
November 2003 sampai dengan bulan Oktober 2004, diketahui terdapat 484 kasus (40,2%) near miss dari seluruh pasien obstetri sejumlah 1203 kasus. Hasil
penelitian menunjukkan kejadian yang
ditemukan lebih rendah dari kejadian sebelumnya. Begitu juga di RSI Fatimah didapatkan sebanyak 0,84 % dari seluruh pasien Obstetri selama tahun 2013. Hal ini menunjukkan bahwa tidak tedapat perbedaan kejadian near miss antara RS Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap. Hal ini
menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan kualitas asuhan yang dilakukan antara RS Negeri dengan Swasta di Kabupaten Cilacap. Hal ini dimungkinkan semakin meningkatnya kualitas Sumber daya Manusia yang terdapat di kedua RS tersebut. Selain itu dimungkinkan juga karena adanya penerapan akreditasi RS yang semakin membuat RS membuat pedoman asuhan yang terstandar dan pelaksanaan standar yang telah ditetapkan secara konsisten. Selain itu semakin giatnya baik RS negeri maupun Swasta di Kabupaten Cilacap untuk secara konsisten melaksanakan system Pasien safety
sehingga dapat meminimalkan risiko
kejadian Near miss di Rumah Sakit.
a. Perbedaan Penyebab Kejadian Near Miss Di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian didapatkan bahwa data kasus near miss obstetri berdasarkan penyebab di RS Negeri sebagian besar
disebabkan karena preeklampsia yaitu
sebanyak 178 kasus (82,8%) dan sebagian kecil disebabkan karena eklampsia yaitu sebanyak 11 kasus (5,1%), sedangkan di RS Swasta paling banyak disebabkan karena perdarahan yaitu sebanyak 55 kasus (57,3%) dan paling sedikit disebabkan karena eklampsia yaitu sebanyak 3 kasus (3,1%). Bahwasanya perdarahan postpartum yang berkelanjutan, darah yang keluar terus menerus bisa menyebabkan hipovolemia dan anemia, Kondisi ini dapat mengancam jiwa ibu, Banyaknya kasus near miss karena perdarahan postpartum dini di RSUD Cilacap disebabkan atonia uteri dan retensio plasenta. Sebab paling umum perdarahan postpartum dini yang berat adalah atonia uteri, retensio plasenta , uterus dan vagina yang terkoyak, dan uterus yang turun (inversi). Sedangkan perdarahan postpartum lanjut sering diakibatkan oleh penyusutan rahim yang tidak baik atau sisa plasenta (Rukmini, 2009).
Perdarahan dapat terkait produksi cairan ketuban atau ketuban pecah terlalu dini (sebelum proses persalinan). Adapun perdarahan postpartum, antara lain, karena gangguan pada rahim, pelepasan plasenta, robekan jalan lahir, dan gangguan faktor
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 66
pembekuan darah. Risiko akan meningkat, antara lain, pada ibu hamil yang menderita anemia dan rahim teregang terlalu besar karena bayi besar (perdarahan penyebab kematian ibu, 2010)
Kasus near miss yang paling sedikit disebabkan karena infeksi sebanyak 1 kasus (1.6%), hal ini dikarenakan sudah banyaknya obat antibiotik yang tersedia dan fasilitas yang memperhatikan keseterilan alat, serta program pemerintah dalam menggerakan pencegahan infeksi sudah berjalan. Penelitian lain yang dilakukan di rumah sakit umum di Serang dan Pandeglang pada bulan november 2003 sampai dengan bulan oktober 2004, diketahui penyebab kasus near miss paling
banyak adalah perdarahan postpartum
sebanyak 182 kasus (37,6%)dari 484 kasus near miss yang terjadi. Sedangkan penyebab kasus near miss yang paling sedikit adalah infeksi sebanyak 1 kasus (0,2%). Hasil
penelitian menunjukkan kejadian yang
ditemukan lebih tinggi dari kejadian
sebelumnya.
b. Perbedaan Status Ekonomi Pasien Near Miss Di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa berdasarkan status
ekonomi pasien near miss di RS negeri adalah sebagian besar berasal dari tingkat ekonomi rendah yaitu sebesar 55,9% dan
44,1% pada tingkat ekonomi tinggi.
Sedangkan pasien di RS swasta paling banyak pada kategori tinggi yaitu sebesar 61,4% dan paling sedikit pada kategori rendah yaitu sebesar 38,6%.
Faktor sistem jaminan sosial atau pembiayaan kesehatan, seperti Jamkesmas atau Jampersal memang dirancang untuk membantu masyarakat yang berasal dari kalangan sosial ekonomi lemah. Hal ini dikarenakan banyak keputusan medis yang diambil terkait terkait dengan keadaan ekonomi, contohnya dalam memilih dan menentukan rujukan seorang pasien sangat
tergantung dengan kondisi ekonomi.
Seringkali pasien menolak untuk dirujuk karena tidak memiliki biaya untuk membayar
RS Rujukan dan biasanya keputusan
financial diambil oleh suami. Hal ini bisa dilihat dari proporsi kondisi ekonomi pasien near miss di RS negeri yang mayoritas berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah. Sedangkan di RS Swasta mayoritas berasal dari keluarga dengan status ekonomi yang tinggi. Hal ini dimungkinkan karena pasien dengan konsisi ekonomi yang tinggi akan lebih senang jika dirujuk ke RS Swasta dengan alasan pelayanan di RS Swasta akan lebih baik. Padahal apabila dilihat dari kejadian near miss di RS Swasta dan Negeri tidak menunjukkan ada perbedaan kualitas asuhan.
Berdasarkan hasil analisis dapat
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 67
signifikan antara status ekonomi dengan kejadian near miss. Hal ini dimungkinkan bahwa pasien yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah menjadikan
mereka melakukan pertimbangan yang
sangat lama untuk merujuk pasien. Walaupun dengan pembiayaan Askes miskin, akan tetapi biaya rujukan juga termasuk sewa kendaraan dan biaya akomodasi untuk penunggu dan keluarga selama di Rumah Sakit. Hal ini tentu saja perlu mendapatkan perhatian dari RS yang ada di Cilacap, seperti dengan menyediakan ambulan gratis dengan sistem jemput bola ke rumah pasien. Sehingga akan mengurangi kekhawatiran keluarga terhadap rujukan.
c. Perbedaan Hasil Asuhan Pasien Near Miss Di Rumah Sakit Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap tahun 2013
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk hasil akhir asuhan pada pasien near miss di RS negeri adalah sebagaian besar adalah baik yaitu sebanyak 98,6% dan 1,4 % tidak baik. Selanjutnya di RS Swasta 97, 9 dalam keadaan baik dan 2,1 % tidak baik. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cilacap dalam penanganan kasus near miss selain tepat serta cepat juga memperhatikan kelangsungan hidup pasien, sehingga keadaan akhir dari near miss dapat terselamatkan dengan baik. Penelitian lain yang dilakukan di rumah sakit umum di
Serang dan Pandeglang pada bulan
November 2003 sampai dengan bulan Oktober 2004, diketahui dari seluruh kasus near miss yang terjadi terdapat 446 kasus (92,1%) yang hidup dan 38 kasus (7,9%) yang mati dari 484 kasus near miss yang terjadi. Hal tersebut menunjukkan bahwa penanganan terhadap kasus near miss telah dilakukan dengan tepat sehingga angka kematian dan kesakitan pada ibu dapat dikurangi.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil asuhan pasien dengan near miss di RS Negeri dengan RS swata di Kabupaten Cilacap tahun 2013. Hal ini dimungkinkan karena tim medis yang menangangi pasien di kedua RS tersebut adalah sama, sehingga hasil asuhan yang dilakukan sama. Selain itu RS swasta dan Negeri di kabupaten Cilacap memiliki fasilitas yang hamper sama, sehingga ketepatan dalam penanganan kasus near miss juga sama.
Secara kualitatif didapatkan perbedaan hasil akhir asuhan pasien dengan near miss antara RS Negeri dan Swasta, di mana hasil akhir asuhan di RS Negeri sedikit lebih baik dibandingkan dengan swasta. Hal ini dimungkinkan tenaga medis di RS Negeri lebih cepat dan tepat dalam penanganan kejadian near miss, karena di RS Negeri dokter dan timnya siap secara full time. Sedangkan di RS swasta tenaga medisnya
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 68
tidak full time, sehingga dimungkinkan penanganannya menjadi lebih lama.
Sebenarnya angka kematian dan near miss pada ibu dapat dikurangi dengan berbagai usaha perbaikan dalam pelayanan kesehatan obstetri. Kegagalan dalam penangangan kasus kedaruratan obstetri dapat mengakibatkan near miss, pada umumnya near miss disebabkan oleh kegagalan dalam mengenal risiko kehamilan, keterlambatan rujukan, kurangnya sarana yang memadai untuk perawatan ibu hamil dengan risiko tinggi maupun pengetahuan tenaga medis, paramedis, dan penderita dalam mengenal kehamilan risiko tinggi (KRT) secara dini, masalah dalam pelayanan obstetri, maupun kondisi ekonomi (Rukmini, 2009)
KESIMPULAN
1. Frekuensi kejadian Near Miss pada RS negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap adalah sama yaitu sebanyak 0,84%
2. Kasus near miss obstetri berdasarkan penyebab di RS Negeri sebagian besar disebabkan karena preeklampsia yaitu sebanyak 178 kasus (82,8%) dan sebagian kecil disebabkan karena eklampsia yaitu sebanyak 11 kasus (5,1%), sedangkan di RS Swasta paling banyak disebabkan karena perdarahan yaitu sebanyak 55
kasus (57,3%) dan paling sedikit
disebabkan karena eklampsia yaitu
sebanyak 3 kasus (3,1%).
3. Berdasarkan status ekonomi pasien near miss di RS negeri adalah sebagian besar berasal dari tingkat ekonomi rendah yaitu sebesar 55,9% dan 44,1% pada tingkat ekonomi tinggi. Sedangkan pasien di RS swasta paling banyak pada kategori tinggi yaitu sebesar 61,4% dan paling sedikit pada kategori rendah yaitu sebesar 38,6%. 4. Asuhan pada pasien near miss di RS
negeri adalah sebagaian besar adalah baik yaitu sebanyak 98,6% dan 1,4 % tidak baik. Selanjutnya di RS Swasta 97, 9 dalam keadaan baik dan 2,1 % tidak baik Terdapat perbedaan yang siginifikan antara status ekonomi pada pasien Near Miss di RS negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap Tahun 2013.
5. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil asuhan pasien dengan Near miss di RS Negeri dan Swasta di Kabupaten Cilacap Tahun 2013
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dirjen Dikti atas terselenggara penelitian dan UPT Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap atas diterbitkannya artikel penelitian ini.
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Vol. IX, No. 1. Maret 2016 69
DAFTAR PUSTAKA
Aryadin (2004). Nyaris Meninggal Maternal diperoleh tanggal 21 April 2014 Adisasmita dkk. (2008) . Obstetric near
miss and deaths in public and private
hospital in Indonesia ’.BMC
Pregnancy and Childbirth’.l no 12 Maret 2008
Farah Dv. (2010). Faktor Penyebab Kematian Maternal diperoleh tanggal 19 April 2014
Fillipi V (2009). ‘Near miss audit in Obstetrics’, Best Practice and
Research Clinical Obstetrics and
Ginaecology. Vol. 23 no 3 Juni 2009 Lombaard H (2009).’ ’Near miss audit in
Obstetrics’. Best Practice and Research Clinical Obstetrics and Ginaecology. Vol. 23 no 3 Juni 2009
Lutan Delfi (1998). Sinopsis Obstetri: Obstetri Patologi. Jakarta : EGC
Martaadisoebrata, D (2005). Obstetri dan Ginekologi Sosial Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Notoatmodjo, (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta
Ronsmans C (2009). ’Near miss audit in Obstetrics’. Best Practice and Research Clinical Obstetrics and Ginaecology. Vol. 23 no 3 Juni 2009
Roosmalen JV (2009).’ ’Near miss audit in Obstetrics’. Best Practice and Research Clinical Obstetrics and Ginaecology. Vol. 23 no 3 Juni 2009
Say L, (2009), ‘Near miss audit in Obstetrics’, Best Practice and Research Clinical Obstetrics and Ginaecology, Vol. 23, no.3, Juni 2009
Purworejo 1990-1995. Majalah Obstetri dan Ginekologi, Jakarta
Rukmini Wilujeng , L (2009). Penyebab Kematian Maternal diperoleh tanggal 20 april 2015
Taufik, S (2002). Faktor Risiko (Nyaris mati) Kematian Maternal di RSUD Dr. Sarjito. Periode 1997-2001. Majalah Obstetri dan Ginekologi, Jakarta
Suyanto, P (2002) Jurnal Kematian Maternal dan nyaris mati di RSUD
Wiknjosastro, H (2005). IlmU Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo