Sejumlah anak usaha BUMN proses IPO.
Alfa Energi bidik Rp 160 miliar dari IPO.
LEAD rugi US$ 21 juta tahun lalu.
Efisiensi membatasi penurunan laba bersih DSNG.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P
erdagangan saham kemarin
kembali didominasi tekanan
jual dalam rentang konsolidasi
terimbas sentimen negatif kawa‐
san Asia. IHSG kemarin ditutup
koreksi 8,851 poin (0,16%) di
5393,764, dengan support seder‐
hana bertahan di 5390 dan resis‐
ten di 5420. Pasar terlihat kurang
bergairah. Kekhawatiran kenaikan
bunga FFR pada pertemuan Maret
ini diperburuk dengan data perda‐
gangan China Februari lalu yang di
bawah perkiraan. Neraca Perda‐
gangan China Februari lalu, secara
tak terduga, mengalami defisit
USD9,15
miliar,
dibandingkan
perkiraan
sebelumnya
surplus
USD27,8 miliar dan bulan sebe‐
lumnya surplus USD51,4 miliar. Ekspor China Februari lalu turun 1,3% (yoy)
di bawah perkiraan naik 12,3% dan bulan sebelumnya naik 7,9%.
Sedangkan impor China Februari lalu melonjak 38,1% (yoy) di atas
perkiraan naik 20% dan bulan sebelumnya 16,7%. Memburuknya kinerja
perdagangan China Februari lalu telah menekan pasar saham Asia kemarin.
Memburuknya data perdagangan China Februari lalu turut menekan harga
sejumlah komoditas logam dan berimbas pada tekanan di harga saham sek‐
toral berbasiskan komoditas tambang logam. Sementara Wall Street tadi
malam kembali ditutup di teritori negatif menyusul anjloknya harga minyak
mentah. Indeks DJIA dan S&P masing‐masing koreksi 0,33% dan 0,23% di
20855,73 dan 2362,98. Harga minyak mentah di AS tadi malam anjlok 5,5%
di USD50,19/barel menyusul data Energy Information Administration (EIA)
cadagangan minyak mentah AS pekan lalu melonjak 8,2 juta barel di atas
perkiraan 1,1 juta barel. Pasar juga mengantisipasi rencana kenaikan bunga
FFR pada pertemuan FOMC pekan depan setelah data tenaga kerja tadi ma‐
lam merilis penambahan angkatan kerja hingga 298 ribu Februari lalu di atas
perkiraan 184 ribu. Data tenaga kerja ini memicu keyakinan pasar akan ke‐
naikan bunga FFR bulan ini. Yield obligasi AS 10 yr tadi malam naik 2% d
2,56% merespon data tenaga kerja AS tersebut.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung
koreksi menyusul meningkatnya prospek kenaikan bunga di AS dan koreksi
di harga komoditas energi dan logam. IHSG diperkirakan bergerak di 5370
hingga 5420.
S1 5370 S2 5350 R1 5420 R2 5445
Index Last Chg % DJIA 20855.73 (55.72) (0.27) S&P 500 2362.98 (4.02) (0.17) FTSE 100 7334.61 (4.38) (0.06) CAC 40 4960.48 5.48 0.11 DAX 11967.31 1.17 0.01 NIKKEI 225 19254.03 (29.38) (0.15) HANGSENG 23782.27 101.20 0.43 STI 3145.29 14.85 0.47 SHENZHEN 2024.28 (7.35) (0.36) SHANGHAI 3240.67 (1.74) (0.05) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 50.20 (2.62) (4.96) CPO (RM/M.T) 2859.00 0.00 0.00 Gold (USD/T.oz) 1208.10 (8.40) (0.69) Nikel (USD/M.T 10955.00 (5.00) (0.05) Timah (USD/M.T) 19330.00 55.00 0.29 Coal (USD/M.T) 77.70 (0.65) (0.83) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13370.00 34.00 0.25 USD/EUR 1.054 (0.00) (0.28) JPY/USD 114.43 0.64 0.56 IDR/SGD 9436.17 (58.12) (0.61) IDR/AUD 10066.20 (106.20) (1.04) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 28.69 3836 (0.47) (1.61)Top Gainers IDR % Chg
BULL‐W 50 4,900.00 49
FPNI 206 34.60 53
NAGA 199 25.90 41
RIMO 320 25.00 64
TALF 312 24.80 62
Top Losers IDR % Chg
GDYR 1,650 (25.00) (550) MKNT 452 (23.40) (138)
DPNS 306 (23.10) (92)
INDR 765 (19.50) (185) RDTX 7,350 (18.80) (1,700)
Top Value IDR % (miliar)
SRIL 402 (4.30) 630 B
BBCA 15,500 0.30 541 B
MYRX 123 (3.10) 478 B
LPPF 13,050 (1.10) 459 B BBRI 12,000 0.00 391 B
Top Volume IDR % (juta)
MYRX 123 (3.10) 3,834.431 SRIL 402 (4.30) 1,532.176 DEWA 74 0.00 1,041.854 BRMS 95 (1.00) 980.008 TRAM 93 (9.70) 609.481 IHSG 5,393.76 Change (8.86) Change (%) (0.16) Change (%/ytd) 1.83
Total Value (IDR triliun) 5.962 Total Volume (miliar saham) 11.164 Net Foreign Buy (IDR miliar) 246.000
News Update
2
Sejumlah anak usaha BUMN proses IPO. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan, sejumlah anak perusahaan BUMN sedang melakukan proses penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2017 ini. Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, saat ini, anak usaha BUMN itu telah melakukan proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diharapkan prosesnya segera selasai dan sahamnya dapat segera dicatatkan di lantai perdagangan BEI. Ia menilai proses IPO anak usaha BUMN itu relatif lebih mudah dibandingkan induknya. "Kalau BUMN-nya itu perlu 25 tahap untuk bisa IPO. Kalau anaknya bisa lebih cepat," katanya. Tito Sulistio juga mengatakan bahwa selain anak usaha BUMN, sejumlah perusahaan swasta juga turut menyatakan minatnya melakukan IPO, salah satu di antaranya PT Alfa Energi Investama. Direktur Utama Alfa Energi Investama, Aris Munandar mengatakan, pihaknya merencanakan untuk melepas sekitar 23 persen sahamnya ke publik melalui mekanisme IPO dengan target dana yang diraih sekitar Rp125 miliar hingga Rp160 miliar. Ia mengemukakan bahwa pihaknya menggunakan laporan kinerja tahun buku Desember 2016 sebagai salah satu syarat pengajuan IPO. PT Lautandhana Securindo ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO itu. Alfa Energi Investama merupakan perusahaan di bidang batubara di Kalimantan Timur dengan total aset sekitar Rp400 miliar. (Kontan)
Alfa Energi bidik Rp 160 miliar dari IPO. PT Alfa Energi Investama bersiap melepas saham ke publik melalui penawaran perdana saham alias Initial Public Offering (IPO). Perusahaan batubara ini membidik dana sebesar Rp 125 miliar hingga Rp 160 miliar dari aksi korporasi tersebut. Aris Munandar, Direktur Utama Alfa Energi mengatakan, perseroan akan melepas sekitar 23% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Alfa Energi sudah menunjuk Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana efek. ""Dana ini untuk melunasi utang, modal kerja, dan ekspansi seperti menambah kapasitas pelabuhan,"" ujarnya usai mini expose di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (8/3). Perseroan menggunakan laporan keuangan Desember 2016 sebagai dasar valuasi. Sehingga, target listing di bursa diperkirakan pada Juni 2017 mendatang. Perusahaan ini bergerak dalam bisnis batubara di Kalimantan Timur dengan total aset sekitar Rp 400 miliar. Saat ini total kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahun dan produksi batubara 400.000 ton per tahun. Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan BEI sebelumnya mengatakan, masih ada beberapa calon emiten yang bakal mencatatkan diri di BEI. Misalnya saja PT Sariguna Primatirta, PT Terregra Asia Energy, PT Sanur Hasta Mitra, PT Cahaya Sakti Investindo, dan juga PT Pelayaran Tamarin Samudera. Sebelumnya, PT Bintraco Dharma dan PT Nusantara Pelabuhan Handal juga sudah mulai melakukan penawaran awal ke investor. Nusantara Pelabuhan akan mengantongi dana Rp 308,58 miliar dari IPO dengan melepas 576,8 juta saham baru atau 20,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh di harga Rp 535 per saham. Sementara itu, Bintraco Dharma menawarkan 150 juta saham baru atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga IPO itu ditetapkan sebesar Rp 1.750 hingga Rp 2.300 per saham. Tahun 2017, BEI menargetkan 35 emiten baru. Beberapa emiten anak usaha BUMN juga direncanakan bakal meramaikan perhelatan IPO pada tahun ini. (Kontan)"
LEAD rugi US$ 21 juta tahun lalu. Kinerja emiten perkapalan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) sepanjang tahun lalu tertekan. Perseroan mencatat rugi bersih US$ 20,96 juta. Padahal, periode 2015, LEAD masih mencatat laba bersih US$ 49.293. Tekanan ini sudah terlihat dari top line LEAD. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Rabu (8/3), pendapatannya turun sekitar 32% year on year (yoy) menjadi US$ 32,51 juta. Beban pokoknya mengecil sekitar 9% yoy menjadi US$ 30,36 juta. Tapi, karena turunnya pendapatan, maka porsi beban pokok terhadap pendapatan LEAD membengkak jadi 94% dari sebelumnya hanya 70%. Akibatnya, laba kotor LEAD 2016 anjlok 84% yoy menjadi UIS$ 13,58 juta. Tekanan bertambah setelah LEAD mencatat beban operasi lainnya sebesar US$ 10,48 juta. Angka itu lompat hampir 190 kali lipat dari sebelumnya hanya US$ 55.545. Alhasil, LEAD mulai mencatat rugi usaha sebesar US$ 13,79 juta. Tekanan ini terus berlanjut hingga mempengaruhi laba bersih perseroan. (Kontan)
Efisiensi membatasi penurunan laba bersih DSNG. Kinerja PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tahun buku 2016 tertekan. Namun, tekanan itu tak sampai membuat laba bersihnya terjun. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Rabu (8/3), pendapatan DSNG tahun lalu tercatat Rp 3,94 triliun. Angka ini turun sekitar 11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 4,42 triliun. Namun, penurunan itu hanya berimbas penurunan sebesar 7% pada laba bersih perseroan. Tahun lalu, emiten perkebunan itu mencatat laba bersih Rp 250,71 miliar dari sebelumnya Rp 280,45 miliar. Hal ini terjadi karena efisiensi yang dilakukan. Efisiensi terlihat dari turunnya beban pokok DSNG sebesar 8% year on year (yoy) menjadi Rp 2,99 triliun. Tapi, karena turunnya pendapatan, porsi beban [pokok terhadap pendapatan konsolidasi DSNG membesar jadi 75% dari sebelumnya 73%. Sehingga, DSNG mencatat penurunan laba kotor sekitar 19% menjadi Rp 948,87 miliar. Untungnya, DSNG mampu menurunkan beban penjualan menjadi Rp 194,77 miliar dari sebelumnya Rp 262,94 miliar. Pada saat yang bersamaan, kerugian kurs perseroan juga mengecil jadi Rp 5,79 miliar dari sebelumnya Rp 6,3 miliar. Efisiensi pada pos-pos keuangan itu yang membuat bottom line DSNG tak jatuh terlalu dalam. Seiring dengan perolehan laba bersih itu, maka laba bersih per saham DSNG saat ini tercatat Rp 23,97 per saham, turun sekitar 9% yoy dari sebelumnya Rp 25,5 per saham. (Kontan)Stock Picks
3ADRO 1660‐1770. Harga saham emiten batubara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) kemarin bergerak fluktuatif sempat
menguat di kisaran resisten Rp1750 namun ditutup di Rp1695 stagnan dari hari sebelumnya. Sentimen pasar kemarin
digerakkan oleh rilis kinerja 2016 nya. Sejak Januari tahun ini pergerakan harga sahamnya cenderung sideways. Level
support di kisaran Rp1660 hingga Rp1680. Tahun lalu perseroan berhasil mencatatkan kinerja yang solid terutama
ditopang keberhasilan menjalankan efisiensi biaya produksi dan keuntungan dari hasil akuisisi tambang tahun lalu.
Laba bersih 2016 lalu melonjak 119,51% mencapai USD334,62 juta berbanding USD152,44 juta di tahun 2015. Marjin
bersih melonjak mencapai 13,25% dari 5,68%. Pencapaian laba bersih tersebut melampaui perkiraan kami
sebelumnya sebesar USD291,5 juta. Tahun lalu lonjakan laba bersih didukung oleh turunnya biaya produksi 22%
seiring turunnya stripping ratio menjadi 4,45x di bawah target sebelumnya 4,71x. Hal ini mendorong marjin kotor
menjadi 27,15% dari 20,24%. Sedangkan pendapatan usaha perseroan tahun lalu turun 6% menjadi USD2,52 miliar
dari USD2,68 miliar terutama dikarenakan harga jual rata‐rata batubara turun 8%. Volume penjualan batubara
perseroan tahun lalu mencapai 54,1 juta ton relatif stabil dari tahun sebelumnya. Volume produksi mencapai 52,6
juta ton. Tahun lalu perseroan juga membukukan keuntungan dari akuisisi IndoMet Coal di Maruwai yang sebelumnya
dimiliki BHP sebesar USD196,84 juta karena harga pembelian lebih rendah daripada nilai wajar aset neto yang dibeli.
Kemudian perseroan tahun lalu tidak lagi membukukan kerugian dari penurunan nilai atau investasi pada entitas
asosiasi dimana tahun sebelumnya menderita rugi USD65,16 juta. Marjin bersih perseroan tahun lalu melonjak
mencapai 13,25% dari hanya 5,68%. EPS 2016 sebesar USD0,01046 atau setara Rp139,64 dengan kurs
1USD=Rp13350. Tahun ini perseroan menargetkan volume produksi batubara sekitar 52‐54 juta ton relatif sama
dengan tahun sebelumnya. Harga jual rata‐rata batubara tahun ini diperkirakan naik sekitar 10,6% di kisaran USD50/
mt. Tahun ini volume penjualan batubara diperkirakan mencapai 54,8 juta ton. Tahun ini proyeksi pendapatan usaha
mencapai USD2,75 miliar atau naik 9%. Sedangkan di bottom line, marjin diperkirakan 12,17% atau laba bersih
mencapai USD334,85 juta atau relatif stagnan dari tahun lalu. EPS proyeksi 2017 diperkirakan USD0,01047 atau setara
dengan Rp139,77 dengan asumsi 1USD=Rp13350. Kemarin harga sahamnya tutup di Rp1720, setelah penguatan
tertahan di resisten di Rp1750. Sebelumnya diperkirakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x
(E/17) atau mencapai Rp1956. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 15,4%. Katalis pergerakan harga sahamnya
dalam waktu dekat adalah rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2016 yang diperkirakan sebesar 50% laba
bersih atau sebesar USD0,00523 atau setara Rp69,82/saham dengan kurs 1USD=Rp13350. Akhir Desember lalu
perseroan telah membagikan dividen interim sebesar USD0,0033/saham atau setara dengan Rp25,62/saham. Dividen
final yang berpeluang dibagi diperkirakan mencapai Rp44,2/saham. Dari harga saat ini di Rp1695, pemodal
berpeluang mendapatkan yield 2,6%. Buy on Weakness, SL 1600
4
Stock Picks
RALS 1145‐1240.
Harga saham emiten perdagangan ritel, Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), kemarin
berhasil rebound setelah harganya mengalami tekanan jual selama sepekan terakhir. Kemarin harga
sahamnya tutup di Rp1185, setelah sempat menguat hingga Rp1230. Tekanan jual tertahan di Rp1075 dan
saat ini support bergeser ke atas di Rp1145. Target resisten terdekat di Rp1240 dengan pendekatan
Fibonacci Retracement (FR). Posisi harga sahamnya dengan pendekatan RSI sudah berada di area oversold
turut menopang terjadinya technical rebound. Akhir tahun lalu harga sahamnya tutup di Rp1195. Pemodal
saat ini tengah menanti rilis laba 2016. Sebelumnya diberitakan perseroan sepanjang tahun lalu berhasil
mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 6,4% atau mencapai Rp8,3 triliun dari tahun sebelumnya
Rp7,78 triliun. Sedangkan laba bersih tahun lalu diperkirakan mencapai Rp506,27 miliar atau tumbuh
50,65% dari tahun sebelumnya Rp336,05 miliar. EPS 2016 diperkirakan Rp71,34. Sedangkan untuk tahun ini
target pertumbuhan penjualan diperkirakan 10% mencapai Rp9,13 triliun. Sedangkan laba bersih
diperkirakan mencapai Rp639,06 miliar atau tumbuh 26,2%. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan Rp90.
Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 18x (E/17) atau mencapai Rp1620. Maintain Buy, SL
1080
5
Stock Picks
GJTL 1200‐1280.
Setelah tekanan jual akhir pekan lalu, harga saham Gajah Tunggal Tbk (GJTL) pekan ini
berhasil rebound. Kemarin tutup di Rp1220, setelah sempat menyentuh Rp1260. Saat ini support di Rp1200
dengan target resisten terdekat di Rp1280. Penguatan rupiah terhadap dolar AS kemarin di Rp13330 mem‐
berikan sentimen positif atas pergerakan harga saham perseroan. Saat ini pemodal tengah menanti rilis
laba 2016. Penjualan bersih tahun lalu diperkirakan tumbuh 8,23% (yoy) mencapai Rp14,04 triliun dari ta‐
hun sebelumnya Rp12,97 triliun. Hingga 9M16 penjualan bersih mencapai Rp10,16 triliun atau mencer‐
minkan 72,4% dari target 2016. Sedangkan laba bersih sepanjang 9M16 mencapai Rp582,94 miliar diband‐
ingkan periode yang sama tahun 2015 yang menderita rugi bersih Rp749,67 miliar. Sebelumnya laba bersih
2016 diproyeksikan mencapai Rp842,25 miliar setelah tahun sebelumnya mengalami rugi bersih Rp313,33
miliar. EPS 2016 diperkirakan Rp242. Tahun ini dengan asumsi pertumbuhan 5,6% penjualan bersih menca‐
pai Rp14,82 triliun. Di bottom line, dengan marjin moderat 6% maka laba bersih tahun ini berpeluang men‐
capai Rp889,43 miliar atau naik 5,6% dari perkiraan tahun lalu sebesar Rp842,26 miliar. EPS proyeksi tahun
ini sebesar Rp255,23. Pada harga Rp1220 saham GJTL murah karena hanya ditransaksikan dengan PE 4,8x
(E/17), dibandingkan dengan rata‐rata PE historisnya yang bisa ditransaksikan hingga PE 8x. Tahun ini harga
sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 7x (E/17) atau mencapai Rp1810. Maintain Buy, SL 1100
Kamis, 09 Maret 2017
Saham Pilihan
TLKM 3800-3950 BoW, SL 3770
ASII 7900-8550 BoW, SL 7800
HMSP 3920-4080 TB, SL 3780
HRUM 2300-2450 BoW, SL 2250
BBTN 2020-2100 Buy, SL 1980
PWON 560-595 TB, SL 540
ADHI 2260-2380 BoW, SL 2250
Stock View
6
Kamis, 09 Maret 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5393.76 5409.33 5424.89 5384.10 5374.44
PERKEBUNAN AALI 15200 15,366.67 15,533.33 15,041.67 14,883.33 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 354 363.33 372.67 349.33 344.67 LSIP 1505 1,533.33 1,561.67 1,488.33 1,471.67 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2050 2,056.67 2,063.33 2,036.67 2,023.33 SIMP 610 625.00 640.00 595.00 580.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1695 1,736.67 1,778.33 1,671.67 1,648.33 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 302 314.00 326.00 294.00 286.00 DEWA 74 77.00 80.00 72.00 70.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2400 2,440.00 2,480.00 2,360.00 2,320.00 ITMG 17125 17,333.33 17,541.67 16,933.33 16,741.67 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 10800 10,983.33 11,166.67 10,708.33 10,616.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 845 858.33 871.67 833.33 821.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 113 116.67 120.33 110.67 108.33
ELSA 404 408.00 412.00 402.00 400.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 1800 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00
MEDC 2620 2,693.33 2,766.67 2,573.33 2,526.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 730 745.00 760.00 720.00 710.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2460 2,486.67 2,513.33 2,436.67 2,413.33 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 1005 1,013.33 1,021.67 998.33 991.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 15400 15,475.00 15,550.00 15,350.00 15,300.00 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 920 926.67 933.33 906.67 893.33 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9325 9,441.67 9,558.33 9,241.67 9,158.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 101 103.67 106.33 99.67 98.33 JPRS 142 142.67 143.33 140.67 139.33 KRAS 685 698.33 711.67 673.33 661.67 PAKAN TERNAK CPIN 3080 3,106.67 3,133.33 3,056.67 3,033.33 JPFA 1680 1,696.67 1,713.33 1,666.67 1,653.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8400 8,516.67 8,633.33 8,316.67 8,233.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 1220 1,250.00 1,280.00 1,200.00 1,180.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8200 8,308.33 8,416.67 8,083.33 7,966.67 INDF 7975 8,033.33 8,091.67 7,933.33 7,891.67 MYOR 2150 2,196.67 2,243.33 2,056.67 1,963.33 ROTI 1530 1,535.00 1,540.00 1,525.00 1,520.00 GGRM 62825 63,483.34 64,141.67 62,158.34 61,491.67 INAF 2640 2,720.00 2,800.00 2,570.00 2,500.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 1895 1,936.67 1,978.33 1,866.67 1,838.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1500 1,505.00 1,510.00 1,490.00 1,480.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 226 227.33 228.67 225.33 224.67 ASRI 372 375.33 378.67 369.33 366.67 BKSL 94 95.00 96.00 93.00 92.00 BSDE 1765 1,793.33 1,821.67 1,748.33 1,731.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1305 1,310.00 1,315.00 1,295.00 1,285.00 CTRA 1295 1,305.00 1,315.00 1,285.00 1,275.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 320 321.33 322.67 317.33 314.67 MDLN 308 313.33 318.67 305.33 302.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2320 2,346.67 2,373.33 2,286.67 2,253.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 145 151.67 158.33 140.67 136.33 PTPP 3480 3,516.67 3,553.33 3,456.67 3,433.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 580 586.67 593.33 571.67 563.33 TOTL 810 816.67 823.33 806.67 803.33 WIKA 2450 2,463.33 2,476.67 2,443.33 2,436.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2740 2,786.67 2,833.33 2,716.67 2,693.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1465 1,478.33 1,491.67 1,458.33 1,451.67 JSMR 4580 4,616.67 4,653.33 4,516.67 4,453.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 2830 2,863.33 2,896.67 2,803.33 2,776.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 7000 7,066.67 7,133.33 6,891.67 6,783.33 TLKM 3880 3,913.33 3,946.67 3,863.33 3,846.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 340 343.33 346.67 337.33 334.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 426 432.00 438.00 420.00 414.00 WINS 270 276.67 283.33 266.67 263.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 735 755.00 775.00 725.00 715.00 BANK BBCA 15500 15,533.33 15,566.67 15,458.33 15,416.67 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 610 616.67 623.33 606.67 603.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 6275 6,300.00 6,325.00 6,250.00 6,225.00 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 12000 12,083.33 12,166.67 11,958.33 11,916.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2050 2,073.33 2,096.67 2,023.33 1,996.67 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4800 4,866.67 4,933.33 4,766.67 4,733.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2300 2,313.33 2,326.67 2,283.33 2,266.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11325 11,375.00 11,425.00 11,300.00 11,275.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 950 965.00 980.00 940.00 930.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6125 6,200.00 6,275.00 6,075.00 6,025.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 344 346.00 348.00 342.00 340.00 UNTR 25600 26,100.00 26,600.00 25,300.00 25,000.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5500 5,566.67 5,633.33 5,466.67 5,433.33 RALS 1185 1,243.33 1,301.67 1,113.33 1,041.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1655 1,663.33 1,671.67 1,643.33 1,631.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 95 101.00 107.00 90.00 85.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.