• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : E-ISSN :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : E-ISSN :"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115

R. Roesdianto, Pengaruh Efektifitas Mesin Produksi... SINTEKS, Vol 9 (2), Des 2020, 22-27

22

PENGUKURAN EFEKTIFITAS MESIN PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE OVERAL EQUIPMENT EFFECTIVENESS

(STUDY PADA PABRIK TAHU ABC DI MALANG.)

Drs. Rony Roesdianto, MM Program Studi Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknik Malang

[email protected] ABSTRAK

Effektifitas mesin produksi merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui kinerja mesin selama produksi berlangsung. Perusahaan menganalisa seberapa efektif penggunaan mesin dalam suatu proses produksi dan seberapa efisien waktu yang diperoleh menggunakan metode Overall Equipment Effektiveness (OEE). Metode OEE merupakan metode perhitungan menyeluruh aktifitas produksi dari mulai perhitungan bahan baku sampai kualitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effektivitas mesin produksi dimana akan terlihat hasil yang signifikan dari Availability,Perfomance dan Quality pada Usaha Tahu ini.

Jenis data yang digunakan adalah Data Kuantitatif dimana data ini berasal dari penelitian bersifat angka, penelitian menggunakan model matematik, statistik. Sumber data yang diperoleh dari data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari jumlah target produksi dan jumlah produksi gagal setiap harinya. Ataupun data yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil analisis pada Pengukuran tingkat efektivitas mesin giling kedelai di Pabrik Tahu ABC didapatkan nilai rata-rata untuk bulan April adalah 76%. Jadi untuk faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya nilai OEE adalah nilai Performance Efficiency.

Kata kunci : Efektifitas Mesin Produksi, Overal Equipment Effectiveness (OEE)

ABSTRACT

The effectiveness of production machinery is an important thing that must be done by the company to determine the performance of the engine during production. The company analyzes how effective the use of the machine is in a production process and how efficiently time is obtained using the Overall Equipment Efficiency (OEE) method. The OEE method is a comprehensive method of calculating production activities from the calculation of raw materials to the quality of production. This study aims to determine the effectiveness of the production machine where there will be significant results from Availability, Performance and Quality in Business.

The type of data used is Quantitative Data where this data comes from numerical research, research uses mathematical models, statistics. Sources of data obtained from primary data obtained directly by conducting observations and interviews. Secondary data is obtained from the number of production targets and the number of production fails every day. Or data relating to research. Based on the results of the analysis on the measurement of the effectiveness of soybean milling machines in Tahu ABC Factory, the average value for April was 76%. So for the factors that influence the low OEE value is the value of Performance Efficiency.

(2)

JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115

R. Roesdianto, Pengaruh Efektifitas Mesin Produksi... SINTEKS, Vol 9 (2), Des 2020, 22-27

23

(3)

JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115

R. Roesdianto, Pengaruh Efektifitas Mesin Produksi... SINTEKS, Vol 9 (2), Des 2020, 22-29

24

x100 %

I. PENDAHULUAN

Sekarang ini Indonesia merupakan Negara yang potensial sebagai penghasil bahan pangan. Disekitar kita sering kita menjumpai pengelola usaha yang bergerak pada sector pangan, diantaranya usaha pembuatan tahu, tentunya dibalik usaha itu ada mesin-mesin yang menunjang produksi manufaktur tersebut. Mesin dan peralatan merupakan penunjang produksi yang merupakan salah satu kekuatan utama perusahaan dalam keberlangsungan proses produksi pada industri manufaktur. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi diperlukan sumber daya manusia yang berkompeten, dengan material yang baik, dan diolah dengan mesin-mesin dalam kondisi prima, serta diproses dengan sistem dan metode yang tepat. Performansi mesin akan menjadi salah satu kunci utama kesuksesan suatu industri manufaktur. Menurut Malik dan Hamsal (2013), ada dua kerugian yang terjadi bila mesin produksi mengalami kerusakan, pertama keuntungan perusahaan akan berkurang karena mesin tidak mampu menyelesaikan seluruh pesanan, dan kedua adalah meningkatnya biaya perbaikan mesin yang rusak.

Proses produksi yang berlangsung dalam suatu industri manufaktur hampir semuanya menggunakan mesin dan peralatan.

Menurut Nakajima (1984), OEE merupakan ukuran menyeluruh yang mengidentifikasikan tingkat produktivitas mesin/peralatan dari kinerja secara teori. Pengukuran ini sangat penting untuk mengetahui area mana yang perlu ditingkatkan produktivitasnya ataupun efisiensi mesin/peralatan .

Sharma et al. (2011) mendefinisikan pemeliharaan sebagai aktivitas yang diperlukan untuk menjaga fasilitas pada kondisi yang diinginkan sehingga memenuhi kapasitas produksinya.

Filosofi pemeliharaan yang kemudian berkembang dan mulai diterapkan dalam perusahaan manufaktur adalah Total Productive Maintenance (TPM). Penerapan TPM dalam perusahaan manufaktur diukur menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Pengukuran OEE didasarkan pada tiga

kategori Six Big Losses yaitu availability rate, performance rate dan quality rate,menurut Stephens dalam Wahjudi et al. (2009).

II. METODE PENELITIAN

Menurut Nakajima (1984), OEE merupakan ukuran menyeluruh yang mengidentifikasikan tingkat produktivitas mesin/peralatan dari kinerja secara teori. Pengukuran ini sangat penting untuk mengetahui area mana yang perlu ditingkatkan produktivitasnya ataupun efisiensi mesin/peralatan dan juga dapat menunjukan area bottleneck yang terdapat pada lintasan produksi. OEE juga merupakan alat ukur untuk mengevaluasi dan memperbaiki cara yang tepat untuk menjamin peningkatan produktivitas penggunaan mesin/peralatan.

Masalah yang dihadapi oleh Pabrik Tahu ABC saat ini adalah mesin yang digunakan oleh perusahaan dirasa sedikit kurang optimal karena sering mengalami gangguan-gangguan kecil yang disebabkan oleh umur mesin yang sudah tua sehingga menyebabkan sering kali terhenti pada saat proses pdoduksi.

Dengan metode ini dapat mengetahui apakah mesin yang digunakan sudah efektif penggunaannya atau belum.

Rumus OEE :

OEE = Availability (%) x Performance Efficiency (%) x Quality Efficiency (%)

1. Availability =

Loading Time ‒ Downtime x 100% Loading Time

Keterangan :

Availability = Ketersediaan Loading Time = Waktu Persiapan

Downtime = Waktu Mesin Tidak Bekerja 2. Performance =

Processed Amount x Ideal Cycle Time Operation Time

Keterangan :

Performance= Tolak ukur efisiensi

Processed Amount = Jumlah produk yang diproses

Ideal Cycle Time = Waktu standart Operation Time = Waktu proses mesin

(4)

JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115

R. Roesdianto, Pengaruh Efektifitas Mesin Produksi... SINTEKS, Vol 9 (2), Des 2020, 22-29

25

x 100 % %

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Pengukuran Nilai Availabilty Ratio Availability Ratio adalah rasio yang menunjukkan penggunakan waktu yang tersedia untuk kegiatan operasi mesin atau peralatan. Adapun data-data yang digunakan dalam pengukuran availability ratio ini adalah machine working time, planned downtime, downtime (failure and repair dan setup and adjustment).

Perhitungan Nilai Availability Ratio 1. Machine working times

Machine working time = (6 jam kerja mesin x 60 menit) = 360 menit

2. Loading Time Loading Time =

machine working time – planned downtime = 360 – 10 = 350 3. Operation Time Operation Time= loadingtime – failure&repair – setup&adjustment = 350 – 10 – 5 4. Availability Availability =

Loading time – downtime Loading time

= 350 – 15

x 100% = 98 % 350

2.Pengukuran Nilai Performance Efficiency Performance efficiency adalah rasio yang menunjukkan kemampuan peralatan dalam menghasilkan produk yang dinytakan dengan persentase.

A. Actual cycle time = operation time output proses

= 340 625 = 0.54

B. Operating Speed rate a) Operating speed rate = theoretical cycle time Actual cycle time

= 0.015 0.54 = 0,75 b) Net operating rate

= actual processing time Operation time

= 340 340 = 100% C. Performance efficiency

= net operation rate x operating speed rate

= 100% x 0,0275735 = 75 %

D. Pengukuran Nilai Rate Of Quality Product

Rate of Quality Product adalah rasio yang menunjukkan kemampuan peralatan dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan standart.

Rate of Quality Product =

Jumlah produksi – reject and rework Target

= 640 – 5 640

E. Pengukuran Nilai Overall Equipment Effectiveness

Setelah nilai availability ratio, performance ratio dan quality ratio didapatkan, maka selanjutnya adalah menghitung nilai OEE.

Overall Equipment Effectiveness =

Availability x perfoemance x quality = 96% x 75% x 98%

= 71%

F. Perhitungan Nilai Losses

Perhitungan ini berguna untuk mengidentifikasi kerugian seperti kerugian karena kerusakan alat, kerugian persiapan dan penyesuaian, kerugian kerusakan produk serta kerugian tersembunyi lainnya.

1. Equipment Failure Losses

Equipment failure losses = equipment failure time Loading time = 163 10500 x100 % X 100 % X 100 % X 100 % X 100 % X 100 % = 98 % x100 % %

(5)

JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115

R. Roesdianto, Pengaruh Efektifitas Mesin Produksi... SINTEKS, Vol 9 (2), Des 2020, 22-29

26 x100% % x100% % = 55%

2. Setup and Adjusment Losses

Merupakan kerugian yang terjadi karena setelah setup dilakukan, mesin tidak bisa menyala

Setup and Adjusment Losses

= setup and adj time Loading time

= 172

10500 = 63%

3. Idle and Minor Stoppage Lossess Merupakan kerugian yang disebabkan mesin berhenti saat idle

& minorstoppageloss

=(jmlpoduksi– output) x theoreticalcycle Loading Time

= (19200 – 19119) x 0,015

10500 = 57%

4. Reduce Speed Losses

Merupakan kerugian yang terjadi karena penurunan kecepatan mesin sehingga mesin tidak dapat beroperasi dengan maksimal.

Reduce Speed =

(Actualcycletime – theoriticalcycle) x output

x 100% Loading Time = (16,120 – 0,015) x 19119 10500 = 16,105 x 19119 10500 = 32,49% 5. Defect Losses

Merupakan kerugian yang disebabkan oleh produk cacat tapi masih bisa dikonsumsi sendiri.

Defect Losses=

total reject x theoretical cycle time

Loading Time = 81 x 0.015

10500

= 57%

Dari hasil perolehan ke lima nilai Losses diatas didapatkan nilai kerusakan yang cukup tinggi, yang seharusnya diharapkan menekan tingkat kerusakan pada setiap periode produksi.

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan rata-rata nilai OEE untuk bulan April 2019 adalah sebesar 76%. Nilai tersebut masih belum mendekati nilai standart ideal OEE yaitu 85% . Nilai yang sangat mempengaruhi adalah nilai Availability. Pada analisa losses terlihat bahwa rata-rata losses pada pabrik terbesar terdapat pada reduce speed losses yaitu sebesar 32,49%. Recude speed losses merupakan kerugian yang diakibatkan oleh penurunan kecepatan operasi yang terjadi akibat peralatan dioperasikan dibawah standart kecepatan. Di analisa losses lainnya juga ditemukan losses yang cukup tinggi yaitu pada equipment failure time sebesar 55% . Equipment failure time merupakan kerugian yang disebabkan oleh kerusakan mesin. Kerusakan mesin yang sering terjadi adalah mesin berhenti mendadak dan menghambat proses produksi.

IV. KESIMPULAN

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah :

1. Pengukuran tingkat efektivitas mesin giling kedelai menggunakan metode OEE di Usaha Tahu Bapak Sunardi didapatkan nilai rata-rata untuk bulan April adalah 76%. Nilai OEE ini masih belum mendekati nilai standart OEE Japan Institute of Plant Maintenance yaitu 85%

2. Faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya nilai OEE adalah nilai Performance Efficiency.

3. Persentase nilai Performance Efficiency terbesar yaitu 93,7% dan yang terendah 75%

4. Rata-rata kerugian terbesar pada Usaha Bapak Sunardi terdapat pada reduce speed losses yaitu sebesar 32,49%. 5. Reduce speed losses disebabkan oleh

bahan baku produksi yang didatangkan dari pemasok yaitu kedelai lokal yang mana mengakibatkan produk sedikit tidak bagus (gagal) atau karena adanya pemadaman listrik.

6. Penyebab permasalahan tidak tercapainya OEE adalah :

x100 % % x100 % % x100 % % x100 % %

(6)

JURNAL ILMIAH SINTEKS ISSN : 1907-2007 E-ISSN : 2579-7115

R. Roesdianto, Pengaruh Efektifitas Mesin Produksi... SINTEKS, Vol 9 (2), Des 2020, 22-29

27

a. Umur mesin yang sudah tua (25 tahun lebih) sehingga sering terjadi gangguan-gangguan yang dapat menghambat proses produksi

b. Tidak ada jadwal perawatan mesin. Mesin baru akan diperbaiki jika telah mengalami kerusakan

c. Tidak ada jadwal perawatan gudang bahan baku yang apabila karung bahan baku lembab akan berdampak pada hasil sari kedelai yang dihasilkan dan pastinya mengurangi target produksi

V. DAFTAR PUSTAKA

1. Karyanto. E., 2008, Penuntun Praktikum Mesin Diesel Volume 1,

ISBN 979-007-056-X, Penerbit Restu Agung, Jakarta

2. Abdul Azizi & Muhammad Ihsan Hamdy. 2017. Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Ripple Mill. Jurnal Teknik

Industri, 58

3. Lazim, H. M., & Ramayah, T. (2010). Maintenance strategy in Malaysian manufacturing companies: a total productive maintenance (TPM) approach. Journal Quality in Maintenance Engineering, 11.

4. Nindita Hapsari, Kifayah Amar, Yandra Rahadian Perdana . 2012. Pengukuran Efektivitas Mesin Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (Oee) Di PT. Setiaji Mandiri. Spektrum Industri, 2012, Vol. 10, No. 2 ISSN : 1963-6590. 6.

5. Yoseph Bilianto, Ekawati. (2016). Pengukuran Efektivitas Mesin Menggunakan Overall Equipment Effectiveness Untuk Dasar Usulan Perbaikan. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 1.

6. Sharma, A., Yadava, G. S., & Deskmukh, S. G. (2011). A Literature Review and Future Perspectives on Maintenance Optimization. Journal of Quality in Maintenance Engineering, 17(1).

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil tabel 9 menunjukkan total rata-rata dari variabel bauran pemasaran adalah 4.53 hal ini menunjukkan bahwa responden memberikan nilai rata rata setuju dengan

Nilai t pada hasil pengujian menunjukkan angka 2,207 yang memiliki makna bahwa pengaruh tersebut memiliki arah positif dan semakin tinggi pengungkapan sukarela

Analisa rasio keuangan dapat menggunakan dua macam pembandingan yaitu pembanding present ratio dengan rasio-rasio semacam di waktu yang lalu histories ratio

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan bagaimana pengaruh variabel independen yaitu rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan

88 Majalengka, maka gedung kantor tersebut telah terjadi voids akibat proses pengecoran yang tidak merata dalam penggunakan alat vibrator sebagai penghilang gelembung

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan rasio profitabilitas terhadap nilai perusahaan sehingga mendukung hasil penelitian

Berdasarkan hasil rasio profitabilitas, yaitu gross profit margin, net profit margin, return on asset, dan return on equity periode tahun 2013 sampai dengan 2015

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji F simultan, Debt to Equity Ratio, Current Ratio dan perputaran modal kerja berpengaruh signifikan secara