• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tulisan ini telah dimuat dalam Jurnal Torani Unhas: No.1. Vol.14, Maret 2004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tulisan ini telah dimuat dalam Jurnal Torani Unhas: No.1. Vol.14, Maret 2004"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Tulisan ini telah dimuat dalam Jurnal Torani Unhas: No.1. Vol.14, Maret 2004

PERFORMANS SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP BAGAN RAMBO DI PERAIRAN BARRU SELAT MAKASSAR

SELECTIVITY PERFORMANCE OF BAGAN RAMBO (LARGE-TYPED LIFNET WITH LIGHT ATTRACTION) IN MAKASSAR STRAIT

Sudirman1, M.S.Baskoro2, A.Purbayanto2, D.R.Monintja2, dan T.Arimoto4 1) Staf pengajar Jurusan FIKP Unhas, Makassar

2) Staf Pengajar Jurusan PSP, FPIK-IPB Bogor

3) Professor pada Depatment Bio-Resources Science Tokyo University of Fisheries, Tokyo Japan

ABSTRACT

Bagan Rambo is a large type of lift net with fine meshed of box-shaped netting 0.5 cm mesh size, operated with electric mercury lamp for attracting pelagic species. The number of mercury bulb used for the bagan rambo is up to 64 units for total light intensity of 14 – 20 kW. It is an original light fishing from South Sulawesi and recently has rapidly developed in numbers.

In order to improve the selectivity of bagan rambo, selectivity performance of the gear have been investigated as the firs step. Data collecting were carried out by the following commercial fishing operations of the bagan rambo in Barru Waters, Makassar Strait from June to July 2002. The resul shows that acoording to the mechanical selection process, there are 2 species was escaped by bagan rambo net (Stolephorus sp and Rabdania sp). This indicate that selectivity approach bagan rambo friendly for the anchovy (Stolephorus sp) and rabdania sp.

Key words: Selectivity, performance, bagan rambo.

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Salah satu alat penangkapan ikan yang berkembang pesat di perairan Sulawesi Selatan saat ini khususnya di perairan Selat Makassar adalah bagan rambo. Penelitian mengenai selektivitas pada alat penangkapan ikan secara umum masih sangat kurang dilakukan oleh para ahli. Penelitian mengenai selektivitas telah dilakukan hanya pada beberapa alat penangkapan ikan seperti gill net (Kawamura, (1972); Gobert, (1992); Monintja, .and Sondita, (1997); Suharyanto (1998))., tramel net (Purbayanto, (1999); Purbayanto dan Sondita, (2000). Pukat pantai (Sondita et al, 2002). Penelitian mengenai selektivitas bagan rambo masih sangat langka.

Kontak Person: Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MPi.

Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas Makassar Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Makassar 90245 Sul-Sel

Tlp: (0411) 585 189

(2)

Namun adanya permasalahan sumberdaya maupun lingkungan yang sedang dihadapi pada saat ini, telah menjadi dasar bahwa pengembangan suatu alat dan metode penangkapan ikan yang berwawasan lingkungan dengan menitik beratkan konservasi sumberdaya alam dan lingkungan (Purbayanto dan Baskoro, 1999).

Perhatian internasional mengenai selektivitas dan kematian ikan setelah lolos dari alat tangkap menjadi fokus perhatian para ahli penangkapan ikan khususnya setelah dihasilkannya International Code of Conduct for Responsible Fisheries. Namun sampai saat ini penelitian mengenai selektivitas untuk tujuan kelestarian sumberdaya ikan masih lebih banyak terfokus pada alat tangkap trawl.

Salah satu masalah yang timbul dalam pemanfaatan alat tangkap bagan rambo adalah penggunaan waring dengan mesh size yang sangat kecil yaitu 0,5 cm, sehingga alat tangkap ini menangkap ikan dalam berbagai jenis dan ukuran, sehingga dari sudut konservasi hal ini dapat menimbulkan permasalahan lingkungan karena dinilai kurang selektif. Oleh sebab itu penelitian selektivitas bagan rambo perlu dilakukan.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terjadi seleksi mekanik (mechanical selection) pada alat tangkap bagan rambo. Jika terjadi seleksi, jenis ikan apa yang terseleksi, bagaimana performance selektivitasnya dan pada ukuran berapa ikan tersebut lolos dan tertahan (tertangkap). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam meningkatkan keramahan lingkungan dari alat tangkap bagan rambo dimasa yang akan datang.

2. BAHAN DAN METODE

2.1 Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Barru - Selat Makassar selama dua bulan. Lokasi penelitian terletak pada posisi 4 o 20‘ 00”- 4 o 32’00” LS dan 119 o 24‘ 00” - 119 o 33’ 00“ BT. Bagan rambo beroperasi pada kedalaman 25 – 70 m, dengan jarak dari pantai Barru berkisar 4 – 17 mil laut.

2.2 Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 unit bagan rambo ukuran 32 x 31 m yang dioperasikan pada malam hari. Selanjutnya untuk mengamati selektivitas ikan yang tertangkap pada bagan rambo maka jaring bagan dilapisi dengan jaring (cover net) yang mesh sizenya lebih kecil yaitu 0,1 cm. Jaring tersebut dipasang pada bagian yang berfungsi sebagai kantong seluas 4 m2 (Lampiran 1).

2.2 Analisis Selektivitas

Kajian Selektivitas alat tangkap bagan rambo dilakukan dengan mengamati komposisi jenis hasil tangkapan setiap waktu hauling, selanjutnya dilakukan sampling untuk mengukur panjang total dari ikan hasil tangkapan. Teknik sampling dilakukan berdasarkan stratified random sampling.

Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 10 kali. Ikan-ikan yang tertangkap pada cover net dengan jaring yang dipasang tersebut selanjutnya diidentifikasi dan diukur panjangnya. Jumlah ikan yang lolos secara keseluruhan diprediksi dengan mengkonversi hasil sampling kedalam keseluruhan luas jaring bagan yang berfungsi sebagai kantong. Formula yang

(3)

digunakan untuk menghitung selektivitas bagan rambo adalah sebagai berikut (Paloheime and Cadima, (1964); Kimura, (1977); and Hoydal et al. (1982) yang diacu oleh Sparre and Venema, 1999): SL= ) * exp( 1 1 2 1 S L S − + ……….………..………... (1) dimana; SL = JIK/ JIKP;

JIK = jumlah ikan dengan panjang L dalam kantong;

JIKP = jumlah ikan dan larva dengan panjang L dalam kantong dan penutup;

S1 dan S2 = konstanta; dan

L = interval titik tengah panjang.

L25%, L50% dan L75% dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:

L25%= 2 1 3 S Ln S − ……..……..……….. (2) L50% = 2 1 S S …..…….……… (3) L75% = 2 1 3 S Ln S + …….………….……… (4)

S1 dan S2 dapat diperoleh dari L 75% dan L50% dengan menggunakan formula

sebagai beikut: S1= L50% * % 50 % 75 3 L L Ln………. (5) S2= S1/L50% ………...………...………..(6) Selection faktor (SF) = L50% / m ………...………. (7)

Dimana m adalah ukuran mata jaring. Untuk membandingkan model kurva selektivitas maka digunakan pula formula yang dikemukakan oleh Tokai ( 1999) sebagai berikut:

S(l) = 1/(1+exp (αl + ß)…...………... (8)

Parameter α dan ß dihitung dengan Maximum Likelihood Methods, menggunakan SOLVER pada program paket MS-EXCEL. Maximum Likelihood Method ditunjukkan pada formula berikut:

(4)

ln L (α + ß) =

= k k nk NkC 1 ln +

n ln p (lk k) +

(Nk-nk) ln

[

1− p(lk)

]

………... (9) dimana: N = jumlah ikan yang tertahan secara keseluruhan; n = jumlah ikan yang tertahan pada cover net; L = ukuran panjang ikan; k = kelas panjang; dan αdan ß = konstanta. L50%= - α/ ß ……….……… (10)

Selection Span (SP) = -2 Ln (3)/α .………...…... (11)

α = -2ln (3) SP……….(12)

ß = -2 L50% ln(3)/SP……… (13)

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Selektivitas Bagan Rambo

Selektivitas suatu alat tangkap didefinisikan sebagai probalititas suatu spesies ikan pada ukuran tertentu tertangkap setelah kontak dengan alat tangkap tersebut (Tokai and Kitahara, 1989). Suatu alat tangkap dikatakan mempunyai selektivitas tinggi apabila dalam proses pengoperasiannya hanya menangkap target spesies dengan ukuran tertentu. Selektivitas alat tangkap dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu selektivitas terhadap ukuran dan selektivitas terhadap spesies. Selektivitas ukuran berkenaan dengan terhindarnya ikan terhadap alat tangkap atau peluang tertangkapnya bervariasi, sesuai dengan kerakteristik ikan seperti bentuk badan ikan, bagian yang terjerat, dan ukuran mata jaring. Untuk membahas selektivitas tersebut lebih jauh akan dikemukakan model selektivitas pada bagan rambo.

Dari hasil analisis selektivitas bagan rambo terhadap target spesies, dapat dikemukakan bahwa hanya ikan teri (teri nasi) dengan ukuran panjang total kurang dari 4 cm yang dapat lolos melalui jaring. Ikan target spesies lainnya (kembung, selar, layang, tembang, japuh, cumi-cumi) tidak ditemukan adanya yang lolos melaui mata jaring. Lampiran 2 menunjukkan jumlah ikan teri nasi yang lolos dan yang tertahan (fraction retain) berdasarkan pengamatan. Perbandingan antara jumlah yang lolos dan jumlah yang tertahan selama sampling ditunjukkan pada Gambar 1. Dari Gambar 1 tersebut terlihat bahwa ukuran panjang 22,5 mm ikan teri nasi sudah mulai tertangkap oleh alat tangkap bagan rambo dan semakin banyak yang tertahan dengan bertambahnya panjang totalnya. Dari data tersebut, dengan menggunakan model Sparre (metode kuadrat terkecil) dapat dibuat model kurva selektivitasnya seperti ditunjukkan pada Gambar 2.

(5)

Gambar 1. Distribusi panjang ikan teri (Stolephorus sp) yang lolos (escaped) dan yang tertahan (retained) pada bagan rambo selama penelitian.

Gambar 2. Model logistic selektivitas bagan rambo terhadap ikan teri (Stolephorus sp) dengan menggunakan least square method (Sparre method).

Gambar 3. Model logistic selektivitas bagan rambo terhadap ikan teri (Stolephorus sp) dengan menggunakan maximum likelihood method.

0 0 .5 1 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 3 5 0 0.5 1 12.5 17.5 22.5 27.5 32.5 37.5 42.5 Total length (mm) F ra c ti o n R e ta in 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 12.5 17.5 22.5 27.5 32.5 37.5 42.5 Total length (mm) N um be r of f is h (I ndi vi ua ls )

Escaped (Number of fish in cover net) Retained (Number of fish in bagan net)

Total length (mm) Fraction

(6)

Gambar 2 menunjukkan hubungan antara bagian yang tertahan (fraction retain) dan panjang total (total length) dari ikan teri. Terlihat bahwa model seleksi yang terjadi adalah kurva sigmoid, dengan persamaan S est = 1/1+exp (9,0545-0,3264 *L). Pada ukuran tertentu di atas dari ukuran yang dapat lolos, ikan-ikan akan tertangkap seluruhnya. Dalam kasus ini diperoleh L50% = 28,29 mm untuk ukuran mata jaring 0,5 cm. Dengan demikian faktor

seleksinya adalah 56,58. Jika faktor seleksi ini digunakan untuk menentukan L50% dengan

ukuran mata jaring yang berbeda misalnya ukuran mata jaring 1 cm akan menjadi L50% = 56,58 *1 = 56,58 mm.

Apabila menggunakan maximum likelihood method dengan memperlebar selang kelasnya maka akan diperoleh grafik seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Dari Gambar3 tersebut diperoleh persamaan S(l) =1/1+exp(0,504*L+12,419).

Selain ikan teri nasi ditemukan lagi ikan lain yaitu ikan peseng (Rabdania sp) dan udang rebon (Acetes sp). Ikan peseng merupakan tangkapan sampingan dan umumnya tergolong kedalam discarded catch. Ikan peseng yang dapat lolos dari bagan rambo adalah yang mempunyai ukuran panjang total (total length) kurang dari 35 mm, selebihnya akan tertahan, sedangkan udang yang dapat lolos hanyalah ukurannya kurang dari 24 mm. Jumlah dan ukuran dari ikan peseng spesies yang ditemukan selama penelitian ditunjukkan pada Gambar 4 dan Lampiran 3. Bila dibandingkan dengan ikan teri nasi maka jumlah ikan peseng yang lolos lebih sedikit. Dari spesies tersebut dapat dibuat model kurva seleksinya seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.

Gambar 4. Distribusi panjang ikan peseng (Rabdania sp) yang lolos (escaped) dan tertahan (retained) pada bagan rambo selama penelitian.

Gambar 5. Model logistic selektivitas bagan rambo terhadap ikan peseng (Rabdania sp) dengan menggunakan least square method (Sparre method).

0 0.5 1 12.5 17.5 22.5 27.5 32.5 37.5 42.5 Total length (mm) F ra k s i R e ta in 0 500 1000 1500 2000 12.5 17.5 22.5 27.5 32.5 37.5 42.5 Total length(mm) N u m b e r o f fi s h Escaped Retained

(7)

Gambar 6 menunjukkan hubungan antara bagian yang tertahan (fraction retain) dengan panjang total (total length). Dari Gambar 6 tersebut dapat dijelaskan bahwa dalam kasus tertangkapnya ikan Rabdania diperoleh L50% = 24,63 untuk ukuran mata jaring 0,5 cm.

Dengan demikian faktor seleksinya adalah 49,27. Jika faktor seleksi ini digunakan untuk menentukan L50% dengan ukuran mata jaring yang berbeda misalnya ukuran mata jaring 1 cm

akan menjadi L50% = 49,27 *1 = 49,27 mm.

Gambar 6. Model logistic selektivitas bagan rambo terhadap ikan peseng (Rabdania sp) dengan menggunakan maximum likelihood method.

2.3 Selektivitas Jenis (Spesies)

Dari 59 jenis ikan yang tertangkap pada bagan rambo hanya 3 jenis yang dapat lolos dari waring dan dapat ditahan oleh waring dengan ukuran mata jaring yang lebih kecil. Dengan kata lain dari sudut selektivitas, bagan rambo tidak selektif. Semua jenis ikan yang berada pada catchble area akan tertangkap oleh alat ini kecuali ukuran tertentu dari 3 spesies yang disebutkan di atas.

Dengan demikian bagan rambo tidak selektif terhadap jenis, namun selektif terhadap ukuran pada ikan teri dan peseng. Hal ini perlu dikaji secara mendalam bagaimana model pengelolaan bagan rambo sehingga secara biologis tidak mengganggu kelestarian sumberdaya perikanan.

4. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan seleksi mekanik pada bagan rambo, hanya selektif pada 2 spesies tangkapan yaitu ikan teri (Stolephorus sp) dan peseng (Rabdania sp). Jika dibandingkan dengan kedua spesies tersebut performan selektifitas bagan rambo terhadap teri lebih baik. Hal ini di tunjukkan dengan sempitnya batas ukuran antara yang tertahan dengan yang lolos. 4.2 Saran

Bagan rambo menangkap bukan hanya ikan teri, tetapi juga ikan spesies pelagis lainnya. Untuk menjaga kelestarian terhadap spesies tersebut maka selektivitas bagan rambo perlu diperbaiki, khususnya pada bukan musim teri.

0 0.5 1 0 10 20 30 40 50 Total Length (mm) F ra ct io n R et ai n ed

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Gobert, B., 1992. Impact of the use of trammel nets on a tropical reef resources. Fish. Res., 13: 353-367.

Kawamura, G., 1972. Gill net mesh Selectivity curve developed from length- Girth relationship. Bull. JSSF 30(10):1119-1127.

Monintja, D.R.and M.F.A Sondita,., 1997. Study on The Selectivity and by-Catch of Trammel net in Pelabuhan Ratu Waters, West Java. Proceedings of Round Table Meeting of Fisheries Risearch and development Activities Toword Responsible Fishing. Case studies in Asian Pasific Fisheries. Japan Society of Fisheries Sciences, 40:20-39. Purbayanto, A.1999. Behavioral Studies For Improving Survival of Fish in Mesh Selectivity

of Sweepin Trammel Ne. Graduate School of Fisheries, Tokyo University of Fisheries. 217p.

Purbayanto,A., dan M.S.Baskoro., 1999. Tinjauan Singkat Tentang Pengembangan

Teknologi Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan. Mini Review on the Development of Environmental Friendly Fishing Technology. Graduate Student at Tokyo

University of Fisheries. Dept. of Marine Science and Technology, Tokyo. 5 hal. Purbayanto, A dan M.F.A Sondita. 2000. Perbaikan Selektivitas Jaring Tramel dan Survival

Ikan Target Muda dan Hasil Tangkap Sampingan Sebagai Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut. Bulletin PSP Vol IX No.2; 1-16.

Sondita, M.F.A.,Marjudo dan Monintja,D.R. 2002. Selektivitas Pukat Pantai Jenis Panambe di Pesisir Teluk Palu, Donggala Sulawesi Tengah. Bulletin PSP, Volume XI no.2. Sparre, P., and S.C. Venema, 1999. Introduction to Tropical Fish Stock Assesment Part 1.

Manual FAO Fish. Tech. Pap. 306/1, Rev.2. FAO, Rome. P 185-214.

Suharyanto, 1998. Selektivitas jaring Insang Hanyut Terhadap Ikan Tongkol (Auxis thazard), di Perairan Lepas Pantai Pelabuhan Ratu. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. 109 hal.

Tokai,T and T. Kitahara. 1989. Methods of Determining the Mesh Selectivity Curve of Trawl Net. Journal Nippon Suisan Gakkaishi: 55(4);643-649 p.

Tokai, T. 1999. Maximum likelihood Parameter Estimates of a Mesh Selectivity logistic Model through Solver and ES-Excel.

(9)

Lampiran 1 Photograph menunjukkan jaring dengan mesh size 0.1 cm luas 4 m2 yang digunakan untuk mengamati model selektivitas bagan rambo selama penelitian ; A.konstruksi jaring;B; Setelah dipasang pada jaring bagan.

A

(10)

Lampiran 2. Data selektivitas (lolos dan tertahan) bagan rambo terhadap ikan teri (Stolephorus sp )selama penelitian

Tabel 1. Hasil pengolahan dengan metode sparre and Venema (1999)

Tabel 2. Hasil analisis dengan menggunakan maximum likelihood methods Selectivity formula: Initial value: S(l) =1/[1+Exp(al+b) a = -0.504 b = 12.419 L50% 24.64086 Sum of Residual S.P 4.359572 1.989445 Retained fraction Interval class (x1≤L<x2) Escap-ed Retai -ned

Total Selectivity Logistic Residual Sq. Residual 20 - 21 3008 214 3221 0.066439 0.5 0.433561 0.187975 21 - 22 623 113 735 0.153741 0.5 0.346259 0.119895 22 -23 468 1 468 0.002137 0.5 0.497863 0.247868 23 -24 302 113 414 0.272947 0.5 0.227053 0.051553 24 -25 0 1 1 1 0.5 -0.5 0.25 25 - 26 985 563 1547 0.36393 0.5 0.13607 0.018515 26 - 27 0 214 213 1.004695 0.5 -0.50469 0.254717 27 - 28 156 113 268 0.421642 0.5 0.078358 0.00614 28 - 29 0 362 361 1.00277 0.5 -0.50277 0.252778 29 - 30 0 412 411 1.002433 0.5 -0.50243 0.252439 30 - 31 156 1496 1654 0.904474 0.5 -0.40447 0.163599 31 - 32 156 208 363 0.573003 0.5 -0.073 0.005329 32 - 33 156 1849 2004 0.922655 0.5 -0.42265 0.178637 Interval class (x1≤L<x2) Escap -ed (ind) Retained (ind) Total (ind) Fraction Retain LN(1/SL-1) Y Midle class (x) Sl Estimasti-on 10 -15 1460 0 1460 0 #DIV/0! 12.5 0.006866 15-20 5033 0 5033 0 #DIV/0! 17.5 0.034154 20-25 4401 437 4838 0.090326581 2.309654 22.5 0.153164 25-30 1141 1659 2800 0.5925 -0.37431 27.5 0.480540 30-35 468 5417 5885 0.920475786 -2.44883 32.5 0.825525 35-40 308 3531 3839 0.919770774 -2.43924 37.5 0.960318 40-45 0 880 880 1 #NUM! 42.5 0.991986 a = 9.054534 b = -0.326423813

(11)

Lampiran 3. Data selektivitas (lolos dan tertahan) bagan rambo terhadap ikan Rabdania sp selama penelitian

Tabel 1. Hasil pengolahan dengan metode sparre and Venema (1999)

Tabel 2. Hasil analisis dengan menggunakan maximum likelihood methods

Rumus selectivity: Initial value: S(l) =1/[1+Exp(al+b) a = -0.247486655 b = 6.051696975 L50% 24.45262 Sum of Residual S.P 8.878154 0.005951 II. Retained fraction Interval

(x1≤L<x2) Escaped Retained Total Selectivity Logistic Residual Sq. Residual

10-15 312 0 312 0 0.049354 0.049354 0.002436 15-20 468 86 554 0.155234657 0.151784 -0.00345 1.19E-05 20-25 468 317 785 0.403821656 0.381486 -0.02234 0.000499 25-30 156 325 481 0.675675676 0.68009 0.004414 1.95E-05 30-35 312 1668 1980 0.842424242 0.879914 0.03749 0.001406 35-40 0 1265 1265 1 0.961913 -0.03809 0.001451 40-45 0 92 92 1 0.988643 -0.01136 0.000129 Interva l (x1≤L<x2)

Escaped Retained Total Fraction Retain ln(1/Sl-1) (Y) Midle class (X) Sl estimation 10-15 312 0 312 0 12.5 0.061393466 15-20 468 86 554 0.155234657 1.694121 17.5 0.167480479 20-25 468 317 785 0.403821656 0.389567 22.5 0.382231633 25-30 156 325 481 0.675675676 -0.73397 27.5 0.655525312 30-35 312 1668 1980 0.842424242 -1.67638 32.5 0.854074149 35-40 0 1265 1265 1 #NUM! 37.5 0.94737095 40-45 0 92 92 1 #NUM! 42.5 0.982258109 a: 5.535850679 b: -0.224700618

Gambar

Gambar  3. Model logistic selektivitas bagan rambo terhadap ikan teri  (Stolephorus sp)                      dengan menggunakan  maximum  likelihood method
Gambar 4.   Distribusi panjang ikan  peseng  (Rabdania sp) yang lolos  (escaped) dan            tertahan (retained)   pada  bagan rambo selama penelitian
Gambar  6  menunjukkan  hubungan  antara  bagian  yang  tertahan  (fraction  retain)  dengan  panjang  total  (total  length)
Tabel 2. Hasil analisis dengan menggunakan maximum likelihood methods   Selectivity  formula:  Initial value:  S(l)  =1/[1+Exp(al+b)         a  =  -0.504         b  =  12.419     L 50%   24.64086   Sum of Residual  S.P  4.359572    1.989445   Retained frac
+2

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan Bank Syari’ah di Indonesia patut mendapat apresiasi. Perubahan dan perkembangan baru dalam sistem perbankan di Indonesia telah menemukan konsep

o Fitur Manager berfungsi untuk mengatur visibilitas user (karyawan) dan project yang akan muncul pada Slide Show.. o Fitur Slide Show yang muncul seperti slide show

Berpijak dari harapan ideal yang melekat pada rutinitas praktik ritual, dan kemudian bercermin dari fenomena yang kini telah menjadi realita sosial dimana semakin

Terkaan, intuisi dan mencoba-coba (trial and error ) hendaknya dianjurkan dan guru sebagai penunjuk jalan dan membantu siswa agar mempergunakan ide, konsep dan

Kemoterapi masih menjadi pengobatan satu-satunya penderita anak-anak dengan LLA meskipun biayanya cukup tinggi.Beberapa negara menyediakan protokol untuk menghemat

DAS atau daerah aliran sungai merupakan salah satu saluran terbuka yang memiliki DAS atau daerah aliran sungai merupakan salah satu saluran terbuka yang memiliki  fungsi

 Diskusi kelas dan diskusi kelompok  Pemberian materi tentang kehidupan sosial dalam komunitas muslim Topik diskusi: status sosial dalam komunitas muslim Kelengkapan

Akan  sedikit  naik  selama  persalinan;  tertingi  selama  dan  segera  setelah  kelahiran.  Untuk  bisa  dianggap  normal,  kenaikan  ini  tidak  boleh  melampaui