• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesulitan Belajar Mata Kuliah Matematika Fisika I Melalui Pembelajaran Daring Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Syiah Kuala

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kesulitan Belajar Mata Kuliah Matematika Fisika I Melalui Pembelajaran Daring Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Syiah Kuala"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Juli 2021 eISSN 2657- 0998

865

Kesulitan Belajar Mata Kuliah Matematika Fisika I Melalui

Pembelajaran Daring Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas

Syiah Kuala

Friska Berlian Dayati, Susanna, Elisa Universitas Syiah Kuala Email: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini mengangkat masalah apa saja kesulitan yang dialami mahasiswa pendidikan fisika angkatan 2019 FKIP USK pada proses pembelajaran daring di mata kuliah Matematika Fisika I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan belajar mata kuliah Matematika Fisika I melalui pembelajaran daring pada mahasiswa pendidikan fisika angkatan 2019 FKIP USK. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan fisika Angkatan 2019 yang mengambil mata kuliah Matematika Fisika I yang berjumlah 65 orang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan angket tertutup berbasis google form. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan belajar dengan menggunakan pembelajaran daring pada mata kuliah Matematika Fisika I dari indikator faktor internal yaitu indikator kognitif dengan persentase sebesar 70,6 % sedangkan dari faktor eksternal yaitu indikator lingkungan masyarakat dengan persentase sebesar 66%.

Kata Kunci: Matematika Fisika, Pembelajaran online (Pembelajaran daring) PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk mengembangkan pengetahuan bagi setiap orang. Pengetahuan ini digunakan untuk dirinya sendiri dalam menyalurkan potensi yang dipunya ketika bersosialisasi dimasyarakat. Menurut UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sangat diperlukan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah maupun perkuliahan seperti pada mata kuliah Matematika Fisika I.

Matematika Fisika I merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa pendidikan fisika semester 3. Mata kuliah Matematika Fisika I adalah gabungan mata pelajaran fisika dan matematika yang memiliki tujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan merumuskan berbagai proses fisika ke dalam pernyataan matematika dan mampu menyelesaikannya secara analitis berdasarkan model penalaran yang dirumuskan

(2)

866

(Gunada, 2017: 216). Kemampuan mahasiswa dalam merumuskan berbagai proses persoalan fisika ke dalam matematika merupakan tujuan kompetensi yang ingin dicapai pada Mata Kuliah Matematika Fisika I.

Pemecahan persoalan fisika ke dalam matematika menjadi peranan penting dalam mata kuliah Matematika Fisika I. Matematika memegang peran utama dalam fisika, yaitu untuk memecahkan problem fisika dari permasalahan yang sederhana sampai bentuk yang paling rumit (Saputri, dkk, 2016: 8). Peranan dalam pemecahan problem fisika dalam mata kuliah Matematika Fisika I memerlukan uraian yang sangat matematis dan analitis sehingga memerlukan pemahaman yang tinggi dalam memahami proses pembelajaran di mata kuliah Matematika Fisika I.

Pemecahan masalah dalam mata kuliah Matematika Fisika I yang memerlukan uraian sangat matematis dan analisis ini yang dianggap sulit oleh mahasiswa. Hal ini diperkuat oleh Gunada (2017: 217) bahwa kesulitan mahasiswa dalam pembelajaran mata kuliah Matematika Fisika I disebabkan oleh ketidakmampuan mahasiswa dalam menginterpretasikan konsep-konsep fisika secara tepat, ketidakmampuan dalam menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip fisika untuk memecahkan soal, dan ketidakmampuan dalam menerapkan konsep-konsep matematika untuk membuat model perumusan yang digunakan untuk pemecahan soal fisika.

Kini di masa penyebaran virus COVID-19 pembelajaran pada mata kuliah Matematika Fisika I yang dianggap sulit bagi beberapa mahasiswa menghadapi kendala baru yaitu adanya wabah virus corona atau dikenal dengan COVID-19. COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru yaitu corona virus yang baru ditemukan (Sukur,2020:2). Pademi virus corona telah menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Penyebaran virus corona yang terjadi secara cepat menyebabkan pemerintahan Indonesia dengan bijak langsung mengambil tindakan. Pemerintah Indonesia mengambil tindakan dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona (Hariyanti,2020:12). Kebijakan tersebut memberikan dampak pengaruh pada berbagai kegiatan di Indonesia termasuk pada dunia pendidikan.

Kebijakan pemerintah pada dunia pendidikan yaitu meniadakan pembelajaran secara langsung. Berdasarkan surat edaran kementrian pendidikan nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan covid-19 yaitu meliburkan secara nasional satuan pendidikan maupun perguruan tinggi dan mengubah model pembelajaran secara drastis seluruhnya menjadi pembelajaran secara daring (Fauza,2020:50). Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dalam proses interaksi belajarnya, jaringan internet yang digunakan harus memiliki aksesbilitas, konektivitas dan fleksibilitas yang memadai (Sadikin, 2020:216). Pembelajaran daring melibatkan perkembangan sarana teknologi yang semakin pesat pada pendidikan saat ini (Yuhasriati et al., 2020). Banyak sarana yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran daring seperti sarana fasilitas dari sekolah yang menunjang proses pembelajaran daring, teknologi, jaringan internet, bantuan aplikasi dan lainnya.

Pembelajaran daring tidak menutup kemungkinan menimbulkan permasalahan-permasalahan kesulitan belajar yang terjadi karena yang biasanya proses pembelajaran terjadi secara tatap muka tetapi secara mendadak terjadi perubahan beralih ke

(3)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Juli 2021 eISSN 2657- 0998

867 pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh. Penelitian yang dilakukan oleh Naila Fauza, Ernidawati, dan Dina Syaflita (2020) memperoleh hasil penelitian bahwa kesulitan belajar pembelajaran daring berasal dari dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal, faktor eksternal meliputi jaringan internet tidak lancar dan tugas mahasiswa yang sangat banyak dan faktor internal meliputi mahasiswa sulit fokus dalam belajar, mahasiswa sulit berkomunikasi, terjadi miskonsepsi, kesulitan merangkum materi. Berdasarkan penelitian tersebut dikhawatirkan dengan adanya pembelajaran daring menimbulkan kesulitan mahasiswa dalam belajar pada mata kuliah Matematika Fisika I.

Penelitian ini diperkuat oleh hasil wawancara yang dilakukan ke beberapa mahasiswa pendidikan fisika angkatan 2019 yang mengambil mata kuliah Matematika Fisika I. Hasil wawancara disimpulkan bahwa mahasiswa beranggapan pembelajaran daring yang dilakukan pada mata kuliah Matematika Fisika I tidak efektif karena mahasiswa menganggap mata kuliah Matematika Fisika I termasuk mata kuliah yang sulit untuk dipelajari dan dipahami, ditambah lagi dengan menggunakan pembelajaran daring yang terkadang terganggu oleh jaringan sehingga proses pembelajarannya tidak efektif.

Kesulitan belajar dengan pembelajaran daring ini yang dikhawatirkan menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk mempelajari materi yang diberikan oleh pengajar pada mata kuliah Matematika Fisika I. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin meneliti kesulitan-kesulitan belajar yang dialami mahasiswa pada mata kuliah Matematika Fisika I yang menggunakan pembelajaran daring.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian pada penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Syiah Kuala yang mengambil mata kuliah Matematika Fisika I pada tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 65 mahasiswa. Instrumen yang digunakan berupa angket respon mahasiswa. Jenis angket yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket tertutup dengan adanya alternative pilihan jawaban. Alternative pilihan jawaban yang digunakan yaitu dalam bentuk skala likert. Skala likert yang digunakan pada tabel 1 (Djaali, 2008:28).

Tabel 1. Kategori Skala Likert

Pernyataan Skor

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Ragu-Ragu 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Angket dibagikan kepada mahasiswa melalui google form. Angket dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan rumus persentase sebagai berikut (Marisa, 2016 ).

(4)

868

(1) Keterangan:

P = Persentase mahasiswa yang menjawab opsi tertentu f = Frekuensi mahasiswa yang menjawab opsi tertentu n = Jumlah responden

Setelah dipersentasekan kemudian data ditabulasikan kedalam kriteria yang digunakan untuk menyimpulkan data berdasarkan tabel 2 .

Tabel 2. Kriteria Kesulitan belajar mahasiswa Persentase Kategori Kesulitan

0% - 20% Sangat Rendah

21% - 40% Rendah

41% - 60% Cukup

61% - 80% Tinggi

81% - 100% Sangat Tinggi

Sumber: Modifikasi Riduwan (2011: 15) HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun hasil penelitian dari keseluruhan indikator kesulitan belajar mata kuliah Matematika Fisika I disajikan dalam tabel 3.

Tabel 3. Hasil Persentase Seluruh Indikator Kesulitan Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Matematika Fisika I melalui Pembelajaran Daring

Berdasarkan hasil data penelitian pada faktor internal yang terdiri dari dua indikator terdapat satu indikator yang berkategori tinggi mengalami kesulitan belajar pada mata kuliah Matematika Fisika I yang menggunakan pembelajaran daring. Indikator yang dominan yaitu indikator kognitif dengan memperoleh persentase sebesar 70,6% berkategori tinggi. Hal ini disebabkan karena selama pembelajaran Matematika Fisika I

Faktor Indikator Rata-Rata Persentase

(%) Kategori

Internal

Kognitif 3,54 70,6 Tinggi

Afektif 2,84 56,9 Cukup

Jumlah Rata-Rata 3,19 63,75 Tinggi

Eksternal

Lingkungan

Keluarga 2,7 53,7 Cukup

Lingkungan

Masyarakat 3,3 66 Tinggi

(5)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Juli 2021 eISSN 2657- 0998

869 yang menggunakan pembelajaran daring mahasiswa kesulitan dalam memahami materi-materinya. Temuan ini didukung oleh penelitian sebelumnya bahwa mahasiswa kesulitan memahami pelajaran dengan kuliah daring dibandingkan dengan kuliah tatap muka karena kurangnya kesempatan mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung dan bebas dengan dosen yang disebabkan oleh keterbatasan fitur dan kualitas jaringan internet (Hutauruk dan Ropinus, 2020).Kemudian berdasarkan hasil data penelitian pada faktor eksternal yang terdiri dari dua indikator terdapat satu indikator yang berkategori tinggi mengalami kesulitan belajar pada mata kuliah Matematika Fisika I yang menggunakan pembelajaran daring. Indikator yang paling dominan yaitu indikator lingkungan masyarakat dengan memperoleh persentase sebesar 66% dengan kategori tinggi terhadap kesulitan belajar mata kuliah Matematika Fisika I yang menggunakan pembelajaran daring. Hal ini disebabkan mahasiswa tidak memiliki teman untuk berdiskusi di daerah lingkungannya dalam memahami materi pada mata kuliah Matematika Fisika I yang dilakukan secara daring. Berdasarkan kesulitan yang dialami mahasiswa pada penelitian ini, maka dapat diketahui pembelajaran mata kuliah Matematika Fisika I melalui pembelajaran daring tidak efektif dilaksanakan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan tentang kesulitan belajar mata kuliah Matematika Fisika I yang menggunakan pembelajaran daring mahasiswa pendidikan fisika angkatan 2019 FKIP USK dapat disimpulkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan belajar dengan menggunakan pembelajaran daring pada mata kuliah Matematika Fisika I.

DAFTAR PUSTAKA

Djaali dan Pudji Muljono. 2008. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

Fauza, Naila, dkk. 2020. Analisis Kesulitan Belajar Fisika Mahasiswa dalam Jaringan Selama Pademi Covid-19. Jurnal Pendidikan Fisika, 8(1), 49-54.

Gunada, Wayan, dkk. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Kompilasi Fisika Matematika II Pokok Bahasan Persamaan Diferensial Untuk Meningkatkan Penalaran Matematis. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 3(2), 216-227.

Hariyanti, Dewi. 2020. Identifikasi Hambatan Mahasiswa dalam Pelaksanaan Pembelajaran Biologi Secara Daring Selama Pademi Covid-19 di Kabupaten Jember. Jurnal Pendidikan Biologi, 1(1), 11-21.

Hutauruk, Agusmanto dan Ropinus Sidabutar. 2020. Kendala Pembelajaran Daring Selama Masa Pademi di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Matematika, Journal of Mathematics Education and Applied, 2(1), 45-51.

Marisa, Popi, dkk. 2016. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Kelas X di SMAN 1 Rambah Hilir Tahun Pembelajaran 2014/2015. Jurnal Mahasiswa Prodi Biologi UPP.

(6)

870

Riduwan. 2011. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. Ririen, Deci dan Dewi Hartika. 2021. Identifikasi Kesulitan Belajar Mahasiswa pada Mata

Kuliah Statistik Selama Masa Pademi Covid-19. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 148-155.

Sadikin, Ali dan Afreni Hamidah. 2020. Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 6(02), 214-224.

Saputri, D. F, dkk. 2016. Efektivitas Penggunaan Buku Ajar Fisika Matematika Berbasis Inkuiri dalam Perkuliahan Fisika Matematika. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika, 2(2), 7-14.

Sukur, Moch Halim, dkk. 2020. Penanganan Pelayanan Kesehatan Di Masa Pademi Covid-19 dalam Perspektif Hukum Kesehatan. Journal Inicio Legis, 1(1), 1-17.

Adawiyah, R. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agam Islam Mahasiswa Melalui Kompetensi Profesional Dosen dan Minat Belajar Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Islam. 1(1):139

Arikunto, S. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara Dina. 2017. Pengaruh Penerapan Pembelajaran E-learning Terhadap Kemandirian dan Minat Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Wawasan dan Kajian MIPA. Jurnal EDUSAINS. 9(1):113.

Divayana, D, G, H. 2017. Evaluasi Pmanfaatan E-learning Menggunakan Model CSE-UCLA. Jurnal Cakrawala Pendidikan. (2):280.

Harini, E. 2016. Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran tipe Make A Match. Jurnal Pendidikan Matematika. 4(1):109.

Inggriyani, F. 2019. Minat Belajar Mahasiswa dengan Menggunakan Blended Learning melalui Google Classroom pada Pembelajaran Konsep Dasar Bahasa Indonesia SD. Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran. 3(1):29

Permana, A. 2016. Pengaruh Gaya Belajar dan Motivasi Belajar Mahasiswa Terhadap Kemampuan Belajar Ilmu Alamiah Dasar. Jurnal Formatif. 6(3):279.

Pibriana, D. 2017. Analisis Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Minat Belajar Mahasiswa (Studi Kasus: Perguruan Tinggi di Kota Palembang). Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi. 3(2):105-113.

Purlilaiceu. 2018. Penerapan Sistem E-Learning Melalui Aplikasi Edmodo dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa,Sastra Indonesia dan Daerah di Universitas Mathla’ul Anwar Banten. Jurnal Artikula. 1(1):8.

Sugijono, A. 2011. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Suwastika, I, W, K. 2018. Pengaruh E-learning Sebagai Salah Satu Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Sistem dan Informatika. 13(1):2.

Yuhasriati, Jasmaniah, Azhari, B., Ma’Awiyah, A., Zulkifli, Syabuddin, Hamid, M., Hamidansyah, Ridhwan, M., Hambali, Ilyas, & Bahri, S. (2020). E-Learning as Connector among Education Institution in the 4th Industrial Revolution. Journal of Physics: Conference Series. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1471/1/012024

Referensi

Dokumen terkait

Kesulitan yang dominan dialami mahasiswa adalah kesulitan dalam memahami suara cepat penutur asli dengan jumlah persentase sebesar 95% dan kesulitan menampung informasi yang

Penelitian yang dilakukan oleh Robiah (2015) yang mengenai Kesulitan-kesulitan Calon Guru dalam Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Pada Mata Kuliah Pengajaran Mikro

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami mahasiswa dalam memahami materi integral lipat dua pada koordinat polar mata kuliah

Setelah mengikuti kegiatan tatap muka kuliah mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kepentingan dan kegunaan Biokimia Veteriner pada hewan baik hewan poligastrik maupun

Hal ini juga didukung oleh persentase jumlah mahasiswa untuk setiap kategori persepsi yang ditunjukan oleh gambar 1, yaitu 66.15% mahasiswa memberikan respon sangat positif

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kesulitan yang dialami mahasiswa terletak pada (1) pengetahuan faktual, yang terdiri dari mengingat fakta, memahami fakta,

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATA KULIAH GEOMETRI ANALITIK BIDANG PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UMS.. Fakultas Keguruan dan Ilmu

Hasil penelitian ini adalah deskripsi faktor-faktor penyebab kesulitan- kesulitan belajar yang dialami mahasiswa dalam pembelajaran konstruktivistik mata kuliah Aljabar Linier