• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Publik PT. Riau Indo Agropalma RINGKASAN PUBLIK PT. RIAU INDO AGROPALMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ringkasan Publik PT. Riau Indo Agropalma RINGKASAN PUBLIK PT. RIAU INDO AGROPALMA"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Ringkasan Publik PT. Riau Indo Agropalma

RINGKASAN PUBLIK

PT. RIAU INDO AGROPALMA

(2)

2

KATA PENGANTAR

Dalam rangka untuk mengetahui gambaran suatu perusahaan sangat diperlukan paparan informasi yang dijabarkan dalam Ringkasan Publik. Paparan informasi PT. Riau Indo Agropalma memuat sejarah berdirinya perusahaan, kepengurusan (organisasi), deskripsi areal, kegiatan inti (operasional) yang dilakukan seperti perencanaan, pembukaan wilayah hutan (PWH), sistem silvikultur, pembibitan, penyiapan lahan, penanaman, perlindungan dan pengamanan hutan, pemanenan, serta alur tata usaha kayu.

Selain kegiatan diatas PT. Riau Indo Agropalma telah melakukan pengelolaan dan pematauan lingkungan yang meliputi kawasan lindung, areal kawasan produksi tidak efektif dan areal kawasan produksi efektif. PT. Riau Indo Agropalma juga sangat peduli terhadap sosial masyarakat disekitar perusahaan. Komitmen ini dituangkan dalam bentuk kebijakan pembangun sosial masyarakat dengan konsep membangun dan mengembangkan pola kemitraan.

Akhir kata kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan Ringkasan Publik ini, kami mengucapkan terimakasih. Diharapkan semoga Ringkasan Publik ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat bagi yang memerlukannya.

ttd

(3)

I. GAMBARAN PERUSAHAAN 1.1. Sejarah Perusahaan

Sejarah perusahaan PT. Riau Indo Agropalma (PT. RIA) sebagaimana diuraikan pada

Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Sejarah Perusahaan PT. RIA

Tahun Uraian

2002

PT. RIA memperoleh persetujuan pemerintah untuk membangun Hutan Tanaman melalui keputusan Bupati Indragiri Hilir, tentang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Hutan Tanaman Industri No. 17.b/TP/VI/2002 tanggal 3 Juni 2002, PT. RIA memperoleh areal seluas +- 7.820 Ha di wilayah Indragiri Hilir.

2006

PT. RIA memperoleh pembaruan izin IUPHHK HTI di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau luas areal 9.570 Ha berdasarkan Surat Menteri Kehutanan No SK. 61/Menhut-II/2006 Tanggal 22 Maret 2006.

2010

Terjadi perubahan kedudukan perseroan dan perubahan susunan Direksi PT. Riau Indo Agropalma dengan akta No. 02 yang dibuat oleh Notaris Retno Wahyu Ningsih, SH pada tanggal 03 Juni 2010.

2011

Terjadi perubahan susunan Direksi PT. Riau Indo Agropalma dengan akta No. 01 yang dibuat oleh Notaris Heleni Ritliany, SH pada tanggal 08 Maret 2011.

2012

Perubahan terakhir terkait akta pendirian perusahaan PT. RIA berdasarkan akta No. 05 yang dibuat oleh notaris Heleni Ritliany, SH pada tanggal 02 Februari 2012.

2014

Perubahan akta terakhir terkait kepengurusan Direksi dan Komisaris perusahaan PT. RIA yang berdasarkan Akta No. 01 yang dibuat oleh notaris Heleni Ritliany, SH pada tanggal 14 Oktober 2014

(4)

4

1.2. Susunan Struktur Organisasi

Struktur organisasi PT. RIA disusun secara dinamis disesuaikan dengan perkembangan kegiatan perusahaan. Pengelolaan hutan tanaman industri PT. RIA dipimpin oleh seorang Kepala Unit HTI (Kepala Distrik). Struktur organisasi operasional di Distrik disajikan pada Gambar 1.

Gambar 1. Struktur Organisasi PT. Riau Indo Agropalma I.3. Komitmen Perusahaan

PT. RIA memiliki komitmen yang kuat dalam rangka pengelolaan hutan tanaman secara lestari. Komitmen ini terlihat dari Visi, Misi, Kebijakan Lingkungan dan Kebijakan Sosial perusahaan seperti disampaikan dibawah ini.

I.3.1. Visi

”Terwujudnya pengelolaan sumber daya hutan sebagai ekosistem secara efisien dan profesional guna menjamin kelestarian fungsi produksi, ekologi dan sosial dalam membangun hutan tanaman”

(5)

I.3.2. Misi

Menyelenggarakan kegiatan pengusahaan hutan tanaman berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan secara lestari melalui kegiatan sebagai berikut:

1. Membangun dan mengelola hutan tanaman dengan tujuan produksi kayu secara optimal dengan menerapkan teknologi tepat guna dan dengan dukungan manajerial dan sumber daya manusia yang handal dan profesional.

2. Berupaya mempertahankan mutu lingkungan hidup melalui pengelolaan sumber daya hutan secara benar.

3. Melakukan perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya pada areal yang telah ditetapkan dalam tata ruang.

4. Mengelola sumberdaya hutan sebagai ekosistem secara partisipatif bersama stakeholder.

5. Berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat setempat melalui peran serta masyarakat secara langsung muapun tidak langsung.

I.3.3. Kebijakan Lingkungan

Menyadari dan memahami bahwa aspek lingkungan merupakan komponen penting dalam mendorong usaha yang lestari, maka PT. RIA berkomitmen menjalankan kebijakan lingkungan sebagai berikut :

1. Mematuhi seluruh peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan di tingkat lokal dan nasional, termasuk berbagai konvensi internasional yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia.

2. Meningkatkan mutu lingkungan hidup secara berkesinambungan melalui pengelolaan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

3. Memelihara dan meningkatkan nilai konservasi pada kawasan yang teridentifikasi sebagai kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value Forest) sesuai prinsip kehati-hatian.

4. Mempertahankan ekosistem gambut termasuk penerapan pengelolaan tata air yang tepat.

5. Menerapkan sistem silvikultur yang sesuai termasuk pengendalian dampak fisik, biologi dan kimia.

6. Berkontribusi terhadap upaya-upaya nasional dan global dalam menurunkan emisi karbon yang berasal dari degradasi dan deforestasi hutan.

7. Melakukan perbaikan secara terus-menerus melalui penelitian dan kerjasama dengan para pihak.

(6)

6

II. DESKRIPSI AREAL II.1. Gambaran Umum

PT. RIA melakukan kegiatan operasional pada areal konsesi berdasarkan SK definitif yaitu SK Menteri Kehutanan Nomor : SK.61/Menhut-II/2006 tanggal 22 Maret 2006 dengan luas areal kerja 9.570 Ha.

Gambaran letak areal kerja berdasarkan letak geografis, letak administrasi pemerintahan, letak administrasi kehutanan, dan batas-batasnya di lapangan secara rinci disajikan pada Gambar 2 dan Tabel 2.

Tabel 2. Gambaran Letak Areal Konsesi PT. RIA

No Uraian Blok Barat

1. Geografis 102º55’ – 103º10 BT dan 00º01 – 00º07’ 2. Administrasi Pemerintahan Kec. Pelangiran dan Kec. Gaung, Kabupaten

Indragiri Hilir, Provinsi Riau 3. Wilayah Pemangkuan Hutan - RPH Tembilahan

- BKPH Tembilahan

-Dinas Kehutanan Kabupaten/CDK Indragiri Hilir

- Dinas Kehutanan Provinsi Riau

4. Daerah Aliran Sungai (DAS) DAS Kateman, Sub DAS Simpang Kiri dan Sub DAS Simpang Kanan

5. Batas Wilayah: · Sebelah Utara · Sebelah Selatan · Sebelah Barat · Sebelah Timur

- PT. Multi Gambut Industri - IUPHHK PT. Bhara Induk - PT. Wira Karya Sakti

- PT. Bhumi Reksa Nusa Sejati

II.3. Tata Ruang

Pengaturan tata ruang areal kerja PT. RIA mengacu pada ketentuan-ketentuan yang berlaku, terutama yang tertuang di dalam SK Menhut No. 70/Kpts-II/1995, 246/Kpts-II/1996, tentang pengaturan Tata Ruang HTI. Areal PT. RIA dibagi ke dalam beberapa peruntukkan tata ruang yaitu tanaman pokok, tanaman unggulan, tanaman kehidupan,

(7)

kawasan lindung, dan sarana prasarana. Rencana tata ruang areal kerja PT. RIA secara keseluruhan seluas 9.570 Ha disajikan pada Tabel 3.

Tabel 3. Rencana Tata Ruang Areal Kerja PT. RIA

No. Rencana Peruntukan Luas (Ha) Prosentase (%)

1. Tanaman Pokok 6.328 66,12

2. Tan. Unggulan 968 10,11

3. Tan. Kehidupan 521 5,44

4. Kawasan Lindung 1.002 10,47

5. Areal tidak efektif produksi 751 7,85

Total 9.570 100

Sumber : RKUPHHK-HT PT. RIA tahun 2011

Dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan efisiensi pengelolaan areal, prosentase peruntukkan lahan tidak sepenuhnya sesuai ketentuan tata ruang yang ada. Tanaman pokok yang seharusnya sebesar 70 %, dialokasikan sebesar 66,12%, tanaman kehidupan dialokasikan sebesar 5,44%, tanaman unggulan dialokasikan 10,11%, Kawasan lindung dialokasikan sebesar 10,47%, dan sisanya sebesar 7,85 % dialokasikan sebagai areal tidak produktif yang mencakup sarana dan prasarana serta areal masyarakat (Okupasi).

(8)

8

III. KEGIATAN OPERASIONAL PT. RIAU INDO AGROPALMA

Operasional perusahaan dimulai sejak kegiatan perencanaan sampai dengan pengangkutan kayu dari tempat tebangan ke tempat pengumpulan kayu (TPK). Seluruh kegiatan telah diatur di dalam suatu Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk masing-masing kegiatan.

III.1. Perencanaan

Sebagai dasar kegiatan operasional, PT. RIA telah menyusun Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (RKUPHHK-HT), untuk jangka waktu sepuluh tahun, periode tahun 2008 – 2017, yang merupakan rencana pengusahaan jangka panjang.

Dokumen RKUPHHK-HT menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) perusahaan. RKT selanjutnya menjadi dasar legal di dalam melaksanakan seluruh kegiatan operasional hutan tanaman, khususnya kegiatan penebangan (harvesting) dan penanaman (plantation).

III.2. Penataan Batas

Penataan batas Unit Hutan Tanaman dimaksudkan untuk memberi tanda batas yang nyata dilapangan pada blok kerja, terutama yang berbatasan langsung dengan kawasan luar Unit Hutan Tanaman. Prioritas penataan batas yaitu pada areal-areal sebagai berikut:

- Areal hutan yang berbatasan dengan daerah pemukiman penduduk - Areal hutan yang berbatasan dengan lahan hak pengeolaan lain

- Prioritas lain adalah areal yang berbatasan denga hutan yang mempunyi fungsi lain (suaka alam, cagar alam, dll)

Penataan batas luar kawasan hutan tanaman PT. RIA mencakup areal seluas 9.570 Ha dengan panjang batas 61,49 km. Dari batas luar areal tersebut, sebagian sudah ditata batas sepanjang 34,04 Km, yang terdiri atas batas alam sepanjang 8,32 Km (Sungai Simpang Kanan) dan batas persekutuan sepanjang 25,72 Km, (dengan PT. Bhara Induk). Pelaksanaan sisa penataan batas luar sepanjang 27,45 Km diprioritaskan segera diselesaikan pada tahun pertama, yaitu tahun 2011. Sehinnga diharapkan pada tahun

(9)

2012 areal kerja hutan tanaman PT. RIA secara definitif dapat dikukuhkan. Uraian rencana dan realisasi tatabatas PT. RIA disajikan pada tabel 4.

Tabel 4. Realisasi Penataan Batas Areal

III.3. Pembukaan Wilayah Hutan Dan Pengadaan Sarana Prasarana

PT. RIA melaksanakan kegiatan Pembukaan Wilayah Hutan (PWH) yang meliputi pembangunan jaringan kanal dan jalan., base camp, dan sarana prasarana lainnya. Standar teknis PWH telah ditetapkan secara internal oleh perusahaan untuk memberikan petunjuk dan batasan teknisnya bagi pelaksana di lapangan. Gambaran global rencana PWH disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Rencana Pembukaan Wilayah Hutan PT. RIA Tahun

Kegiatan Rencana PWH

Keterangan Urutan Tahun

Lokasi RKTUPHHK Kanal

Utama (km) Kanal Cabang (Km) Tehun

Ke- Luas (Ha)

I 2008 I - - - II 2009 II - - - III 2010 III 2.296,99 22,97 34,45 IV 2011 IV 3.552,09 35,52 53,28 V 2012 V 1.967,92 19,68 29,52 TOTAL DAUR I 7.817,00 78,17 117,26 I 2013 I - - - II 2014 II - - - III 2015 III 1.287,14 12,87 19,31 IV 2016 IV 2.230,12 22,30 33,45 V 2017 V 1.658,75 16,59 24,88 TOTAL DAUR II 5.176,01 51,76 77,64 Realisasi (km) Peroide RKUPHHK Hutan Tanaman Berjalan

1. Batas Alam (sungai) 7,88 2008 - 2017

2. Batas Buatan a. Batas Sendiri 28,10 2008 - 2017 b. Batas Persekutuan 24,89 2008 - 2017 Jumlah 60,87 No Uraian Panjang Batas Keterangan

(10)

10 Sumber : Dokumen RKUPHHK-HT PT. RIA Tahun 2011

Pembangunan jaringan kanal dan jalan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan, dimana sebelumnya telah dibuat desain kanal dan jalan berdasrkan hasil survey detail situasi dan hidrologi. Jaringan kanal di lahan rawa dibuat selain mempunyai fungsi utama sebagai jalur transfortasi, juga sebagai pengatur tinggi muka air dan untuk mendapatkan daerah perakaran yang optimal bagi tanaman.

Gambar 2. Jalan, kanal dan pintu air di PT. RIA III.4. Penetapan Sistem Silvikultur

Kegiatan silvikultur dalalm pembangunan hutan tanaman merupakan suatu teknik/proses dimulai dari kegiatan penyiapan lahan, persemaian, penanaman, dan pemeliharaan, serta penebangan. Perusahaan didalam pembangunan hutannya memilih sistem silvikultur THPB (Tebang Habis Permudaan Buatan) dengan berbagai pertimbangan sebagai berikut :

- Peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah khususnya SK Menhut 61/Menhut- II/2006.

- Tujuan pembangunan hutan tanaman, yaitu untuk menghasilkan kayu sebagai bahan baku industri pulp PT. Indah Kiat Pulp and Paper. Berdasarkan pertimbangan ini maka sistem silvikulturnya diarahkan untuk menghasilkan kayu yang memenuhi persyaratan industri pulp.

- Kondisi pada areal hutan tanaman dilapangan. - Ketersediaan teknologi pendukung.

(11)

Pengelolaan dan penanganan lahan di areal gambut mempunyai tantangan tersendiri, perlu dilakukan perencanaan yang sangat matang dengan didukung oleh teknologi yang memadai. Pengaturan tinggi muka air (water level) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pertumbuhan tanaman. Dalam pengelolaan gambut keberhasilan suatu pembangunan hutan salah satunya yaitu dengan keberhasilan pengelolaan water

managemet.

III.5. Pembibitan

Penyediaan bbit merupakan salah satu rangkaian dalam pembangunan HTI yang wajib dilakukan. Penyediaan bibit dengan kualitas baik merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan HTI. Dalam pengelolaan pembibitan PT. RIA melakukan kerjasama dengan pihak lain, serta proses operasional dalam pembibitan didukung penuh oleh bagian penelitian dan pengambangan (RDD) PT. Arara Abadi.

Lokasi persemaian yang dibangun berada di dekat lokasi penanaman, mudah dijangkau, dekat dengan sumber air, berada di pinggir jalan angkutan serta mudah dalam pengawasan. Pengadaan bibit dilakukan di persemaian induk (permanent nursery) yang berada di areal persemaian PT. Riau Indo Agropalma. PT. RIA dapat memproduksi bibit tanaman pokok sekitar 2.600.000 bibit/tahun. Perusahaan mempunyai standar bibit yang baik dan terkontrol sehingga diharapkan bibit yang siap tanam mempunyai kualitas yang baik.

Tabel 6. Rencana dan Realisasi Pengadaan Bibit Tanaman PT. RIA Tahun 2015

III.6. Penyiapan Lahan

Kegiatan penyiapan lahan mempunyai 2 tujuan, yaitu untuk mempersiapkan lahan yang akan ditanami agar bersih dari pohon dan/atau tanaman pengganggu. Kegiatan awal penyiapan lahan berupa pembersihan lahan dari pohon, semak belukar, gulma, dan

TARGET REALISASI TARGET REALISASI TARGET REALISASI

2011 6.562.052 3.748.696 955.514 - - -2012 2.353.022 1.187.607 955.514 - - -2013 - - 623.560 140.484 - -2014 - - 0 0 - -2015 2.599.108 1.131.541 - - - -Total 11.514.182 6.067.844 2.534.588 140.484 -

-TANAMAN POKOK TANAMAN KEHIDUPAN TANAMAN UNGGULAN

RKT Keterangan

(12)

vegetasi lainnya yang tumbuh di areal tanaman. Kegiatan penyiapan lahan HTI PT. RIA menerapkan prinsip Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Kegiatan pembersihan lahan dilakukan dengan 2 sistem, yaitu :

a. Sistem Semi Mekanis yang dilakukan dengan peralatan sederhana seperti parang, kapak, dan chainsaw; kemudian dibantu dengan menggunakan alat berat.

b. Sistem Mekanis merupakan pembersihan jalur tanam dari sisa-sisa kayu dengan menggunakan alat berat excavator.

III.7. Penanaman dan Pemanenan

Perusahaan merencanakan penanaman dengan menggunakan Acacia crassicarpa. Acacia crassicarpa merupakan tanaman paling cocok saat ini untuk dikembangkan di areal PT. RIA, hal ini berdasarkan kepada hasil penelitian yang dilakukan oleh bagian Riset. Namun tidak menutup kemungkinan bagi peusahaan untuk mengembangkan tanaman lain sebagai tanaman pokok. Penanaman dilakukan pada petak yang telah dilakukan pengukuran, jarak tanam yang diatur sesuai dengan kaidah silvikultur, jarak tanam yang dibuat adalah 3 m x 2 m. Sampai saat ini pada areal efektif sudah terealisasi seluruhnya pada tanaman pokok. Sehingga untuk selanjutnya melakukan penanaman pada areal efektif yang belum tertanami dan melakukan penanaman pada areal bekas panen.

Tabel 7. Rencana dan Realisasi Penanaman dan Penebangan PT. RIA Tahun 2015

III.8. Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pemeliharaan tanaman mengacu pada Standard Operating Procedure meliputi kegiatan pemupukan, penyulaman, pemangkasan cabang (singling), dan penyiangan (weeding). Jadwal pelaksanaan pemeliharaan tanaman (luas dan waktunya) mengikuti jadwal penanaman dan jadwal teknis silvikultur HTI.

HUTAN

TANAMAN HUTAN ALAM JUMLAH

HUTAN

TANAMAN HUTAN ALAM JUMLAH

1 2011 - 1.602,00 1.602,00 3.578,00 - 1.602,00 1.602,00 2.044,00 2 2012 - 1.014,00 1.014,00 1.804,00 - 405,00 405,00 647,55 3 2013 - 183,20 183,20 340,00 - - - 76,60 4 2014 - - 0,00 - -5 2015 1.156,9 - 1.156,90 1.417,2 524,97 - 524,97 616,98 3.956,10 7.139,18 524,97 2.007,00 2.531,97 3.385,13 Keterangan Total RKT NO TEBANGAN RENCANA LUAS (HA)

PENANAMAN

REALISASI LUAS (HA) TEBANGAN

PENANAMAN

(13)

III.9. Pengukuran Riap Tanaman

Pembangunan Hutan Tanaman Industri bertujuan untuk meningkatkan nilai hutan produksi baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Parameter kuantitatif nilai hutan produksi antara lain oleh jumlah batang, luas bidang dasar, pertumbuhan riap dan volume kayu yang dapat dimanfaatkan per satuan areal. Sedangkan secara kualitataif nulai hutan produksi ditentukan antara lain: struktur tegakan, bentuk batang, tinggi bebas cabang dan tidak cacat. Untuk mengetahui dan mengamati riap pertumbuhan tanaman tersebut perlu dibuat Petak Ukur Permanen (PUP) pada setipa kegiatan penanaman yang diamati secara periodik. Rekap per petak pertumbuhan tanaman PUP tahun 2015 disajikan pada gambar berikut ini:

Tabel 8. Hasil Perhitungan Pertumbuhan Tinggi, Diameter dan Volume Tegakan

Rata-rata Tahun 2015 PT. Riau Indo Agropalma (PT. RIA)

Gambar 3. Perkembangan CAI Tinggi, Diameter dan Volume berdasarkan Umur

Tanaman.

Tabel 9. Hasil Perhitungan Data dan Perkembangan Variabel Pengamatan PUP Tahun

(14)

14

Grafik 4. Perkembangan Variabel Pengamatan PUP Tahun 2015

(15)

III.10. Perlindungan Hutan

Beberapa potensi gangguan terhadap kawasan hutan areal kerja adalah bahaya serangan hama dan penyakit, bahaya kebakaran hutan, bahaya pencurian kayu hutan tanaman, penebangan liar kayu alam di kawasan lindung, tanaman unggulan setempat dan tanaman kehidupan serta gangguan akibat tekanan terhadap lahan (konversi lahan).

III.10.1. Hama dan Penyakit Tanaman

Sampai dengan saat ini di areal kerja belum pernah terjadi serangan hama dan penyakit tanaman pada tingkat serangan sangat berat atau serangan meluas. Adapun jenis serangan hama, penyakit dan gulma yang dominan di areal kerja adalah :

- Hama, terdiri dari ulat daun, belalang, penghisap pucuk, penggerek batang, rayap dan tikus.

- Penyakit, terdiri dari bercak daun (Pestolatia sp.), karat daun (Uromyces sp.), embun jelaga (Meliola sp.), embun tepung (Oidium sp.), dan busuk akar (Ganoderma sp.). - Gulma, terdiri dari alang-alang (Imperata cylindrica), rumput teki (Cyperus

rotundus), sembung rambat (Mikania michranta), senduduk (Melastoma malabathricum), dan daun pakis-pakisan.

Dalam upaya pengendalian populasi hama dan penyakit di tegakan, operasional plantation akan mengkombinasikan metode-metode pengendalian yang ada secara kompatibel, yaitu penggunaan lahan tanam yang terseleksi dari kontaminasi hama dan penyakit serta memiliki pertumbuhan yang baik, pengendalian secara silvikultur (pengaturan jarak tanam, pemupukan, sanitasi areal/penyiangan), penggunaan agensia hayati (cendawan Trichoderma sp., Glyocladium sp., Beauveria bassiana) dan aplikasi pestisida sebagai langkah/alternatif terakhir.

III.10.2. Kebakaran Hutan dan Lahan

Potensi bahaya kebakaran hutan di areal kerja tergolong besar. Hal ini disebabkan oleh faktor iklim, kondisi lahan, dan faktor sosial. Dari faktor iklim dan kondisi lahan, walaupun secara makro areal kerja beriklim sangat basah, namun secara mikro (harian) memungkinkan kondisi kering yang beturut-turut selama beberapa hari. Hal ini cukup untuk membuat serasah dan gambut bagian atas menjadi kering dan mudah terbakar.

(16)

16 Sebagai bentuk antisipasi dini terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, di distrik dibentuk Satuan Tugas Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgasdamkarhutla), pemasangan papan indeks bahaya kebakaran dan pembangunan menara api. Papan peringatan dan menara api tersebut dipasang pada tempat-tempat yang strategis sehingga dapat menjadi informasi kondisi kerawanan bahaya kebakaran bagi setiap orang, baik karyawan perusahaan maupun masyarakat sekitar hutan.

III.10.3. Perburuan Satwa Liar

Di areal kerja PT. RIA terdapat beberapa jenis satwa liar yang potensial untuk diburu oleh masyarakat. Perburuan yang terjadi pada umumnya dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk dikonsumsi sendiri dan untuk dijual kepada pihak lain. Namun demikian intensitas perburuan ini masih dalam skala kecil karena dilakukan secara tradisional.

Upaya perusahaan untuk mecegah terjadinya perburuan di arael konsesi khusus nya di lokasi kawasn lindung yaitu dengan pemasangan papan larangan berburu, serta penjagaan dan patroli rutin di sekitar areal konsesi. Upaya ini perlu dilakukan mengingat diantara satwa-satwa liar tersebut merupakan satwa yang dilindungi serta untuk menjaga kelestarian ekosistem.

III.10.4. Penebangan Kayu Alam Tanpa Ijin

Terdapat potensi penebangan kayu alam tanpa ijin, khusunya pada areal hutan kawasan lindung. Potensi tersebut datang dari masyarakat sekitar konsesi, oleh kareana itu perusahaan melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, kontraktor serta karyawan tentang larangan melakukan penebangan liar (illegal logging), hal ini untuk menjaga areal konsesi khususnya kawasan lindung agar tetap berfungsi sebagai penyeimbang dan menjaga kelestarian ekosistem.

III.10.5. Tekanan terhadap Lahan

Terdapat potensi tekanan terhadap lahan areal kerja pata PT. RIA, tekanan ini disebabkan kepemilikan lahan oleh masyarakat. Untuk mengatasi masalah tekanan/klaim ini perusahaan menempuh beberapa tahapan penyelesaian sebagai berikut:

(17)

- Menelusuri latar belakang terjadinya tumpang tindih/klaim oleh masyarakat - Menelusuri kegiatan yang dilakukan oelh masyarakat yang terkait dilapangan - Melakukan penyelesaian secara musyawarah dengan masyarakat, dengan

fasilitator instansi pemerintah atau pihak ketiga yang kompeten

- Menjajaki kemungkinan dilakukannya kerjasama dengan pola hutan tanaman pola kemitraan

Beberapa kegiatan perlindungan hutan dari potensi gangguan terhadap kawasan hutan yang dilaksanakan oleh perusahaan adalah :

1. Pembentukan Satuan Tugas Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgasdamkarhutla) dan Pengadaan Perlengkapan.

2. Melakukan patroli dan penjagaan.

3. Melakukan penyuluhan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api. 4. Pembuatan dan pemasangan rambu-rambu pencegahan kebakaran. 5. Pembuatan papan larangan.

III.11. Pemanenan Dan Pemanfaatan Hasil III.11.1. Pemanenan

Kegiatan pemanenan yang mencakup proses perencanaan (micro planning), penebangan, penyaradan dan proses penumpukkan di TPn dilaksanakan sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan yang telah disahkan, dan mengacu pada perencanaan jangka panjang yang tertuang dalam Rencana Kerja Usaha (RKU), guna menjamin kelestarian hasil dalam pengelolaan hutan (sustainable forset management). Alur perjalanan kayu dari TPn ke Mill dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

(18)

18

Gambar 5. Alur lacak balak dilahan gambut

III.11.2. Pemanfaatan Hasil

Sesuai dengan tujuan pembangunan hutan tanaman, hasil panen tanaman pokok HTI PT. Riau Indo Agropalma untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp dan kertas PT. INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk di Propinsi Riau.

(19)

IV. PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN IV.1. Dasar Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan

Dasar kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan PT. RIA adalah Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan berdasarkan keputusan Bupati Indragiri Hilir No. Kpts.17/I/HK-2011 pada Tanggal 20 Januari 2011, dan tertuang dalam Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Selain AMDAL.

IV.2. Bentuk Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan

Kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan di HTI PT. RIA dilaksanakan pada 3 kelompok areal, yaitu :

IV.2.1 Areal Kawasan Lindung

Kawasan lindung yang terdapat di areal PT. RIA yaitu berupa kawasan lindung Daerah Perlindungan Satwa Liar (DPSL), Kawasan Lindung Gambut, Sempadan Sungai, dan Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN). Kawsan lindung ini berfungsi sebagai tempat habitat satwa-satwa liar, pengatur tata air, pencegah erosi, dan sebagai tempat pelestarian plasma nutfah setempat. Areal kawasan lindung berhutan merupakan tempat habitat yang baik bagi satwa-satwa liar yang berada di dalamnya, karena pada kawasan tersebut terdapat banyak sumber pakan untuk satwa liar tersebut.

Kegiatan pengelolaan kawasan lindung yang dilakukan di PT. RIA adalah pemasangan batas, pemasangan papan peringatan, rehabilitasi berupa penanaman dan regenera alami, inventarisasi dan identifikasi flora dan fauna, penyuluhan kepada karyawan, kontraktor dan masyarakat, serta kegiatan patroli pengamanan kawasan lindung.

Pada areal kawasan lindung terdapat sejumlah jenis vegetasi yang tersebar di sekitar areal berhutan Diatara vegetasi-vegetasi tersebut teridentifikasi jenis tumbuhan yang dilindungi berdasarkan CITES, IUCN, serta peraturan lokal yang mengaturnya (Tabel 11)

(20)

20

Tabel 10. Vegetasi dilindungi yang terdapat di PT. RIA

No. Spesies IUCN CITES Status Konservasi Peraturan Nasional

VEGETASI

1 Ramin

(Gonsystylus bancanus)

VU II SK Menhut No. 127 dan 168 tahun 2001 2 Punak (Tetramirista glabra) - - SK Mentan No.54/Kpts/Um/2/1972. 3 Arang-arang (Diospyros oblongus) - - SK Mentan No.54/Kpts/Um/2/1972. 4 Kempas (Koompasia malaccensis) - - SK Mentan No.54/Kpts/Um/2/1972. 5 Balam Suntai (Palaqium burkii) - - SK Mentan No.54/Kpts/Um/2/1972. 6 Bintangur (Callophylum pulcherimum) - - SK Mentan No.54/Kpts/Um/2/1972. 7 Kantong Semar (Nephentes ampularia) - II SK Mentan No.54/Kpts/Um/2/1972. 8 Anggrek (Orchidaceae) - - SK Mentan No.54/Kpts/Um/2/1972. Sumber : Conservation Management Plan (CMP) PT. RIA tahun 2011

Areal kawasan lindung juga dihuni oleh cukup banyak satwa liar dan beberapa diantaranya adalah jenis dilindungi, seperti : Harimau Sumatera, Macan Dahan, Beruang Madu, Siamang, Ungko, Kera Ekor Panjang, Beruk, Trenggiling, Rusa, Napu, Kancil, Rangkong, Elang Hutan, Entok Rimba, Bangau Angin, Bangau Susu, Biawak, dan Labi-labi. Berikut daftar status satwa yang dilindungi yang ada di areal kawasan lindung PT RIA, berdasarkan CITES, IUCN dan peraturan nasional.

Tabel 11. Jenis-jenis Satwa yang berpotensi ditemukan di Areal PT. RIA

No. Spesies Status Konservasi

IUCN CITES Peraturan Nasional

Mamalia

1. Harimau Sumatera

(Panthera tigris) EN I

UU No. 5 thn 1990, SK Mentan No. 327 thn 1972, SK Menhut No. 301 thn 1991, SK Menhut No. 882 thn 1992, PP No. 7 thn 1999. 2. Siamang (Hylobates syndactylus)

EN I UU, SK Mentan No. 247 thn 1979, SK Menhut No. 301 thn 1991, SK Menhut No. 882 thn 1992, PP No. 7

(21)

thn 1999. 4. Beruang Madu

(Helarctos

malayanus)

VU I UU, SK Mentan No. 247 thn 1979, SK Menhut No. 301 thn 1991, SK Menhut No. 882 thn 1992, PP No. 7 thn 1999.

5. Macan Dahan (Neofelis

nebulosa)

VU I UU No. 5 thn 1990, SK Mentan No. 327 thn 1972, SK Menhut No. 301 thn 1991, SK Menhut No. 882 thn 1992,.

6. Rusa

(Cervus unicolor)

LR II PP No. 7 thn 1999 dan SK Mentan No. 327 thn 1972,

7. Beruk

(Macaca nemestrina)

VU II PP No. 7 thn 1999 dan SK Mentan No. 327 thn 1972,

Aves

1. Rangkong (Buceros

rhinoceros)

NT II UU, SK Mentan No. 247 thn 1979, SK Menhut No. 301 thn 1991, SK Menhut No. 882 thn 1992, PP No. 7 thn 1999. 2. Elang Laut/Bondol (Haliastur indus) NT II PP No. 7 thn 1999. 3. Raja Udang (Alcedo atthis) VU - PP No. 7 thn 1999. Reptilia 1. Biawak (Varanus sp.) VU II PP No. 7 thn 1999. 2. Buaya Katak (Crocodylus sp.) - II

Sumber: Conservation Management Plan (CMP) PT. RIA tahun 2011.

IV.2.2. Areal Tidak Efektif Untuk Produksi

Merupakan kawasan produksi yang dialokasikan sebagai areal tanaman unggulan, tanaman kehidupan, sarana prasarana, dan kebun benih. Pengelolaan dan pemantauan yang dilakukan berupa :

- Penggunaan pupuk dan pestisida sesuai rekomendasi hasil penelitian - Perawatan/service kanal secara tertutup

- Minimisasi kontaminasi air kanal pada saat boat beroperasi - Pemantauan kualitas air nursery

- Pemantauan kualitas efluen oil catcher. - Pemantauan debit air

(22)

22

IV.2.3. Areal Efektif Untuk Produksi

Merupakan kawasan produksi yang dialokasikan sebagai areal tanaman pokok. Pada areal efektif untuk produksi dilakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan seperti pemberian pupuk sesuai rekomendasi, penanaman dengan cara ratun/ditugal, persiapan lahan dengan tidak membakar sisa tebangan, pemasangan pal untuk batas petak, pemantauan sifat fisik-kimia tanah gambut, pemantauan kualitas air kanal, monitoring hama-penyakit tanaman, pengamatan/pengukuran PUP, dan pengendalian kebakaran lahan.

Secara umum sasaran/kegiatan yang telah dikelola dan dipantau pada masing-masing areal dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 12. Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan PT. RIA

No. Kawasan Pengelolaan Sasaran/Kegiatan Pemantauan

1. Kawasan

Lindung

Pihak perusahaan melakukan kegiatan patroli rutin di areal kawasan lindung, penyuluhan terhadapa karyawan dan kontraktor, pemasangan papan nama / papan peringatan, pembangunan menara pengawas.

Pemantauan vegetasi dan satwa liar.

2. Areal Tidak

Efektif Untuk

Produksi

Penggunaan bahan kimia sesuai rekomendasi hasil penelitian, perawatan / service kanal secara tertutup, minimisasi

kontaminasi air

kanal,penanganan bekas kemasan pestisida.

Pemantauan kualitas air nursery, pemantauan air efluen oil catcher pada gudang BBM, pemantauan debit dan kualitas air sungai,

3. Areal Efektif

Untuk Produksi

Pengelolaan tata air, pengendalian hama penyakit tanaman, pencegahan kebakaran, Perawatan kanal secara tertutup, perawatan jalan.

Melakukan pemantauan debit sungai, perubahan kimia tanah, dan peman-tauan perubahan sifat fisik tanah, Subsidensi gambut, Sumber : Laporan Hasil Pemantauan Pelaksanaan RKL – RPL PT. RIA

(23)

V. MONITORING & EVALUASI PT. RIAU INDOAGROPALMA TAHUN 2015

Upaya monitoring kegiatan perusahaan dilakukan dengan membuat pelaporan maupun dokumentasi agar apa yang dilakukan dapat terekam dengan baik. Sehingga kinerja perusahaan menjadi terkontrol dengan baik pula. Adapun monitoring dan evaluasi dilakukan pada masing-masing aspek.

A. Aspek Produksi

Tabel 13.Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Aspek Produksi PT. RIA Tahun 2015

No Parameter Rencana Realisasi Persentase (%)

1 Tanam (Ha) 1,417.18 616.98 43.54%

2 Tebang (Ha) 1,156.90 524.97 45.38%

3 Produksi (M3) 164,882.07 74,137.03 44.96%

4

Survey Permanen Sample Plot (PSP)

a. Jumlah Plot 60 60 100%

b. Luas (Ha) 278.0 278.0 100%

5

Survey Pre Harvesting Inventory (PHI)

a. Jumlah Plot 177 177 100%

b. Luas (Ha) 414.1 414.1 100%

B. Aspek Ekologi

Monitoring dan evaluasi pengelolaan lingkungan PT. RIA berjalan sesuai dengan rencana, meliputi Pengelolaan Kawasan dilindungi, vegetasi dan satwa dilindungi, pengelolaan tanah dan air, serta perlindungan hutan.

Tabel 14. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pengelolaan dan Pemantauan

(24)

24

Rencana Realisasi 1 Pengelolaan dan pemantauan kawasan lindung

- Penandaan Batas Kawasan Konservasi meter 10.800 10.800,00 10.959 - Perawatan Signplate batas kawasan konservasi meter 41.000 26.172,00 26.603

- Pemasangan signboard himbauan/peringatan larangan berburu satwa dan perambahan hutan unit 24 12 12

- Patroli Pencegahan perburuan dan pembalakan liar Monthly 12 12 12

- Patroli gabungan (BKO, Security Pamhut, Humas, PS dan Environment pertahun 3 3 3

- Sosialisasi dan training lingkungan terpadu kepada karyawan Monthly 12 12 50

- Sosialisasi dan training lingkungan terpadu kepada kontraktor dan masyarakat Monthly 12 12 100

- Sosialisasi dan training lingkungan terpadu kepada masyarakat Triwulan 4 4 50

- Pemantauan flora dan fauna (biodiversity) lokasi 8 8 8

- Pemantauan satwa insidentil daily 36 30 26

2 Pengelolaan dan pemantauan Areal Efektif Produksi - Sosialisasi berkala terkait konservasi tanah & Air pada tenaga kerja Monthly 100 50 40

- Pemantauan Subsiden gambut Sems 2 2 2

- Monitoring water level dan Watertable Monthly 12 12 12

- Pemantauan kualitas air sungai Year 2 2 2

- Pemantauan perubahan sifat fisik kimia tanah Sems 1 1 1

- Pengendalian Hama penyakit tanaman Monthly 12 12 12

- Pemantauan cuaca daily 365 365 365

3 Pengelolaan dan pemantauan Areal tidak Efektif Produksi - Pengelolaan lingkungan pada areal Infrastruktur Monthly 3 3 1

- Pengelolaan kawasan tanaman kehidupan dan pengembangan tanaman unggulan situation 3 3 1

- Pemantauan sarana dan prasarana Monthly 3 3 1 Jumlah

Keterangan NO SASARAN KEGIATAN Satuan Total Monitoring

C. Aspek Sosial

· Tenaga Kerja

Tenaga kerja PT. RIA saat ini tersebar di Camp dan kantor pusat. Tenaga kerja tersebut menduduki posisi dan jabatan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan perusahaan. Disamping tenaga kerja tetap, PT. RIA juga menyerap tenaga kerja harian dan borongan, baik yang berasal dari daerah sekitar konsesi maupun dari daerah lainnya. Jumlah tenaga kerja harian dan borongan tiap tahunnya banyak terserap dan disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini adalah data tenaga kerja/karyawan PT. RIA:

Tabel 15. Tabel Tenaga Kerja PT. Riau Indo Agropalma per September 2016

Tenaga Kerja Jumlah (orang)

Jumlah total • Perincian : - Laki-laki - Perempuan 39 39 0 • Asal tenaga kerja

1. Riau 2. Luar Riau

13 26

(25)

• Tingkat pendidikan 1. SD 2. SMP 3. SMA 4. Perguruan Tinggi 0 1 25 13

· Pembangunan Sosial Masyarakat

Monitoring dilakukan pada prinsip kelestarian sosial untuk mewujudkan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Masyarakat sekitar perusahaan tidak akan lepas dari dampak perusahaan. Monitoring ini didasarkan pada parameter pengelolaan sosial seperti kesejahteraan, pendidikan, sosial ekonomi, dan budaya.

Laporan realisasi pemberdayaan masyarakat serta community development (CD) PT. RIA tahun 2015, bahwa Desa binaan meliputi : Desa Tanjung Simpang, Teluk Bunian, Pelangiran, Mandah dan Simpang Kateman. Program pembinaan masyarakat desa hutan masih difokuskan pada jenis kegiatan sosial budaya, peningkatan SDM, pertanian, pendidikan, keagamaan, dan sarana prasarana desa dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 16. Rencana dan Realisasi Program CD-CSR PT. RIA Tahun 2015

No JENIS KEGIATAN

Rencana Realisasi

Satu

Tahun Januari s.d Desember 2015

Fisik Fisik Ket

1 2 3 4 5 I Aspek ketersediaan mekanisme dan implementasi pendistribusian insentif yang efektif serta pembagian biaya dan manfaat yang adil antara

para pihak :

- Transportasi Anak Sekolah 1

2 Kali 12 Kali

- Sarana dan fasilitas pendidikan 2 Kali 3 Kali Jumlah II Aspek ketersediaan mekanisme dan implementasi peningkatan ekonomi masyarakat setempat - Usaha Pertanian 2 Paket 5

(26)

26 2 - Usaha Berbasis Keterampilan 2 Paket - Usaha Wiraswasta 2 Paket Jumlah III Aspek ketersediaan mekanisme dan

implementasi solusi konflik

social :

1 Pembinaan Sosial Budaya

- BBM Untuk Penerangan Desa/Kecamatan 1 1 Kali 11 Kali

- Sunatan Massal 1 Kali

- Bantuan fogging 1 Kali

- Sosial Kemasyarakatan 1 2 Kali 12 Kali 2 Kegiatan Keagamaan - Sapi Qurban 1 Kali 1 Kali - Hari Raya Keagamaan 1 Kali

- Penerangan Rumah Ibadah 1

2 Kali 12 Kali

3 Infrastruktur

- Sarana dan Prasarana Desa 1 Unit 1 Kali - Partisipasi Pembangunan Tempat Ibadah 4 Kali 1 Kali Jumlah Total

(27)

VI. RENCANA KELOLA TAHUN 2016 A. Aspek Produksi

Tabel 17. Rencana Kegiatan Aspek Produksi PT. RIA Tahun 2016

No Parameter Rencana (Ha) Keterangan

1 Tanam (Ha) 1,121.50

2 Tebang (Ha) 1,057.23

3 Produksi (M3) 151,035.30

4

Survey Permanen Sample Plot (PSP)

a. Jumlah Plot 60

b. Luas (Ha) 285.3

5

Survey Pre Harvesting Inventory (PHI)

a. Jumlah Plot 562

b. Luas (Ha) 1260.8

B. Aspek Ekologi

Berdasarkan hasil studi AMDAL dan HCVF telah diketahui dampak-dampak yang akan timbul dari kegiatan Hutan tanaman Industri di PT. RIA dan didalamnya mencakup rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan. Seiring perkembangan waktu akan terjadi perubahan-perubahan yang cukup berarti di dalam konsesi terutama dalam aspek ekologi, agar fungsi ekologi dapat terjaga serta pengelolaan dan pemantauan lingkungan dapat terpola, terarah dan terlaksana dengan baik, maka diperlukan Rencana Operasional Pengelolaan dan pemantauan Lingkungan tahunan.

(28)

28

Tabel 18. Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan PT. RIA Tahun 2016

Total Target J F M A M J J A S O N D

- Penandaan Batas sesuai NKT meter 51800 25700

- Penandaan Batas High Carbon Stock (HCS) meter 8623 8623

- Rehabilitas alami jenis-jenis terancam punah batang 400 400

- Rehabilitas Kawasan Degradasi Ha 329 20

- Pembentukan plot permanen untuk vegetasi terancam punah pohon

Meranti Shorea platycarp Heim plot 1 1

Dokumen:

1. Laporan Pelaksanaan pembuatan plot vegetasi terancam punah 2. Laporan Monev pengelolaan dan pemantauan - Pengelolaan koridor satwa secara kolaboratif (upaya pengelolaan

satwa terancam punah (Panthera tigris sumatrae) lokasi 2 1

Dokumen:

1. Laporan Pelaksanaan kelola koridor satwa 2. Laporan Monev pengelolaan dan pemantauan

- Pembuatan persemaian bibit vegetasi hutan batang 1000 800 Dokumen:

1. Laporan Pelaksanaan Pembibitan vegetasi hutan

- Pemasangan signboard informasi terkait HCS, KBKT (HCV), unit 15 8 Dokumen:

1. BAP pemasangan dan koordinat - Pemasangan signboard himbauan/peringatan larangan berburu satwa

dan perambahan hutan unit 24 12

Dokumen:

1. BAP pemasangan dan koordinat

- Pengukuhan KBKT secara kolaboratif unit 3 2

Dokumen:

1. Sosialisasi Pengelolaan dan pemantauan KBKT 2. BAP pengukuhan bersama

- Patroli Pencegahan perburuan dan pembalakan liar Monthly 12 12 - Patroli gabungan (BKO, Security Pamhut, Humas, PS dan

Environment pertahun 3 3

- Pengendalian Hama penyakit tanaman Monthly 12 12

Dokumen:

1. Matrik jadwal monitor HPT 2. Laporan monitoring HPT 3. Laporan Monev HPT

- Sosialisasi terpadu kepada masyarakat desa 3 2

Dokumen:

1. Laporan/ BAP/ Notulen pelaksanaan

2. Absensi pelaksanaan 3. Dokumentasi pelaksanaan

- Sosialisasi dan training lingkungan terpadu kepada kontraktor orang 150 120

- Sosialisasi dan training lingkungan terpadu kepada karyawan orang 54 50

- Pemantauan flora dan fauna (biodiversity) lokasi 8 8

Dokumen:

1. Laporan pelaksanaan 2. Dokumentasi pelaksanaan

- Pemantauan satwa insidentil daily 365 365

Dokumen:

1. Tallysheet pemantauan 2. rekapitulasi temuan satwa

- Rehabilitas bekas TPN/ TPK ha 5 5

Dokumen:

1. Laporan pelaksanaan penanaman 2. Peta kerja

- Sosialisasi berkala terkait konservasi tanah & Air pada areal

penebangan orang 120 100

- Sosialisasi berkala terkait konservasi tanah & air pada kegiatan

penyiapan lahan dan penanaman orang 30 25

- Pemantauan Subsiden gambut Sems 2 2

- Monitoring water level dan Watertable Monthly 12 12

- Pemantauan kualitas air sungai Sems 2 2

- Pematauan debit pada saluran outflow Sems 2 2

- Pemantauan perubahan sifat fisik kimia tanah Sems 2 2 - Pemantauan sosial ekonomi masyarakat Monthly 12 12

- Pemantauan cuaca daily 365 365 Laporan pemantauan cuaca

- Pemantauan lingkungan kontraktor tebang dan tanam Monthly 12 12

Dokumen:

1. Laporan penilaian lingkungan 2. Laporan Monev pengelolaan dan pemantauan

- Pengendalian abrasi dinding kanal situation - -- Pengelolaan lingkungan pada areal Nursery Monthly 12 12 - Pengelolaan lingkungan pada areal Infrastruktur Monthly 12 12 - Pengelolaan kawasan tanaman kehidupan dan pengembangan

tanaman unggulan situation -

-- Pemantauan lingkungan areal nursery Monthly 12 12

Dokumen:

1. Laporan penilaian lingkungan 2. Laporan Monev pengelolaan dan pemantauan

- Pemantauan sarana dan prasarana Monthly 12 12

Jumlah

NO URAIAN KEGIATAN UoM Quantiti Pelaksanaan Rencana Pelaksanaan KETERANGAN

1

Pengelolaan dan pemantauan kawasan lindung

Dokumen:

1. Laporan Pelaksanaan tata batas

2. BAP sosialisasi batas kawasan dengan masyarakat, kontraktor 3. BAP Kesepakatan & persetujuan bersama masyarakat

Dokumen:

1. Laporan Pelaksanaan Rehabilitas

2. Laporan Monev pengelolaan dan pemantauan rehabilitas

Dokumen:

1. Matrik jadwal patroli 2. Laporan patroli , BAP pelaksanaan dan dokumentasi

Dokumen:

1. Laporan/ BAP/ Notulen pelaksanaan

2. Absensi pelaksanaan 3. Dokumentasi pelaksanaan

4. Bukti tes pemahaman

3

Pengelolaan dan pemantauan Areal tidak Efektif Produksi

2

Pengelolaan dan pemantauan Areal Efektif Produksi

Dokumen:

1. Laporan/ BAP/ Notulen pelaksanaan

2. Absensi pelaksanaan 3. Dokumentasi pelaksanaan

Dokumen:

1. Laporan pemantauan/ BAP 2. Dokumentasi pelaksanaan

(29)

C. Aspek Sosial

Program Pemberdayaan Masyarakat PT. RIA diarahkan pada lima aspek kegiatan yaitu : 1. Peningkatan SDM meliputi subsidi pendidikan, beasiswa, honor guru,

ketrampilan, perlengkapan belajar mengajar.

2. Peningkatan perekonomian dengan pengembangan sentra produksi pertanian, perikanan, peternakan dan wiraswasta di desa-desa sekitar konsesi sesuai potensi desa.

3. Pembinaan sosial budaya meliputi pelayanan kesehatan, kegiatan sosial masyarakat, pemeliharaan lingkungan (penyiraman jalan lingkungan desa) dan peralatan olah raga.

4. Kegiatan keagamaan meliputi peralatan ibadah, ceramah agama/safari dakwah di desa-desa sekitar.

5. Pembangunan infrastruktur meliputi perbaikan jalan, partisipasi pembangunan gedung sekolah dan tempat ibadah.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan mendatangkan kontribusi positif dari masyarakat pedesaan terhadap kelangsungan pembangunan HTI untuk jangka waktu panjang secara keseluruhan.

Tabel 19. Rencana Pengelolaan Aspek Sosial 2016

NO JENIS KEGIATAN Rencana Keterangan Satu Tahun 2016 Fisik 1 2 3 4 I

Aspek ketersediaan mekanisme dan implementasi pendistribusian insentif yang efektif serta pembagian biaya dan manfaat yang adil antara para pihak :

- Transportasi Anak Sekolah

12 Kali Simpang Kateman, Tanjung Simpang - Sarana dan fasilitas pendidikan

2 Kali Simpang Kateman, Tanjung Simpang

Jumlah

II Aspek ketersediaan mekanisme dan implementasi peningkatan ekonomi

(30)

30

2 perusahaan

- Usaha Perikanan

2 Paket

Desa sekitar dan diluar operasional perusahaan

- Usaha Peternakan

2 Paket

Desa sekitar dan diluar operasional perusahaan

- Usaha Wiraswasta

2 Paket

Desa sekitar dan diluar operasional perusahaan

Jumlah

III Aspek ketersediaan mekanisme dan implementasi solusi konflik social :

1 Pembinaan Sosial Budaya

- BBM Untuk Penerangan Desa/Kecamatan

11 Kali Simpang Kateman, Tanjung Simpang - Sosial Kemasyarakatan

12 Kali

Desa sekitar dan diluar operasional perusahaan

2 Kegiatan Keagamaan

- Sapi Qurban

1 Kali Simpang kateman - Penerangan Rumah Ibadah

12 Kali

Desa sekitar dan diluar operasional perusahaan

3 Infrastruktur

- Sarana dan Prasarana Desa

1 Unit

Desa sekitar dan diluar operasional perusahaan

- Partisipasi Pembangunan Tempat Ibadah 4 Kali

Desa sekitar dan diluar operasional perusahaan

Jumlah

(31)

VII. PENUTUP

Ringkasan Pengelolaan Hutan PT. Riau Indo Agropalma disusun di perawang dan didistribusikan kepada pihak terkait, agar dapat mengetahui dan memperoleh informasi tentang Pengelolaan Hutan yang ada pada wilayah PT. Riau Indo Agropalma menurut aspek Produksi/Ekonomi, aspek Lingkungan, dan aspek Sosial.

Ringkasan Pengelolaan Hutan PT. Riau Indo Agropalma disusun berdasarkan hasil kerja yang dilaksanakan oleh PT. Riau Indo Agropalma pada tahun 2015 dan rencana kegiatan tahun 2016. Kami menyadari masih banyak hal yang harus dan perlu diperbaiki dalam Pengelolaan Hutan yang ada di PT. Riau Indo Agropalma, oleh karena itu kami sangat berharap adanya saran/masukan dari para pihak sehingga kami dapat mengelola hutan menuju lestari Produksi/Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial secara seimbang.

Gambar

Tabel 1. Sejarah Perusahaan PT. RIA
Tabel 2.  Gambaran Letak Areal Konsesi PT. RIA
Tabel 3. Rencana Tata Ruang Areal Kerja PT. RIA
Tabel 4. Realisasi Penataan Batas Areal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bina Duta Laksana dilakukan dengan memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan hutan lestari yang mencakup aspek produksi, aspek ekologi dan aspek sosial.. Pengelolaan

Kegiatan pengelolaan hutan yang lestari hanya akan terwujud jika didukung tiga pilar kelestarian yaitu : kelestarian produksi, kelestarian lingkungan atau ekologi,

Bukit Batu Hutani Alam dilakukan dengan memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan hutan lestari yang mencakup aspek produksi, aspek ekologi, dan aspek sosial.. Pengelolaan lestari ini

Pengelolaan KL dengan penegasan tanda batas untuk memastikan batas operasional produksi kayu sehingga kondisinya tidak terganggu.Untuk meningkatkan perlindungan dan sekaligus

Bumi Persada Permai dilakukan dengan sistem Silvikultur yang memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan hutan secara lestari yang mencakup pada proses pembibitan,

Ruas Utama Jaya sebagai informasi secara umum kegiatan pengelolaan Hutan Tanaman Industri yang mengacu pada aspek-aspek kelestarian produksi, ekologi dan sosial

Mitra Hutani Jaya dilakukan dengan memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan hutan lestari yang memperhatikan aspek produksi, aspek ekologi, dan aspek

Kewajiban pengembangan pola kemitraan dalam rangka pengelolaan hutan lestaripada areal IUPHHK-HTI tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup danKehutanan No. Dalam