• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN PUBLIK PT. WIRAKARYA SAKTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RINGKASAN PUBLIK PT. WIRAKARYA SAKTI"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Page 1 of 34

RINGKASAN PUBLIK

PT. WIRAKARYA SAKTI

(2)

Page 2 of 34

I. PENDAHULUAN

A. Profil Perusahaan

Nama Unit Manajemen : PT. Wirakarya Sakti Alamat Unit Manajemen : Kantor Jambi :

Jl. Ir. H.Juanda No.14, Kel. Simpang III Sipin, Kec. Kota Baru, Jambi

Kantor Operasional Tebing Tinggi :

Desa Tebing Tinggi, Kec. Tebing Tinggi, Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi

Lokasi Unit Manajemen : Provinsi Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kab.Tanjung Jabung Timur, Kab. Batanghari, Kab. Muara Jambi dan Kab. Tebo

Nomor SK Konsesi : SK Menteri Kehutanan No. 346/Menhut-II/2004 tanggal 10 September 2004 (addendum III)

Luas : 293,812 Ha.

B. Visi, Misi dan Kebijakan Perusahaan

Visi PT WKS adalah ”Menjadi perusahaan kehutanan kelas dunia, yang mempraktekkan pengelolaan hutan secara lestari, dengan mengembangkan hubungan sosial yang harmonis, layak secara ekonomi dan ramah lingkungan”.

Sedangkan Misi PT WKS adalah mengelola dan mengembangkan sumberdaya hutan secara profesional guna meningkatkan manfaat bagi pemangku kepentingan dengan cara :

· Mengembangkan hutan tanaman industri yang lestari dan berkualitas tinggi sebagai sumber bahan baku pulp dengan harga terbaik dan rendah resiko.

· Menyediakan lapangan kerja dan kesempatan usaha bagi masyarakat dan industri terkait yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

· Melindungi areal hutan yang mempunyai nilai konservasi dan meningkatkan kelestarian lingkungan hutan.

· Menghasilkan keuntungan yang memadai untuk ikut berkontribusi dalam penerimaan pajak oleh negara.

Selain visi dan misi, perusahaan juga mempunyai kebijakan, Komitmen dan pernyataan yang mendukung pengelolaan hutan secara lestari, yaitu Kebijakan K3L, Kebijakan Kelestarian Hasil, Kebijakan Sosial dan SDM, Kebijakan Tanpa Bakar, Kebijakan Lacak Balak, Kebijakan Prinsip Dasar Pekerja, Komitmen Penerapan FCP, Komitmen FSC CW, Komitmen Pemakaian Pestisida, Pernyataan Non GMO

(3)

Page 3 of 34 Gambar 1. Kebijakan-kebijakan di PT WKS

(4)

Page 4 of 34

II. KONDISI UMUM PT. WIRAKARYA SAKTI

A. Gambaran Umum

Tabel 1. Gambaran Letak Areal Konsesi PT. WKS

No Uraian Diskripsi Letak

1. Geografis 0°45'00"--01°30'00"LS dan 102°37'00"--103°55'00" BT 2. Administrasi

Pemerintahan

Propinsi Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. Batanghari, Kab. Muara Jambi dan, Kab. Tebo

3. Wilayah Pemangkuan Hutan

Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi, Dishut Kab. Tanjung Jabung Barat, Dishut Kab. Tanjung Jabung Timur, Dishut Kab. Batanghari, Dishut Kab. Muaro Jambi dan Dishut Kab. Tebo

4. Daerah Aliran Sungai (DAS)

DAS Betara, DAS Pengabuan, DAS Pkl. Duri, DAS Mendahara, DAS Batanghari, DAS Lagan

Areal PT. WKS terdiri dari kelas lereng A/datar (0-8%) seluas 70,55%, kelas lereng B/landai (8-15%) seluas 17,09%, kelas lereng C/bergelombang (15 - 25%) seluas 11,55%, kelas lereng D/agak curam (25-40%) seluas 0,81%.

B. Tata Ruang

Pengaturan tata ruang areal kerja PT. WKS mengacu pada ketentuan yang berlaku, terutama yang tertuang dalam SK Menteri Kehutanan No. 346/Menhut-II/2004 tanggal 10 September 2004 (addendum III)

Tabel 2. Rencana Tata Ruang Areal Kerja PT. WKS

No. Uraian Luas (ha)

1 Luas Areal menurut SK terakhir 293,812 2 Hasil tata batas/ perhitungan GIS 306,432

3 Kawasan Lindung 35,884

4 Sarana dan Prasarana 9,305

5 Ladang/ overlap 19,151

6 Tanaman Pokok 196,127

7 Tanaman Unggulan & Kehidupan 45,965

(5)

Page 5 of 34

C. Penentuan Jenis Tanaman

Pemilihan dan pengembangan jenis tanaman pokok di PT WKS didasarkan pada tujuan pembangunan hutan tanaman, kesesuaian lahan, nilai ekonomi dan kesesuaian dengan pembangunan masyarakat sekitar hutan. Sesuai dengan tujuan pembangunan hutan tanaman PT WKS yaitu rehabilitasi sumberdaya hutan untuk mendukung pasokan bahan baku industri pulp, sehingga jenis tanaman yang dipilih adalah tanaman yang dapat menjadi bahan baku pulp (fiber).

Kesesuaian lahan diperoleh dengan kajian silang antara jenis tanaman dan kelas lahan (species site

matching). Berdasarkan beberapa kriteria tersebut, maka jenis tanaman pokok yang dikembangkan

saat ini adalah Acacia mangium dan Eucalyptus pellita untuk daerah kering, dan

Acaciacrassicarpa untuk daerah basah (rawa).

Sistem silvikultur yang sesuai untuk diterapkan oleh PT Wirakarya Saktiadalah sistem silvikultur Tebang Habis dengan Permudaan Buatan (THPB), dengan jenis tanaman yang dipilih untuk tanaman pokok, Acacia crassicarpa, Acacia mangiumdan Eucalyptus pellita.Daur semua jenis tanaman pokok ditetapkan rata-rata 5 tahun dengan jarak tanam yang digunakan 3 x 2 m.

D. Keanekaragaman Tumbuhan dan Satwa Liar

Tabel 3. Daftar satwa yang dilindungi yang berada di areal Kerja PT. WKS berdasarkan status perlindungan jenis fauna (PP 7/1999, CITES dan Redlist IUCN).

1. Daftar Jenis Mammalia

No Nama Latin Nama Lokal Status Perlindungan Sumber Data

IUCN CITES PP7/99 LIPI HCVF

1 Aonyx cinerea Sero ambrang II V V

2 Arctictis binturong Binturung VU P V

3 Cervus unicolor Rusa sambar VU P V V

4 Cynocephalus variegates Walangkopo/kubung P V

5 Dyacopterus spadiceus Codot dayak LR (NT) V

6 Felis bengalensis Kucing hutan II P V V

7 Helarctos malayanus Beruang madu DD I P V V

8 Hemigalus derbyanus Musang belang II V

9 Hylobates agilis Ungko LR (NT) I P V V

10 Hystrix brachyura Landak biasa VU II P V V

11 Lariscus insignis Bajing tanah bergaris tiga P V

12 Lutra perspicillata Berang-berang wregul VU V

13 Macaca fascicularis Kera ekor panjang LR (NT) II V V

14 Macaca nemestrina Beruk VU II V V

(6)

Page 6 of 34

16 Muntiacus muntjak Kijang muncak P V V

17 Mydaus javanensis Teledu P V V

18 Neofelis nebulosa Macan dahan VU I P V

19 Nycticebus coucang Kukang DD I P V V

20 Panthera tigris sumatrae Harimau sumatera CR I P V V

21 Paradoxurus hermaphroditus Musang VU III V

22 Presbytis cristata Lutung kelabu II V V

23 Presbytis femoralis Lutung simpai LR (NT) II V

24 Presbytis melalophos Lutung simpai LR (NT) II V

25 Prionodon linsang Musang congkok II P V

26 Pteropus vampyrus Kalong besar II V V

27 Ptilocercus lowii Tupai ekor sikat II V

28 Ratufa affinis Jelarang II P V V

29 Sus barbatus Babi nangui LR (NT) V

30 Sus scrofa Babi hutan VU V

31 Tapirus indicus Tapir/ tenuk VU I P V V

32 Tragulus javanicus Pelanduk kancil P V V

33 Tragulus napu Napuh EN P V V

34 Tupaia glis Tupai akar II V

35 Tupaia minor Tupai Kecil II V

36 Tupaia tana Tupai tanah II V

2. Daftar Jenis Aves (burung)

No Nama Latin Nama Lokal Status Perlindungan Sumber Data

IUCN CITES PP7/99 LIPI HCVF

1 Accipiter gularis Elang alap nipon II P V

2 Accipiter soloensis Elang alap cina II P V

3 Accipiter trivirgatus Elang jambul II P V V

4 Aceros undulatus Kekek julang emas II P V

5 Aethopyga siparaja Burung madu sepah-raja P V

6 Alcedo meninting Raja udang meninting P V V

7 Anorrhinus galeritus Enggang Klihingan II P V

8 Anthracoceros albirostris Kangkareng perut putih II V V

9 Anthracoceros malayanus Kangkareng hitam LR (NT) II V

10 Argusianus argus Kuau raja LR (NT) II P V

11 Aviceda jerdoni Baza jerdon II V

12 Aviceda leuphotes Baza hitam II V

13 Buceros bicornis Rangkong atau enggang LR (NT) I P V

14 Buceros rhinoceros Rangkong atau enggang LR (NT) II P V V

15 Chloropsis cyanopogon Cucak daun kecil LR (NT) V

16 Ciconia episcopus Bangau Sandang-lawe P V

17 Egretta garzetta Kuntul Kecil P V

18 Egretta intermedia Bangau perak P V

19 Egretta sacra Kuntul karang P V

20 Elanus caeruleus Elang pipit, elang tikus II P V V

21 Ficedula dumetoria Sikatab dada merah LR (NT) V

(7)

Page 7 of 34

23 Haliaeetus leucogaster Elang bondol II P V V

24 Haliastur indus Kesumba, luntur putri II V V

25 Harpactes duvaucelelli Luntur putri LR (NT) V V

26 Harpactes kasumba Luntur kasumba LR (NT) V

27 Ichthyophaga humilis Elang ikan kecil II P V

28 Ichthyophaga ichthyaetus Elang ikan kepala-kelabu LR (NT) II P V

29 Ichtinaetus malayensis Elang hitam II P V V

30 Ixos malaccensis Berbah, brinji bergaris LR (NT) V

31 Ketupa ketupu Burung hantu ketupa II V V

32 Leptoptilos javanicus Bangau tongtong VU P V

33 Loriculus galgulus Serindit melayu II V V

34 Macheiramphus alcinus Elang kelelawar II P V

35 Macronous ptilosus Pencor LR (NT) V

36 Malacopteron magnum Asi kumis LR (NT) V

37 Meiglyptes tukki Pelatuk, caladi badok LR (NT) V

38 Microchierax fringillarius Alap-alap capung II P V V

39 Nectarinia jugularis Burung madu sriganti P V

40 Ninox scutulata Pungguk coklat II V

41 Otus lempiji Celepuk reban II V V

42 Pernis ptilorhynchus Sikep madu asia II V

43 Phaenicophaeus diardi Kadalan beruang LR (NT) V

44 Phaenicophaeus sumatranus Kadalan saweh LR (NT) V

45 Pitta guajana Paok pancawarna II P V

46 Pitta sordida Paok hijau P V

47 Psittacula longicauda Betet ekor panjang LR (NT) II V V

48 Psittinus cyanurus Nuri tanau LR (NT) II V V

49 Pycnonotus cyaniventris Berbah kelabu LR (NT) V

50 Pycnonotus melanoleucos Berbah sakit tubuh LR (NT) V

51 Rhinoplax vigil Rangkong gading LR (NT) P V

52 Rhipidura javanica Burung kipas P V

53 Rhycticeros undulatus Julang emas II P V

54 Rollulus rouloul Puyuh sengayan LR (NT) III V

55 Spilornis cheela Elang ular bido II P V V

56 Spizaetus cirrhatus Elang brontok II P V V

3. Daftar Jenis Reptil

No Nama Latin Nama Lokal Status Perlindungan Sumber Data

IUCN CITES PP7/99 LIPI HCVF

1 Amyda cartilaginea Bulus II V

2 Naja sumatrana Kobra II V

3 Phyton reticulatus Ular sanca II V

4 Varanus rudicollis Biawak II V

(8)

Page 8 of 34

4. Daftar Jenis Tumbuhan

No Nama Latin Nama Lokal Status Perlindungan Sumber Data

IUCN CITES PP7/99 LIPI HCVF

1 Acriopsis javanica Anggrek jawa II V

2 Aglaia grandis Miq. Kedondong LR (NT) V

3 Aglaia odoratia Ridan LR (NT) V

4 Aglaia palembanica Kedondong LR (NT) V

5 Aglaia rubiginosa Kedondong LR (NT) V

6 Aglaia silverstris Merrill Bebeko LR (NT) V

7 Agroskophyllum bicuspidatum Anggrek II V

8 Anisoptera costata Mersawa EN V

9 Anisoptera curtisii Dyer. Mersawa CR V

10 Aquilaria malaccensis Benth. Gaharu VU II V

11 Baccaurea dulcis Tampui EN V

12 Bulbophyllum limbatum Anggrek II V

13 Bulbophyllum macrantum Anggrek II V

14 Bulbophyllum odoratum Anggrek II V

15 Bulbophyllum taeniophyllum Anggrek II V

16 Bulbophyllum vaginatum Anggrek II V

17 Cantleya corniculata Daru-daru VU V

19 Cymbidium finlaysonianum Anggrek II V

20 Dendrobium aloifolium Anggrek II V

21 Dendrobium tenellum Anggrek II V

22 Dipterocarpus crinitus Keruing Bulu EN V

23 Dipterocarpus gracilis Keruing Keladan CR V

24 Dryobalanops lanceolata Kapur EN V V

25 Dryobalanops oblongifolia Kapur EN V

26 Elaeocarpus glabrescens Medang LR (CD) V

27 Eria javanica Anggrek II V

28 Eria pulchella Anggrek II V

29 Eusideroxylon zwageri Ulin/kayu besi VU V V

30 Gonystylus forbesii Gilg. Ramin II V

31 Gonystylus maingayi Ramin II V

32 Gonystylus velutinus Ramin II V

33 Hopea ferruginea Parijs. Meranti CR V

34 Hopea mengerawan Miq. Mengerawan CR V

35 Hopea pachycarpa Meranti VU V

36 Hopea sangal Cengal CR V

37 Horsfieldia crassifolia Warb. Pendarahan LR (NT) V

38 Horsfieldia glabra Warb. Pendarahan VU V

39 Horsfieldia polypherula Pendarahan VU V

40 Koompassia malaccensis Kempas LR (CD) V

41 Memecylon wallichii Ridl. Kelat VU V

42 Nepenthes ampullaria Jack Kantung semar II P V

43 Ochanostachys amentacea Petaling DD V

44 Parashorea aptera Sloot Meranti batu CR V V

45 Parashorea lucida Tembalun Daun CR V

(9)

Page 9 of 34

47 Pentaspadon motleyi Hook.f. Plajau DD V

48 Plocoglottis javanica Anggrek tanah II V

49 Santiria rubiginosa Bl. Kedondong VU V

50 Shorea acuminata Dyer Meranti rambai CR V

51 Shorea acumitatissima Meranti rambai CR V

52 Shorea bracteolate Meranti EN V

53 Shorea conica Meranti CR V

54 Shorea johorensis Meranti batu CR V

55 Shorea lepidota Bl. Meranti nilau CR P V

56 Shorea leprosula Miq. Meranti CR V

57 Shorea macrophylla Meranti daun besar VU V

58 Shorea macroptera Meranti kunyit CR V

59 Shorea ovalis Blume Meranti EN V

60 Shorea parvifolia Dyer Meranti EN V

61 Shorea pauciflora King. Meranti EN V

62 Shorea palembanica Meranti CR P V V

63 Shorea platycarpa Meranti Batu CR V

64 Shorea seminis Meranti Terentai CR P V V

65 Shorea singkawang Miq. Mrt. Sengkawang CR P V

66 Shorea teysmanniana Meranti merah EN V

67 Shorea uliginosa Meranti VU V

68 Thecostele alata Anggrek II V

69 Thrixpermum acuminatissimum Anggrek gurita II V

70 Vatica pauciflora Tenam EN V

Keterangan : CR (Critically Endangered) = terancam punah, EN (Endangered) = terancam, VU Vulnerable) = rentan, I: appendix I; II: appendix II;

E. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

Areal kerja PT WKS terletak di lima kabupatendi Provinsi Jambi. Secara umum desa-desa yang berkaitan dengan pengelolaan sosial sebagian besar terletak di luar areal konsesi PT WKS, bahkan di luar Propinsi Jambi. Desa-desa di sekitar areal kerja PT WKS berjumlah 131 desa(Tabel 4).

Tabel 4. Desa-desa di Sekitar Areal Kerja PT. WKS

Kabupaten Jumlah Desa Desa

Batanghari 27

Sungai Rengas,Belanti Jaya,Benteng Rendah,Bukit Kemuning,Kembang Paseban,Pematang Gadung,Rantau Gedang,Sengkati Baru,Tapah Sari,Aro,Muara Singoan, Olak,Sungai Baung,Bukit Paku,Pelayangan,Rantau Kapas Mudo, Rantau Kapas Tuo,Bukit Sari SP3,Karya Mukti,Terusan, Jembatan Mas,Kuap,Pulau Betung, Pulau Raman,Senaning,Teluk, Tidar Kuranji

Muaro

Jambi 7

Danau Lamo, Lubuk Raman, Tanjung Katung, Dusun Mudo, Manis Mato, Rukam, Sekumbung

(10)

Page 10 of 34

Kabupaten Jumlah Desa Desa

Tanjung Jabung

Barat

73

Adipurwa, Bukit Bakar, Bukit Harapan, Bukit Indah, Sungai Muluk, Cinta Damai, Dataran Kempas, Dataran Pinang, Delima, Dusun Mudo, Intan Jaya, Kampung Baru, Kelagian, Merlung, Kemang Manis, Pematang Balam, Kempas Jaya, Kuala Dasal, Lampisi, Lubuk Kambing, Lubuk Sebontan, Lubuk Terap, Lubuk Terentang, Lumahan, Margo Rukun, Merlung, Muntialo, Panoban, Parit Bilal, Parit Pudin, Pematang Buluh, Pematang Lumut, Pematang Tembesu, Penyabungan, Pinang Gading, Pulau Pauh, Purwodadi, Rantau Badak, Rawa Medang, Rawang Kempas, Sei Baung, Sei Landak, Sei Rambai, Senyerang, Serdang Jaya, Sri Agung, Suak Labu, Suak Samin, Suban, Sungai Badar, Sungai Buluh, Sungai Gebar, Suangai Gebar Barat, Sungai Keruh, Sungai Papauh, Sungai Paur, Sungai Rotan, Sungai Terap, Sungsang, Talang Makmur, Taman Raja, Tanah Tumbuh, Tanjung Benanak, Tanjung Bojo, Tanjung Makmur, Tanjung Paku, Tanjung Pasir, Tebing Tinggi, Teluk Ketapang, Teluk Kulbi, Teluk Nilau, Teluk Pengkah, Terjun Gajah,

Tanjung Jabung

Timur

17

Kota Baru,Pandan Lagan, Pandan Sejahtera, Pandan Jaya, Rantau Karya,Suka Maju,Bhakti Idaman,Mendahara Tengah,Pangkal Duri,Mencolok,Pematang Rahim, Sinar Wajo,Sungai Beras,Sungi Toman,Parit Culum I, Parit Culum II, Simpang Tuan

Tebo 5 Lubuk Mandarsah, Muara Kilis, Rantau Api, Kunangan, Mangupeh

Indragiri

Hilir 2

Slensen, Kayu Raja

(11)

Page 11 of 34

III. KEGIATAN PENGELOLAAN HUTAN LESTARI

PT. WIRAKARYA SAKTI

Kegiatan pengelolaan hutan lestari PT. WKS dilakukan dengan memperhatikan kaidah-kaidah pengelolaan hutan lestari. Pengelolaan lestari ini tidak lepas dari kebijakan perusahaan yang menerapkan sistem pengelolaan hutan yang ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat yang tentunya juga dapat menguntungkan secara ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu untuk menunjukan komitmennya, sejak tahun 2013 PT WKS mulai melaksanakan penyusunan Integrated Sustainable Forest Management Plan (ISFMP) yang bertujuan untuk mencapai pengelolaan hutan secara lestari dengan memadukan semua unsur sebagai bagian dalam penentuan perencanaan pengelolaan hutan. Pola pengelolaan diarahkan dengan skema pendekatan landscape dengan langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain:

• Penilaian High Conservation Value Forest/Area, High Carbon Stock, Growth & Yield • Penyusunan Rekomendasi Pengelolaan areal gambut oleh Panel Pakar

• Pemetaan Social Conflict Area

• Penyusunan dan Pelaksanaan Konsultasi Pemegang Kepentingan (stakeholders) kunci wilayah Jambi untuk menentukan tingkat kepentingan rekomendasi

• Penyusunan Kelompok Kerja ISFMP.

ISFMP mulai diterapkan di tahun 2017 sebagai acuan dan pedoman dalam pengelolaan hutan lestari di PT. WKS.

A. ASPEK PRODUKSI

1. Perencanaan

Dasar kegiatan operasionalPT. WKSadalah Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (RKUPHHK-HT) Periode 2009-2018 yang disahkan oleh Menteri Kehutanan (SK.1.65/Vl-BUHT/2011) tanggal 7 Desember 2011.RKUPHHK ini menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) perusahaan.RKT selanjutnya menjadi dasar legal di dalam melaksanakan seluruh kegiatan operasional hutan tanaman.

(12)

Page 12 of 34 2. Penataan batas

Luas definitif areal kerja PT. WKS ditetapkan berdasarkan SK definitif addendum III yaitu SK Menteri Kehutanan No. 346/Menhut-II/2004 tanggal 10 September 2004 seluas 293,812 Ha.Penataan batas dilakukan baik pada batas luar dan batas dalam konsesi yang telah terealisasi sepanjang ± 994,968 Km.

3. Pembukaan wilayah hutan dan pengadaan sarana prasarana

PT.WKSmelaksanakan kegiatan Pembukaan Wilayah Hutan (PWH) yang meliputi pembangunan jaringan kanal dan jalan, base camp, dan sarana prasarana lainnya.

4. Pembibitan

Untuk memenuhi kebutuhan bibit tanaman, PT WKS telah membangun pusat persemaian (nursery) yang berlokasi di Sei Tapah pada areal seluas 65 Ha dengan kapasitas produksi mencapai 108 juta bibit/tahun. Nursery yang ada dilengkapi dengan fasilitas modern dan tenaga kerja yang memadai.Fasilitas serta infrastruktur nursery yang dimiliki antara lain: Greenhouse, sistem pengairan pengabutan dan sprayer, production lines, stool plant house, laboratorium pengembangan (lab. tissue culture, lab. silvikultur, lab hama dan penyakit), perkantoran, gudang dan bangunan pendukung lainnya.

Tabel 5.Rekapitulasi Produksi Bibit 2010 – 2016

Tahun Species Total

A.crassicarpa A.mangium Eucallyptus sp.

2010 32,730,935 8,248,640 32,449,450 73,429,025 2011 30,390,875 7,536,216 36,875,213 74,802,304 2012 28,971,582 29,146,627 4,754,313 62,872,522 2013 38,002,004 19,017,825 13,342,859 70,362,688 2014 38,068,819 3,548,866 12,494,217 54,111,902 2015 40,221,272 1,424,014 15,678,919 57,324,205 2016 19.558.504 88.560 31.317.359 50.964.423

5. Penyiapan Lahan dan Penanaman

Kegiatan penyiapan lahan mempunyai tujuanuntuk mempersiapkan lahan yang akan ditanami agar bersih dari pohon dan/atau tanaman pengganggu. Kegiatan awal penyiapan lahan berupa pembersihan lahan dari pohon, semak belukar, gulma, dan vegetasi lainnya yang tumbuh di areal tanaman. Kegiatan penyiapan lahan PT. WKS menerapkan prinsip Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).

(13)

Page 13 of 34 Penanaman dilakukan secara rutin setiap tahun dan dilakukan pada petak yang telah dilakukan pengukuran, jarak tanam yang diatur sesuai dengan kaidah silvikultur, jarak tanam di tanah mineral 3 x 2,5 m (semua jenis). Sedangkan penanaman diareal gambut dilakukan dengan jarak tanam 3 x 2 m untuk jenis Acacia Crassicarpa.

Tabel 6.Rencana dan Realisasi Penanaman berdasarkan RKT (s/d 2017)

Tahun RKT Luas Tanaman (Ha) %

Rencana Realisasi 2010 39,451 24,519 62 2011 48,917 27,296 56 2012 51,240 27,486 54 2013 58,125 36,551 63 2014 49,631 25,847 52 2015 52,963 32.802 62 2016 57.872 30.265 52 2017 48,429 6. Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan tanaman mengacu pada Standard Operating Procedure meliputi kegiatan pemupukan, penyulaman dan penyiangan (weeding). Jadwal pelaksanaan pemeliharaan tanaman (luas dan waktunya) mengikuti jadwal penanaman dan jadwal teknis silvikultur HTI.

7. Pemanenan (Harvesting)

Sejauh ini perusahaan telah mempunyai mekanisme sendiri untuk menanggulangi dampak negatif terhadap tanah dengan sistem low soil compaction yaitu dengan membuat mulsa menggunakan potongan ranting dan daun bekas pohon yang sudah ditebang di areal tebangan. Sistem penebangan yang diterapkan di unit manajemen terdiri dari sistem semi mekanis dengan menggunakan gergaji mesin tangan (chainsaw) dan sistem mekanis dengan menggunakan alat berat.

(14)

Page 14 of 34 Tabel 7.Rencana dan Realisasi Pemanenan (s/d 2017)

Tahun RKT

Hutan Alam Hutan Tanaman Industri

Luas (Ha) Volume (m3) Luas (Ha) Volume (m3)

Renc. Real. % Renc. Real. % Renc. Real. % Renc. Real. %

2009 905 148 16.35 79,915 14,314 17.91 38,444 25,189 65.52 3,740,160 2,611,011 69.81 2010 1,550 604 38.97 140,071 76,460 54.59 38,005 24,009 63.17 4,537,405 2,721,579 59.98 2011 946 357 37.74 93,158 43,473 46.67 50,333 26,793 53.23 5,272,816 2,621,577 49.72 2012 879 435 49.49 63,538 26,549 26.05 53,202 35,217 66.19 5,886,284 2,589,455 43.99 2013 373 0 0 44,736 0 0 53,124 37,955 71.45 5,464,259 3,268,872 59.82 2014 0 0 0 0 0 0 44,475 26,394 59 4,327,899 2,251,728 52 2015 0 0 0 0 0 0 48,618 33,698 69 4,652,897 2,576.735 55 2016 0 0 0 0 0 0 50,909 34.858 68 4.839.893 3.278.111 58 2017 0 0 0 0 0 0 47,010 5,010,331 B. ASPEK EKOLOGI

Dasar kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan PT. WKS yaitu berdasarkan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) dan Dokumen AMDAL yang telah disetujui sesuaiKepgub Jambi No. 78 Tahun 2005 tanggal 21 April 2005, tentang Penggabungan dan Tambahan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan IUPHHK-HT PT WKS di Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Tebo, dan Muaro Jambi Propinsi Jambi mencakup luasan ± 293.812 Ha.

1. Pengelolaan Kawasan Lindung

PT WKS telah mengalokasikan kawasan lindung (KL) seluas 35.884 ha (11,71%). Penetapan KL ini tidak hanya untuk memenuhi ketentuan tata ruang areal hutan tanaman sebesar 10%, namun disesuaikan pula dengan kaidah-kaidah penetapan KL sesuai standar Deliniasi Mikro (KepDirjend. Bina Produksi Kehutanan No. S.812/VI-BPHT/2006 tanggal 09 Oktober 2006). Pada awalnya KL yang ditetapkan seluas 31.439 ha dan saat ini bertambah seluas 4.455 ha menjadi 35.884 Ha. Jenis KL di areal kerja PT WKS meliputi kawasan sempadan sungai, kawasan perlindungan satwa liar, kawasan pelestarian plasma nutfah, buffer zone hutan lindung, buffer zone Taman Nasional Bukit Tigapuluh, perlindungan gambut, kawasan lereng E/curam dan koridor satwa.

(15)

Page 15 of 34

2. Pengelolaan dan Pemantauan Flora dan Fauna

Pada areal kawasan lindung terdapat sejumlah jenis flora dan fauna yang tersebar di sekitar areal berhutan. Diatara flora dan fauna tersebut teridentifikasi jenis-jenis yang dilindungi berdasarkan CITES, IUCN serta peraturan lokal yang mengaturnya.

3. Pengelolaan dan Pemantauan HCV

Penilaian HCVF di areal PT. WKS sudah dilakukan pada tahun 2014 oleh APCS Konsultan.Dari hasil identifikasi di lapangan dapat diketahui nilai-nilai konservasi yang terdapat atau tidak ada padakawasan-kawasan hutan yang ada di dalam UM, yaitu :

Tabel 8.Hasil Identifikasi HCV PT. WKS

HCV Komponen Ada Tidak Ada

CV 1. Kawasan yang

mempunyai tingkat

keanekaragaman hayati yang penting

1.1. Kawasan Lindung √

1.2. Spesies Dilindungi dan hampir punah √

1.3. Kawasan habitat spesies terancam dan dilindungi √

1.4. Konsentrasi Temporal Penting √

CV 2. Kawasan bentang alam

yang penting bagi dinamika ekologi secara alami

2.1. Bentangan hutan √

2.2. Kawasan alam yang berisi dua atau lebih

ekosistem √

2.3. Kawasan yang berisi populasi yang mampu

bertahan hidup √

CV 3. Kawasan yang

mempunyai ekosistem langka atau terancam punah

Kawasan hutan yang merupakan tipe utama ekosistem

yang representatif √

CV 4. Kawasan yang

menyediakan jasa-jasa lingkungan alami

4.1. kawasan untuk penyedia air dan pengendalian

banjir bagi Maasyarakat Hilir √

4.2. Kawasan yang penting untuk pencegah erosi dan

sedimentasi √

4.3. Kawasan hutan yang berfungsi sebagai sekat alam

untuk mencegah kebakaran √

CV 5. Kawasan hutan yang

sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat lokal (misalnya ; subsisten, kesehatan)

CV 6. Kawasan hutan yang

sangat penting untuk identitas budaya tradisi masyarakat lokal (kawasan budaya, ekologi, ekonomi dan agama bagi masyarakat lokal)

(16)

Page 16 of 34

4. Perlindungan Hutan

Beberapa potensi gangguan terhadap kawasan hutan adalah bahaya serangan hama dan penyakit, bahaya kebakaran hutan, bahaya pencurian kayu hutan tanaman, penebangan liar kayu alam di kawasan lindung, tanaman unggulan setempat dan tanaman kehidupan serta gangguan akibat tekanan terhadap lahan (klaim dan konversi lahan).

C. ASPEK SOSIAL

1. Pembangunan Sosial Masyarakat

Terkait dengan kelestarian sosial perusahaan memiliki kebijakan pembangunan sosial masyarakat yang tertuang dalam program kelola sosial, berupa program pemberdayaan masyarakat desa sekitar hutan. Arah dari program tersebut adalah terjadinya minimasi konflik dengan masyarakat baik konflik pemanfaatan hasil hutan maupun konflik kawasan hutan, serta mendorong terciptanya kondisi masyarakat yang mandiri dalam membangun wilayah desanya.

2. Ketenagakerjaan

Tenaga kerja PT. WKS saat ini tersebar di seluruh distrik dan kantor pusat. Tenaga kerja tersebut menduduki posisi dan jabatan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan perusahaan. Disamping tenaga kerja tetap, PT. WKS juga menyerap tenaga kerja harian dan borongan, baik yang berasal dari daerah sekitar konsesi maupun dari daerah lainnya.

Tabel 9. Data Tenaga Kerja PT. WKSperiode September 2017

Tenaga Kerja Jumlah (orang)

· Jumlah total · Perincian : - Laki-laki - Perempuan 1.227 1.151 76 · Tingkat pendidikan 1. No Education 2. SD 3. SMP 4. SMA 5. Academy 6. S1 7. S2 6 35 48 750 68 313 7

(17)

Page 17 of 34 Karyawan PT. WKS juga dibebaskan untuk beserikat yaitu tergabung dalam Serikat Pekerja (SP), seperti SP Kahutindo, SP Seluruh Indonesia, SP Hukatan dan SP Wirasylva. Perjanjian perusahaan dengan pekerja tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dikeluarkan oleh organisasi SP dan perusahaan.

(18)

Page 18 of 34

IV. MONITORING DAN EVALUASI TAHUN 2017

Monitoring kegiatan perusahaan dilakukan dengan membuat pelaporan maupun dokumentasi agar apa yang dilakukan dapat terekam dengan baik. Sehingga kinerja perusahaan menjadi terkontrol dengan baik.Adapun monioring dan evaluasi dilakukan pada masing-masing aspek.

A. Aspek Produksi

Pembukaan wilayah hutan dan pengadaan sarana prasarana

PT.WKSmelaksanakan kegiatan Pembukaan Wilayah Hutan (PWH) yang meliputi pembangunan jaringan kanal dan jalan, base camp, dan sarana prasarana lainnya (Tabel 10).

Tabel 10. Data Existing Infrastruktur PT. WKS.

Distrik PANJANG JALAN (M) Total PANJANG KANAL (M) Total

Akses Utama Cabang Ranting Primer Sekunder

I 68,150 98,107 225,436 1,180,672 1,572,365 52,515 227,997 280,512 II 36,814 97,121 184,273 196,009 514,217 181,735 407,092 588,827 III 89,874 81,494 363,716 1,056,732 1,591,816 - - - IV 86,548 89,017 290,791 931,383 1,397,740 - - - V 30,732 71,349 113,890 105,772 321,744 84,528 727,390 811,918 VI 20,859 24,155 70,626 4,330 119,971 47,609 473,049 520,658 VII - 117,295 94,969 31,899 244,163 98,325 705,738 804,063 VIII 131,641 63,769 203,917 810,619 1,209,946 - - - Total 464,618 642,307 1,547,619 4,317,417 6,971,961 464,713 2,541,266 3,005,979

Penyiapan Lahan dan Penanaman

Tabel 11.Rencana dan Realisasi Penanaman Tanaman Pokok Tahun 2010 s/d 2017

Tahun Rencana (Ha) Realisasi (Ha) %

2010 40.157 25.057 62,40 2011 52.469 27.338 52,10 2012 54.092 28.863 53,36 2013 61.446 36.551 59,48 2014 52.799 26.126 49,48 2015 52.963 32.802 61,93 2016 57.872 30.265 52,30 2017 50.728 35.661 70.29

Kinerja atauperforma penanaman di areal kerja PT. WKS bila dilihat berdasarkan data RKT 2017adalah menghasilkan realisasi yang hanya mencapai 70,29% dari target yang ditetapkan.

Untuk memonitor hasil kegiatan penanaman dilakukan Plantation Monitoring Assessment (PMA) yang bertujuan untuk menghitung survival rate (persen hidup) tanaman, mengidentifikasi gulma dan monitoring pertumbuhan tanaman.Kegiatan tersebut dilakukan pada umur tanaman 2 bulan sehingga apabila ditemukan hasil tanaman yang kurang baik bisa dilakukan penyulaman.Selain itu

(19)

Page 19 of 34 juga dilakukan monitoring kualitas tanaman pada umur tanaman 6 bulan, 12 bulan, dan seterusnya hingga tanaman 1 (satu) tahun sebelum dipanen.

Hasil kegiatan PMA tahun 2013 sampai tahun 2017adalah sebagai berikut : Tabel 12.Kualitas Tanaman Umur Tanaman 2 Bulan, 6 Bulan, dan 12 Bulan

Tahun

2 Bulan 6 Bulan 12 Bulan

Stocking (%) Stocking (%) Stocking (%)

Acra Aman Ep Rata-rata Acra Aman Ep Rata-rata

2013 98,76 90,96 87,00 83,70 93,00 87,90

2014 99,70 94,00 87,60 86,30 87,40 87,10

2015 101,00 95,30 96,80 95,60 95,90 87,30 91,60 86,90 88,60

2016 101,19 93,78 84,74 71,79 84,91 80,48

2017 100,49 94,53 87,71 - 85,04 57,58

Rata-rata stocking tanaman umur 2 bulan adalah mecapai 100,43%, sedangkan rata-rata stocking pada umur 6 bulan sebesar 94,23%, dan tanaman umur 12 bulan mencapai 80,33%.Existing (standing stock) tanaman pokok per akhir tahun 2017 (Agustus) adalah seluas 164,664 Ha dengan jenis Acasia crassicarpa, Acasia mangium dan Eucalyptus pellita yang selengkapnya disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 13. Existing Sebaran umur tanam 2017 (Agustus)

Tahun Tanam Jenis Tanaman (Ha) Total

ACRA AMAN EPEL

Up To 2012 11.014 8.065 5.093 24.172 2013 18.282 6.918 5.319 30.519 2014 21.539 1.196 4.263 26.997 2015 22.531 184 8.184 30.899 2016 13.385 9 16.881 30.275 2017 10.566 41 11.194 21.801 Grand Total 97.318 16.412 50.934 164.664

PT. WKS membuat PSP berdasarkan tipe lahan (dry land &wet land), jenis tanaman (spesies), dan rotasi. Pengukuran tahun 2017 dilakukan pada tanaman umur 1-5 tahun dan tanaman > 5 tahun.

(20)

Page 20 of 34

No Parameter Rencana Realisasi Pencapaian

1 Survey Permanen Sample Plot (PSP)

a. Jumlah Plot 885 885 100

b. Luas (Ha) 4,326 4,326 100

2 Survey Pre Harvesting Inventory (PHI)

a. Jumlah Plot 14,668 14,668 100

b. Luas (Ha) 32,972 32,972 100

Tabel 15. Data Pre Harvesting Inventory (PHI) 2017

Jenis Luas Umur Tinggi Dbh Stocking Stocking Potensi MAI

Tanaman (Ha) (bln) (m) (cm) Per Ha (%) (m3/ha) (m3/ha/th)

Acacia crassicarpa 1.655,64 61,54 19,66 93,00 665 40% 94,54 20,49

Acacia mangium 923,41 55,88 20,07 49,00 507 30% 81,13 18,03

Eucalyptus sp. 522,65 76,22 19,92 41,00 887 53% 77,40 16,78

Grand Total 3.101,70 63,31 19,83 183,00 672 40% 87,11 19,00 PT. WKS juga telah memiliki data pengukuran riap dan telah dilakukan analisa hingga diperoleh nilai MAI (m3/Ha/Th) untuk setiap jenis tanaman pokok yang ditanam.Pengukuran PSP tahun 2017 pada tanaman berukur 5 tahun dilakukan pada 3 spesies (A. crasiccarpa, A. mangium, E.

pellita).

Pemeliharaan Tanaman

PT. WKS menggunakan pestisida maupun herbisida dalam kegiatan pemeliharaan tanaman, baik pada tingkat persemaian maupun aplikasi di lapangan setelah penanaman.Berdasarkan telaahan data penggunana bahan kimia dari gudang logistik untuk kegiatan penanaman dan pemeliharaannya diketahui jenis yang digunakan atau tergolong pestisdia dan herbisida. Bahan kimia yang digunakan antara lain dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 16. Penggunaan Bahan Kimia Periode 2017.

Kelompok Bahan Aktif Satuan 2017 Diskripsi Material

Pupuk

Dolomite kg 331.775 FERTILIZER:ANO,DOLOMITE,18%,20%,3%,PWD

KCL kg 406.233 FERTILIZER:ANO,KCL,60%,1%,COARSE

Zinc Copper kg 266.984 FERTILIZER:ANO,ZINC COPPER,15%,10%,6%

Rock Phosphate kg 39.38.986 FERTILIZER:ORG,RP,28%,7%,5%,PWD

NPK kg 13.742.144 FERTILIZER;ANO,NPK,15,15,15,GRN

TSP kg 3.285.628 FERTILIZER;ANO,TSP,46%,40%,5%,GRN

Biost C-Organik kg FERTILIZER;BIOST,C ORGANIC:16.62%,MA,MI

Borax

Pentahydrate kg

(21)

Page 21 of 34

Compost kg 1.053.469 FERTILIZER;COMPOST,CN RASIO 12-30%,GRANU

KCA kg 1.492.623 FERTILIZER;KCA MIX

NPK kg 1.689.775 FERTILIZER;NPK,15-25-16+TE

Compost kg 848.278 FERTILIZER;ORG,COMPOST,7,12-30,5.5,10,GR

Compost kg 3.414.430 FERTILIZER;ORG,COMPOST,7,12-30,5.5,10,PW

Rock Phosphate kg 120.687 FERTILIZER;ROCK PHOSPHATE,P2O5:28-32%

Fungicide Trichoderma SP kg 2.400 FUNGICIDE;TRICHODERMA SP,SOLID,SYSTEMIC

Herbisida

Erkafuron g 1.745.687 HERBICIDE;ERKAFURON 20 WDG,SYSTEMIC

Indaziflam g 242.965 HERBICIDE;ESPLANADE 22 WG,SYSTEMIC

Glyphosate l 564.590,3 HERBICIDE;GLYPHOSATE 480 AS,SYSTEMIC

Saflufenacil g 4.400.476 HERBICIDE;SAFLUFENACIL 70 WG,SYSTEMIC

Fluroksipir ml 32.958.830 HERBICIDE;STARANE 290 EC,SYSTEMIC

Insecticide

Clothianidin ml 103.370 INSECTICIDE;CLOTHIANIDIN 600g/l EC,SYSTE

Beauveria Bassiana g 570,3 INSECTICIDE;BEAUVERIA BASSIANA,POWDER

Dimehypo l 4.233,014 INSECTICIDE;VISTA 400SL,CT,SM

Pemanenan (Harvesting)

Kinerja atauperforma pemanenan di areal kerja PT. WKS bila dilihat berdasarkan data RKT 2017 (Luas Lahan dan Volume) berturut-turutmenghasilkan realisasi mencapai 72 dan 72,52% dari target yang ditetapkan

Tabel 17.Rencana dan Realisasi Pemanenan (s/d 2017)

Tahun RKT

Hutan Alam Hutan Tanaman Industri

Luas (Ha) Volume (m3) Luas (Ha) Volume (m3)

Renc. Real. % Renc. Real. % Renc. Real. % Renc. Real. %

2009 905 148 16.35 79,915 14,314 17.91 38,444 25,189 65.52 3,740,160 2,611,011 69.81 2010 1,550 604 38.97 140,071 76,460 54.59 38,005 24,009 63.17 4,537,405 2,721,579 59.98 2011 946 357 37.74 93,158 43,473 46.67 50,333 26,793 53.23 5,272,816 2,621,577 49.72 2012 879 435 49.49 63,538 26,549 26.05 53,202 35,217 66.19 5,886,284 2,589,455 43.99 2013 373 0 0 44,736 0 0 53,124 37,955 71.45 5,464,259 3,268,872 59.82 2014 0 0 0 0 0 0 44,475 26,394 59 4,327,899 2,251,728 52 2015 0 0 0 0 0 0 48,618 33,698 69 4,652,897 2,576.735 55 2016 0 0 0 0 0 0 50,909 34,858 68 4,839,893 3.278.111 58 2017 0 0 0 0 0 0 49,309 36,209 72 5,234,632 3,795,963 72,52

Lacak Balak/ Chain of Custody (CoC)

Sebagai perusahaan hutan tanaman industri PT. Wirakarya Sakti (PT. WKS) berkomitmen untuk melakukan kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu yang bersumber dari pengelolaan hutan secara lestari berdasarkan atas prinsip-prinsip lacak balak kayu (CoC).

(22)

Page 22 of 34 Untuk mencapai komitmen ini PT. WKS menerapkan praktek pengangkutan/pergerakan kayu sebagai berikut :

Gambar 2. Diagram Alur Pergerakan Kayu Areal Darat

Gambar 3. Diagram Alur Pergerakan Kayu Areal Rawa/Semi Rawa

Selain menerapkan SIPUHH On-Line sebagai basis monitoring kayu (mandatory), PT Wirakarya Sakti telah memiliki sistem penulusuran kayu yang berbasis komputer yang disebutdengan Wood

(23)

Page 23 of 34 menyertai pengangkutan kayu.Berdasarkan sistem ini dapat diketahui apabila dokumen dan kayunya telah sampai ke tujuan akhir penerima.Dan berdasarkan informasi dokumen “Surat Pengantar Angkutan KB/KBK” dapat diketahui asal usul kayu yang dikirimkan.

Gambar 4. Dokumen Buku Catatan Pengukuran/Buku Ukur, Label No.Tumpukan KBK, SPA KBK, SKSHHK yang diinputkan ke Sistem Wood Tracking

B. Aspek Ekologi

Kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan PT Wirakarya Sakti meliputi pengelolaan kawasan lindung, flora dan fauna dilindungi, pengelolaan tanah dan air serta pengamanan dan perlindungan hutan.Kegiatan tersebut disajikan pada tabel berikut.

Tabel 18. Realisasi Kegiatan AspekEkologi Tahun 2017

No Kegiatan Lokasi Rencana Realisasi Keterangan Kategori

A Kawasan Lindung (KL) 1 Penegasan tanda batas KL

dengan rintis batas cat biru, pemasangan plang dan patok beton. Kawasan HCV-HCS D1 s/d D8 170.000 m 151.890 m - Pengelolaan HCV-HCS.

2 Pembuatan dan pemasangan plang larangan/himbauan membakar dan menguasai kawasan hutan, berburu satwa dan perambahan. Kawasan HCV-HCS D1 s/d D8 120 pc 120 pc - Pengelolaan HCV-HCS. 3 Rehabilitasi KL Kawasan HCV-HCS D1 s/d D8 150 Ha 123,46 Ha Rehabilitasi dengan jenis tanaman kehutanan Pengelolaan HCV-HCS.

(24)

Page 24 of 34

No Kegiatan Lokasi Rencana Realisasi Keterangan Kategori

B. Flora dan fauna dilindungi 1 Monitoring dan evaluasi flora

dan fauna di kawasan lindung

KL D1 s/d. D8

1 kali 1 kali Pemantauan

HCV-HCS 2 Penanganan konflik satwa. Semua

distrik

2 kali 1 kali Pengelolaan

HCV-HCS. 3 c. Sosialisasi/ Pendidikan

Konservasi dan Lingkungan serta FCP. Sekolah dan masyarakat sekitar. 9 kali 12 Sekolah 59 Kali 12 Sekolah Pengelolaan HCV-HCS.

C Tanah dan Air

1 Penerapan di operasional kegiatan spreading, debarking, felling coupe system dan matting

Areal produktif Sesuai RKT continue Pengelolaan KTA

2 Pengukuran iklim di SPIM (Stasiun Pengamat Iklim Mikro)

All district dan S. Tapah

Data SPIM Data SPIM continue Pemantauan

3 Pengaturan level air,

perawatan bangunan air dan monitoring deepwell

(subsiden & water table) :

a. Pengaturan level air Zona tata air Data level air rekap bulanan Data level air rekap bulanan Muka air kanal harus tetap dijaga agar tanaman tidak kekeringan atau kebanjiran Pemantauan

b. Monitoring proper Zona Gambut

267 plot 267 plot

4 Monitoring dan evaluasi komponen lingkungan : a. Monitoring dan evaluasi

plot erosi.

Distrik 1,2, 3, 4 dan 8

12 plot 12 plot Monitoring

KTA. b. Monitoring dan evaluasi

debit air sungai dan laju sedimentasi.

32 lokasi 32 lokasi 32 lokasi Monitoring KTA.

c. Monitoring dan evaluasi plot subsiden.

Distrik 1, 2, 5, 6 dan 7

88 plot 88 plot Monitoring subsiden dan water table. d. Monitoring dan evaluasi

kualitas air sungai &kanal

57 lokasi 57 lokasi 57 lokasi Monitoring KTA.

(25)

Page 25 of 34

No Kegiatan Lokasi Rencana Realisasi Keterangan Kategori

e. Monitoring dan evaluasi biota perairan.

44 lokasi 44 lokasi 44 lokasi Monitoring KTA. f. Monitoring dan evaluasi

kualitas udara ambient, emisi udara (mesin genset) dan kebisingan. Distrik 1 s/d 8 16 genset emisi udara, 12 lokasi udara ambient dan 28 lokasi kebisingan 16 genset emisi udara, 12 lokasi udara ambient dan 28 lokasi kebisingan 5 Sosialisasi/training

pengelolaan B3 dan Limbah B3.

Distrik dan ENV dept.

5 orang 7 orang

6 Pelaporan Monev lingkungan a. Laporan Monev RKL dan

RPL

Distrik 1 s/d 8

2 periode 2 periode Monitoring lingkungan. b. Pelaporan Pengelolaan Penyimpanan B3 dan Limbah B3. Distrik 1 s/d 8

4 periode 4 periode Monitoring lingkungan.

c. Laporan Monev SPAS Distrik 1 4 periode 4 periode Monitoring lingkungan. d. Laporan Monev

Pengelolaan Air Buangan Kegiatan Nursery

Persemaian Sei Tapah - Distrik 1

3 periode 3 periode Monitoring lingkungan.

D Pengamanan dan Perlindungan Hutan 1 Penjagaan pos akses masuk

areal konsesi.

Pos Jaga Continue continue continue Pengelolaan

2 Patroli keamanan seluruh areal dari perambahan, perburuan, kebakaran, pencurian dsb.

Areal konsesi

Continue continue continue Pengelolaan

3 Monitoring hama dan penyakit tanaman.

Areal produktif

Continue continue continue Pemantauan

4 Monitoring hotspot dan rawan kebakaran. Areal konsesi All Distrik Januari – Desember 2017 All Distrik Januari – Desember 2017 continue Monitoring dan pemantauan

Pengelolaan KL dengan penegasan tanda batas untuk memastikan batas operasional produksi kayu sehingga kondisinya tidak terganggu.Untuk meningkatkan perlindungan dan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dilaksanakan kolaborasi konservasi dengan penanaman jelutung dan buah-buahan di areal kawasan lindung bekas okupasi tanaman sawit.

(26)

Page 26 of 34 Untuk mempertahankan dan perlindungan flora fauna dilindungi dilakukan rehabilitasi dengan menanam tanaman kehutanan, training/sosialisasi dan edukasi pencegahan dan mitigasi konflik manusia dengan satwa ke karyawan, kontraktor dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil analisa laboratorium terhadap parameter komponen tanah dan air tahun 2017 kualitas lingkungan mengalami peningkatan dengan konsentrasi yang menurun dan masih di bawah baku mutu yang disyaratkan. Secara lengkap disajikan pada laporan monitoring dan evaluasi RKL dan RPL PT Wirakarya Sakti.

C. Aspek Sosial

Monitoring pada prinsip kelestarian sosial bertujuan untuk mewujudkan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Monitoring ini didasarkan pada aspek :

1. Ekonomi (kewirausahaan, pengembangan pangan bidang pertanian, peternakan & perikanan, serta koperasi/BUMD)

2. Sosial budaya keagamaan (kesehatan, kemasyarakatan, lingkungan, kepemudaan dan Olahraga, keadatan dan keagamaan)

3. Pendidikan (pelatihan dan penyuluhan, bantuan dan subsidi serta infrastruktur pendidikan) 4. Infrastruktur (ekonomi, sosial budaya dan kesehatan, keagamaan, perumahan/pemukinan)

(27)

Page 27 of 34 Tabel 19. Rencana dan Realisasi Kegiatan Social Tahun 2017 (Semester I 2017)

Rencana Realisasi

No Sasaran Pembangunan dan Satuan Tahun 2017

Jan - Juni 2017 Jenis Kegiatan 1 2 3 4 6 8 1 EKONOMI a. Kewirausahaan Paket 3 5 167

b. Pangan (Pertanian,peternakan & perikanan) Paket 23 78 339

c. Koperasi / BUMD Paket - - -2 SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN a. Kesehatan Paket 21 12 57

b. Kemasyarakatan Paket 99 32 32

c. Lingkungan Paket 29 20 69

a. Kepemudaan dan Olah raga Paket 35 22 63

e. Keadatan Paket 1 17

f. Keagamaan Paket 131 51 39

3 PENDIDIKAN a. Pelatihan dan Penyuluhan Paket 15 8 53

b. Bantuan dan Subsidi Paket 24 25 104

c. Infrastruktur pendidikan Paket 9 -

-4 INFRASTRUKTUR a. Ekonomi Paket - 25

-b. Sosial Budaya dan Kesehatan Paket 5 6 120

c. Keagamaan Paket 23 2 9 d. Perumahan/pemukinan Paket 28 -5 Total Kegiatan 1. Volume Paket 446 303 68 2. Dana Rupiah Lokasi kegiatan :

Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Batanghari, Tebo dan Kota Jambi.

Fisik Fisik Fisik

(28)

Page 28 of 34 Lanjutan (Semester II 2017)

Pada tahun 2017, realisasi program CD sebesar 151% dari kegiatan yang direncanakan mencakup aspek ekonomi, infrastruktur, lingkungan, pendidikan dan sosial budaya keagamaan. Program pengembangan ekonomi merupakan upaya dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha serta tumbuhnya ekonomi pedesaan. Program ini merupakan bentuk upaya perusahaan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan hutan tanaman.

Rencana Realisasi

No Sasaran Pembangunan dan Satuan

Tahun 2017 Juli - Des 2017 Jenis Kegiatan 1 2 3 4 6 8 1 EKONOMI a. Kewirausahaan Paket 3 51 1.700

b. Pangan (Pertanian,peternakan & perikanan) Paket 23 222 965

c. Koperasi / BUMD Paket - - -2 SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN a. Kesehatan Paket 21 13 62

b. Kemasyarakatan Paket 99 184 186

c. Lingkungan Paket 29 31 107

a. Kepemudaan dan Olah raga Paket 35 32 91

e. Keadatan Paket 1 3

f. Keagamaan Paket 131 58 44

3 PENDIDIKAN a. Pelatihan dan Penyuluhan Paket 15 4 27

b. Bantuan dan Subsidi Paket 24 36 150

c. Infrastruktur pendidikan Paket 9 6 67

4 INFRASTRUKTUR a. Ekonomi Paket - 13

-b. Sosial Budaya dan Kesehatan Paket 5 4 80

c. Keagamaan Paket 23 3 13 d. Perumahan/pemukinan Paket 28 13 46 5 Total Kegiatan 1. Volume Paket 446 673 151 2. Dana Rupiah Lokasi kegiatan :

Kab. Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Batanghari, Tebo dan Kota Jambi.

Fisik Fisik Fisik Bobot (%)

(29)

Page 29 of 34 Daerah pedesaan terutama yang berbatasan dengan hutan identik dengan minimnya infrastruktur. Dengan pembangunan infrastruktur yang ada di desa diharapkan dapat mendukung aktifitas masyarakat, baik dalam menjalankan aktifitas ekonomi, sosial budaya, keagamaan dan pendidikan.

Pemanfaatan SDA/SDH oleh masyarakat yang bermukim di dalam dan sekitar areal konsesi yang teridentifikasi oleh UM adalah dalam bentuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Jenis-jenis HHBK di dalam areal konsesi UM yang banyak dimanfaatkan masyarakat adalah madu, rumput untuk ternak, ikan, rotan dan jenis daun pandan tertentu. Jenis rotannyaadalah Rotan Manau, Sego, Jernang, Kesur, dan Rumbai. Rotan ini umumnya digunakan untuk kerajinan ambung, keranjang, lukah dan kursi.

Tabel 20. Jenis-Jenis HHBK Yang Dimanfaatkan Oleh Masyarakat

No Jenis HHBK Pemanfaatan

Sub Sisten Komersial

1 Madu

þ

2 Ikan

þ

þ

3 Pandan-pandanan

þ

4 Bambu

þ

þ

5 Rotan

þ

6 Rumput

þ

(30)

Page 30 of 34

Tabel 21. Laporan Pendataan Masyarakat yang Mengusahakan HHBK areal PT. WKS

Evaluasi program social menghasilkan catatan sebagai berikut :

1. Ketergantungan masyarakat terhadap CSR perusahaan semakin tinggi sebagai alternatif pengganti program pemerintah. Fleksibiltas pengelolaan CSR perusahaan telah menempatkan perusahaan sebagai alternatif sumber pembiayaan kegiatan sosial kemasyarakatan.

2. Sulitnya memetakan kebutuhan masyarakat mengingat dinamika yang berkembang ditengah masyarakat sangat cepat. Implementasi CSR perusahaan tidak selalu dianggap solusi malahan dapat memicu konflik baru di masyarakat sehingga perlu kehati-hatian agar perusahaan tidak terlibat dalam konflik masyarakat.

3. Kemampuan dan kemauan SDM masyarakat perlu ditingkatkan karena dapat menjadi kendala dalam mengembangkan program ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. 4. Perusahaan harus semakin selektif menerima usulan masyarakat, agar program dapat

mensejahterakan masyarakat serta mau dan mampu dilaksankaan oleh masyarakat sendiri

Q1 Q2 Q3 Q4 Total Lokasi Rotan 120 5.310 110 5.540 Madu - 47 1 48 Rumput 13.595 58.217 46.232 85.605 203.649 Ikan 430 11.093 3.215 2.501 17.239 Pandan-Pandanan 3.300 3.300

Rumput 17.648 17.068 31.990 9.785 76.491 Sido Makmur Ikan 87 41 72.7 43 171 Rotan 95 7 102 Madu - -Getah Jelutung - 60 Madu 20 - 20 Romi Ikan - -Rumput - -Rotan 1.450 985 1.960 4.395 Distrik 4 RMB Madu 77 10 87 JRA

Rumput 105.700 70.800 420 Benanak Manis Skecho Madu Benanak Hijau Hijau Makmur Pati Geni Tiga Bersaudara Ikan 6 Bambu (Btg) 31 Madu 2 2 Perorangan Rumput 9.020 16.266 12.330 2492 40.108 Ikan 517 482.5 362.5 177.5 517 Bambu (Btg) 119 40 135 294 Rotan 3.000 Rumput 3.010 515 2.310 14.135 19.970 Mufakat Ikan 340 747 341 290 1.718 Madu - -Rumput - - 9.680 32.800 42.480 Ikan -

-Madu - - Helmi, Jali, Tarno, Rumput 1.987 167 4.002 3.366 9.522 Warso

Ikan - 32 6 38 Rotan 78 80 158 Bambu (Btg) 20 349 475 844

Kelompok Tani Region UMH Jenis HHBK 2017 (Jumlah kg/Btg)

Distrik 2 Distrik 3 176.920 Distrik 5 Distrik 6 Distrik 7 Distrik 8 Jambi PT WKS Distrik 1

(31)

Page 31 of 34

V. RENCANA KELOLA TAHUN 2018

A. Aspek Produksi

Rencana kelola produksi berdasarkan rencana RKT tahunan, untuk RKT PT. WKS memiliki periode waktu pada bulan Januari-Desember. Berikut disajikan rencana kelola aspek produksi untuk tahun 2018.

Tabel 22. Rencana Kegiatan Aspek Produksi Tahun 2018

No Parameter Rencana

1 Tanam (Ha) 43,968

2 Tebang (Ha) 48,950

3 Produksi (M3) 5,423,293

4

Survey Permanen Sample Plot (PSP)

a. Jumlah Plot 781

b. Luas (Ha) 3,793

5

Survey Pre Harvesting Inventory (PHI)

a. Jumlah Plot 7,885

b. Luas (Ha) 17,776

B. Aspek Ekologi

Tabel 23. Rencana Kegiatan Aspek Lingkungan pada HCV-HCS Tahun 2018

No Uraian Satuan Volume Lokasi Keterangan

1 Penataan batas kawasan lindung

a. Monitoring/penegasan batas (NKT 1.1, NKT 3)

Km 200 KSS, KPPN, KPSL Penandaan batas cat biru kawasan lindung dengan areal produksi

b. Pemasangan Pal/tanda batas (NKT 1.1, NKT 3)

Pcs 160 KSS, KPPN, KPSL, Koridor Satwa

2 Monitoring HCV HCS

a. Monitoring kawasan perlindungan (NKT 1.1, NKT 3)

Paket 12 Areal konsesi termasuk kawasan perlindungan HCV HCS

b. Monitoring Flora (NKT 1.1, 1.2, 1.3) Paket 1 Areal HCV HCS Plot Inventarisasi Vegetasi (20 Plot)

c. Monitoring Fauna (NKT 1.1, 1.2, 1.3) Paket 1 Areal HCV HCS Plot Pengamatan Satwa (20 Plot)

- Dengan perjumpaan satwa liar Hari 360 Areal Konsesi Setiap ada perjumpaan satwa liar

d. Monitoring HCS (NKT 1.1, 1.2, 1.3, 3) Paket 1 Areal HCS Plot PSP HCS (162 Plot)

e. Monitoring HHBK (NKT 5) Paket 1 KPNKT 5 Pelaksana lapangan CD-CSR

(32)

Page 32 of 34 3 Rehabilitasi/Restorasi a. Penanaman/Pengayaan (NKT 1.1, 1.2, 1.3, NKT 2, NKT 3) Ha 100 Areal terdegradasi (terbuka/tegakan jarang) b. Regenerasi Alami (NKT 1.1, 1.2, 1.3, NKT 2, NKT 3) Ha 50 Areal terdegradasi (Belukar Muda) c.Pemeliharaan tanaman rehabilitasi Ha 100 Areal rehabilitasi

4 Sosialisasi dan Edukasi

a. Sosio-edukasi, penyuluhan dan pelatihan

Paket 8 Camp karyawan, Camp

kontraktror, masyarakat sekitar

b. Pendidikan konservasi Paket 8 Sekolah-sekolah di

sekitar konsesi

5 Perlindungan HCV HCS

a. Pemasangan papan informasi dan larangan Patroli pengamanan rutin (NKT 1, 2, 3, 4)

Pcs 80 Areal konsesi dan

kawasan lindung

Plang peruntukan Kawasan Lindung, plang

larangan/himbauan di areal konsesi dan kawasan lindung

b. Patroli pengamanan rutin (NKT 1, 2, 3, 4, 5, 6)

Hari 360 Areal konsesi dan kawasan lindung

c. Pengendalian kebakaran (NKT 4.3) Hari 360 Areal konsesi dan

kawasan lindung

6 Stakeholder Engagement

Pengelolaan kolaboratif Paket 2 Areal konsesi termasuk

areal perlindungan HCV HCS

Tabel 24. Rencana Kegiatan Aspek Lingkungan Tahun 2018

No Aspek Jenis Kegiatan

1 Sertifikasi hutan Memastikan tidak terdapat temuan major terhadap kinerja operasional di

distrik/lapangan dalam :

1. Surveillance PHPL mandatory 2. Surveillance PHTL voluntary 3. Surveillance IFCC voluntary

Memastikan readiness untuk sertifikasi FSC-CW voluntary

2 Konservasi Implementasi rekomendasi HCV dan HCS untuk laporan external dengan pencapaian target minimal 80% rekomendasi untuk target tahun 2018 (4 laporan)

Pengelolaan secara kolaborasi terhadap species kunci sesuai rekomendasi HCV Merehabilitasi (restorasi dan pengayaan) kawasan lindung di distrik

Melakukan penataan batas konservasi dan pemasangan plank/patok konservasi dan HCV

3 Penguatan kapasitas fungsi FSD (region & distrik)

Training internal dan external untuk staff Forest Conservation dan Forest Certification Training dan sosialiasi pemahaman konservasi dan sertifikasi sampai tingkat

kontraktor

Memastikan pemenuhan standar compliance menuju FSC certified

4 Fire

Managemen untuk menuju zero fire

Menjalankan pola pencegahan kebakaran di dalam maupun diluar konsesi Pemenuhan standar peralatan PBK dan RPK sesuai regulasi, ICS dan kebutuhan Menjalankan SOP dan administrasi fire manajemen

(33)

Page 33 of 34 5 Penguatan

fungsi Dept HSE

Memperkuat budaya K3 dan fungsi control K3 disemua distrik dan bidang operasional

Pemenuhan standar APD

Menjalankan program untuk mengurangi penyakit terbesar pekerja Sertifikasi SMK3 dan OHSAS

Menjalankan dan memperkuat implementasi ketentuan RKL - RPL

Penyediaan sarana prasarana untuk tenaga kerja sesuai standar compliance Training dan sosialiasi pemahaman forest compliance, K3 dan fire management sampai tingkat kontraktor

C. Aspek Sosial

Tabel 25. Rencana Kegiatan Aspek Sosial Tahun 2018

D. Kelestarian Fungsi Sosial

18. Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat

18.1. Pembangunan Penyaluran Infrastruktur

- Pemukiman Paket 15 4 2 2 2 25

- Sarana Pendidikan Paket 7 1 - 1 - 9

- Sarana Peribadatan Paket 18 1 1 1 21

- Sarana Kesehatan Paket 1 - - - - 1

- Sarana Olah Raga Paket 4 - - - - 4

18.2. Peningkatan Sumber Daya Manusia

- Pelatihan dan Penyuluhan Paket 8 - 3 - 2 13

- Bantuan dan Subsidi Paket 12 3 5 3 1 24

19. Pembinaan Kelembagaan Masyarakat

-19.1. Kerjasama dengan kopersi/masyarakat

sekitar hutan - Ekonomi a. Kewirausahaan Paket 2 - - 1 - 3 b. Pangan Paket 8 4 3 3 3 21 c. Papan Paket - - - - - d. Koperasi Paket - - - - -

- Sosbud dan Kesehatan

a. Kesehatan Paket 7 7 2 2 3 21 b. Kemasyarakatan Paket 40 14 18 5 7 84 c. Kepemudaan Paket 15 5 5 1 2 28 d. Lingkungan Paket 24 - - - 1 25 e. Keadatan Paket - - 1 - - 1 - Keagamaan Paket 35 22 15 15 24 111

19.2. Membangun Kemitraan Usaha Paket - - - - -

Tebo Total

(34)

Page 34 of 34

VI. PENUTUP

Ringkasan pengelolaan hutan PT. WKS disiapkan untuk para pihak, supaya para pihak dapat mengetahui dan memperoleh informasi tentang pengelolaan hutan yang ada di wilayah PT. WKS menurut aspek ekonomi (produksi), aspek lingkungan (ekologi) dan aspek sosial. Ringkasan pengelolaan hutan PT. WKS ini disusun berdasarkan hasil kerja yang dilaksanakan oleh PT. WKS pada tahun 2017 dan rencana kegiatan untuk tahun 2018.

Kami menyadari masih banyak hal yang harus dan perlu diperbaiki dalam pengelolaan hutan yang ada pada PT. WKS. Oleh karena itu kami sangat berharap adanya saran/masukan dari para pihak sehingga kami dapat mengelola hutan dengan prinsip kelestarian produksi, keberlangsungan ekologi dan manfaat sosial secara proporsional.

Gambar

Gambar 1. Kebijakan-kebijakan di  PT WKS
Tabel 1.  Gambaran Letak Areal Konsesi PT. WKS
Tabel 3.  Daftar satwa  yang dilindungi  yang berada di areal Kerja  PT. WKS  berdasarkan status  perlindungan jenis fauna (PP 7/1999, CITES dan Redlist IUCN)
Tabel 4. Desa-desa di Sekitar Areal Kerja PT. WKS  Kabupaten  Jumlah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Memastikan bahwa hutan lahan gambut dilindungi sebagai bagian dari komitmennya untuk melindungi hutan dengan nilai konservasi tinggi dan hutan dengan stok karbon

Sebagai perusahaan hutan tanaman industri yang memiliki visi menjadi perusahaan terkemuka dalam bidang pengelolaan HTI, PT Satria Perkasa Agung berkomitmen untuk dapat

Sebagai perusahaan hutan tanaman industri yang memiliki visi menjadi perusahaan terkemuka dalam bidang pengelolaan HTI, PT Satria Perkasa Agung berkomitmen untuk

Pada areal efektif untuk produksi dilakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan seperti pemberian pupuk sesuai rekomendasi, penanaman dengan cara ratun/ditugal,

Pada areal efektif untuk produksi dilakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan seperti pemberian pupuk sesuai rekomendasi, penanaman dengan cara ratun/ditugal,

Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian pada tingkat Usaha Pengelolaan Hutan (“UPH”) terhadap persyaratan-persyaratan Forest Stewardship Council (“FSC”)

Sebagai perusahaan HTI yang memiliki visi menjadi perusahaan yang terbaik dalam pengelolaan HTI, PT Bumi Persada Permai berkomitmen untuk melakukan kegiatan

Pada areal efektif untuk produksi dilakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan seperti pemberian pupuk sesuai rekomendasi, penanaman dengan cara ratun/ditugal,