• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI KEMANGI (Ocimum basilicum) DENGAN KLORAMFENIKOL ATAU GENTAMISIN TERHADAP Salmonella typhi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI KEMANGI (Ocimum basilicum) DENGAN KLORAMFENIKOL ATAU GENTAMISIN TERHADAP Salmonella typhi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil uji konsentrasi minyak atsiri  Diameter zona hambat (mm)
Tabel 2. Pengujian aktivitas antibakteri kombinasi minyak atsiri dengan kloramfenikol  Diameter zona hambat (mm)
Tabel 3.  Pengujian aktivitas antibakteri kombinasi minyak atsiri dengan gentamisin  Diameter zona hambat (mm)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi minyak atsiri kemangi dengan antibiotik tetrasiklin dan sefalotin terhadap bakteri Salmonella thypi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kemangi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi dengan diameter zona hambat sebesar 11 ± 7 mm.. Kombinasi

minyak atsiri kemangi dengan kombinasi streptomisin atau amoksisilin terhadap.

Mengetahui efek penambahan minyak kemangi pada aktivitas antibakteri eritromisin atau trimetoprim-sulfametoksazol terhadap Salmonella thypi.. Klasifikasi

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, apakah kombinasi minyak atsiri kemangi dengan antibiotik ampisilin atau

Dari hasil uji tersebut dapat diputuskan bahwa minyak atsiri kemangi mempunyai diameter zona hambat kurang dari 10 mm jika dibuat konsentrasi menggunakan pelarut etil asetat,

Hasil penelitian menunjukkan minyak atsiri kombinasi dari daun kemangi ( Ocimum basilicum L.) dan daun jeruk purut ( Citrus hystrix D.C) memiliki aktivitas antibakteri

Semua formula sediaan salep minyak atsiri kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang lebih besar dari basis dan