BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabelvariabel

Teks penuh

(1)

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dimana mementingkan adanya variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akanmenentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan.Penelitian eksperimen perlu adanya perlakuan (treatment) dan dilakukan dilaboratorium. Dengan demikian penelitian eksperimen merupakan penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakukan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali (Sugiyono,2013:72). Menurut Moh Nazir (2005:63-64), metode eksperimen adalah observasi dibawah kondisi buatan (artificial condition) dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh peneliti. Dengan demikian, penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab akibat tersebut dengan memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimen dan

(2)

menyediakan kontrol untuk perbandingan. Percobaan-percobaan dilakukan untuk menguji hipotesis serta untuk menemukan hubungan-hubungan kausal yang baru. Akan tetapi, walaupun hipotesis dapat diuji dengan metode hipotesis bukanlah merupakan sebuah penemuan yang mutlak.Adanya kontrol dalam suatu penelitian eksperimen bertujuan untuk membatasi masalah dalam penelitian sehingga tujuan dari penelitian dapat tercapai dengan baik. Peneliti menggunakan tanaman kembang telekan (batang,daun,bunga), kain mori prima, waktu pencelupan dan proses batik sebagai variabel utama dalam penelitian. Sedangkan variabel kontrol dalam penelitian ini adalah jumlah pencelupan dan jenis fiksator, untuk mengetahui jumlah pencelupan zat warna kembang telekan dan jenis fiksator terhadap warna dan ketahanan warna dalam proses batik kain mori prima.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di tiga tempat, bertujuan untuk mengumpulkan data dan kemudian di analisis, sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan baik. Berikut dimana saja tempat penelitian dilaksanakan:

1. Pengambilan tanaman kembang telekan dilakukan di halaman rumah Bapak Aji, Jalan Raya Gawok rt01/03, Tegalrejo, Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

2. Proses eksperimen akan dilakukan di rumah penulis Jalan Dr. Rajiman 668, Pajang, Laweyan, Kota Surakarta.

3. Uji Laboratorium akan di lakukan di Akademi Teknologi Warga Surakarta untuk mengetahui uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan.

(3)

C. Populasi dan Sampel

“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan selanjutnya ditarik kesimpulannnya. Populasi bukan hanya orang, tetapi obyek dan benda-benda alam yang lain. Bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik / sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu”(Sugiyono,2013:81).

“Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Sampel yang digunakan dalam peneltian ini adalah simple random sampling, merupakan teknik pengambilan anggota sampel dilakukan secara acak, tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu” (Sugiyono, 2013:81).Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak, dimana semua sampel memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik. Sampel pada pencelupan zat pewarna alam kembang telekan dilakukan dengan variasi pencelupan sebanyak 5x, 10x dan 15x dan dilakukan dengan fiksasi menggunakan tawas, kapur, dan tunjung. Sampel dimulai dengan variasi 5x pencelupan dengan mempertimbangkan penelitian pada zat warna alam yang sudah pernah dilakukan dimulai pada pencelupan ke 5x. Sampel pada variasi 10x pencelupan dipilih dengan mempertimbangkan kain yang telah di mordan cukup dilakukan 10x pencelupan, begitu juga dengan sampel variasi 15x pencelupan (Hasanudin dkk, 2011:14). Selain itu pemilihan variasi 15x pencelupan dipilih dengan mempertimbangakan hasil survei industri dengan minimal 15x pencelupan untuk pencelupan zat warna alam pada batik.

(4)

D. Strategi dan Bentuk Pendekatan

Strategi dan bentuk penelitian merupakan penjelasan yang disesuaikan dengan permasalahan penelitian.Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variable independen). Metode eksperimen digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2013:72-73)

E. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini didukung data-data yang diperoleh dari lapangan maupun pustaka yang dibutuhkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain sebagai berikut: studi literatur, observasi, wawancara. Beberapa sumber yang terkait dalam penelitian ini untuk memperkuat data yang sudah ada.

1. Sumber Data a. Data Primer

Data primer ini diperoleh dari hasil observasi langsung kelapangan yaitu ke halaman rumah Bapak Aji yang terletak di Jalan Raya Gawok rt01/03, Tegalrejo, Purbayan, Kecamatan Bakidimana dihalaman tersebut ditumbuhi banyak tanaman kembang telekan.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan.Data sekunder diperoleh dari Balai Besar Kerajinan dan Batik, Yogyakarta melalui studi kepustakaan baik berupa jurnal ilmiah atau penelitian sejenis diantaranya adalah penelitian mengenai

(5)

pengolahan zat warna alam dari tumbuh-tumbuhan yang pernah diteliti oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik.

2. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data sebagai berikut: a. Wawancara

Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam topik tertentu. Menurut Burhan Bungin (2004:126) wawancara atau interview adalah sebuah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab dengan bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Wawancara disini dilakukan dengan memilih narasumber dari badan riset batik Balai Besar Kerajinan dan Batik, Yogyakarta yaitu Ibu Irfa’ina Rohana Salma beliau ahli dalam bidang penelitian batik serta zat warna alam.Ibu Irfa disini sekaligus sebagai pembimbing kerja profesi bidang riset batik.Wawancara juga dilakukan oleh pengusaha batik Bapak Akrom di kampung batik Laweyan, Surakarta. Beliau fokus kepada batik dengan pewarna alam dan merupakan salah satu pengusaha batik pewarna alam yang masih bertahan di Kampung Batik Laweyan, Surakarta.Selain Bapak Akrom terdapat juga Bapak Heru di kampung Bratan, Surakarta serta rumah batik

(6)

Puspa Indahdan rumah batik Bapak Rusyadi di kampung batik Laweyan sebagai salah satu objek survei industri mengenai produksi batik cap dan tulis. b. Observasi

Metode observasi adalah metode pengumpulan data yang untuk menghimpun data penelitian, data-data penelitian tersebut dapat diamati oleh peneliti. Dalam arti data tersebut dihimpun melalui pengamatan peneliti melalui penggunaan panca indra (Burhan Bungi, 2004:133). Penelitian ini menggunakan beberapa teknik observasi: yaitu observasi langsung dengan meninjau lokasi penelitian,mengamati secara seksama dan mencatat apa yang diperoleh dilapangan mulai dari mencari tanaman kembang telekan di rumah Bapak Aji di jalan raya Solo-Gawok hingga mencari kembang telekan di toko penjual bunga dan pelaku usaha merangkai bunga di kota Surakarta.

c. Eksperimen

Metode eksperimen adalah metode penelitian yang bertujuan meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang akan terjadi diantara variabel-variabel tertentu melalui upaya manipulasi atau pengontrolan variabel-variabel tersebut atau hubungan antara mereka, agar ditemukan hubungan, pengaruh atau perbedaan salah satu atau lebih variabel (Burhan Bungin,2004:49). Metode eksperimen dalam penelitian ini meneliti tentang jumlah pengaruh zat warna alam kembang telekan dan jenis fiksator terhadap warna dan ketahanan luntur warna dalam proses batik pada kain mori prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara

(7)

variabel utama dan variabel kontrol yang nantinya akan dibuktikan melalui uji laboratorium.

d. Dokumenter

Metode dokumenter adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan untuk menelusuri data historis yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Baik berupa dokumen, arsip maupun foto yang dapat menunjang data-data yang diperlukan untuk penelitian (Burhan Bungin,2004:144). Metode dokumenter dalam penelitian ini diperoleh dari Balai Besar Kerajinan dan Batik yaitu beberapa gambar untuk bagaimana mengolah tanaman untuk dijadikan ekstrak zat warna alam dan pencelupan zat warna alam yang nantinya akan membantu peneliti untuk mencoba secara mandiri.

e. Data Online

Pengumpulan data secara online yaitu dengan cara melakukan penelusuran data melalui media online seperti internet atau media jaringan lainnya yang menyediakan fasilitas online, sehingga memungkinkan peneliti dapat memanfaatkan data informasi online yang berupa data maupun informasi teori, secepat atau semudah mungkin dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis (Burhan Bungin, 2004:148). Metode data pengumpulan online diantaranya diperoleh dari penelusuran dibeberapa website dan digital library. Data yang akan diperoleh berupa jurnal ilmiah mengenai pemanfaatan dan pengolahan tanaman sebagai zat warna alam,

(8)

F. Validitas Data

Validitas data merupakan derajat ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan betul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan diukur. Instrument yang reiabel adalah instrument yang digunakan untuk mengukur obyek yang sama, maka akan menghasilkan data yang sama. Dengan instrumen yang valid dan reiabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid (Sugiyono, 2013:121-122). Dalam mengumpulkan data penelitian ini, digunakan peralatan-peralatan dari Laboratorium Akademi Teknologi Warga Surakarta yaitu laundrometer untuk menguji ketahan warna terhadap pencucian, dan crockmeter untuk menguji ketahanan warna terhadap gosokan, yang sebelumnya sudah digunakan untuk penelitian sejenis.

G. Analisis Data

Dalam penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif dari Sugiyono. Menganalisis data dalam kuantitatif merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau narasumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2013:147). Penelitian ini terdiri dari variabel utama dan variabel kontrol dalam menunjang uji laboratorium. Variabel utama terdiri dari tanaman kembang telekan, kain mori prima dan proses batik cap hingga masuk ke waktu pencelupan. Sedangkan variabel kontrolnya menggunakan variasi pencelupan yaitu 5x, 10x, dan 15x dengan beberapa kali pencelupan akan menghasilkan warna yang berbeda dari muda hingga tua, sehingga semakin banyak pencelupan maka semakin

(9)

pekat warnanya.Materialfiksasi yang digunakan adalah tawas, kapur dan tunjung. Proses fiksasi bertujuan untuk mengetahui warna yang akan muncul pada tiap-tiap fiksator. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana warna yang muncul dari zat warna alam kembang telekan dengan variasi pencelupan dan fiksator yang berbeda-beda menghasilkan warna yang berbeda. Proses selanjutnya adalah pengaruh jumlah pencelupan pada uji ketahanan luntur warna terhadap gosokan kering dan basah serta uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :