• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU AUDITOR DALAM PENGHENTIAN PREMATUR PROSEDUR AUDIT (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Pekanbaru)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU AUDITOR DALAM PENGHENTIAN PREMATUR PROSEDUR AUDIT (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Pekanbaru)"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu No . Peneliti HasilPenelitian 1 Cohen Commision (1978), Rhode (1978), Alderman dan Deitrick (1982), serta Raghunathan (1991).
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Ket: : Partial : Simultan Time pressure (H2)Resiko Audit (H3)EksternalMaterialitas (H4)
Tabel 3.1 Daftar nama KAP di Pekanbaru
Tabel 3.2. Pengukuran Variabel
+7

Referensi

Dokumen terkait

dalam melaksanakan prosedur audit, auditor tidak melakukan pekerjaan secara lengkap tetapi berani mengeluarkan opini terhadap laporan keuangan yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tekanan waktu berpengaruh signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur audit, sedangkan risiko audit dan

Hal ini berarti variabel-variabel independen meliputi tekanan waktu, materialitas dan risiko audit mempengaruhi penghentian prematur atas prosedur audit sebesar 72,1%

- Secara simultan, Time Pressur e, Risiko Audit, Materialitas, Prosedur Review dan Kontrol Kualitas oleh KAP, Locus Of Control , Self Esteem In Relation to Ambition ,

Kuesioner dibagi dalam 7 bagian, bagian pertama mengenai penghentian prematur atas prosedur audit, bagian kedua mengenai time pressure, bagian ketiga mengenai tingkat risiko

Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Malone dan Robert (1996) yang mengemukakan bahwa penghentian prematur atas prosedur audit adalah sebagai

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan variabel time pressure, risiko audit, tingkat materialitas, serta prosedur reviu dan kontrol kualitas

Besarnya nilai koefisien determinasi yang ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square (lihat tabel 2) yaitu sebesar 0,708, hal ini berarti bahwa penghentian prematur atas prosedur